Globe Raksasa hingga Penerjun Payung, Begini Serunya Pembukaan Pesmaba UMM

Pelepasan ribuan burung endemik Jawa menjadi pembuka gelaran Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Kapolda) Jatim Dr. Toni Harmanto, M.H. yang melepaskan burung-burung tersebut dari sangkar raksasa berbentuk bumi. Lebih dari 6.000 mahasiswa juga berkumpul di heliped pada 12 September lalu untuk melangkahkan kaki menjadi generasi penerus bangsa. Pelepasan burung tersebut menjadi komitmen tinggi UMM mendukung gerakan green and clean. Sekaligus juga bukti keseriusan Kampus Putih untuk membantu mencapai target sustainable development goals (SDGs) dan menjaga lingkungan dari kerusakan. “Globe raksasa ini menjadi lambang semangat kami untuk merawat bumi dan menjaga lingkungan. Ada banyak jenis burung di dalamnya, seperti burung tekukur, perkutut, kutilang, emprit, dan lain sebagainya. Kami ingin masyarakat juga tergerak untuk melakukan hal sama, bukan malah merusak alam bumi dan isinya,” tegas Ir. Suyatno M.Si. selaku penanggungjawab acara. Hal lain yang tak kalah menarik adalah atraksi sepuluh penerjun yang merupakan dukungan dari Mabes Polri Korps Brimob. Mereka membawa berbagai bendera sembari mendaratkan terjun payung. Mulai dari bendera merah putih, Pesmaba UMM, Center of Excellence, Center for Future Work, UMM Pasti dan lain sebagainya. Sepuluh penerjun itu juga berhasil mendarat dengan selamat di tengah heliped UMM dan dihadapan ribuan mahasiswa baru. Penampilan itu tidak hanya membuat kagum mahasiwa Indonesia, tapi juga para mahasiswa asing yang berkuliah di UMM. Salah satunya Nidhi Priya yang berasal dari India. Ia tidak menyangka ada atraksi penerjun dan helikopter dalam pembukaan Pesmaba UMM. “Sebenarnya saya sudah beberapa kali melihat atraksi penerjun payung dan helikopter di berbagai kesempatan dan selebrasi kenegaraan di India. Tapi kalau di lingkungan universitas, ini pertama kalinya. Saya tidak menyangka bisa melihatnya di acara kampus dan takjub,” katanya. Nidhi, begitu ia kerap disapa menilai Indonesia dan India memiliki banyak kemiripan. Populasinya yang banyak, anak-anak muda yang potensial dan sumber daya alamnya yang melimpah. Ia percaya, anak-anak muda Indonesia, termasuk mahasiswa UMM bisa menjadi katalisator dan mengambil peran dalam kemajuan bangsa. Kemudian juga saling berkolaborasi di level internasional demi kebaikan dan keamanan dunia. (Wil)

Komitmen Penuh UMM Dukung SDGs lewat Inovasi JasMerahMob Dinamis

Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa ditunggu oleh banyak khalayak. Bukan hanya oleh mahasiswa baru UMM, tapi juga masyarakat dan mahasiswa kampus lain. Hal itu berkat banyaknya kejutan dan kretivitas berbeda tiap tahunnya. Di 2023, inovasi baru kembali ditampilkan dalam pembukaan Pesmaba UMM. Jika tahun lalu menyuguhkan jasmob dan flashmob secara statis, maka di 2023 ini 6.000 mahasiswa UMM memberikan sentuhan unik, yakni jas merah mob yang dinamis. Jadi, gerakan yang ada memungkinkan formasi dapat bergerak dengan motion. Jas Merah Mob ini juga unik dan berbeda karena tidak menggunakan kertas atau paper. Para maba hanya menggunakan warna pada topi serta almamater yang dikenakan. Hal ini tentu menjadi cara UMM untuk mendukung gerakan green and clean dalam bidang lingkungan. Pesan-pesan yang diberikan beragam dan bermakna dalam, utamanya terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Bahkan menampilan semua 17 logo SDGs yang menjadi target dunia. Ini juga mengukuhkan UMM sebagai kampus yang mendukung penuh upaya mencapai target-target tersebut. Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd mengatakan konsep ini mempertegas kepada masyarakat bahwa UMM terus berupaya merealisasikan SDGs untuk kemajuan bangsa. Apalagi selama ini Kampus Putih juga turut serta aktif dalam berbagai poin penting SDGs, seperti bidang pangan, energi, air, dan bidang lainnya. Fauzan juga mengatakan bahwa Pesmaba merupakan suatu yang penting sebagia pondasi awal mahasiswa. Bagaimana mereka bisa meraih potensi dan mendalami passion masing-masing. Sehingga pada akhirnya juga akan memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat luas. Belasan formasi tersebut tak lepas dari koordinator JasMerahMob, Jamroji, S.Sos, M.Comms. Ia mengatakan ada 32 formasi yang sukses diperagakan oleh lebih dari 6.000 mahasiswa baru UMM. Ada formasi yang membentuk tulisan generasi tangguh, logo asean, logo SDGs, Center for Future Work, UMM Pasti, No Poverty, dan berbagai bentuk lainnya. Jumlah formasi yang banyak memang memberikan tantangan dan kesulitan tersendiri untuk Jamroji dan tim. “Kami harus membuat kode-kode khusus di lapangan yang mana memungkinkan gerakan dinamis. Sehingga saat ditayangkan, gambar bisa bergerak dan tidak patah-patah. Alhamdulillah, mahasiswa baru, tim, dan voluunter bisa bersama-sama kompak dalam menjalankan tiap gambar yang ada,” pungkas dosen Ilmu Komunikasi tersebut. (*wil)

Nikah Siri Timbulkan Banyak Masalah, Ini Kata Dosen Hukum UMM

Nikah siri adalah konsep yang sudah melekat di masyarakat umum dan sering diartikan sebagai pernikahah yang sah secara agama saja. Namun dari sisi hukum negara, nikah siri tidak tercatat secara administratif dan seringkali menimbulkan berbagai persoalan di belakangnya. Hal ini disampaikan dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nur Putri Hidayah, A.Md., SH., MH. Menurutnya, pernikahan siri dapat menimbulkan berbagai dampak merugikan bagi keluarga terdekat di sekelilingnya. “Masalahnya, pernikahan siri menimbulkan banyak kerugian dari sisi hukum. Baik bagi pasangan suami istri, maupun terhadap keturunannya apabila memiliki anak,” jelasnya. Putri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa peraturan induk tentang perkawinan sudah diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 dan diperbarui dalam UU Nomor 16 Tahun 2019. Perubahan tersebut mengatur batas usia pernikahan yang saat ini minimal 19 tahun antar kedua mempelai pasangan. Dalam pasal 2 ayat 1, dijelaskan bahwa sah tidaknya perkawinan dikembalikan pada masing-masing kepercayaan. Hal ini karena, jika berbicara pernikahan maka akan masuk ke dalam ranah dimensional. Namun dalam ayat 2, dijelaskan bahwa pernikahan harus tercatat oleh negara. “Dalam sebuah perkawinan, maka pasti akan muncul hak dan kewajiban suami istri yang juga sudah diatur dalam UU. Maka, negara tidak bisa menjamin lapabila pernikahan tidak tercatat,” ujarnya. Pernikahan siri mengakibatkan pasangan tidak dapat membuktikan bahwa mereka sudah menikah di mata hukum. Hal ini bisa merugikan istri. Misalnya, ketika terjadi konflik harta warisan saat suami meninggal dunia atau menuntut suami untuk menafkahinya. Selain istri, dampak merugikan lainya juga dapat menyeret anak apabila dalam perkawinan tersebut melahirkan keturunan. Dalam undang-undang, apabila terdapat anak hasil pernikahan siri, maka anak tersebut statusnya adalah anak di luar perkawinan. Sehingga, status keperdataan anak hanya kepada sang ibu dan tidak ada ayah dalam akta lahirnya. Lalu bagaimana jika sudah terlanjur menikah siri? Putri menjelaskan bahwa pasangan tersebut bisa mengajukan permohonan ke pengadilan agama terdekat dan prosesnya pun tidak rumit. Setelah itu, pernikahan bisa tercatat dan mendapatkan akta nikah yang sah. “Catatlah perkawinan anda. Selain sah secara agama juga harus sah secara hukum dan tercatat secara administratif. Karena dengan tercatat secara resmi, maka hak-hak kalian akan terlindungi oleh negara. Bukan hanya suami-istri saja, namun juga untuk keluarga terdekat seperti anak yang dilahirkan,” pungkasnya. (*lib/wil)

Resmi Dilantik, Presma UMM Canangkan Program Internasional dan Edukatif

Anak-anak muda baru kini resmi memegang amanah menjadi pengurus fungsionaris di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Para mahasiswa sukses dilantik menjadi pengurus badan eksekutif mahasiswa (BEM), senat mahasiswa, serta unit kegiatan mahasiswa. Mereka dilantik secara langsung oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. pada 7 September lalu. Presiden mahasiswa Kampus Putih yang baru dilantik Yogi Syahputra Alaydrus mengatakan, ada banyak program yang disiapkan. Utamanya dalam menciptakan ruang-ruang kolaborasi, edukasi, intelektual, pergerakan, dan lainnya. Menurutnya, menjadi mahasiswa merupakan sarana untuk mengasah softskill dan hardskill sehingga bisa menjalani kehidupan usai menyelesaikan studi. Ia juga sempat membahas mengenai penghapusan skripsi sebagai syarat kelulusan. Ia menilai, kemampuan mahasiswa bisa lebih dimaksimalkan karena sesuai passion yang ditekuni. Mereka yang berjuang untuk memenangkan kejuaraan nasional maupun internasional juga mendapatkan kemudahan dengan adanya kebijakan ini. Apalagi, UMM memang sudah menjalankan hal itu sejak lama, yakni melalui program ekuivalensi. “Kami juga akan fokus pada pengembangan mahasiswa humanisme. Saya yakin mahasiswa UMM punya kecerdasan masing-masing dan luar biasa, tinggal bagaimana kita mengasahnya. Kami juga akan berfokus pada program internasional sehingga bisa selaras dengan tujuan UMM yang sudah mendapat bebagai rekognisi internasional,” kata Yogi. Sementara itu, Prof. Dr. H. Fauzan M.Pd selaku Rektor UMM mengapresiasi kerja keras dan kerja cerdas para fungsionaris mahasiswa periode sebelumnya. Menurutnya, pengabdian dan inovasi yang diberikan mampu mengharumkan nama kampus. Ia berharap, hal serupa juga bisa diteruskan oleh periode selanjutnya, utamanya untuk menjalankan program-program internasional. “Saya tahu dan yakin bahwa mahasiswa UMM memiliki kecerdasan dan potensi yang tinggi untuk bersaing di ajang Internasional. Maka dari itu, kampus telah menyediakan wadah untuk mencapai hal tersebut seperti misalnya lembaga tingkat universitas. Semua program yang ada tentu akan bermuara pada peningkatkan kualitas diri,” katanya. Terakhir, ia berpesan agar BEM, Senat, dan lembaga mahasiswa lain mampu menciptakan dampak yang memiliki resonansi luas. Tidak hanya puas di nasional saja, tapi juga internasional. Begitupun dengan peningkatan skill kreatif, edukatif, dan mampu memberikan pemikiran kritis untuk menciptakan solusi masalah-masalah yang ada. (Ri/Wil)

Undang Pakar Internasional, Icon-TINE UMM Bahas AI dan Manusia

Untuk membahas lebih dalam tentang inovasi teknologi yang kian berkembang, Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar konferensi internasional untuk mengeksplorasi teknologi Artificial Intellegence (AI). Konferensi yang diadakan oada 7 September itu bertajuk International Conference on Technology, Informatics, and Engineering (ICon-TINE) 2023. Acara itu secara khusus mengkaji hubungan dan kolaborasi manusia dengan mesin digital. Turut hadir berbagai pakar dan ahli teknologi dari berbagai negara. Misalnya saja Prof. Masatoshi Tsuciya dari Toyohashi University of Technology Jepang, Assoc. Prof.Grzegors Kolaczek dari Worclaw University Of Science and Technology Polandia, serta sederet pembicara dari Kampus Putih. Hal menarik dijelaskan Tsuciya yang menyampaikan mengenai anotasi artefak dan model bahasa berskala besar. Hal ini berhubungan dengan penelitian di bidang-bidang yang membutuhkan penalaran dan pemahaman teks bahasa alami yang tidak terstruktur. Selain itu juga sebagai pengembangan model natural language processing, sebuah teknik AI yang mampu membuat komputer memahami bahasa manusia. Sementara itu Grzegors menjelaskan tentang sistem “cybersecurity” yang disebut dengan Anomalies. Ia menegaskan, deteksi anomali adalah alata penting untuk melindungi sistem, jaringan, dan data dari serangan siber. Bahkan bisa juga untuk mengidentifikasi perilaku yang mencurigakan atau tidak sesuai.  “Deteksi anomali ini menjadi salah satu komponen penting dalam strategi keamanan siber. Dengan begitu, sistem dan data yang kita punya bisa lebih dijaga dan aman dari serangan siber,” ujarnya. Meski begitu, ia mengatakan bahwa sebagian orang menganggap Anomalies cukup berbahaya. Utamanya bagi integritas, kerahasiaan, ketersediaan sistem, jaringan, data, atau sumber daya komputer. Akan tetapi, tentu ada banyak manfaat yang bisa diperoleh. “Dalam konteks keamanan siber, deteksi anomali dapat dimanfaatkan untuk melindungi jaringan dan sistem Anda dari serangan. Ini memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi upaya peretasan atau aktivitas mencurigakan dengan cepat. tapi penting untuk diingat bahwa untuk memanfaatkan anomali, tentu perlu memiliki akses ke data yang relevan dan menggunakan alat analisis yang sesuai, termasuk metode kecerdasan buatan seperti pembelajaran mesin,” tambahnya. Disisi lain, dosen UMM Dr. Amrul Faruq, S.T., M.Eng. memaparkan tentang metode keputusan tingkat lanjut untuk mengurangi risiko bencana dan sistem peringatan dini. Amrul menampilkan data-data tentang bencana alam yang terjadi di Indonesia. Ia juga menyebutkan tentang metode ensemble learning untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Secara singkat Ensemble learning adalah teknik pembelajaran mesin yang meningkatkan akurasi dan ketahanan untuk meramalkan dan memprediksi,” katanya. Adapun ICon-TINE tersebut diadakan untuk menunjukkan adanya kolaborasi antara manusia dengan teknologi. Meski teknologi semakin berkembang, manusia tidak perlu merasa terancam akan kehadirannya. Namun harus bisa memanfaatkannya sehingga memberikan manfaat yang belum dirasakan sebelumnya. (*nel/wil)

Dialog Kebangsaan UMM Sebut Anak Muda Pegang Peran Penting Di Pemilu

Pesta demokrasi 2024 sebentar lagi akan datang. Banyak pihak menilai bahwa generasi muda memiliki peran penting untuk turut andil dalam menyukseskan pemilu. Pembahasan serupa juga disajikan dalam dialog kebangsaan garapan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Cangkir Opini, 7 September lalu. Acara tersebut bertajuk Muhammadiyah dan Pemilu. Turut hadir Kombes Pol Dekananto Eko Purwono selaku Dirgen Intelkam Polda Jawa Timur. Ia mengatakan bahwa kondisi demografi Indonesia saat ini memiliki banyak kerawanan. Bahkan bisa memunculkan perpecahan. Banyak terjadi ketimpangan antara kaya dan miskin. Hal ini bisa dimanfaatkan dan dimanipulasi oleh sederet oknum. “Dibalik meriahnya pesta demokrasi, masih banyak paradoks yang kembali terulang. Banyak ketimpangan dan kecurangan yang mungkin dapat terjadi,” imbuhnya. Lebih lanjut, demokrasi Indonesia saat ini sedang berada pada mode liberal. Artinya, peran serta masyarakat dalam pertumbuhan bangsa semakin menguat. Namun, hal ini juga dapat membawa dampak negatif seperti disintegrasi politik maupun kebebasan yang terlalu kebablasan. “Banyak yang harus diwaspadai dan disiapkan. Masih ada potensi infiltrasi peran asing, pemilu yang ditumpangi dengan agenda yang bertentangan dengan pancasila, maupun penyalahgunaan anggaran pemilu,” tegas Eko. Hal ini terjadi juga karena turunnya peran generasi muda di dunia politik. Banyak anak muda yang memilih untuk acuh tak acuh dan netral untuk andil dalam penyelenggaraan pemilu. Padahal menurut Muhammad Mirdasy selaku Ketua LHKP PWM Jatim, mahasiswa sebenarnya punya peran tinggi untuk menggandeng dan mengajak masyarakat lain. “Namun pertanyaannya adalah, apakah kemampuan influence yang dimiliki itu dapat dilakukan?” katanya. Menurutnya, pemuda harus bisa memberikan sumbangsih agar keberhasilan dan kekujuran dalam pemili dapat terhaga. Apalagi saat ini milenial berada pada porsi yang cukup tinggi, yakni 69% hak pilih dalam pemilu. Jika tidak dimanfaatkan dengan baik, tentu konflik bahkan kecurangan dari berbagai pihak bisa muncul. Ia juga memberikan sederet kriteria pemilu yang berkualitas. Di antaranya, regulasi yang jelas, peserta pemilu yang kompeten, pemilih yang cerdas, birokrasi netral, dan penyelenggara pemilu yang berintegrasi. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. berharap dialog ini mampu menambah wawasan. Baik secara individual maupun institusional. Apalagi, di 2030 nanti Indonesia akan memcapai puncak bonus demografi. Maka dari itu, perlu adanya peningkatan skill dan langkah persiapan untuk anak-anak muda. “Salah satu upaya UMM untuk menyipkannya yakni dengan menciptakan program inovasi baru yang disebut dengan Center of Excellence (CoE),” pungkas Fauzan. (Tri/Wil)

Mahasiswa Baru UMM Ini Langganan Juara Tilawah

Meski menyandang sebagai mahasiswa baru, Fauzi Azmi Fisabilillah sukses menyabet juara dalam lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang diselenggarakan langsung oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil mendapatkan juara pertama pada ajang yang dilaksanakan akhir Agustus lalu. Fauzi bercerita bahwa dari kecil ia telah menekuni dunia MTQ. Menurutnya, selain karena ingin memperbagus bacaannya, ia juga bisa belajar agama Islam lebih dalam. Bahkan berkat ketekunannya, Fauzi sempat beberapa kali memenangkan lomba tahfiz Alquran. “Saya juga termotivasi berkat kedua orang tua saya. Mereka juga qori dan itu membuat saya ingin menjadi seperti ayah dan ibu. Bisa membaca Alquran dengan baik. Berkat dukungan mereka pula, saya tidak hanya fokus pada tilawatil Alquran, tapi juga hal-hal lain seperti juara pramuka, drumband, bahkan basket tingkat provinsi,” tegasnya. Anak sulung dari tiga bersaudara itu juga mengatakan, ia akan mewakili kotanya di ajang yang sama di tingkat NTB. Hal itu karena keberhasilannya memenangkan juara pertama. Ia mengaku, tidak mudah bisa memenangkan lomba, apalagi pesaingnya juga punya skill yang mumpuni. Menurutnya, hal penting yang harus dimiliki untuk bisa bersaing adalah kepercayaan diri. “Saya juga sudah mendaftarkan diri ke unit kegiatan mahasiswa (UKM) MTQ yang ada di UMM. Apalagi MTQ UMM sering mendapatkan juara. Alhamdulillah, saat seleksi saya mendapatkan nilai tertinggi. Semoga saya bisa mengharumkan nama kampus di kompetisi-kompetisi lain,” jelasnya. Pilihannya ke UMM juga bukan tanpa alasan. Selain karena UKM MTQ yang cukup baik, beberapa seniornya juga berhasil mendapatkan banyak penghargaan saat berkuliah di Kampus Putih. Fauzi berharap, ia bisa mengikuti jejak senior-seniornya untuk bisa berprestasi di berbagai kancah. (*ri/wil)

Dokter UMM : PATUT jadi Langkah Pertolongan Pertama pada Kecelakaan

Sering kali kita bingung harus melakukan apa saat melihat seseorang mengalami kecelakaan. Padahal Tindakan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) yang dilakukan dengan benar akan meminimalisir cacat atau penderitaan. Bahkan menyelamatkan korban dari kematian. Namun bila tindakan P3K dilakukan dengan cara yang salah, malah dapat memperburuk keadaan, bahkan hingga menimbulkan kematian. Terkait hal itu, dr. Muhammad Gagas Sasongko selaku dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan beberapa tipsnya. Saat menemukan korban kecelakaan, masyarakat diharuskan untuk tidak panik. Jika panik dan tergesa-gesa, dutakutkan malah menambah resiko cedera bagi korban. Pedoman PATUT, menjadi hal yang perlu dilakukan. PATUT merupakan akronim dari P: Penolong mengamankan diri sendiri lebih dahulu sebelum bertindak, A: Amankan korban dari gangguan di tempat kejadian, sehingga bebas dari bahaya, T: Tandai tempat kejadian sehingga orang lain tahu bahwa di tempat itu ada kecelakaan, U: Usahakan menghubungi ambulans, dokter, rumah sakit atau yang berwajib seperti polisi atau keamanan setempat dan T: Tindakan pertolongan terhadap korban dalam urutan yang paling tepat. “Tindakan pertolongan yang dapat dilakukan pertama kali adalah memastikan adanya respons. Hal ini dapat kita lakukan dengan menepuk atau menggoncang korban dengan hati-hati pada bahunya dan bertanya dengan keras,” jelasnya. Kedua, penolong pada saat yang bersamaan melihat apakah korban tidak bernapas atau bernapas tidak normal (gasping). Apabila korban tidak merespons dan tidak bernapas atau bernapas tidak normal, maka harus dianggap bahwa korban mengalami henti jantung. Ketiga, lakukanlah pijat jantung (RJP). Penyelamat awam tidak dapat menilai dengan akurat apakah korban memiliki denyut nadi. Tindakan RJP dapat dihentikan apabila korban kembali sadar, dinyatakan meninggal atau membahayakan penolong. “Keempat, apabila terdapat pendarahan pada tubuh korban, maka penolong dapat menekan area yang luka dengan menggunakan kain atau tisu yang bersih untuk menghentikan perdarahan,” tambahnya. Gagas juga menyampaikan, apabila korban masih menggunakan helm, maka penolong dapat mengeluarkan helm korban dengan beberapa cara. Apabila helm berbentuk telur (egg shaped) maka tekniknya, menarik helm keatas penolong dan kesamping untuk menghindari tersangkut di telinga. Lalu apabila helm tersebut full face, maka tekniknya diawali dengan melepas kaca. Kemudian mengangkat sisi bawah miring ke depan, diikuti penarikan dengan arah berlawanan dari gerakan pertama. “Sangat penting menjaga ketenangan dan mengurangi gerak bagi semua penolong. Pertahankan stabilitas kepala dalam rangka menjaga jalan nafas dan inline dari posisi. Jika memiliki penyangga leher maka sebaliknya digunakan,” pesannya. (Dev/Wil)

UMM Gaet Dua Halal Center Internasional

Untuk membangun Indonesia menjadi pusat halal dunia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) teken kerjasama dengan pihak internasional. Dua di antaranya yakni dengan Serunai Commerce Malaysia dan Halal Science Center Chulalongkorn University. Penandatanganan itu dilaksanakan pada 5-6 Agustus lalu. Dalam gelaran tersebut, Halal Center UMM juga menggelar seminar internasional dan bazaar makanan halal yang diikuti 40 UMKM. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dari kerjasama ini adalah untuk mendukung sistem halal agar semakin baik. Adapun Serrunai Commerce merupakan marketplace berbasis halal yang menyediakan data digital produk halal. Pada sesi diskusi, Amnah Shaari yang merupakan founder Serunai Commerce menyampaikan bahwa ia sangat tersanjung dengan kerjasama yang dibangun dengan UMM. Hal ini dapat menjadi langkah awal agar produk halal semakin dikenal di dunia. Karena sebesar 85% produsen masih di dominasi oleh non-muslim. Menurutnya, populasi masyarakat muslim di dunia mencapai angka 1,9 miliar yang terbagi di seluruh penjuru dunia. Pertumbuhan pasar halal global juga ditargetkan pada tahun 2030 sebanyak 20% dari penghasilan pasar dunia. “Pada dasarnya, kami membuat platform digital untuk merangkul dan memperkenalkan produk halal kepada seluruh dunia,” sebutnya. Sementara itu, Assoc Prof. Winai Dahlan, Ph.D. dari Chulalongkorn University Thailand menilai, produk halal tak hanya menjadi komoditi  bagi masyarakat muslim saja. Namun produk halal dapat menjadi produk berkualitas bagi masyarakat  global. Saat ini, sebagian besar produsen didominasi oleh produsen non-muslim. Namun, 65% masyarakat global tidak mengonsumsi makanan halal. Misalnya saja Jepang yang mayoritas penduduknya tidak mengonsumi produk halal. Hal ini dikarenakan mereka tidak mengetahui mengenai jenis-jenis dari produk halal. “Maka dari itu, perlu adanya upaya mengenalkan produk halal ke khalayak dunia,” tegasnya. Di sisi lain, hal menarik disampaikan Prof. Ir. Ilyas Masudin, MLogSCM., Ph.D dari Prodi teknik Industri UMM. Saat ini, ia tengah mengembangkan teknologi berupa blockchain berbasis halal digital. Teknologi seperti blockchain yang memudahkan konsumen untuk melacak ketersediaan produk halal. Melalui sistem ini, para pelanggan dapat melihat bahan-bahan secara transparan dan lebih terjamin kehalalannya. Untuk itu, kerjasama yang dilaksanakan UMM ini menjadi langkah awal terbentuknya pasar online bagi masyarakat. Khususnya para muslim agar dapat mencari produk halal dengan tepat dan cepat. (Tri/Wil)

UMM-KEK Singhasari Jalin Kerjasama Pemerintah Western Australia

Bersama Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Universitas Muhammadiyah Malang terus mengembangkan Center for Excellence (CoE) dan Center for Future Work (CFW). Terbaru, mereka menjajaki kerjasama bersama pemerintah Western Australia, pada 6 September di KEK. Bahkan turut hadir Premier of Western Australia Hon. Roger Cook MLA serta perwakilan dari beberapa kementerian seperti kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif (Kemenparekraf) yang ikut bergabung dalam diskusi. Dalam kesempatan itu, Roger sangat antusias dalam melakukan kerjasama, termasuk mengenai edukasi dan pengembangan digital. Apalagi dengan adanya KEK Singhasi yang akan memberikan banyak kemudahan. “Kita juga akan fokus pada teknologi dan inovasi untuk menjawab berbagai masalah. Sekaligus untuk membangun eknomi digital yang bagus,” katanya. Roger menilai bahwa proses kolaborasi ini mulai terbentuk dan terlihat. Menurutnya, kerjasama yang baik tentu berawal dari persaudaraan dan pertemanan yang baik pula. Apalagi Western Australia juga sangat terbuka akan kemungkinan kolaborasi dari negara tetangga paling dekat, yakni Indonesia. Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kemenparekraf Nia Niscaya juga menyampaikan hal yang tak jauh berbeda. Menurutnya, KEK yang dinakhkodai David Santoso mampu mencitpakan hardware dan software di KEK Singhasari. Begitupun dengan proses peningkatan skill profesional yang bisa dikerjasamakan dengan pemerintah Western Australia. “Misalnya pada bidang hospitality di mana saat ini sudah bagus tapi kurang mendapatkan skill entrepreneurship. Sehingga mereka akan susah untuk bertahan. Maka saya yakin pihak Western Australia bisa memberikan masukan dan input untuk peningkatan itu,” katanya. Di sisi lain, Rektor UMM Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa kerjasama UMM dengan KEK sudah berjalan sejak 2019 lalu. Yakni untuk mengembangkan program yang bisa menyiapkan sumber daya manusia untuk kepentingan masa depan. Ada yang berfoksu pada bidang teknologi dan adapula yang non-teknologi. Keduanya juga sudah berjalan. Fauzan mengatakan bahwa Oktober ini, Tim UMM dan KEK akan terbang ke Australia untuk membahas secara detail poin-poin kerjasama bersama dengan pemerintah Western Australia. Ia menegaskan bahwa CoE yang dimiliki Kampus Putih UMM merupakan modal yang bagus dalam kolaborasi ini. “Nanti model kerjasamanya bisa beragam. Mulai dari program training bersama, double degree, atau bisa sertifikasi internasional, dan lain sebagainya,” katanya mengakhiri. (Wil)