RBC Institute UMM Soroti Digitalisasi Pendidikan Jarak Jauh

Rumah Baca Cerdas (RBC) Institute A. Malik Fadjar menyelenggarakan Bincang Pendidikan bertajuk “Transformasi dan Digitalisasi Budaya Belajar Jarak Jauh” pada Kamis (19/8) lalu. Di antara narasumber yang hadir yaitu Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si (Anggota Komisi X DPR RI) dan Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed (Dosen FKIP UMM). Turut hadir pula Nashir Effendi selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Mengawali diskusi, Prof. Zainuddin Maliki mengakui bahwa pendidikan jarak jauh yang saat ini berjalan lebih dari dua tahun belum menghasilkan pembelajaran yang memuaskan. Proses pembelajaran yang diharapkan juga belum terlaksana dengan baik. Ia menilai pendidikan jarak jauh yang ada berlangsung kurang efektif. Salah satu faktornya adalah aspek teknologi. Menurutnya, teknologi digital belum bisa dikuasai dan dimanfaatkan dengan maksimal. Utamanya oleh para pengajar dan pendidik. “Fenomena tersebut harus menjadi evaluasi untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran. Para tenaga pendidik juga diharapkan mampu menempa diri dan menerapkan serta mengemas pembelajaran dengan menarik. Yakni dengan menggunakan metode Somatis, Auditori, Visual, Intelektual (SAVI),” lanjut pria yang pernah menjabat sebagai Dewan Pendidikan Pemprov Jatim ini. Pada kesempatan yang sama, Rina Wahyu Setyaningrum yang didapuk sebagai pemateri kedua menyoroti terkait adanya perbedaan yang signifikan antara pembelajaran daring dan luring. Ketika daring, sebagian besar anak-anak sering merasa sendiri karena tidak memiliki orang yang bisa menjadi konsultan secara langsung. “Padahal saat pembelajaran luring, tidak jarang siswa mengalami kesulitan dan diatasi oleh para guru secara langsung. Sedangkan ketika di rumah, siswa harus mempersiapkan semuanya sendiri,” tuturnya menjelaskan. Kendati demikian, Rina, panggilan akrabnya mengatakan ada beberapa hal positif yang didapat oleh siswa dalam pembelajaran daring. Misalnya saja mengerjakan tugas bersama teman sebayanya. Ia juga mengungkapkan bahwa pendidikan karakter dapat disinergikan selama pendidikan jarak jauh. Rina mencotohkan salah satu sekolah di Surabaya yang mengaplikasikannya melalui rutinitas pagi hari. “Saat sebelum pembelajaran daring berlangsung, peserta didik diminta melakukan hafalan ayat-ayat pendek Al-Quran, memahami maknanya, serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan. Selain itu, nilai integritas dan kemandirian juga bisa dilakukan bersama orang tua di rumah sesuai dengan petunjuk guru dengan melaporkan hasil kegiatan melalui bukti foto,” imbuhnya. Hal senada juga disampaikan oleh Nashir Effendi. Ia menilai diskusi yang dilakukan di ruang digital jauh lebih interaktif. Misalnya saja pembelajaran melalui Google Classroom yang mendorong para siswa pendiam untuk mengajukan pertanyaan saat kurang memahami materi. Di akhir pemaparannya, ia mengatakan bahwa perubahan paradigma proses pembelajaran di dalam kelas adalah langkah strategis dalam menghadapi era digital. Tujuannya adalah untuk menciptakan proses yang penuh dengan pengalaman menarik. Selain itu juga dapat memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk berkolaborasi dengan para guru dan temannya. (*/wil)

Membanggakan, Prodi Ilmu Pemerintahan UMM Sukses Raih Akreditasi Unggul

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus meningkatkan kualitas diri. Terbaru, Program Studi (Prodi) Ilmu Pemerintahan (IP) Kampus Putih berhasil meraih akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Adapun sertifikat akreditasi tersebut telah berlaku sejak Rabu (18/8) lalu. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, Dr. Rinikso Kartono, M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan meraih akreditasi unggul ini turut menaikkan reputasi FISIP UMM di mata masyarakat. Hal ini juga meningkatkan minat calon mahasiswa untuk menempuh pendidikan di fakultas ini. “Dengan akreditasi Unggul, tentu kepercayaan masyarakat terhadap prodi Ilmu Pemerintahan semakin baik. Ini adalah langkah penting untuk memberikan jaminan kualitas pendidikan bagi mereka,” ungkapnya. Lebih lanjut, Rinikso mengatakan bahwa akreditasi unggul merupakan jaminan mutu dalam bidang akademik maupun non akademik. Dengan mengetahui jaminan mutu melalui akreditasi, calon mahasiswa akan mengerti kualitas di dalam universitas dan program studi yang akan dipilih. Meski demikian, capaian Prodi IP ini tidak boleh membuat IP UMM berpuas diri, karena tantangan dunia pendidikan semakin tinggi. “Kami mendorong seluruh prodi di FISIP agar mampu mendapatkan akreditasi Unggul. Tentu tidak mudah, namun hal itu perlu diupayakan secara maksimal dan optimal,” imbuh Rinikso. Disisi lain, Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan, M. Kamil, M.A., mengatakan dirinya sangat bersyukur atas suksesnya IP meraih akreditas Unggul. Hal ini tentu tidak lepas dari dukungan serta kerja keras berbagai pihak khususnya sivitas akademika FISIP UMM. “Pencapaian ini sangat berarti bagi kami sebagai upaya meningkatkan standar pelayanan akademik prodi. Terimakasih atas dukungan pimpinan universitas, stakeholders, kerja kolaboratif tim task force dan seluruh tim prodi atas kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdasnya,” ujar Kamil. Dalam meraih akreditasi unggul tersebut, Prodi IP harus memenuhi beberapa syarat yang ditentukan oleh BAN-PT. Kamil mengatakan ada dua syarat yang ditentukan oleh BAN-PT. Pertama, prodi harus melakukan sinergi kolaboratif dengan fakultas, universitas, dan stakeholder lainnya. Kedua,  prodi juga diharuskan menyusun dokumen secara komprehensif serta memperhatikan standar akreditasi. Tujuan dari standar akreditasi ini adalah untuk mengukur dan menetapkan mutu pada kelayakan institusi. “Syarat akreditasi ini terdiri dari beberapa penilaian, mulai dari elemen dasar yang berupa parameter hingga penilaian indikator kunci yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan mutu perguruan tinggi. Selain itu fakultas dan universitas juga harus melakukan pengelolaan kontrol mutu dengan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang didasarkan pada standar mutu dan kualitas program studi,” pungkas Kamil. (*/syi/wil)

Dosen UMM Ini Sukses Raih Penghargaan Kinerja Publik Terpuji

Tidak hanya para mahasiswanya yang silih berganti mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di kancah nasional serta internasional. Para sivitas akademika juga senantiasa mencetak prestasi demi prestasi. Salah satu di antaranya adalah Dr. Mokh. Najih, S.H.,M.Hum. Dosen Hukum UMM ini sukses dinobatkan sebagai dosen dengan kinerja publik terpuji. Adapun penganugerahan penghargaan tersebut diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII pada Rabu (18/8) lalu melalui Zoom meeting. Ditanya terkait prestasi tersebut, ia mengatakan bahwa hal itu adalah hasil dari perjalanan panjang perjuangan dan pengabdiannya. Tidak hanya di aspek akademis saja, namun juga di aspek-aspek lain. Ia bercerita bahwa perjalanan panjangnya diawali dengan menjadi seorang dosen Fakultas Ilmu Hukum UMM tahun 1989. Berkat kinerja, kerja keras dan prestasi yang diraih, ia mulai menjabat di beberapa lembaga baik di dalam maupun luar kampus. “Perjalanan karir saya lumayan panjang. Sebelum menjadi Kepala Prodi, saya sempat menjabat sebagai ketua laboratorium hukum,  ketua jurusan, sampai wakil dekan pada tahun 1999. Terakhir, saya juga sempat menjadi kepala Program Studi Magister Ilmu Hukum (MIH) UMM dari tahun 2015-2020,” jelas pria kelahiran Lamongan tersebut. Senantiasa berjuang untuk menebar manfaat, Najih, panggilan akrabnya kini tengah diamanahi jabatan sebagai Ketua Ombudsman Republik Indonesia (RI). Ia mengungkapkan bahwa ada berbagai seleksi yang harus dilalui. Mulai dari tes profesi, kemampuan akademik, proses wawancara hingga tes kesehatan. Menurutnya, jabatan tersebut juga mendukungnya untuk bisa dianugerahi penghargaan dari LLDIKTI ini. Najih melanjutkan, terpilihnya ia sebagai dosen dengan kinerja publik terpuji tidak lepas dari keberhasilan dan keaktifannya dalam ranah pelayanan publik. Terbukti dengan amanah yang ia emban sebagai ketua Ombudsman RI. “Bekerja di lembaga ini membuat saya sering bersinggungan dengan publik secara langsung. Terutama dalam hal pengawasan akan pelayanan-pelayanan publik yang ada di Indonesia,” ungkap Najih. Diakhir wawancara, Najih kembali berharap prestasi yang diraihnya ini bisa memberikan dampak positif. Tidak hanya bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi para dosen lain agar semakin aktif dalam mengabdi serta menebar kebaikan. “Bagi saya pribadi, prestasi ini menjadi menjadi dorongan kuat untuk kembali bekerja dengan lebih optimal bagi kemajuan bangsa,” pungkasnya menutup. (syi/wil)

UMM-Kodim 0818 Langsungkan Vaksinasi Dosis Kedua

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa berkontribusi dalam upaya-upaya menebar manfaat bagi masyarakat. Satu diantaranya adalah agenda percepatan vaksinasi. Bersama Kodim 0818 Malang-Batu, keduanya kembali menggelar vaksinasi dosis kedua yang berlokasi di Hall Dome UMM. Adapun gelaran ini dilangsungkan pada Jumat (20/8) lalu. Koordinator Lapangan (Korlap) vaksinasi kedua Kodim 0818, Muh. Sholeh mengatakan bahwa agenda ini dikhususkan bagi mereka yang akan mendapatkan vaksin kedua. Sementara masyarakat yang ingin mendapatkan dosis pertama vaksin Sinovac belum bisa diberi. “Untuk sementara, kami mendahulukan masyarakat yang seharusnya mendapat vaksin kedua. Bagi mereka yang belum divaksin, nanti mungkin bisa dialihkan,” tuturnya melanjutkan. Sholeh, panggilan akrabnya melanjutkan ada beberapa warga yang salah sangka dan akhrinya harus pulang tanpa pemberian vaksin. Ia juga mengatakan banyak peserta yang tidak tahu bahwa ada kegiatan vaksiniasi dosis kedua di tanggal ini. Menurutnya, hal itu terjadi karena adanya jadwal kedatangan vaksin yang diundur. Sehingga jadwal pemberian vaksin dosis kedua juga harus diundur. Diakui olehnya, pelaksanaan vaksinasi dosis kedua kali ini relatif lebih lancar. Hal itu tidak lepas dari pengalaman dan evaluasi sebelum-sebelumnya. Di samping itu, sistem pendataan online yang digunakan juga lebih cepat  ketimbang yang kemarin. Sholeh juga sempat mengungkapkan rasa senangnya karena bisa mengambil peran dalam misi kemanusian serta memberikan solusi bagi masyarakat luas. Ia berharap usaha Kodim ini bisa membantu program pemerintah dalam menyehatkan masyarakat. Dalam hal ini adalah mempercepat proses vaksinasi. “Kami telah menyiapkan sebanyak 3.000 vaksin perharinya dalam dua hari ini. Kegiatan ini juga sebagai bentuk untuk menebar manfaat kepada warga yang membutuhkan,” imbuh pria asal Nganjuk tersebut. Sementara itu, Dr. Fauzan, M.Pd. mengungkapkan bahwa tidak ada pilihan lain kecuali mempercepat vaksinasi. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk upaya akselerasi vaksin, utamanya dosis kedua. Pihak kampus putih juga siap berkoordinasi untuk berkontribusi bersama-sama di masa pandemi. Fauzan juga mengatakan bahwa agenda ini merupakan implementasi dari salah satu program GESIT yang sudah lama UMM galakkan. Program yang dimaksud adalah gencar kampanyekan vaksinasi demi Indonesia bebas Covid. “Berbagai usaha ini dimaksudkan untuk memberikan manfaat kepada sesama. Khususnya dalam aspek kesehatan,” tegasnya menutup. (wil)

Berinovasi Sejak 21 Tahun Lalu, Dosen UMM ini Raih Penghargaan Dosen Bergengsi

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya melahirkan mahasiswa-mahasiswa berperestasi saja. Namun juga para dosen yang kian hari mengharumkan nama Kampus Putih. Satu di antaranya adalah Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP. Melalui inovasi-inovasinya, ia berhasil mendapatkan berbagai prestasi bergengsi. Terbaru, Elfi sukses mendapatkan penghargaan sebagai Dosen Inovatif Terpuji yang diberikan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII. Adapun pemberian ini dilangsungkan pada Rabu (18/8) lalu. Elfi, panggilan akrabnya memang dikenal sebagai dosen yang senantiasa berinovasi, utamanya dalam hal gizi dan teknologi pangan. Sebelumnya, ia seringkali dinobatkan sebagai penyaji terbaik, mendapat rentetan penghargaan seperti Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Award yang ia peroleh beberapa waktu lalu. Ditanya ihwal penghargaan ini, Elfi mengaku tidak tahu jika ada penilaian dan penghargaan seperti ini. Namun ia tahu betul bahwa ada pantauan dan penilaian yang mencakup berbagai aspek tiap enam bulan. Mulai dari bagaimana ia mengajar, penelitian, publikasi, paten serta pengabdian. “Mungkin dari situlah akhirnya saya bisa dinobatkan sebagi salah satu dosen tangguh, utamanya  dalam aspek inovasi terbaru,” tuturnya. Hebatnya, perempuan yang menjadi koordinator Halal Centre UMM ini juga telah meneliti pigmen antosianin sejak 21 tahun yang lalu. Di samping itu, ia juga telah memiliki lebih dari 12 paten yang fokus pada pangan dan gizi. Beberapa di antaranya adalah pewarna alami dari bunga mawar, pewarna alami berbahan rumput laut, hingga sari minuman antioksidan dari bunga mawar. Khusus yang terakhir, Elfi juga telah nerhasil mendapatkan merk, izin Produksi Industri Rumah Tangga (PIRT), serta sertifikasi halal. Ia bahkan sudah membangun rumah produksi dan memasarkannya ke berbagai daerah. “Tidak hanya berhenti pada penelitian, inovasi juga harus bisa memberikan manfaat ke berbagai pihak utamanya masyarakat,” tegasnya. Terbaru, Elfi dan beberapa rekannya tengah mengembangkan beras analog balita. Inovasi ini berangkat dari fenomena stunting balita yang belakangan terjadi. Menurutnya, hal itu dapat terjadi karena kurangnya gizi yang terkandung, khususnya protein dan mineral. Dosen yang juga menjadi tim ahli Lembaga Pemeriksa Halal Muhammadiyah ini juga sempat menyampaikan alasan kenapa ia terus berinovasi. Menurutnya, inovasi yang dibuat tidak lain untuk memberikan opsi solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat. Di samping itu, berinovasi dan memanfaatkan alam dengan baik adalah tugas seorang khalifah. “Sebagai khalifah di Bumi, tentu kita harus berusaha menjadi manusia yang kreatif dan cerdas agar bisa menebar manfaat bagi sesama,” imbuh Elfi. Terakhir, ia berharap penghargaan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi dirinya sendiri. Namun bisa menjadi motivasi bagi generasi muda untuk semakin respek akan kekayaan alam dan teknologi yang dimiliki Indonesia. Sehingga masyarakat mampu mengoptimalkan potensi lokal dengan maksimal. “Mari bersama-sama membangkitkan masyarakat unggul. Tidak hanya dari pihak akademisi saja, tapi juga dari industri, pihak swastaswasta, serta pemerintah. Harapannya, Indonesia bisa semakin maju serta mampu menekan angka kemiskinan yang ada,” tutupnya. (wil)

UMM Kampus Swasta Satu-satunya Raih Lisensi TKBI

Berbagai peningkatan dan pengembangan senantiasa dilakukan oleh Kampus Putih. Salah satunya yakni mengembangkan Test of Academic English Proficiency (TAEP) sejak tahun 2014 lalu. Pengembangan inilah yang mengantarkan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  berhasil mendapatkan lisensi penyelenggaraan Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (TKBI). Lisensi ini diberikan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) pada Rabu (11/08) lalu. Dengan pemberian lisensi ini, UMM menjadi satu-satunya universitas swasta yang mendapatkan hak penyelenggaraan TKBI.  Kepala bagian Language Center, Dr. Masduki, M.Pd., mengatakan bahwa penyelenggaraan tes di UMM dimaksudkan agar masyarakat tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk melakukan tes Bahasa Inggris. Apalagi jika melakukan tes di penyedia jasa tes luar negeri. “Selain menghemat biaya dengan menggunakan tes bahasa inggris di dalam negeri, masyarakat juga turut berpartisipasi dalam mengurangi pelarian modal atau capital flight ke luar negeri,” kata Masduki. Lebih lanjut, dosen Prodi Bahasa Inggris ini menjelaskan beberapa kriteria untuk mendapatkan lisensi dari Kemendikbud. Pertama adalah sistem skoring untuk menentukan hasil tes. Kedua ada pengembangan sistem yang dilakukan oleh UMM. Ketiga, sistem telah melewati fase uji coba. Keempat  adalah adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam hal penggunaan sistem tes. Kemudian yang terakhir yakni adanya tim ahli di dalamnya. “Dalam hal kerja sama dengan pihak ketiga, selain digunakan oleh mahasiswa dan alumni, TAEP UMM ini juga telah digunakan oleh perusahaan negeri maupun swasta. Salah satunya dalam tes seleksi karyawan Bank Indonesia pada tahun 2018 dan 2019,” ungkap dosen kelahiran  Tulungagung tersebut. Selain kriteria-kriteria tersebut, Masduki juga menjelaskan mengenai keunggulan tes TAEP UMM yaitu kekhasannya. Kekhasan ini tercipta dari pengisi suara yang tidak hanya diisi oleh para native speaker dari negara Amerika dan Inggris, tetapi juga non-native speaker dari negara-negara Asia. “Native Speaker biasanya banyak diisi oleh budaya negara Amerika dan Inggris. Namun, pada TAEP kami juga mengisi dengan kebudayaan-kebudayaan Asia, khususnya Indonesia,” ujar Masduki. Keunggulan tes ini juga ada pada aspek kecepatan analisis skor. Masduki berkata bahwa para peserta TAEP sudah bisa melihat skornya tujuh menit setelah proses pengerjaan tes selesai. Hal tersebut dapat terjadi karena TAEP menggunakan Rapid Reporting System. Selain cepat dalam hal mengetahui skor hasil ujian, tes jenis ini juga unggul dalam kecepatan pemberian sertifikat. Terhitung hanya butuh waktu satu jam bagi para peserta untuk memperoleh sertifikat digital. “Sertifikat digital ini juga dapat menghalau pemalsuan. Hal tersebut terjadi karena pihak ketiga dapat mengakses keaslian sertifikat dan perolehan skor di laman TAEP UMM,” jelas dosen yang juga mengajar di Pascasarjana UMM tersebut. Di akhir wawancara, Masduki merasa bangga atas capaian tes TAEP UMM tersebut. Ia juga berharap tes TAEP akan terus berkembang dan semakin baik kedepannya. “Saya juga ingin masyarakat tidak lagi menganggap sebelah mata penyelenggara TKBI lokal dan mulai menggunakannya,” pungkas Masduki. (syi/wil)

Upacara Kemerdekaan UMM Bangkitkan Semangat Perjuangan

Di tengah serangan pandemi yang belum membaik, Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa menjaga semangat kemerdekaan. Salah satunya melalui upacara kemerdekaan yang dilaksanakan pada Selasa (18/8) lalu. Berbeda dengan upacara kemerdekaan sebelum-sebelumnya, kini para peserta hadir secara daring melalui platform Zoom. Adapun rentetan acara tetap dilakukan secara luring di Heliped UMM. Didapuk sebagai inspektur upacara, Dr. Nur Subeki, ST. MT. selaku Wakil Rektor III UMM menyampaikan  bahwa sudah 76 tahun masyakarat memeriahkan dan memperingati kemerdekaan. Perlu adanya upaya-upaya strategis untuk merawat serta menjaga kedaulatan. Utamanya kemerdakaan di tahun ini yang memiliki tema Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Eki, panggilan akrabnya kembali menegaskan bahwa ada beberapa hal yang seharusnya dilakukan oleh warga Indonesia. Hal pertama ialah menengok sejarah lahirnya kemerdekaan Indonesia. Dijelaskan olehnya, kemerdekaan tersebut tidak diberikan oleh penjajah dengan cuma-cuma. Namun hasil dari pengorbanan darah dan air mata para pejuang. “Seperti yang pernah dikatakan Soekarno bahwa perjuangannya lebih mudah karena hanya mengusir penjajah. Namun perjuangan generasi selanjutnya lebih sulit karena harus menghadapi saudaranya sendiri,” tegasnya. Selain itu adapula yang kedua yakni menjawab bagaimana Muhammadiyah mampu mengisi kemerdekaan Indonesia. Salah satu upayanya dengan mendirikan amal usaha Muhammadiyah, termasuk di sektor pendidikan yakni pendirian UMM. Menurutnya, kampus putih menjadi lembaga yang strategis untuk melahirkan pemuda-pemuda yang unggul. “Terbukti dengan raihan UMM yang diakui sebagai kampus Islam terbaik nomor satu dunia. Begitupun dengan para alumninya yang mampu menjadi para pemimpin seperti ketua KPU, Ketua DPRD, Wakil Bupati hingga Bupati,” tuturnya melanjutkan. Eki juga sempat menyinggung proses adaptasi yang harus segera dilakukan. Utamanya di era digital seperti saat ini. Menurutnya, sivitas akademika UMM harus segera tumbuh, mengikuti dan memanfaatkan keadaan yang ada agar bisa menebar manfaat ke masyarakat luas. Kemudian di situasi pandemi seperti ini, Eki mendorong para peserta upacara untuk mengikuti perjuangan para pejuang. Ia menuturkan bahwa yang kuat harus berusaha membantu, yang mampu harus terus bertahan dan yang lemah harus tetap berusaha. Terakhir, Wakil Rektor III ini juga mengajak sivitas akademika untuk mengimplementasikan wejangan dan pesan dari founding fathers UMM, Prof. Malik fadjar. Di antara pesannya yakni senantiasa berpikir positif, optimis dan berlaku sederhana. Ada juga menghindari kesombongan serta siap sedia membantu sesama dan gotong royong. “Sekali lagi saya mengajak semua peserta untuk terus tumbuh untuk menjaga sekaligus merawat bangsa dan negera Indonesia ini,” tutupnya. Tidak hanya  berhenti pada gelaran upacara, rentetan acara dilanjutkan dengan sepeda santai dan jalan mengitari kampus. Pelaksanannya juga menerapkan protokol kesehatan yang ketat, mulai dari penggunaan masker, handsanitizer, serta menjaga jarak satu sama lain. Kemudian ditutup dengan pembagian hadiah bagi para peserta yang beruntung. (wil)

Konferensi Internasional FKIP UMM Kaji Profesionalisme Guru

Event-event internasional senantiasa diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Satu di antaranya adalah agenda dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yakni International Conference on Education, Teacher Training, and Professional Development (ICE-TPD) pada Rabu (18/8) lalu. Kali ini, tema yang diusung adalah Global Inspiration of Teacher Professional Development. Mendukung tema tersebut, ada empat pembicara andal yang dihadirkan. Mereka adalah Prof. Dr. Muchlas Samani, M.Pd (UNESA), Assoc. Prof. Tony Loughland (University of New South Wales, Australia), Dr. Norhaida Aman (National Institute of Education, Singapore), serta Prof. Ana Mansilla Pérez (Universitas Murcia, Spanyol). ICE-TPD ini diikuti oleh 658 lebih peserta yang terdiri dari mahasiswa, guru, dosen dan praktisi pendidikan. Adapun antusiasme peserta menjadi capaian yang luar biasa mengingat ICE-TPD ini merupakan seminar internasional yang pertama diadakan oleh FKIP UMM. Mengawali konferensi, Dekan FKIP UMM, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes., menyatakan bahwa tujuan agenda ini adalah untuk menjadi wahana diskusi dan kolaborasi dalam mengembangkan profesionalisme guru. Sehingga para peneliti dapat membagikan pengalaman serta keilmuan yang telah dimiliki. Selain itu juga bisa menjadi tempat dalam merumuskan kebijakan pendidikan. “Kami juga ingin agar konferensi ini dapat menyediakan diskusi-diskusi menarik yang membahas kerangka pengembangan pendidikan, isu-isu terbaru, tantangan, teori, serta praktik terbaik untuk meningkatkan kualitas guru. Saling bersinergi secara kolaboratif demi menyiapkan guru profesional,”tegasnya. Sementara itu, dalam konteks pendidikan global, Noraida Aman menggarisbawahi pentingnya pemahaman guru tentang pengetahuan pedagogis. Utamanya dalam menciptakan pembelajaran di abad 21. Menurutnya, menjadi guru tidak hanya harus memahami materi yang perlu dipahami siswa. Melainkan harus tahu bagaimana menyampaikan materi tersebut. “Sehingga dalam pengembangan profesionalisme guru, pedagogical content knowledge menjadi hal yang sangat penting dan utama,” ungkapnya. Menguatkan paparan Noraida, Muchlas Amani menjelaskan pentingnya teknologi dan kolaborasi dalam profesionalisme guru. Pendidikan harus memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perkembangannya, karena saat ini keterampilan berbasis teknologi menjadi skill yang dibutuhkan. “Kolaborasi penelitian tindakan kelas secara berkelanjutan atau C-NAR (Collaboration Nested Action Research) dalam menyiapkan guru di era digital sangatlah diperlukan,” terang  Muchlas melanjutkan. Lebih lanjut, secara khusus Ana Mansilla Perez mengkaji strategi-strategi pengembangan profesionalisme guru. Menurutnya, pengembangan aspek ini memiliki hubungan erat dengan praktik mengajar yang berbasis student-oriented. Dengan demikian, inovasi dan inspirasi adalah dua hal krusial untuk meningkatkan profesionalisme guru. Terakhir, Tony membahas lebih lanjut mengenai empat prinsip program pengembangan profesionalisme guru yang efektif. Mulai dari proses desain yang harus on site atau fokus pada masalah yang ada, kemudian juga fokus kepada siswa, serta usaha yang kolektif. “Di samping itu, perlu adanya koherensi tindakan berdasarkan teori yang dilaksanakan beserta implementasinya,” tegas ahli pembelajaran profesional guru tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, gelaran konferensi ini dilanjutkan dengan tiga sesi pararel yang mewadahi sembilan doktor baru yang dimiliki FKIP UMM. Tema-tema yang dihadirkan juga cukup menarik. Mulai dari Enhancing Bahasa Indonesia Teacher Professionalism in Responding to Globalization, Fostering Social and Personality Competence of Teachers, hingga Reinforcing Teacher Pedagogic Skill in Answering Global Challenges. Adapun hasil penelitian yang diseminarkan pada ICE-TPD ini akan dimasukkan dalam prosiding ber-ISBN. Selanjuntnya naskah-naskah terpilih akan dipublikasi pada Jurnal Ilmiah Nasional yang terindeks SINTA. Menariknya lagi, naskah terbaik akan dipandu untuk submit di Jurnal Ilmiah yang terindeks Scopus. Hal ini menjadi motivasi bagi para peserta untuk memberikan sumbangsih terbaiknya di seminar internasional tersebut. (*/wil)

Kegiatan Internasional UMM Bawa Rezka Studi ke Kanada

Berdiri sejak 1964, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah memiliki ribuan alumni yang tersebar di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah Rezka Mardhiyana, alumni Psikologi UMM yang kini tengah menimba ilmu di University of Toronto, Kanada. Kali ini, ia berbagi cerita bagaimana perjuangannya hingga akhirnya mampu menjejakkan kaki di negara yang memiliki lambang daun maple tersebut. Rezka, panggilan akrabnya bercerita bahwa perjalanannya meraih beasiswa cukup mulus. Lulus pada bulan Februari 2019, ia mampu diterima menjadi awardee beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada September di tahun yang sama. Rezka mengaku bahwa sejauh yang diingat, ia hanya menerima satu penolakan kala itu yakni dari beasiswa Australia Award Scholarship. “Kebetulan jarak antara wisuda dan batas akhir AAS cukup pendek. Jadi saya kurang persiapan. Menurut saya, persiapan adalah kunci penting dalam menggapai beasiswa,” tegasnya. Perempuan asli Banjarmasin itu menuturkan bahwa kawasan Eropa menjadi target utamanya kala itu. Hal itu tidak lepas dari rasa sukanya akan Harry Potter. Namun ternyata takdir membawanya ke tempat lain. “Akhirnya saya mengubah arah layar tujuan dan ingin berlabuh di Australia, tepatnya di Melbourne University. Alasannya agar tidak terlalu jauh, sehingga jika terjadi apa-apa di tanah air bisa lebih cepat sampai,” ungkapnya. Sayangnya, salah satu persyaratan belum bisa ia penuhi yakni nilai IELTS. Beberapa kali ia mencoba mendapatkan nilai yang dibutuhkan, namun belum bisa mencapainya. Akhirnya, ia memutar otak dan menemukan jurusan yang ia tuju tersedia di University of Toronto. Uniknya, ia sama sekali tidak mengetahui di mana lokasi negara tersebut. Rezka hanya sekilas melihat bahwa Kanada berada di kawasan Amerika Utara. Rezka mengaku kegiatannya di UMM memiliki peran penting dalam perjalanannya mendapatkan beasiswa. Mulai dari aktivitas internasional yang tersedia hingga kegiatan-kegiatan lain yang mendorongnya untuk terus berprestasi. Di samping itu juga UMM juga memberikan kesempatan baginya untuk mengembangkan diri melalui lembaga-lembaga yang diperuntukkan untuk mahasiswa. Ia juga sempat membagikan tempat-tempat favoritnya di sana. Salah satunya Toronto Botanical Garden. Ia menilai taman tersebut membuatnya lebih nyaman. Pun mampu menyegarkan pikiran yang kadang penuh dengan deadline tugas perkuliahan. “Saya juga suka sekali mengunjungi perpustakaan di kampus. Lokasinya yang sunyi dan strategis membuat saya lebih semangat untuk belajar,” tutur anak bungsu dari dua bersaudara tersebut. Meski tidak diterima di Melbourne, Rezka merasa bersyukur karena bisa merasakan suasana studi di negara lain yakni Kanada. Jika saja diterima di Australia, mungkin ia tidak bisa berangkat ke negara terkait karena ada pembatasan bagi mereka yang akan masuk ke negara kangguru hingga 2022. Terakhir, ia kembali mengatakan bahwa restu dan doa orang tua adalah kunci terbesar mengapa perjalanan studinya cukup lancar. “Maka dari itu, selalu sertakan peran orang tua dalam setiap usaha yang kita lakukan agar jalan yang kita tempuh menjadi lebih mudah,” pesannya di akhir. (wil)

Prodi Kehutanan UMM Raih Akreditasi Baik Sekali

Usaha dan upaya maksimal serta jalinan kerja sama yang baik antarkan Program Studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) raih akreditasi Baik Sekali dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Perubahan akreditasi ke Baik Sekali ini tercantum dalam sertifikat akreditasi yang dikeluarkan pada Selasa (03/08) lalu. Raihan ini menjadi bukti kerja keras yang dilakukan Prodi Kehutanan UMM selama ini. Kepala Prodi Kehutanan, Dr. Ir. Joko Triwanto, M.P., mengatakan bahwa Raihan tersebut dapat dicapai berkat kerjasama dari berbagai pihak. Tidak hanya dari prodi saja tetapi juga dari berbagai unit kampus dan tim pendamping. Prodi Kehutanan UMM berhasil meraih akreditasi Baik Sekali setelah memenuhi sembilan kriteria dari BAN-PT. “Penilaian ini dilihat dari progress tiga tahun sebelum pengajuan. Jadi capaian akreditasi tersebut merupakah hal yang patut disyukuri pada masa-masa sulit seperti ini,” kata Joko. Lebih lanjut Joko menjelaskan bahwa prodi kehutanan merupakan satu-satunya prodi di UMM yang mengajukan sembilan kriteria akreditasi kepada BAN-PT. Kesembilan kriteria tersebut meliputi pendidikan, pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sarana dan prasarana. Kemudian adapula penggunaan biaya perkuliahan, jalinan kerjasama dengan pihak luar, bentuk kerjasama, dan bagaimana proses kerjasama berjalan. “Dalam penilaian kerja sama dengan pihak luar, proses menjadi bagian yang sangat penting. Tidak hanya terbatas pada Memorandum of Understanding (MoU) saja tetapi sudah harus sampai Memorandum of Agreement (MoA). Jadi action memiliki peran penting dalam penilaian ini,” ujar dosen FPP tersebut. Dalam hal kerja sama, Joko berkata bahwa prodi kehutanan telah bekerjasama dengan berbagai taman nasional di pulau Jawa maupun luar Jawa. Terhitung, prodi kehutanan telah bekerjasama dengan 15 taman nasional seperti Alas Purwo dan Taman Nasional Bromo. Begitupun dengan Gunung Merapi, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhutani (Puslitbang) di Cepu, Taman Nasional Mangrove dan lain sebagainya. “Bentuk kerja sama dengan taman nasional ini akan membantu praktek dan penelitian yang nantinya mahasiswa lakukan. Cakupan wilayah pada masing-masing taman nasional juga terhitung luas dan memadai,” terang Joko. Diakhir wawancara Joko berharap bahwa kedepannya prodi kehutanan akan menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Hal itu tidak leaps dari cita-cita UMM yang memiliki tag line dari Muhammadiyah untuk Bangsa. “Kami juga berharap mahasiswa akan mendapatkan praktek kerja nyata yang bagus. Pun dengan para alumni yang sanggup terserap di berbagai lapangan pekerjaan,” pungkasnya. (syi/wil)