Larangan Memberi Pengemis Apakah Sudah Tepat? Begini Kata Dosen UMM

Gelandangan dan pengemis atau yang sering kita kenal dengan istilah “gepeng” adalah kelompok masyarakat yang melakukan aktivitas meminta-minta uang pada area umum secara terus menerus. Masyarakat yang menjumpai golongan ini biasanya akan iba dan memberikan uang kepada mereka. Secara sekilas hal ini tidak ada yang salah, namun apa efek jangka panjang bagi struktur sosial yang nantinya terbentuk di masyarakat? Berkaitan dengan hal ini, dosen Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dra. Juli Astutik, M. Si memberikan penjelasannya. Menurutnya, pengemis adalah salah satu penyakit sosial dalam struktur masyarakat. Keberadaannya dapat mengganggu ketertiban dan berpotensi menimbulkan tindak kriminalitas. “Dalam perspektif ahli pekerjaan sosial, pengemis merupakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang akut dan berakar dari persoalan kemiskinan, yaitu  Kemiskinan kultural. Di mana  kemiskinan ini  disebabkan karena mentalitas atau budaya,” jelasnya. Lebih lanjut, Juli, sapaan akrabnya menguraikan bahwa di samping kurangnya akses pendidikan wajib, penyebab kemiskinan ini salah satunya bersumber dari mentalitas dan sikap hidup. Seperti misalnya malas bekerja, boros, dan suka meminta. Oleh karena itu, pengemis mengalami ketidakberfungsian sosial (social disfunction). Di lain sisi, jika dilihat peraturan pemerintah maupun daerah yang mengatur terkait pengemis ini, masih banyak celah yang seharusnya digali lebih dalam. Termasuk mengenai tingkat efektivitas peraturanya agar dapat menyelesaikan akar permasalahan. Contohnya saja, walaupun banyak kota sudah menerapkan larangan memberi uang kepada pengemis, tetapi pelaksanannya masih kurang maksimal. “Memberi pengemis sebenarnya sama saja dengan kita membiarkan mereka (para pengemis.red) terjerumus dan terlena dalam kemalasan dan kemiskinan terus menerus tanpa adanya keinginan untuk menjadi masyarakat yang mandiri dan produktif,” tegas Yuli. Namun, Juli menambahkan, jika dilihat dalam perspektif agama, memberi orang yang tidak mampu merupakan salah satu ibadah yang dinamakan sedekah. Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bersama oleh seluruh lapisan masyarakat mulai dari pemerintah hingga masyarakat untuk fokus memutus akar dari permasalahan. Yakni “ketergantungan” dan “mentalitas” pengemis untuk selalu meminta-minta dan tidak mengusahakan mata pencaharian yang lain. “Pemerintah secara khusus harus mengkaji kembali peraturan yang berfokus pada pengemis itu sendiri. Bukan malah memberikan sanksi denda mateeril kepada pemberi uang. Pemerintah juga harus membuat sistem pemberdayaan pengemis dengan menyediakan wadah yang luas, untuk pengembangan skill dan keahlian yang bisa menghasilkan,” kata Juli mengakhiri. (*lib/wil)

Pimpinan Cabang Aisyiyah UMM Langsungkan Musycab, Dorong Perempuan Jadi Berkemajuan

Di tengah kesibukan menjalankan kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi, Pimpinan Cabang Aisyiyah Universitas Muhammadiyah Malang (PCA-UMM), tetap melaksanakan sederet amanat organisasi. Salah satunya yakni Musyawarah Cabang Aisyiyah (Musycab) yang ke-4 pada akhir Juni lalu. Adapun PCA UMM merupakan PCA khusus yang dibentuk sejak 2007 lalu. Dr. Vina Salviana selaku ketua panitia penyelenggara, menjelaskan, keterbatasan waktu dan kesibukan sebagai akademisi tidak mengurangi semangat panitia untuk terus bekerja menyiapkan Musycab. Menurutnya, media Whatsapp dan Zoom sangat membantu dalam komunikasi dan koordinasi. Ditambah lagi dengan kegigihan serta kontribusi panitia penyelenggara. Tema menarik diusung pada agenda tersebut, yakni “Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”. Sebagai PCA satu-satunya yang berada di lingkungan kampus, PCA UMM menambahkan sub tema yang diambil dari gabungan empat pilar masyarakat Islam yang unggul dan berkemajuan. Di antaranta beragama yang kuat dan kokoh, memiliki keilmuan yang tinggi, memiliki rasa kemanusiaan yang dalam, dan memiliki rasa spiritualitas yang positif. Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Daerah Kota Malang, Dra. Hj Sri Herawati, menilai, tidak mudah bergerak dan menggerakkan organisasi Aisyiyah ditengah kesibukan sebagai akademisi. Meski begitu, ber-Muhammadiyah dan ber-Aisyiyah harus menyenangkan, sehingga untuk wmemajukan Aisyiyah memang harus menyisihkan waktu bukan menyisakan waktu. Ia juga berharap PCA UMM yang terdiri dari para akademisi, mampu menjadi contoh organisasi yang terstruktur dan sistematis. Selain itu juga mampu menangkap dan mengembangkan program-program Aisyiyah berdasarkan keilmuan sehingga program-tersebut lebih mudah tercapai. Untuk menjadi organisasi PCA yang baik, ketua PDA menekankan pentingnya menanamkan ideologi terus menerus meskipun membutuhkan waktu yang lama. Hal serupa juga disampaikan Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. yang menekankan peran PCA UMM yan menjadi PCA khusus. Mereka harus memunculkan program-program yang jauh lebih baikdan extraordinary. Dengan begitu, PCA UMM bisamenjadi contoh bagi PCA lainnya. (wil)

Dosen UMM: Penderita Maag juga Bisa Diet

Diet merupakan fenomena yang erat kaitannya dengan kesehatan. Namun sebagian besar masyarakat seringkali salah paham terkait hal ini.Mereka beranggapan bahwa diet sebatas larangan untuk tidak boleh makan. Padahal jika dilihat dari segi kesehatan, diet merupakan pola hidup sehat yang diterapkan seseorang agar mencapai berat badan yang ideal melalui kegiatan yang sebenarnya sederhana. Hal itu ditegaskan Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Apt. Ika Ratna Hidayati., S.Farm. M.Sc. Ia membagikan sedert membagikan tips diet sehat yang patut dicoba. “Pemahaman masyarakat akan diet masih terbatas pada pantangan atau larangan terhadap makanan tertentu sehingga seringkali terjadi defisiensi nutrisi. Berdasarkan ilmu gizi, pengertian diet bukan pantangan atau larangan terhadap makanan saja, namun lebih menekankan kepada pola makan yang sehat,” ujar Ika. Diet yang sehat  adalah dengan mengatur pola makan dengan benar. Makan secukupnya dan tidak berlebihan. Diet yang dianjurkan oleh para dokter dan ahli gizi adalah diet seimbang, yaitu diet yang hanya membatasi pada makanan yang banyak mengandung energi, namun tetap mempertahankan masukan zat-zat gizi lainnya. “Khusus untuk penurunan berat badan, diet dapat dilakukan dengan cara makan perlahan, makan sebelum lapar, berolahraga, gaya hidup sehat dan bijak dalam memilih makanan sehat. Misalnya dengan mengonsumsi apel, brokoli, oatmeal, putih telur, ikan dan camilan rendah kalori serta mengganti gula dengan pemanis berkalori rendah,” jelasnya. Olahraga kardio atau yang melatih ketahanan tubuh seperti angkat beban juga bisa jadi pilihan yang bagus. “Diet itu sebenarnya sederhana, mudah dan murah. Tinggal bagaimana usaha kita mencari tahu dan bertanya akan anjuran dokter sebelum memluai diet. Jika salah langkah, bukannya berat abdan yang turun tapi malah membahayakan kesehatan,” tambahnya. Bagi penderita maag, Ika menyarankan beberapa kiat. Menurutnya, mereka yang menderita maag masih bisa melakukan diet. “Atur jadwal makan, hindari kebiasaan berbaring setelah makan, menghindari makanan pemicu asam lambung, memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat dan yang terakhir adalah tidur yang berkualitas dan cukup,” katanya. Selain itu ia juga memberikan contoh menu makanan sehat dalam satu hari. Pada pagi hari  dapat memulai dengan gandum utuh, buah-buahan, sereal, telur atau smoothies. Hindari makanan karbohidrat dengan indeks  glikemik yang tinggi atau dengan menu makanan yang terlalu manis karena gula tambahan akan membuat cepat lapar. Untuk makan siang, ia menyarankan untuk mengonsumsi makanan pokok, lauk-pauk, sayuran, dan buah-buahan dalm porsi yang cukup. Kemudian pada malam hari, bisa mengonsumsi sumber citamin lainnya. Pada prinsipnya, manusia tidak membutuhkan makanan berat karena hanya membutuhkan sedikit energi. Di akhir Ika mengingatkan agar tidak makan malam mendekati jam tidur. “Makan malam mendekati waktu tidur akan mengakibatkan gangguan aliran balik asam lambung. Karenanya, makan malam sebaiknya dihindari, terutama jika Anda memang memiliki riwayat gangguan asam lambung seperti maag atau GERD. Waktu terbaik untuk makan malam yakni 2-3 jam sebelum waktu tidur,” tutupnya. (Dev/Wil)

Gaet Asia University Taiwan, Psikologi UMM Kaji Kesehatan Mental

Kesehatan mental menjadi isu besar yang seringkali digaungkan. Apalagi dengan maraknya fenomena depresi yang seringkali berujung pada percobaan bunuh diri. Maka dari itu, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Asia University, Taiwan, melangsungkan kajian dan diskusi sebagai upaya mengatasi permasalah tersebut. Adapun kegiatan itu dilangsungkan pada 4 Juli lalu. Adapun progra internasional ini akan dilaksanakan selama satu bulan. Harapannya, dengan waktu yang cukup panjang, akan muncul solusi-solusi inovatif dari para peserta. Hal itu ditegaskan oleh koordinator program, Sakinah Nur Rokhmah, S.Psi., M.Sc. Selain membuka kesempatan mahasiswa untnuk mendapatkan eksposur internasional, agenda ini juga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif terkait kesehatan mental. Ada belasan mahasiswa yang turut serta dan fokus mengkaji. 12 di antaranya merupakan mahasiswa Taiwan, sementara ada sederet mahasiswa UMM yang bergabung. Mereka akan mengunjungi beberapa lokasi untuk melihat langsung kondisi mental masyarakat, baik di indusrti, komunitas, lembaga pendidikan, dan lainnya. “Para peserta tidak hanya ikut outing dan short course saja, tapi juga turut serta dalam pembelajaran melalui magang di berbagai partner kami. Misalnya saja di lembaga pendidikan seperti SMP Inovasi dan SMP Muhammadiyah 2 Malang,” jelas perempuan yang akrab disapa Nina tersebut. Dengan begitu, diharapkan akan muncul hasil-hasil penelitian dan terobosan terbaru. Hasil itu tentu akan memebrikan kontribusi positif dalam pengembangan pemahaman kesehatan mental. “Ujungnya ada di bulan Agustus. Setelah teman-teman magang, mereka diminta menulis scientific article. Jadi karya mereka akan kami publikasikan dan akan dihadirkan pada konferensi ilmiah psikologi berskala internasional yang juga merupakan rangkaian dari Dies Natalis Fakultas Psikologi UMM yang ke-37,” tambahnya. Terakhir, Nina juga berharap program ini bisa mendorong mahasiswa untuk peduli dengan kesehatan mental. Para peserta bisa turut serta membantu dalam mengatasi persoalan mental health yang saat ini sedang banyak dirasakan oleh anak muda. “Saat ini masih banyak orang yang struggling dengan keadaan mental yang tidak stabil. Semoga program ini dapat bermanfaat baik bagi individu yang bersangkutan dan juga bagi khazanah ilmu psikologi itu sendiri,” pungkasnya. (Hil/Wil)

LPK UMM Selenggrakan Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Universitas Muhamamdiyah Malang menyelenggarakan pelatihan roti sobek dan yang diikuti oleh 20 peserta. Kelas pertama ini diselenggarakan di UMM bakery serta rekanan DUDI yaitu Rayz Hotel, (06/07/2022). Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek merupakan salah satu produk unggulan LPK Universitas Muhammadiyah Malang (LPK UMM) karena dapat membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk memulai usaha roti sendiri. Kursus pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek mendukung pengembangan kewirausahaan di masyarakat dan memberikan peluang kreativitas dan peningkatan pendapatan. Selain itu, bisnis pembuatan kue berpotensi menjadi  bisnis yang stabil karena permintaan roti cenderung stabil dari waktu ke waktu, meskipun tren pangan berfluktuasi. Hal ini menjadikan baking sebagai salah satu jenis kegiatan yang relatif resisten terhadap perkembangan pasar. Kegiatan kelas pertama ini dibagi menjadi dua kegiatan yaitu kelas teori dan kelas praktek. Mahasiswa peserta kelas ini juga dibekali dengan kegiatan On the Job Learning (OJL) selama 3 hari. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, mahasiswa peserta kelas Pelatihan Roti Manis dan Roti Sobek dapat memiliki keahlian di bidang bakery sehingga dapat membuka peluang pekerjaan. Hal ini juga diharapkan meningkatkan visi kampus yaitu UMM Pasti, Pasti cepat lulus, Pasti Kerja. “Untuk sementara memang target market kami adalah mahasiswa. Kedepannya kami akan menyediakan lebih banyak lagi skema pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kerja dan masyarakat luas”, ungkap Rahmawati Khadijah Maro, S.Pd., M.P.Ed. selaku Ketua LPK UMM.

Awam akan Merawat Mobil dan Motor? Ini Kiat Mudah Ala Dosen Mesin UMM

Tidak semua pengemudi tahu cara merawat kendaraannya, termasuk para perempuan. Terlebih saat ini, masih banyak stereotip yang mengatakan bahwa “perempuan hanya bisa memakai kendaraan tapi tidak tahu cara merawatnya”. Menanggapi hal ini, Dosen Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah M. Irkham Mamungkas, ST., MT. menyampaikan bahwa pemahaman akan merawat kendaraan bermotor adalah hal yang penting. “Saya sering menemui banyak pengendara yang bingung akan cara merawat mesin. Beberapa kali menemui wanita yang kehabisan bensin di jalan, naik motor atau mobil dengan tancap gas lalu tiba-tiba rem mendadak dan lainnya. Hal-hal itu sebenarnya tidak bagus untuk performa mesin,” ujar pria yang akrab dipanggil Irkham tersebut. Meski seseorang tidak banyak tahu tentang seluk beluk kendaraan bermotor, hendaknya hal-hal dasar dalam perawatan harus dimiliki oleh seorang pengemudi. Mulai dari cara menggunakan mesin hingga perawatan berkala, baik untuk mobil maupun sepeda motor. “Mobil dan motor itu perawatannya memang berbeda, tetapi pada dasarnya sama. Misalnya sebelum digunakan, mesin kendaraan perlu dipanaskan terlebih dahulu. Jangan langsung dipakai dan digas saja. Ini hal yang dipel dan mudah namun sering diabaikan,” tambahnya. Selain itu, Irkham juga menyampaikan akan pentingnya mengganti oli dan service secara berkala. Begitupun dengan mengecek tekanan ban. Jika diabaikan, hal ini bisa berakibat fatal, bahkan bisa menjadi penyebab kecelakaan. “Tekanan ban depan dan belakang itu punya angka yang berbeda. Ini penting diperhatikan. Selain karena alasan keamanan dan performance, hal ini dapat menjaga menjaga kualitas velgnya dan bisa memperpanjang umur velg,” jelasnya. Hal yang tak kalah penting dalam memelihara kendaraan bermotor adalah jangan sampai kendaraan tersebut kehabisan bensin. Meskipun tidak merusak keseluruhan mesin kendaraan secara langsung, keteledoran ini membuat performa mobil atau motor semakin berkurang. Di samping itu, jika kendaraan terdengar berisik, hendaknya segera diservis karena dipastikan terjadi kerusakan pada suatu mesin. “Biasanya jika ini terjadi, berarti ada bagian yang harus diganti atau dibersihkan. Kalau ingin kendaraan tahan lama, saat menggunakannya kita juga harus hati-hati, utamanya untuk para pengendara perempuan yang seringkali dianggap tidak memperhatikan mobil atau motornya,” pungkasnya mengakhiri. (nel/wil)

Unik dan Klasik, Safari Kayutangan Garapan Mahasiswa UMM Jadi Pilihan Asyik

Bosan berkeliling pusat Kota Malang menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi saja? Mungkin konsep “Safari Kayutangan” bisa memberikan pengalaman unik. Yakni berkeliling mengitari Kajoetangan mengendarai mobil VW Safari, VW Combi, dan VW Kodok sembari menikmati suasana klasik. Adapun konsep asyik tersebut digagas dan dikembangkan oleh tim mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka yang tergabung dalam Alea Team juga menggaet komunitas Campervan Malang dan warga sekitar. “Kita membuka trip yang latarnya di keramaian, menyaksikan hiruk pikuk perkotaan dengan harga yang terjangkau. Kami berusaha kasih pengalaman tak terlupakan untuk customer. Kita launching short trip dengan durasi 30 sampai 35 menit mengelilingi Kayutangan. Para penumpang juga diberi kesmepatan untuk berhenti di dua spot foto didampingi dengan fotografernya juga,” jelas Tata, Humas Alea Team. Adapun safari tersebut telah diluncurkan pada 25 Juni lalu di RW 2 Banyu Biru, Kampoeng Heritage Kajoetangan dengan gelaran Camphoria! Yang didukung Kampoeng Heritage Kajoetangan. Di sana, diadakan mini bazar yang menyuguhkan berbagai jajanan dan makanan tradisional seperti cenil, gulo kacang, getuk lindri, dan ontbijtkoek. Tak hanya itu, yang membuat mini bazar ini menarik adalah penggunaan mata uang kreweng untuk semakin melekatkan nuansa tradisional yang diusung. Sebelumnya, Alea team bersama Campervan Malang telah melakukan uji coba beberapa hari. Dari situ, mereka mendapatkan data bahwa ada banyak wisatawan yang berasal dair berbagai daerah. Sebagian besar hanya punya waktu singkat namun menginginkan momen yang berkesan. “Maka dari itu, kami hadirkan unit-unit VW klasik ini yang cocok banget dengan Kayutangan yang juga klasik. Apalagi kalau sore, bangunan-bangunan heritagenya lebih terlihat jelas dan indah. Kalau malam, lampu kota jadi daya tarik tersendiri,” beber Tata. Trip dengan VW Safari ini bisa memuat sebanyak empat orang. Rute tripnya dimulai dari Kayutangan, kemudian ke Jalan Ijen, Stasiun Malang Kota Baru, Balai Kota Malang dan berakhir di Toko Oen Kayutangan. Saat ini, trip ini hanya disediakan pada akhir pekan saja, yakni pada hari Sabtu dan Minggu. Harga paket yang disediakan yakni Rp450 ribu sudah termasuk foto dokumentasi profesional. (wil)

Mahasiswa UMM Ciptakan Sherpa Academy, Bantu Siswa SMA Raih Beasiswa Kuliah

Tidak sedikit siswa sekolah menengah atas (SMA) yang ingin melanjutkan studi ke perkuliahan, namun terhambat dengan masalah ekonomi. Hal itu menggerakkan Hilmy Aziz Mas’ud, mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan timnya untuk berinovasi melalui Sharpa Academy. Adapun inovasi yang bertujuan untuk membantu siswa mendapatkan beasiswa impiannya ini berhasil lolos program Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendikbud-Ristek RI. Hilmy, sapaannya, menjelaskan bahwa menurut data, ada lebih dari 3,7 juta siswa yang tidak melanjutkan ke jenjang perkualiahan. Sementara yang bisa mengejar mimpinya untuk duduk di bangku universitas sekitar 1,8 juta siswa saja. Maka, timnya menciptakan kelas mentoring berbasis teknologi yang mendorong siswa kurang mampu untuk bisa berkuliah. “Jadi di dalamnya, kami menyediakan kelas bimbingan sistematis yang dipandu oleh pemateri yang berpengalaman di bidangnya. Setiap kelas juga didesain dengan gaya yang milenial. Dengan begitu, para peserta bisa meningkatkan kemungkinan untuk bisa meraih beasiswa impiannya,” tegas Hilmy. Timnya juga mendesain tiap kelas berbasis teknologi karena dirasa lebih cepat, efisien, dan mudah dijangkau. Sehingga para siswa dan peserta bisa lebih mudah dan nyaman dalam mengikutinya. Para pemateri juga akan memberikan tips dan langkah-langkah yang bisa dilakukan peserta untuk menggapai beasiswa yang diinginkan. Mahasiswa asal Gresik ini mengatakan bahwa saat ini Sharpa Academy masih berfokus pada beasiswa dalam negeri. Namun nantinya, seiring perkembangan, mereka juga akan mendatangkan pemateri yang bisa membantu para peserta mendapatkan beasiswa luar negeri. “Kamu juga akan menggaet pihak-pihak lain dalam menjalankan misi ini. Misalnya saja dengan berkolaborasi dengan beasiswa cendekiawan. Dengan begitu, manfaat yang diberikan tidak berkutata di sekitar Malang saja, tapi di daerah-daerah lain,” katanya menambahkan. Menariknya, ide Sharpa Academy berawal dari keresahan salah satu timnya yang harus berjibaku untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Menurut Hilmy, hal ini menjadi spirit bagi timnya untuk mendorong anak muda bisa berkuliah dan menjadi agent of change yang memberikan perubahan baik di masyarakat. (ri/wil)

Tiga Prodi UMM Terakreditasi Internasional FIBAA Jerman

Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus Putih memperkokoh upaya internasionalisasi lewat raihan sederet program studi yang berhasil mendapatkan akreditasi internasional dari International Business Administration Accreditation (FIBAA). Prodi yang berhak mendapat segel biru itu adalah Prodi Psikologi, Prodi Manajemen, dan Prodi Ilmu Komunikasi. Adapun FIBAA merupakan lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Jerman. Lembaga ini berfokus pada akreditasi institusi pendidikan tinggi di bidang administrasi bisnis, ekonomi, manajemen, dan hukum. Sebelumnya, FIBAA Officer, Frederike, mengatakan ketiga prodi tersebut telah memenuhi kriteria setelah melalui proses panjang. Mulai pengusulan Self Evaluation Report (SER), pengecekan dokumen, sampai visitasi lapangan secara daring oleh para tim panel asesor. Ada tiga aspek yang dinilai oleh FIBAA yakni content, form, dan resources. Aspek content terkait keselarasan kurikulum prodi dengan kurikulum nasional dan European Qualification Framework. Adapula aspek form yang berfokus pada implementasi kurikulum OBE dan resource yang berkaitan dengan fasilitas, dosen, dan tenaga kependidikan. Semua hal itu tertuang dalam 54 kriteria yang harus dipenuhi oleh prodi. Akreditasi FIBAA ini berlaku selama lima tahun ke depan dan bisa diperpanjang. Wakil Rekor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. mengapresiasi capaian akreditasi FIBAA tersebut. Menurutnya, Kampus Putih UMM memang sudah waktunya untuk naik level menuju tingkat internasional. Salah satu caranya yakni dengan mendapatkan rekognisi dari berbagai pihak, baik dari aspek institusional maupun personal. Apalagi melihat sejarah dan capaian yang selama ini sudah diraih. Sebelumnya, ada lima prodi UMM yang sudah meraih sertifikasi internasional dari Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Bahkan semua prodi di Fakultas Teknik telah mendapatkan rekognisi internasional dari Indonesia Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Hal ini menjadi bukti komitmen UMM untuk meningkatkan kualitas dan menjejakkan kaki di level yang lebih tinggi. Meski begitu, Syamsul menegaskan, pihak universitas akan terus mendorong semua prodi untuk bisa mendapatkan pengakuan internasional. Misalnya saja saat ini, mayoritas prodi di Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM sedang mengupayakan proses akreditasi. Tepatnya dari lembaga yang berlokasi di Jerman yakni Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik (ASIIN). “Baik Akreditasi maupun sertifikasi internasional adalah modal penting dalam upaya internasionalisasi. Selain itu, kami juga mengembangkan aspek personal seperti dosen yang harus mendapatkan pengakuan internasional pula. Baik itu dari segi jejaring akademiknya, konferensi, dan penelitiannya. Mereka harus mampu men-diseminasikan pikiran dan ide menjadi sebuah karya yang bermanfaat,” tegas Syamsul. Di samping itu, untuk mengukuhkan upaya internasionalisasinya, UMM juga terus menambah kesempatan untuk program faculty exchange dan student mobility. Sehingga sivitas akademika bisa merasakan kehidupan kuliah di negeri orang dan memantapkan langkah-langkah internasionalisasi Kampus Putih. (wil)

Konjen Jepang Kaget UMM Punya Banyak Unit Bisnis

Terobosan Center of Excellence (CoE) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat apresiasi dari Mr. Takeyama Kenichi, Konsulat Jenderal Jepangyang berkantor di Surabaya. Hal itu ia sampaikan saat berkunjung ke Kampus Putih UMM pada Selasa, 4 Juli 2023. Apalagi UMM juga aktif mengirim SDM terbaik ke negeri Sakura untuk berkarya. Ia bahkan juga mengunjungi gedung vokasi yang menjadi salah satu pusat pelatihan anak-anak muda unggul. Takeyama, sapaannya, menegaskan bahwa ia mendukung program CoE dan terus merekomendasikan UMM ke banyak orang. Terutama mereka yang mencari pelatihan untuk SDM unggul. “Saya rasa CoE menjadi inovasi bagus karena para peserta bisa mendapat banyak pengalaman dan tentunya jaminan pekerjaan yang sesuai. Saya juga sempat menyapa langsung para peserta dan mahasiswa pelatihan. Mereka sangat antusias dan menikmati program ini,” kata Takeyama. Saat mengitari kampus UMM, ia sempat terkejut karena ternyata Kampus Putih luas. Dilengkapi dengan sederet fasilitas yang menunjang proses pendidikan mahasiswa. Begitupun dengan unit usaha yang terus dikembangkan, seperti hotel, bengkel, rumah sakit, hingga taman rekreasi. “Saya diajak mengunjungi wisata milik UMM yakni Taman Rekreasi Sengkaling dan juga menikmati makanan serta minuman di Kontainer Café UMM. Ini keren karena kampus tidak hanya berkutat pada pendidikan, tapi mampu mengembangkan usaha yang bermacam-macam. Ini tentu menjadi daya tarik tersendiri untuk menjalin kerjasama, utamanya program CoE,” jelas pria asal Jepang itu. Adapun CoE memang menjadi bukti komitmen UMM menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk memenuhi kebutuhan dan tantangan zaman. Utamanya pada aspek dunia usaha dan dunia industri. Salah satu langkah menari adalah dengan menggaet sederet perusahaan mancanegara, termasuk Jepang. Di sisi lain, Rektor UMM, Prof. Dr. Fauzan M.Pd. berharap, kunjungan konsulta jenderal Jepang bisa menarik banyak perusahan Jepang dan mempererat jalinan kerjasama yang ada. Hal itu akan meningkatkan kualitas CoE dan semakin menebar manfaat bagi sesama. “Kami memang optimis bisa mendapatkan rekognisi dari konsulat Jepang, terutama yang berkaitan dengan kerja sama bersama pemerintahan Jepang. Hal itu tentu membuat jaringan kita lebih luas dan mudah untuk menyiapkan lapangan yang lebih besar lagi untuk alumni. Jadi tidak hanya menyiapkan manusia unggul, tapi juga menciptakan iklim dan lapangan yang banyak,” pungkasnya mengakhiri. (zak/wil)