Wisudawan Terbaik UMM Ini Aktif Kegiatan Sosial dan Pengabdian Masyarakat

Aulia Rachma, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menjadi wisudawan terbaik pada gelaran wisuda periode I 2022 pada Kamis (24/3). Tak hanya berprestasi di bidang akademik, mahasiswa Fakultas Psikologi yang lulus dalam tiga setengah tahun ini juga aktif di berbagai projek sosial dan perlombaan essay nasional. Aulia, sapaan akrabnya menceritakan bahwa keaktifannya selama masa perkuliahan tidak jauh dari kebiasaannya mengikuti perlombaan sejak Sekolah Dasar (SD). Oleh karena itu, anak pertama dari dua bersaudara ini mulai mengisi masa perkuliahannya dengan lomba-lomba essay dan memenangkan beberapa kejuaraan. Sebut saja juara tiga lomba essay nasional di Universitas Brawijaya serta juara tiga essay di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UMM. Projek risetnya pada Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) juga mendapatkan pendanaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). “Projek PKM yang saya dan teman-teman kembangkan membahas tentang mental health para penderita Covid-19. Kami melihat bahwa selain menyerang fisik, virus tersebut juga melemahkan mental para penderitanya. Oleh karena itu, kami mengadakan terapi perilaku kognitif untuk meningkatkan resiliensi pada pasien Covid-19 dengan menggunakan cyberpsychology,” jelas Aulia. Selain aktif berlomba, Aulia juga aktif mengikuti komunitas di luar kampus bernama   Catatan Psikologi. Komunitas yang berbasis di Malang ini bergerak di bidang mental health dan self development. Aulia menceritakan bahwa kegiatan-kegiatan dari catatan psikologi biasanya dilakukan secara daring melalui webinar dan media sosial. “Catatan psikologi hadir untuk mendekatkan ilmu psikologi kepada masyarakat. Seperti yang kita ketahui, masih ada masyarakat Indonesia yang belum teredukasi dengan baik mengenai kesehatan mental. Padahal, pengobatan kesehatan mental tidak hanya untuk orang gila saja,” kata mahasiswa asal Bondowoso tersebut. Tak hanya aktif berlomba dan berkomunitas, Aulia juga mengikuti projek sosial. Tergabung dalam kegiatan Program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa (PMM), Aulia dan tim membuat program edukasi Deaf Talk bagi masyarakat umum. Acara ini berlangsung selama dua bulan dan dilaksanakan secara online melalui zoom. “Dengan adanya program pengenalan bahasa isyarat ini, kami bertujuan untuk menghapus jarak komunikasi antara teman-teman disabilitas dan masyarakat umum,” ujar Aulia. Diluar kegiatan-kegiatan tersebut, Aulia juga melakukan program magang di Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM dan sekolah Internasional di Malang. Dengan kegiatan yang banyak tersebut, Aulia memiliki beberapa cara untuk menyeimbangkan kegiatan akademik dan non-akademik yaitu membuat skala prioritas dan juga to do list harian. “Skala prioritas dan to do list tersebut sangat membantu saya untuk konsisten serta mengetahui target harian saya. Dalam melewati hari-hari perkuliahan yang berat, saya memiliki satu moto yang mendorong saya untuk tetap semangat yaitu you’re only life once, so live your life to the fullest,” pungkasnya. (syi/wil)

Dubes Indonesia untuk Inggris Dorong Wisudawan UMM Jadi Pemberi Solusi Masyarakat

Momen wisuda adalah salah satu momen penting dalam fase kehidupan. Oleh karenanya, setelah dikukuhkan, para sarjana diharapkan mampu bermanfaat bagi masyarakat dengan skill yang sesuai dengan passion masing-masing. Hal itu diungkapkan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd. pada gelaran wisuda 103 periode I. Adapun acara ini dilaksanakan pada tanggal (22/03) secara daring dan luring bertempat di Hall Dome UMM. Fauzan, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa ilmu yang telah diperoleh selama empat tahun bisa bermanfaaat bagi masyarakat. Apalagi Kampus Putih merupakan amal usaha Muhammadiyah yang mendorong wisudawan untuk memberikan manfaat keilmuan, sosial, keagamaan dan lainnya. Ditambah lagi dengan peringkat enam kampus swasta terbaik se-ASEAn yang baru saja diraih. “Kabar baik ini tentu bisa menguatkan saudara sebagai lulusan dari universitas yang memiliki rekognisi. Tidak hanya nasional tapi juga reputasi internasionaldan akreditasi internasional,” ucapnya. Pada kesempatan yang sama hadir pula Dr. KH. Saad Ibrahim, M.A selaku ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Ia mengungkapkan bahwa ketenangan jiwa mulai terbangun sejak duduk di bangku perkuliahan. Menurutnya, hari ini wasudawan telah memiliki ketenangan jiwa yang meliputi kekokohan, langkah dan kekuatan rohani. Hal tersebut adalah wasilah yang diberikan oleh para dosen di dalam kelas.  “Ketenangan yang sudah saudara miliki saat ini harus disebarkan untuk kedamaian dan kebermanfaatan bagi masyarakat, umat, bangsa dan negara,” tuturnya. Didapuk untuk menyampaikan orasi ilmiah, Duta Besar Republik Indonesia untuk Inggris Desra Percaya, P.hD. mendorong wisudawan untuk terus menjaga semangat belajar. Gelar sarjana yang diperoleh tersebut juga membuktikan perjuangan mereka selama berkuliah, keringat orang tua, bantuan keluarga, serta guru yang sabar. Begitupun dengan dosen yang rajin membimbing serta sahabar yang setia menemani. Desra juga memberi lima strategi yang bisa dilakukan lulusan untuk menjadi problem solver handal untuk beraga masalah. Pertama, yaitu mengetahui diri sendiri. Memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing agar dapat mengoptimalkan potensi diri. Kedua, yakni mengetahui apa yang diinginkan. Seringkali hal ini masih kurang tajam. Maka anak muda harus memiliki tujuan jelas agar mampu berbagi manfaat ke sesama. Kemudian juga mengetahui posisi kita di mana. Menurutnya, memiliki ambisi itu bagus, namun lulusan harus memahami posisi yang sedang dijalani. Jika bensin yang dimiliki sedikit, tidak masalah untuk berhenti sejenak dan berjalan dengan pelan. “yang keempat dan yang kelima adalah know the gap serta just do it. Lakukan hal-hal konkret dimulai dari hal kecil. Merintis itu memang berat ketimbang melanjutkan. Jadi mulai dari hal kecil kemudian bertahap mengambil tanggung jawab yang besar,” tegasnya. Lebih lanjut, Desra mengatakan bahwa lima hal tersebut bisa digunakan untuk menhadapi era yang bergejolak dan banjir informasi. Kunci lainnya yakni memahami kompleksivitas masalah agar menemukan jalan keluar yang bagus. “Generasi masa depan harus menjadi generasi yang paling lantang menyuarakan. Berusaha menempatkan Indonesia di posisi yang tepat dalam percaturan global. Pada tahun 2045 nanti, amsa depan ada di tangan saudara-suadara. Saya yakin kalian adalah generasi masa depan yang ditakdirkan untuk menjadi orang-orang hebat,” pungkasnya. (haq/wil)

UMM Kirim Ratusan Altlet Berlaga di Pomprov Jatim 2022

Dalam proses pendidikannya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mendukung minat dan bakat dari para mahasiswa. Terbaru, UMM melepas 155 atlet untuk mengikuti ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (Pomprov) Jawa Timur (Jatim) tahun 2022. Gelaran tersebut berlangsung mulai dari 19 Maret kemarin sampai 31 Maret mendatang. Kepala bagian Bagian Minat-Bakat, Pembinaan Lingkungan dan Mahasiswa Asing UMM, Frendy Aru Fantiro, M.Pd., menjelaskan bahwa untuk mengikuti gelaran ini, UMM telah mempersiapkan para atlet selama dua bulan lamanya. Pada ajang tersebut, para atlet akan berlaga di 14 cabang olah raga (Cabor) yang dikompetisikan saat Pomprov. “Pomprov ini merupakan ajang kompetisi olahraga luring yang pertama kali digelar di Jatim. Oleh karenanya, kami benar-benar mempersiapkan para atlet terpilih untuk mengikutinya. Ada beberapa cabor yang akan diikuti oleh atlet UMM yaitu sepak bola, bola voli, karate, panjat tebing, pencak silat, renang, dan lainnya,” ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) tersebut. Lebih lanjut, Frendy sapaan akrabnya, mengatakan bahwa dalam pagelaran Pomprov kali ini, UMM menjadi salah satu tuan rumah bersama beberapa universitas lain di kota Malang. Adapun para atlet UMM harus bersaing dengan 2900 atlet lainnya dari 120 perguruan tinggi untuk memperebutkan medali kejuaraan. “Dalam kompetisi ini, atlet UMM akan menghadapi lawan-lawan yang berat. Apalagi ada beberapa universitas yang memiliki jurusan khusus untuk olah raga. Meski begitu kami akan berusaha untuk dapat masuk ke lima besar di Pomprov Jatim 2022,” jelas dosen asal Malang itu. Senada dengan Frendy, Wakil Rektor III UMM Dr. Nur Subeki, ST, . MT, juga menargetkan para atlet UMM dapat membawa pulang banyak medali pada kompetisi ini. Untuk membantu para atlet lebih prima dalam berlaga, Eky panggilannya mengatakan bahwa UMM telah memfasilitasi para atlet dengan logistik dan tempat karantina yang mumpuni. Selain itu, UMM juga menerjunkan tim kesehatan dalam rangka memantau kondisi para atlet yang sedang berkompetisi.  “Dengan berbagai kompetisi yang ada, atlet UMM akan semakin terlatih untuk bersaing kejuaraan di masa yang akan datang. Kesempatan ini juga berguna untuk mengasah minat dan bakat yang mereka milikj.  Saya harap dalam Pomprov kali ini, tim UMM dapat memberikan hasil yang baik,” tandasnya. (syi/wil)

UMM-PP Muhammadiyah Kaji RUU Sisdiknas RI

Undang-undang yang merupakan produk politik tujuannya adalah menyejahterakan sosial, namun seringkali muncul resistensi dari masyarakat. Tidak lain tidak bukan karena memang undang-undang dibuat di belakang meja. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Khudzaifah Dimyanti, M.Hum. dalam diskusi terpumpun terkait Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional RI. Adapun agenda tersebut merupakan kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dikdasmen serta Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lebih lanjut, Khudzaifah menilai kegiatan tersebut haruslah menghasilkan argumentasi-argumentasi kuat dan perbaikan. Utamanya dalam menyikapi RUU Sisdiknas yang kini digodok oleh pemerintah. Apalagi melihat banyaknya pemateri ahli di bidangnya masing-masing yang sudah didatangkan. “Ada banyak pemateri handal dihadirkan. Mulai dari ketua umum PB PGRI, pakar pendidikan dari UM, hingga rektor UIN Sunan Ampel. Diskusi ini tentu akan lebih menarik jika melibatkan teman-teman dari organisasi lain. Sehingga argumentasi yang dihasilkan memiliki kekuatan yang lebih baik lagi,” tambahnya. Ia menjelaskan bahwa RUU ini adalah kemauan pemerintah, namun tidak bisa dipaksakan kepada masyarakat. Jika dirasa kurang baik, maka masyarakat bisa mengajukan yudicial review. Selain itu menurutnya, Muhammadiyah akan lebih diperhitungkan dan dipertimbangkan jika menggaet dan bekerja sama dengan pihak-pihak lain. Khususnya dalam mengkaji RUU Sisdiknas. Di sisi lain, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menilai bahwa diskusi ini adalah salah satu upaya pemartabatan bangsa. Pemerintah kini sedang menyiapkan RUU Sisdiknas. Maka, sudah barang tentu para akademisi harus memberi kontribusi dan masukan dalam rangka memperbaikinya. Agenda ini juga dilaksanakan untuk menghimpun pikiran-pikiran dan ide-ide dalam upaya penyempurnaan peraturan tersebut. “Ini adalah sebuah pergerakan moral untuk pemartabatan bangsa. Masa depan peradaban bangsa salah satunya ditentukan oleh model serta arah pendidikan yang akan kita jalani ini,” tegas Fauzan. Hal tidak jauh berbeda disampaikan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur (PWM Jatim) Dr. KH. M. Saad Ibrahim, MA. Arah gerak bangsa haruslah berdasarkan agama sesuai dengan Pancasila yang menjadi dasar negara. Tidak terkecuali arah gerak pendidikan republik Indonesia yang tentu berlandaskan pada agama. Lebih lanjut, Saad juga mengutip salah satu pemateri dari Boston University dalam kajian ramadhan Muhammadiyah tahun lalu terkait pendidikan Islam. Pemateri tersebut menilai bahwa pendidikan Islam yang dirancang, dilaksanakan dan diproyeksikan Muhammadiyah adalah salah satu yang terbaik. Hal itu tidak lepas dari upaya Muhammadiyah dalam memajukan dan memadukan dimensi agama serta dimensi sains. Sementara itu, Wakil Ketua Dikdasmen PP Muhammadiyah Dr. Sungkowo, M.Si. juga berharap kegiatan diskusi ini dapat mengkaji lebih dalam mengenai pendidikan sehingga dapat memperbaiki RUU Sisdiknas. “Mudah-mudahan kita bisa mendapat gambaran dan hasil kajian yang komprehensif dan paling baru dari para pemateri. Dengan begitu diskusi yang kita laksanakan ini dapat mencetuskan kontribusi menarik bagi rancangan undang-undang ini,” tegasnya. (wil)

Wisudawan Terbaik UMM Ini Koleksi Piala dan Hafizah 30 Juz

Menjaga nilai tetap prima sembari mengikuti dan memenangkan lomba bukanlah perkara yang mudah. Apalagi jika harus menghafal Alquran hingga 30 juz. Hal itulah yang dirasakan dan dialami oleh Anna Ashry Savirah, mahasiswa program studi Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ia sukses dinobatkan sebagai wisudawan terbaik Kampus Putih berkat prestasi akademis dan non akademisnya. Diakui Anna, panggilan akrabnya bahwa menghafal Alquran adalah kegiatan yang tidak pernah ia tinggalkan sejak duduk di bangku SMP. Terhitung, ia telah menghafal delapan juz saat masuk ke UMM. Kemudian ia melanjutkan hafalannya secara daring bersama salah satu pembimbing saat berkuliah hingga mencapai 30 juz. “Setiap hari paling tidak saya mampu menghafal satu hingga tiga lembar. Itupun saya harus menyempatkan waktu di sela-sela jam kuliah untuk muroja’ah dan menghafal. Alhamdulillah saya dikuatkan dan akhirnya dapat menghafal 30 juz sekaligus dapat meraih predikat sebagai wisudawan terbaik UMM di periode ini,” imbuhnya. Selain sukses jadi hafizah, Anna juga beberapa kali memenangkan kejuaraan. Salah satunya sebagai juara tiga nasional karate beregu. Dari dulu, Anna memang menggemari aktivitas bela diri. Bahkan ia juga tergabung dalam tim serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karateka Kampus Putih. “Selain untuk mengisi waktu, karate juga menurut saya bisa meredakan stres usai melewati hari yang begitu padat,” ungkap wisudawan asal Tenggarong tersebut. Meski banyak prestasi dan keberhasilan yang diraih, Anna tak luput dari kendala dan masalah. Ia sempat ingin berhenti kuliah karena merasa tidak sanggup mengerjakan skripsi. Bahkan sudah ia sampaikan niatnya kepada orang tua. Beruntung, kedua orangtuanya terus memotivasi Anna untuk berupaya melanjutkan sekolahnya dan menjadi seorang sarjana. Menariknya, ia malah mampu lulus dengan rentang waktu yang cukup singkat yakni 3,5 tahun. “Saya dulu ingin berhenti kuliah karena tidak sanggup melanjutkan skripsi. Mungkin karena doa dan dorongan orang tua ya, akhirnya saya malah bisa selesai lebih cepat dari perkiraan. Alhamdulillah saya sangat bersyukur,” tutur Anna. Ia juga menyampaikan kunci utama agar mampu berprestasi dan menyeimbangkan waktu, yakni menyusun jadwal harian. Sebelum beraktivitas, Anna selalu menulis hal-hal apa saja yang akan ia lakukan dalam sehari, target apa yang harus dicapai, hingga membuat prioritas kegiatan. Dengan begitu, ia dapat menyelesaikannya dengan baik sesuai dengan estimasi waktu serta tenaga yang dimiliki. “Selain itu, menanamkan untuk tidak malas pada diri sendiri memiliki peran penting dalam kesuksesan. Jangan terus membandingkan diri dengan orang lain karena tidak akan ada habisnya. Saingan paling berat adalah diri kita sendiri. Hal yang perlu kita pikirkan dan lakukan adalah menemukan cara agar bisa menjadi sosok yang lebih baik dari kemarin,” pungkas anak kelima dari tujuh bersaudara itu. (wil)

Aspikom-UMM Bahas Proyeksi Kerjasama dan Pengembangan MBKM

Pengembangan pendidikan bukan hanya dilakukan dalam kelas saja, kurikulum dan dasar pembelajar juga memiliki peran penting. Melihat akan hal itu, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (Aspikom) Indonesia melangsungkan Forum Group Discussion (FGD). Adapun kali ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ditunjuk sebagai tuan rumah. FGD yang dilaksanakan pada 17-18 Maret tersebut mengkaji tema “Narasi MBKM dan Proyeksi Kerjasama: Berbagi Pengalaman dan Kemitraan”. Nasrullah, S.Sos, M.Si. selaku Kepala Prodi Ilmu Komunikasi UMM berterimakasih kepada Aspikom yang telah menunjuk UMM sebagai tuan rumah. Ia melaporkan bahwa ada 150 peserta dari prodi Ilmu Komunikasi seluruh Indonesia yang turut memeriahkan. Mulai dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Adapun daerah yang paling banyak datang ialah kampus dari Jawa Barat (Jabar). “Kalau saya perhatikan, ada banyak Kaprodi yang hadir ini merupakan alumni UMM, baik alumni sebagai mahasiswa maupun alumnni dosen,” ucap Nasrullah. Sementara itu, Ketua Aspikom Dr. Muhamad Sulhan bercerita bahwa dulunya ia tidak begitu tertarik bergabung dengan Aspikom. Namun ketika diajak oleh Prof. Setia Budi, ternyata pemikirannya jadis emakin terbuka. Hal-hal menarik dan baik yang ia dapat dari Aspikom ia bagikan banyak pihak. Ia juga menilai bahwa Ilmu Komunikasi di Indonesia akan terus berkembang seiring ebrkembangnya Aspikom ini. Selain itu kondisi, pandemi Covid-19 membawa nilai positif bagi asosiasi ini. Satu di antaranya yakni nama Aspikom yang meledak di dunia Metaverse.  Hal terjadi karena setiap bulannya kowil masing-masing wilayah melangsungkan agenda minimal dua kali. “Aspikom selalu siap dalam menghadapi perubahan zaman. Koordinasi rapi dan nilai inti juga terus dijalankan. Asosiasi ini merupakan keluarga besar dan saya ucapkan selamat datang di keluarga Aspikom bagi teman-teman yang baru,” sambutnya. Di sisi lain, Prof. Dr. Muslimin, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM menyampaikan bahwa pihaknya akan mengesahkan capaian pembelajaran lulusan (CPL) dan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka (MBKM). Menurutnya,ada tiga aspek yang harus dipahami ketika menjadi seorang dosen atau pengajar. Ketiganya adalah visi dan misi prodi, CPL yang -ditetapkan prodi, serta memahami profil-profil lulusannya. Lebih lanjut, Muslimin menilai bahwa tema yang dikaji dalam agenda itu dapat menjadi titik penting dalam pengembangan Ilmu Komunikasi di masa depan. Begitupun dengan MBKM yang kini sudah menjadi standar nasional dalam pelaksanaan pendidikan tinggi. “Samuel Huntington berkata bahwa jika ingin menjadi profesional paling ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Keahlian unik, tangung jawab sosial tinggi serta kebersamaan dalam suatu wadah. Dan saya yakin ketiganya bisa didapatkan di Aspikom Indonesia ini sehingga mampu mempererat kekeluargaan kita semua,” pungkasnya. (haq/wil)

Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Buka CoE Analis Pemerintahan dan Politik

Kembangkan kemampuan dan keterampilan mahasiswa, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) buka program unggulan Center of Excellence (CoE) Analis pemerintahan dan politik di sektor publik serta swasta. Program rancangan jurusan Ilmu Pemerintahan ini memiliki tiga kelas unggulan dan dibuka secara bertahap. Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Pemerintahan, Muhammad Kamil, S.IP., MA., menjabarkan bahwa program ini akan mempelajari tentang tata kelola teknologi di bidang sistem informasi dan pengelolaan aset. Kelasnya sendiri akan dibagi menjadi tiga kelas yaitu kelas pengelolaan pemerintah desa, kelas pengelola pemerintahan daerah, dan kelas parlemen muda. “Kami melihat bahwa selama ini beberapa daerah tidak memiliki data aset yang tertata secara sistematis. Bahkan ada beberapa daerah yang masih menatanya secara manual. Oleh karena itu, kami membekali para mahasiswa dengan keterampilan pengolahan aset dan pengolahan informasi menggunakan teknologi. Dalam proses pengajarannya, kami juga akan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Desa (Sisterdes) dan juga Aplikasi Perancangan Elekronik Pembangunan Desa (Pernikdesa),” ungkap dosen asal Bondowoso itu. Terkait dengan mitra, Kamil sapaan akrabnya menjelaskan bahwa Prodi Ilmu Pemerintahan telah bekerja sama dengan beberapa daerah seperti Kecamatan Donomulyo, Kecamatan Tlogomas, serta lima desa di Kabupaten Magetan. Prodi Ilmu Pemerintahan juga bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia serta Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri. “Pembelajaran yang kami adakan ini selain diperuntukkan bagi mahasiswa UMM juga dapat diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang daerahnya telah bermitra bersama kami. Adapun program pusat unggulan ini kami laksanakan selama satu bulan setengah sampai dua bulan dengan total pertemuan sebanyak 16 kali pertemuan,” kata Kamil menambahkan. Dosen Ilmu Pemerintahan tersebut juga mengatakan bahwa selain mendapat sertifikat keahlian, untuk para mahasiswa juga dapat mengkonversikan program ini ke 20 Satuan Kredit Semester (SKS) yang telah disiapkan. Kegiatan program ini juga akan berpusat di laboratorium Ilmu Pemerintahan UMM yang memiliki beragam fasilitas. “Tujuan kami membuat program tentu untuk membangun sebuah dynamic governance. Oleh karenanya, kami harap dengan adanya CoE ini, mahasiswa akan semakin mudah beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang akan terjadi di suatu pemerintahan. Selain itu, kami dari prodi juga berharap mahasiswa tidak hanya paham akan teori semata, tetapi juga mampu mempraktekan secara langsung apa yang mereka dapat di perkuliahan untuk berkontribusi dalam pemerintahan,” tandasnya. (syi/wil)

Menko PMK Pacu Wisudawan UMM Siap Taklukkan Era Software 2.0

Berbeda dengan zaman saat ini, era software 2.0 nantinya akan dikuasai oleh mesin cerdas. Maka perlu adanya semangat belajar sepanjang hayat untuk belajar hal baru agar tidak ditakulkkan zaman. Hal itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P. pada wisuda 103 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Kamis (17/3) lalu. Adapun gelaran dengan protokol kesehatan ketat tersebut dihadiri oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Georgievna Vorobieva. Lebih lanjut, Muhadjir mengatakan bahwa akan ada banyak sektor penting yang akan digabungkan untuk meningkatkan efisiensi operasional produksi. Utamanya dalam hal teknologi. Saat ini, pengembangan teknologi juga terus dilakukan oleh Indonesia, mulai dari penggunaan jaringan 5G hingga penggunaan Internet of Things (IoT) dalam aspek bisnis, dan sederet lainnya. Menurutnya, wawasan-wawasan semacam ini diperlukan agar para wisudawan dapat menyiapkan diri dalam menyongsong era baru. Menurutnya, zaman yang akan dirasakan oleh lulusan akan sangat berbeda dengan saat mereka berkuliah. Maka tidak ada pilihan lain bagi penerus masa depan selain mengucapkan selamat tinggal pada banyak materi yang dipelajari saat menimba ilmu. “Para Dosen hanya mengantarkan saudara ke gerbang keberhasilan. Selanjutnya, semua akan bergantung pada usaha dan komitmen saudara. Ijazah bukan akhir segalanya, namun justru menjadi awal untuk belajar hal baru agar mampu mengarungi tantangan zaman yang rumit. Saya ingin anda-anda menjadi generasi pemenang, bukan menjadi generasi yang ditakulkkand an dikalahkan oleh zaman,” tegasnya. Pada kesempatan itu pula, Lyudmila Georgievna Vorobieva menjelaskan bagaimana hubungan baik antara Rusia dan Indonesia berlangsung. terhitung pada 2020 lalu, hubungan bilateral keduanya sudah mencapai usia 70 tahun. Indonesia juga dinggap sebagai partner penting yang ada di ASEAN serta dapat berinterkasi dengan dinamis. Lyudmila juga mengajak wisudawan untuk menyelami sejarah baik antar kedua negara. Soekarno yang menjadi presiden pertama Indonesia merupakan tokoh yang baik di mata rakyat Rusia. Total, Bung Karno emapt kali mengunjungi Rusia. Ia juga smepat menampaikan pidato di depan lebih dari 10.000 masyarakat Rusia serta memeri ide untuk membangun salah satu masjid paling etrkenal yakni Blue Mosque di St. Petersburg. “Satu lagi hal menarik yang perlu kita ketahui adalah betapa terkenalnya lagu Rayun Pulau Kelapa saat itu. Bahkan sempat diartikan ke Bahasa Rusia. Beragam simbol kerja sama kedua negara ini bisa ditemui di Indonesia seperti Gelora Bung karno, RS Bersama, dan beberapa monumen. Smeoga hubungan baik ini bisa berlanjut,” ungkapnya. Hal menarik juga disampaikan oleh Alhajie Musa Kamara, wisudawan terbaik jenjang magister Kampus Putih. Pria asal Afrika Barat ini bercerita bahwa dirinya merupakan orang pertama yang meraih gelar sarjana di desanya. Sekarang, ia juga menjadi orang pertama yang sukses mendapatkan gelar magister di desa kelahirannya. “Apalagi gelar magister yang saya dapat merupakan gelar internasional dari UMM. Saya ingat pepatah Africa yang mengatakan bahwa  dibutuhkan seluruh desa untuk membesarkan seorang anak. Dan saat ini, saya adalah anak yang dibesarkan dnegan baik oleh desa saya,” tandasnya. Musa juga merasa beruntung berada di kampus yang menjunjung tinggi perbedaan. Menurutnya, perbedaan mengajarkan mahasiswa untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Selain itu juga dapat memacu mahasiswa untuk menjadi problem solver yang baik pula. Terakhir, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengingatkan bahwa para wisudawan memiliki tanggung jawab sosial daripada saat menjadi mahasiswa. Menjadi contoh di masyarakat, penggerak menuju kebaikan serta problem solver yang mumpuni atas pelbagai masalah. Kepercayaan diri juga harus dimiliki oleh para wisudawan sehingga berani melakukan terobosan. “Saudara dilahirkan dari kampus bereputasi nasional dan internasional. Bahkan minggu lalau UMM juga ditetapka menjadi ranking enam kampus swasta terbaik se-ASEAN. Maka ini adalah modal yang strategis bagi saudara untuk berkarya di masyarakat,” pungkasnya. (wil)

PPG UMM Sumpah Ribuan Guru, Komitmen Memajukan Pendidikan

Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) mengukuhkan 2.143 peserta pendidikan profesi guru pada Minggu (13/3) lalu. Adapun 184 diantaranya disumpah secara luring. Seperti tahun sebelumnya, Prodi PPG FKIP UMM mampu mendulang prestasi masuk ke dalam sepuluh besar LPTK dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Usai diwisuda dan diambil sumpahnya, guru-guru profesional tersebut dinilai siap mengabdikan diri dalam mengantarkan generasi bangsa menjadi generasi unggul 2045. Sebelum melangsungkan prosesi sumpah profesi, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengucapkan selamat atas keberhasilan para mahasiswa PPG dalam menempuh pendidikan profesi guru. Ia berharap, bekal yang telah diperoleh di Kampus Putih bisa digunakan untuk melakukan perubahan baik dalam dunia pendidikan. Fauzan menambahkan, saat ini Indonesia memasuki era bonus demografi karena anak-anak usia produktif jumlahnya jauh lebih besar ketimbang yang tidak produktif. Dunia Pendidikan harus menangkap ini sebagai sebuah peluang dalam menciptakan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. Tentu ini hanya bisa terwujud melalui pembelajaran bermakna yang berasal dari guru-guru profesional yang kreatif, inovatif, dan visioner. “Keberadaan guru profesional memiliki posisi urgen dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Oleh karenanya, pemerintah memiliki kebijakan Pendidikan Profesi Guru ini untuk melahirkan guru profesional yang memiliki tanggung jawab agar anak-anak bisa hidup di masanya,” tandas Fauzan. Di lain sisi, Dirjen GTK Kemendikbud Ristek Dr. Iwan Syahril, Ph.D. mengapresiasi upaya-upaya konkret Kampus Putih. Utamanya dalam telah memfasilitasi dan memastikan calon pendidik Indonesia mendapatkan input keilmuan yang baik. “Semoga UMM dapat senantiasa menghadirkan pendidik masa depan dengan semangat dan daya juang dalam mejalani profesi mereka. Mari bersama-sama saling bahu membahu untuk memajukan pendidikan Indonesia,” ungkapnya. Untuk bisa dinyatakan sebagai pendidik professional, mahasiswa PPG harus melalui perjuangan panjang. Dekan FKIP UMM, Dr. Trisakti Handayani, M.M mengatakan sebelum dinyatakan lulus, peserta PPG daljab dan prajab telah menempuh pendidikan terlebih dahulu. Mulai dari rentang waktu tiga bulan hingga satu tahun. “Di sini, mahasiswa mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni pendalaman materi profesional dan pedagogik, analisis materi ajar, penyusunan perangkat pembelajaran, dan praktik pengalaman lapang di sekolah asal masing-masing. Kemudian baru bisa mengikuti beragam ujian,” ungkap Trisakti. Pada akhirnya, Trisakti berharap para lulusan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah diperolehnya dengan melaksanakan pembelajaran abad 21. Dapat menggunakanpembelajaran HOTs Higher Order Thinking Skills, Technological Pedagogical Content Knowledge dan Inquiry Based Activities. Dengan begitu, guru bisa mengintegrasikan kemampuan literasi, kecakapan pengetahuan, keterampilan, dan sikap, serta penguasaan teknologi. (*/wil)

Vokasi UMM Kaji Keamanan dan Forensik Digital Media Sosial

Kasus peretasan akun media sosial masih menjadi salah satu masalah yang dialami oleh masyarakat. Melihat fenomena itu, Direktorat Vokasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengkaji tema “Security and Digital Forensik for Social Media”dalam agenda Student Day pada aaal Maret lalu. Syaifuddin, S.Kom. M.Kom. yang didapuk menjadi pemateri menuturkan bahwa apa yang ia sampaikan memiliki tujuan untuk menambah wawasan. Bukan malah menyduutkan atau merugikan orang lain. Hingga saat ini, ada  lebih dari 197 juta pengguna media sosial yang aktif di Indonesia.  Penggun mobile phone bahkan lebih tinggi yakni 307 juta. “Angka ini bisa didapat karena memang satu orang biasanya memiliki lebih dari satu gawai. Kemudian aplikasi terbanyak yang digunakan adalah Whatsapp, diikuti oleh YouTube, Instagram, Tik Tok dan Twitter. Jumlah besar ini tentu menjadi peluang bagi oknum untuk menjebol akun yang ada,” tambahnya. Beragam cara dilakukan oleh para oknum jahat dalam upaya pelemahan akun media sosial. Salah satunya melalui phising dengan terus memancing pengguna melalui pesan atau tawaran menggiurkan. Padahal itu adalah cara hacker untuk mengambil alih akun. Selain itu password yang mudah ditebak juga menjadi alasan mudahnya akun dibobol. Di antaranya tanggal lahir, nama ibu, nama sendiri dan hal lainnya. Melihat itu, Syaifuddin memberikn sederet solusi yang bisa dicoba. Mulai dari meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati dengan pesan yang masuk. Di samping itu harus senantiasa memperkuat keamanaan dari segi password yang rumit, pemindaian sidik jari, hingga dua kali verifikasi. “Memperkuat keamanan akun menjadi langkah penting dalam melindungi data pribadi. Begitupun juga sebagai upaya menekan jumlah penyalahgunaan akun untuk penipuan,” imbuhnya. Pada kesepatam yang sama, Dr. Tulus Winarsunu, M.Si selaku Direktur Vokasi UMM mengatakan bahwa para mahasiswa harus yakin dan berani untuk mengawali sesuatu. Dibarengi dengan skill mumpuni serta semangat belajar akan passion yang diminati. Sehingga nanti mampu berkontrivusi bagi masyarakat. “Student Day ini memang bertujuan untuk membentuk mahasiswa vokasi agar percaya diri dan berani mengambil keputusan tepat. Tidak boleh merasa ciut dan kalah sebelum bertanding,” pungkas Tulus. (haq/wil)