Dosen UMM Merebut Tafsir Pancasila

Seiring berjalannya waktu, muncul berbagai penafsiran terkait Pancasila, baik itu tafsir dari golongan abangan dan organisasi masyarakat (Ormas). Hal tersebut melatarbelakangi Dr. Nurbani Yusuf, M. Si. selaku dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam menyusun buku dengan judul “Merebut Tafsir Pancasila”. Ditanya ihwal buku tersebut, Nurbani, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa buku ini secara umum membahas terkait pancasila ibarat rumah kosong yang akan ikut berubah sesuai dengan penghuni yang mengisi. Begitu pula dengan warna pancasila, tergantung bagaimana orang menafsirkan. Sebuah tafsir pancasila sukar untuk disamakan karena setiap individu memilki pandangan tersendiri terkait pancasila. “Warna pancasila akan menjadi dasar negara yang harus ditegakkan jika ditafsirkan oleh orang abangan dan akan menjadi sangat agamis ketika ditafsirkan oleh ulama. Maka dari itu warna pancasila tergantung dari orang yang menafsirkan” imbuhnya. Ia juga menyayangkan masih banyaknya oknum yang menyelewengkan pancasila. Terlebih lagi beberapa dari kalangan ulama yang justru menentang pancasila dan menyebutnya sebagai ‘taghut’. Kenyataanya, pancasila sendiri dirancang dan disusun dari golongan ulama, salah satunya Ki Bagus Hadi Kusuma. Dari sejarah tersebut, para ulama dan tokoh lainnya merancang Pancasila sebagai landasan bernegara dan bermasyarakat tanpa mendiskreditkan golongan tertentu. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa sebagai warga negara Indonesia, kita diharuskan untuk bisa menafsirkan Pancasila dengan baik. Hal itu bertujuan untuk mempermudah orang-orang sekitar dalam memahami dan hidup sesuai dengan insitasi pendidikan. Begitupun agar dasar negara ini tidak diselewengkan dan diperdebatkan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dosen Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini berpesan agar tidak mempertentangkan Pancasila dan agama. Menurutnya, hal itu akan menjadi hal yang sia-sia karena hakikatnya pancasila sendiri disusun oleh kalangan ulama. Adapun buku yang ia tulis itu berusaha menyelaraskan antara Pancasila dan syariat Islam. “Dalam buku ini saya berusaha menyelaraskan nilai-nilai pancasila dengan syariat Islam, yang menjadi landasan dalam bernegara di Indonesia ini,” imbuhnya. Terakhir, Nurbani berharap melalui buku ini ia bisa menghidupkan kembali pemikiran Pancasila. Mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai pancasila dan tidak terlena dengan kejadian dan isu politik. Utamanya mengembalikan nilai-nilai pancasila di masyarakat yang bersifat filosofis. “Saya berharap bisa menghidpukan pemikiran dan nilai-nilai pancasila filosofis. Tujuannya adalah agar bisa diimplementasikan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (haq/wil)

Tim Mekatronic UMM Borong Juara di Kontes Kapal Cepat Nasional

Kabar membanggakan datang dari Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dua tim Mekatronic UMM berhasil memborong berbagai kejuaraan dalam perhelatan Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional (KKCTBN) 2021 yang berlokasi di Taman Rekreasi Sengkaling, Malang. Terhitung, tim UMM berhasil memenangkan lima penghargaan dalam lomba yang ditutup pada Sabtu (23/10) lalu. Oktober lalu. Beberapa di antaranya adalah juara 1 kategori Full Engine Remote Control (FERC), juara 3 kategori Electric Remote Control (ERC), dan best desain FERC. Mereka juga berhasil mendapatkan juara satu Fun Battle di masing-masing kategori. Pada penutupan KKCTBN, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku  Wakil Rektor I UMM yang menjadi tuan rumah sempat menjelaskan dua makna perhelatan kompetisi ini. Pertama, yakni sebagai pengingat akan keunikan budaya bahari yang dimiliki oleh Indonesia. Menurutnya, masyarakat sudah cukup lama membelakangi laut padahal Indonesia memiliki keunggulan bahari. Kedua, ia menekankan akan inovasi yang ditunjukkan oleh para peserta mahasiswa. “Tentu para mahasiswa ini memiliki potensi luar biasa yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat budaya bahari kita di masa depan,” tegasnya. Sementara itu, ditanya ihwal kemenangan, salah satu anggota tim Mekatronic UMM Mochamad Faizal Hazmi menilai kunci dari keberhasilan ini adalah kepercayaan diri yang bagus. Khususnya kepercayaan akan sesama anggota tim dan kemampuan kapal yang diciptakan. Meski begitu, ia juga sempat merasa khawatir karena kurangnya jam terbang yang dimiliki oleh para mahasiswa tim Mekatronic UMM. “Apalagi saat kami berlatih, kapal yang kami rakit sempat menabrak dan hancur. Beruntung kami bisa bangkit membangun kembali kapal yang akhirnya menyabet juara di KKCTBN ini,” tuturnya. Faiz, panggilan akrabnya juga menjelaskan jangka waktu perakitan kapal yang ikut berkompetisi. Menurutnya, waktu paling lama yakni melakukan riset terkait bagaimana merakit kapal yang bagus dan stabil sehingga bisa meraih kemenangan. Mahasiswa asli Malang ini juga menjelaskan mengenai perbedaan kategori ERC dan FERC. Kapal kategori ERC menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya. Sementara FERC menggunakan bahan bakar bensin untuk menggerakkan mesin kapal. Kedua tipe tersebut sama-sama dikendalikan oleh remote control yang dipegang oleh anggota tim. Uniknya, pada tahun ini kapal peserta juga diharuskan memiliki fitur pembidik sasaran. “Kompetisi ini sangat seru, apalagi ada konsep fun battle yang mempertemukan peserta untuk melakukan balapan di lintasan yang disediakan,” ungkap mahasiswa Teknik Mesin tersebut. Sementara itu, Mohamad Irkham Mamungkas ST. MT., salah satu dosen pembimbing tim Mekatronic UMM bersyukur akan kemenagan yang diperoleh. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras mahasiswa dan pihak-pihak yang membantu. Ia mengatakan bahwa pada tahun lalu, tim-tim yang UMM kirimkan hanya mampu meraih juara dua di beberapa kategori. Hal itu jugalah yang membuat mereka penasaran dan ingin meraih juara pertama. “Tahun lalu kami hampir saja menjadi juara pertama namun skor kami tersalip di detik-detik akhir. Namun alhamdulillah tahun ini kami bisa mendapatkan juara pertama di kategori FERC, juara ketiga kategori ERC dan beberapa juara lainnya,” ungkapnya. Irkham kembali menuturkan bahwa bantuan dari para senior mahasiswa juga memberikan ketenangan bagi anggota tim Mekatronic UMM yang berlaga. Menurutnya, proses diskusi dan bimbingan dari para senior mahasiswa menjadi salah satu faktor penting kemenangan ini. Meski begitu, ia tidak menampik bahwa tim yang ia bimbing sempat mengalami hambatan. Sebut saja kapal yang tenggelam saat percobaan hingga persiapan mendadak untuk menambahkan fitur pembidik sasaran. Beruntung, kedua hal tersebut bisa diatasi dengan cepat dan tepat. Dijelaskan Irkham, para mahasiswa berinisiatif dengan baik sehingga tenggelamnya kapal tidak terjadi lagi. “Mereka juga sanggup memecahkan bagaimana cara menambahkan fitur pembidik hanya dalam waktu dua hari. Semua tentu diperoleh berkat perjuangan keras para anggota tim,” tegasnya. Terakhir, dosen Teknik Mesin itu berharap agar Meaktronic UMM tidak jumawa. Ia ingin agar mahasiswa terus mengupgrade pengetahuan dan mampu mempertahankan juara di tahun depan. Begitupun dengan usaha untuk meraih kemenangan di kategori-kategori lainnya seperti desain dan kapal selam autonomous. (wil)

Para Wakil Dekan Baru UMM Resmi Dilantik

Dilangsungkan pada Jumat (23/10) lalu, para wakil dekan baru dilantik secara langsung oleh Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor UMM. Agenda yang berlokasi di Aula BAU ini digelar secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. Wakidi yang sekaligus memberikan pesan kepada para wakil dekan yang dilantik. Fauzan mengawali agenda dengan menuturkan bahwa acara ini merupakan ritual dan regenerasi dari sebuah organisasi. Begitupun dengan apa yang Kampus Putih lakukan. Ia berterima kasih kepada para wakil dekan periode sebelumnya yang sudah mengabdi dan berjuang dengan segenap tenaga dan pikiran untuk memajukan fakultas masing-masing. “Mudah-mudahan Allah membalas segalanya dengan kebaikan yang melimpah bagi kita dan juga segenap keluarga,” harapnya. Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa pelantikan ini berada pada momen yang sangat strategis. Hal itu tidak lepas dari situasi institusi pendidikan tinggi Indonesia yang dituntut untuk membuat suatu perubahan. Bukan hanya perubahan biasa, namun perubahan drastis yang seirama dengan tuntutan masyarakat. Maka dari itu, dijelaskan Fauzan bahwa perubahan mindset dalam memimpin perguruan tinggi harus segera digalakkan. Begitupun dengan cara memimpin di tingkat fakultas serta program studi. “Bukan berarti periode sebelumnya tidak bagus. Namun perjuangan yang kemarin bisa dijadikan bahan evaluasi secara komprehensif sehingga bisa menapaki visi Indonesia baru,” tegasnya. Fauzan juga sempat menyinggung mengenai program Pasti yang senantiasa digaungkan. Salah satunya yakni memastikan bahwa para lulusan Kampus Putih bisa menjadi pribadi yang mandiri. salah satu usaha yang dilakukan adalah dengan mendirikan berbagai centre of excellence (CoE) di setiap prodi. Harapannya, para mahasiswa bisa memiliki kompetensi yang baik, tidak hanya kompetensi akademik saja tapi juga kompetensi berbasis potensi. Sementara itu, Wakidi menyampaikan tiga pesan yang ia ambil dari perkataan Rasulullah. Ia mengatakan bahwa kepemimpinan adalah amanah yang mengakibatkan kerugian di hari kiamat. Kecuali bagi mereka yang mengambilnya dengan cara yang baik dan memenuhi kewajibannya dengan baik pula. Kemudian, Wakidi juga mengingatkan para wakil dekan baru akan waktu kemunduran tiba. Yakni ketika amanat disia-siakan karena urusan terkait diberikan kepada mereka yang bukan ahlinya. “Terakhir, saya juga ingin mengingatkan bahwa sebaik-baik pemimpin adalah mereka yang kamu cintai dan mereka yang mencintaimu. Begitupun sebaliknya, seburuk-buruk pemimpin adalah mereka yang kamu benci dan mereka yang membencimu,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Latih Masyarakat Manfaatkan Limbah Jadi Pakan Unggas

Setelah sebelumnya berhasil mengembangkan budidaya maggot di desa Mulyoagung, Malang, Tim dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali beri pelatihan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pakan burung. Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) ini berlangsung selama empat bulan lamanya. Adapun penutupan dan pemberian bantuan alat juga dilakukan pada Minggu (10/10) lalu. Salah satu tim dosen UMM, Bustanol Arifin, S. Pd., M. Pd., mengatakan bahwa timnya kembali menggandeng kelompok Chang Bird Farm dan Veloved Bird pada program kedua ini. Selain itu, di program pembuatan pakan kali ini tim dosen juga turut memberdayakan ibu-ibu desa Mulyoagung. Berbeda dari program sebelumnya yang berfokus pada budidaya maggot untuk pakan burung, di program kali ini Arifin dan tim berfokus untuk membuat pakan burung dari limbah rumah tangga. “Pakan ini kami pilih melihat banyaknya limbah rumah tangga yang cukup banyak. Adapun limbah tersebut meliputi makanan dan sayuran sisa konsumsi sehari-hari. Hal ini juga sebagai upaya untuk mengurangi limbah rumah tangga yang ada di masyarakat,” ungkap dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan tersebut. Arifin bercerita bahwa dalam kegiatan ini para peserta diajari bagaimana membuat pakan burung. Mulai dari pengolahan bahan sampai menjadi pelet hingga proses pemasaran ke masyarakat luas. Dalam proses pembuatannya, tim dosen menggunakan tiga mesin utama yaitu alat pencetak palet, oven, serta alat pengemasan. Penggunaan alat ini bertujuan untuk mempercepat proses produksi yang biasanya memakan waktu harian menjadi hitungan jam saja. “Pakan burung yang kami buat dari limbah sampah rumah tangga memiliki kadar protein yang cukup tinggi. Hal ini akan bermanfaat bagi pertumbuhan burung peliharaan. Selain dapat digunakan untuk burung, pakan ini juga dapat digunakan untuk hewan unggas lainnya,” ujar dosen asal Bondowoso itu. Dalam program ini Arifin dibantu oleh dua dosen lainnya yaitu Drs. Amir Syarifuddin, MP. dan Frendy Aru Fantiro, S.Pd., M.Pd. Meski sudah selesai memberi pelatihan, tim ini akan terus memantau perkembangan para peserta. Hingga saat ini, dijelaskan Arifin bahwa masyarakat telah berhasil memasarkan pelet buatannya secara online dengan cukup baik. Kedepannya tim ini akan terus mengembangkan keterampilan masyarakat dengan  membuat kelas lanjutan untuk produksi pelet ikan. “Saya berharap apa yang tim kami lakukan dapat dikembangkan dengan baik oleh masyarakat. Tidak hanya terbatas pada pakan burung dan unggas tetapi juga pakan-pakan lainnya. Selain itu kami juga ingin program-program yang kami lakukan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (syi/wil)

Grant Wu Ajak Maksimalkan Perkembangan Industri Indonesia

Perkembangan bidang industri adalah kesempatan yang bagus untuk Indonesia. Apalagi didukung dengan sumber daya yang dimaksimalkan sebaik mungkin. Hal tersebut disampaikan oleh oleh Vice President Indonesia China Business Council, Grant Wu pada hari Kamis (14/10) lalu, bertempat di Hall Dome UMM. Ia memaparkan bahwa sebagai pemimpin, para wisudawan juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Ia juga sempat menyinggung lebih dalam akan keuntungan dari perkembangan industri. Ia mendorong para wisudawan untuk memanfaatkan dukungan sumber daya yang kaya. “Perkembangan industrialisasi menjadi salah satu keuntungan yang bagus untuk Indonesia. Apalagi didukung dengan memaksimalkan sumber daya yang ada,” tuturnya. Grant Wu juga menyempaikan kepada wisudawan dan wisudawati bahwa setelah fase perkuliahan, mereka akan menapaki kehidupan baru. Kehidupan yang belum pernah diperoleh dan diketahui oleh mereka. Menurutnya, perlu adanya berbagai adaptasi agar bisa menjalani dan melewatinya. Sementara itu, Dr. Fauzan, M.Pd. selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengatakan bahwa mencapai hari kelulusan bukanlah suatu hal yang mudah. Berbagai tantangan dan halangan pahit harus dilewati hingga bisa duduk dan menghadiri hari wisuda. Ia yakin bahwa bekal yang senantiasa diberikan oleh UMM sudah cukup untuk membantu para wisudawan. Lebih lanjut, Fauzan mengatakan bahwa kelulusan ini memunculkan berbagai harapan dan kesempatan. Tidak hanya bagi diri wisudawan saja, tapi juga bagi masyarakat. Ia juga mengingatkan agar para wisudawan tidak melupakan Kampus Putih sebagai almamater yang telah mendidik selama ini. Menurutnya, reputasi internasional dan nasional yang dimiliki UMM akan memberikan kepercayaan diri bagi para alumni. Ia juga menyinggung prestasi UMM yang berhasil meraih akreditasi Unggul. Menurutnya, capaian ini merupakan penilaian tertinggi yang ada di sistem pendidikan tinggi Indonesia. “Tentu predikat ini memunculkan harapan tinggi kepada para lulusan UMM. Jangan takut, saudara harus selalu berusaha untuk menjadi insan pengabdi dan intelektual bagi masyarakat luas,” ujarnya. Hadir pula Drs. H. Wakidi selaku Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM. Ia mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan oleh para orang tua dan wali mahasiswa. Ia menilai bahwa modal sosial sebagai kampus berakreditasi unggul sangat bermanfaat dan strategis dalam menjalani masa depan. “Menjadi lulusan UMM yang berada di bawah persyarikatan Muhammadiyah merupakan modal sosial yang bagus. Saya juga ingin menitipkan nama baik Muhammadiyah dan UMM ini kepada saudara untuk selalu dijaga,” imbuhnya Turut hadir pula Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA selaku kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII. Pada pemaparannya, ia mengkhawatirkan akan universitas atau institusi yang tidak memberikan nutrisi keilmuan kepada mahasiswa dan lulusannya. Tetapi ia yakin bahwa UMM tidak melakukan hal tersebut. Hal itu dapat dilihat dari prestasi mahasiswa dan kontribusi lulusannya yang terus memberikan manfaat kepada sesama. Suprapto kembali menjelaskan bahwa kekhawatiran kedua adalah meningkatnya populasi Indonesia dari tahun ke tahun. Ia merasa khawatir akan kelanjutan pendidikan Universitas yang tidak merata. Meski begitu, UMM senantiasa berusaha untuk berkontribusi agar masyarakat mengenyam pendidikan tinggi. “Saya berterimakasih kepada UMM yang telah mengantisipasi kekhawatiran saya. Pun dengan kehadiran Kampus Putih dalam mengusahakan pendidikan tinggi bagi masyarakat,” jelasnya mengakhiri. (wil)

Tim UMM Raih Tiga Penghargaan di Kontes Robot SAR Nasional 2021

Tim Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) borong penghargaan pada Kontes Robot SAR Indonesia (KRSRI) 2021. Setelah akhir bulan lalu berhasil meraih juara dua di tingkat regional, kali ini Tim Dome UMM berhasil membawa pulang tiga penghargaan di KRSRI 2021 level nasional. Penghargaan tersebut meliputi juara satu nasional, juara desain terbaik, dan juara strategi terbaik. Dengan raihan penghargaan tersebut, UMM berhasil menyingkirkan 42 univeritas lain dari seluruh Indonesia. Adapun perlombaan yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikbudristek ini diadakan pada Sabtu (16/10) lalu. Salah satu anggota tim, Faizal Aditya, mengatakan bahwa pada tingkat nasional ini timnya melakukan beberapa perubahan pada robot SAR berkaki. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro tersebut mengatakan perubahan paling besar  terjadi pada desain untuk pengangkatan korban. “Pada tipe yang lama, alat untuk mengangkat korban tidak terlalu kuat. Karena hal tersebut, kami menggantinya dengan alat yang lebih kokoh,” ungkap Faizal. Selain dari sisi desain, Faizal juga mengatakan bahwa timnya berusaha meningkatkan algoritma pendeteksi korban. Berbeda dari sebelumnya yang hanya mendeteksi korban sekali saja, algoritma baru ini akan mendeteksi korban sebanyak tiga kali. Hal ini akan menambah tingkat keakuratan dalam proses penyelamatan korban. “Di kontes KRSRI tingkat regional kami sempat mengalami permasalahan akibat algoritma robot yang gagal mendeteksi korban. Maka dari itu di tahap nasional ini kami benar-benar memperhatikan bagian algoritmanya. Dalam waktu satu minggu, kami melakukan tes berulang kali pada bagian algoritma. Goals kami dalam tes itu adalah 100 kali berhasil mendeteksi tanpa eror. Berkat perbaikan-perbaikan yang kami lakukan, robot SAR berkaki kami tidak memiliki kendala apa pun perlombaan,” ungkap mahasiswa asal Malang itu. Belum usainya pandemi covid-19 di Indonesia menyebabkan kontes ini digelar secara online di universitas masing-masing. Acaranya sendiri disiarkan secara real time untuk selanjutnya dinilai oleh para juri. Pada perlombaan tersebut Faizal ditemani oleh tiga orang teman yaitu Muhammad Indra Pratama, Muhammad Ardy Rahman, dan Aditya Nugraha Putra dari Prodi Teknik Elektro. Faizal mengatakan bahwa ini pertama kalinya tim UMM dapat membawa tiga penghargaan dalam kontes KRSRI tingkat nasional. “Semoga di lomba-lomba KRSRI berikutnya UMM dapat konsisten mempertahankan posisi juara. Dengan rintangan dan tantangan baru di tahun depan, semoga tim Dome UMM dapat terus berinovasi dan menjadi lebih baik lagi,” tandasnya di akhir wawancara. (syi/wil)

Aktivitas Internasional UMM Antar Bayu ke Negeri Paman Sam

Impikan ke luar negeri sejak Mahasiswa Baru (Maba), Bayu Dharmala raih beasiswa fulbright scholarship Strata Dua (S2) di The University of Arizona. Alumni Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mengaku telah mengasah bakatnya dalam berbahasa inggris sejak Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Meskipun SMK-nya berfokus pada bidang bodi otomotif, Bayu sapaan akrabnya telah sering mewakili sekolah pada berbagai perlombaan debat bahasa Inggris. “Saya merasa lebih berbakat di bidang bahasa Inggris di bandingkan otomotif karena itu saya memilih jurusan pendidikan bahasa inggris untuk studi Strata Satu (S1),” ungkap anak tunggal tersebut. Melihat banyak peluang ke luar negeri yang disediakan oleh UMM, Bayu bertekad untuk memperdalam kemampuan berbahasa inggrisnya dengan pergi ke negara lain. Kunjungan pertamanya ke negara orang dimulai pada tahun kedua Bayu berkuliah. Setelah beberapa kali mencoba mendaftar program pertukaran pelajar ke luar negeri, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk menjadi mahasiswa pertukaran pelajar di Singapura selama satu bulan. “Pada tahun 2017, dua tahun setelah saya pergi ke Singapura, Saya mendapat kesempatan lagi untuk pergi ke Spanyol dengan menggunakan beasiswa Erasmus+ selama enam bulan. Kesempatan-kesempatan pergi keluar negeri ini selain untuk mengasah keterampilan berbahasa inggris, juga menjadi kesempatan bagi saya untuk menjadi bagian dari global citizen,” ungkap alumni asal Pasuruan itu. Tak sampai disitu, Bayu mulai memikirkan untuk melanjutkan pendidikannya masternya di luar negeri. Perjalanannya mendapat beasiswa ke luar negeri tidak selalu mulus. Untuk mendapatkan beasiswa fulbright scholarship ke Amerika, banyak kendala dan penolakan yang dialaminya. Bayu mengaku ditolak sebanyak delapan kali selama empat tahun. “Benar-benar perjuangan sekali untuk mendapat beasiswa S2 ini. Selain harus pintar-pintar membagi waktu untuk belajar dan bekerja, saya juga harus bolak balik melakukan tes International English Language Testing System (IELTS) maupun Test Of English as a Foreign Language (TOEFL),” kata Bayu. Saat ini Bayu sedang bergelut dengan berbagai tugas serta cuaca musim panas di Amerika. Meskipun tuntutan perkuliahan sangat tinggi, Bayu mengatakan sangat senang dengan capaiannya sekarang. “Saya bersyukur memilih Kampus Putih UMM sebagai tempat berproses. Semangat dari Muhammadiyah untuk bangsa yang dikobarkan para dosen juga menjadi pemacu semangat saya,” jelasnya mengakhiri. (syi/wil)

Pustakawan UMM Menangi Indonesian Academic Librarian Award

Setelah berhasil meraih juara favorit pada ajang East Java Academic Librarian Awards di tahun 2020, Dian Puspitasari, S.AP kembali mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan meraih juara satu pada ajang Indonesian Academic Librarian Award (IALA). Perlombaan ini diadakan oleh Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) secara daring melalui kanal Zoom. Adapun raihan juara tersebut diumumkan pada Senin (11/10) lalu. Dian menceritakan bahwa persiapan lomba ini telah dilakukannya selama dua bulan. Selama persiapan tersebut, pustakawan asal Jombang tersebut aktif dalam penulisan dan publikasi karya ilmiah. Selain itu Dian juga mengikuti beberapa seminar, pelatihan, serta organisasi kepustakawanan. “Di dua bulan persiapan tersebut saya menulis artikel unggulan yang akan saya sertakan dalam perlombaan. Selain itu juga menyusun portofolio secara detail dan lengkap,” ujar pustakawan UMM tersebut. Kompetisi tersebut diikuti oleh para perwakilan pustakawan terbaik FPPTI tingkat wilayah. Dian mengatakan bahwa setelah lolos di tahap seleksi portofolio dan karya tulis unggulan, terdapat lima finalis yang masuk ke babak final. Pada sesi final, kelima finalis tersebut harus mempresentasikan tulisan unggulan mereka di depan para dewan juri. “Tulisan unggulan yang saya sertakan pada lomba ini berfokus ke transformasi literasi informasi dengan penerapan pendampingan publikasi menuju SINTA di UMM. pengambilan tema ini didasarkan pada tranformasi literasi di perpustakaan UMM saat pandemi dan perkembangan signifikan terhadap penulisan artikel ilmiah. Diharapkan, program ini nantinya akan semakin memudahkan mahasiswa dalam penyusunan artikel ilmiah ke SINTA,” ungkap anak terakhir dari dua bersaudara itu. Di akhir wawancara Dian mengatakan bahwa capaian prestasi ini bukan sekadar capaian personal saja, tetapi juga untuk UMM dan rekan-rekan pustakawan Jawa Timur sebagai tempat menjalin networking, sharing and caring. “Saya berharap kedepannya dapat selalu mengembangkan diri di bidang kepustakawanan. Selain itu mencoba senantiasa berinovasi dalam situasi apapun dan memiliki kebermanfaatan bagi sivitas akademika serta masyarakat,” tandasnya. Sementara itu, Kepala perpustakaan UMM Dr. Asep Nurjaman, M.Si. mengatakan bahwa pihaknya selalu melakukan program, kegiatan, dan inovasi agar sejalan dengan visi misi kampus untuk go internasional. Peningkatan juga senantiasa kami laksanakan, baik di aspek SDM, kultur, dan infrastruktur. “Beberapa cara untuk meningkatkan kualitas SDM kami yakni dengan berbagai pelatihan, motivasi kerja, dan memberangkatkan para pustakawan ke luar negeri agar wawasan mereka semakin terbuka,” tuturnya. Terkait prestasi Dian, Asep merasa banga dan bersyukur salah satu pustakawan UMM mampu meraih juara satu pustakawan nasional. Hal ini menunjukkan bahwa Kampus Putih benar-benar telah menyiapkan dengan baik semua aspek yang, khususnya di perpustakaan. “Ke depan, kami akna terus melakukan perbaikan, inovasi, dan pengembangan kompetensi dalam rangka mendukung visi misi universitas,” pungkasnya. (syi/wil)

Mahasiswa UMM Ciptakan Alat Roasting Biji Kopi Teknologi Baru

Kafe dan kedai kopi semakin menjamur di Malang dari hari ke hari. Mulai dari kafe bernuansa instagramable sampai ke warung-warung kopi pinggir jalan. Dengan meningkatnya pembelian kopi ini, juga turut meningkatkan kebutuhan akan biji kopi. Untuk membatu para supplier meningkatkan produksi roaster biji kopi, kelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembangkan alat roasting dengan teknologi Thermal Oil Jacket. Alat tersebut diberi nama Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler. Menariknya, alat ini diikut sertakan pada Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI) dan berhasil mendapat pendanaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemendikbud Dikti). Dalam programnya, tim ini bermitra dengan Clegoeg Coffee yang merupakan tempat supplier biji kopi di Malang. salah satu anggota tim, Bagas Imam Abdillah, mengatakan bahwa alat roaster buatan mereka tercipta dari kendala-kendala yang dihadapi oleh mitra. “Setelah beberapa kali melakukan kunjungan terhadap mitra, kami mengetahui bahwa alat roasting yang ada memiliki beberapa kelemahan. Pertama produktifitas alat roasting dirasa masih kurang oleh mitra. Selain itu waktu roastingan biji kopi juga masih tergolong lambat,” ungkap mahasiswa Prodi Teknik Mesin tersebut. Dalam proses pembuatan alat, Bagas dan tim bekerja sama dengan sebuah bengkel untuk membuat tabung. Sementara itu bagian alat yang lain dikerjakan sendiri oleh bagas dan tim. Dalam jangka waktu satu bulan, alat ini sudah siap digunakan oleh mitra. Anak terakhir  dari dua bersaudara ini menjelaskan bahwa cara kerja Smart Roaster Coffe Beans Based Micro Controler cukup sederhana. “Ketika alat di sambungkan dengan listrik, pemanas akan secara otomatis memanaskan oli yang ada di dalam alat. Oli tersebut berfungsi untuk menyebarkan panas secara merata ke seluruh tabung dan mulai meroasting biji kopi. Alat ini juga dilengkapi sensor suhu PT 100 untuk mengetahui kapan alat siap untuk meroasting,” ujar Bagas. Alat ini telah digunakan selama satu bulan oleh supplier Clegoeg Coffee. Bagas mengatakan bahwa mitra sangat senang dengan adanya alat roasting ini. Pasalnya alat ini meningkatkan produksi roasting yang awalnya dua kali seminggu menjadi empat kali seminggu. “Selain itu, setelah menggunakan alat ini, pendapatan mitra meningkat 50% dari pendapatan sebelum-sebelumnya,” kata Bagas. Dalam pelaksanaan PKM, Bagas ditemani tiga anggota lainnya yaitu Gigih Imam Abdillah dan Indra Lesmana Hermawan Iswiyono dari Prodi Teknik sipil serta Diah Yasmin Anggita dari Prodi Ilmu Teknologi Pangan. Bagas mengatakan bahwa kedepannya ia dan tim ingin lebih mengembangkan alat roasting tersebut agar bisa meroasting dengan lebih efisen. “Kami juga ingin mendaftarkan alat ini menjadi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam waktu dekat,” pungkasnya. (wil)

Dosen UMM Bagikan Tips Investasi bagi Pemula

Investasi merupakan kegiatan menanamkan modal untuk mendapat keuntungan yang berlipat di masa depan. Dibanding menyimpan uang secara mandiri atau di bank, investasi jelas mendatangkan keuntungan tersendiri. Hal itu disampaikan oleh Dosen Manajemen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Chalimatuz Sa’diyah, SE., MM. pada Jumat (8/10) lalu. Menurutnya, menyimpan uang secara mandiri dalam jangka waktu yang panjang akan menurunan nilai uang karena adanya inflasi. Sementara bunga bank terlalu kecil untuk menyaingi inflasi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa dengan melakukan investasi akan sangat membantu seseorang di momen yang tak terduga. Ada banyak jenis investasi yang bisa dilakukan. Pertama adalah investasi di sektor riil seperti tanah, bangunan, sawah dan emas. Sementara yang kedua adalah investasi di sektor keuangan seperti saham, obligasi, dan reksadana. “Masing-masing investasi memiliki kelemahan dan kelebihan. Ketika berinvestasi di sektor riil nilainya akan terus bertambah, namun beberapa instrument investasi di sektor riil seperti bangunan dan tanah membutuhkan waktu lama untuk dicairkan. Sementara itu, jika berinvestasi di sektor keuangan nilai investasinya tidak menentu. Namun investasinya dapat dicairkan sewaktu-waktu,” ujar Dosen kelahiran Malang tersebut. Chacha sapaan akrabnya, menjelaskan sebelum memulai investasi seseorang harus memisahkan dananya menjadi lima bagian yaitu, dana kebutuhan bulanan, dana darurat, dana investasi, data tabugan, dan zakat. Chacha melanjutkan untuk perhitungan dana darurat biasanya seorang yang masih lajang dianjurkan untuk mempersiapkan dana darurat tiga kali lipat dari pengeluaran bulanan. Sementara untuk yang sudah berkeluarga, dana darurat yang dipersiapkan sebanyak enam sampai dua belas kali pengeluaran bulanan. “Jadi dana yang akan digunakan untuk investasi adalah dana tidak terpakai dan tidak akan digunakan dalam waktu dekat,” ujar Chacha. Setelah memisahkan dana, para pemula harus menentukan tujuan investasi. Ia menyarankan untuk memulai investasi di sektor keuangan karena biayanya yang lebih terjangkau dibanding sektor riil. Ada banyak pilihan ketika akan berinvestasi di sektor keuangan, namun investasi yang memiliki resiko paling minim ada di reksadana pasar uang dan obligasi pemerintah. “Pada reksadana pasar uang, nilai investasi kita akan terus naik meskipun tidak signifikan. Dibanding dengan investasi lain, reksadana pasar uang juga cenderung stabil. Obligasi pemerintah memiliki keunggulan yaitu bunganya berada diatas bunga deposito. Ketentuan obligasi pemerintah juga diatur dalam undang-undang sehingga lebih aman,” kata Chacha. Jika para pemula ingin mendapat keuntungan lebih bayak, Chacha menyarankan untuk mencoba investasi di saham. Ada beberapa keunggulan yang akan diperoleh investor ketika menginvestasikan uangnya di saham. Pertama, investor akan mendapatkan dana pertahun dari perusahaan melalui pembagian deviden saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Kedua adalah keuntungan yang didapatkan investor jika menjual sahamnya saat nilai sahamnya mengalami kenaikan dari harga beli (capital gain). “Meskipun menguntungkan, para pemula biasanya menghindari kerugian yang besar jika berinvestasi pada saham. Ada beberapa cara untuk meminimalisir kerugian. Pertama adalah mempelajari buku keuangan perusahaan dengan baik. Kedua, memperhatikan citra perusahaan di masyarakat. Ketiga, jangan berinvestasi pada perusahaan baru karena belum stabil,” ungkap Chaca. Selain memperhatikan ketiga hal tersebut, agar keamanan lebih terjaga Chacha menambahkan bahwa para pemula bisa membeli saham, reksadana, maupun obligasi yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Strategi lain dalam investasi saham adalah dollar cost averaging, dimana para investor rajin membeli saham meskipun harga sedang turun atau naik perbulannya. Hal ini akan mengurangi kerugian saat investasi saham. “Pilihan investasi akan sangat bergantung pada tujuan dan kebutuhan seseorang kedepannya. Karena hal tersebut, pelajari dengan seksama sebelum memulai investasi. Jangan beli investasi apapun hanya karena ikut-ikutan. Hindari juga investasi yang menjanjikan kentungan terlalu tinggi agar terhindar dari jebakan investasi bodong,” pungkasnya. (syi/wil)