Rektor ITB Ahmad Dahlan dan Akademisi UMY Kupas Buku Connected Leadership

Seorang pemimpin yang baik tak hanya mampu membawa perubahan dan menjadi eksekutor saja, tetapi juga dapat terhubung dengan para anggotanya. Salah satu caranya adalah dengan mendengarkan isi hati para anggota serta membaur. Begitulah kata pembuka dari Rektor Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Dr. Mukhaer Pakkanna, SE., MM. dalam acara bedah buku Connected Leadership. Bedah buku karya Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Nazaruddin Malik, SE., M.Si. ini diselenggarakan pada Sabtu (19/11) di Muktamar Fair De Tjolomadoe. Lebih lanjut, Mukhaer mengatakan bahwa ada beberapa ciri pemimpin yang baik menurut buku Connected Leadership. Di antaranya sanggup mendengarkan anggota dan tidak langsung mendoktrin, mempelajari permasalahan, serta memberikan solusi yang tepat. Hal-hal yang dituliskan dalam buku tersebut juga sesuai dengan bagaimana Rasulullah memimpin seperti penerapan sifat sidik, amanah, tabligh, fatonah, dan juga istiqomah. “Jadi meskipun buku ini mengambil konsep barat, namun masih bisa diterapkan di negara timur seperti Indonesia. Buku ini juga menjelaskan kepemimpinan yang ideal adalah kepemimpinan yang berjejaring, guyup rukun, serta mengutamakan kebersamaan. Menurut saya, buku berhalaman 134 lembar ini mampu menyajikan bagaimana seharusnya seorang pemimpin bertindak. Kalimat yang digunakan sangat komunikatif dan mudah dicerna,” kata Mukhaer. Senada dengan Mukhaer, Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dyah Pikanthi Diwanti SE., MM. mengatakan bahwa dalam kepemimpinan yang tekoneksi, ada beragam jaringan yang terhubung. Masing-masing jaringan juga memiliki ciri khas yang berbeda. Hal itu sesuai dengan kemauan dan kemampuan masing-masing anggota. Menurutnya, buku ini dapat digunakan sebagai dasar pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) serta cara memanajemen SDM tersebut. “Pada awal-awal halaman, buku ini menjelaskan tentang beragam fakta yang ada di masyarakat. Penyampaian fakta tersebut juga diiringi dengan penyampaian berbagai mitos tentang kepemimpinan. Uniknya puncak pada buku ini tidak terdapat pada akhir bab namun pada bab sembilan, di mana pada bab ini membahas tentang bagaimana sebuah kepemimpinan dapat membawa perubahan,” ujar dosen Program Studi Ekonomi Syariah itu. Terkait kesannya terhadap buku ini, Dyah menjelaskan bahwa cara penyampaian buku ini sangat sederhana. Meski poin-poinnya disampaikan dengan tegas, namun tetap relevan dengan perkembangan zaman. Menurut Dyah, dalam buku tersebut Nazaruddin ingin menyampaikan tentang bagaimana seharusnya pengembangan kepemimpinan. “Dalam kepemimpnan yang terkoneksi, akan muncul gagasan-gagasan baru dari para anggota. Cara ini juga mampu menumbuhkan kepercayaan dan juga kinerja anggota. Jadi, hubungan pimpinan dan anggota tidak hanya terbatas dalam hubungan formal saja tetapi juga membangun komunikasi dan kolaborasi. Harapannya buku ini tidak berhenti sampai sini saja tetapi terus berlanjut sampai edisi-edisi selanjutnya,” ungkap pembina ruang imajinasi sastra UMY itu mengakhiri. (syi/wil)
Qatar Tuan Rumah Piala Dunia 2022, Begini Kata Dosen Ekonomi UMM

Dari segi ekonomi tidak ada hal yang menarik dengan terpilihnya Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Hal tersebut diungkapkan oleh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Yunan Syaifullah, SE., M.Sc. Menurutnya, tanpa adanya gelaran Piala Dunia 2022, Qatar sudah menjadi pelaku ekonomi besar di wilayah Timur Tengah. Dimana Qatar merupakan salah satu negara terkaya sebagai produsen minyak dunia. Selain itu Qatar juga memiliki pertumbuhan ekonomi 6,3 % dan Gross Domestic Product (GDP) mencapai 176 miliar dollar AS. Yunan kembali menjelaskan jika dilihat secara teori pembangunan, keputusan Qatar sebagi tuan rumah perhelatan sepak bola yang diadakan setiap empat tahun sekali ini disebut teori terbalik. Jika dahulu negara besar yang mendominasi perekonomi dunia seperti Amerika Serikat dan Eropa, tapi hari ini ada tren atau kecendrungan bahwa negara-negara yang tidak diperhitungkan bisa menjadi pemain. “Pada dasarnya setiap negara yang menjadi tuan rumah dalam Piala dunia, akan mengalami pola yang sama dari sektor ekonomi. Di antaranya seperti peningkatan pendapatan di industri travelling baik dari transportasi maupun perhotelan. Pun dengan potensi terbukanya pasar baru di bidang merch atau brand global seperti Adidas, Nike, Puma dan lainnya,” ungkap Yunan. Faktanya, Qatar menjadi negara yang menggelontorkan dana paling besar sepanjang sejarah Piala Dunia, yakni senilai 200 Miliar dollar AS. Biaya yang fantastis itu merupakan bentuk harga diri bagi Qatar sebagai bentuk eksistensi negara penetrasi ekonomi. Selain itu juga sebagai pembuktian antitesa teori-teori pembangunan yang telah dibahas sebelumnya, bahwa negara-negara yang dianggap kecil juga bisa ikut andil dalam ekonomi dunia. “Jika dilihat dari teori rasionalitas eknomi, banyaknya dana yang dikeluarkan Qatar di Piala Dunia itu berdasarkan pada ego dan kepentingan. Dalam hal ini, Qatar sebagai pelaku ekonomi tidak hanya memiliki tujuan di aspek ekonomi saja, tapi juga beriringan dengan kepentingan-keptingan lain seperti politik,” terang Yunan. Menurut Yunan, ajang ini menjadi kesempatan bagi negara-negara untuk membktikan kekuatannya, termasuk negara-negara yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Apalagi melihat ada sederet negara besar yang gagal melaju ke putaran final Piala Dunia. Hal itu dikarenakan munculnya kejutan dari negara yang tidak memiliki tradisi sepakbola. “Ini bisa mnejadi peluang bagi mereka untuk menunjukkan bahwa setiap negara memiliki potensi dan aktor,” katanya mengakhiri. (zak/wil)
RBC UMM Kaji Respons Muhammadiyah di Tahun Politik 2024

Dalam rangka menyongsong tahun politik pada 2024, Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Abdul Malik Fadjar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendorong Muhammadiyah mengedepankan politik gagasan. Dengan demikian, Muhammadiyah sebagai bagian dari rekan kritis pemerintah perlu membicarakan isu-isu strategis. Direktur Eksekutif RBC UMM, Subhan Setowara menilai bahwa Muhammadiyah harus memerankan fungsinya sebagai penengah antara penguasa dan rakyat. Hal itu tidak lepas dari kerja yang selama diupayakan Muhammadiyah yakni kerja pembangunan peradaban manusia. “Kerja inilah yang sebenarnya dibutuhkan oleh bangsa Indonesia. Karena itu, Muhammadiyah turut serta menjawab masalah-masalah kekinian, seperti resesi global, krisis pangan, dan ikhtiar memajukan ekonomi rakyat. Itulah politik yang sebenarnya bagi Muhammadiyah,” tegasnya. Di sisi lainnya, Neni Nur Hayati, Direktur Eksekutif Democracy and Electoral Empowerment Partnership menyatakan bahwa pemilu serentak 2024 harus dijadikan tonggak perbaikan secara substansial. Tidak sekadar menjadi ajang demokrasi prosedural yang konstelatif. “Ini harus menjadi momentum transformasi demokrasi untuk membangun politik yang semakin beretika, beradab, dan bermoral, tuturnya. Menurutnya, Muhammadiyah perlu tetap konsisten menjaga moral bangsa melalui peran-peran kenegarawanan. Peran Muhammadiyah bisa dijalankan melalui upaya mendorong kader-kader terbaik Muhammadiyah untuk ikut terlibat aktif dalam politik. Sebab, hal itu merupakan bagian dari misi amar ma’ruf nahi munkar. Distribusi kader-kader Muhammadiyah yang unggul dan memiliki passion politik diharapkan bisa menjadi penyeimbang dari gerakan-gerakan negatif. Utamanya di tahun-tahun politik. “Tahun politik pada 2024 diprediksi sarat masalah seperti politik uang, korupsi politik, politik identitas, hoaks, dan berbagai persoalan lainnya,” terangnya. Kendati demikian, untuk bisa mendistribusikan kader-kader terbaik Muhammadiyah harus bekerja keras. Muhammadiyah perlu mempersiapkan kader terbaiknya termasuk juga kader perempuanyang memiliki kapasitas, kapabilitas dan kualitas yang mumpuni untuk dihibahkan kepada bangsa melalui partai politik atau maju sebagai calon perseorangan. Hal yang sama juga diutarakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiah (PPNA), Diyah Puspitasari pada sesi diskus. Posisi Muhammadiyah yang non-partisan harusnya bukan menjadi garis demarkasi yang timpang dengan politik. Perlu ada penyesuaian yang adaptif dan solutif dengan kondisi untuk mempersiapkan kader terbaik Muhammadiyah menjadi kader bangsa. (wil)
Baru Diresmikan, Marching Band UMM Ramaikan Manahan

Selain Sky Show, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga menampilkan marching band untuk menghibur para peserta dan penggembira di Pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-48. Berlangsung pada 20 November 2022, tim UMM membawakan beberapa lagu dengan instrumen serta formasi yang menarik di Stadion Manahan, Solo. Tidak sendiri, penampilan ini juga berkolaborasi dengan dua universitas Muhammadiyah lain. Salah satu anggota marching band UMM Navisha Narenda mengatakan bahwa mereka sering melakukan latihan gabungan. Terhitung ada tiga latihan gabungan yang dilaksanakan di Solo dan Yogyakarta. Hal itu untuk meningkatkan kekompakan, apalagi penampilan ini merupakan hasil kolaborasi. “Saya sangat bangga bisa tampil di panggung besar dan disaksikan Presiden Indonesia, Ketua PP Muhammadiyah, Aisyiyah, warga warga Muhammadiyah di seluruh dunia. Meski sempat grogi, tapi alhamdulillah karena dukungan banyak pihak, penampilan kami memuaskan,” kata perempuan yang menjadi field commander UMM tersebut. Navisha, sapaan akrabnya juga bersyukur pilihannya untuk menimba ilmu di UMM tidak sia-sia. Selain kurikulum dan perkuliahannya berkualitas, Kampus Putih juga menyediakan kegiatan mahasiswa untuk mewadahi potensi-potensi mahasiswanya. Salah satunya dia dan bakatnya di marchng band. Di sisi lain, Frendy Aru Fantiro, M.Pd. selaku pembina UKM marching band UMM mengungkapkan kebanggaannya terkait keikutsertaan UMM dalam pembukaan Muktamar ke 48. Ia bersyukur karena mahasiswa-mahasiswanya diberi kepercayan dan kesempatan tampil di hadapan jutaan warga Muhammadiyah. “Meski UKM ini baru diresmikan, namun kualitas dan upaya yang dilakukan begitu baik. Teman-teman mahasiswa sangat serius dalam mempersiapkan segalanya. Dibentuk pada 2018, marchign UMM sempat vakum dua tahun karena pandemi dna akhirnya diresmikan pada 2022 ini,” jelas dosen asal Malang itu. Lebih lanjut, Frendy sapaannya berharap penampilan timnya di Muktamar makin mengenalkan UKM marching band di mata masyarakat. Bahkan ia juga mendorong mahasiswa binaannya untuk lebih berprestasi. Baik itu dengan tampi di ajang bergengsi atau memenangkan kompetisi. “Ini merupakan suatu awal yang bagus. Kedepannya UKM marching band siap untuk mendulang berbagai prestasi, mulai dari tingkat nasional hingga internasional,” pungkasnya. (syi/wil)
Sky Show UMM Meriahkan Pembukaan Muktamar Muhammadiyah 48

Dibuka langsung oleh Presiden Indonesia Joko Widodo, Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta berlangsung megah. Apalagi dengan sederet penampilan Sky Show yang dipersembahkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 19 November 2022 lalu. Mulai dari penerjun pembawa bendera hingga atraksi pesawat Cessna milik UKM Biru Flying Club UMM. Penampilan tersebut merupakan inisiasi Kampus Putih UMM yang menggaet Brimob Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Ada sepuluh penerjun senior yang membawa sepuluh bendera. Di antaranya bendera merah putih, Muhammadiyah, Aisyiyah, logo Muktamar, foto KH. Ahmad Dahlan, Nyai Walidah dan sederet lainnya. Koordinator atraksi, M. Isnaini menjelaskan bahwa persiapan tim sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Pada pembukaan itu, para penerjun turun dari dua helikopter di atas Stadion Manahan, Solo. Kemudian menyapa para peserta dan penggembira agenda lima tahunan tersebut. Adapun usai mendarat, kesepuluh bendera tersebut diserahkan ke pimpinan pusat Muhammadiyah yang diwakili oleh Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Kemudian disusul dengan pesawat Cessna UKM Biru Flying Club yang melakukan flying pass di atas geora manahan dan Solo Raya. Tidak sampai di situ saja, muncul atraksi dua pesawat micro light yang disiapkan. Pesawat pertama mengibarkan banner bertuliskan Selamat Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48. Sementara yang kedua membawa banner bertuliskan Memajukan Indonesia, Mencerahkan Bangsa. “Ini menjadi upaya kami untuk memberikan suasana baru di gelaran Muktamar. Apalagi ini menjadi agenda penting, khususnya bagi warga Muhammadiyah,” kata pria asal Lombok tersebut. Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh warga Muhammadiyah yang hadir. Salah satunya anggota Aisyiyah dari Sorong Papua Barat, Saidah. Ia sangat takjub dengan atraksi pesawat dan tim terjun yang disajikan. “Hiburan yang luar biasa bagi peserta dan penggembira. Apalagi saya jauh-jauh datang ke Solo dari papua barat. Sempat khawatir penerjunnya kenapa-kenapa, tapi alhamdulillah semuanya mendarat dengan baik,” katanya. Idah, sapaan akrabnya juga mengapresiasi tim pesawat UMM yang melakukan manuver beberapa kali. Bahkan teman-temannya juga memuji tiga pesawat yang terdiri dari Cessna dan micro light. “Senang sekali bisa hadir di agenda besar Muhammadiyah. Semoga di Muktamar ke-48 terpilih para pemimpin unggul yang mampu memajukan Indonesia dan mencerahkan semesta,” harap Idah. (wil)
UMM Kaji Gagasan Malik Fadjar di Muktamar Muhammadiyah 48

Semarak Muktamar Muhammadiyah ke-48 terasa di berbagai aspek. Salah satunya di aspek literasi seperti yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada 17 November 2022 lalu. Melalui Rumah Baca Cerdas (RBC), UMM mengadakan bedah dan melaunching buku terbaru tentang Malik Fadjar yakni “Gagasan Progresif Abdul Malik Fadjar”. Hadir sebagai pembedah Abd. Rohim Ghazali selaku Direktur Eksekutif Maarif Institute dan Moh, Mudzakkir, Ph.D. selaku aktivis muda Muhammadiyah. Pembahasan menarik disampaikan Rohim, sapaan akrabnya, dengan membandingkan sosok Malik Fadjar dengan Buya Syafii Maarif. Menurutnya, kedua tokoh Muhammadiyah ini memiliki persamaan yang sangat kentara yakni dari sama-sama aktivis. Bukan sekadar aktivis tapi intelektual aktivis yang memiliki gagasan cemerlang serta terlibat dalam kehidupan sosial masyarakat. Meski sama-sama aktivis intelektual, namun mereka mempunyai perbedaan dalam bergerak. Malik Fadjar yang langsung masuk ke birokrasi dengan mnejadi dirjen hingga menteri. Sementara Buya yang tidak masuk birokrasi dan membuatnya sangat independen. “Bukan berarti Pak Malik tidak independen. Terbukti dari inovasi dan perubahan struktural. Pak Malik menjadi sosok yang menggerakkan, bukan malah diatur oleh birokrasi. Berbeda dengan sekarang, banyak orang yang malah diatur birokrasi dan masuk di lingkarannya,” tegasnya. Malik Fadjar juga dinilai memiliki pemikiran keagamaan yang inklusif dan substansial. Ia sangat mempertimbangkan isi ketimbang cangkangnya. Lebih mementingkan nilai di dalamnya daripada bentuk formalnya. Terlihat dari dukungannya akan kebijakan lulusan pesantren yang bisa masuk ke berbagai perguruan tinggi, tidak terbatas di kampus islam tapi juga umum. Maka menurutnya, buku Gagasan Progresif Abdul Malik Fadjar menjadi buku yang menarik untuk dibaca dan didiskusikan. Sementara itu, Mudzakkir mengatakan bahwa ada lima bab yang tertuang dalam buku tersebut. Satu bab membingkai mengenai Malik Fadjar dan empat lainnya mengkaji spirit dari gagasan-gagasan progresifnya. Menurutnya, tak lengkap jika membaca buku tanpa mengetahui latar belakang seorang Malik Fadjar, ayah dan ibunya, hingga pendidikannya. Ayahnya merupakan seorang guru yang mengajar di sederet sekolah di daerah-daerah seperti Purworejo, Kulonprogo, Borobudur. “Kemudian ia bertemu dengan ibu Malik Fadjar di keraton. Menariknya, ibu beliau merupakan murid langsung dari Kyai Dahlan,” tuturnya. Adapun Malik Fadjar juga masuk di pendidikan guru agama dan dikirim ke Taliwang, Sumbawa. Ia turut mendirikan institusi pendidikan Muhammadiyah di sana. Mudzakkir juga menyebut bahwa Malik Fadjar baru masuk perkuliahan di usianya yang ke-23 dan lulus di umur 30 tahun. Malik juga aktif di organisasi dan memberikan gagasan-gagasannya. Hingga mampu terbang ke Florida State University untuk mengenyam pendidikan magister dan kemudian menjadi dirjen serta menteri. “Maka buku ini akan menjabarkan gagasan-gagasan menarik dari beliau. Dari situlah kita juga bisa menjaga spirit Abdul Malik Fadjar dengan baik,” katanya. Peluncuran dan bedah buku tersebut juga dihadrii oleh sederet intelektual muda Muhammadiyah seperti Hasnan Bachtiar, Hamzan Fansuri, Andar Nubowo, Fitrah Hamdani, Zaki Faddad, Jumaldi Affi, Ahmad Fuad Fanani, Maharina Novi, Fauzia Mona Atalina, nafik Muthohirin hingga Rahmat Rusma. Beberapa di antaranya merupakan kandidat doktor di kampus-kampus besar luar negeri. (wil)
Bazaar UMM di Muktamar Muhammadiyah: Ajak Pengunjung Kenali Diri dan Mencoba Teknologi Terbaru

Peserta dan penggembira Muktamar Muhammadiyah telah memadari kota Solo. Pun dengan sekolah dan perguruan yang turut datang meramaikan di berbagai agenda. Tak mau ketinggalan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut hadir menyemarakkan bazar muktamar di De’ Tjolomadoe. Digelar mulai tanggal 17-21 November, bazar ini memuat beragam hal seperti tes minat bakat, pameran karya unggulan para dosen, metaverse, serta beberapa buku biografi pemikiran Abdul Malik Fadjar. Koordinator bazar UMM, Maharina Novia Zahro, S.Ikom. menjelaskan bahwa muktamar tahun ini merupakan sebuah kesempatan untuk berjejaring dengan berbagai golongan masyarakat. Apalagi sebelumnya sempat vakum akibat Covid-19. Dalam rangka meramaikan bazar, UMM membawa beragam produk penelitian dosen. Produk-produk tersebut meliputi salep untuk penyakit matitis, pupuk organik, probiotik ternak, serta teh mawar ber-antioksidan. Selain itu UMM juga bekerjasama dengan Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute Malik Fadjar untuk menyediakan beragam buku terkait pemikiran di balik sosok Malik Fadjar. “Produk dosen yang kami pilih untuk bazar ini merupakan hasil penelitian unggulan. Namun, dalam pengembangannya produk ini dapat menjadi produk layak jual dan membantu permasalahan di masyarakat, ” ujar Kepala Urusan Layanan Informasi Publik tersebut. Lebih lanjut, Rina sapaannya, mengatakan bahwa selain memajang produk unggulan, pihaknya juga mengadakan tes minat dan bakat yang gratis dan terbuka untuk umum. Meskipun dibuka untuk umum, namun sasaran utamanya adalah para siswa kelas 12 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Sekaligus memberikan pengenalan terkait kelas unggulan Center Of Excellent (CoE). “Beberapa siswa kelas 12 SMA biasanya masih bingung akan potensi yang dimiliki. Oleh karenanya, kami memberikan tes ini agar mereka dapat mengenali potensi dan bakat yang mungkin terpendam. Semoga apa yang kami bawa memberikan manfaat dan menarik minat pengunjung,” ungkap Rina. Di sisi lain, salah seorang pengunjung, Varius Salsabila Mandrapaing bercerita bahwa pengalamannya berkunjung ke stand UMM sangat menyenangkan. Tes minat bakat yang ia peroleh membantunya untuk menentukan jurusan kuliah. Siswi kelas 12 ini juga merasa hasil tes tersebut sesuai dengan kepribadian yang ia miliki. “Untuk metaverse-nya keren banget. Saya bisa terbang dan jatuh dari ketinggian padahal saya diam di tempat. Ini merupakan pengalaman yang menyenangkan bagi saya karena dapat mencoba teknologi terbaru. Saya juga tertarik untuk mendaftar ke Kampus Ptutih U
UMM Pamerkan Robot hingga Metaverse di MITE Muktamar Muhammadiyah

Kemeriahan Muktamar Muhammadiyah di Surakarta mulai terasa. Salah satunya di ajang Muhammadiyah Innovation and Technology Expo yang mulai dibuka sejak 17 November 2022 di De Tjolomadoe, Surakarta. Tak ketinggal tim Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang memamerkan berbagai temuan dan inovasi terbaru. Mulai dari robot SAR, ecoprint, hingga Metaverse UMM. Ketua tim MITE UMM Amrul Faruq, M.Eng. menjelaskan bahwa pengunjung bisa merasakan asyiknya berinteraksi di duni metaverse buatan tim Kampus Putih. Bahkan bisa bermain bersama mahasiswa UMM yang berada di Malang. Selain itu, ia juga menilai bahwa inovasi ini bisa digunakan sebgaai alternatif tempat meeting atau berdiskusi. Faruq, sapaan akrabnya juga menjelaskan terkait robot SAR yang beberapa kali memenangkan lomba dan penghargaan. Robot tersebut nyatanya bisa mengevakuasi korban kebakaran, mendeteksi api, hingga memadamkannya. Meski begitu, ia merasa perlu adanya banyk kolaborasi agar robot ini bisa dikembangkan di berbagai aspek. Misalnya saja membangun robor yang bisa mendeteksi gempa, menyelamatkan korban, dan hal-hal menarik lainnya. “Tidak hanya itu, kami juga menyediakan sederet inovasi lain bagi pengunjung. Seperti pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Pria asal Sidoarjo ini menilai tenaga yang dihasilkan PLTMH sangat mencukupi, apalagi jika suatu daerah memiliki sungai dengan aliran sungai yang tepat,” katanya. Pun dengan PLTS yang terus dikembangkan. Bahkan kini UMM tengah mengembangkan halte bus berbasis PLTS yang sumber listrikny berasal dari surya. Bahkan disediakan colokan yang dapat mengisi baterai berbagai gawai sembari menunggu bus datang. “Tentu ke depan akan banyak peluang dan inovasi yang dapat kami hasilkan. Namun saya rasa kolaborasi menjadi poin penting untuk mempercepat dan inovasi ini,” tuturmya. Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta dan penggembira di MITE Muktamar Muhammadiyah 48. Salah satunya Citra Anjani. Ia sangat takjub saat mencoba metaverse. Apalagi ini pertama kali ia menjajal teknologi yang sering dielu-elukan. “Memang saya sering tahu dari Youtube dan media sosial lain, tapi belum pernah mencoba. Makanya, saya langsung mau ketika UMM buka kesempatan buat merasakan bagaimana rasanya di dunia metaverse. Apalagi kita bisa mencoba beberapa dunia seperti mobil terbang, di tengah kota, dan lainnya,” tambahnya. Citra, sapaan akrabnya juga menilai bahwa sumber daya manusia (SDM) harus siap memghadapi perkembangan teknologi yang pesat. Harus berani dan berkeinginan untuk terus belajar dan maju. Dengan begitu, akan lahir SDM yang andal dan mumpuni di masa depan. Menariknya, UMM juga telah menyediakan program untuk mencapai tujuan itu yakni Center for Future of Work (CFW) dan Center of Work (CoE). Dua program andalan Kampus Putih itu memang bertujun untuk melahirkan SDM terbaik dan siap menghadapi perubahan zaman. (wil)
Lecture Series UMM Kupas Makna Manusia dan Identitas Pekerja Migran

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendirian dan saling membutuhkan satu sama lain. Maka, sederet pertanyaan diberikan oleh Yoji Sato selaku Ketua Eurasia Foundations dalam Perkuliah Lecture Series. Ia menanyakan apa yang menjadi tujuan akhir sebagai manusia, kemana arah tujuan, dan siapa manusia sebenarnya. Adapun agenda ini diselenggarakan oleh Pusat Studi Asia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Eurasia pada Oktober-November 2022. Dijelaskan Sato, Eurasia Foundations memiliki tujuan memberikan kontribusi dalam menghapus pertikaian di dunia untuk tercapainya kedamaian di bumi. Untuk menggapi tujuan tersebut, Eurasia berupaya mengadakan perkuliahan di berbagai universitas di kawasan Asia dan Eropa. Harapannya, dengan adanya perkuliahan di berbagai kampus di banyak negara, mahasiswa dapat bertukar pikiran tentang sejarah dunia, budaya, agama, politik, ekonomi, dan lainnya. “Penyelenggaraan kegiatan ini sudah berlangsung sejak tahun 2010 hingga saat ini. Secara posisi Eurasia tidak berpihak kepada siapapun atau netral dan terbuka bagi semua perguruan tinggi yang ingin berpartisipasi,” jelas pria asal Jepang ini. Lebih lanjut ia menjelaskan, pada dasarnya manusia mengajarkan kebenaran mutlak abadi. Manusia mencari keutuhan dengan konsekuensi ilmu pengetahuan tanpa batas dan dunia tanpa pertikaian. Ia percaya bahwa agama dan mekanisme kuantum adalah yang terdekat untuk menggapai keutuhan abadi. Menurutnya, ada jalan untuk mencapai keutuhan abadi dengan mengeksplorasi empat aspek yaitu ego, manusia, hidup dan substansi utama. Selain itu, menurutnya manusia terbentuk karena kebiasaan dan lingkungan. Ia bercerita pada abad ke 12, Raja Friedrich II melakukan percobaan kepada dua anak. Anak pertama tumbuh di lingkungan yang mendukung, baik makanan hingga tempat bermain. Sedangkan anak kedua tumbuh di lingkungan kumuh. Hasilnya, anak yang tumbuh berkecukupan menjadi sangat pintar tetapi secara mental bergantung pada orang lain. Sementara anak yang tumbuh di lingkungan kumuh dan tanpa tidak peduli dengan kehidupan orang lain, tetapi secara mental terbentuk dan bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. “Adapun menurut saya fisik manusia adalah hardware, sedangkan ego dan cara berpikir adalah software yang berjalan dalam tubuh. Dan lingkungan membentuk ego softwarenya,” imbuhnya. Pada kesempatan yang sama, Gonda Yumitro, MA. Ph.D. sebagai pembicara mengangkat tema Migrant Workers, National Identity, and Citizenship Asian Exp. Ia menjelaskan bahwa globalisasi adalah pintu awal menyebarnya pekerja migran, terutama dari Asia Tenggara. Menurutnya, banyak isu berkembang, mulai dari rasisme hingga perbudakan. Isu tersebut banyak terdengar dari negara-negara jazirah Arab. Apalagi didukung dengan sistem kafala yang sangat merugikan pekerja migran. Misalnya saja passport atau gaji yang tidak di tangan mereka tetapi dipegang oleh majikannya. Para tenaga kerja juga akan berkumpul jadi satu dengan negara asalnya. Hal itu menciptakan identitas nasiaonal yang memunculkan banyk perpektif bagi negara yang didatangi. Salah satu contohnya yakni India yang menyebar di seluruh dunia. Mereka bahkan mampu berkembang dengan pesat. Terbaru, Rishi Sunak berhasil menjadi Perdana Menteri Inggris. Hal tersebut didukung dengan keinginan belajar orang India yang kuat. “Hal ini berbeda dengan tenga kerja dari Indonesia yang hanya dilatih skill fisik saja. Tetapi dari segi bahasa dan ilmu pengetahuan berbeda jauh dari negara lain. Hal itulah yang masih menjadi kendala hingga kini,“ kata Gonda. (haq/wil)
Kaji Habbatussauda, Mahasiswa FK UMM Rengkuh Kemenangan di Ajang Esai Nasional

Kabar membanggakan datang dari tim mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mereka adalah Yasmin Zakiyyatuzzahra dan tim, Zulfia Rahmawati Utami serta Jesica Lucky Mar’atus Sholiha yang sukses meraih juara 3 Esai Ilmiah pada ajang 2nd Jember Dentistry Festival, Jember, pada awal November ini. Ketiganya mengangat tema pengobatan herbal dalam perspektif agama. Fokusnya yakni efektivitas pemebrian habbatussauda dalam pengobatan pasien diabetes mellitus tipe 2. Selain itu juga mengkaji pandangan Islam tentang habbatussauda sebagai obat herbal. Adapun habbatussauda merupakan salah satu tanaman herbal paling terkenal di Indonesia. Bahkan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya penunjang terapi diabetes mellitus tipe 2. Di Indonesia, diabetes mellitus yang merupakan penyakit tidak menular nomor 3 yang paling banyak diderita dengan jumlah pengidap sebanyak 19,47 juta. Dengan jumlah penduduk sebesar 179,72 juta, berarti prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10,6%. “Maka kami mencoba memberikan inovasi dan meneliti hal yang menunjang untuk terapi penyakit ini, salah satunya yakni melalui tanaman herbal. Di samping itu, diriwayatkan dalam sebuah hadist riwayat Bukhari bahwa habbatussauda dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit sejak zaman Rasulullah,” tambah Yasmin. Ia menjelaskan bahwa mereka sudah bersiap diri dari jauh-jauh hari. Beberapa langkahnya yakni menentukan tema, mencari literatur, kemudian juga menyusun kerangka esai. Pun dengan melatih public speaking dan presentasi. Mereka merasa beruntung karena pihak Kampus UMM selalu mendukung potensi mahasiswanya dengan membentuk LSO maupun unit kegiatan mahasiswa (UKM). Misalnya saja UKM Forum Diskusi Ilmiah yang sering melahirkan mahasiswa berprestasi. Mereka juga bersyukur bisa turut serta dalam ajang tersebut karena bisa mengenal banyak teman. Dengan begitu, banyak ide dan insight baru yang bisa dikembangkan ketika kembali ke kampus. Apalagi ini perlombaan pertama bagi mereka dan bangga dengan hasil yang diraih. “Saya rasa kemenangan kami ini bukan hanya menjadi pelecut bagi saya dan tim, tapi juga harus menjadi motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya untuk turut berkontr