Musa, Mahasiswa Afrika Barat Jadi Lulusan Terbaik UMM

Stress terhadap budaya baru tak membuat Alhajie Musa Kamara, mahasiswa Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyerah akan pendidikannya. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Magister Manajemen ini berhasil dikukuhkan menjadi wisudawan terbaik dengan prestasi terbaik pada gelaran wisuda periode pertama, Kamis (17/3) Mus, sapaan akrabnya menceritakan bahwa menempuh Pendidikan di Indonesia tidaklah mudah. Budaya serta bahasa yang berbeda membuatnya sulit memahami materi serta bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi kepergiannya ke Indonesia ini merupakan kesempatan pertamanya untuk ke luar negeri. “Beruntung, sebelum masa perkuliahan dimulai, kami diajari bahasa dan budaya Indonesia di lembaga Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang ada di Kampus Putih. Pembelajaran tersebut berlangsung selama satu tahun. Hal unik yang saya temukan di BIPA adalah cara pembelajarannya yang sangat lucu. Kami diajari seperti anak kecil yang baru belajar berbicara. Meskipun lucu, cara pengajaran seperti itu yang membuat kami lancar berbahasa Indonesia,” ungkap mahasiswa asal Sierra Leone, Afrika Barat tersebut. Tak hanya terkendala di bahasa, pandemi Covid-19 yang menerpa dunia termasuk Indonesia juga membuat masyarakat harus cepat beradaptasi dengan teknologi di segala bidang. Begitupun juga yang dialami oleh Musa. Ia mengaku tidak terlalu paham dengan penggunaan-penggunaan aplikasi untuk pembelajaran yang diterapkan oleh kampus. Namun berkat bantuan teman-teman dan dosen, ia dapat melakukannya dengan baik. “Meskipun berat, para dosen di selalu sigap memberi kami dorongan untuk belajar. Hal itulah yang memotivasi saya untuk belajar dengan giat. Selain itu teman-teman jurusan juga dengan senang hati membantu saya ketika kesulitan memahami sebuah materi,” kata Musa. Ada beberapa kebijakan yang membuat Musa takjub selama menjalani perkuliahan di UMM. Akses terhadap jurnal dan buku sangat gampang. Bahkan perpustakaan kampus tetap menerima mahasiswa di masa pandemi, meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat. Akses terhadap informasi juga sangat mudah didapatkan melalui website maupun dengan menghubungi dosen secara langsung.  “Sangat berbeda sekali dengan ketika saya menempuh kuliah strata satu di Afrika. Di sana akses internet sangat minim bahkan terbatas hanya dari jam 10 pagi sampai 3 sore. Tempat untuk mendapat internet gratis juga hanya di perpustakan. Di luar perpustakaan kami harus mengeluarkan biaya lebih untuk dapat mengakses internet. Namun semangat saya dan teman-teman saat kuliah S1 dulu di negara kami masih sangat membara. Hal itu yang akhirnya membawa saya ke Indonesia, tepatnya UMM. Kampus ini sungguh memberikan banyak kemudahan dan fasilitas yang mumpuni,” jelas Musa. Musa mengatakan bahwa UMM telah memberinya banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama masa perkuliahannya. “Saya adalah orang yang beruntung karena memiliki teman-teman yang baik serta dosen yang selalu membimbing saya. Hal itu pula lah yang akhirnya membuat saya bisa mendapatkan nilai tertinggi untuk studi S2 ini,” tandasnya. (syi/wil)

Prodi Sosiologi UMM Garap CoE Kelas Profesional Manajer

Hasil dari survey tracer study yang dilakukan Prodi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan bahwa 80 persen lulusan bergelut di dunia Industri. Demi meningkatkan kapasitas lulusan, Prodi Sosiologi UMM kini telah mendirikan Center of Excellence (CoE) Profesional Manajer. Adapun program ini terbuka untuk mahasiswa prodi Sosiologi dan masyarakat yang tertarik untuk mengikuti kelas ini. Luluk Dwi Kumalasari, S.Sos, M.Si selaku kepala Prodi Sosiologi UMM menjelaskan bahwa Kelas Profesional Manajer ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar. Saat ini, pasar membutuhkan banyak lulusan dengan skill kepemimpinan manajer yang andal dengan analisa serta kebutuhan sosial yang mumpuni. Maka, lahirlah pusat unggulan tersebut. “Peruntukannya tidak hanya terbatas bagi mahasiswa Sosiologi Kampus Putih saja, tapi juga bagi mahasiswa jurusan lain bahkan kami membuka kesempatan bagi masyarakat luas,” tambahnya. Luluk, sapaan akrabnya kembali menjelaskan bahwa pada dasarnya kelas ini akan memberikan pembelajaran secara teori dan praktek selama satu semester. Akan ada banyak stakeholder bergabung dan turut serta menyiapkan generasi muda. Pun dengan usaha sinergisitas bersama Industri dan Dunia Kerja (Iduka) sehingga lulusan bisa langsung mendapatkan kesempatan bekerja usai menyelesaikan program maupun perkuliahan. Dalam pelaksanaannya, Luluk melanjutkan bahwa pihaknya ingin para peserta bisa mendampingi masyarakat dalam berbagai kegiatan. Dengan begitu, skill kepemimpinan akan tumbuh dna menjadi dasar menjadi seorang manajer. Selain itu juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk melakukan praktek atau magang langsung di industri bersama stakeholder dan Iduka. Namun sebelumnya, mereka akan dibekali pengantar berupa materi kelas turun lapang dan kunjungan. “Sinergisitas dengan Iduka bukan hanya memberikan materi langsung di kelas semata , tetapi juga menjadi mitra untuk praktek kerja dan magang bagi peserta CoE Profesional Manajer,” ujarnya. Dosen asli Jombang ini berharap pusat unggulan baru garapan prodi Sosiologi ini bisa diikuti oleh banyak mahasiswa di luar sosiologi dan masyarakat umum. Dengan begitu, akna muncul generasi penerus masa depan yang memiliki jiwa kepemimpinan dan mampu memenangkan persaingan di dunia kerja. “Tentu, kami ingin program ini mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri,” ucapnya mengakhiri. (haq/wil)

Prodi Ilmu Komunikasi UMM Buka CoE Creative Digital Communication

Kemajuan teknologi di bidang digital mendorong terciptanya berbagai lapangan pekerjaan baru. Melihat peluang tersebut, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dirikan program unggulan Center Of Excellence (CoE) Creative Digital Communications. Program ini diharapkan dapat berguna untuk mendekatkan mahasiswa dengan dunia industri. Kepala Prodi Ikom, Nasrullah, S.Sos, M.Si., mengatakan bahwa program ini memang didirkan berdasarkan arah perkembangan dunia komunikasi di masa depan. Menurutnya komunikasi akan berkembang pada bidang komunikasi digital dan industri kreatif. Oleh karenanya, pada program CoE ini diselenggarakan empat kelas unggulan yang berfokus pada dua bidang tersebut. “Kelas pertama yang akan kita buka pada program ini adalah digital branding, public relations (PR), dan marketing. Di kelas kedua ada konten development dan digital videografi. Pada kelas ketiga kami membuka Digital jurnalis. Kemudian yang terakhir ada kelas copywriting dan media analis. Masing-masing kelas akan memiliki rentang waktu yang berbeda tergantung kurikulum yang diambil mulai dari dua minggu, satu bulan, hingga satu semester,” jelas Nasrullah. Lebih lanjut, Nasrullah, menjelaskan bahwa nantinya dalam program CoE ini, Ikom UMM akan bekerja sama dengan beberapa lembaga seperti asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia (APKASI) dan asosiasi pemerintahan kepulauan dan pesisir Indonesia (Aspeksindo). Ikom UMM juga telah memulai penjajakan mitra ke beberapa perusahan seperti NET dan Aplikasi Kawan Sehat Indonesia. “Alhamdulillah banyak perusahaan yang tertarik pada program kelas unggulan yang kami kembangkan ini. Beberapa perusahaan juga telah meminta dibuatkan kelas tersendiri untuk rekrutmen tenaga profesional di perusahaan mereka,” ujar dosen Ikom UMM tersebut. Terkait peserta, Nasrullah menuturkan bahwa program ini menerima semua orang yang yang memiliki minat di empat kelas yang telah disediakan. Namun empat kelas tersebut akan dibagi kembali sesuai tingkat pendidikan para peserta. Tingkatan tersebut terdiri dari lulusan SMA atau SMK sederajat, mahasiswa UMM maupun luar UMM, dan juga tingkat pekerja. “Semua kegiatan akan kami pusatkan di Labolatorium Ikom UMM, namun tidak menutup kemungkinan kami bisa mengirimkan instruktur ke beberapa daerah. Para peserta juga bisa mendapatkan sertifikat dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) ataupun perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami. Khusus untuk mahasiswa UMM, selain mendapat sertifikat, nilai yang diperoleh lewat program CoE ini juga bisa di konversikan ke beberapa mata kuliah ataupun Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI),” terang Nasrullah. Selain mengenalkan mahasiswa pada dunia industri, program ini merupakan cara yang bagus bagi mahasiswa untuk melakukan praktek langsung bersama mitra yang telah terpercaya. Begitupun dengan memberikan kepastian kepada publik terkait jenjang karir setelah lulus dari Ikom UMM. “Kedepannya, saya yakin ilmu Komunikasi akan memiliki masa dengan yang cerah. Oleh karenanya, kami sebagai institusi pendidikan harus memberikan jalan yang terbaik bagi mahasiswa untuk dapat belajar, salah satunya melalui program CoE ini,” tandasnya. (syi/wil)

Alafest UMM Dorong Generasi Muda Cintai Bahasa Arab

Bahasa Arab adalah salah satu bahasa internasional dan menjadi ibu dari bahasa lainnya. Apalagi bahasa ini merupakan bahasa yang digunakan dalam Alquran. Hal tersebut melatarbelakangi Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menggelar Arabic Language Festival (Alafest). Adapun Alafest 2022 yang mengangkat tema “Dengan Bahasa Arab Kita Warnai Peradaban Digital” ini dilangsungkan secara daring pada awal Maret lalu. Muhan Fatih Al-Hikmi selaku ketua pelaksana Alafest ke-lima ini mejelaskan bahwa festival ini memiliki tujuan untuk mempersiapkan generasi muda dalam menyongsong pendidikan bahasa Arab kedepannya. Begitupun dengan upaya menggali potensi dan mengasah keterampilan bahasa Arab di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sekaligus memberikan sarana pembelajaran bahasa Arab. “Alafest ini saya rasa dapat menjadi wadah menambah wawasan keilmuan bagi pelajar, khususnya terkait bahasa Arab sekaligus memperkenalkan Prodi PBA kepada masyarakat,” ucapnya. Muhan sapaan akrabnya menuturkan bahwa Alafest ini telah ada sejak tahun 2016 dan gelaran kali ini merupakan agenda ke-lima. Menurutnya, selain bahasa Inggris, bahasa Arab juga sepatutnya dapat dikuasai oleh anak muda, terutama pemuda Indonesia. Hal inilah yang menjadi pelecut kawan-kawan HMPS PBA UMM dalam penggalian potensi pelajar dalam bahasa Arab. Kemudian diharapkan mereka menyiarkan bahasa Arab di seluruh penjuru peradaban. Adapun dalam kompetisi Alafest nasional tahun ini ada beberapa cabang yang dilombakan. Mulai dari olimpiade bahasa Arab, qiroatul Kutub, pidato bahasa Arab, puisi bahasa Arab dan membaca berita dalam Bahasa Arab. Ada lebih dari 200 peserta dari penjuru Indonesia yang ikut memeriahkan dan bersaing memenangkan lomba. “Meski tergolong lancar, namun kami juga menghadapi beberapa kendala saat pelaksanaan event. Mulai dari kurangnya komunikasi antar panitia hingga kurangnya pemahaman official peserta mengenai jadwal lomba,” tegasnya. Mahasiswa asli Merjosari, Kota Malang ini berharap Alafest dapat terus ebrlangsung tiap tahun dengan memberikan inovasi-inovasi baru. Selain itu juga dapat memperbaiki kesalahan yang dilakukan di gelaran tahun sebelumnya. “Kami tentu ingin ada tanggapan positif yang muncul dari masyarakat. semakin banyak anak muda yang mencintai bahasa Arab dan terus mempelajarinya lebih dalamm,” pungkasnya. (haq/wil)

Kesos UMM Luncurkan CoE Kelas Pemberdayaan Masyarakat

Melahirkan generasi yang mampu memberdayakan masyarakat dengan baik bukanlah perkara mudah. Namun hal itu tidak menghentikan  Program Studi (Prodi) Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk menyelenggarakan program kelas pemberdayaan masyarakat. Program Center of Excellence (CoE) ini sekaligus berfungsi untuk meningkatkan kompetensi hard skill dan soft skill para mahasiswa UMM. Ketua Program Studi (Kaprodi) Kesos Dr. Oman Sukmana, M.Si. menjelaskan bahwa dalam pengembangannya, pusat unggulan ini memang diadakan untuk membantu masyarakat. Selain itu juga berfungsi untuk mencetak lulusan Prodi Kesos sebagai pekerja sosial komunitas yang mumpuni. Program ini juga sudah terintegrasi dengan beberapa program lainnya yang ada di UMM seperti program pembangunan desa. “Nantinya, kelas ini bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR RI), Persyarikatan Muhammadiyah, dan sederet lembaga lainnya. Dengan adanya kerja sama ini, mahasiswa diharapkan mampu melakukan program magang bersertifikat, proyek kemanusiaan, dan juga dapat membantu keterserapan tenaga kerja dari lulusan Kesos,” jelasnya. Lebih lanjut, Oman sapaan akrabnya, mengatakan bahwa kelas pemberdayaan masyarakat ini akan dilaksanakan di berbagai daerah secara berbeda. Sebelum diterjunkan, terlebih dahulu akan dilakukan analisis mengenai kebutuhan dan potensi yang ada di masyarakat. Salah satunya yakni model pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Setelah melakukan analisis, mahasiswa akan merancang program sampai ke publikasi dan evaluasinya. “Proses analisis ini dilakukan agar apa yang kami rencanakan di wilayah tersebut dapat berdampak secara maksimal. Ada beberapa target yang pasti ingin kamu capai. Di antaranya pengembangkan kemandirian masyarakat, perbaikan sistem kontrol sosial, pengelolaan konflik di dalam masyarakat, membangun jejaring serta kemitraan antara masyarakat dan lembaga pemberdayaan masyarakat,” kata Oman. Terkait jangka waktu pelaksanaan pusat unggulan, Oman mengatakan bahwa mahasiswa dapat mengkonversikan kegiatannya ke dalam 20 Satuan Kredit Semester (SKS) terkait. Program CoE ini nantinya juga akan digunakan untuk memperkuat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta menjalankan visi misi universitas yaitu UMM-PASTI meliputi pasti lulus, pasti kerja, dan pasti mandiri. “Saya harap dengan di bentuknya program CoE ini dapat membantu masalah-masalah yang ada di masyarakat. Program ini juga diharapkan mampu memberi keterampilan baru pada warga dan juga memberi pengalaman terjun langsung ke masyarakat bagi para mahasiswa,” pungkasnya. (wil)

Beasiswa Talenta Unggul UMM: Bebaskan SPP Camaba Berprestasi Hingga Lulus

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka Beasiswa Talenta Unggul untuk calon mahasiswa baru jalur prestasi. Beasiswa yang dilaksanakan secara berkelanjutan ini diberikan mulai dari masuk hingga lulus kuliah melalui skema beasiswa bebas SPP sesuai Surat Keputusan Rektor. Adapun program ini merupakan tindak lanjut dari beasiswa-beasiswa yang UMM miliki sebelumnya seperti beasiswa alumni, PPUT, yatim, KIP, Djarum, Astra, Baznas, BRI, Erasmus Mundus dan berbagai kesempatan lainnya. Kepala UPT Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM Nurudin menjelaskan bahwa beasiswa talenta unggul berupa bebas biaya SPP hingga mahasiswa lulus. Para calon mahasiswa semua program studi bisa mendapatkannya. Adapun para calon mahasiswa fakultas kedokteran akan diberlakukan aturan tersendiri yang sudah disiapkan. Untuk mendapatkannya, dijelaskan Nurudin bahwa mereka bisa melengkapi beberapa syarat dan dokumen yang diperlukan. Jika mengambil jalur prestasi akademik, status mereka haruslah siswa lulusan 2019-2022. Kemudian rata-rata nilai raport yang dimiliki minimal mencapai angka 80. “Khusus bagi jurusan Farmasi, diperlukan rata-rata nilai IPA dan Matematika minimal di angka 80 selain rata-rata rapor,” tambahnya. Menariknya, selain jalur prestasi akademik, para calon mahasiswa juga bisa mengambil jalur prestasi minat dan bakat. Nurudin menuturkan beberapa prestasi di beragam bidang dapat digunakan untuk mendaftar jalur ini. Mulai dari prestasi cabang olahraga di level tertentu, kemenangan di bidang seni pada level tertentu, hingga keaktifan organisasi. Adapula bidang LKTI yang mengharuskan calon mahasiswa memiliki prestasi karya tulis ilmiah. Begitupun dengan torehan tinta emas di bidang keagamaan seperti penghafal Alquran 10 Juz, juara MTQ serta raihan membanggakan dalam bidang bahasa arab. Hal serupa juga berlaku untuk bidang sosial yang meliputi content creator, influencer, youtuber dengan minimal 5.000 subscriber, hingga selebgram dengan follower minimal 10.000. “Terutama bagi mereka yang aktif dalam membuat konten kreatif, edukatif, dan positif. Adapun pendaftaran jalur prestasi ini akan dibuka hingga 23 April 2022 mendatang. Untuk info lebih lanjut, para calon mahasiswa bisa cek di pmb.umm.ac.id atau melalui akun instagram @pmb_umm ,” ungkapnya mengakhiri. (wil)

Sengkaling UMM: Paket Lengkap Wisata Keluarga

Sebagai kota yang kaya akan destinasi wisata, Malang memiliki banyak tempat untuk berlibur. Mulai dari pantai, air terjun, hingga taman rekreasi. Salah satu destinasi wisata yang tidak boleh dilewatkan ketika mengunjungi Malang adalah Taman Rekreasi Sengkaling. Taman wisata dibawah naungan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini memiliki beragam jenis wahana yang bisa dinikmati. Tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga bagi kalangan dewasa. Taman wisata satu ini beroperasi mulai dari jam enam pagi hingga jam lima sore. Fasilitas yang dimiliki Sengkaling juga terbilang lengkap. Ketika memasuki Sengkaling, kita akan disuguhi oleh deretan kuliner khas Malang yang tergabung dalam Sengkaling Food Festival (SFF). Selain itu, disebelah kiri tempat loket terdapat penginapan dengan konsep kapal yang diberi nama Kapal Garden Hotel. Pengunjung juga bisa mampir ke tempat olahraga yang terbuat dari container yang bernama Workout Container Gym. “Untuk biaya masuk ke wahana Taman Rekreasi Sengkaling, kami mematok harga 30.000 pada weekday dan 35.000 pada weekend. Beberapa fasilitas yang didapatkan adalah free akses ke semua kolam renang, taman satwa, taman kelinci dan beberapa wahana gratis lainnya. Kami juga menyediakan tiket terusan yang dibanderol seharga 60.000 yang berlaku untuk semua kolam renang, Bom-Bom Car, Perahu Naga, Kiddy Train, Bumper Boat, Theater 4 Dimensi, dan Joyland Game Zone,” ungkap General Manager Taman Sengkaling UMM Dr. Achmad Mohyi, M.M. Secara keseluruhan, wahana di Taman Rekreasi Sengkaling ini terbagi menjadi tiga bagian utama yaitu wahana air, wahana permainan, dan tempat satwa. Untuk bagian wahana air, pengunjung akan dimanjakan dengan kolam renang bagi orang dewasa dan anak-anak. Adapula kolam kapal misteri, kolam pesona primitif, kolam pesona tirta sari, serta kolam cumi-cumi. “Sementara itu di area wahana permainan, kami memiliki kapal misteri, perahu motor, dan sepeda air yang bisa digunakan untuk mengelilingi kolam sengkaling. Selain itu ada juga permainan bom-bom car, bioskop 4 dimensi, playground, kiddy train, bumper boat, dan sederet lainnya,” imbuhnya. Sejak akhir tahun 2021, sengkaling telah memulai langkah baru untuk menggabungkan edukasi dan wisata dalam taman rekreasinya. Mohyi menjelaskan bahwa Sengkaling telah bekerja sama dengan beberapa sekolah untuk melakukan pelatihan dan pembelajaran. Agenda tersebut meliputi pembelajaran mengenai cara kerja dan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro, pesawat terbang, kapal cepat, hingga pelatihan lingkungan hidup. (syi/wil)

UMM Ranking 6 Kampus Swasta Terbaik se-ASEAN

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Kampus Putih ini berhasil meraih predikat sebagai kampus swasta terbaik nomor 6 se-Asia Tenggara menurut data yang dikeluarkan oleh AppliedHE. AppliedHE merupakan lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia yang berpusat di 20 Sin Ming Lane, Midview City, Singapura. Ada lebih dari 700 perguruan tinggi swasta di ASEAN yang dinilai dan masuk dalam proses pemeringkatan. Beberapa kriteria yang digunakan untuk penilaian ini meliputi teaching and learning, employability, serta research. Adapula community engagement, internasionalisasi dan reputasi institusi. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. mengungkapkan bahwa raihan ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan. Meski begitu, hal utama yang perlu dilakukan bukanlah euforia berlebihan meramaikan capaian UMM menjadi kampus peringkat enam se-ASEAN. Namun harus segera melakukan evaluasi terhadap variabel-variabel yang masih perlu dikembangkan. “Tentu harus ada peningkatan peringkat UMM di hasil pemeringkatan tahun berikutnya, mengingat hal ini menjadi aspek penting dalam perjalanan sebuah perguruan tinggi. Begitupun dengan peningkatan kualitas di seluruh aspek layanan. Hasil ini juga menjadi bagian dari rekognisi internasional yang sudah menjadi milestone UMM sejak lama,” ungkap Fauzan. Senada dengan Fauzan, Wakil Rektor I UMM Prof. Syamsul Arifin, M.Si. bersyukur Kampus Putih dapat bertengger di kampus teratas se-Asia Tenggara menurut AppliedHE. Hal ini menunjukkan bahwa kampus ini telah memperoleh pengakuan, terutama di berbagai bidang yang dinilai. “Kita tentu senang karena dari segi akademik yang meliputi teaching and learning serta riset, kita mampu memperoleh hasil yang bagus. Apalagi melihat kenyataan bahwa universitas dinilai sebagai centre of excellence dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” tambahnya. Syamsul, panggilan akrabnya, menilai riset yang dilakukan UMM relatif bagus karena mampu berkolaborasi dan memanfaatkan hibah dari pemerintah maupun Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Meski begitu, ia ingin hasil riset yang diperoleh dapat diselaraskan dengan aspek teaching dan learning. Begitupun dengan community engagement yang seharusnya bisa dikembangkan lebih baik lagi. “Apa yang disampaikan oleh AppliedHE menandakan bahwa kita sudah masuk di kancah internasional, sesuai dengan milestone kita tahun ini yakni intenational competitiveness. Hasil ini harus menjadi momentum, refleksi dan muhasabah supaya semua komponen UMM bisa bagus. Saya tentu mengapresiasi kerja kolektif dari semua unit dan bagian di UMM yang sudah berupaya semaksimal mungkin,” tambahnya. Di sisi lain, Asisten Rektor Bidang Akreditasi Internasional UMM, Suparto menjelaskan bahwa data penilaian yang dilakukan oleh AppliedHE bersumber pada tiga hal yakni data dari kampus, angket yang diberikan ke alumni dan mahasiswa serta data dari Google Scholar. Enam aspek yang ada dinilai secara objektif dan memiliki porsi masing-masing. “Sebut saja teaching and learning yang porsinya mencapai 40% dari total seluruh penilaian. Aspek ini terbagi atas kepuasan peserta didik akan dosen, fasilitas serta sistem penilaian. Alhamdulillah, UMM mampu membukukan nilai yang sangat tinggi di angka 85-90 di masing-masing poin dan menjadi peringkat empat di aspek teaching dan learning,” ungkapnya. Kemudian, aspek kedua yakni riset yang memiliki porsi sebesar 15% dari penilaian. Data Google Scholar para dosen, artikel dan makalah, serta sitasi dosen sangat berperan dalam mendukung tingginya nilai yang diperoleh. Terhitung, UMM mendapat angka di kisaran 82 hingga 87 dalam aspek riset yang mengantarkan UMM bertengger di nomor dua se-ASEAN. “Tentu angka ini membuktikan bahwa sivitas akademika memiliki semangat yang luar biasa untuk meneliti dan memberikan inovasi baru. Sehingga dapat maksimal dalam memberikan sederet manfaat bagi masyarakat,” tambahnya. Parto, panggilan akrabnya juga menyebutkan peringkat di tiap aspek penilaian secara berurutan. Aspek employability berada di posisi 18, community engagement di posisi 19, dan internasionalisasi yang berhasil menempati peringkat ke 18. “Predikat kampus peringkat enam se-Asia Tenggara ini menjadi raihan yang membanggakan. Namun jangan sampai kita terlena, malah sebaliknya harus meningkatkan berbagai aspek yang dirasa kurang. Sehingga mampu memberikan hasil maksimal, terutama peringkat UMM di mata dunia,” tambahnya. (wil)

Dosen HI UMM Bahas Konflik Rusia-Ukraina

Pengerahan pasukan militer yang dilakukan Rusia ke wilayah Ukraina beberapa hari terakhir membuat gempar masyarakat dunia. Tidak sedikit masyarakat yang menilai jika penyerangan Rusia terhadap Ukraina ini terus berlanjut maka akan memicu perang dunia ketiga. Melihat dari dua sisi, Dosen Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Hafid Adim Pradana, MA. mengatakan ada beberapa penyebab terjadinya perang antara Rusia dan Ukraina tersebut. Sejak Uni Soviet pecah menjadi beberapa negara, Rusia dan Ukraina mengalami berbagai konflik kecil. Hal tersebut terus memanas hingga Rusia melakukan Invasi pada Kamis (24/02).  Dari sudut pandang Ukraina, Adim sapaan akrabnya menjelaskan bahwa penyerangan ini merupakan upaya agresif dari Rusia untuk menguasai Ukraina sebagai upaya menyatukan kembali daerah Uni Soviet yang dulu. “Kalau dari sudut pandang Rusia, negara tersebut merasa terancam dengan niat Ukraina untuk bergabung ke North Atlantic Treaty Organization (NATO). Rusia menilai dengan bergabungnya Ukraina ke NATO akan memudahkan negara lain seperti Amerika dan Inggris melakukan latihan militer serta membangun pangkalan militernya di Ukraina. Padahal jarak antara Ukraina ke Moskow yang merupakan ibu kota Rusia sangat dekat,” jelas Kepala Labolatorium HI UMM itu. Lebih lanjut, Dosen Program Studi HI UMM ini juga menjelaskan beberapa dampak yang timbul akibat perang Rusia dan Ukraina. Terhadap dua negara yang terlibat langsung, perang ini akan merenggut banyak korban jiwa. Kerusakan infrastruktur yang parah juga akan di alami oleh Ukraina sebagai tempat terjadinya peperangan. Sementara untuk Rusia, perang ini akan memperlemah ekonomi negara tersebut dengan diberlakukannya berbagai sanksi ekonomi dari negara-negara lain. Berkaitan dengan sikap netral yang diambil pemerintah Indonesia, Dosen asal Malang tersebut sangat mendukung sikap pemerintah Indonesia. Berbagai desakan dari Ukraina untuk mengecam Rusia, maupun dorongan dari Rusia agar tidak ikut campur dalam pertempuran tersebut terus berdatangan ke Indonesia. Menurutnya sikap yang mesti diambil oleh Indonesia saat ini adalah mengedepankan prinsip kemanusiaan dibanding condong berpihak ke salah satu dari Rusia atau Ukraina. “Hal ini juga berlaku untuk masyarakat secara luas. Dalam melihat permasalahan ini, perlu memandang dari dua sisi sehingga penilaian kita tidak condong ke salah satu pihak saja. Seperti yang saya jelaskan sebelumnya bahwa prinsip kemanusiaan yang harus dikedepankan. Harapan saya tentu saja konflik Rusia-Ukraina ini dapat segera diselesaikan oleh kedua pihak dengan jalur diplomasi, bukan melalui peperangan,” tandasnya mengakhiri. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Sabet Juara Top Model Duta Kampus Jatim 2022

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Terbaru, Muhammad Ainur Faqih, mahasiswa jurusan Teknik Sipil ini berhasil memperoleh gelar Top Model pada pemilihan Duta Kampus Jawa Timur 2022. Raihan ini didapatkan oleh Faqih sapaan akrabnya, pada final kompetisi yang diselenggarakan pada akhir Februari lalu. Perjalanan Faqih pada kompetisi Duta Kampus Jawa Timur ini melewati proses yang panjang. Ada beberapa tahap seleksi yang harus dijalani Faqih hingga sampai ke final.  Tahap pertama adalah pemberkasan dan catwalk. Tahap kedua adalah tugas advokasi, di mana para peserta harus memaparkan kontribusinya pada masyarakat. Terakhir adalah final lomba, dengan penilaian berupa pemikiran para peserta tentang program kampus merdeka. “Di tahap awal saya harus bersaing dengan 300 lebih mahasiswa yang mendaftar. Dari seleksi awal tersebut dipilihlah 30 pasang putra putri yang akan menjalani proses karantina menuju tahap selanjutnya. Masuk ke babak semi final, para perserta diseleksi kembali menjadi 15 pasang putra putri untuk lanjut ke final. Di final, alhamdulillah saya berhasil menempati posisi lima besar dan memperoleh gelar top model,” jelas mahasiswa asal Sumenep tersebut. Terkait raihan prestasi yang ia dapatkan, Faqih mengaku bahwa tujuan utamanya mengikuti pemilihan duta bukan untuk memperoleh juara. Tujuan utamanya adalah untuk mengasah public speaking yang ia pelajari di sekolah MC Malang. Selain itu pemilihan Duta ini juga menambah relasi serta membuka wawasannya terhadap budaya kampus lain. “Menjadi juara bukan tujuan saya, namun saya sangat bersyukur dapat sampai di tahap ini dan meraih prestasi tersebut. Saya berterimakasih pada pihak-pihak yang telah mendukung saya, terutama kampus UMM yang menunjang kebutuhan saya selama masa karantina,” ungkap Faqih. Anak terakhir dari dua bersaudara tersebut juga menggunakan kesempatan ini untuk mengenalkan organisasi Arah Jejak yang dirintisnya. Berlokasi di Sumenep dan Malang, organisasi ini bergerak di bidang edukasi, sosial, dan budaya. “Tujuan kami adalah meningkatkan pendidikan anak-anak di dua daerah tersebut, memberikan bantuan sosial, dan juga mengenalkan budaya Malang serta Sumenep ke luar. Saya berharap organisasi ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya mengakhiri. (syi/wil)