Kuliah Tamu FT UMM Hadirkan Direktur PT. WIMA Bahas Motor Listrik

Sudah saatnya Indonesia menjadi pioner sepeda motor listrik. Hal tersebut diucapkan oleh Irsal Shaleh Matondang, S.E., MM selaku Direktur Keuangan dan Pemasaran Perseroan Terbatas (PT) Wika Industri Manufaktur (WIMA) dalam Kuliah Tamu Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara tersebut mengangkat tema Pengembangan Produk dan Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB). Adapun kegiatan ini diselenggarakan pada hari kamis (28/07) bertempat di Theater Dome UMM. Irsal sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi yang bagus sebagai prospek produsen sepeda motor listrik di dunia. Hal ini dapat dilihat dari masuknya Indonesia di peringkat tiga dunia sebagai pengguna kendaraan motor terbanyak. Setidaknya 70-80% rumah tangga di Indonesia mempunyai kepemilikan sepeda motor. Terlebih kedepannya akan dimulai perpindahan bahan bakar dari bensin ke listrik menggunakan teknologi baru dan terbarukan. “Terdapat 229 pengguna mobil listrik dan 1.947 pengguna sepeda motor listrik pada tahun 2020. Hal ini akan semakin bertambah tergantung dengan bagaimana kita bisa memanfaatkan peluang yang ada,” ucap pria kelahiran Sidoarjo tersebut. Lebih lanjut, Irsal kembali menjelaskan bahwa PT. WIMA saat ini mengembangkan sepeda motor listrik yang bernama gesits. Motor listrik asli Indonesia ini dirancang dengan teknologi ramah lingkungan sebagai upaya pengurangan emisi karbon. Selain itu, pengembangan gesits ini merupakan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam mengurangi penggunaan energi fosil atau minyak bumi. “Gesits memiliki beberapa spesifikasi yaitu, tahan banjir dan mampu menempuh perjalanan jauh. Jika tiga baterainya penuh, gesits dapat menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer. Distribusi gesits sudah tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Sedangkan di kancah Internasional, gesits sudah tersebar di sepuluh negara yaitu Senega, India, Filipina dan negara lainya. Target kita pada tahun 2025 adalah produksi sebanyak 2,1 juta unit. Kami juga bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk menambah pom listrik di setiap daerahnya,” ungkap Irsal. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd, dalam sambutannya menerangkan bahwa UMM memiliki program baru bernama Centre of Excellent (CoE). Di bidang teknologi terbarukan CoE ini memiliki kelas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Program ini akan membantu mahasiswa menemukan potensinya, tanpa perlu kebingungan menemukan arah hidup. “CoE ini terdiri dari berbagai macam kelas yang bisa di ikuti oleh mahasiswa maupun masyarakat umum. Program ini akan menjadi jalan alternatif ketika mahasiswa tidak menemukan passion dalam perkuliahan. Diharapkan ketika lulus, mahasiswa bisa bekerja dan berkembang sesuai dengan hobinya” pungkasnya mengakhiri. (Haq/Syi)
KBA UMM Selenggarakan 7 Kursus Bahasa Asing

Untuk memasuki dunia global, penting untuk meningkatkan kemampuan berbahasa asing. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Sri Hartiningsih, MM Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kursus Bahasa Asing (KBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Oleh karena itu, untuk memfasilitasi pengembangan kemampuan berbahasa para mahasiswa UPT.KBA selenggarakan tujuh kursus bahasa asing. Harti sapaan akrabnya, menjabarkan bahwa kursus bahasa asing ini meliputi kursus bahasa arab, inggris, jepang, jerman, mandarin, korea, serta prancis. Tak terbatas untuk kalangan civitas kampus, kursus ini juga terbuka untuk masyarakat umum. “Tak seperti tempat kursus lainnya, KBA UMM menawarkan banyak pilihan dalam belajar bahasa asing. Selain itu para pengajar di KBA UMM juga merupakan pengajar yang berpengalaman di bidangnya. Kami juga membatasi jumlah peserta untuk setiap kelasnya agar suasana pembelajaran berjalan dengan kondusif. Biaya kursus yang kami tawarkan juga terjangkau, serta sistem pendaftaran dan pembayaran bisa dilakukan secara online,” ungkap dosen asal Malang itu. Lebih lanjut, Harti menjelaskan dalam kursus KBA terdapat kelas reguler dan privat. Untuk kelas reguler memiliki dua kali pertemuan dalam seminggu, dengan total 14 kali pertemuan. Sedangkan kelas privat memiliki sepuluh pertemuan dengan jadwal yang bisa diatur sesuai kebutuhan peserta. “Jumlah peserta pada setiap kelasnya sangat dibatasi. Untuk kelas privat maksimal hanya diisi oleh empat peserta. Sedangkan kelas reguler diisi oleh 12 peserta. Jumlah ini juga akan dikurangi lagi saat kelas praktek berlangsung. Kelas praktek tidak boleh melebihi sepuluh peserta, jadi untuk kelas regular biasanya kami pecah menjadi dua,” jelas dosen jurusan Pendidikan Bahasa Inggris tersebut. Selain pembelajaran dan komunikasi, KBA juga memiliki program lain untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa. Harti mengatakan bahwa KBA UMM memiliki program pengajaran, interview, dan tes persiapan untuk kompetensi bahasa asing. Selain itu, KBA UMM juga menerima kerja sama berupa pelatihan bahasa untuk sekolah maupun instansi. “Sejauh ini, kursus bahasa inggris dan korea yang paling banyak diminati. Biasanya para peserta yang mendaftar bertujuan untuk melanjutkan kuliah ataupun bekerja di luar negeri. Saya berharap, untuk kedepannya KBA UMM bisa semakin disinergikan dengan kegiatan internasionalisasi kampus seperti program sandwich, erasmus, magang luar negeri, maupun pembelajaran ke luar negeri,” tutur dosen kelahiran 1964 mengakhiri. (zak/syi)
Tim UMM Juara 1 Lomba Game Online PUBG Mobile

Game online saat ini mengalami perkembangan yang pesat, baik dari segi fitur ataupun turnamen. Meskipun pada awalnya hanya sebagai permainan untuk mengisi waktu luang, kini peranan game online sudah meningkat menjadi cabang olahraga dan bidang yang berprestasi. Prestasi membanggakan ditorehkan oleh tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang meraih Juara 1 dalam Tournament Offline Jawara PlayerUnknown’s Battlelgrounds (PUBG) Mobile. Turnamen yang disenggarakan oleh Elektronik Sport Indonesia (ESI) Malang Raya ini berlangsung selama satu hari penuh pada Sabtu (16/07). Mohammad Andrey Maulana Bahri selaku anggota tim (PUBGM) UMM menjelaskan bahwa ia dan tim tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Esport UMM. UKM ini baru terbentuk dan diresmikan pada bulan januari tahun 2022. Oleh karenanya, perlombaan ini merupakan pertandingan pertama yang Andrey dan tim ikuti sebagai perwakilan dari Esport UMM. “Meskipun ini pertama kalinya saya dan teman-teman mewakili UKM Esport UMM, namun saya tidak merasa tegang sama sekali. Hal ini terjadi karena saya maupun anggota tim lain sudah sering mengikuti turnamen dari tingkat nasional hingga internasional sejak menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP),” ungkap mahasiswa jurusan Kesejahteraan Sosial (Kesos) itu. Lebih lanjut, Andrey menceritakan bahwa timnya melakukan persiapan dengan latihan intens selama dua minggu sebelum turnamen di mulai. Latihan tersebut dilakukan empat kali selama seminggu dengan peningkatan jam dari yang mulanya satu sampai dua jam menjadi tiga sampai empat jam. “Latihannya sendiri kita lakukan pada malam hari agar tidak bertabrakan dengan kegiatan perkuliahan. Berkat persiapan yang intens tersebut tim kami tidak terkejut dengan pertandingan kelas atas,” kata mahasiswa kelahiran Banyuwangi tersebut. Meskipun telah memiliki pengalaman bertanding yang banyak serta pelatihan yang ketat, dalam setiap pertandingan selalu ada kendala. Hal tersebut juga di alami oleh Andrey dan tim. Anak pertama dari dua bersaudara tersebut menceritakan bahwa pertandingan berjalan dengan sangat sengit. “Masing-masing tim sangat lihai dan memiliki kemampuan yang setara sehingga tidak ada satu tim yang benar-benar di unggulkan. Hal ini lah yang membuat persaingan berjalan dengan sangat ketat,” kata Andrey. Dalam pertandingan tersebut Andrey ditemani oleh anggota timnya yaitu Hardland Putra Mahardika dari Fakultas Hukum, Mohammad Andrey M.B dari Jurusan Kesos, Royyan Adhinata dari jurusan Informatika, Adrian Kharisma dari jurusan Ilmu Pemerintahan, serta Bayu Dwi Kurniawan dari jurusan Ekonomi Pembangunan. Andrey berharap kedepannya proses latihan bisa ditajamkan lagi sehingga kemampuan dari tim dapat meningkat. “Selain itu, saya juga berharap bisa meningkatkan sinergi antar anggota tim untuk membangun team fight yang berambisi untuk menang. Saya melihat Team Fight kami masih belum kuat, oleh karena itu harapan saya kedepannya bisa lebih mempertajam tem fight kami dengan latihan-latihan intens,” ujarnya mengakhiri. (Haq/Syi)
Dosen UMM Turun Atasi Wabah PMK di Lumajang

Kehadiran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti sapi serta kambing masih menjadi momok bagi para peternak. Untuk mengatasi masalah tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) gelar penyuluhan dan kerja bakti kepada kepada para peternak sapi perah di Koperasi Unit Desa (KUD) Tani Makmur Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (28/07) ini turut dihadiri oleh Divisi Peternakan dan kesehatan hewan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, sekretaris Kecamatan Senduro, Koramil, Kapolsek, serta pengurus dan peternak KUD Tani Makmur. Dalam sambutannya, Kepala Divisi Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang, Sarifah, menjelaskan bahwa wabah PMK telah menurunkan perekonomian masyarakat Kecamatan Senduro. Terjadi juga penurunan populasi sapi di KUD Tani Makmur kurang lebih 1.100 ekor. Penurunan ini diakibatkan oleh panik selling maupun pemotongan hewan ternak karena terjangkit PMK. “Selain itu, beberapa warga juga menolak untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak yang terjangkit PMK. Hal ini terjadi karena terbatasnya pengetahuan peternak terhadap dampak positif vaksinasi. Oleh karenanya, saya berharap acara ini mampu memahamkan peternak tentang pentingnya vaksinasi dan juga cara menghadapi wabah PMK tersebut,” ungkap Sarifah. Di sisi lain, Dosen Produksi Ternak UMM Dr. Imbang Dwi Rahayu, Drh., M.Kes. menjelaskan bahwa penularan PMK dapat terjadi melalui beberapa hal yaitu kontak langsung dengan hewan tertular dan kontak dengan orang ataupun peralatan yang terjangkit virus PMK. Penyebaran juga dapat terjadi melalui udara hingga radius 10 kilometer. “Cara penanganan PMK sendiri dapat dilakukan dengan deteksi dini melalui penanganan dehidrasi, pengobatan secara medis, serta pembentukan tim kecil penanganan PMK,” kata dosen asal Tegal tersebut. Selain memberikan penyuluhan, dosen Peternakan UMM, Dr. Ir. Adi Sutanto, M.M., mengatakan bahwa para dosen juga memberikan obat-obatan kepada peternak . obat-obatan tersebut berupa vitamin, desinfektan dan probiotik. Hal ini dilakukan untuk mencegah maupun mengobati ternak yang telah terjangkit PMK. Salah satu obat yang diberikan juga merupakan hasil karya dari dosen peternakan UMM yaitu Probiotik Plus Biofarm. “Pada kesempatan ini, kami juga memberikan motivasi kepada peternak yang terdampak PMK. Hal ini penting agar masyarakat dapat segera bangkit dari wabah tersebut. Alhamdulillah kegiatan yang kami selenggarakan ini disambut baik oleh masyarakat. Hal tersebut dibuktikan dengan antusiasme para peternak untuk bertanya selama sesi tanya jawab,” pungkasnya mengakhiri. (*/syi)
Puluhan Mahasiswa IP UMM Lulus dengan Konversi Skripsi

Sejak diberlakukan pada tahun 2020, Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mencatatkan kurang lebih 70 mahasiswa yang lulus tanpa mengerjakan skripsi. Hal ini terjadi karena para mahasiswa lulus dengan menggunakan skema konversi. Dalam skema tersebut, mahasiswa dapat mengganti Tugas Akhir (TA) Skripsi menjadi mempublikasikan Jurnal Ilmiah Nasional terakreditasi Science and Technology Index (SINTA) dua dan tiga ataupun Jurnal Internasional bereputasi terindeks Scopus dan Web of Sciences (WoS). Capaian luar biasa ini merupakan sebuah langkah maju yang diberlakukan Prodi IP UMM untuk merealisasikan kelulusan tepat waktu. Sekretaris Prodi IP UMM, Achmad Apriyanto Romadhan, S.IP.,M.Si. menjelaskan bahwa ketentuan ini merujuk pada Keputusan Rektor UMM tahun 2017 mengenai kuivalensi karya kreatif dan inovatif ke dalam kegiatan kurikuler. “Prestasi ini juga turut berkontribusi terhadap capaian peringkat pertama yang diperoleh UMM terkait kinerja publikasi untuk kategori strata satu bidang ilmu pemerintahan di Indonesia. Hal ini diketahui berdasarkan pemeringkatan SINTA pada tahun 2022. Pada pemeringkatan tersebut prodi IP UMM Memperoleh nilai tertinggi dengan Score Overall 3.542 dan juga SINTA Score 3Yr: 2.441. Hasil yang diperoleh ini juga mengungguli semua prodi-prodi Ilmu Pemerintahan lain di Indonesia,” ujar dosen IP itu. Lompatan ini tentunya membutuhkan proses yang panjang. Apriyanto sapaannya, mengatakan bahwa raihan ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaboratif antara dosen serta mahasiswa. Pihak prodi juga turut aktif dalam mendorong mahasiswa untuk membuat artikel ilmiah sebagai alternatif pengerjaan tugas akhir selain skripsi. “Untuk mendukung program tersebut, beberapa luaran mata kuliah maupun non mata kuliah diwajibkan untuk menghasilkan jurnal dan prosiding. Dosen-dosen juga intensif dalam mendampingi pengerjaan artikel ilmiah para mahasiswa sehingga artikel yang dihasilkan menjadi lebih berbobot. Selain itu, para mahasiswa juga diberikan berbagai macam pelatihan penulisan jurnal, pengayaan metodologi penelitian dan penggunaan artificial intelligence seperti Vosviewer, Gephy, NVIVO dan Wordstat 8,” kata Apriyanto. Di sisi lain, Mariano Werenfridus, salah satu mahasiswa yang lulus dengan skema konversi tersebut menyatakan bahwa dengan adanya artikel non skripsi sebagai TA disambut positif oleh para mahasiswa. Hal ini terjadi karena para mahasiswa IP banyak memiliki kemampuan menulis yang memumpuni, sehingga banyak pula artikel ilmiah mahasiswa yang tembus di jurnal dan prosiding. “Program ini sangat memfasilitasi kompetensi mahasiswa di bidang kepenulisan ilmiah. Selain itu, program ini juga memberikan apresiasi yang pantas bagi karya tulis mahasiswa karena bisa digunakan sebagai pengganti skripsi. Manfaat lain yang dapat dirasakan teman-teman saya adalah semakin banyak yang tertarik untuk mengerjakan jurnal dan juga banyak pula yang lulus tepat waktu dengan skema tersebut,” ungkapnya mengakhiri.(*Syi)
Perluas Jaringan Internasional, UMM-University of Adelaide Siap Realisasikan Kerjasama

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali perluas jaringan internasional. Kali ini, Kampus Putih UMM terima kunjungan salah satu Profesor dari University of Adelaide, Australia pada Senin (25/07) lalu. Kunjungan ini merupakan langkah awal UMM untuk menjalin kolaborasi internasional sekaligus menaikan mutu dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka. Professor from School of Animal and Veterinary Science University of Adelaide, Dr. Farhid Hemmatzadeh merasa senang bisa bertemu sivitas akademika Kampus Putih UMM. Menurutnya, dengan adanya kolaborasi dari universitas yang berbeda dengan budaya yang berbeda, dapat menghasilkan banyak manfaat bagi banyak pihak. Selain melakukan pertemuan, kedatangan Farhid juga sempat menjadi dosen tamu dalam program Center of Excellence perikanan di kelas udang. Dalam kuliah tamu tersebut, ia menyampaikan mengenai penanganan penyakit AHPND pada udang dengan menggunakan terapi bakteriofag. “Kunjungan saya kali ini yaitu untuk memperkenalkan teknologi baru yang kami kembangkan di University of Adelaide untuk sistem tampilan bakteriofag. Mungkin nantinya, akan ada aplikasi lain juga untuk penelitian pengembangan vaksin maupun pengembangan penyakit menular di daerah tropis yang sebagian besar diperuntukan untuk pertanian,” jelas Farhid. Farhid menilai lingkungan pendidikan yang dimiliki UMM sangat memenuhi kegiatan para mahasiswa. Baik itu secara akademik maupun yang non-akademik. Ia juga mengapresiasi inovasi andalan UMM yakno puluhan CoE yang sudah diresmikan. “Tentu saya harap bisa ke,bali berkunjung ke UMM di lain waktu. Pun dengan kerjasama yang memungkinkan mahasiswa bisa saling merasakan perkuliahan di masing-masing universitas,” ungkapnya. Sejalan dengan yang diungkapkan Farhid, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. berharap kerjasama ini bisa segera direalisasikan. Apalagi melihat University of Adelaide merupakan universitas dengan posisi yang bagus pada QS World University Rankings 2023. “Dengan ranking pendidikan yang baik secara global, University of Adelaide akan menjadi partner yang bagus untuk pengembangan kegiatan internasional. Saya berharap akan banyak kolaborasi yang bisa dilakukan oleh UMM bersama University of Adelaide. Baik bagi para dosen maupun mahasiswa,” ungkap Fauzan. Selain itu, Ketua Jurusan Perikanan UMM, Sri Dwi Hastuti, S.Pi., M.Aqua menyampaikan bahwa kunjungan ini di maksudkan untuk finalisasi program kerja sama yang telah di buat. Program tersebut diantaranya adalah kuliah tamu, kolaborasi riset, publikasi media, transfer kredit, hingga pertukaraan pelajar. “kedatangan Dr. Farhid ke UMM ini, selain menjadi dosen tamu, juga sebagai ambassador dari University of Adelaide. Dimana ke depannya tidak hanya departemen akuakultur dan juga peternakan saja yang melakukan kerja sama, tapi jurusan lain di UMM juga bisa melakukan kerja sama dengan University of Adelaide,” pungkas Sri. (zak/wil)
Deputi Setkab RI Apresiasi Program Center for Future of Work UMM

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) terus digalakkan oleh pemerintah untuk mencapai Indonesia emas 2045. Menariknya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sudah memulainya sejak lama melalui program Center of Excellence (CoE) dan Center for Future of Work (CFW). Hal itu disampaikan oleh Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Perekenomian RI Satya Bhakti Parikesit, S.H., M.M., LL.M. dalam diskusi pengembangan SDM di Kampus Putih UMM pada Rabu (27/7) lalu. Bhakti, sapaan akrabnya melanjutkan bahwa ia mengapresiasi langkah visioner dari UMM yang bertujuan menyiapkan SDM dengan skill yang sesuai dengan industri. Apalagi sederet CoE tersebut sudah hadir sebelum Kemendikbud-Ristek mencetuskan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Ia juga menilai bahwa upaya UMM itu serupa dengan apa yang sedang pemerintah galakkan dalam menyongsong generasi emas 2045. “Jujur, sebelum saya ke sini, yang saya dengar tentang UMM adalah prestasi-prestasinya. Saya juga penasaran, kira-kira keunggulan apa yang dimiliki UMM sehingga bisa mencapai beragam raihan membanggakan. Ternyata beberapa di antaranya adalah program UMM PASTI dan juga CoE serta CFW,” tambahnya. Menurutnya, apa yang dilakukan UMM selama ini sudah berada dalam jalur yang tepat. Harus terus ditingkatkan dan dipromosikan dengan baik. Apalagi hal ini memang menjadi aspek penting yang dibutuhkan oleh Indonesia saat ini. Dalam mencapai Indonesia emas 2045, Bhakti mengatakan Indonesia harus bisa menekan angka pengangguran. Pun dengan menyiapkan lapangan kerja minimal sebanyak 2,5 juta tiap tahun serta investasi yang harus berada di atas enam persen. Sayangnya, sebagian besar tingkat pendidikan dan kompetensi SDM Indonesia kurang memadai. Padahal pada rentang waktu 2021-2024, penambahan kebutuhan tenaga kerja Indonesia mencapai 7.365.011 orang atau sekitar 2.455.004 per tahun. Tiga sektor tertinggi yang menyumbang adalah pertanian, perdagangan besar serta industri pengolahan. Belum lagi jumlah kebutuhan pelatihan bersertifikat yang kian meningkat. Untuk mengatasinya, Bhakti mengatakan bahwa pemerintah menerapkan dua kunci utama. Pertama yakni perbaikan sistem pendidikan, utamanya revitalisasi sistem pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan industri. Menariknya, langkah ini sudah dilakukan UMM melalui inovasi CoE dan CFW yang berjalan dengan berkolaborasi bersama Dunia usaha dan Dunia Industri (DUDI). Kemudian yang kedua adalah perkembangan teknologi dan peningkatan keterampilan para pekerja dan pencari kerja. Bonus demografi juga menjadi aspek penting yang harus dikelola dengan baik. Menurut Bhakti, jika Indonesia gagal memanfaatkannya, maka impian dan cita-cita Indoensia emas 2045 hanya akan menjadi angan belaka. Perlu adanya inovasi, lompatan tak biasa, dan terobosan baru agar hal itu bisa terwujud dan memberikan manfaat bagi banyak orang. “Negara Brazil sudah terlebih dahulu melewati bonus demografi. Sayang, pengelolaannya kurang baik sehingga hasilnya kurang maksimal. Tentu hal ini harus kita hindari agar Indonesia mampu menjadi negara yang lebih baik,” tegasnya. Bhakti juga memaparkan terkait Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), khususnya KEK Singhasari yang bertujuan membangun wilayah melalui pendekatan regional. Menariknya, kawasan tersebut memberikan berbagai kemudahan seperti fasilitas, relaksasi aturan, hingga insentif fiskal. Hal itu dilakukan untuk menarik investor dan mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar serta kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Saya juga sempat mengobrol dengan CEO KEK Singhasari untuk tidak melepaskan UMM dalam pengembangan CFW di kawasan terkait. Apalagi dengan visi dan program menarik yang dimiliki Kampus Putih. Tujuannya tentu untuk mencetak generasi cakap dan mampu berbuat banyak di masa yang akan datang,” tegasnya. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menegaskan bahwa CoE UMM tidak akan berhenti di tengah jalan. Tetapi akan terus berinovasi dan memberikan program-program baru demi melahirkan mahasiswa dan alumni yang mumpuni. Upaya itu menjadi bagian dari nafas UMM untuk mengantarkan anak didik ke masa depan yang cerah. “CoE ini menjadi terobosan UMM yang ikonik dan harus terus kita galakkan. Semoga diskusi pada hari ini bisa memberikan pencerahan dan membuka wawasan sebagai modal mengembangkan kurikulum dan SDM. Baik untuk UMM maupun untuk Indonesia,” kata Fauzan. Pihaknya juga memiliki rencana untuk menghapus berbagai konotasi dalam dunia pendidikan yang mengalami degradasi makna. Salah satunya sebutan magang yang akan diganti dengan praktek kerja profesional (PKP). Menurutnya, saat ini istilah magang seakan-akan menjadi second class dan seringkali diperlakukan kurang bagus. (wil)
Festival Endah Lali Gadget Garapan Mahasiswa Komunikasi UMM

Kampung Lali Gadget (KLG) merupakan sebuah kampung yang dibentuk untuk membesarkan anak-anak dengan mengurangi dampak kecanduan bermain gadget. Kampung yang berada di Dusun Bendet, Desa Pagerngumbuk, Wonoayu, Sidoarjo ini telah di gagas sejak tahun 2018 silam. Dalam rangka memperigati hari anak nasional 2022, KLG bersama dengan mahasiswa praktikum Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Festival Endah Lali Gadget pada awal Juli lalu. Salah satu anggota tim, Udaimatun Nur Farahin menjelaskan bahwa agenda ini dilaksanakan sebagai peringatan Hari Anak Nasional. Di samping itu juga agar anak-anak dapat kembali memainkan permainan tradisional yang semakin dilupakan. Adapun kegiatan ini diikuti oleh 17 sekolah tingkat dasar di Wonoayu, dengan total 126 peserta dan 62 pendamping. “Melalui festival ini, kami ingin melestarikan budaya-budaya tradisional. Festival ini mencakup beberapa kegiatan yaitu pembuatan wong-wongan sawah oleh para peserta, penulisan harapan kepada presiden, serta jelajah Dusun Bendet,” ungkap mahasiswa yang akrab di panggil Farah tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh pendiri KLG, Achmad Irfandi. Festival Endah Lali Gadget ini diselenggarakan untuk mendekatkan anak-anak para budaya-budaya tradisional. Beberapa budaya yang diangkat adalah cara pembuatan wong-wongan sawah menggunakan jerami, bakiak, egrang, serta alat bermain tradisional seperti klompen tali. “Kami juga memfasilitasi anak-anak untuk menyampaikan aspirasi mereka. Hal ini dilakukan melalui acara penulisan harapan di kardus lalu peserta akan mengalungkannya ke boneka jerami yang mereka buat. Nantinya harapan yang mereka tulis ini akan kita kumpulkan dan kirim suratnya kepada presiden pada tanggal 23 Juli. Hal ini menjadi simbol bahwa aspirasi tak hanya datang dari orang dewasa, saja tetapi juga anak-anak,” ungkap Irfandi. Tak hanya bermanfaat bagi anak-anak, kegiatan ini juga membantu perekonomian warga sekitar. Salah seorang warga desa bendet yang berjualan di sekitar Kampung Lali Gadget, Nurhayati, mengaku senang dengan diselenggarakannya festival ini. Keberadaan festival tersebut membuat pendapatannya bertambah menjadi berkali-kali lipat dari hari biasa. Ia juga berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan di KLG. “Tak hanya membantu pedagang seperti saya, saya juga berharap anak-anak di desa dapat memiliki kegembiraan luar biasa sehingga dapat menciptakan masa depan dari desa untuk Indonesia,” pungkasnya. Sukses dengan Festival Endah Lali Gadget, Farah tak melakukan semuanya dengan sendirian. Ada tujuh anggota tim lain yang turut serta dalam proyek ini yaitu M. Taqiyyudien Al Rasyid, M. Zaky Nurrahman, Veri Teguh Anugro, Hassan Arie Wibowo, Aldila Putri Uskha, Ghilda Azzahra, dan Vivi Yunita Putri. (wil)
Prodi Ekonomi Pembangunan UMM MoU dengan Alami Fintech, Kembangkan Keuangan Digital

Prodi Ekonomi Pembangunan (EP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperluas kerjasamanya. Terbaru, mereka menggaet Alami Fintech pada Rabu (20/7) lalu sebagai upaya untuk mencetak mahasiswa dan alumnus yang skillful. Selain memorandum of understanding (MoU), dalam kesempatan itupula dilaksanakan kuliah tamu kebanksentralan yang mengundang sederet pembicara bertema “Financial Intitutions Persistence on Digital Reform”. Firmansyah Shiddiq Wardhana selaku Tim Alami Fintech menjelaskan bahwa saat ini dunia perbankan mengalami evolusi keuangan. Hal itu mengakibatkan perpindahan sistem keuangan konvensional ke digital. Maka perlu adanya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang cakap akan digital. “Ini juga menjadi peluang besar ekonomi syariah untuk terus berkembang dan maju. Apalagi melihat Indonesia yang dipadati oleh masyarakat beragam islam,” tegasnya. Turut hadir dalam agenda itu perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Hendra Wangsa. Ia menuturkan bahwa sentralisasi pembayaran sudah berpaling dari konvensional menuju digital. Saat ini, BI memasifkan pembayaran non-tunai, dimulai dengan sala satu sistem pembayaran yaitu Qris. Menurutnya, evolusi pembayaran ini berawal dari kartu kredit kemudian ebralih pada pembayaran online. Pun dengan model pembayaran di supermarket dan UMKm yang sudah menggunakan sistem virtual currency. “Pembayaran non-tunai ini sedang terus kami upayakan. Salah satunya melalui sosialisasi kepada para pelaku UMKM serta masyarakat luas,” ucapnya. Di sisi lain, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Dr. Idah Zuhroh.,M.M. menilai bahwa selama pandemi Covid-19 perekonomian bangsa Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Maka, saat era normal kembali, Indonesia harus segera meningkatkan ekonomi dengan baik. Menariknya, selama pandemi Indonesia tidak seperti negara kebanyakan yang mengalami resesi. “Terkait pengawasan, bank-bank di Indonesia sudah diawasi dengan baik oleh otoritas kejaksaan. Sementara BI lebih bertugas mengawasi secara makro kepada bank-bank lainnya agar peredaran keuangan Indonesia tetap stabil,” tambahnya. Idah, sapaan akrabnya berharap digitalisasi keuangan Indonesia sudah dapat tercapai dalam aspek inklusi. Pun dengan literasi dalam digitalisasi bisa seimbang dengan inklusi. Utamanya dalam transformasi digital dunia perbankan. “Ini menjadi potensi sekaligus tantangan bagi kami dalam mengembangkan perbankan syariah. Terlebih kami melihat adanya peluang dalam membantu sistem keuangan bagi UMKM di tengah arus zaman,” imbuhnya. (haq/wil)
UMM Dampingi Warga Sragi Blitar Kembangkan Potensi Minuman Alami

Dalam upaya mengamalkan tri dharma perguruan tinggi, Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksanakan pendampingan dan pengembangan hasil bumi di Desa Sragi, Blitar. fokus dalam program ini adalah mengadakan pelatihan untuk pembuatan produk minuman serbuk rambut jagung dan jahe dengan merk “Palawidja”. Adapun kegiatan berlangsung pada pertengahan bulan Juli lalu. Tim yang tergabung dalam program ini terdiri dari dosen FPP yaitu Vritta Amroini Wahyudi, S.Si, M.Si. sebagai ketua tim, dibantu oleh Hanif Alamudin Manshur, S.Gz., M.Si, M. Zul Mazwan, S.P., M.Sc. Turut berkolaborasi dan memabntu para mahasiswa melalui Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEKPA). Vritta, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat agar mampu menghasilkan produk unggul pertanian. Salah satunya dengan cara mengikuti pelatihan pengolahan produk rambut jagung dan jahe dan pemasaran hasil pertanian. Dengan kata lain, Kampus Putih UMM berupaya menyiapkan masyarakat Desa Sragi menjadi kelompok sociopreneur. Dalam pelatihan ini, mahasiswa UMM punya andil mendampingi untuk membuat minuman serbuk. Metode serbuk yang dipilih adalah foam mat drying. Teknik ini dipilih karena memiliki keunggulan dalam mempecepat psoses penguapan air. Yakni dilakukan pada suhu yang lebih rendah sehingga nilai gizi yang ada dalam bahan dapat dipertahankan. Tak hanya melaksanakan pelatihan pembuatan minuman serbuk rambut jagung dan jahe, acara ini juga memberikan materi mengenai peningkatan kapasitas BPD yang ditujukan untuk perangkat desa. Sederet pemateri dihadirkan dari prodi ilmu pemerintahan, salah satunya Drs. Krishno Hadi, M.A. Krishno, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa salah satu karakter dari desa mandiri adalah desa tersebut mampu mengembangkan potensi yang di milikinya. “Salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Sragi ini adalah pengembangan usaha minuman serbuk dari bahan rambut jagung dan jahe. Jika pengembangan produk ini berhasil, maka akan menjadi contoh bagi desa-desa yang lain untuk mengembangkan potensinya juga,” ujarnya. Ia mengapresiasi langkah Kampus Putih UMM untuk terjun langsung berperan membantu masyarakat. Menurutnya, salah satu ciri kampus maju adalah memiliki peran konkret kepada masyarakat. Para perangkat desa juga antusias dan mau belajar hal baru sehingga Krishno yakin pengembangan desa itu akan lebih baik lagi. Sementara itu, Sutikno selaku Ketua BPD Desa Sragi berterimakasih kepada UMM yang senantiasa membantu pihaknya. Di samping itu menyajikan materi menarik dari para pemateri andal yang mudah dipahami oleh masyarakat desa Sragi. “Ke depan, kami sebagai mitra kerja pemerintah tetap ingin mendorong agar pemerintah Desa Sragi selalu bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Malang secara berkelanjutan.Sehingga apa yang menjadi cita-cita Desa Sragi bisa terwujud,” pungkasnya. (ros/wil)