UMM Siapkan CoE Keamanan Digital dan Jadi Kampus Pertama Terdaftar di CSIRT BSSN

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berkomitmen menjadi kampus berkualitas dan memberi pelayanan terbaik. Komitmen tersebut dibuktikan dengan terdaftarnya Computer Security Incident Response Team (CSIRT) milik UMM ke dalam Nasional CSIRT di Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Senin (12/10) lalu. Kedatangan BSSN ini juga untuk mendukung pengembangan Center of Excellence (CoE) UMM, utamanya di bidang keamanan digital. Giyanto Awan Sularso selaku Direktur Kamsibersan Pembangunan Manusia menyampaiakan apresiasi karena CSIRT UMM telah terdaftar di nasional CSIRT di BSSN. Ia menggambarakan betapa pedulinya UMM terhadap keamanan siber. Selain itu, Kampus Putih juga merupakan perguruan tinggi pertama yang terdaftar di nasional CSIRT. “Dengan adanya kerjasama semacam ini, tentu akan meningkatkan riset keamanan siber dari pihak pemerintah dan lembaga pendidikan. Saya yakin UMM memiliki keunggulan sumber daya manusia. Pun dengan insfrastruktur yang dirasa baik dan sangat mendukung keamanan siber. Apalagi dengan adanya program CoE. Tentu kami akan mendukung pengembangan inovasi ini” tegasnya. Giyanto, sapaan akrabnya berharap kerjasama dengan UMM ini bisa menjadi awal langkah untuk menggaet perguruan tinggi lainnya. Sebab keamanan siber di sektor pendidikan sangat rawan, terutama data strategis. Selain itu, ia berharap riset dari perguruan tinggi bisa menghasilkan teknologi keamanan yang lebih baik dan mumpuni. “Mudah-mudahan dengan adannya nasional CSIRT bisa memberikan ekosistem keamanan siber lebih baik, terutama pada sektor pendidikan. Alhamdulillah hal baik tersebut sudah diinisiasi oleh UMM,” ungkapnya. Di sisi lain, Syaifuddin, M.Kom selaku kepala CSIRT UMM memaparkan bahwa keamanan siber UMM tentu tak luput dari serangan. Baik itu serangan internal maupun eksternal. “Kami juga sedang menyiapkan CoE terkait kemanan digital. Apalagi melihat besarnya peluang yang bisa dikerjakan seperti kasus-kasus pencurian data. Hal ini tentu selaras dengan pesatnya perkembangan dunia cyber dan digital,” terangnya. Salah satu upaya yang sudah dilakukan UMM untuk terkait mencegah kebocoran sistem adalah dengan mengadakan kolaborasi antara mahasiswa dan lembaga. Kolaborasi tersebut bertujuan agar mahasiswa bisa memberikan informasi terkait kendala sistem. “Jadi, para mahasiswa yang turut berkolaborasi dengan kami pasti diberi reward larena sudah memberitahu kelemahan yang mungkin luput. Selain itu, kami juga melaksanakan sharing dengan kampus-kampus lain agar menambah wawasan terkait perbaikan sistem,” tambahnya. Dijelaskan Syaifuddin, ada lima langkah yang akan dilakukan CSIRT UMM dan dua diantaranya telah usai dikerjakan. Yakni melakukan next gen firewall serta membuat red team dan blue team. “Langkah ke depan yang akan dilaksanakan oleh CSIRT UMM adalah mengembangkan data center yang bisa dimanfaatkan. Berikutnya yakni mengembangkan security analyst dan ISO 27001,” pungkasnya. (ros/wil)
Bahas Food Waste, Mahasiswa Psikologi UMM Juara Esai Internasional

Mengangkat fenomena permasalahan food waste, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) raih juara esai tingkat internasional. Ketiga mahasiswa UMM tersebut adalah Sayla Salsabila, Ismail Ramadhani dan Audilia Safira dari Fakultas Psikologi yang berhasil meraih juara tiga pada lomba Internasional Scientific Essay Competition 2022. Lomba tersebut diselenggarakan secara daring oleh Universitas Lampung awal Oktober lalu. Adapun tema besar dari lomba tersebut adalah Optimizing the Utilization of Technology to Development Goals dengan tiga kategori didalamnya. Mulai dari bidang education, economic and social culture, bidang food and agriculture dan bidang health and environment. Dari tiga kategori yang disebutkan, tim dari UMM memilih kategori di bidang food and agriculture dengan judul Nutretor: Food Nutrition Detection Technology as Food Waste Global Issues Solution in Realizing SDGs 2030. Sayla sebagai ketua tim mengatakan alasan mengangkat judul tersebut karena fenomena food waste adalah permasalahan yang cukup kompleks. Meski sudah tersedia beberapa solusi, tapi mereka menilai upaya itu belum efektif dalma mengatasinya. “Untuk itu, kami berusaha mencari solusi yang dapat mengatasi permasalahan mendasar dari food waste ini, salah satunya tentang stigma buruk terhadap makanan sisa. Sebetulnya, makanan itu masih sangat layak untuk dikonsumsi. Dengan demikian, kami berharap ide kami mampu mengurangi potensi makanan agar tidak menjadi food waste,” jelas Sayla. Lebih lanjut, mahasiswa kelahiran tahun 2002 itu menjelaskan proses pembuatan esai diawali dengan riset. Kemudian merumuskan ide berdasarkan dasar riset tersebut hingga akhirnya tertuang dalam bentuk tulisan. Selama pembuatan esai, ia merasa proses yang cukup menghambat adalah riset. Apalagi hanya ada segelintir pembahasan mengenai kelayakan makanan. “Meski begitu, sedikitnya literatur ini justru menjadi tantangan bagi kami untuk menelurkan ide yang apik. Kompetisi ini juga levelnya internasional, jadi semua proses lomba dari awal hingga akhir menggunakan bahasa Inggris. Makanya, kami sangat tertantang dengan hal itu mengingart kami juga dari kelas interansional psikologi UMM,” terang mahasiswa asal Nganjuk itu. Mereka bersyukur berada dalam naungan UMM. Apalagi dengan banyaknya unit kegiatan mahasiswa (UKM) yang meningkatkan potensi tiap mahasiswa. Salah satunya UKM Forum Diskusi Ilmiah (FDI) yang mampu melahirkan para periset dan penulis unggul. Banyak dari anggotanya yang sukses merengkuh kemenangan di berbagai kompetisi. “Semoga prestasi ini dapat menjadi pemantik untuk kami dan teman-teman lain agar bisa mencetak prestasi dan mengharumkan nama Kampus Putih. Kami juga ingin menunjukkan bahwa mahasiswa kampus swasta juga bisa berprestasi dan mengalahkan universitas-
Pelatihan Psikososial UMM Cetak Relawan Unggul

Pada pertengahan tahun 2022, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 1.945 bencana alam di Indonesia. Sayangnya, dalam melakukan penanggulangan, masih ada relawan yang kebingungan menentukan keputusan dan juga memberikan dukungan psikososial. Hal tersebut diucapkan oleh Rindya Fery Indrawan, S.Pi., M.P. dalam kegiatan Training of Facilitator (TOF) Psikososial. Adapun pelatihan ini merupakan kolaborasi Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan Muhammadiyah Disaster Manajemen Center (MDMC) Kabupaten Malang pada awal Oktober lalu. Fery, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ada lebih dari 40 peserta dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang turtu serta. Mereka dilatih dengan berbagai materi dan kiat seperti pemahaman tenatng manajemen bencana, basic skill, teknik fasilitasi, psychological first Aid dan lainnya. “Salah satu yang harus dikuasai oleh relawan yakni terakit psikososial. Mereka diharapkan mampu menjadi relawan yang sigap dan memberikan layanan yang prima,” jelasnya. Fery yang juga menjabat sebagai Ketua Maharesigana UMM ini menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas relawan dukungan psikososial. Para relawan diharapkan bisa membuat program sesuai dengan identifikasi kondisi psikologis pada masayarakat terdampak bencana. Sehingga tidak lagi kebingungan memutuskan tindakan. “Semoga dengan adanya TOF Psikososial ini dapat menjawab banyak pertanyaan para relawan dan meningkatkan skill serta pengetahuan para peserta,” tegasnya. Di sisi lain, apresiasi diberikan oleh salah seorang peserta, Wiwik Sulistyaningsih dari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA Jakarta. Ia menilai bahwa klaster psikososial menjadi hal yang peting, maka kegiatan seperti ini merupakan acara yang menarik. Apalagi ia ingin meningkatkan sikap kerelawanan serta ilmu psikososial. “Saya kira Maharesigana cukup baik dalam memfasilitasi para relawan dalam menambah keterampilan. Relawan memang dituntut untuk bisa memahami keadaan dan menimbang segala kemungkinan agar bisa bertindak dengan tepat,” ungkapnya. Selain Wiwik, adapula Aprilia Kristanti, peserta dari TAGANA Dinas Sosial Kabupaten Blitar . Menurutnya, relawan harus terus menambah pengetahuan dan skill psikososial agar tidak sembrono dalam mengahdapi keadaan bencana. Meski alat-alat adalah hal penting, namun pemahaman penggunanya jauh lebih penting. “Pengalaman yang diperoleh di lapangan perlu diimbangi dengan proses pembelajaran, seperti mengikuti pelatihan. Tentu berbagai pengalaman di sini akan saya bagikan ke teman-teman TAGANA lainnya,” pungkas Aprilia. (haq/wil)
HSIC Fikes UMM: Indonesia Bisa Terapkan Artificial Intelegent dalam Kesehatan

Peranan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sangat membantu Rumah Sakit (RS) dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien. Hal tersebut disampaikan oleh dosen Taipei Medical University, Fu-Chih Lai dalam agenda Health Science International Conference. Seminar Internasional yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut diselenggarakan secara daring melalui zoom dan youtube, Rabu (05/10) lalu. Konferensi tersebut diikuti 138 peneliti dan 53 pembicara. Lebih lanjut, Fu-Chih Lai menjelaskan bahwa AI dan perawatan kesehatan di Taiwan telah terintegrasi sejak lama. Alasan utama pengembangan AI kesehatan di Taiwan adalah faktor keamanan dan peningkatan kualitas perawatan di RS. Hal ini juga di dukung oleh program asuransi nasional. Sebanyak 99,9% populasi di Taiwan tergabung dalam asuransi tersebut. Oleh karenanya penggunaan AI akan menyambungkan elemen yang satu dengan elemen yang lain. “Kami menggunakan sebuah sistem kesehatan bernama Electronic Health Record (HER). Ada beberapa keunggulan dari penggunaan sistem HER yaitu dapat menampilkan grafik pasien secara cepat dan akurat, bahkan jika data tersebut telah berusia tahunan. Selain itu, dokter juga dapat memantau pasien tanpa harus berkunjung langsung ke ruang inap. Terakhir HER juga dapat menampilkan tindakan yang harus di lakukan kepada pasien dengan resiko yang kecil,” ungkap Associate Professor, Post-Baccalaureate Program in Nursing tersebut. Terkait pengembangan HER di Taiwan, Fu-Chih Lai menilai bahwa Indonesia juga dapat menerapkan hal yang sama. Penggunaan HER, big data, dan AI telah terbukti efektif dalam peningkatan perawatan dan keselamatan pasien di RS. Tak harus melakukan secara serentak, Indonesia dapat melakukannya setahap demi setahap. “Pengoptimalan AI dalam dunia kesehatan telah kami lakukan sejak bangku perkuliahan dengan mengadakan kelas program AI di universitas kedokteran. Kedepannya, tantangan pengembangan AI tetap akan ada. Oleh karenanya saya berharap Indonesia dapat menghadapi tantangan pengembangan AI kesehatan secara bersama-sama,” kata lulusan Kent State University itu. Di sisi lain, A’liyatur Rosyidah, M.Si. salah satu pemateri menjelaskan tentang teknologi antibiotik terbaru. Seperti yang telah diketahui, antibiotik telah berperan penting untuk mengatasi berbagai penyakit yang berkaitan dengan bakteri. Ragam dan jenis antibiotik juga bermacam-macam sesuai kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Namun kasus terbaru menunjukan adanya sebuah resistensi antibiotik. “Hal ini menyebabkan bakteri tetap berkembang dan menular ke individu lain. Ada beberapa penyebab dari resistensi tersebut yaitu, penyalahgunaan antibiotik dan penggunaan antibiotik yang terlalu sering. WHO dan CDC juga telah menyatakan kekhawatirannya terhadap isu ini. Oleh karenanya pengembangan antimikroba terbaru sedang di lakukan,” ujar Staf Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tersebut mengakhiri. (syi/wil)
FKIP UMM Kukuhkan Dua Guru Besar Baru dan Launching Lima CoE

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berkomitmen dalam memberikan kontribusi keilmuan untuk bangsa. Salah satunya melalui pengukuhan dua guru besar baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Selasa (11/10). Keduanya ialah Prof. Dr. Dwi Priyo Utomo, M.Pd. pada bidang pendidikan matematika dan Prof. Dr. Rr Eko Susetyarini, M.Si. pada bidang biologi reproduksi. Menariknya, nuansa akademik dalam acara itu semakin kental dengan adanya peluncuran lima Center of Excellence (CoE) FKIP UMM. Mulai dari CoE Konsultan Pendidikan dari Prodi PGSD, CoE Media dan Animasi Pendidikan Digital dari Prodi Pendidikan Matematika dan English for Hospitality dari Prodi Pendidikan Bahasa Inggris. Pun dengan CoE Entrepreneur Perbukuan dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, dan CoE Sekolah Wisata Sejarah Digital dari Prodi PPKn. Dalam kesempatan itu, Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa keduanya guru besar itu merupakan pribadi yang memiliki etos tinggi serta kerja keras yang tak kenal lelah. Maka ia mengapresiasi atas capaian tertinggi dalam bidang akademik yang sudah diraih. “Ini membuktikan bahwa keduanya sangat berdedikasi terkait keilmuan yang digeluti,” ungkapnya. Fauzan, sapaan akrabnya juga berharap dengan bertambahnya profesor yang dimiliki UMM, kontribusi yang diberikan juga makin tinggi. Baik di level nasional, tapi juga pada tingkat global. Pun dengan korelasinya terhadap pengembangan UMM yang tengah berakselerasi dalam program internasionlisasi. Dalam pengukuhan tersebut, masing-masing memaparkan orasi ilmiahnya. Susetyarini menyampaikan orasi mengenai “Beluntas dan Antifertilitas Serta Implementasinya dalam Pembelajaran”. Ia menilai bahwa Indonesia merupakan megadiversitas dengan keanekaragaman tumbuhan yang berbentuk pohon, perdu, dan semak. Salah satu tanaman bentuk perdu yaitu beluntas, bermanfaat sebagai sumber makanan dan obat. Dalam hal ini, obat yang ia kembangkan merupakan antifertilitas yakni suatu zat atau bahan yang menyebabkan tidak terjadinya fertilisasi antara spermatozoa dengan ovum. Di masyarakat, antifertilitas digunakan sebagai program kontrasepsi dengan harapan menjarangkan kelahiran Penelitiannya tentang beluntas sebagai antifertilitas bermula dari fakta bahwa selama ini antiferlititas pada pria belum banyak diterapkan. Adapun saat ini, antifertilitas pria yang tersedia hanya sterilisasi atau suntikan testosterone. Namun menurutnya, perlu adanya pengembangan obat tradisional antifertilitas pria secara oral atau diminum. “Penelitian ini telah melalui uji prekinis ke hewan coba tikus putih jantan yang menunjukan bahwa pemberian bubuk daun beluntas berkhasiat sebagai antifertilitas. Hal tersebut juga ditunjukkan dari hasil screening DNA mitokondria spermatozoa,” tambahnya. Di sisi lain, Priyo menyampaikan orasi terkait “Mengembangkan Pemahaman Relasional Siswa: Mengutamakan Pengetahuan Konseptual atau Prosedural?”. Menurutnya, pemahaman relasional membantu siswa membangun skema untuk menghubungkan ilmu yang sudah mereka ketahui dengan pengetahuan yang baru. Pengembangan ide-ide dalam memecahkan soal matematika juga berangkat dari sana. Pemahaman relasional, lanjutnya, berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan konseptual. Namun, di lapangan, terjadi perdebatan tentang mana yang harus diutamakan antara kedua pengetahuan tersebut. “Padahal, hakikatnya, hubungan antara pengetahuan konseptual dan prosedural bersifat bilateral,” tegasnya. Karena itu, pembelajaran yang menitikberatkan pada pengembangan pengetahuan konseptual dan prosedural harus disempurnakan sehingga menjadi lebih jelas. Penjelasan yang lebih rinci dapat mengubah pembelajaran tradisional yang umumnya bersifat prosedural menjadi pembelajaran yang juga mengutamakan pengetahuan konseptual. Dalam kesempatan itu, turut memberikan selamat ketua BPH UMM sekaligus Menko PMK RI Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Ia mendorong dosen-dosen lain untuk segera mengikuti jejak keduanya. Apalagi guru besar merupakan pangkat tertinggi bagi para dosen. “Saya juga ingin agar para profesor UMM dapat mempublikasikan ide-idenya, tidak hanya lewat publikasi ilmiah jurnal, tapi juga publikasi di ruang publik. Maka, upaya itu bisa dilakukan para guru besar dengan masif agar memberikan dampak positif,” tambahnya. Tidak jauh berbeda, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE.,MM. Menurutnya, pengembangan perguruan tinggi merupakan tanggung jawab bersama. Salah satunya bagaimana sivitas akademika terus meningkatkan jabatan fungsional dosen. “Apalagi kini ada sederet kemudahan yang bisa dilakukan oleh para dosen. Maka tak ada alasan lagi untuk terus berupaya menignkatkan jabatan fungsional ini sekaligus meningkatkan reputasi perguruan tinggi,” tuturnya mengakhiri. (wil)
Lecturer Series UMM: Multikulturalisme dan Perkembangan Asia

Tidak dapat dipungkiri saat ini hubungan antar negara memiliki dampak yang besar dalam keberlangsungan ekonomi, sosial, politik dan budaya. Hal tersebut berefek pada terbentuknya masyarakat multikultural yang turut mempengaruhi pertumbuhan Sumber Daya Manusia (SDM) baik itu secara kualitas maupun kuantitas. Kajian mengenai itu dikaji dalam agenda hasil kolaborasi Centre for Asia Studies Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Eurasia Foundation melalui seminar Lecture Series pada awal Oktober ini. Adapun pada seminar yang kedua ini mengangkat tema ‘Multiculturalism for the Human Development in Asian Community’. Dianni Risda, S.Pd., M.Ed. selaku dosen Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini turut diundang sebagai pembicara. Ia menjelaskan konsep multikultural di Jepang terbentuk tanpa sadar karena banyaknya penduduk asing datang ke sana. Sedangkan di Indonesia, secara gamblang sudah terlihat berbagai macam suku, bahasa, dan budaya, tanpa membedakan satu sama lain. Dianni, sapaan akrabnya juga mengkaji hubungan antara Indonesia dan Jepang yang sudah terjalin sejak lama. Hal tersebut dibuktikan dengan Indonesia sebagai penerima Overseas Development Assistant (ODA), terbanyak kedua setelah Cina. Dana investasi ini adalah bentuk nyata Jepang dalam menjalin kerjasama ekonomi dengan Indonesia. “Indonesia menjadi salah satu negara tujuan investasi terbesar Jepang. Mengingat secara SDM Jepang sangat minim, sehingga perlu melakukan ekspansi produksinya ke luar negeri dan Indonesia adalah salah satunya,” ucapnya. Sementara itu, Prof. Dr. Yudi Darma, S.Si., M.Si. selaku pembicara selanjutnya menjelaskan bahwa multikulturalisme masyarakat memiliki dampak positif maupun negatif. Adapun dampak positifnya yakni keterbukaan antar negara yang mempermudahkerja sama dan kolaborasi. Sebaliknya dampak negatif yang dihasilkan ialah hutang negara semakin meningkat. Hal tersebut disebabkan oleh permintaan masyarakat yang tinggi karena semakin majemuknya masyarakat. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengatakan bahwa perkembangan teknologi memiliki andil dalam membentuk multikulturalisme. Masyarakat multikultural secara tidak sadar terbentuk melalui media sosial. Hal itu karena mereka yang memiliki latar belakang yang berbeda bertemu tanpa ada batasan. Hal itu juga menunjukkan tingginya tingkat konsumsi masyarakat dalam berinteraksi di media sosial, terutama Asia. Itu akan berpengaruh pada jumlah penggunaan energi dan cadangan bahan baku pembuatan elektronik yang terus menipis. “Aspek energi dan recycle limbah elektronik jangan dilupakan. Limbah elektronik semakin menumpuk tiap harinya. Oleh karena itu, perlu adanya pengolahan ulang limbah elektronik agar tidak berbahaya untuk kelangsungan hidup manusia di masa depan,” imbuhnya. (haq/wil)
Bedah Buku Titik Nadir Penantian Karya Warga Lapas di NBS UMM

Setelah sukses melaunching buku antologi cerpen berjudul Titik Nadir Penantian pada januari tahun lalu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan warga binaan di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Malang kembali meluncurkan cetakan kedua dengan versi revisi. Buku antologi cerpen yang merupakan karya dari 32 perempuan warga binaan Lapas Malang itu dicetak dengan tampilan cover yang lebih menarik dengan suguhan isi yang lebih rapi dan mudah dibaca. Terkait buku tersebut, Lembaga Kebudayaan (LK) UMM menggandeng New Book Store UMM dan MNC Publishing menggelar acara Bedah Buku pada Senin (03/10) lalu. Dalam sambutannya, Kepala LK UMM Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si mengatakan lahirnya buku Titik Nadir Penantian merupakan bentuk pengabdian untuk mewadahai cerita dan curahan hati serta perasaan dari warga lapas dalam bentuk tulisan. Kemudia diwujudkan dalam sebuah karya yang apik. Upaya tersebut dilakukan agar stigma masyarakat terhadap warga lapas ketika mereka keluar tidak lagi disepelekan. Apalagi dengan adanya kemampuan menulis dan juga literasi yang sudah mumpuni. “Secara substansi, cetakan pertama dan kedua tidak jauh berbeda. Mungkin yang sangat kentara dari aspke sajian sampul yang lebih cemerlang. Kemudian juga ukuran huruf juga lebih di perbesar untuk memudahkan para pembaca,” terangnya. menghadirkan Perencana Muda Subkor Ekonomi Keuangan, R. Agung Harjaya Buana sebagai pembedah buku. Dalam paparannya, Agung sangat mengapresiasi buku yang ditulis dari warga binaan lapas. Menurutnya, buku tersebut merupakan karya intelektual yang luar biasa karena lahir dari warga binaan lapas yang melampaui apa yang orang-orang pikirkan tentang mereka. “Sebuah kisah antologi kehidupan dari warga lapas dituliskan dalam sebuah buku merupakan karya besar. Jika ini terus berlanjut maka akan menjadi aktivitas ekonomi yang luar biasa karena ada royalti yang nantinya menjadi sebuah penghasilan baru bagi lapas. Bayangkan, sebuah tulisan adalah keabadian, saat kita sudah tiada, tulisan masih akans elalu ada. Apalagi tulisan yang berdasarkan dari pengalaman tentu akan lebih di hargai,” ungkap Agung. Disisi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Malang, Tri Anna Aryati, S.H. ,M.Si. mengucapkan terima kasih kepada pihak sivitas akademika UMM dengan dicetak ulangnya buku tersebut. “Saya harap buku tersebut bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membacanya. Dengan membaca buku pengalaman dari warga binaan ini, saya harap kita bisa lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Semoga buku ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua,” harap Anna. (zak/wil)
Mobil Hemat Energi UMM, Siap Berangkat Berlaga Nasional dan Internasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak henti-hentinya mengharumkan nama kampus. Pada tahun ini, tim mekatronic UMM siap berlomba di tiga ajang kompetisi sekaligus mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Adapun perlombaan yang akan diikuti yaitu Shell Eco Marathon Asia Pasifik 2022, Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2022 dan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2022. Sebelum perlombaan berlangsung UMM resmi melepas keberangkatan tim mekatronic pada hari Rabu (05/10) lalu, di depan gedung Rektorat UMM. Pada agenda pelepasan tersebut Rektor UMM Dr. Fauzan M.Pd sangat mengapresiasi karya-karya mahasiswa UMM yang akan berkompetisi. Ia juga mengatakan bahwa menang maupun kalah adalah sebuah keniscayaan. Hal yang lebih penting dari itu adalah jiwa pemenang tak boleh luntur. “UMM ini memiliki banyak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan saya bangga dengan karya-karya mahasiswa. Walaupun ini dilahirkan dari sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO) tetapi karya ini sudah luar biasa. Lewat kreasi tersebut, kalian sudah membangun karakter yang bertanggung jawab, mampu berkompetisi, serta percaya diri. Karya ini adalah sebuah kolaborasi yang baik. Hal ini juga diimbangi dengan skill dan kesabaran yg tinggi oleh pembuatnya. Terima kasih atas karya monumental ini,” ungkap Fauzan. Pada kesempatan yang sama, kepala LSO Mekatronic UMM Drs. Mohammad Jufri,ST., MT. menyampaikan bahwa tim mekatronic sudah sangat siap dalam menghadapi perlombaan. Hal ini terjadi karena tim mekatronic telah memiliki berbagai pengalaman dan juga raihan juara di perlombaan yang sama. Selain itu, tim mekatronic juga sering melakukan latihan untuk mempersiapkan performa sehingga dapat mengetahui kelemahan dan kekurangan untuk meminimalisir kendala yang akan dihadapi pada saat lomba. “Alhamdulilah kami sudah dimudahkan dalam tahapan persiapan menjelang lomba nanti. Kami juga mengapresiasi para mahasiswa yang sudah bekerja keras selama beberapa minggu bahkan beberapa bulan terakhir. Sebelumnya kami telah memenangkan beberapa perlombaan seperti juara satu KMHE 2018, peringkat enam Shell Eco Marathon Asia Pasifik 2019, dan juara tiga virtual KMHE 2020. Walaupun ini bukan perlombaan pertama yang kami ikuti, namun kami berharap apa yang kami capai di tahun ini bisa melebihi capaian prestasi di tahun sebelumnya,” tutur Jufri. Lebih lanjut, Jufri menjelaskan untuk lomba Shell Eco Marathon di Mandalika, tim mekatronic akan berlomba pada tanggal 11 sampai 15 Oktober 2022 di kategori kendaraan urban listrik. Selain itu, untuk Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) yang akan diselenggarakan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN) Jawa timur nasional pada 30 oktober 2022, UMM akan berlomba di kategori kendaraan proto etanol dan proto listrik. “Lomba terakhir yang akan kami ikuti adalah Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN). Lomba ini juga diselenggarakan di UPN Jawa Timur pada 11 sampai14 November 2022. Pada perlombaan ini, UMM akan ikut dikategori full engine remote control, electric remote control dan autonomous,” kata Jufri. Di sisi lain, ketua tim yang akan berangkat ke Mandalika, Arista Dwi Setya Budi mengatakan bahwa beberapa bulan ini timnya sering melakukan upgrade kendaraan dari kaki-kaki kendaraan dan juga dari sistem Vehicle Dynamics atau sistem pengendalian dan kontrol perangkat lunak pada kendaraan. Dalam perlombaan tersebut, Aris mengatakan bahwa ada sepuluh mahasiswa dan dua pembina yang akan berangkat ke Mandalika. “Pada intinya, saat ini kami hanya tinggal melakukan finishing body karena kesiapan perlombaan sudah 90%. Kami harap bisa meraih posisi pertama seperti prestasi yang telah kami torehkan di tahun 2018 yang lalu,” ucap Aris mengakhiri. (zak/syi)
Alex, Wisudawan UMM Selesaikan Studi Magister dengan Jualan Air Isi Ulang

Gigih dalam satu hal yang ditekuni dan membuang rasa gengsi adalah kunci untuk meraih keberhasilan. Begitu ucap Alex Tena, wisudawan magister bahasa Inggris pascasarjana Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sukses lulus kuliah dengan biaya sendiri lewat berjualan air isi ulang galon. Alex, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa awal mula ia berjualan air isi ulang karena sering bergaul dengan seorang pebisnis. Ia beberapa kali berbincang mengenai usahanya dan menarik minatnya untuk belajar. Selain karena ingin membuka usaha, Alex juga mau tidak mau harus mencari tambahan biaya untuk perkuliahannya. Akhirnya muncul ide untuk membuat depo air isi ulang. “Kebetulan semasa kuliah, kos saya dekat dengan tempat isi ulang air. Di sana,saya melihat penjualnya hanya diam di toko saja. Melihat itu, saya mencoba untuk mengembangkkan dengan mengatar ke berbagai lokasi pemesanan,” ungkap pemuda kelahiran Sumbawa Barat itu. Usahannya untuk membuka depo air isi ulang terbilang tidak mudah. Ada usaha yang perlu ia kerjakan untuk bisa mendapatkan modal berjualan. Alex sempat kerja berjualan roti selama tiga bulan untuk bisa membayar uang muka peralatan depo air. Tepat 14 September 2019 adalah awal dia berjualan is ulang air. “Ketika pertama kali jualan tidak mudah, awalnya hanya laku satu hingga enam galon saja. Sampai akhirnya saya merubah metode pemasaran dengan menyebarkan brosur ke tiap mahasiswa dan membuka jasa antar galon secara online. Saya bersyukur strategi tersebut berhasil hingga sekarang penjualan air isi ulang bisa tembus 150 per hari, ” terangnya. Tak mudah memang berkuliah sambil berbisnis. Ia menyadari jika manajemen waktu secara matang adalah salah satu kunci keberhasilannya mengerjakan dua hal tersebut. Ia membagi waktu yaitu pagi hingga sore fokus berjualan dan kuliah, sedangkan malamnya mengerjakan tugas kuliah. “Sebenarnya rasanya capek kalau harus beraktvitas dari pagi hingga malam. Tapi itu semua saya lakukan karena ada derajat yang harus saya angkat dan hinaan yang harus saya buktikan,” tegasnya. Menariknya, hasil jualannya juga bsia membantu teman-temannya yang kesusahan. Pun dengan para mahasiswa yang isi dompetnya agak susah. , Ia bersyukur dengan berjualan air isi ulang bisa sekalian membantu teman-teman mahasiswa yang sedang kesusahan. Akhirnya sesekali ia memberikan diskon, bahkan diberi gratis. “Saya patok harga minimal lima ribu rupiah. Lalu untuk biaya ongkir nambah dua ribu, jadi tujuh ribu. Sedangkan untuk harga non-mahasiswa sepuluh ribu rupiah. Tak jarang saya memberikan harga lima ribu saja untuk mahasiswa ketika ia sulit. Tak sedikit juga yang kadang berutang terlebih dahulu,” tuturnya. Terakhir, ia berpesan ke anak muda untuk menggunakan waktu yang ada dengan hal bermanfaat dan menjalani hidup dengan terencana. “Gunakan waktu dengan perencanaan yang baik. Kapan waktu belajar dan bekerja. Ketika kita menemukan suatu tantangan jangan menyerah, karena tantangan akan membawa kita untuk memiliki wawasan yang luas untuk memperbaiki diri kita sendiri,” pungkasnya. (ros/wil)
Ketua B20 Indonesia Kupas Peranan Generasi Muda di Wisuda UMM

Generasi muda saat ini memiliki peranan krusial dalam memegang bangsa ini, sebagai agen perubahan pendidikan dan ekonomi. Peran generasi muda juga menentukan pembangunan nasional yang kuat dan tangguh. Hal tersebut diucapkan oleh Shinta Widjaja Kamdani selaku Ketua B20 Indonesia ini pada Wisuda ke 105 periode III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang dilaksankan pada tanggal (6/10) bertempat di Hall Dome UMM. Coorinator Vice Chairwoman III, Kadin Indonesia ini menjelaskan bahwa B20 akan membentuk Future of Work and Education. Hal ini akan dibawa pada forum G-20, bulan November esok. Adapun B20 ini merumuskan tiga tema utama yaitu penciptaan pekerjaan berkelanjutan, pendidikan dan keterampilan yang sesuai produktivitas dunia kerja, serta keterlibatan dalam pemulihan dan pengembangan industri masa depan. Shinta sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa kaum muda saat ini tiga kali lebih rentan menjadi pengangguran di masa mendatang. Ia pun menegaskan bahwa sudah saatnya generasi muda memegang kendali perubahan bangsa sebagai wirausaha dengan membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya. Hal tersebut dikarenakan dengan peningkatan pengusaha muda juga akan berbanding lurus dengan peningkatan inovasi dalam industri kreatif. “Sudah saatnya generasi utamanya para muda wisudawan, sedini mungkin menumbuhkan jiwa entrepreneurship. Hal ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi bangsa kedepanya” imbuhnya. Sementara itu, Prof. Muhadjir Effendi, M.A.P selaku ketua Badan Pembina Harian UMM menjelaskan bahwa Indonesia kedepannya akan dibayangi tiga krisis yaitu krisis energi, pangan, dan juga inflasi. Ketiga krisis ini terjadi karena dua faktor yaitu, perang antara Ukraina dan Rusia serta pemanasan global. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa berdasarkan dari laporan International Monetary Fund (IMF) hanya ada dua negara dengan pertumbuhan ekonomi diatas 5% yaitu Arab Saudi dan Indonesia. Diprediksi pula pada akhir tahun 2022 pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap pada angka 5,57%. “Saya berharap para wisudawan di UMM yang kan merubah bangsa ini menjadi lebih baik. diharap pula setiap lulusan UMM dapat memiliki prinsip dan tak kenal lelah untuk belajar” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia (RI) itu. Pada kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd, mengatakan bahwa dalam menghadapi Indonesia emas di tahun 2045 mendatang, UMM memiliki program Center of Excellent (CoE). Program ini berguna dalam mengembangkan minat dan bakat dalam membuka lapangan kerja di masa yang akan datang. CoE ini terdiri dari berbagai bidang yang dimiliki oleh masing-masing jurusan. “Saya berharap besar para wisudawan agar bisa dapat bekerja dan mandiri selepasnya dari UMM. Namun bagi para lulusan yang merasa belum cukup belajar bisa kembali ke UMM dan bebas memilih CoE yang kan dikuti,” ungkapnya mengakhiri. (haq/syi)