RS Surya Medika UMM Rayakan Milad lewat Beragam Program

Dalam rangka merayakan milad kelima, Rumah Sakit (RS) Surya Medika Sumbawa yang merupakan Amal Usaha Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), melangsungkan berbagai kegiatan dan lomba. Satu di antaranya menggelar khitan massal gratis dan promosi kesehatan berupa penyuluhan tentang pentingnya vaksinasi Covid-14. Kemudian, ada pula perlombaan kampung sehat, vaksinasi dan jalan sehat dengan penggunaan protokol kesehatan ketat. Rangkaian ini dilaksanakan di sekitar RS Surya Medika dan dibuka pada Minggu (24/10) lalu. Pada agenda khitan massal, ada sekitar lebih dari 80 peserta. Turut hadir Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumbawa dan pejabat daerah setempat. Begitupun dengan direksi RS Surya Medika. dr. Selvi selaku perwakilan RS Surya Medika menyampaikan rasa terima kasihnya akan antusiasme para warga. Apalagi mereka yang ikut serta mensukseskan dan menyemarakkan milad kelima rumah sakit ini. “Pada usia yang kelima ini, Rumah Sakit Surya Medika PKU Muhammadiyah Sumbawa senantiasa berbenah dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Kami juga sudah melakukan perluasan layanan kesehatan melalui bekerjasama dengan BPJS Kesehatan,” tuturnya dalam sambutan. Selvi juga sempat menyinggung akan pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan Covid-19. Pun dengan penggunaan protokol kesehatan ketat yang sudah seharusnya dilakukan oleh warga. Ia mengingatkan bahwa pandemi belum berakhir. Maka perlu adanya kesadaran diri untuk menjaga kesehatan masing-masing. Pada kesempatan yang sama, Drs. H. A. Jihad selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumbawa mengapresiasi kegiatan positif yang digalakkan oleh salah satu amal usaha UMM yang ada di Kab. Sumbawa tersebut. Menurutnya, agenda seperti ini dapat mempererat persaudaraan, tidak hanya di kalangan pegawai rumah sakit saja, tapi juga dengan para warga dan pejabat di sekitar. “Semoga Rumah Sakit Surya Medika mampu meningkatkan layanan dan bisa bermanfaat lebih baik dan luas lagi demi kepentingan umat,” harap Jihad. Adapun perombaan kampung sehat diikuti oleh berbagai desa di empat kecamatan. Para juri yang menyambangi satu persatu desa disambut hangat. Tidak hanya disuguhi makanan, mereka juga disambut dengan tarian adat khas yang diperagakan oleh warga. Juri yang dipilih tidak hanya berasal dari RS Surya Medika, tapi adapula beberapa juri lain dari Dinas Kesehatan, Lurah Bugis dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sumbawa. Adapun beberapa aspek penilaian yang dilihat adalah aspek kesehatan, lingkungan sosial dan keagamaan. Nantinya, pengumuman pemenang rentetan lomba ini akan diumumkan pada akhir November 2021 nanti. (wil)
BEM UMM Adakan BESMENT, Ditutup dengan Parents Day

Rangkaian panjangan program Belajar Sehat Mental (BESMENT) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) akhirnya ditutup Minggu (24/10) lalu. Berlokasi di di Gang Muharto, Kota Lama Malang, BEM UMM kali ini menggandeng Rumah Belajar Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) serta Laboratorium Psikologi Terapan Keluarga dan Anak (LPTKA). Setelah mengajak anak-anak bermain dan belajar dua kali seminggu sejak awal Oktober, kini BEM UMM mengajak para ibu untuk hadir dan berbincang. Yorinda Nur Azizah selaku ketua panitia mengaku selama sebulan mengabdi, ia dan tim merasa senang, Apalagi melihat antusiasme anak-anak yang tinggi. “Anak-anak sangat bersemangat dan mengiktui setiap rangkaian kegiatan yang telah disediakan. Kami berharap program ini dapat menggugah banyak orang agar lebih peduli dengan kesehatan mental. dengan begitu tema ‘Penerus Bangsa Berawal dari Mental yang Sehat dan Kuat’ dapat terlaksana,” tegasnya. Berbeda dengan sebelumnya yang menyasar pada anak-anak, pada Parents Day tersebut BEM UMM mengajak diskusi para ibu dari rumah belajar JKJT. Pada kesempatan itu Siti Fatimah, S.Ag., M.Si. dari LPTKA membahas terkait tumbuh kembang anak. Begitupun dengan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masa perkembangan tersebut. Ia juga menekankan pentingnya kesehatan mental. salah satu caranya dengan menjaga emosi, tidak hanya emosi orang tua saja tapi juga emosi anak. “Harapannya, dengan berdiskusi seperti ini, pra orang tua bisa lebih mudah memahami konsep kesehatan mental menlalui pengelolaan emosi sehari-hari, khususnya dalam mendidik anak,” tuturnya. Sementara itu, salah satu ibu, Marhamah mengatakan bahwa ia mengajarkan banyak hal kepada anaknya. Mulai dari bangun tidur, sekolah, bermain, mengaji hingga tidur lagi. Beberapa kali anaknya sulit memahami hal yang ia ajarkan. Seringkali mereka memecahkan piring dan gelas, malas mengerjakan PR dan kesalahan kecil lainnya. “Tidak jarang saya kesal dan memarahinya. Namun, berkat program ini saya memahami bahwa emosi orang tua dalam mendidik anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, terutama mentalnya”, ujarnya. Terakhir, dr. Veny Mayangsari, Sp.JP. selaku penanggung jawab Rumah Belajar JKJT menjelaskan bahwa kesehatan mental harus dilatih sejak dini. Hal itu tidak lepas dari efeknya akan pembentukan suatu karakter pada anak. Utamanya saat anak sudah mulai belajar menganalisa perilaku orang lain ataupun belajar mengenai bahasa. ‘Semoga melalui BESMENT ini anak-anak bisa belajar menghargai orang lain, saling berbagi, dan juga bertumbuhnya karakter baik dalam diri mereka,” pungkasnya. (wil)
Mahasiswa UMM Juara Pertama Pemuda Pelopor Nasional

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali meraih prestasi di tingkat nasional. Kabar membanggakan tersebut datang dari Fadillah Ahmad Nur yang berhasil membawa pulang juara satu dalam ajang pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional. Lomba ini diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia dengan pengumuman juara dilaksanakan pada Rabu (27/10) lalu. Adil sapaan akrabnya mengatakan bahwa proses lomba ini berlangsung lama yakni mulai dari bulan Juli sampai Oktober. Ia berkata bahwa untuk mencapai tahap nasional, ia harus melewati banyak seleksi. Mulai dari seleksi di Kabupaten, Provinsi, hingga pada akhirnya sampai di Nasional. “Dari 34 provinsi yang ada di Indonesia, hanya 23 provinsi yang berkasnya lolos di nasional. Dari situ akan diseleksi kembali sepuluh berkas terbaik untuk di panggil ke Jakarta. Setelah itu baru dipilih juara satu sampai tiganya,” ujar Mahasiswa Fakultas Agama Islam tersebut (FAI). Selama perlombaan, ia dan para peserta lain harus melewati tiga tahapan yaitu, presentasi, wawancara, serta kunjungan. Di tahap presentasi Adil memperkenalkan organisasi yang dirintisnya yaitu Sasambo Youth Education Nusa Tenggara Barat (SYE NTB). Organisasi ini berfokus pada peningkatan pendidikan anak-anak di NTB. Beberapa program yang dilakukan SYE NTB adalah webinar, sharing session, ngobrol pintar, serta relawan pendidikan di desa-desa. “Organisasi ini saya dirikan karena prihatin dengan tingkat literasi anak-anak di NTB. Dari data yang saya dapat, pada tahun 2019 NTB menempati posisi dua terbawah mengenai tingkat literasi dan pendidikan. Hal ini terjadi akibat pernikahan dini, faktor ekonomi, serta pandangan bahwa pendidikan tidak terlalu penting,” ungkap mahasiswa asli Sumbawa NTB tersebut. Selain memperkenalkan SYE NTB, anak sulung dari tiga bersaudara ini juga mempresentasikan media pembelajaran menggunakan Monopoli Circle (MOCI) serta ide aplikasi pembelajaran agama Islam bernama Islamic Education Application by Android (MICADO). Adil bercerita bahwa selama empat bulan mengikuti perlombaan ini, ia tak mengalami kendala yang berarti. “Kendala pasti ada, namun tidak sampai menghambat saya selama perlombaan. Ini semua berkat dukungan keluarga maupun teman-teman seperjuangan saya di organisasi,” kata Adil. Di akhir sesi wawancara Adil mengatakan sangat bersyukur bahwa usahanya selama ini membuahkan hasil yang baik. Ke depannya ia bersama Kemenpora akan merealisasikan terbentuknya cabang organisasi SYE NTB di sepuluh kabupaten maupun kota. Selain itu Adil juga akan membangun desa-desa binaan di NTB. “Sampai saat ini telah ada 26 mahasiswa NTB yang tergabung dalam SYE NTB. Mahasiswa tersebut tersebar di berbagai daerah. Semoga dengan apa yang kami lakukan ini, selain mendorong tingkat literasi anak-anak NTB juga akan memberi pemahaman baru bahwa pendidikan itu sangat penting bagi masa depan,” pungkasnya. (syi/wil)
Sukses Jalani Double Degree, Cahyo Jadi Wisudawan Terbaik UMM

Double degree merupakan salah satu program yang ada di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Program ini memungkinkan mahasiswa untuk berkuliah di dua Prodi sekaligus. Meski berat, program ini cukup diminati. Salah satunya adalah Cahyo Aulia Andi Putra. Tak hanya sibuk menjalani dua perkuliahan di Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), wisudawan terbaik UMM ini juga disibukkan dengan mengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) PSM Gita Surya yang ia pimpin. Cahyo, sapaan akrabnya bercerita bahwa minatnya untuk mengikuti program double degree muncul ketika ia melakukan kesalahan saat pendaftaran kuliah. Meskipun berasal dari SMK keperawatan, Cahyo sangat ingin belajar tentang hukum. Keinginan itu muncul karena kebiasaannya menonton kanal youtube mengenai kasus-kasus kriminal. Namun keinginan tersebut tak direstui oleh kedua orang tuanya. “Saya akhirnya nekat daftar kuliah di UMM, tetapi izinnya daftar kuliah keperawatan. Namun ketika pendaftaran saya menjadikan hukum sebagai pilihan utama. Masalahnya saya salah mengira bahwa Program Studi (Prodi) Civic Hukum adalah Fakultas Hukum padahal Prodi PPKn. Beruntung, di sini ada program double degree dan Alhamdulillah orang tua akhirnya mendukung,” ungkap mahasiswa asal Malang tersebut. Cahyo mengaku bahwa kesulitan terbesar saat menjalani program double degree adalah manajemen waktu. Apalagi dengan kesibukannya di luar perkuliahan. Ada beberapa hal yang biasa ia lakukan. Salah satunya yakni berusaha dengan baik dalam melobi dosen. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dengan dosen menjadi poin penting. Selain itu, ia juga selalu mengatur jadwal tidurnya dengan baik. Hal ini berefek pada jam belajar yang biasa ia lakukan. Semakin cepat ia tidur, semakin cepaat juga ia bangun. Sehingga waktu belajarnya pada pagi hari bisa lebih panjang. “Meski begitu, kadang saya harus mengorbankan waktu main dan istirahat saya jika banyak deadline dan urusan yang harus diselesaikan. Tapi saya sangat menikmatinya karena memang suka dengan materi perkuliahan dan kegiatan UKMK saya,” tuturnya. Cahyo berkata bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka akan menjadi wisudawan terbaik periode III tahun 2021. Apalagi melihat teman-temannya yang terlihat sangat ambisius dalam meraih nilai maupun prestasi. Meskipun begitu, ia sangat bersyukur atas capaianya itu. “Selain sangat ingin belajar hukum, hal yang membuat saya semangat untuk menjalani perkuliahan di dua program studi adalah kedua orang tua. Saya ingin keduanya bisa hadir di wisuda saya dan duduk di deretan depan sebagai wali dari wisudawan terbaik. Alhamdulillah perjuangan keras saya selama ini membuahkan hasil yang baik,” pungkasnya di akhir wawancara. (Wil)
UMM Buktikan Reputasi Nasional lewat Akreditasi Unggul

Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) terus membuktikan mutu dan kualitasnya melalui berbagai hal. Salah satunya tercermin dari raihan akreditasi Unggul yang diperoleh UMM beberapa waktu lalu. Raihan akreditasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan No. 858/SK/BAN-PT/AK-ISK/PT/IX/2021 yang diserahkan pada Selasa (26/10) di Rayz Hotel UMM. Rektor UMM, Dr. Fauzan , M.Pd, merasa bangga atas capaian yang diperoleh UMM tersebut. Fauzan melanjutkan bahwa capaian ini berhasil didapat karena kerja keras dari seluruh elemen yang ada. Raihan Unggul ini juga menggambarkan kredibilitas UMM dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi. “Raihan akreditasi unggul ini menjadi bentuk keseriusan para pengelola kampus dalam menjalankan perguruan tinggi. Kita tidak bisa hanya mengatakan bahwa kita kuat dan hebat, tapi harus dibuktikan melalui akreditasi,” ungkap Fauzan. Fauzan melanjutkan bahwa dengan diraihnya akreditasi unggul ini beban yang diterima oleh UMM akan semakin berat. Ia mengatakan bahwa predikat yang tinggi selalu dibarengi oleh tanggung jawab yang tinggi pula. Terutama dalam menjalankan Tri Dharma perguruan tinggi. “Tantangan kita kedepan akan semakin sulit. Kita harus mampu beradaptasi dan merubah mindset institusi mulai dari unit terkecil sampai ke yang terbesar agar terus berinovasi di masa mendatang,” ujar rektor kelahiran Kediri tersebut. Senada dengan Fauzan, sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMM Drs. H. Wakidi mengungkapkan kebanggaannya terhadap raihan yang dicapai UMM. Ia melanjutkan bahwa dari seluruh perguruan tinggi Muhammadiyah, hanya UMM dan UMY yang sampai saat ini berhasil meraih akreditasi unggul tersebut. “Atas nama Badan Pembina Harian (BPH), kami mengucapkan terimakasih kepada rektor sebagai komandan karena telah berhasil membawa nama UMM. Tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional. kekompakkan tim ini perlu dijaga secara terus menerus. Pun dengan usaha untuk mendorong agar mutu UMM senantiasa meningkat,” kata Wakidi. Di sisi lain, ketua tim ISK Universitas Dr. Ainur Rofieq. M.Kes, mengatakan ke depannya UMM akan menghadapi pemantauan dan evaluasi peringkat akreditasi (PEPA). Ada tiga unsur yang harus diperjuangkan yaitu aspek dosen tetap, penjaminan mutu internal, dan publikasi ilmiah. “Kita harus tetap menjaga apa yang kita usahakan sampai saat ini karena di depan masih ada pekerjaan berat menanti. Semoga kita dapat mempertahankan akreditasi ini,” pungkasnya. (syi/wil)
Lebih Dekat dengan Abdul, Alumni Prodi HKI UMM yang Jadi Ketum DPP IMM

Universitas Muhammadiyah Malang tidak jarang melahirkan pemimpin Nasional. Satu diantaranya adalah Abdul Musawir Yahya yang berhasil menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Ia terpilih dengan mendapatkan 331 suara dari 451 peserta pemilih pada Muktamar IMM ke-19 di Kendari pada 21-23 Oktober lalu. Ditanya ihwal keberhasilannya, Abdul sapaan akrabnya merasa bangga atas capaiannya ini. Ia berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukungnya. Menurutnya, amanah yang ia emban ini sangatlah berat. Maka dari itu, alumnus Hukum Keluarga Islam (HKI) UMM ini akan segera melakukan konsolidasi dengan daerah-daerah untuk merealisasikan visi dan misi yang sudah dicanangkan. Sebelum terpilih sebagai Ketua Umum DPP IMM periode 2021-2023, Abdul juga telah aktif dalam berbagai organisasi. Bahkan ia juga cemerlang dalam berkarya di dunia kewirausahaan. Ia sempat menjadi direktur Maharaya Indonesia. Abdul juga mengambil resiko untuk merintis beragam bisnis dan menjadi owner di Super Kamera Malang, Lumeo Audiovisual Malang, Panjava English Garden, Garden Coffee, Martabak Satu Juli, serta Penerbit Akar. Menariknya, semangat untuk mengembangkan usahanya berawal dari upayanya untuk memberdayakan kader-kader yang kurang mampu. Harapannya, mereka tidak sampai putus kuliah dan bisa menyambung pendidikannya hingga lulus. Pun juga agar mereka bisa meraih mimpi berkat hasil kerja kerasnya. Dengan mengusung tagar #DariNarasiMenujuAksi, unggul keilmuan, mandiri ekonomi dan berdaulat politik Abdul berharap IMM menjadi gerbong terdepan dan opinion leader untuk mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan ini, Abdul juga merepresentesaikan tujuan prodi HKI keempat yaitu menghasilkan lulusan yang memiliki wawasan dan komitmen dengan visi dan misi perjuangan Muhammadiyah. Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Muhammad Arif Zuhri, Lc.,M.H.I menyambut baik kabar tersebut. Ia merasa senang mendengar kabar baik dari Abdul. Menurutnya, hal ini menjadi bukti keberhasilan Prodi HKI dalam menghasilkan sarjana dengan kemampuan profesional di bidang hukum, hukum Islam dan hukum keluarga Islam. Tidak hanya berkisar di teori saja tapi juga dalam aspek praktek. “Kami juga senantiasa berusaha untuk mencetak lulusan yang memiliki integriras keagamaan dan moralitas kokoh serta memiliki jiwa kepemimpinan yang baik,” ungkap Arif mengakhiri. (wil)
LLDIKTI-UMM Langsungkan Pelatihan Teknis Misheqa

Dalam rangka meningkatkan akreditasi perguruan tinggi, Standar Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menjadi salah satu syarat yang penting. Untuk memudahkan perguruan tinggi dalam mengunggah data akreditasi, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) telah menyiapkan aplikasi Management Information System for Higher Education Quality Assurance (Misheqa) New Generation. Adapun Bimbingan teknis untuk aplikasi ini dilaksanakan secara bertahap di lima kota. Tahap pertama diadakan pada Kamis (18/10) lalu di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mayastuti, S.E., M.S.M. selaku staf LLDIKTI mengatakan bahwa pada tahap pertama LLDIKTI mengundang 90 peserta dari 45 perguruan tinggi untuk mengikuti pelatihan. Dijelaskan olehhnya, pelatihan tersebut meliputi materi pemetaan Misheqa, pendampingan input data dan validasi dokumen. “Penjaminan mutu ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan. Ini memang peran LLDIKTI untuk memastikan pengelolaan perguruan tinggi dapat dijalankan dengan baik. Tentunya berbasis pada SPMI dengan menggunakan Misheqa. LLDIKTI juga mendorong tumbuhnya budaya mutu agar perguruan tinggi senantiasa dijalankan secara terarah dan terukur,” ungkap Maya. Maya melanjutkan bahwa pemetaan SPMI ini dilaksanakan sebagai sarana evaluasi bersama untuk mengukur, mempresentasikan, dan mengetuahui posisi mutu masing-masing perguruan tinggi. Selain itu LLDIKTI Wilayah VII juga dapat membantu dan mengarahkan secara teratur proses dokumentasi SPMI agar mendapatkan representasi mutu perguruan tinggi melalui aplikasi Misheqa. “Dengan adanya Misheqa akan memudahkan LLDIKTI untuk mendapatkan baseline data sebagai basis arah kebijakan fasilitasi mutu perguruan tinggi,” ujar Maya. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., menyambut baik adanya program bimbingan teknis aplikasi Misheqa ini. Menurutnya, dalam proses pengelolahan kampus, perlu adanya kesadaran dari berbagai pihak untuk mengenai budaya mutu dan standar yang diberikan oleh pemerintah baik dalam maupun luar negeri. “Dalam hal penjaminan mutu, UMM sendiri telah memiliki lembaga pengelolahan mutu internal bernama Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI). Lembaga ini bertugas untuk mengaudit secara periodik sehingga kualitas kami bisa terjamin dengan baik. Saya juga berharap, pelatihan ini dapat memberikan pemahaman dan meningkatkan mutu yang dimiliki oleh UMM,” pungkasnya. (syi/wil)
UMM-Bank Muamalat Teken Kerjasama di Wisuda 101

Wisuda kelulusan universitas merupakan salah satu keberhasilan dalam kehidupan dan menuntun pada fase baru kehidupan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan oleh Dr. Ing Ilham Akbar Habibie, MBA., selaku Komisaris Utama Bank Muamalat Indonesia. Ia menjelaskannya pada Wisuda Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke 101 periode III pada Kamis (28/10) lalu. Bertempat di Hall Dome UMM, prosesi kelulusan kali ini dilakukan secara luring dan daring dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pada wisuda tersebut juga berlangsung penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara Kampus Putih UMM dan Bank Muamalat Indonesia. Ilham Akbar mengatakan bahwa Bank Muamalat memiliki tiga fokus dalam transformasi digital. Pertama, Customer First yang melahirkan aplikasi mobile banking. Layanan aplikasi ini tentu memiliki kemajuan di bidang teknologi. Selanjutnya, digitalisasi operasional yang memudahkan layanan bagi para nasabah. Menariknya, layanan ini juga sudah berbasis IT. Terakhir, transformasi Sumber Daya Manusia (SDM) yakni bagaimana manusia harus memahami teknologi dengan baik serta resiko yang diterima. “Dengan adanya tiga fokus tersebut, tentu kami ingin bisa menjadi pihak yang mampu mentransformasikan dan mengembangkan teknologi informasi dan komunikasi secara digital,” imbuhnya. Ditambahkan Purnomo B. Soetadi selaku Direktur Retail Bisnis Bank Muamalat Indonesia bahwa Muamalat Training Center kini telah berubah menjadi Mu’amalat Institute. Nantinya, jika para mahasiswa tertarik dengan keuangan Syariah, mereka bisa mengikuti pembinaan yang Muamalat Institut sediakan. “Semoga dengan adanya MoU ini bisa mengembangkan skill entrepreneur muda berbasis syariah yang dimiliki para mahasiswa UMM,” harapnya. Wisuda tersebut juga dihadiri oleh Prof. KH. Saad Ibrahim, M.Ag. selaku Ketua Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Ia menceritakan bahwa Prof. Habibie adalah ilmuwan terbesar yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Menurutnya, ada dua aspek utama yang ada dalam diri Habibie. Aspek pertama adalah intelektualitas yang bisa dilihat melalui karya dan temuannya. Kemudian adapula sisi spiritual yang juga menjadi sisi menarik darinya. “Kedua aspek tersebut harus menjadi bekal bagi para wisudawan agar bisa mendapatkan keberhasilan di dunia dan akhirat. Saudara juga harus senantiasa mengandalkan Allah dan menetapkan arah hidup kepada Allah,” tegasnya. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. menjelaskan bahwa proses Pendidikan selama di kampus akan menjadi modal dalam menaklukkan kehidupan. Tidak hanya secara material tapi juga spiritual. Ia juga berpesan agar para wisudawan memiliki rasa tanggung jawab atas masa depan. “Saudara-saudara juga harus terus mengeksplorasi ilmu. Tidak puas dengan yang dimiliki hingga bisa menyempurnakan kehidupan saudara,” pungkasnya mengakhiri. (haq/wil)
UMM Selenggarakan Workshop UMKM dan Nobar di Kota Kediri

Universitas Muhammadiyah Malang Kembali menebar manfaatnya. Kali ini rombongan Mobil Kamis Membaca (KaCa), Mobil Bioskop Keliling (Bioling), dan Mobil Bakti Terhadap Bangsa (Terbang) meluncur ke Kota Kediri pada Selasa (26/10) lalu. Trio mobil andalan Kampus Putih itu berbagi ilmu melalui workshop digital marketing bagi para UMKM yang berlokasi di Loji Café, Kediri. Selain itu juga menyediakan tontonan melalui agenda nonton bareng (nobar). Pada pelaksanaan workshop, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Kediri Tanto Wijohari, S.Pd. S.H. menilai bahwa kegiatan ini bisa menjadi salah satu pendorong UMKM Kota Tahu untuk lebih kreatif. Lebih lanjut, ia juga ingin melihat adanya perkembangan akan geliat usaha masyarakat yang bisa kembali aktif seperti sebelum pandemi menyerang. “Kami berterimakasih kepada UMM yang telah melangsungkan program ini dengan bagus. Semoga bisa berjalan dengan lancar dan para peserta juga bisa memperoleh ilmu serta wawasan yang lebih baik terkait digital marketing sehingga bisa memajukan usaha yang dibangun,” harap Tanto. Pada workshop tersebut hadir pula dua pemateri dan satu tim influencer mahasiswa UMM yang mengajak peserta untuk berdiskusi. Diawali dengan paparan terkait pentingnya e-money bagi pelaku UMKM oleh Iqbal Ramadhani M.SM. Ia menyebutkan beberapa manfaat penggunaan e-money seperti penggunaannya yang lebih murah dan mudah, alternatif yang aman dan baik hingga transparansi yang bisa lebih dipertanggungjawabkan. “Namun, kita juga perlu mawas diri dari resiko dan tantangan yang akan dihadapi. Perlu pemahaman yang baik akan keamanan siber yang belakangan mengintai. Pun dengan manajemen dan keamanan data serta batasan teknologi di beberapa daerah,” imbuhnya. Sementara itu, Arum Martikasari M. Med. Kom yang didapuk menjadi pemateri kedua membahas mengenai social media marketing. Utamanya dalam aspek pengembangan usaha yang telah atau akan dimiliki oleh para peserta. Uniknya, ia mengajak para peserta untuk menemukan target pasar dengan memisalkan pecel tumpang. Menurutnya, langkah untuk penentuan target pasar bisa mengurangi biaya promosi yang dilakukan. Arum, panggilan akrabnya juga mengajak peserta untuk melihat siapa saja yang cocok menggunakan produk yang dipasarkan. Kemudian membayangkan kapan dan kenapa mereka membutuhkannya. “Dari situ, kita dapat mengindentifikasi dengan mudah target pasar yang akan kita tuju. Paling tidak bisa menekan angka pengeluaran dalam aspek promosi serta memajukan usaha yang saudara-saudara jalankan,” tegasnya melanjutkan. Tidak hanya teori, tim influencer mahasiswa UMM juga didatangkan untuk berbagi bagaimana cara mengedit foto dan video konten. Mulai dari memilih angle yang tepat, cara mengedit yang mudah dan cepat hingga bagaimana mengunggahnya agar mendapatkan engagement yang baik. Adapun mobil Bioling juga diterjunkan dan disiapkan untuk memberikan tontonan edukatif di daerah warga. Diungkapkan Rino Anugrawan selaku koordinator Mobil Bioling UMM, ada lebih dari seratus penonton yang hadir dan meramaikan agenda tersebut. Apalagi dengan berbagai kuis, permainan dan hadiah yang diberikan sebelum film diputar. Meski begitu, gelaran ini tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat. “Kami tentu berharap hiburan dan edukasi yang kami berikan lewat Bioskop Keliling ini bisa menyebarkan manfaat bagi semua kalangan yang hadir,” pungkas Rino. (wil)
Pendiri Sosio1point Ini Jadi Wisudawan Terbaik UMM

Terinspirasi dari orang tua, Ani Nuraini, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil dirikan komunitas sosial bernama Sosio1point. Komunitas tersebut bergerak di bidang literasi dan kesejahteraan sosial masyarakat. Meski aktif di berbagai organisasi, Ani tidak melupakan pendidikannya. Terbukti, pada wisuda periode III 2021 lalu, ia berhasil meraih gelar wisudawan terbaik. Anak Pertama dari dua bersaudara itu bercerita bahwa kedua orang tuanya sangat aktif di berbagai kegiatan sosial. Hal itu membuatnya menyukai organisasi dan kegiatan-kegiatan sosial sehingga mendorongnya untuk membentuk Sosio1point bersama beberapa temannya. Adapun komunitas tersebut bertujuan untuk memberikan berbagai manfaat di bidang pendidikan. Selain itu juga membantu masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. Meskipun tergolong baru, komunitas yang didirikan pada akhir November 2020 ini telah melaksanakan berbagai program kegiatan. Mahasiswa asal Banjarmasin tersebut mengatakan bahwa Sosio1point memiliki lima program utama yang mencakup pembelajaran dan pelatihan luring bagi anak-anak dan warga. Begitupun dengan program daring yang dilakukan melalui Instagram, webinar, dan podcast. Selain itu, komunitas ini juga aktif melakukan berbagai event di beberapa daerah. “Event-event yang telah kami adakan yaitu mengaji dan buka bersama di panti asuhan Al-Husna saat momen Ramadhan. Kemudian, adapula berbagai perlombaan untuk menggali potensi anak-anak di Desa Beji, khususnya terkait jiwa seni yang dimiliki. Terakhir adalah penyelenggaraan serta pelatihan Mendeley di kampus UMM,” ungkap Ani. Pelatihan Mendeley tersebut membantu para mahasiswa dalam mengerjakan tugas, makalah, skripsi maupun jurnal. Ia ingin agar mereka bisa lebih ahli dan cepat dalam hal rujukan di setiap karya ilmiah. “Alhamdulillah Sosio1point juga seringkali berdiskusi dengan para mahasiswa yang sibuk menyelesaikan skripsi. Paling tidak, komunitas kami bisa membantu mereka yang ingin meningkatkan skill dan potensinya,” tegas Ani. Selain Sosio1point, Ani juga aktif mengikuti organisasi lain seperti Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial dan Forum Komunikasi Mahasiswa Kesejahteraan Sosial Indonesia (FORKOMKASI). Dalam menempuh pendidikan di UMM, Ani juga mengaku telah menargetkan diri untuk menjadi wisudawan terbaik sejak menginjakkan kakinya di kampus putih. “Meskipun saya sangat menyukai kegiatan sosial, namun saya tidak pernah melupakan tujuan saya dalam berkuliah. Pendidikan dan organisasi memang harus berjalan beriringan. Untuk menyeimbangkannya, pengaturan jadwal dan kejelian membaca situasi merupakan hal yang wajib di kuasai,” kata Ani. Sekarang, Ani tengah melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister Sosiologi di UMM. Kedepannya, ia akan terus menjalankan berbagai kegiatan organisasi rintisannya dan terus membagi pengetahuan ke masyarakat luas. “Semoga hal-hal kecil yang telah saya lakukan akan menjadi kebermanfaatan yang bisa dirasakan seluruh kalangan,” pungkasnya. (syi/wil)