Lagi, Dosen UMM Ikuti Erasmus Staff Week di Eropa

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memberangkatkan dosennya terbang ke Polandia melalui program Erasmus Staff Week. Kali ini, dosen Ilmu Komunikasi UMM Dr. Joko Susilo M.Si. melakukan kunjungan untuk mempererat kerja sama dengan Wroclaw University of Science and Technology (Politechnika Worclawska) dan Politechnika Warszawska. Kegiatan tersebut berlangsung pada akhir bulan Juli lalu. Joko, sapaan akrabnya mengatakan kegiatan yang dikoordinir oleh International Relations Office (IRO) UMM itu berlangsung selama sepuluh hari. Kegiatan itu bertujuan untuk mengimplementasikan kerjasama terkait Program Erasmus+. Selain itu juga saling memberikan wawasan baru melalui pengenalan dan sharing pengalaman antar kampus. “Kerja sama International Relations Office (IRO) UMM dan pihak Erasmus sudah berlangsung lama. Sedangkan kegiatan menjadi upaya memperluas kerjasama dan kolaborasi internasional lain di benua eropa,” jelas Joko. Dosen yang juga Sekretariat Rektorat UMM itu menilai, secara bentuk, Sebagian besar perguruan tinggi di Polandia memiliki fokus pada satu dispilin. Contohnya seperti Politeknik khusus Engineering, Universitas Medicine dan Universitas Economic. Sedangkan untuk proses pendidikannya, dibuat dalam bentuk semi modul. Pada mata kuliah tertentu bisa diambil secara lintas prodi. Seperti Filsafat, bisa diikuti 200-an mahasiswa dari berbagai prodi. “Sebelum saya, ada beberapa dosen yang juga berangkat di kota dan universitas yang berbeda. Dengan tujuan yang hampir sama yakni membicarakan mengenai kolabarosi atau kerja sama antar Universitas,” ungkapnya. Selain membahas mengenai kerja sama dan juga kampus, Joko juga banyak mengenal mengenai budaya yang ada di Polandia. Begitupun sebaliknya, ia juga mempresentasikan mengenai budaya Indonesia di sana. Baginya, kunjungannya ke dua universitas di Polandia memberikan pengalaman yang berharga. “Esensinya kemarin lebih kepada menambah pengalaman dan juga wawasan. Sehingga, semakin memperkaya khazanah pemahaman tentang banyak hal. Utamanya terkait kondisi sosial dan budaya agar dapat semakin meningkatkan kualitas diri yang juga bisa berpengaruh pula pada institusi,” terang dosen asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu. (zak/wil)
Mahasiswa Internasional UMM Pentaskan Drama Danau Toba dan Malin Kundang

Mahasiswa internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) didorong untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Kali ini, Bahasa Indonesia Untuk Penutur Asing (BIPA) UMM menggelar Pentas Drama yang di perankan oleh para mahasiswa internasional. Adapun pentas ini dilaksakan pada hari Jumat (5/8) lalu, bertempat di Laboratorium Drama Pendidikan dan Sastra Indonesia UMM. Pentas drama kali ini terdiri dari dua kelompok, utama yang masing-masing beranggotakan empat orang membawakan satu kisah. Adapun kisah yang dibawakan adalah kisah Malin Kundang dan Danau Toba. Menariknya, pentas ini menjadi syarat dan ujian pada mata kuliah berbicara bahasa Indonesia. “Pagelaran drama ini menjadi sebuah ujian kelulusan mata kuliah berbicara bahasa Indonesia bagi mahasisa Internasional” ujar kepala BIPA UMM Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si. Arif, sapaan akrabnya mengatakan bahwa selain menjadi syarat kelulusan, pentas ini bertujuan agar mahasiswa asing semkain mahir berbicara dan membaca bahasa Indonesia. Sekaligus belajar bagaimana mengapresiasi dan menghormati budaya Indonesia. Hal ini tentu membantu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) dalam mengembangkan program internasionalisasi bahasa dan budaya Indonesia. Dosen Prodi Pendidikan dan Sastra Indonesia (PBSI) UMM ini berharap setelah adanya pentas drama, mahasiswa internasional UMM bisa lebih mengapresiasi dan mempelajari lebih dalam akan budaya yang ada di UMM ini semakin mengapresiasi dan bangga akan budaya Indonesia. Sehingga ketika mahasiswa internasional ini pulang ke negara asal, dapat membaginya kepada keluarga atau masyarakat di sana sehingga makin dikenal. Sementara itu, salah satu mahasiswa internasional bernama Syed Khaled, yang berasal dari Afganistan merasa senang bisa membawakan peran Malin Kundang. Menurutnya, pentas ini semakin meningkatkan kemampuannya dalam berbahasa Indonesia. Tentu, ia makin semangat untuk terus mempraktekkan dan memahami bahasa terkait. “Saya berterimakasih kepada BIPA UMM dan seluruh pengajarnya yang telah membimbing kami dalam belajar bahasa. Ini menjadi hal yang tak terlupakan, pun dengan pentas drama yang sukses digelar,” pungkasnya. (haq/wil)
Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia UMM Gelorakan Pertunjukan Teater

Bukan hanya memberi pemahaman kognisi, berteater juga memicu daya kreativitas lebih kuat. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Hari Sunaryo, M.Si. selaku dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam gelaran pentas seni teater yang diadakan oleh mahasiswa prodi PBI UMMdi Aula Biro Administrasi Umum (BAU), Sabtu (6/8) lalu. Dalam gelaran teater itu, total ada empat kelompok yang memberikan penampilan terbaiknya. Ada yang menampilkan teater bertema dukun-dukunan hingga nuansa kota yang tak henti bernyanyi. Para penampil berupaya dan bekerja keras agar mampu menyajikan penampilan yang menghibur. Pada kesempatan itu, Hari menyampaikan jika kegiatan ini merupakan gelaran teater pertama setelah dua tahun pandemi. Ini juga menjadi buah hasil dari mata kuliah keterampilan sastra produktif unit kompetensi penyutradaraan. Malalui gelaran teater, mahasiswa didorong untuk menyalurkan ide kreatifnya yang kemudian disalurkan untuk merancang hingga mengeksekusi pagelaran teater. “berhubung sudah vakum selama dua tahun, saya mengajak mahasiswa berdiskusi atas fenomena-fenomena yang terjadi untuk nantinya dibawa ke dalam alur cerita. Kami menganalisisi terkait aktor, media, pencahayaan dan latar panggunng yang dibawa ke perspektif pertunjukan teater,” ujarnya. Gelaran teater kali ini membawa filosofi tontonan itu menuntun. Melalui filosofi tersebut, mahasiswa memiliki landasan mengekseskusi cerita dengan tetap menyelipkan nilai-nilai kebajikan. Alasanya adalah karena sebagai mahasiswa bukan hanya perihal kreatif, tapi juga memberi kebermanfaatan yang baik. “Maka terkait pemilihan naskah hingga penggarapan harus menggunakan nilai-nilai tersebut. Sebab, kami membawa jargon menonton itu menuntun,” ungkapnya. Hari berharap setelah terlaksananya penampilan tersebut mahasiswa mempunyai pemahaman dan kemampuan menyutradarai pertunjukan teater. Mahasiswa juga diminta agar bisa memimpin pertunjukan serta melakukan pembinaan teater ketika di luar bangku perkuliahan. “Goalsnya tentu mendorong mereka agar mampu memproduksi sendiri pertunjukan teater yang nantinya ketika sudah lulus kuliah bisa menjadi bekal untuk disalurkan kepada siswanya jika kelak menjadi seorang guru,” pungkasnya. Total ada empat kelompok yang menggelar pentas seni teater, yaitu Sranti Arutali, Oasis, Hawicarita, dan Naungan Surau. Selain itu, untuk memantik kreativitas mahasiswa, adapula penganugerahan kategori pemeran pendukung wanita terbaik hingga pemeran utama wanita terbaik. Pun dengan peran pendukung pria terbaik, peran utama pria terbaik, sutradara terbaik, artistik terbaik serta ilustrasi terbaik. Di sisi lain, Ahmad Setya Nurdiansyah selaku mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini karena memiliki nilai positif. Apalagi dengan euforia para penonton yang cukup tinggi. Namun, rentetan acara tersebut bukan tanpa kendala. Ia mengatakan bahwa rekan-rekannya cukup kesulitan untuk berkoordinasi. Namun, semua bisa diatasi sehingga mampu berjalan menghibur. Menurutnya, ada dua hal dari dirinya yang bertambah, yakni pemahaman sastra dan kepeduliannya akan sastra. “Saya dan teman-teman juga berharap event-event teater bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. khusunya para anak muda dan mampu menarik animo mahasiswa untuk menonton dan mencintainya. Terbukti, kemarin ada cukup banyak masyarakat yang hadir untuk menikmati sajian tiap kelompok,” tuturnya mengakhiri. (ros/wil)
Webinar Teknik Mesin UMM Beri Tips Mahasiswa Lulus Bebas Skripsi

Jurusan teknik acapkali dipandang sebagai jurusan yang sukar untuk lulus tepat waktu. Oleh karena itu, Prodi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan Webinar Ngobrol Bareng pada Kamis (4/8) lalu. Agenda ini menghadirkan empat mahasiswa Teknik Mesin yang berhasil lulus tepat waktu tanpa sidang skripsi. Mereka adalah Muhammad Ardiansyah, Annisa Widya N, Nadia Septria dan Muchammad Ridwan. Sebagai pembuka, Ketua Prodi Teknik Mesin Iis Siti Aisyah, ST., MT. Ph.D menyampaikan bahwa webinar ini menjadi upaya memfasilitasi mahasiswa untuk berbagi dengan para seniornya. Utamanya dalam memenangkan kompetisi dan mampu lulus tanpa sidang skripsi. “Dengan kiat-kiat yang diberikan dan nasehat, harapannya para mahasiswa bisa menyelesaikan studinya dengan tepat waktu. Sekaligus dapat mematahkan mitos bahwa anak teknik tidak bisa lulus tepat waktu. Apalagi Kampus Putih memiliki program UMM PASTI yang menjadi upaya agar mahasiswa bisa lulus tpat waktu dengan kemandirian yang bagus,” tegas Iis. Adapun keempat mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2018 itu lulus melalui program ekuivalensi sertifikat kompetisi bertaraf nasional maupun internasional. Dari keempat mahasiswa tersebut, Nadia berhasil lulus dalam waktu tiga tahun sembilan bulan serta menyabet predikat cumlaude. “Agar bisa lulus tanpa sidang skripsi, perbanyak mencari informasi mengenai lomba, baik proyek maupun kompetisi. Selain itu, harus ada niat untuk segera menyelesaikan tanggungan mata kuliah. Jangan lupa juga untuk meminta doa dan dukungan dari orang tua dan juga teman-teman,” tegas Nadia. Selama berkuliah, Nadia merupakan mahasiswa yang aktif dan berprestasi. Ia tergabung dalam tim yang menerima pendanaan Dikti. Yakni pada program dan pembuatan alat produksi sebagai implementasi pembelajaran project based learning untuk penyelesaian problem UMKM. Selain itu, ia juga termasuk dalam Tim Srikandi yang berhasil menjadi finalis lomba Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang. Di sisi lain, Muhammad Ardiansyah, Annisa Widya dan Muchammad Ridwan merupakan salah satu tim yang lolos seleksi pendanaan pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 33 tahun 2020. Mereka berhasil bersaing dengan 66.000 proposal dari berbagai universitas yang lain se-Indonesia. Ardian sebagai ketua tim mengatakan ketika itu, timnya membuat program yang diberi judul Sistem Pintar Pengaman Parkir Bertingkat Untuk Kendaraan Roda Empat. Dari kompetisi Pimnas tersebut, mereka mengajukan ekuivalensi ke kampus sehingga bisa bebas skripsi. “Bisa dikatakan proposal kami setara dengan skripsi karena pada saat itu diuji langsung oleh tiga profesor,”jelas Ardian. Teranyar, Ardian bersama timnya berhasil meraih juara tiga Lomba Nasional Rancang Bangun Mesin ke-10 (LNTRBM X) 2022 yang diselenggarakan oleh Badan Kerja Sama Teknik Mesin (BKSTM) Indonesia. Dalam lomba saat itu, Ardian dan timnya membuat inovasi permainan simulasi turbin ulir berbasis teknologi renewable energy untuk anak 7-18 tahun, yang diberi nama E-Rotta. Di akhir webinar, Ardian memberikan motivasi kepada juniornya agar bisa mengikuti tips yang sudah mereka bagikan. Pun untuk terus semangat dan belajar agar mampu menjadi yang terbaik. “Keberuntungan adalah ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan. Jadi harus disiapkan sejak dini, agar saat ada kesempatan kita sudah siap memanfaatkannya,” pungkas Ardian. (zak/wil)
Unik, Rayz Hotel UMM Tampilkan Sky Fashion Week

Terispirasi dari gelaran citayam fashion week di ibu kota, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui amal usahanya Rayz Hotel UMM selenggarakan Sky Rooftop Fashion Week. Peragaan busana ini diadakan pada Rabu (03/08) yang bertempat di The Sky Rooftop Rayz UMM. Tak hanya mengundang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Putra Putri Kampus (PPK), acara ini juga turut menghadirkan beberapa selebriti Instagram serta TikTok asal Malang. Total ada 50 mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Hotel Manager Rayz UMM, Yanuar Arifien, mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu ajang pendorong mahasiswa untuk berkreasi, utamanya dalam bidang fashion dan konten kreatif. Hal ini juga diharapkan menjadi pijakan awal bagi Rayz Hotel UMM untuk berkolaborasi dengan mahasiswa serta para influencer yang diundang. “Kami ingin memberikan yang terbaik bagi mahasiswa sebagai salah satu amal usaha yang UMM punya. Selain gelaran acara ini, kami juga akan memberikan diskon khusus untuk para mahasiswa. Hal ini meliputi diskon menginap sebesar 15% dan paket makan khusus crovel serta cappucino dengan harga 15.000 saja. Diskon ini bisa diperoleh menggunakan KartuTanda Mahasiswa (KTM) UMM,” ungkap Arifien. Pada kesempatan yang sama, Maharina Novia Zahro, S.Ikom salah satu staf Humas UMM menjelaskan bahwa dengan adanya kesempatan ini para mahasiswa seperti PPK, BEM, dan influencer yang tergabung dalam Digital Tim UMM dapat berkolaborasi bersama Rayz Hotel. Dalam perjalanannya, semoga gelaran acara ini dapat menghasilkan karya-karya yang dapat dinikmati serta diterima baik oleh masyarakat luas. “Ini bukan agenda pertama dan terakhir, harapannya program ini dapat terus bersinergi baik secara formal maupun non formal. Hasil dari program ini adalan ngonten kreatif, jadi hal ini tak perlu diagendakan secara serius. Hal ini, nantinya bisa teman-teman diskusikan secara non-formal di luar acara,” ujar alumni Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi UMM itu. Tak hanya menyajikan gelaran peragaan busana, acara ini juga menyajikan live music serta hidangan yang memanjakan lidah pengunjung. Lebih lanjut, Rina sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dengan terbentuknya kolaborasi ini, konten kreatif digital tim UMM akan semakin berkembang. “Pandemi telah membuat jarak antara satu pihak dengan yang lain. Hal itulah yang membuat teman-teman tidak saling mengenal. Semoga dengan adanya momen ini bisa menjalin silaturahmi antara satu dengan yang lain, utamanya antara mahasiswa dengan Rayz Hotel UMM,” pungkasnya mengakhiri. (syi)
UMM Siapkan Program Unggulan CoE kopi dan Kakao

Kopi merupakan komoditas barang yang menjanjikan di Indonesia. Melihat peluang tersebut jurusan Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) inisiasi pendirian program unggulan Center of Excellence (CoE) Kopi dan Kakao. Penjajakan program tersebut dilakukan dengan menggelar short course pengolahan biji kopi pada akhir bulan Juli lalu. Pendiri Indonesia Coffee Academy (INCA), Drs. Hendarto Setyobudi, dalam materinya menjelaskan bahwa perkebunan kopi merupakan komoditas barang yang penting di Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia merupakan produsen kopi terbesar keempat dunia di bawah Brasil, Vietnam, dan Kolombia. Menurut data International Coffee Organization (ICO), pada tahun 2020 total produksi kopi Indonesia mencapai 11,95 juta karung ukuran 60 kg. “Selain itu, Indonesia juga memiliki berbagai macam jenis kopi. Namun yang paling terkenal adalah robusta dan arabika. Meskipun memiliki jenis yang sama, aroma dan rasa kopi bisa berbeda tergantung iklim dan daerah di mana kopi tersebut berasal. Sebagai contoh, kopi Priangan diketahui memiliki aroma yang lebih kaya. Sementara itu, kopi Bali diketahui memiliki cita rasa yang lebih asam daripada kopi Priangan,” ungkap Apprentice Trainer di Specialty Coffee Association of America (SCAA) tersebut. Pada kelas ini, Hendarto juga memperagakan cara memproduksi kopi espresso, cappucino dan americano. Ia mengatakan bahwa selain memanfaatkan bijinya, kulit kopi juga bisa digunakan untuk berbagai hal, antara lain sebagai pupuk organik, pakan ternak, dan bahan pangan. “Kulit kopi memiliki zat kaskara yang kaya akan serat dan antioksidan. Zat kaskara ini lah yang dapat diolah menjadi makanan dan minuman fungsional,” kata Hendarto. Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Dr. Ir. Aris Winaya, M.M., M.Si. IPU., menyambut baik kegiatan inisiasi pengembangan CoE ini. Ia berharap kegiatan pelatihan ini bisa dilakukan secara periodik untuk mendukung terealisasinya kelas profesional CoE Kopi dan Kakao. Kedepannya, kelas ini akan dibuka untuk mahasiswa dan masyarakat umum. “FPP sendiri telah memiliki beberapa kelas unggulan seperti CoE Industri Produksi Benih, CoE Essential Oil, Kelas Profesional Ruminansia, Kelas Profesional Unggas, Kelas Profesional udang, dan Kelas Profesional Ekspor Produk Agrokompleks. Hadirnya CoE Kopi dan Kakao ini akan menambah jajaran kelas unggulan untuk memfasilitasi minat dan bakat para mahasiswa,” ungkapnya mengakhiri. (*syi)
Tim E-Sport UMM Raih Juara Kompetisi Mobile Legend

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, tim E-Sport Valhalla UMM berhasil meraih juara dua pada Mobile Legend Zodiac E-Sports Competition Season XXII Regional Malang. Perlombaan ini dilakasanakan pada Jumat (24/07) di Jambuluwuk Hotel dan Resort Batu. Tim Valhalla berhasil meraih kemenangan pada posisi Upper Bracket setelah mengalahkan 14 tim lainnya pada kompetisi yang diselenggarakan oleh Zodiac E-Sports tersebut. Adapun orang-orang yang berada di balik kemenangan ini adalah Giant Andili Pratama, Pramas Setya Wahyu, Fikri Nur Haikal dan Denny Prassetiawan. Giant sapaan akrabnya menceritakan bahwa saat Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk memainkan game online harus pergi ke warung internet (WARNET) dan mengambil paket malam. Namun dengan berkembangnya teknologi, Giant mulai mencari alternatif game melalui smartphone yaitu Mobile Legend. “Bisa kita lihat game sekarang bukan hanya sekadar hiburan tapi juga bisa sebagai tempat berkarir dengan masuknya E-Sport Indonesia ke Sea Game dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal itu lah yang memacu saya untuk berpartisipasi pada kompetisi musim ini. Meskipun hanya keluar sebagai Runner Up, saya bangga dapat memulai langkah awal untuk kompetisi-kompetisi selanjutnya,” ujar mahasiswa jurusan Informatika itu. Pada perlombaan ini, Giant mengatakan bahwa timnya cukup mempersiapkan diri dengan baik. Selain rutin berlatih, mereka juga menyiapkan mental serta kekompakan dalam tim. Dari babak awal sampai ke tahap semifinal, timnya meraih kemenangan berturut-turut selama beberapa permainan atau yang biasa disebut dengan Win Streak. Namun pada saat semi final, posisi timnya sempat mengalami penurunan. “Kami cukup kewalahan saat bertemu dengan tim dari Sidoarjo. Sempat juga kami terkendala kekurangan hero power. Hal ini terjadi karena adanya kesalahan komunikasi. Untungnya kami bisa mengatasi hal tersebut dengan baik,” kata mahasiswa UMM angkatan 2019 itu. Mahasiswa asal Jambi ini berharap bahwa kampus bisa mendukung penuh kegiatan E-Sport UMM kedepannya. Giant juga berharap para mahasiswa UMM dapat berkarir di dunia E-sport. “Saya harap teman-teman yang memiliki bakat dan suka dengan game online tetap fokus berlatih. Mungkin dari yang awalnya player amatir bisa naik menjadi pro player suatu saat nanti,” ungkap Giant mengakhiri. (zak/syi)
LP3A UMM Ajak Orang Tua Gali Potensi Anak

Berikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak anak sebagai generasi penerus bangsa, Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selenggarakan Hari Anak Nasional. Kegiatan bertema Menggali Potensi, Mengasah Kreasi, Mencetak Prestasi menuju Generasi Mandiri ini diadakan di Taman Sengkaling UMM, Sabtu (31/7) lalu. Kepala LP3A UMM, Dra.Thathit Manon Andini, M.Hum, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial semata, tetapi juga memberi wadah bagi anak Indonesia untuk mengembangkan bakat serta potensinya dengan mengikuti berbagai perlombaan. Total ada 14 bidang kategori perlombaan yang diselenggarakan. Perlombaan ini diikuti oleh 144 anak dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) se-Malang Raya. “Para peserta akan memperebutkan 56 piala dari 14 kategori lomba. Tak hanya terbatas pada anak-anak kegiatan yang kami lakukan juga menyasar para orang tua, dosen, serta mahasiswa melalui kegiatan webinar. Acara tersebut diisi oleh Drg. Arbani Mukti Wibowo selaku Kepala Dinas Pemberdaya Perempuan dan Perlindungan Anak (DB3A) Kabupaten Malang dan juga AKP Tri Nawangsari selaku Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (Kanit PPA) Polresta Malang Kota,” ujar dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut. Lebih lanjut, Thathit sapaan akrabnya berharap bahwa setiap orang tua dapat mendampingi anaknya hingga berhasil meraih mimpi. Pemberian akses pendidikan yang layak kepada anak juga menjadi poin penting. Hal ini terjadi karena di Indonesia masih banyak anak yang tidak mendapat pendidikan yang layak. “Data mengatakan 4,3 juta anak Indonesia dalam rentan umur 7 – 18 tahun masih belum sekolah. Hal ini akan mempengaruhi anak dalam menentukan potensinya. Padahal lembaga pendidikan formal seperti sekolah, bisa mengeratkan pentingnya pendampingan bagi anak -anak,” ungkap Thathit. Dalam kesempatan yang sama, Najamuddin selaku orang tua anak yang hadir pada kegiatan tersebut mengapresisasi dan mengungkapkan rasa senang atas terselenggaranya kegiatan ini. Baginya, kegiatan ini merupakan momentum yang tepat untuk mendorong potensi yang anaknya miliki “Anak saya sangat antusias dan senang menghadiri perlombaan. Saya juga merasa menjadi lebih dekat dengan anak setelah mengikuti kegiatan ini. Saya berharap agenda seperti ini akan menjadi agenda tahunan,” pungkasnya mengakhiri. (*Ros/Syi)
FPP Juara Umum Rektor Cup UMM 2022

Sorakan meriah penuhi gelaran penutupan Rektor Cup Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (03/08) malam. Setelah sebulan penuh bertanding di bidang kesenian, olahraga, dan penalaran, para mahasiswa sangat antusias dalam menyambut malam penganugerahan yang bertempat di Dome UMM tersebut. Pada gelaran itu, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) berhasil meraih piala bergilir juara umum pertama yang di perebutkan oleh sembilan fakultas lainnya. Selain menghadirkan penampilan band, tari dan paduan suara, Penutupan Rektor Cup ini juga turut mengundang Ratna Antika sebagai guest star. Dalam sambutannya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd mengatakan bahwa agenda tahunan ini berguna untuk mendorong para mahasiswa untuk aktif dalam pengembangan soft skill leadership. Dalam perjalanannya, Rektor Cup tidak hanya menumbuhkan skill leadership tetapi juga penanaman nilai-nilai suportif, jujur, bertanggung jawab, dan pemahaman menilai secara objektif. “Pada malam hari ini, para mahasiswa telah menunjukan kemampuan terbaiknya untuk berkarya di bidang non akademik. Hal ini akan memberikan pengalaman dan membangun diri para mahasiswa untuk menjadi lebih baik kedepannya,” ungkap rektor kelahiran Kediri tersebut. Meskipun kegiatan Rektor Cup telah ditutup, Fauzan berharap bahwa aktivitas mahasiswa di bidang non akademik akan terus berlangsung. Hal ini berguna untuk mengembangkan bakat dan minat para mahasiswa. “Aktivitas seperti ini harus tetap di jaga dan dilestarikan. Kalah memang biasa namun jika menang akan menjadi luar biasa,” ungkap Fauzan mengakhiri. Di sisi lain, Badan Pembina Harian (BPH) UMM Dr., Drs. Joko Widodo, M.Si., mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para mahasiswa dan juga kampus yang telah menggelar acara Rektor Cup ini. Hal ini akan membawa ekosistem berprestasi secara terus menerus kepada mahasiswa UMM. hal ini juga selaras dengan slogan UMM yaitu tiada hari tanpa prestasi dan tiada prestasi yang tidak dihargai. “Saya kagum akan berbagai inovasi dan kreativitas yang selalu diperbaharui pada setiap penyelenggaraan Rektor Cup UMM. Kepada para mahasiswa yang memperoleh juara saya ucapkan selamat dan kepada yang belum berprestasi jangan menyerah karena masih ada kesempatan-kesempatan selanjutnya,” ungkap asisten rektor bidang pengembangan kemahasiswaan tersebut mengakhiri.(*syi)
Puluhan Mahasiswa UMM Bantu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang Atasi PMK

Fokus tangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terjunkan 32 relawan ke Ngantang dan Kasembon. Relawan mahasiswa ini akan membantu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang untuk proses vaksinasi PMK dosis kedua. Kegiatan ini akan dimulai pada Rabu (03/08) dan berlangsung sekitar dua minggu. Kepala Satuan Tugas (satgas) PMK UMM, Prof. Dr. Lili Zalizar, M.S. menjelaskan bahwa Jawa Timur (Jatim) merupakan sasaran utama penanganan PMK. Hal ini terjadi karena Jatim memiliki populasi ternak sapi tertinggi di Indonesia, utamanya di wilayah Kabupaten Malang. “Peternak sapi di Kabupaten Malang tersebar di beberapa daerah seperti Pujon, Ngantang, dan Kasembon. Produk yang biasanya dihasilkan adalah susu perah dan daging sapi. Tingginya angka peternak sapi tersebut membuat dampak ekonomi akibat PMK semakin terasa,” ungkap dosen asal Subang itu. Lebih lanjut, Lili sapaan akrabnya mengatakan bahwa berkat pembatasan transportasi ternak dan vaksinasi pertama yang di lakukan, persebaran PMK pada hewan ternak cukup berkurang. Namun untuk meningkatkan daya tahan tubuh hewan ternak terhadap penyakit PMK, vaksinasi tahap kedua sangat dibutuhkan. “32 relawan mahasiswa yang kita kirimkan semuanya berasal dari Program Studi (Prodi) Peternakan. Mereka akan bertugas untuk membantu proses vaksinasi dan juga rekap data ke database nasional. Vaksin tersebut akan disuntikan kepada sekitar 100 – 300 sapi per harinya. Kami sangat berharap selain memperkebal hewan ternak dari virus PMK, pemberian vaksin kedua ini juga akan menurunkan tingkat kematian hewan ternak akibat PMK,” kata Ketua Prodi Magister Agribisnis tersebut. Di sisi lain, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST, . MT mengatakan bahwa virus PMK sangat meresahkan kalangan peternak. Hadirnya para mahasiswa sebagai relawan PMK ini membuat saya bangga terhadap kepedulian untuk membantu masyarakat luas. hal ini juga dapat membantu mahasiswa untuk memperkuat soft skill yang telah di bangun. “Saya berharap mahasiswa yang diterjunkan ini akan menjadi penggerak untuk menangani wabah penyakit PMK di Malang. Selain itu, saya juga berharap apa yang kita lakukan ini berdampak positif untuk mengurangi persebaran penyakit PMK pada hewan ternak,” ujarnya mengakhiri. (Syi)