Dosen UMM Ingatkan Masyarakat: Hati-hati Memanfaatkan Pinjol

Belakangan, banyak kasus mencuat tentang tentang nasabah yang terlilit hutang pinjaman online (pinjol). Aep Saepuddin, S.E, MESy., dosen D3 Perbankan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyampaikan, ada banyak alasan yang mendorong mereka unutk menjajal pinjol. Mulai dari kebutuhan mendadak, kecanduan dan bahkan hedonisme. Aep mengatakan, dalam sudut pandang ekonomi, pinjam meminjam menjadi sah jika memenuhi syarat yang sudah di tentukan. Saat seseorang mengajukan pinjaman ke bank, di tahap awal biasanya bank akan melakukan analisis 5C (character, capacity, capital, collateral, dan condition) ke nasabahnya. Jika dirasa nasabah tidak memenuhi kriteria ini, maka bank berhak menolak ajuan pinjaman tersebut. Beda halnya dengan pinjaman online, sistem yang digunakan tidak melalui analisis panjang 5C sehingga tidak perlu memakan waktu yang lama. Uangpun segera cair dan masuk ke rekening peminjam. Inilah alasan mengapa banyak masyarakat khususnya anak muda menyukai pinjaman online. “Kebanyakan kasus pinjol hari ini dilakukan oleh anak muda, alasannya beragam tapi intinya mereka tidak bisa mengontrol keuangan,” kata pria yang akrab disapa Aep terebut. Menurutnya, banyak anak muda hari ini tidak bisa menyesuaikan antara pemasukan dan pengeluaran keuangan. Padahal pola pikir keuangan sangat penting bagi kehidupan. Besar kecilnya penghasilan yang didapatkan sebetulnya hanya nominal, selebihnya merekalah yang wajib mengatur uang tersebut. Lebih lanjut, Aep menyampaikan, seseorang bisa saja berada dalam kondisi terdesak dan mau tidak mau harus mengambil bantuan pinjaman. Pada keadaaan seperti ini, mereka harus waspada dan berhati-hati. Memastikan lembaga atau aplikasi sudah dijamin oleh otoritas jasa keuangan (OJK) dan berkomitmen untuk melunasi hutang tersebut dengan sungguh-sungguh. “Jangan sampai kita meminjam uang untuk hal yang bersifat hedonisme saja. Lebih lebih kepada lembaga yang tidak bersertifikasi OJK karena dampak yang akan terasa sangatlah berbahaya. Di beberapa kasus bahkan ada peminjam yang stres dan mengakhiri hidup karena diteror oleh rentenir ilegal yang menagih hutang secara kasar,” ujarnya. Ia juga sempat berpesan agar masyarakat yang mengambil pinjaman online untuk tetap waspada. Boleh-boleh saja asal tahu dan paham konsekuensi yang harus ditanggung. Begitupun tanggung jawab untuk melunasi hutangnya tepat waktu. “Ditengah modernisasi seperti saat ini, pinjaman online itu memang bisa menjadi alternatif asalkan kita tau aplikasi yang kita gunakan sudah dilindung OJK. Penggunaan uang tersebut juga harus dipastikan untuk kebutuhan yang penting dan mendesak,” pungkasnya. (*rin/wil)
Mahasiswa UMM Kembangkan Aplikasi Deteksi Khasiat Tumbuhan Herbal

Berdasarkan informasi yang diterbitkan oleh IPB, Indonesia menjadi rumah bagi 80% dari seluruh tanaman obat di dunia. Terdapat sekitar 25.000 hingga 30.000 tanaman yang memiliki potensi sebagai bahan obat. Oleh karena itu, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri herbal. Namun, hingga sekarang untuk menjangkau akses informasi herbal secara luas masih sangat sulit. Hal ini dapat berdampak pada penyalahgunaan serta penurunan minat masyarakat pada produk herbal. Berangkat dari hal itu, tim yang beranggotakan enam mahasiswa dari empat kampus berbeda se-Malang Raya membuat aplikasi yang Bernama Herbify. Tim Herbify berhasil masuk dalam Top 20 Final Capstone Project Bangkit Academy Batch 1 2023, setelah menyisihkan 786 tim se-Indonesia. Atas prestasinya, mereka mendapatkan dana inkubasi dari Google dan Dikti sebesar Rp140 juta. Salah satu anggota tim dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Hania Pratiwi Ningrum mengatakan, Herbify bergerak untuk membantu masyarakat dalam mengakses informasi menyeluruh tentang semua hal yang berkaitan dengan herbal secara akurat. Herbify memiliki visi untuk membuka potensi penuh Indonesia dalam industri herbal. Caranya yakni dengan menjadikan Herbify sebagai central hub dari semua yang berkaitan dengan herbal. Herbify akan bekerja sama dengan berbagai praktisi herbal, pemerintah, produsen herbal, serta komunitas herbal untuk bersama-sama mewujudkan visi mulia tersebut. “Jadi terdapat tiga fitur yang diunggulkan pada aplikasi ini, yaitu Herbal Pedia, Herbal Talk, dan Herbal Store. Untuk saat ini, aplikasi masih dalam tahap pengembangan dan akan launching di google play sekitar Desember ini,” ucap mahasiswi informatika itu. Ada beberapa fitur dari Herbify, misalnya Herbal Pedia. Yakni kumpulan ensiklopedia mengenai tanaman, herbal dengan sumber terpercaya. Herbify akan bekerja sama dengan herbal Materia Medica Batu (MMB). Konten yang dimuat yaitu seputar pengetahuan mengenai tanaman, khasiat, manfaat, serta cara mengolah tanaman tersebut. Adapula Herbal Talk, layanan konsultasi dengan dokter yang memiliki keahlian di bidang herbal. Kemudian juga Herbal Store merupakan layanan yang menyediakan obat obatan herbal terpercaya. “Herbal pedia ini semacam scan deteksi tanaman herbal. Jadi misal kita tidak bisa membedakan mana kunyit dan mana kencur, nanti bisa di scan dan otomatis akan terdeteksi. Semisal tanaman kencur, otomatis akan diarahkan ke penjelasannya mengenai kencur,” jelasnya. Dengan adanya aplikasi Herbify ini, ia berharapa bisa lebih mengenal lagi tentang tumbuhan herbal yang ada di Indonesia. Hania menyayangkan kenyataan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui manfaat lain dari tanaman herbal. Padahal ada banyak tumbuhan herbal yang bisa dimanfaatkan dan diolah secara maksimal di Indonesia tanpa harus mengekspornya ke luar negeri. (*dev/wil)
Dosen UMM Ungkap Pentingnya Pramuka di Sekolah Dasar

Gerakan praja muda karana (pramuka) telah mengukir sejarahnya dalam pendidikan di Indonesia sejak diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961. Kemudian, diperbarui melalui UU Nomor 12 Tahun 2010. Keberadaannya, menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter dan moral pelajar. Terlebih, saat ini Pramuka telah menjadi kegiatan atau ekstrakurikuler yang wajib diikuti utamanya para siswa Sekolah Dasar (SD). Dr. Ichsan Anshory AM, M.PD selaku dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menegaskan, Pramuka itu wajib diikuti karena adanya legalitas yang jelas. Alasan lainnya adalah kegiatan ini dapat memperkaya nilai pendidikan. Memberikan dimensi baru, di mana proses pembelajaran tidak hanya terpaku pada materi dan ruang kelas. “Melalui kegiatan Pramuka, anak-anak diajarkan percaya diri, mandiri, tanggung jawab, dan saling peduli. Hal ini guna menyokong para pelajar dalam menghadapi kehidupan nyata,” sebut Ichsan. Lanjutnya, dalam konteks pendidikan di SD, Pramuka menggunakan metode pembelajaran yang berbasis permainan. Hal ini bertujuan menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, efektif, menarik, sehat, dan terarah. Ia menekankan bahwa pendidikan Pramuka di SD didesain dengan memperhatikan karakteristik perkembangan anak-anak, menggabungkan unsur pendidikan dengan kegiatan yang bersifat positif. Salah satu aspek menarik yang diajarkan dalam kegiatan Pramuka adalah kebersamaan. Melalui kegiatan seperti menyanyikan yel-yel ataupun permainan, anak-anak diajarkan untuk peduli terhadap sesama dan berbagi pengalaman dengan teman-temannya. “Pramuka bukan hanya sekadar organisasi semata, tetapi juga wadah untuk membentuk kepribadian yang inklusif dan peduli terhadap lingkungan sekitar,” jelas nya. Pentingnya pengajaran Pramuka di SD juga terlihat dari pengembangan skill baru, seperti Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Para siswa diajarkan cara merespons kecelakaan baik secara individu maupun kelompok. Tidak ketinggalan juga diajarkan cara mendirikan tenda melalui kegiatan Persami. Pramuka memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Kegiatan berkelompok seperti kerja bakti, penyelesaian konflik melalui musyawarah, hingga mengenali isyarat nonverbal menjadi bagian tak terpisahkan dari pembelajaran ini. Semua dilakukan dalam suasana yang melibatkan orang dengan latar belakang beragam, menciptakan pengalaman belajar yang interaktif bagi para peserta. “Yang tak kalah penting yaitu menumbuhkan jiwa leadership. Pramuka juga berperan sebagai wadah kaderisasi dalam membentuk sosok pemimpin ideal untuk berjiwa patriot, berkepribadian baik, serta menjunjung nilai luhur bangsa,” tambah dosen asal Madura. Pentingnya pengajaran Pramuka di SD juga karena kegiatan ini menjadi bagian integral dari kurikulum. Sebuah langkah positif dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan. “Pramuka menjadi petualangan pendidikan yang menyenangkan. Membawa anak-anak lebih dari sekadar pengetahuan akademis, karena memberikan fondasi yang kokoh untuk membangun karakter positif dan sikap peduli di sepanjang hidup,” pungkasnya. (*lai/wil)
Ciptakan Alat Pemeliharaan Jalan, Mahasiswa UMM Dapat Penghargaan di Korea

Mahasiswa jurusan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil menyabet medali Silver dan Special Price King Abdulaziz University dalam ajang bergengsi Seoul International Invention Association Fair (SIIF) tahun 2023. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Korea Invention Promotion Association (KIPA) secara langsung di Korea Selatan pada 31 Oktober – 4 November 2023. Alifia Ariana Prabaswara, salah satu anggota tim mengatakan bahwa inovasi yang mereka tawarkan adalah alat pendeteksi kekasaran permukaan jalan menggunakan sistem Image Program. Mereka memberi nama alat itu Smart Miu Meter. Tidak hanya itu, timnya juga membuat aplikasi khusus yang tersambung ke alat tersebut yang diberi nama Citra Gambar (CIGAM). Ia menjelaskan, alat tersebut dibuat mengingat kualitas jalan adalah hal penting dalam kehidupan masyarakat. Maka, perlu adanya upaya pemeliharaan permukaan jalan. Berbeda dengan alat lainnya, Smart Miu Meter ini menggunakan metode image processing yang lebih memudahkan. “Meski banyak inovasi dari negara lain yang keren, tapi kami selalu yakin bahwa lat yang kami bawa dari Indonesia tidak kalah bagus dan berkualitas,” ujarnya. Lebih lanjut Alifa mengatakan bahwa, aplikasi CIGAM dapat diakses ari manapun dan siapapun secara internasional. Maka, saat pameran berlangsung, timnya mendapat perhatian dari pemerintah Bangladesh. Mereka mendapatkan tawaran dari pemerintah Bangladesh untuk bekerja sama dalam pembangunan jalan di Bangladesh. “Memperbaiki jalanan di negara mereka merupakan salah satu tujuan kerjasama kami. Apalagi melihat kualitas jalanan disana masih belum maksimal dan banyak daerah terpencil kurang dilirik sehingga banyak jalanan yang rusak. Saat ini masih dalam proses diskusi dan persetujuan,” jelasnya. Meski begitu, Alifa sempat pesimis karena pengunjung booth mereka lebih sedikit ketimbang booth inovasi lainnya. Namun ternyata mereka malah mampu mendapatkan penghargaan internasional. Mahasiswi asal Lamongan tersebut juga mengatakan bahwa inovasi alat yang dibuatnya belum sepenuhnya sempurna karena masih memakai kabel USB. Sehingga terlihat seperti kurang rapi. Maka, ia dan tim terus berupaya mengembangkan alatnya menjadi benar-benar wireless. Ia juga berterimakasih pada UMM yang senantiasa mendukung dari berbagai aspek. Bahkan ia mendapatkan beasiswa selama berkuliah di Kampus Putih. ia menilai, UMM selalu memberikan wadah dan dukungan bagi mereka yang ingin mengembangkan potensi dan bakat. “Tentu hal ini harus dimanfatakan mahasiswa agar bisa mencapai potensi terbaiknya. Fasilitas dan kesempatan terbuka lebar, maka kita sebagai mahasiswa perlu memanfaatkannya sebaik mungkin,” pungkasnya. (*ri/wil)
Kembangkan Lahan 1,1 Hektar, UMM Wujudkan Ponpes Modern Abdul Malik Fadjar

Universitas Muhammadiyah Malang kembali mengembangkan kawasan baru yang berlokasi di Karangploso, Kabupaten Malang. Lokasi dengan luas 1,1 hektar itu digunakan untuk pengembangan dakwah Muhammadiyah di Jawa Timur dan dikelola bersama dengan pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Turut berkunjung Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. pada 11 November lalu. “Kami tentu bersyukur karena UMM sebagai bagian dari Muhammadiyah diberi kemudahan untuk menambah ladang amaliyah berupa pondok pesantren modern. Apalagi lokasi yang, arsitektur dan lingkungan begitu bagus dan membanggakan,” kata Haedar. Menurutnya, lembaga pendidikan yang berkemajuan harus iawali dengan membangun tradisi besar. Yakni mampu membangun ekosistem budaya alam pikiran dan perilaku sehari-hari yang menggambarkan muslim yang diberi mandat membangun peradaban. Apalagi Muhammadiyah juga telah mengukir sejarah panjang selama satu abad. “Kami berharap mampu melahikan sumber daya insani yang tidak hanya punya akhlak dan moral yang baik, tapi juga cerdas, berilmu, berkemajuan, dan punya optimisme hidup menjadi pelaku sejarah masa depan,” tegasnya menambahkan. Adapun lokasi baru milik UMM itu memiliki beberapa bagian. Salah satunya gedung utama empat lantai yang terdiri dari ruang kelas, perkantoran, hingga aula. Adapula asrama putra dan putri yang masing-masing memiliki tiga lantai dengan 13 kamar. Dilengkapi pula dengan sebuah masjid bergaya joglo dua lantai. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa aset baru yang dimiliki UMM ini akan memperkuat misi dakwah Muhammadiyah. Ke depan, kampus putih akan mengelolanya bersama PWM Jatim. “Mudah-mudahan dengan gedung dan lahan yang serba bagus ini, kita mampu melahirkan generasi harapan Muhammadiyah dan harapan bangsa,” pungkasnya mengakhiri. (*wil)
Vokasi UMM Siapkan Kerjasama dengan Negara Jerman

Transformasi digital bersama dengan teknologi yang kompleks menjadi tantangan bagi generasi saat ini. Maka, perlu adanya peningkatan skill digital di berbagai bidang. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Thomas Köhler dari Technische Universitat Dresden, Jerman. Ia menjadi pemateri dalam diskusi pendidikan vokasi yang dilangsungkan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 11 November lalu. Turut hadir berbagai perwakilan dari Kemenko PMK dan perwakilan kampus-kampus, baik dari lingkungan Muhammadiyah maupun umum. Lebih lanjut, Köhler mengatakan, ada beberapa langkah revitalisasi yang bisa dilakuakn di Indonesia, khususnya dalam pelatihan dan pendidikan vokasi. Misalnya saja dengan meningkatkan kapasitas pengajar dan memberikan eksposur internasional. Begitupun dengan upaya menghubungkan dunia industri dengan kampus. Hal yang tak boleh terlewat yakni kebijakan yang mendukung upaya-upaya ini. “Penguatan kualitas pendidikan juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. Utamanya untuk memperkokoh pelatihan dan pendidikan vokasi dalam bidang industri, keilmuan, dan lainnya,” kata Köhler. Menurutnya, sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus memiliki skill yang dibutuhkan dunia internasional. Termasuk bahasa-bahasa asing, bukan hanya sekadar bahasa Inggris. Hubungan harmonis juga harus dibangun anatara pihak-pihak yang bergerak di dunia pendidikan dengan industri sehingga kepentingan kedua belah pihak bisa terpenuhi dengan baik. “Ada banyak hal yang bisa kita diskusikan bersama dan kami sangat terbuka untuk itu,” katanya. Di sisi lain, Deputi Kemenko PMK Prof. Warsito, S.Si., DEA, Ph.D. juga memberikan pandangannya. Sebagai upaya menciptakan SDM yang kompeten an berdaya saing, pemerintah sudah menerbitkan Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi. Peraturan ini juga membentuk epratruran Menko PMK yang salah satu transformasinya adalah mengubah pendekatan supply driven menjadi demand driven. “Dengan begitu, diharapkan Indonesia mampu melahirkan tenaga kerja yang unggul dan kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia yang terus berkembang,” katanya. Warsito melanjutkan, Indonesia tengan menghadapi bonus demografi, di mana angkatan kerja berada pada jumlah terbanyak. Namun dnia industri dan kerja tidak dapat menampung jumlah itu. Diskusi bersama Prof. Köhler memberikan insight baru terkait hal ini. Maka pendidikan di Indonesia juga harus diarahkan pada kompetensi berwirausaha dan juga pemagangan di UMKM. Sehingga mereka juga bisa menyediakan lapangan kerja. Sementara itu, terkait ide hubungan pendidikan-industri yang disampaikan Prof. Köhler, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. memberikan tanggap yang menarik. Ia menyebut program Center of Excellence (CoE) garapan UMM sudah melakukan hal itu sejak lama. Mempertemukan kebutuhan industri dengan SDM yang memiliki skill sesuai dengan industri harapkan. “Sehingga kedua belah pihak mendapatkan keuntungan masing-masing. Baik dari aspek pengetahuan, inovasi, riset, karir, dan lainnya,” jelas Fauzan. Ia juga menyampaikan kesiapan Kampus Putih untuk menjalin kerjasama, bukan hanya dengan kampus TU Dresden saja tapi juga dengan berbagai institusi di Jerman. Ia yakin, kolaborasi yang dibangun bisa memberikan kebaikan bagi sivitas akademika tiap kampus serta memberikan manfaat untuk masyarakat. Terakhir, Fauzan juga menjelaskan program vokasi yang dijalankan UMM yang berlangsung dengan baik. Apalagi dengan berbagai kerjasama industri luar negeri, seperti dengan Yoyokai dan Daiichi untuk keperawatan, Canary untuk makanan, Zenkoku, PT OS Selnajaya dan lain sebagainya. Dengan begitu, kesempatan kerja yang ada semakin luas. (*wil)
Mahasiswa UMM Ini Koleksi Medali Motorcross hingga Jadi Perwakilan PON

Hobi seringkali dapat menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang memenangkan masa depan. Hal itu pula yang terjadi di kehidupan Javier Bhagawanta, mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia sukses memenangkan berbagai kejuaraan motocross berkat hobinya bermotor. Terbaru, ia berhasil meraih medali perunggu atau juara dua dalam dalam kompetisi Trial Game seri 6 kategori campuran non seeded yang diadakan Lapangan Rampal, Kota Malang. Ia mengalahkan berbagai peserta, baik yang atlet maupun yang non-atlet. Kompetisi ini juga merupakan final dari gabungan beberapa seri perlombaan yang diadakan di berbagai daerah seperti Mojokerto, Tulungagung, Magelang, Purwokerto, dan lain-lain. Mahasiswa asal Papua itu mengaku bahwa menyukai motor trail sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kesukaannya pada motor trail tak lepas dari kegemaran ayahnya yang menyukai motor trail pula. Melihat potensi dan bakat Javier, akhirnya kedua orangtuanya mendukung penuh untuk bsia mengembangkan minatnya di bidang bermotor trail. Demi mengembangkan hobinya, ia bahkan rela datang dari papua untuk belajar motor trail di Kediri. Kini, ia tergabung dalam Nugroho Motocross Training (NMT), Kediri, dan berlatih di sela-sela padatnya perkuliahan yang ia jalani. “Motivasi saya untuk terus berkompetisi dan menang tak lepas dari teman-teman sejawat yang saling menyemangati. Lomba juga menjadi wadah saya untuk mengukur seberapa bagus kemampuan saya selama ini,” jelasnya. Selain menyabet juara pada kompetisi itu, ia juga sudah memenangkan banyak piala. Sebelumnya ia pernah mendapat juara 3 pada seri 4 yang diadakan di Magelang. Tak hanya itu, ia juga terpilih menjadi atlet motocross untuk mewakili Papua dalam ajang PON 2024 yang akan diselenggarakan di Aceh. Untuk memenangkan perlombaan, Javier mengatakan bahwa perlu skill yang baik dan terukur. Apalagi medan yang dihadapi tidak menentu. Kadang becek saat hujan bahkan kering. Kuncian motor pada saat berbelok ataupun saat melakukan lompatan juga untuk menjepit motor agar tidak terjatuh. Javier berharap, berbagai kemenangannya bisa membuka jalannya menjadi atlet nasional dan bersanding dengan par aprofesional. “Tentu, belajar tetap nomor satu. Tapi selama hobi tidak mengganggu, saya akan tetap mengikuti berbagai kompetisi,” pungkasnya. (*tri/wil)
Diskusi Politik RBC UMM: Saatnya Anak Muda Bersuara di Politik Indonesia

Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar menggelar Diskusi Ruang Gagasan bertajuk Anak Muda dalam Politik 2024; Antara Pragmatisme, Oligarki, dan Harapan. Puluhan mahasiswa, pengamat, dan peserta turut serta dalam agenda yang dilaksanakan pada 3 November lalu di Learning space RBC Institute Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dipandu Dievanul Fajri, diskusi tersebut berjalan dengan menarik. Banyak anak muda yang mau terlibat di politik dengan mengeepankan ide serta gagasan. Bukan hanya sekadar pragmatisme dalam politik. Fadzryl Adzmy dari Pusat Studi Ilmu Politik UMM menilai, anak-anak muda, khususnya yang di Malang, masih menjaga idealisme mereka dalam politik di tengah pragmatisme politik yang dipertontonkan para elit menjelang Pemilu 2024. Menurutnya, tantangan pemuda hari ini adalah mau memilih menjadi kaki tangan oligarki atau membawa perubahan dalam politik. “Semua itu kembali ke tangan kita masing-masing. Mau mengambil jalan pintas atau memilih proses yang baik dalam berpolitik,” tambah pria yang juga dosen Kampus Putih itu. Di sisi lain, Sih Kanyono dari Gusdurian menyatakan bahwa sebenarnya anak muda merindukan sajian lokal yang menyatu dengan mereka. Mampu membumi lewat seni dan budaya. Engan begitu, anak-anak muda bisa diajak dan terlibat dalam proses politik. “Tapi jangan menggunakan seni budaya untuk kepentingan pragmatisme politik,” ujarnya. Dalam diskusi itu, para peserta juga berkesempatan untuk saling berdiskusi tentang berbagi ide dan isu-isu penting yang harus mereka suarakan dalam panggung politik. Termasuk pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial. Mereka berusaha membahas bersama untuk meraih perubahan dari berbagai isu yang dibahas lewat cara-cara politik yang inovatif dan kreatif tanpa harus saling menjatuhkan satu sama lain. Salah satu peserta, Yafi Helmi Jauhari mengatakan, menyuarakan hak pilih anak muda adalah hal penting sehingga mampu membawa perubahan bagi Indonesia. Ide-ide segar dan energi yang dimiliki anak muda dipercaya dapat membangun masa depan politik Indonesia ke arah yang lebih baik. “saatnya anak muda berpartisipasi dalam politik. Semangat anak muda dalam politik adalah tanda bahwa generasi muda siap untuk berperan aktif dalam membentuk masa depan Indonesia yang lebih cerdas,” tutupnya. (*/wil)
Dosen UMM: Selain Indah, Ini Manfaat Tabebuya yang Tidak banyak Orang Tahu

Tanaman tabebuya belakangan ini tengah menampakkan keindahannya. Memiliki bunga berbentuk terompet serta warna yang cerah, tanaman ini menjadi daya tarik unik di beberapa kota di Indonesia. Tak hanya cantik, tanaman ini ternyata juga memiliki banyak manfaat tersembunyi yang jarang diketahui masyarakat. Pakar Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Untung Santoso, M.Si. menyampaikan bahwa tak hanya sebagai tanaman hias, berbagai bagian dari tabebuya memiliki banyak anfaat. “Tanaman ini sebenarnya bukan tanaman hias, tapi karena memang sangat indah jadi banyak orang yang mengira seperti itu. Padahal banyak bagian tanaman ini yang bermanfaat termasuk bunga dan batangnya,” ujar pria yang akrab disapa Untung tersebut. Bagian batang kayu tabebuya yang cenderung lunak, ujarnya, cocok untuk digunakan berbagai kebutuhan masyarakat yang memerlukan kayu ringan. Seperti pembuatan beberapa jenis furniture, pegangan perabot, hingga berbagai jenis kerajinan berbahan dasar kayu. Batang tanaman tabebuya ini cenderung mudah diolah, sehingga di beberapa negara, tanaman ini justru menjadi salah satu pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait perabotan menggunakan kayu ringan. “Tabebuya memiliki karakteristik batang yang cenderung lunak, sehingga sangat cocok untuk kebutuhan masyarakat yang tidak membutuhkan kayu yang terlalu berat dan keras, meski begitu perlu waspada karena seringkali batang pohon tabebuya berlubang karena serangga maupun rayap,” tambahnya. Selain itu, bunga tabebuya dapat digunakan untuk bahan dasar obat-obatan. Kandungan naphtoquinone bila diproses dengan tepat dapat menjadi salah satu media yang efektif dalam mengobati penyakit malaria. “Bunga tabebuya juga dapat digunakan sebagai imun booster atau berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia agar tidak mudah terserang penyakit, serta berbagai manfaat tanaman tabebuya lainnya,” tambah Untung. Di akhir, Untung menyampaikan bahwasanya tanaman ini termasuk tanaman yang mudah tumbuh, utamanya di daerah Indonesia. Oleh karenanya, bagi masyarakat yang membutuhkan karateristik kayu yang lunak untuk berbagai keperluan, tabebuya dapat menjadi salah satu pilihannya. “Pertumbuhannya pohon ini cukup cepat dan bersifat ekspansif. Sehingga bisa ‘menggusur’ tanaman yang ada di sekitarnya. Jika semakin banyak menyebar, tabebuya bisa jadi bunga endemik khas Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan dan penanaman secara bijak menjadi kunci optimalisasi manfaat bunga asal Brasil ini,” pungkas Untung mengakhiri. (*hil/wil)
CEO Muda di Teknik Elektro UMM: 600.000 Sarjana Menganggur karena Skill yang Tidak Tepat

Wabah Covid-19 membawa banyak perubahan pada tatanan dunia. Di balik matinya aktivitas manusia pada saat itu, tak sedikit perubahan positif yang diberikan. Mulai dari kemajuan teknologi, cara berpikir, hingga penyebaran informasi yang berkembang pesat. “Perubahan itu kini menjadi kebiasaan baru yang tak dapat ditolak keberadaannya,” ucap M. Adnan Fatron selaku Founder dan CEO Mudif Consulting, dalam Kuliah Tamu Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 4 November lalu. Agenda bertajuk “Kiat Sukses Tanpa Mengganggu Lulus Kuliah Tepat Waktu” itu bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memiliki perencanaan karir yang matang. Adnan menjelaskan, dilansir dari studi Mckinsey Global Institute di 2017, ada sekitar puluhan juta masyarakat Amerika dan Jerman yang berpotensi menjadi pengangguran di 2030. Hal ini disebabkan karena perubahan teknologi yang pesat dan menggeser lapangan pekerjaan manusia. Hal ini juga yang membuat masyarakat Indonesia menjadi tidak produktif dan hanya mengandalkan teknologi. Menurut data riset Kemenristek-dikti, 80% masyarakat Indonesia tidak melakukan hal yang produktif. Sebanyak 600.000 sarjana menjadi pengangguran yang tidak memiliki skill yang tepat. Hal ini dikarenakan banyak lulusan Indonesia yang hanya memiliki kemampuan rata-rata. Menurutnya, penyebab gagalnya seseorang itu adalah adanya standar yang diciptakan di kalangan masyarakat. Terlebih, masyarakat selalu membandingkan kesuksesan diri sendiri dengan orang lain sehingga tercipta standar umum kesuksesan di masyatakat yaitu harta, jabatan, ilmu, dan disukai orang lain. Masyarakat juga takut bahwa pekerjaannya akan digeser oleh adanya Artificial Intelegent (AI). Padahal, kecerdasan buatan atau AI patut dikolaborasikan bersama dengan manusia. Yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang tentu bermanfaat. “Manusia tidak akan digantikan oleh kecerdasan buatan, tapi akan digantikan oleh manusia lain yang bisa menggunakan kecerdasan buatan,” tambahnya. Sementara itu, Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D. selaku dekan Fakutlas Teknik menyampaikan bahwa mahasiswa perlu membuat planning terhadap apa yang dicita-citakan. Hal ini juga akan membantunya untuk mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan dunia kerja sehingga tidak akan tergerus dengan adanya teknologi. Hal ini juga dipersiapkan oleh UMM melalui adanya program Center of Excellent (CoE) untuk mempersiapkan mahasiswanya ke jenjang karir yang lebih tinggi. Tidak hanya terfokus pada konsentrasi jurusan yang ditempuhnya, tapi juga membekali mahasiswa dengan skill yang bisa diasah sesuai minatnya.“Oleh karenanya, saya yakin acara ini bisa semakin membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia kerja. Saya kira, pekerjaan yang baik adalah memberi pekerjaan bagi orang lain,” tandasnya. (*tri/wil)