CEO Ginray Jepang Ajari Wisudawan UMM Cara Berbisnis

Bisnis tidak hanya sekadar pada profit dan investasi saja. Justru keduanya malah tidak menghasilkan apa-apa. Hal tersebut disampaikan oleh CEO Ginray Co.Ltd Shinji Okazaki, MBA. Di hadapan ribuan wisudawan Universitas Muhammadiyah Malang pada 15 Desember 2022 lalu. Adapun Ginray Co. Ltd merupakan perusahan besar Jepang yang bergerak di pertanian dan makanan. Menurut Okazaki bisnis adalah sebuah ide atau gagasan yang disalurkan untuk mengatasi sebuah masalah yang terjadi di sekitar kita. Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan yang besar dengan adanya krisis pangan yang terjadi di berbagai negara. Pun dengan perubahan iklim hingga jumlah penduduk yang terus meningkat. Menurutnya, permasalahan itu tidak bisa diselesaikan diri, perlu adanya kerja sama dari berbagai negara dan juga berbagai pihak untuk saling membantu. Namun, menurutnya menjalin kerjasama bukan perkara mudah. Apalagi dengan banyaknya perbedaan dan persaingan. Menariknya, ia melihat bahwa perbedaan seharus bisa dijadikan kunci mengatasi permasalahan. Salah satu caranya yakni melakukan sesuatu bukan berdasarkan keinginan sendiri atau kelompok, tapi untuk kepentingan bersama. “Kedatangan kami ke UMM tidak lain adalah untuk menjalin kerja sama, dengan begitu akan ada generasi yang nantinya menjadi bagian dalam mengatasi permasalahan dunia. Sekali lagi selamat untuk para wisudawan dan wisudawati, orang tua dan juga dosen karena sudah sampai di momen ini,” ungkapnya. Hadir pula dalam kesempatan yang sama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. Ia mengatakan, saat ini pemerintah sedang membuka banyak lowongan pekerjaan. Berbagai investasi juga banyak dibuka karena hal ini bisa memperbesar jumlah pekerjaan yang tersedia. “Namun untuk mendatangkan investor tentu tidak mudah, karena kita juga berkompetisi dengan negara lain yang memiliki tujuan yang sama,” katanya. Muhadjir, sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa salah satu upaya untuk memenangkan kompetisi itu adalah dengan pmenyelenggarakan agenda besar yang strategis. termasuk Indonesia yang berhasil menjadi tuan rumah G20. Apalagi mengingat negara yang tergabung di G20 merupakan negara yang memiliki gross domestik program tinggi. Indonesia saat ini berada diposisi 16 di antara 20 negara dari segi kekayaan. Naumn, pada tahun 2045 Indonesia memiliki target untuk mencapai posisi ke lima. “Untuk mencapai tujuan itu, maka para wisudawan hari inilah yang akan mengambil peran signifikan. Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, saudara harus memiliki modal yang cukup karena tingginya persaingan. Tidak cukup belajar di perguruan tinggi saja, namun harus tetap belajar untuk menyesuaikan dengan kemajuan zaman,” ungkapnya. Adapun Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd menilai bahwa para wisudawan merupakan golongan yang beruntung karena sudah lulus dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal itu tidak lepas dari raihan UMM yang mendapatkan beragam pengakuan nasional dan internasional. “Ini menjadi modal yang sangat bagus. Selalu pergunakan ilmu yang sudah saudara dapat untuk menebar kebermanfaatan. Jadilah problem solver di tengah masyarakat, bukan malah menjadi problem maker. Sekali lagi, selamat untuk para wisudawan, saya harap anda selalu percaya diri dalam menyongsong masa depan,” harap Fauzan mengakhiri. (zak/wil)

Unik, Wisudawan UMM Ini Hadiri Wisuda dengan Naik Kuda dan Dokar

Menghadiri wisuda dengan mengendarai mobil atau motor sudah biasa. Bagaimana jika datang ke wisuda dengan menaiki kuda diiringi keluarga yang mengendarai dokar? Hal itu dirasakan oleh Nur Avia Aminia Junaedy, wisudawan jurusan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang datang ke wisuda UMM pada 15 Desember 2022 lalu. Ia dengan lincah mengendarai kuda diikuti rombongan keluarga bersama empat dokar. Avia, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa sudah lama ia merencakan hal tersebut. Ia merasa wisuda merupakan momen istimewa yang harus dirayakan secara berbeda. Maka, kuda dan dokar menjadi pilihannya. “Apalagi ini adalah momen sekali seumur hidup. Saya ingin agar kenangan hari ini bisa selalu saya ingat hingga tua nanti,” katanya. Perempuan asal Malang ini memang menyukai kuda sejak lama. ia juga diajari ayahnya bagaimana menaiki kuda dan menenangkannya. Bahkan, Avia menunggang kuda dari rumah hingga ke Dome, lokasi wisuda UMM dilaksanakan. Apalagi jarak rumahnya di Tegalgondo tidak begitu jauh dari Kampus Putih. Beruntung, keputusannya membawa kuda saat wisuda diperbolehkan oleh kedua orangtuanya. Malah didukung karena memang kedua orang tuanya memiliki peternakan tidak jauh dari rumah. “Alhamdulillah diperbolehkan untuk mengukir kenangan manis. Saya juga berharap UMM bisa terus mengembangkan berbagai hal dan semakin maju. Sehingga prestasi demi prestasi terus diraih dan menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya. Sementara itu, sang ayah, Usman Junaidi menjelaskan bahwa anaknya memang menyukai hewan sejak belia, utamanya sapi dan kuda. Hal itu tidak lepas dari kebiasaan Usman yang sering mengajak Avia ke peternakan. Adapun saat ini ada beberapa sapi dan kuda yang ia miliki. “Malah mau saya Avia naik sapi yang besar saja, bukan kuda. Tapi dia memilih kuda sebagai tunggangannya untuk wisuda. Kebetulan kami memang memiliki peternakan sapi. Kalau kuda, saya hobi merawat dan menunggang kuda. Ternyata anak saya juga suka dan ikut nimbrung kalau saya sedang merawat sapi dan kuda,” katanya. Terakhir, Usman berharap anaknya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi. Ia yakin bahwa dengan pendidikan, kesejahteraan dan kebahagiaan bisa dicapai. Usman dan istri juga berterimakasih kepada UMM yang menyediakan berbagai fasilitas sehingga anaknya bisa berkuliah dengan baik dan selesai dengan hasil memuaskan. “Semoga UMM bisa senantiasa menebar manfaatnya dengan berbagai cara. Saya yakin, segala prestasi akan terus mengalir ke Kampus Putih. Sekali lagi terimakasih telah mendidik anak saya dengan baik,” pungkasnya mengakhiri. (wil)

Kolokium Doktoral UMM Dorong Laju Peningkatan Hilirisasi Penelitian

Berdasarkan data yang ada, jumlah publikasi jurnal internasional di Indonesia meningkat 600% dalam kurun waktu enam tahun. Dari sebelumnya hanya delapan ribu publikasi per tahun kini meningkat menjadi 50 ribu per tahun. Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pembicara Dr. Jeanny Maria Fatimah, M.Si dalam acara Kolokium Doktoral yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 10 Desember 2022 lalu. Kolokium tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para doktor untuk menyampaikan gagasan-gagasan atau pikiran akademiknya. Sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia akademik, industri maupun usaha. Jeanny, sapaan akrabnya, menambahkan selain jumlah jurnal internasional yang mengalami peningkatan, Indonesia juga menjadi negara yang memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HKI) tertinggi se Asia Tenggara yang mencapai 2842 jumlah paten jurnal di tahun 2019. Terlepas dari data yang ada, Indonesia masih memiliki persoalan kompleks yang harus dikaji yaitu persoalan kebermanfaatan penelitian bagi masyarakat. Menurutnya, tidak banyak hasil penelitian yang bisa digunakan masyarakat. Hal tersebut tak luput dari banyaknya tantangan atau kendala yang dihadapi oleh peneliti sehingga hasil penelitian hanya sampai di laporan akhir atau publikasi. “Beberapa tantangan yang harus dihadapi yaitu pada aspek kelembagaan. Pun juga dengan aspek pembiayaan, di manadiperlukan biaya yang cukup besar untuk biaya perawatan dan sosiliasisi paten produk. Ketiga yakni dari aspek peneliti sendiri yang masih egosentris dan hanya ingin menyimpan hasil penelitiannya sendiri,” jelasnya. Apalagi saat ini tidak banyak industri yang tertarik dengan hasil penelitian. Maka peran pemerintah sebagai jembatan sangat diperlukan. Sehingga produk penelitian ini bisa digunakan bahkan dikembangkan sehingga bermanfaat lebih luas. Proses hilirisasi juga akan lebih mudah. “Saya secara pribadi sangat bangga dan senang bisa berkunjung ke UMM. Apalagi bertemu dengan sivitas akademika dan mahasiswa yang bersemangat dalam membuat karya-karya penelitian,” katanya. Hal tak jauh berbeda disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMM Prof. Dr. Muslimin, M.Si. Ia mengatakan bahwa dunia akademik, penelitian dan karya ilmiah sangat lekat kaitannya dengan dosen maupun mahasiswa. Mereka memiliki dua tanggung jawab untuk mengembangkan kelimuan. Di antaranya tanggung jawab moral bagi diri sendiri untuk meningkatkan kualitas diri, serta tanggung jawab sosial agar bermanfaat. “Sehingga hasil penelitian tidak hanya menjadi laporan atau pembukuan yang menumpuk di perpustakaan. Bahkan juga bisa dikomersialkan. Mudah-mudahan acara ini bisa menjadi agenda yang bisa terus menerus kita lakukan sehingga atmosfer akademik di kampus juga bisa terus tumbuh dan berkembang. Dan yang terpenting mampunmenghasilkan kebermanfaatan untuk kepentingan publik,” harap Muslimin mengakhiri. (zak/wil)

Solah, Harry Potter UMM yang Raih Berbagai Beasiswa Mancanegara

Harry Potter merupakan film yang pernah booming pada masanya. Dengan sekian banyak rangkaian cerita, tak jarang para Potterhead, penggemar seri Harry Potter, terbuai dan terpikat dengan detail-detail di dalam filmnya. Salah satu yang terpikat dan termotivasi karena film ini adalah M. Solahudin Al Ayubi, wisudawan terbaik Periode IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Solah, sapaan akrabnya, senantiasa memupuk mimpi untuk terbang ke Inggris sejak kecil. Ia juga mulai tertarik dengan aksen dan pronounce para pemain Harry Potter. Bahkan mendekati kelulusannya dari pesantren, ia berusaha keras mencari beasiswa yang bisa mengantarkannya menimba ilmu di Oxford University. “Tentu saja susah sekali mendapatkan beasiswa untuk menjadi beasiswa sarjana di sana. Saya juga akhirnya tidak bisa melanjutkan impian. Namun, alhamdulillah, berkuliah di UMM ternyata membuka banyak jalan saya untuk terbang ke berbagai negara. Hal itu tak lepas dari berbagai wadah yang sudahd isediakan UMM seperti program dari International Relation Office. Saya jadi bisa pergi ke Singapura, Inggris, bahkan juga Taiwan. Saya juga berkesempatan mengenakan pakaian Harry Potter dan mengunjungi tempat-tempat ikonik sekaligus bertemu para potterhead lain,” kisahnya. Selama kuliah di UMM, total Solah telah mengikuti empat beasiswa pertukaran pelajar luar negeri. Pertama kali tahun 2019 mengikuti program Temasek Foundation Specialists’ Community Action And Leadership Exchange (TF SCALE) ke Singapura. Ia belajar tentang Responsible Consumption and Production. Kemudian di tahun 2020 mendapatkan beasiswa Erasmus+ International Credit Mobility Program ke Portugal. “Di Portugal saya belajar satu semester di program studi Political Science and International Relations. Lalu tahun 2021 ikut program IISMA di University of Glasgow dan sebelum saya lulus 2022 dapat program Transfer Credit di Asia University, Taiwan,” ungkapnya. Ia merasa peran UMM sangat besar sekali dalam proses mendapatkan beasiswa.  Terlebih, Kampus Putih UMM telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak di luar negeri,  sehingga mahasiswanya bisa mencicipi kuliah di berbagai kampus. Baginya, program Erasmus+ adalah program privilese karena hanya ada beberapa universitas saja yang turut bekerjasama dan UMM adalah salah satunya.  “Beberapa tips untuk bisa memperoleh beasiswa adalah dengan menjemput bola dengan mencari informasi penting. Menurut saya, International Relation Office (IRO) adalah lembaga yang kredibel di UMM yang bisa membagikan banyak informasi. Selanjutnya, perlu persiapan juga terkait motivasi mengikuti beasiswa dan terakhir adalah kita harus tahu peran kita sebagai generasi muda, yakni bermimpi dan berkontribusi,” tegasnya. Selain aktif mengikuti program beasiswa ke luar negeri, Solah juga gemar ikut program kerelawanan. Ketika semester tiga, ia menginisiasi membuat komunitas bernama Language Community. Sebuah komunitas yang getol menebar informasi seputar pendidikan. “Komunitas ini telah memberikan beasiswa kepada 20 pemuda di Indonesia untuk mendapatkan bimbingan program ke luar negeri dan kursus bahasa. Total sudah ada 10 bahasa yang kita pelajari. Di sini kami mengupayakan agar bahasa asing bisa dipelajari oelh anak-anak muda. Sehingga bsia menjadi salah satu kunci bagi mereka yang ingin turut serta menjadi global citizen,” pungkas Solah. (ros/wil)

Kedubes UEA-UMM Siap Jalin Kerjasama di Berbagai Bidang

Ada banyak aspek yang bisa dikerjasamakan Kedutaan Uni Emirat Arab (UEA) dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mulai dari aspek kesehatan, sumber daya manusia, hingga pendidikan. Hal itu ditegaskan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem Al-Daheri yang melakukan kunjungan ke UMM pada 13 Desember 2022. Ia juga berkesempatan memberikan orasi ilmiah dan motivasi di hadapan wisudawan Kampus Putih. Abdullah, sapaan akrabnya menilai bahwa setiap mahasiswa yang telah lulus sarjana harus berinisiatif melanjutkan pendidikan di tingkat lanjut. Selesainya studi sarjana bukanlah akhir, malah menjadi awal perjalanan di kehidupan nyata. Ia juga berpesan, untuk meraih kesuksesan diperlukan upaya memaksimalkan passion dan potensi dalam diri. Maka, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas menjadi kunci utama. Abdulla juga menegaskan, UEA siap menerima  mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan di negerinya. Apalagi dengan banyaknya universitas terkemuka dengan fasilitas terbaik yang disediakan UEA. Pun kurikulum dan sarana prasarana dalam mendukung kerativitas mahasiswanya seperti artificial intellegent (AI). Terkait UMM, ia juga sangat terkesan dengan lingkungan yang disediakan Kampus Putih untuk mahasiswanya. Abdulla juga menjelaskan bahwa kesempatan untuk pertukaran mahasiswa maupun dosen tentu selalu terbuka. Pun dengan kerjasama di bidang kesehatan, sumber daya manusia, hingga pendidikan serta penelitian. Apalagi UMM juga telah memiliki rumah sakit yang mumpuni dan berkualitas. “Tentu ada banyak hal yang bisa dikomunikasikan dan dikerjasamakan. Kami selalu menerima para wisudawan UMM yang ingin melanjutkan studi di negara kami dengan tangan terbuka,” tambahnya. Hadir pula dalam kesempatan yang sama Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sekaligus Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ia mengatakan bahwa sejak awal, dasar pemikiran pendiri Muhammadiyah yakni mampu melahirkan banyak generasi masa depan yang berkualitas. Menurutnya, pemikiran ini sangat sesuai dengan Islam berkemajuan yang mana senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan teknologi. “Banyak hal yang sudan dilakukan Muhammadiyah, utamanya dalam hal menyesuaikan diri dengan zaman. Salah satunya penggunaan ilmu falak sebagai perhitungan astronomi modern. Saya juga ingin agar lulusan UMM mampu bergerak dengan nafas islam yang menerapkan prinsip keimuan. Selalu kibarkan khittah Islam berkemajuan di manapun saudara berada,” ungkap Saad. Adapun Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap ilmu dan pengalaman yang didapat wisudawan bisa dimanfaatkan dengan baik. Bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, tapi juga untuk kepentingan masyarakat luas. Semboyan “Students Today, Leaders Tomorrow” juga harus selalu dipegang teguh agar dapat membakar semangat menjadi pemimpin yang baik. “Sudah saatnya kalian yang diwisuda di Dome UMM ini menjadi pemimpin. Terus belajar, terus memberi manfaat besar demi masa depan bangsa dan Indonesia,”ucap Fauzan mengakhiri. (haq/wil)

UMM Ajari Mahasiswa Jaga Lingkungan lewat Eco Jihad

Berjihad bisa dilakukan di berbagai aspek, termasuk bidang lingkungan. Hal itulah yang juga membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya mendorong mahasiswanya untuk melakukan jihad lingkungan. Salah satunya memberikan penjelasan melalui Kuliah Ahad Shubuh (KAS) yang dilaksanakan tim Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) pada 11 Desember 2022 lalu. Adapun program yang diikuti ratusan mahasiswa ini dilaksanakan usai menjalankan salat subuh di Masjid AR Fachruddin, UMM. Pada kesempatan KAS tersebut, UMM menghadirkan Ketua Divisi Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Hening Purwati Parlan, M.M.  Ia memulai dengan menjelaskan bahwa Muhammadiyah memiliki ciri khas berkemajuan untuk melakukan tindakan amar ma’ruf nahi munkar. Termasuk di dalam adalah perilaku dna sikap untuk menjaga lingkungan dan bumi. Teologi amal jariyyah yang dimiliki Muhammadiyah mendorong agar senantiasa menjaga ciptaannya. Bukan hanya untuk sesama manusia, tapi juga lingkungan, tumbuhan dan juga hewan. Hal itu juga yang ditekankna oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan. “Bahkan Muhammadiyah juga mulai menginisiasi pembentukan majelis lingkungan hidup sejak gerakan hijau muncul, yakni pada 1990-an. Hingga akhirnya apda 2000-an lahirkan majelis lingkungan hidup,” tegasnya. Hening, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa ia sangat menyukai sebutan ber-eco jihad. Menurutnya ini adalah perjuangan dan jihad yang menarik. Adapun Eco adalah ekologi yang berkaitan dngan lingkungan. Sementara jihad ialah perjuangan yang sangat kuat. Maka Eco Jihad yakni semangat perjuangan untuk melakukan perubahan pada lingkungan agar lebih baik. Ada banyak riset yang membahas mengenai perubahan iklim, utamanya yang mengarah pada semakin memburuknya lingkungan yang ada di bumi. Ia menilai, salah satu solusinya bisa dengan melakukan pendekatan religius dna budaya. Sementara, hal yang yang bisa dilakukan oleh mahasiswa UMM adalah dengan melakukan perubahan kecil yang mampu menginspirasi masyarakat. Seperti misalnya mengurangi penggunaan plastik, mematikan lampu jika tidak digunakan dan lainnya. Eco Jihad juga menarik perhatian para peserta, salah satunya Reva Abiah. Ia menilai bahwa materi KAS sangat menginspirasinya untuk melakukan perubahan. ia juga sadar bahwa Islam juga mengatur dan mendorong manusia untuk menjaga lingkungannya. Hal itu tidak hanya memberikan kebaikan bagi lingkungan, tapi juga melindungi manusia dari mara bahaya. “Kalau kita tidak menjaga lingkungan, saya rasa perentase bencana seperti banjir dan longsor juga akan kita dapati. Maka, eco jihad menjadi solusi yang bagus bagi masyarakat. Saya juga berharap teman-teman mahasiswa dna pemuda bsia bergerak dan memberikan inspirasi bagi masyarakat luas akan pentingnya lingkungan,” tegasnya mengakhiri. (rev/wil)

IcoN-BEAT UMM Kaji Virus Newcastle hingga Pangan Fungsional

Bioenergi dan pertanian ramah lingkungan menjadi topik menarik yang banyak banyak dibahas. Salah satunya di International Conference on Bio-Energy and Environmentally Agricultural Technologies (IcoN-BEAT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada akhir November lalu. Tidak hanya menghadirkan pemateri ahli dari dalam negeri, ajang ini juga turut diramaikan oleh sederet peneliti andal dari berbagai universitas. Adapun konferensi ini juga menjadi batu loncatan untuk bertukar informasi tentang ilmu-ilmu pertanian dan peternakan dari dalam maupun luar negeri. Maka, turut hadir ratusan peserta yang menyimak paparan dari awal hingga akhir. Apalagi ini adalah gelaran ketiga konferensi bergengsi tersebut. Salah satunya yang disampaikan Prof. Dr. Ir. Noor Harini, MS. dari UMM yang membahas tentang pangan fungsional. Menurutnya, pangan fungsional merupakan makanan yang menyediakan nutrisi dan energi. Lebih dari itu juga dapat memodulasi satu atau lebih fungsi yang terarah dalam tubuh dengan meningkatkan respon fisiologis tertentu. Bahkan juga dapat mengurangi risiko penyakit. “Banyak makanan yang bisa dikonsumsi oleh manusia, tapi sayang kurang bergizi dan tidak bisa menjaga kekebalan tubuh. Maka kita perlu memperbanyak memakan makanan yang fungsional seperti buah-buahan dan sayuran. Misalnya buah kiwi, apel, pir, pisang dan lainnya,” tegasnya. Pada kesempatan yang sama, Sawita Suwannarat, Ph.D. mengkaji tentang plasma dingin untuk mengontrol penyakit tular benih. Dijelaskan olehnya, plasma tersebut memiliki banyak manfaat, baik di aspek hasil ternak, benih, tanaman dan lainnya. Sawita, sapaan akrabnya, juga memberikan klasifikasi plasma serta komponennya. “Plasma ini juga sangat bermanfaat untuk menjaga benih di penyimpanan. Utamanya dari benih yang berpenyakit sehingga tidak tertular. Kalau sampai tertular, benih tersebut tentu tidak akan maksimal pertumbuhannya,” katanya menjelaskan. Plasma ini dapat bermanfaat untuk banyakk bidang, seperti hasil ternak, benih, tanaman, dan masih banyak lagi. Sawita menjelaskan juga secara detail mengenai klasiifikasi plasma dan komponennya, serta bagaimana rumus kimia dan pengaplikasiannya. Plasma ini sangat bermanfaat untuk menjaga benih dipenyimpanan agar tidak menular kebenih yang lain. Jika menular, maka kettika ditanam benih tersebut tidak dapat masimal pertumbuhannya. Paparan menarik juga datang dari Prof. Farhid Hemmatzadeh. DVM, Ph.D dari University of Adelaide, Australia. Ia mengkaji tentang virus penyakit Newcastle yang baru-baru ini muncul dan merugikan. Virus ini menyerang hewan-hewan ternak seperti ayam. Sementara Dr. Ir. Joachim J. Schouteten menutup konferensi dengan topik penilaian konsumen terhadap pengalaman konsumsi produk makanan. Bagaimana hubungan emosional, kegunaan, dan penampilan dengan produk makanan terkait. Terkait konferensi tersebut, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. berharap ajang seperti ini dapat terus diadakan. Hal itu tidak lepas dari upaya UMM untuk menjaga kultur akademik dan penelitian. Sehingga muncul penemuan dan inovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. (wil)

Arif Zuhri, Kaprodi HKI UMM yang Terpilih Jadi Ketua Perkasa

Kabar membanggakan datang dari Prodi Hukum Kelaurga Islam (HKI) Universiats Muhammadiyah Malang (UMM). Adalah Muhammad Arif Zuhri, Lc., M.Hi. selaku ketua prodi HKI UMM dinobatkan menjadi ketua Ketua Perkumpulan Akhwal Syakhsiyah (Perkasa) Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta wilayah IV. Hal itu berdasarkan musyawarah dan pemilihan yang dilaksanakan pada November lalu. Adapun Perkasa merupakan asosiasi yang dibentuk oleh Koordinator Perguruan Tinggi Islam Swasta Wilayah IV Surabaya pada 2016. Ada sederet tugas yang harus diemban, mulai dari menghimpun dan menjadi jembatan bagi seluruh Prodi HKI tingkat perguruan tinggi swasta. Utamanya dalam upaya berkolaborasi mewujudkan Tridharma Perguruan Tiinggi. Di antaranya pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Arif, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Perkasa juga berupaya mengoptimalisasi kinerja para akademisi di lingkungan HKI. Kemudian juga melahirkan organisasi keilmuan bidang HKI atau Akhwal Syahkhsiyah dengan nama Asosiasi Dosen Hukum Keluarga Islam Swasta ( ADHIKS ). “Lewat Perkasa ini, saya harap kolaborasi dan kerjasama prod HKI di berbagai perguruan tinggi bsia semakin solid, erat, dan mampu bekerja secara kolektif kolegial. Sehingga kita semua bisa melahirkan generasi penerus yang mumpuni dan memiliki tingkat keilmuan yang bagus,” tegasnya. Selain pemilihan pengurus dan ketua baru, konferensi Perkasa juga diisi dengan workshop seputar program MBKM. Terlihat dari tema yang diangkat yakni “Integrasi Program MBKM dalam Kurikulum Perguruan Tinggi Keislaman Swasta“. Program yang dicanangkan oleh Menditeri Pendidikan dan Kebudayan ini lambat laun menuai banyak tantangan. Maka perlu ada solusi dan inovasi agar program menarik ini dapat berjalan dengan maksimal. Menariknya, tim UMM juga menjadi pemateri dalam workshop itu. Pada ajang itu, ada lebih dari 30 perguruan tinggi yang turut serta. Adapun proses pemilihannya terdiri dari beberapa tahap. Pertama, yakni pemilihan melalui jalur seleksi yang kemudian menghasilkan lima peserta terpilih. Kemudian yang kedua yakni pemilihan suara terbanyak oleh anggota Perkasa. Hingga akhirnya muncul nama Arif sebagai ketua Perkasa. “Terpilihnya saya sebagai ketua Perkasa bukan hanya menjadi kabar membanggakan. Lebih dari itu juga menjadi amanah dan tanggung jawab yang betul-betul harus diemban. Bagaimana saya dan teman-teman bisa mewujudkan visi yang ingin dicapai di beberapa tahun ke depan. Semoga saya bisa memberikan warna baru di Perkasa,” harapnya. (rev/wil)

UMM Borong Penghargaan di KJI dan KBGI Nasional

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali borong piala dalam Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2022. Mereka sukses memenangkan empat kategori pada perlombaan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta, Pusat Prestasi Nasional, Kemdikbudristek. Adapun kompetisi ini diadakan pada November lalu di Tangerang dan diikuti oleh perguruan tinggi terkemuka seluruh Indonesia. Fathur Rizqi, selaku Ketua Lembaga Semi otonom (LSO) Surya Team menceritakan bahwa UMM mengajukan 15 proposal di empat kategori yang berbeda. Di antaranya kategori model jembatan pelekung, model jembatan rangka baja, model bangunan gedung beton pracetak dan model bangunan gedung baja. “Dari 15 proposal yang telah dikumpulkan, ada empat tim yang berhasil masuk pada babak selanjutnya dan berhak berlaga pada perhelatan tersebut. Tiap tim bersaing di masing-masing kategori dan berhasil mendapatkan piala,” terangnya. Rizqi sapaan akrabnya, melanjutkan bahwa tim UMM sukses menyabet empat penghargaan di ajang tersebut. Pada KJI, mereka memenangkan juara dua kategori jembatan rangka baja dan harapan dua kategori jembatan pelekung. Sedangkan untuk KGBI, tim Kampus Putih memenangkan juara tiga di kategori beton pracetak dan juara kategori khusus material terbaik untuk pengembangan metropolitan. Sementara itu, Ivan Galih yang menjadi bagian tim juara 2 kategori Jembatan Rangka Baja menjelaskan bahwa persiapan sudah dilakukan sejak lama. Beruntung, kampus UMM selalu memberikan dukungan baik dari segi material maupun moral. Mereka juga dibimbing oleh dosen pembina yang mumpuni di LSO Surya team. “Setelah diumumkan bahwa kami melaju ke babak final, kami segera membuat maket berukuran tiga meer yang masing-masing digunakan untuk latihan dan lomba. Inovasi terbaru yang kami tawarkan yakni dengan tema back to basic. Artinya mengambil sesuatu yang simpel dan menggunakan jembatan yang sederhana. Sebab jembatan sederhana akan lebih mudah untuk diaplikasikan ke dunia nyata dibandingkan desain yang rumit. Salah satunya dengan konfigurasi Warren Truss dengan sudut 45° yang membentuk melengkung,” katanya. Ia merasa beruntung selama mengikuti perlombaan tidak ada kendala yang sulit. Hanya masalah warna maket yang harus diperbaiki karena proses cetaknya menggunakan laser 3D dan beberapa lainnya. “Dari segala kendala tersebut, saya beruntung bisa difasilitasi dengan baik di UMM dalam berproses, terutama terkait pendanaan. Meskipun UMM sibuk dengan berbagai agenda nasional dan internasional seperti Muktamar maupun ISS, namun masih bisa membagi fokusnya untuk mahasiswanya yang sedang berlomba,” katanya mengakhiri. (ros/wil)

Cetak Guru Kompeten untuk Indonesia Emas 2045, Ini Inovasi PPG UMM

Mencetak guru profesional yang berkomitmen mendidik anak negeri bukan perkara mudah. Namun segala upaya dilakukan demi kemajuan bangsa. Termasuk usaha Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang senantiasa berinovasi agar dapat melahirkan pendidik berhati mulia nan profesional. Diawali dengan orientasi akademik bagi mahasiswa pra jabatan PPG pada 9 Desember lalu di Grand Mercure, Malang. Disampaikan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM Dr. Trisakti Handayani, MM., inovasi yang ditelurkan PPG UMM berbeda-beda tiap angkatan. Beberapa tahun lalu pihaknya mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pembeljaran berbasis virtual reality. Adapula dengan menyusun buku antologi ber-ISBN tentang pengalaman mengajar di berbagai daerah oleh para guru. “Kita selalu mencoba mendorong mahasiswa untuk mencapai potensi yang dimiliki, khusunya dalam bidang pendidikan. Kami juga terus berupaya meningkatkan pemahaman mereka terkait pembelajaran digital. Bahkan kami mengundang sederet ahli untuk menjelaskan bagaimana menyusun strategi pendidikan berbasis digital,” tegasnya. Trisakti, sapaan akrabnya mengatakan bahwa inovasi-inovasi tersebut membuahkan hasil yang baik. Pada 2022, persentase kelulusan mahasiswa UMM di Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Guru (UKMPPG) dirasa tinggi. Untuk PPG pra jabatan, tingkat kelulusannya mencapai 100%, sementara PPG Kemdikbudristek dalam jabatan (daljab) mencapai lebih dari 83 persen. Terakhir, tingkat kelulusan PPG daljab Kemenag berada di angka lebih dari 92%. Inovasi-inovasi itu juga sesuai dengan visi UMM yang bertujuan melahirkan generasi muda dengan skill-skill masa depan. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan bahwa guru tidak hanya menjadi pengajar, tapi juga pendidik. Jika pengajar bertugas untuk transfer ilmu, berbeda dengan pendidik yang mentransfer nilai. “Pendidikan hakikatnya adalah untuk membentuk kepribadian seseorang. Maka saudara harus bisa mnejadi pendidik yang andal. Apalagi di peran guru dalam dinamika masyarakat kini semakin terkikis,”jelasnya. Fauzan juga mengingatkan bahwa guru harus bsia menciptakan kelas yang ideal. Bukan malah membuat suasana tegang dan membosankan. Menurutnya, pendidikan sekarang tidak bisa dilakukan secara konvensional. Maka, skill-skill digital masa depan juga harus dikuasai oleh guru. Pun dengan membangun pola komunikasi yang asah dan asuh serta menyenangkan. Banyak peserta yang mengapresiasi kualitas PPG UMM. Salah satunya Rahmawati Nisa. Perempuan asal Trenggalek itu menilai bahwa Kampus Putih selalu mendampingi mahasiswa PPG dengan baik. Sehingga ia merasa diperhatikan dan ditunjukkan bagaimana menjadi pendidik yang profesional. “Tidak semua orang punya kesempatan untuk ikut di PPG, maka saya akn senantiasa memanfaatkannya dnegan baik. Ini adalah kesempatan emas sebagai jalan untuk mendidik anak bangsa dan memajukan Indonesia,” pungkas Nisa. (wil)