Kurangi Limbah, Tim UMM Kembangkan Sedotan Berbahan Umbi Porang

Melansir data dari Divers Clean Action, di Indonesia, penggunaan sedotan sekali pakai diperkirakan mencapai lebih dari 93 juta buah setiap harinya. Melihat fenomena tersebut, Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengembangkan inovasi sedotan dengan bahan dasar umbi porang yang lebih ramah lingkungan. Ketua tim Almi Sayyidatul Qo’idah mengatakan, tingginya kadar glukomanan pada porang membuatnya mudah larut dalam air. Hal inilah yang membuat mereka memilih umbi praong sebagai bahan utama. “Porang ini unik, dia mudah larut dengan air dan setidaknya membutuhkan 2-3 jam untuk benar-benar larut dengan air, jadi sangat cocok jika digunakan sebagai sedotan sekali pakai,” kata mahasiswi jurusan Psikologi itu. Menariknya, pengembangan sedotan itu tidak serta merta menghilangkan nutrisi yang terkandung pada porang. Namun bisa dikonsumsi usai digunakan sebagai sedotan. Beberapa nutrisi tersebut dapat menstabilkan gula darah, menjaga kestabilan pencernaan, hingga mencegah penyakit kanker. “Pembuatan sedotan ini tidak menghilangkan kandungan yang ada di umbi porang. Jadi masih memiliki efek. Sedotan ini nantinya juga tidak meninggalkan bekas karena mudah larut dalma air serta bisa dikonsumsi,” jelasnya. Adapun proyek dengan tajuk “Softless Edible Straw Multifungsi Berbahan Dasar Umbi Porang (Amorphophallus Muelleri) yang Rendah Glikemik Sebagai Upaya Mengurangi Sampah Plastik” ini berhasil pendanaan program kreativitas mahasiswa (PKM) Kemdikbud-Ristek 2023. Tujuannya adalah untuk meningkatkan komoditas porang di Indonesia. Mengingat Indonesia mampu menghasilkan umbi porang lebih dari 146 ribu ton per tahun. “Adanya inovasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai jual dari umbi porang, banyak petani porang yang mengeluhkan anjloknya harga pada saat musim panen raya,” kata Almi. Adapun saat ini, inovasi sedotan dari umbi porang masih pada proses pengembangan dan trial error. Beberapa langkah yang dilakukan Almi dan tim adalah dengan mengolah umbi porang menjadi tepung terlebih dahulu. Dilanjutkan dengan memberikan pewarna alami dari bahan alam dan mencetaknya menjadi bentuk sedotan dan melakukan pengeringan untuk menghilangkan kadar air pada saat proses pencetakan. Terakhir, Almi mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik. Hal itu akan berdampak buruh pada lingkungan dan menyulitkan kehidupan manusia. Ia ingin agar masyarakat bisa menggunakan bahan-bahan alami sebagai pengganti plastik. (Faq/Wil)
Abdur di Mata Najwa On Stage UMM: Ubah Galaumu Jadi Prestasi

Mengubah rasa galau menjadi semangat untuk berprestasi adalah opsi paling optimal dalam mengisi kesibukan saat galau. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Abdur Arsyad, Komika asal NTT pada Mata Najwa on Stage yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 12 Juli lalu. Abdur mengaku, hal itu juga ia lakukan saat mengalami kegalauan usai menyelesaikan pendidikan sarjana dan menempuh studi magister. “Saya dulu sangat suntuk saat jadi mahasiswa S2. Tidak ada aktivitas menarik dan malah galau. Beruntung, rasa galau itu mendorong saya untuk mencoba hal baru. Turut serta komunitas dan memulai karir menjadi komika. Menampilkan stand comedy di café-café dan dihadapan banyak orang,” tuturnya. Pria lulusan S1 Program Studi (Prodi) Matematika UMM tersebut melanjutkan, sejatinya anak muda memiliki potensi besar untuk meningkatkan minat dan bakat yang dimiliki. Konsistensi harus dipegang teguh dalam mnejalani proses. Apalagi melihat bahwa pemuda punya power yang melimpah, utamanya untuk mengubah dunia menjadi lebih baik. Pada kesempatan itu, Abdur juga menceritakan kesehariannya saat duduk di bangku sarjana. Ia pernah aktif dalam organisasi kemahasiswaan di UMM, tepatnya menjadi sekretaris di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Matriks yang berada di Prodi Matematika periode 2007-2008. Maka dari itu, ia juga mendorong anak-anak muda untuk aktif mengikuti berbagai organisasi. Menurutnya, hal itu akan meningkatkan banyak skill, termasuk public speaking. “Kalian sebagai anak ini harus aktif berorganisasi. Walau mungkin motivasinya hanya untuk dapat nasi kotak, tapi skill kalian akan benar-benar terasah,” kelakarnya. Terkait keahliannya menjadi komika, Abdur menilai bahwa semua yang ia kuasai bukan perkara bakat. Namun yang lebih penting adalah kerja keras dan latihan secara konsisten meski pada awalnya beberapa orang meragukan. “Untuk para anak muda, jangan pernah berkecil hati jika merasa atau tidak disupport oleh kerabat atau bahkan orangtua. Buktikan bahwa kamu berhasil lewat prestasi,” tegasnya. Terakhir dia berpesan untuk anak-anak muda untuk terus berkarya dan jangan pernah takut untuk melangkah menggapai impian. Tidak pernah membanding-bandingkan setiap kesuksesan dan proses yang dijalani karena tiap manusia berada pada garis takdirya masing-masing. Menurutnya, Tuhan akan memberikan jalan terbaik bagi tiap hambanya. (Faq/Wil)
Mata Najwa on Stage hadir di UMM, Putri Ariani Nyanyikan Loneliness

Penggalan lagu loneliness “You break my heart, break my my hope” diputar saat Putri Ariani memasuki panggung Mata Najwa on Stage Malang. Sontak lagu tersebut membuat riuh gemuruh ribuan penonton yang memenuhi Dome Universitas Muhammadiyah Malang, 12 Juli kemarin. Putri Ariani juga melengkapi sederet tamu keren dalam acara yang yang mengusung tema besar “Anak Muda Bisa Apa”. Dalam sesi talk show, Najwa Shihab sebagai pemandu acara langsung melontarkan pertanyaan sesuai tema “Anak muda bisa Apa?” kepada para bintang tamu. Pemilik nama lengkap Ariani Nisma Putri atau yang akrab disapa putri itu menjawab bahwa anak muda bisa melakukan apapun yang disukai dan sesuai passionnya. “Anak muda bisa melakukan apapun yang dia mau tanpa ada paksaan dan batasan. Apalagi kalau mereka mencintai apa yang mereka kerjakan,” ungkap peraih golden buzzer America’s Got Talent itu. Lebih lanjut, penyanyi solo penyandang tunanetra itu mengatakan, keterbatasan bukan jadi batasan untuk melakukan sesuatu. Tidak ada batasan dalam membuahkan karya. Justru, yang menjadi batasan seringkali muncul dari diri sendiri. Sebagai disabilitas, Putri tidak pernah merasa dirinya berbeda dengan orang lain. Hal itu ia buktikan dengan segudang karya, kemampuan, dan prestasi yang ia capai. Acara semakin menarik saat Najwa Shihab memberikan pertanyaan “Bagaimana cara memulainya?.” Karena banyak anak muda saat ini yang masih bingung dan takut untuk memulai. Pertanyaan tersebut langsung di jawab remaja kelahiran 2005 itu dengan singkat dan jelas. “Memulai itu mudah, yang susah itu konsistensi. Tapi menurutku kita pasti bisa, karena sesungguhnya we are able, we are capable and we are equal. Setiap orang mempunyai hak untuk ikut berkontribusi untuk Indonesia dan dunia. Saya juga tak pernah menyangka mendapatkan apresiasi sebesar ini dari Indonesia dan juga dunia,” tegas Putri. Anak sulung itu juga mendorong anak-anak muda untuk memulai sesuatu dengan hati dan cinta. Menurutnya, banyak penyanyi yang punya suara bagus dan penampilan yang menarik. Tapi jarang yang memiliki ciri khas. Maka, ia memotivasi anak muda lainnya untuk menemukan ciri khas sendiri. “Bikin sesuatu yang berbeda dan membuat orang langsung tertarik padamu,” tuturnya. Terakhir, penyanyi yang memulai karirnya sebagai pemenang Indonesia’s Got Talent musim kedua itu mengajak para anak muda untuk berhenti insekyur dan mulai bersyukur serta berhenti overthingking. Di akhir talk show, Putri juga sempat menyanyikan lagu loneliness yang menjadi single hitsnya dan menjadi trending di lebih dari 30 negara. Suara emas Putri membuat takjub para penonton dan turut benyanyi bersamanya. (*zak/wil)
Gunakan E-voting, UMM Cetak Pemimpin Bangsa lewat Pemira

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) sebagai manifesto dari miniatur negara bagi mahasiswa dilingkungan UMM. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, M.T. Adapun Pemira tersebut diselenggaran pada 12-13 Juli 2023. Menariknya, dalam kegiatan Pemira ini sepenuhnya berbasis teknologi digital dengan metode E-voting. Hal ini juga menjadi salah satu inovasi dalam pemanfaatan teknologi serta mengurangi penggunaan kertas yang dapat menimbulkan limbah. Lebih lanjut, Eki, sapaannya, menjelaskan bahwa dalam prakteknya, pemira ini benar-benar menggadopsi dari pemilihan umum yang diselenggarakan oleh negara. Mulai dari adanya badan pelaksana, badan pengawas, hingga terdapat partai politik yang berpartisipasi dalam mencalonkan delegasi untuk menjadi kandidat pemimpin. “Pemira ini kami desain sedemikian rupa seperti pemilihan umum, ada Komisi Pemilihan Umum Raya Univeritas/Fakultas (KPRU/F) sebagai Tim Pelaksana, ada juga Badan Pengawas Pemilihan Umum Raya Universitas/Fakultas (BPPU/F), ada juga Partai Politik Mahasiswa (Parpolma). Apalagi mengingat pemimpin harus memiliki basis massa yang banyak dan sudah diketahui segala kompetensi dan integritas yang dimiliki,” jelasnya. Selain itu, hirarki organisasi mahasiswa di UMM juga mengadopsi sistem pemerintahan. Terdapat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai penggambaran lembaga eksekutif serta Senat Mahasiswa sebagai lembaga legislasi. Pengadopsian sistem tersebut tidak lain untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa dan menjadi laboratorium khusus dalam mengembangkan skill kepemimpinan. Termasuk membuat program-program yang membawa perubahan progresif yang nyata. Nantinya, penerapan pemira dengan model itu bisa mendorong mahasiswa untuk terjun di dunia kepemimpinan. Utamanya untuk memajukan bangsa dan memahami segala dinamika yang ada di demokrasi. “Ini menjadi wadah khusus bagi mahasiswa, UMM sudah mendesain sedemikian rupa menyiapkan kader-kader berkualitas untuk menjadi pemimpin-pemimpin bangsa. Kampus Putih juga sudah mencetak tokoh-tokoh bangsa yang sangat berpengaruh,” ungkapnya. Terakhir, dia berpesan kepada seluruh mahasiswa serta para legasi yang diusung untuk tetap menjunjung tinggi demokrasi dalam pemilihan umum raya ini. Mengedepankan prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Pemira ini harus dilaksanakan dengan bijak. Dengan begitu para calon yang maju bisa memaksimalkan wadah ini untuk meningkatkan skill leadership,” pesannya. (*faq/wil)
Begini Penjelasan Pakar UMM tentang Kasus Antraks

Baru-baru ini, penyakit antraks di Gunungkidul, Yogyakarta tengah menjadi sorotan. Pasalnya, kasus antraks tersebut telah menelan tiga korban jiwa dan sebanyak 93 orang dilaporkan positif antraks setelah mengonsumsi daging sapi yang sudah mati. Faktanya, wabah ini bukan kali pertama terjadi di Yogyakarta. Melihat fenomena itu, Prof. Dr. drh. Lili Zalizar, MS. mengatakan bahwa Penyakit antraks ini sulit diberantas karena ditularkan melalui spora anthraks yang tahan di tanah selama bertahun tahun. “Karena tahan sampai puluhan tahun di tanah, kemungkinan ternak bisa terinfeksi karena makan rumput yg tercemar spora antraks. Oleh karena itu, ternak yang mati diduga karena antraks harus dikubur dengan kedalaman minimal dua meter,” ungkap Lili. Lebih lanjut, dosen prodi peternakan UMM itu menjelaskan, antraks merupakan penyakit yang dapat menular ke manusia (zoonosis) yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penularan terjadi melalui spora anthrax yang bisa masuk melalui tiga jalur. “Pertama spora antraks bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui saluran nafas (terhirup) yang dapat menyebabkan sesak nafas hingga berujung pada kematian. Selain itu spora antraks bisa masuk melalui luka pada kulit yang bisa menyebabkan bisul atau pembengkakan di tempat yang terinfeksi. Ketiga spora antraks masuk ke saluran pencernaan dari daging hewan yang tidak dimasak dengan baik atau dengan suhu tinggi,” jelas Lili. Lili juga menambahkan gejala klinis pada hewan yang terserang antraks yaitu berupa kejang kejang dan tiba-tiba jatuh. Selain itu juga ditemukan keluarnya darah dari mulut, hidung, anus dan vagina pada ternak betina. “Sebaiknya, para peternak dapat segera lapor ke dinas peternakan atau mantri hewan jika hewan ternaknya menunjukkan gejala tersebut. Para peternak juga dilarang keras untuk menyembelih hewan yang diduga terkena antraks karena darah yang keluar pada waktu penyembelihan berisi bakteri antraks. Selain itu, di daerah endemik antraks seharusnya dilakukan vaksinasi secara reguler,” tegas Lili. Dosen asli Subang, Jawa Barat juga memberikan beberapa tips untuk masyarakat yang ingin mengonsumsi daging agar tetap aman. Di antaranya yaitu pastikan membeli daging yang ternaknya disembelih di rumah potong hewan (RPH). Daging juga harus dimasak dengan suhu tinggi agar spora yang ada di daging mati. “Daging sebaiknya dimasak menggunakan presto atau autoclave dengan suhu 121 derajat celcius selama 15 menit. Kemudian, direbus kembali dengan suhu 100 derajat celcius selama satu sampai dua jam,” papar lili. Terakhir, ia juga menegaskan, selain menyerang sapi penyakit antraks juga bisa menyerang hewan lainnya seperti kambing, domba, kerbau dan juga babi. Penyebaran antraks antar hewan biasanya terjadi karena hewan ternak memakan rumput yang dekat dengan tempat di mana hewan tertular antraks dikubur. (Zak/Wil)
Ingin Pensiun Dini? Simak Saran dari Dosen Manajemen UMM Ini

Pensiun dini menjadi hal yang marak dilakukan oleh para pekerja saat ini. Alasannya beragam, mulai keinginan untuk berwirausaha, kondisi kesehatan tertentu, kebebasan, hingga waktu berkualitas dengan keluarga. Meski menjadi sebuah tren di masyarakat, Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Widhiyo Sudiyono, ST., M.A.B mengatakan tidak semua pensiun dini terjadi karena keinginan pekerja itu sendiri. Beberapa pekerja diberi penawaran oleh perusahaan pensiun dini untuk mengurangi karyawan pada perusahaan tersebut. “Tidak hanya keinginan pegawai, sering kali perusahaan juga menawarkan pensiun dini kepada pekerjanya untuk mengurangi pekerja yang kurang produktif. Misalnya dengan memberi iming-iming pesangon berkali-kali lipat daripada gajinya,” ujarnya. Membahas lebih dalam, Widhiyo menyampaikan sebenarnya pensiun dini dapat dilakukan jika seseorang sudah memiliki passive income dalam bentuk investasi atau tabungan yang dapat mencukupi kehidupannya hingga masa tua. Selain itu, pekerja juga bisa memiliki usaha agar uang pesangon dari perusahaan dapat diputar untuk kehidupan sehari-hari. “Saya menyarankan bagi para pekerja yang ingin pensiun dini untuk menggunakan metode Investasi dollar cost averaging (DCA), mempunyai usaha di area rumahnya, atau menabung di bank,” kataya. Ia menambahkan DCA adalah upaya menyisihkan jumlah pendapatan tertentu secara tetap setiap bulannya untuk diinvestasikan. Jadi misalkan gajinya masih kecil, mungkin skema yang digunakan adalah 70-20-10, di mana 70% untuk kebutuhan hidup, 20% untuk keinginan dan 10% untuk investasi. “Dengan metode investasi DCA ini, kita menyisihkan dana untuk bernvestasi dengan nominal dana tetap setiap bulannya, misalnya 1 juta per bulan. Lalu misalnya kita putuskan untuk berinvestasi di saham Bank BRI (Kode Saham BBRI). Setiap bulan dana 1 juta tersebut kita investasikan ke saham BBRI tidak peduli saat itu harga saham sedang naik atau turun. Ini bisa menjadi bekal di masa tua nanti,” tambahnya. Meski banyak kelebihan dari pensiun dini, namun hal ini harus tetap dilakukan penuh pertimbangan. Pensiun dini juga memiliki kekurangan, salah satunya kenyataan bahwa dunia usaha perlu kerja keras dan penuh ketidakpastian. Jika tak pandai menyesuaikan diri, seseorang bisa sangat rentan dan beresiko untuk gagal. “Saran saya, jangan pensiun dini sebelum usaha yang dibangun berjalan stabil dan mapan. Sebaiknya upayakan sampai punya tujuh pemasukan dari tempat berbeda. Salah satunya bisa dari tetap bekerja, dan sisa enamnya adalah usaha,” tambahnya. Terakhir, ia menyarankan persiapan lebih awal bagi individu yang masih berada di usia produktif dan dan ingin pensiun dini suatu saat nanti. Salah satunya dengan mengupayakan total pengeluaran jauh di bawah total dari passive income. Passive Income adalah pendapatan yang kita dapatkan tanpa bekerja dan idealnya jika sudah meninggal, pendapatan ini tetap terus mengalir bagi anak dan cucu kita. “Rumusnya memang sangat sederhana, namun pelaksanaannya sangat sulit. Untuk teman- teman pelajar, saran saya mulai terus belajar tentang investasi dan berwirausaha. Ilmu berwirausaha ini juga sangat berguna di dunia kerja, karena hampir semua bidang butuh sudut pandang wirausaha,” ujar Widhiyo mengakhiri. (*riz/wil)
Ikom UMM Kembangkan Puluhan Potensi Wisata di Jawa Timur

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (Ikom UMM) saat ini aktif mengembangkan potensi berbagai daerah melalui branding. Ada puluhan daerah yang tengah digarap dalam aktivitas ini. Satu di antaranya adalah situs Pertirtaan Nawonggo, yang berada di Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Malang. Kini, para pengunjung tidak hanya berwisata tapu juga bisa mempelajari proses asah, asih, dan asuh. Mereka juga mendapatkan makanan gratis tanpa perlu membayar. Adapula Sang Kelana, mini cafe menggunakan VW Combi yang melakukan kampanye membeli kopi sambil menukar sampah. Kemudian juga Campervan Malang yang menyediakan sederet mobil tua autentic seperti VW Combi untuk wisatawan berkeliling hidden gem di Malang. Bahkan para mahasiswa Ikom UMM juga sukses menyelenggarakan event nasional bersama Komunitas sepeda onthel Indonesia (Kosti) Malang dan upgrade Kaliandra Batu Advanture yang menyajikan sarana menikmati pemandangan Jengkoang Batu dengan mengendarai Jeep. Berbagai karya ini salah satunya berawal dari keresahan dua dosen Ikom UMM Jamroji, S.Sos, M.Comms. dan Maharina Novia Zahro, M.Ikom. Mereka berkomitmen untuk mempersiapkan mahasiswa yang siap kerja ketika lulus. Maharina mengatakan, praktikum UMM yang menggaet klien dari luar kampus sudah berjalan sejak 2010 lalu. Setiap tahunnya, tim dosen Ilmu Komunikasi selalu mengarahkan mahasiswa untuk menemukan rumusan masalah serta penyelesaiannya. ”Salah satu cara kami untuk menciptakan inovasi baru adalah dengan menggabungkan dua proses praktikum. Pada praktikum tahap pertama, mahasiswa diminta melakukan riset hingga menghasilkan proposal. Kemudian pada tahap praktikum kedua di semester selanjutnya, mahasiswa dapat melakukan demo dari hasil riset dan proposal,” ucap Maharina. Pada tahun ini, sistem praktikum yang dilaksanakan tidak menggunakan sistem tematik sehingga mahasiswa dapat lebih luas mencari relasi. Terhitung ada lebih dari 28 kelompok yang menggaet berbagai klien dari luar kampus. Setiap kelompok praktikum juga dibebaskan untuk mencari volunteer dari rekan mahasiswa lain untuk membantu pelaksanaan event. Selain yang sudah disebutkan di atas, Maharina mengatakan bahwa proyek yang sedang dikembangkan tahun ini berfokus pada lokasi di Jawa Timur, utamanya Kota Malang. Misalnya seperti wisata Lumbung Stroberi, wisata Rumah Kelinci, Desa Bumiaji dan banyak tempat lainnya. Selain itu adapula Yayasan Rumah Kinasih di Blitar. ”Satu yang menarik adalah Yayasan Rumah Kinasih. Branding kami gencarkan karena yayasan tersebut menaungi saudara difabel. Saat ini tim mahasiswa melangusngkan aktivitas harian berupa batik ecoprint. Ternyata, kegiatan ini mnejadi salah satu terapi bagi teman-teman difabel. Omset yang didapat juga bisa bernilai ratusan juta tiap bulan,” katanya. Maharina juga menjelaskan, keberhasilan setiap kelompok dalam menyelesaikan masalah bergantung pada bagaimana data, informasi dan hasil riset yang didapatkan. Sistem praktikum yang Ikom UMM lakukan ini tidak hanya sekadar menuntut kewajiban dan nilai bagi mahasiswa, namun juga tanggung jawab moral terhadap klien. Dosen Ilmu Komunikasi ini berharap, mahasiswa dapat memanfaatkan praktikum yang dilakukan dengan maksimal. Mengembangkan pengalaman serta ilmu dari segi soft skill maupun hard skill , sehingga nanti siap memasuki dunia kerja. “Selain itu, kami berharap pada lokasi yang dikembangkan, agar dapat dijadikan tempat untuk saling belajar. Lebih penting lagi bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tutupnya. (wil)
Sering Minum Kopi Saset? Ini Pesan Dokter FK UMM

Budaya minum kopi semakin digemari masyarakat. Berkaitan dengan hal ini, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dr. Rahma Sabila Rindardi menjelaskan bahwa konsumsi kopi saset yang berlebihan dapat berpotensi menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit. Mulai dari yang ringan hingga serius. “Meminum kopi pada dasarnya sah-sah saja, namun varian kopi saat ini sangat beragam. Tak jarang banyak kopi yang kandungan kopinya sedikit, namun bahan penyedap tambahannya lebih banyak,” jelas Bela, sapaan akrabnya. Lebih dalam, Bela menuturkan bahwa kopi saset sendiri biasanya memiliki berbagai varian. Salah satunya yang sering dijumpai adalah kopi instan yang berasal dari ekstrak biji kopi yang telah disangrai. Kopi ini mengandung setidaknya 2-8% kafein. Jenis kedua adalah kopi serbuk yang mengandung susu, gula, perasa tambahan ataupun krimer. “Yang bahaya dari kopi instan salah satunya adalah penambahan gula atau krimmer yang dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Zat lain yang berbahaya pada kopi instan yaitu pengawet, bahan antikempal, pengatur keasaman dan perisa,” ungkapnya menjelaskan. Di lain sisi, perbedaan mendasar kopi murni dan kopi saset dapat dilihat dari proses produksinya. Proses produksi kopi saset harus melewati serangkaian proses, yaitu proses ekstraksi, pengeringan, aromatisasi, dan pengemasan. Sedangkan pada kopi murni, proses yang dilewati lebih sederhana yaitu proses roasting dan penggilingan. “Jika kopi instan saset dikonsumsi secara berlebihan, maka dapat berpotensi menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan bagi tubuh. Mulai dari efek diuretic yang dapat menimbulkan dehidrasi karena terlalu sering buang air kecil, gangguan tidur atau insomnia hingga peningkatan denyut nadi atau palpitasi,” katanya. Bela menambahkan, kandungan gula atau krimer pada kopi saset dapat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. Jika hal ini berlangsung terus menerus, maka dapat meningkatkan risiko penyakit berat yakni diabetes mellitus. Selain itu, kandungan kaffein menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus yang mengakibatkan kembalinya (reflux) asam lambung ke dalam kerongkongan atau yang dikenal dengan GERD. “Untuk masyarakat yang gemar meminum kpi, Sebaiknya konsumsi kopi tidak melebihi 100mg per hari. Yakni setara dengan satu hingga dua cangkir kopi per hari saja,” pesan Bela mengakhiri. (*lib/wil)
Keren, Tim UMM Kembangkan Alat Deteksi Jalan

Berdasarkan data milik Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), setidaknya ada 101.272 kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalan yang bagus. Selain faktor pengemudi dan juga kendaraan, kondisi jalan juga mengakibatkan kecelakaan karena kualitasnya yang sudah berumur. Jalan yang digunakan secara terus-menerus akan menyebabkan terjadinya penurunan kualitas kekesatan pada permukaan jalan. Melihat hal itu, kelompok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menciptakan inovasi baru. Yakni berupa alat pendeteksi kekasaran permukaan jalan menggunakan sistem Internet of Things (IoT) yang diberi nama Smart µ (Miu) Meter. Salah satu anggota tim, Alifia Oriana mengatakan kebutuhan akan pemeliharaan pada permukaan jalan sangatlah penting untuk menjaga kualitas jalan. “Semakin menurunya tingkat kekesatan pada permukaan jalan, semakin besar kemungkinan terjadi kecelakaan pada kendaraan. Oleh karena itu, tujuan kami membuat alat ini yaitu untuk mengurangi angka kecelakaan,” ungkap Alifia. Lanjut, Mahasiswa Teknik Sipil itu menyampaikan cara kerja Smart µ (Miu) Meter yaitu dengan mengambil foto bagian jalan yang terlihat bagus dan berlubang. Hasil foto dikirim melalui bluetooth ke dalam aplikasi dan diolah dengan metode pengolahan citra hingga mendapatkan hasil yang maksimal. Menariknya, alat yang masih dalam proses pembuatan dan penyempurnaan ini berhasil mendapat pendanaan dari Kemdikbud-Ristek RI. “Penggunaan Internet of Things disini sangat berperan penting karena memudahkan proses transfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke manusia atau manusia ke komputer. Jadi alat ini bisa dikontrol dari jarak jauh,” jelas Alifia. Alifia menambahkan selama proses pembuatan alat, kendalanya hanya pada kamera, karena belum bisa menemukan kamera yang stabil saat menangkap gambar. Ia menjelaskan bahwa pada dasarnya, alat yang dibuat timnya tidak memerlukan modal yang sangat besar, tapi memiliki pengaruh yang besar. “Alat ini belum ada di manapun. Kalaupun ada hasilnya, saya rasa belum akurat dan masih dioperasikan secara manual. Alat ini kami buat dengan keunggulan pendeteksi yang terperinci karena menggunakan analisis gambar dari foto yang diambil kamera,” tegas Alifia. Terakhir, Mahasiswa asal Malang mengungkapkan ketika timnya membuat alat ini banyak mendapat cemooh dan diragukan oleh banyak orang karena dianggap tidak berguna dan tidak bermanfaat. Namun semua itu diterima bagai angin lalu oleh Alifia dan tim. Dalam pengemabngannya ia tidak sendiri, Alifia dibantu Devita Intan Berliana dan Safa Roja Nayakajati yang merupakan mahasiswa Teknik Sipil serta Riko Agung Permana dari Teknik Mesin dan Daniel Saputra Kosasih dari Teknik Elektro. “Kami juga mendapat dukungan dan bimbingan langsung dari dosen Teknik Sipil, Ir. Andi Syaiful Amal, MT, IPM, ASEAN Eng. Besar harapan kami, alat ini bisa tembus sampai ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) dan bisa mendapatkan hak paten dari pemerintah,” harap Alifia mengakhiri. (*zak/wil)
Atasi Stunting, Mahasiswa UMM Ciptakan Biskuit Bayi dari Biji Nangka dan Kacang Tunggak

Berdasarkan hasil survei status gizi indonesia (SSGI) yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi stunting di Indonesia terus menurun di angka 21,6 persen di tahun 2022. Penurunan angka stunting di Indonesia adalah kabar baik, tapi belum berarti sudah bisa membuat tenang. Karena, bila merujuk pada standar WHO terkait prevalensi stunting harus di angka kurang dari 20%. Melihat hal tersebut, kelompok mahasiswa program studi Ilmu Teknologi Pangan (ITP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program kreativitas mahasiswa (PKM) membuat inovasi produk makanan bayi. Makanan tersebut berupa biskuit dari tepung biji nangka dan kacang tunggak. Fakhri Ahmad Wafi, salah satu anggota tim mengatakan masalah utama dari stunting ini adalah kekurangan asupan gizi, termasuk kekurangan protein dan kalori. “Dari banyaknya penelitian yang ada, biji nangka sendiri memang memiliki kandungan karbohidrat. Pun dengan kacang tunggak yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 24,4 gram. Kedua bahan itu disubstitusi menjadi tepung yang kemudian kami olah menjadi biskuit,” ungkap Fakhri. Fakhri menambahkan, pemilihan biji nangka ini bukan tanpa sebab. Ia bersama timnya melihat masih banyak limbah biji nangka yang terbuang sia-sia. Fakhri juga menyampaikan target stunting dari timnya merupakan bayi di Indonesia yang berumur 0-6 bulan dan 6-12 bulan yang memasuki MPASI (Makanan Pendamping ASI). “Karena memang fokusnya fokus kami ke bayi, jadi produk yang kami buat berupa biskuit sebagai makanan pendamping asi. Biskuit ini juga bisa diolah menjadi bubur. Selain itu, biskuit sendiri bisa menjadi makanan sekaligus sebagai mainan untuk merangsang motorik pada bayi atau anak-anak. Alhamdulillah PKM-RE yang sedang kami buat telah mendapat pendanaan dari Kemdikbud,” ungkap Fakhri. Lebih lanjut, Mahasiswa asal Surabaya itu menjelaskan tepung biji nangka dan kacang tunggak yang sudah diolah menjadi biskuit, kemudian akan diuji kadar proksimat untuk mengidentifikasi kandungan nutrisi seperti protein, karbohidrat, lemak dan serat pada suatu zat makanan dari bahan pakan atau pangan. Selain itu juga dilakukan pengujian organoleptik dan terakhir diujikan pada bayi dan ibu yang sedang hamil. “Semoga produk yang kami buat dari PKM-RE ini bisa membantu menurunkan prevalensi stunting di Indonesia, sehingga dapat menciptakan dan melahirkan generasi bangsa yang sehat dari bayi dan ibu yang sehat,” harap Fakhri. Pengembangan produk ini tak luput dari kerjasama anggota tim lainnya diantaranya adalah Herlina Diah ayu Rosita, Zurotun Nasifah, Audina Aura Sarie dan Wahyu Amalia. Selain itu, kelompok mahasiswa teknologi pangan juga mendapatakan dukungan dan bimbingan langsung dari dosen Ilmu Teknologi Pangang (ITP) UMM, Prof. Dr. Ir. Hj. Noor Harini, MS. (*zak/wil)