Persembahkan Kolase Nyanyian Rayuan Pulau Kelapa dari 34 Provinsi

ACARA penutupan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang disaksikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Haedar Nashir, M.Si., awalnya cukup menegangkan. Hal itu lantaran video persembahan yang seyogyanya ditampilkan sebagai pamungkas penutup hajat orientasi kehidupan kampus bagi mahasiswa baru UMM ini hampir saja gagal diputar. Meski terlambat, video kolase nyanyian Rayuan Pulau Kelapa yang dibawakan oleh 34 mahaiswa UMM di 34 provinsi berhasil diputar dengan lancar. Ketiga puluh empat mahasiswa tersebut secara terpisah membawakan lagu Nyanyian Pulau Kelapa dengan latar ikon daerah masing-masing. Mulai barat hingga timur Indonesia. Dari Papua hingga Aceh. Dari Miangas hingga Pulau Rote. Hal ini menunjukkan betapa majemuknya mahasiswa UMM yang berasal dari berbagai sudut Indonesia. Keberagaman itu dapat dipersatukan ke dalam satu rumah bersama: Jas Merah Kampus Putih. Kampus yang kental dengan semangat kebangsaan yang mengokohkan kebhinekaan dengan meninggikan peradaban kemanusiaan. Gimik ketegangan inilah yang sempat ditampilkan panitia dalam gelaran penutupan Pesmaba UMM 2020 yang dilakukan daring dan luring di Hall Dome UMM, Rabu (14/10). Seluruh peserta diajak merasakan ketegangan kalau-kalau gelaran pengukuhan mahasiswa baru UMM itu tak berakhir dengan manis. Karena, UMM senantiasa memberikan warna dan kejutan berbeda di tiap penyelenggaraan Pesmaba tiap tahunnya. Tak terkecuali pada Pesmaba UMM tahun 2020 ini. Meski penyelenggaraannya di tengah pandemi, Pesmaba UMM tahun ini tetap meriah. Sebanyak 7500 mahasiswa baru UMM, baik yang hadir di Hall Dome UMM dan yang mengikuti Pesmaba daring melalui aplikasi meeting daring Zoom, begitu menikmati suguhan tampilan. Sebelumnya, kemeriahan pelaksaan Pesmaba UMM tahun 2020 tak hanya dirasakan sivitas akademika Kampus Putih. Gaung Pesmaba UMM juga sempat menjadi trending topik pertama Indonesia di Twitter. Lantaran pada pukul 08.30 WIB, warga Kampus Putih secara kompak nge-tweet dengan tema serupa yakni “Aku pilih #UMMCampus karena…” dengan menyertakan tanda pagar #PesmabaUMM2020. Tak hanya itu, tim Binpotdirga Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh Malang juga turut memeriahkan penutupan Pesmaba UMM dengan menerjunkan 5 penerbang paramotornya. Para penerbang ini mengudara di langit UMM dengan mengibarkan spanduk Penutupan Pesmaba UMM 2020, quote tokoh bangsa “Berani Bercita-cita” dari almarhum Prof. Dr. H. A. Malik Fadjar, M.Sc., UMM Kampus Tangguh, dan Sinergi untuk Negeri. Kerjasama ini merupakan wujud sinergi untuk negeri sekaligus ungkapan selamat Dirgahayu untuk TNI ke-75. Secara simbolis, para penerbang ini juga menyerahkan masker yang diterima perwakilan mahasiswa baru UMM dan mahasiswa asing dari sejumlah negara untuk disebarkan kembali ke masyarakat. (can)
Master, Robot Pemroses Sampah Karya Mahasiswa UMM

PENGELOLAAN sampah kota di Indonesia menjadi masalah aktual seiring dengan semakin meningkatnya tingkat pertumbuhan penduduk. Masalah ini berdampak pada semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan. Sampah menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menyebabkan meningkatnya degradasi kebersihan lingkungan karena mengeluarkan gas metan yang menyebabkan global warming. Menurut tuturan para ahli, gas ini memiliki daya rusak 23 kali lebih kuat dari karbon. Seiring perkembangan teknologi, tercetuslah ide untuk menciptakan teknologi pengolah sampah yang tidak perlu menggunakan tenaga manusia. Ide ini diwujudkan oleh sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang berhasil menjadi runner up dalam lomba business plan pada Acara Dies Natalis Politeknik ATK Yogyakarta ke-62. I’if Nur Safitri dan Andanrani, dua Mahasiswi Program Studi Akuntansi inilah yang mengangkat Konsep Bisnis “Magic Trash Robot” (Master). Dijelaskan Andanrani, tujuan diciptakannya robot pintar Master ini berangkat dari keresahan masyarakat terhadap sampah yang membawa dampak buruk di lingkungan sekitar. Inilah yang menjadi pemicu munculnya Ide ”Magic Trash Robot”. “Dengan adanya produk ini, segala aktifitas dalam memilih sampai sesuai jenisnya menjadi lebih praktis. Selain itu, Master mampu memudahkan pengelolaan sisa makanan menjadi pupuk sederhana yang dapat mengurangi bau pembusukan,” kata Andanrani (12/10). Menurut Andanrani, di Indonesia belum ada teknologi seperti ini. Kalaupun ada, fungsinya hanya sebatas tempat sampah biasa di lokasi umum yang tidak dapat memilah-milah sendiri. “Produk kami berupa robot sampah yang bisa memilah sendiri sesuai jenisnya seperti plastik, kaleng, kaca, dedaunan, sisa makanan, dan dapat menguraikan sampah menjadi pupuk sederhana yang dapat meminimalisir bau sampah,” terang mahasiswa angkatan 2018 asal Lamongan, Jawa Timur ini. Dalam lomba yang diikuti mahasiswa seluruh Indonesia ini, mereka menawarkan rencana bisnis berupa robot yang mampu memilah sampah sesuai jenisnya. Selain itu, Master mampu mengelola sampah menjadi pupuk sederhana dengan menggunakan inovasi baru agar dapat mengembangkan unsur kualitas produk yang baik, bermanfaat untuk semua masyarakat umum, ataupun pribadi. Produk Master ini diharapkan juga mampu mengelola sampah bekas menjadi barang bermanfaat bernilai ekonomi. (*/can)
Praktikum Komunikasi Fokus Destinations Branding Desa Malang Raya

KARYA Praktikum Public Relations yang dihasilkan oleh Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memang tidak ada habisnya. Di saat pandemi covid-19, kreatifitas dan produktifitas praktikum tetap terjaga. Melalui 6 orang mahasiswa yang targabung dalam kelompok Athena melalui praktikum Public Relations & Event Management mampu membranding areal pertanian yang ada,areal Brakseng Desa Sumberbrantas,Kecamatan Bumiaji menjadi destinasi wisata baru di kota Batu. Sebelumnya, tahun 2016 kelompok GuysPro mampu menyulap kampung Jodipan; pemukiman padat dan kumuh di kota Malang, menjadi Kampung Warna Warni Jodipan (KWJ). Tetap melalui praktikum yang sama, April 2018 kelompok Prospero PR mampu menghasilkan kampung tematik, Kampung Hijau Tempenosaurus dan sekaligus mampu memecahkan Rekor Muri Replika Dinosaurus Terbesar dari Tempe saat launching kampung tersebut. Jamroji, M.Comms, selaku dosen pengampu dan pendamping mata kuliah Praktikum Public Relations menyatakan bahwa, setelah keberhasilan kelompok praktikum mahasiswa merubah kampung kumuh Jodipan menjadi Kampung Warna-warni Jodipan, yang akhirnya menjadi ikon wisata utama di kota Malang pada tahun 2016, maka sejak 2017 praktikum Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi UMM difokuskan untuk melakukan Destinations Branding pada desa-desa yang ada di Malang Raya. “Termasuk tahun akademik 2019/2020 kemarin, ada 18 kelompok praktikum mahasiswa peminatan Public Relations yang dikirim ke 9 desa yang ada di Kecamatan Bumijai Kota Batu. Tugas mereka adalah mengindentifikasi potensi tiap desa, mendesain konsep wisata berdasar potensi yang ditemukan serta melakukan aktivitas branding sampai mengadakan event untuk mengenalkan wisata di desa tersebut,” ungkap Jamroji, M.Comms, yang juga creator dari Jasmerah Mob UMM ini. Dikarenakan wabah Covid-19, berbagai aktivitas event yang telah dirancang oleh 18 kelompok mahasiswa praktikum, serta telah dianggarkan ratusan juta rupiah oleh 9 desa di Kecamatan Bumiaji akhirnya harus dialihkan ke aktivasi via online, papar Jamroji. Lebih jauh beliau menjelaskan bahwa salah satunya adalah kelompok yang melakukan destination branding untuk areal pertanian di Brakseng menjadi “Wisata Alam Brakseng”. Mulai bulan Maret 2020 gencar melakukan aktivasi branding melaui berbagai platform media sosial, terutama media Instagram dan berhasil mendapatkan ribuan follower serta ratusan ribu reach dan impression. Maka tidak heran jika sekarang areal Wisata Alam Brakseng dikunjungiribuan pengunjung tiap bulanya. Wisata Alam Brakseng berlokasi di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Wisata ini baru berjalan resmi di pertengahan tahun 2020 yang diinisiatori oleh dosen pembimbing, Jamroji, M.comms dan 6 mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yaitu Dio BayuSaputra, Luthfan Almas Silva, Megawati Putri, Ananda Gemilang, Indah Amelia dan Fitrisia Aura lewat program praktikum Public Relations & Event Management. Awalnya Brakseng hanya sebuah kawasan pertanian milik perorangan yang punya hasil komoditi dengan kualitas terbaik seperti kentang, wortel, sawi dan lain-lain. Asal-usul nama “Brakseng” sendiri yaitu gabungan dari kata “Brak” yang berarti gubuk, dan “Seng” yang berarti lempengan besi berbentuk pipih dan tipis. Dulu, di kawasan ini terdapat suatu gubuk yang mempunyai atap dari bahan besi yang pipih dan tipis, namun sekarang gubuk tersebut sudah tidak ada lagi. Perjalanan kelompok Athena sebelum Wisata Alam Brakseng ini sesukses sekarang, banyak sekali kendala dan hambatan yang ditemui, mulai dari beberapa program yang sempat ditolak, enggannya masyarakat Desa Sumberbrantas jika kawasan Brakseng dijadikan destinasi wisata, banyaknya tanaman petani yang rusak akibat diinjak orang luar desa untuk berfoto secara gratis, sempat terjadi salah paham antara Karang Taruna desa dengan kelompok Athena, serta kurangnya komunikasi antara pihak desa, Karang Taruna, Petani, Linmas dan warga setempat. Tidak hanya itu, tantangan yang seringkali dihadapi kelompok ini adalah jauhnya jarak antara kampus dengan lokasi Brakseng yang ada di Desa Sumberbrantas dengan menempuh jarak sekitar satu jam, locus desa yang paling jauh diantara kelompok praktikum lainnya. Belum lagi cuaca di tahun ini yang tidak menentu mengakibatkan kelompok Athena seringkali menunda pertemuan karena hal tersebut dan harus mematangkan kembali strategi serta rencana program yang akan dikembangkan. Meskipun kelompok ini sempat menemui jalan buntu dan frustasi akibat permasalahan internal kelompok, akhirnya mereka termotivasi kembali untuk bersama menyelesaikan permasalahan tersebut meskipun harus melalui proses diskusi panjang sebelum mendapatkan hasil positif yang didapat sekarang ini terkait Wisata Alam Brakseng, yaitu membuat terobosan teknik promosi jitu lewat program praktikum Public Relations 3 (PR & Event Management), yaitu dengan cara mem-branding Brakseng sebagai wisata lewat stiker dan pamflet “Jangan Injak Tanaman” serta publikasi di berbagai platform digital, karena media sosial tersebut punya dampakyang besar untuk menyebarkan informasi dan menggaet pengunjung secara cepat. “Praktikum ini bagus, dengan hadirnya dosen pendamping yang sangat tegas, lugas dan berkompeten dibidangnya, serta adanya pressure tinggi yang ada di praktikum PR Ilmu Komunikasi UMM, seperti wajib menyetor proggres report yang harus berkembang di setiap minggunya dan tidak peduli seberapa sulit problem harus bisa terselesaikan segera. Hal itulah yang membuat semua mental mahasiswa diuji layaknya berada di dunia kerja, bahkan lebih berat,” ujar Dio, salah satu anggota kelompok Athena “Namun akhirnya kami sadar dan berterimakasih kepada dosen-dosen khususnya Bapak Jamroji, bahwa tekanan seperti itulah yang mampu menghasilkan lulusan terbaik dan menciptakan karya yang luar biasa,” pungkas Dio. Harapannya dengan adanya program Praktikum Public Relations yang ada di Prodi Ilmu Komunikasi UMM yaitu mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kredibilitas tinggi dan terus berkolaborasi dengan desa-desa di Indonesia untuk membantu pemecahan masalah dengan cara mengembangkan potensi yang ada untuk meningkatkan perekonomian daerah. (*/can)
UMM-KEK Singhasari Teken Kerjasama Penguatan Pendidikan Vokasi

REKTOR Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Fauzan, M.Pd., Sabtu (10/10) menandatangani nota kesepemahaman (MoU) dengan Direktur Utama PT. Intelegensia Grahatama sebagai pengelola area Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, Kabupaten Malang. Agenda ini dilakukan sekaligus penandatanganan nota kesepemahaman antara KEK Singhasari dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) di Museum Singhasari, Kabupaten Malang. Disaksikan langsung Wikan Sakarinto, Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud. Dalam MoU tersebut setidaknya memuat sejumlah kesepakatan kerjasama. Keduanya sepakat dalam penyelenggaraan kolaborasi riset dan pengembangan sumber daya; penyelenggaraan kegiatan ilmiah, kajian ilmiah, seminar, dan lokakarya; peningkatan dan pengembangan kompetensi, sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan serta pelaksanaan sertifikasi keahlian; pengembangan kurikulum yang berbasis industry dan berstandar global; pengembangan infrastruktur dan fasilitas perkuliahan, serta; penyaluran tanaga kerja terampil dan kompeten ke dunia usaha. David Santoso selaku Direktur Utama PT. Intelegensia Grahatama menjelaskan, selain KEK Singhasari akan menjadi pusat wisatawan di Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru. Konsep Kawasan ini juga akan mengembangkan platform economic digital. “Maka dari itu Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari diproyeksikan menjadi sinergis antara pengembangan pariwisata dengan ekonomi digital. KEK Singhasari diproyeksikan menarik investasi sebesar Rp.11,92T dan diproyeksikan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 6.863 tenaga kerja hingga tahun 2030,” terang David. “Di wilayah yang juga dijadikan education district ini, diharapkan dapat menghasilkan sumberdaya manusia yang unggul yang bisa melayani entah di industri yang ada di KEK Singhasari, maupun bisa didiseminasi ke luar. Itu harapan kami. Insya Allah, pendidikan yang unggul akan menjadi senjata dan modal utama KEK pengembangan teknologi ini agar bisa moncer sesuai arahan presiden tentang transformasi digital,” kata David dalam agenda yang juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr. Ir. Wahid Wahyudi, MT. serta Sjaichul Ghulam selaku Pjs Bupati Kabupaten Malang. Kerjasama UMM dengan KEK Singhasari juga dalam rangka memperkuat Pendidikan Vokasi yang dimiliki UMM. Daripada itu, Rektor UMM dalam penjelasannya mengungkapkan, kerjasama ini dinilainya merupakan langkah strategis untuk memperkuat penyiapan sumber daya manusia terkualifikasi serta handal yang terhubung serta sesuai dengan kebutuhan industri. Hal ini sejalan dengan kebijakan yang dikembangkan Kemendikbud untuk meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, dunia usaha serta dunia industri khususnya. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D. menjelaskan, pendidikan vokasi di Indonesia kerap terjebak pada capaian adminsitrasi semata. Padahal, luaran dari Pendidikan Vokasi itu sendiri adalah produk. “Buat apa akreditasinya A, kalau tidak link and match dengan industri. Seringkali industri mengeluh kepada kami, karena fokus pendidikan vokasi kita masih di kognisi. Selain kecerdasan kognisi, industri itu juga butuh soft skill. Bagaimana agar lulusan pendidikan vokasi punya jiwa kepemimpinan, kuat mental, serta kuat konsep,” tandas Wikan. (can)
Gagasan SAPA KEMENLU Menangi LKTI Nasional

JARAK fisik di tengah pandemi Covid-19 menjadi keharusan bagi masyarakat untuk diterapkan. Tetapi, manusia terbiasa berkumpul bersama dan bekerja bersama. Akan menimbulkan kecemasan jika harus membatasi jarak meski dunia teknologi sudah memadai. Kecemasan, merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental. Permasalahan kesehatan mental di tengah pandemi akan menimbulkan beban kesehatan yang besar serta efek kesehatan yang sangat signifikan. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya formula khusus untuk mengentaskan problem kesehatan mental tersebut. Gagasan dari M. Dodik Prastiyo, mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan ini, memenangi ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) nasional bertajuk “Problematika Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Berdasarkan Prespektif Islam” yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA), 19 September. Di ajang daring bernama Avicenna Medical Competition 2020 ini, Dodik mengusung gagasan SAPA KEMENLU atau Satuan Aksi Pelayanan Kesehatan Mental Keluarga yang merupakan implementasi yang diisyaratkan Al Quran tentang kesehatan mental. Yakni yang terjelaskan dalam surat Q.S Al Maidah [5] : 2 dan Al Hujurat [49]: 10 dan 13. Terdapat empat tahapan yang diajukan dalam gagasannya. Pertama, melakukan edukasi kepada keluarga menggunakan media video dan booklet. “Penggunaan booklet di sini berfungsi sebagai media edukasi mengenai kesehatan mental dan manfaat melaksanakan terapi relaksasi. Keuntungannya yakni informasi yang disampaikan lebih terperinci dan jelas. Klien dapat menyesuaikan diri dalam belajar mandiri, mudah dibuat, diperbanyak, diberbaiki sesuai kebutuhan, bisa dibuat sederhana dengan biaya relatif murah, mudah dibawa dan dibaca kembali jika pembaca lupa dengan isinya,” terang mahasiswa Prodi Ilmu Keperawatan ini. Setelah itu, penggunaan video tentang beberapa teknik relaksasi dapat memperjelas gambaran abstrak mengenai langkah-langkah teknik relaksasi. Selain membaca dan membayangkan, keluarga dapat melihat secara langsung dan jelas tentang langkah-langkah teknik relaksasi melalui video tersebut. Dengan pemberian edukasi menggunakan kombinasi antara booklet dan video diharapkan keluarga akan mampu memahami secara cepat bagaimana pelaksanaan teknik relaksasi. Kedua, pelatihan teknik relaksasi. Di tahap ini, klien atau keluarga diberikan pelatihan dengan pendekatan roleplay bersama anggota keluarga yang lainnya. Pendekatan metode roleplay ini bertujuan untuk semakin meningkatkan kemampuan keluarga dalam diberikan pelatihan. “Metode roleplay merupakan metode pembelajaran, dimana subjek diminta untuk berpura-pura menjadi seseorang dengan profesi tertentu yang digeluti orang tersebut,” ungkapnya, Jumat (9/10). Ketiga, pendampingan evaluasi kesehatan mental di rumah. Pendampingan keluarga oleh perawat dalam perlakuan manajemen diri saat mengalami gangguan kesehatan mental selama satu bulan terakhir dilakukan satu bulan sekali. Ditujukkan dengan lembar persepsi aktivitas, informasi yang ada di dalam lembar persepi aktivitas meliputi nama, usia, tanggal dan hari dalam satu bulan, tanda gangguan kesehatan yang dialami, aktivitas yang dilakukan, riwayat konsumsi obat-obatan. Keempat, tahap konsultasi. Diterangkan Dodik, layanan konsultasi berguna bagi para keluarga untuk menyampaikan keluhan-keluhan yang dirasa tidak bisa diatasi oleh teknik relaksasi yang sudah dilakukan. Konsultasi bisa dilakukan satu bulan sekali bersamaan dengan ketika pendampingan evaluasi. “Keluarga juga dapat melakukan konsultasi sedini mungkin dengan tenaga kesehatan yang bertugas jikalau dirasa perlu penanganan segera,” katanya melaui pesan WhatsApp. Gagasan tentang konsultasi ini, dilanjutkan Dodik, sejalan dengan prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat menurut pandangan Al-Quran. Dimana Islam memandang masyarakat sebagai sebuah sistem yang individunya saling membutuhkan dan saling mendukung. Antara individu dan masyarakat mempunyai hubungan yang idealnya saling menguntungkan. “Prinsip tersebut adalah ukhuwwah, ta’awun dan persamaan derajat manusia,” pungkas Dodik. (can)
Menang Lomba Tahfidz Nasional, Target Hafal 30 Juz Al Quran

TEKAD Ahmad Muhyiddin Ramadhani untuk merampungkan hafalan 30 juz Al Qurannya selama kuliah tak diragukan. Ahmad yang merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universias Muhammadiyah Malang (UMM) ini beberapa kali mengikuti kompetisi tahfidz Al Quran untuk mengasah kemampuan tahfidznya. Motivasinya yakni mempersembahkan mahkota cahaya untuk kedua orangtuanya, bermanfaat untuk orang lain dan Al Qur’an sebagai safa’at di akhirat. “Saya mulai hafalan Al-Qur’an dari sejak di bangku SD hingga saat ini. Saya dari SMP-SMA mondok di pesantren boarding school. Awalnya saya ikut lomba ini muraja’ah Al-Qur’an untuk mengetahui kemampuan ingatan hafalan Al Quran di saat liburan perkuliahan, mengisi waktu kosong dan produktif. Insya Allah, dalam masa perkuliahan target saya bisa menyelesaikan kuliah dan hafalan Al-Quran 30 Juz. Insya Allah. Aamiin yaa Rabbal ‘alamin,” ungkapnya diwawancarai, Jumat (9/10). Baru-baru ini, Ahmad menjadi juara III Lomba Tahfidz Al Quran Juz 26-30 Tingkat Nasional Avicenna Medical Competition 2020, kegiatan Perlombaan Kreasi Islam (PERISAI) dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA). Diadakan September lalu. Ahmad mengaku tidak memiliki metode khusus dalam menghafal. Bagi Ahmad, mengghafal Al Quran hanya sekali dalam seumur hidup, tapi muraja’ah (mengulang hafalan) itu seumur hidup. “Dulu saat SD-SMA metode hafalan berbeda hanya saja punya target perhari. Saat masa kuliah saya masih muraja’ah hafalan yang pernah saya hafalkan yaitu 15 Juz. Metodenya diulang hingga hafal satu ayat kemudian lanjut ayat berikutnya. Jika sudah hafal ayat berikutnya, diulangi lagi dari ayat yang pertama. Dihafalkan agar hafalan cepat lancar. Untuk berapa kali dihafalkan, tidak ada batasan karena setiap ayat punya tingkat kecepatan menghafal,” ungkap pria kelahiran Januari 1998 ini. Ahmad tak sendirian mendapat gelar. Di ajang kompetisi daring ini, mahasiswa UMM lainnya juga mendapat gelar membanggakan. Adalah M. Dodik Prastiyo, mahasiswa angkatan 2017 ini menjadi juara III di kategori Lomba Karya Tulis Ilmiah Al Quran yang bertemakan “Problematika Kesehatan Mental di Tengah Pandemi Berdasarkan Prespektif Islam”. Di dalam makalahnya, Dodik mengusung gagasan SAPA KEMENLU atau Satuan Aksi Pelayanan Kesehatan Mental Keluarga. Gagasan SAPA KEMENLU sendiri merupakan implementasi pesan yang telah diisyaratkan Al Quran tentang kesehatan mental. Yakni yang terjelaskan dalam surat Q.S Al Maidah [5] : 2 dan Al Hujurat [49]: 10 dan 13. Terdapat empat tahapan yang diajukan dalam gagasannya. Gagasan ini berangkat dari permasalahan kesehatan mental yang banyak dialami masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Problem tersebut dikhawatirkan akan menimbulkan beban kesehatan yang besar. (can)
P2KK, Ajang Pembentukan Karakter Mahasiswa UMM

SELAIN mengikuti kegiatan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba), mahasiswa baru (Maba) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga wajib mengikuti kegiatan Program Pembentukan Kepribadian dan Kepemimpinan (P2KK). Kegiatan P2KK yang merupakan kegiatan pembentukan karakter ini dihadirkan dalam rangka menjawab kebutuhan tentang pentingnya kualitas personal yang harus dimiliki oleh mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi. “P2KK yang menjadi icon UMMmerupakan sinergi antar berbagai bidang untuk melakukan program peningkatan mutu lulusan di Universitas Muhammadiyah Malang melalui kegiatan akademik dan non akademik.Kegiatan P2KK yang dikhususkan untuk mahasiswa baru merupakan program konversi untuk mata kuliah AIK 1 (Al Islam dan Kemuhamadiyah 1) yang biasanya menggunakan sistem kelas,” terang Dr. Khozin, M.Si selaku Kepala UPT. P2KK UMM. Di samping itu, dilanjutkan pakar Sejarah Pendidikan Islam ini, program P2KK juga memadukan kegiatan pelatihan soft skill bagi mahasiswa baru untuk memberikan bekal dalam menjalani aktivitas belajar di kampus serta mengenalkan budaya belajar di perguruan tinggi. “Sehingga setiap mahasiswa baru dapat segera menyesuaikan diri dengan seluruh rutinitas kegiatan belajar dan aktivitas non akademik di kampus,” kata dosen Fakultas Agama Islam ini. UMM sebagai sebuah lembaga pendidikan yang telah memberikan kontribusi dalam membangun bangsa melalui pembangunan sumber daya manusia, khususnya peserta didik di jenjang perguruan tinggi perlu terus berkreasi dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan masyarakat. Salah satunya adalah program character building (pembentukan karakter) bagi mahasiswa, sebagai upaya meningkatkan kualitas personal. “Tak bisa dipungkiri, mahasiswa UMM secara empirik berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang tentunya memiliki perbedaan budaya, status sosial, tata nilai, kemampuan personal (intelektual, mental dan sosial) serta pemahaman agama. Perbedaan ini apabila tidak dikelola dengan baik sejak awal dapat menjadi faktor penghambat bagi keberlangsungan proses belajar di perguruan tinggi,” sambung Khozin dalam wawancara via daring, Rabu (7/10). Di samping itu, katanya, adanya perbedaan potensi serta prestasi dapat juga menciptakan kesenjangan antar mahasiswa, sehingga perlu difasilitasi dengan kegiatan yang dapat mensinergikan antara peluang yang telah diciptakan oleh kampus dengan potensi mahasiswa. sebagai upaya meningkatkan kualitas personal sehingga mampu berbuat lebih baik dalam membangun masyarakat sesuai dengan semboyan UMM “Dari Muhammadiyah Untuk Bangsa”. Seyogyanya, kegiatan P2KK dilakukan secara luring dengan menginap selama sepekan di asrama. Mengingat pandemi, kegiatan ini dilakukan secara daring. “Jadi selama daring semua materi tidak diberikan. Misalnya materi yang berkenaan dengan praktik seperti ibadah itu sementara kita tiadakan. Selain itu, materi kepemimpinan berupa outbond juga ditiadakan. Kita menjadwal untuk P2KK itu hanya lima hari termasuk tes dan penutupannya,” pungkasnya. (can)
UMM-Outlook, Revitalisasi Kerjasama Menuju The World University

KAMPUS Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) punya program khusus untuk meningkatkan rekognisi internasional. Salah satunya dituangkan dalam Workshop Penyusunan Skema Pelaksanaan Kerjasama tahun 2020-2024 (6/10). Menghadirkan para perwakilan Republik Indonesia di 6 negara, yaitu Kolombia, Kanada, Amerika, Jepang, Libanon, dan Prancis. Diundangnya para perwakilan RI tersebut untuk menggali informasi dan peluang kerjasama yang mungkin dilakukan. Wakil Rektor IV bidang Bidang Kelembagaan, SDM, Kerjasama, Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum. dalam pengantarnya menerangkan bahwa UMM memiliki program UMM-Outlook yang merupakan skema kerjasama UMM yang fokus pada pandangan dan harapan untuk menjadi universitas unggul di dunia (the world university). Program ini berisi pandangan UMM terhadap perkembangan global pendidikan tinggi yang menjadi dasar dalam memandang perkembangan global pendidikan tinggi di luar negeri. “UMM-Outlook merupakan program yang berisi harapan untuk memperkuat kerjasama dan kolaborasi UMM dengan universitas dan lembaga lain di dalam dan di luar negeri. UMM-Outlook merupakan pintu dan jendela UMM untuk masuk dalam tata pergaulan dunia global sebagai salah satu wujud dari tagline “UMM dari Muhammadiyah untuk bangsa”,” kata Sidik. Di kegiatan konferensi daring yang diselenggarakan via Zoom, menghadirkan pimpinan Program Studi, Fakultas dan Direktorat di lingkungan UMM. Dikatakan Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd., dalam sambutannya, UMM saat ini hendak menguatkan energi dalam pusaran dunia internasional. Inilah yang menjadi cita-cita UMM di tahun 2020-2024. Pertemuan kali ini dinilainya stategis. Ikhtiar ini tidak lain dalam rangka mendapat peluang dan informasi dari masing-masing perwakilan Indonesia di luar negeri seputar kerjasama yang mungkin dilakukan. Kehadiran para pimpinan UMM ini juga untuk membangun skema kerjasama yang lebih spesifik. Tak hanya menghadirkan pembicara dari 6 perwakilan RI di luar negeri, pada pertemuan sesi pertama Workshop Penyusunan Skema Pelaksanaan Kerjasama ini juga menghadirkan perwakilan dunia industri di Jepang (diwakili PT. OS Selnajaya Indonesia) serta di Indonesia (diwakili Asosiasi Pengusaha Indonesia, APINDO) untuk memberikan pandangan dan harapan skema kerjasama-kolaborasi antara UMM dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) di luar negeri dan di Indonesia. Perwakilan yang hadir yakni Duta Besar RI di Colombia, Priyo Iswanto; Konjen KBRI di Los Angeles, Amerika Serikat, Saud Purwanto Krisnawan; Konjen KBRI di Toronto, Canada, Leonard F. Hutabarat, Ph.D; Duta Besar RI di Lebanon, Drs. Hajriyanto Y. Thohari, MA.; Atase DIKBUD KBRI Tokyo-Jepang, Prof. Dr. Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc. dan; Duta Besar RI di Perancis, Arrmanatha Christiawan Nasir. Sementara dari OSSelnajaya, Mr. Satoshi Miyajima dan dari APINDO, Hariyadi B. Sukamdani. Leonard Felix Hutabarat, Ph.D. Konjen RI di Toronto dalam paparannya menyampaikan bahwa warga Indonesia berpeluang besar untuk bisa sekolah dan bekerja di wilayah kerjanya: Kanada. Terlebih di negera sub tropis ini terdapat kebijakan Post Graduation Work Permit (PGWP) Pemerintah Kanada bagi mahasiswa asing. Selain itu, nilai tambah yang bisa didapat mahasiswa Indonesia jika kuliah di Kanada yakni pengalaman bekerja di negara maju. Juga memperlancar penggunaan bahasa Inggris. Di Kanada, kata Leonard, selain memiliki world class higher education system serta part time (20-40 hours) per week, warga Indonesia juga punya kesempatan work permit after graduation (bekerja setelah lulus). Beberapa kampus yang bisa dituju untuk diajak kerjasama dan tujuan studi, baik magister maupun doktoral, yakni McMaster University (nuklir), University of Saskatchewan (pertanian), University of Toronto (studi agama), serta ada juga Renison University College (studies in Islamic and Arab Cultures). (*/can)
Pasang Alat Cuci Tangan Sistem Injak di Area Publik

MENCUCI tangan merupakan langkah dalam mencegah penularan virus Corona. Namun tidak bisa dipastikan tangan akan sepenuhnya bersih sehabis dicuci. Nyatanya banyak orang yang mencuci tangan dengan tetap menyentuh permukaan kran. Sedangkan kita tidak tahu bakteri apa saja yang menempel pada permukaan kran tersebut. Melihat kondisi tersebut mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) di desa Kepuharjo, Karangploso, Malang pada Selasa (29/9). Mahasiswa UMM mengadakan program kerja yaitu membuat fasilitas cuci tangan portabel yang dioperasikan dengan cara diinjak dan mensosialisasikan kepada warga tentang tata cara penggunaanya. “Saya senang sekali karena sudah dibuatkan tempat cuci tangan portabel dengan sistem injak untuk warga Kepuharjo yang sebelumnya masih menggunakan tangan. Warga di RT saya menjadi lebih rajin mencuci tangan,” tutur Adhim selaku Ketua RT 18. Fasilitas cuci tangan portabel ini merupakan solusi yang tepat dalam mencegah penyebaran COVID-19. Dikarenakan fasilitas cuci tangan ini di operasikan dengan cara diinjak, sehingga tangan tidak perlu menyentuh permukaan kran. Fasilitas cuci tangan ini sudah dilengkapi dengan sabun cair dan juga poster informasi cara mencuci tangan yang benar. Dan akan dipasang di tiga tempat di RT 18 Desa Kepuharjo. Ananto, selaku anggota PKK mengatakan bahwa tempat cuci tangan portabel ini sangat ergonomis, karena mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menggunakannya. Disebutnya, desain tempat cuci tangan portable ini sangat bagus dan juga penggunaan air menjadi lebih irit. “Terimakasih sudah membantu warga disini. Dengan adanya tempat cuci tangan portabel ini semoga bisa memutus mata rantai COVID-19” Tutur Rita, warga RT.18. (*/can)
Mahasiswa UMM Inisiasi Wisata Alam Brakseng

SITUASI new normal mengharuskan masyarakat untuk tetap menjaga jarak. Namun di sisi lain juga, masyarakat sudah enggan berdiam di rumah dan ingin berlibur dengan aman. Wisata Alam Brakseng yang baru dirilis pertengahan tahun 2020 yang diinisiatori oleh sekelompok mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan warga Desa Sumberbrantas (2/10/2020) barangkali bisa jadi salah satu pilihan berlibur. Brakseng sendiri merupakan kawasan dataran tinggi yang terletak di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, Jawa Timur. Tempat ini menyuguhkan pemandangan hamparan lahan pertanian yang luas dan indah serta adanya deretan pegunungan. Terletak dengan ketinggian 1400 diatas permukaan air laut, puncak tertinggi Kota Batu, membuat wisata alam Brakseng memiliki udara yang dingin dan sejuk. “Brakseng punya potensi, tetapi dalam pengelolaannya belum terkoordinir karena banyak pengunjung yang memasukinya dengan bebas tanpa ada aturan dan bahkan tidak dipungut biaya,” ungkap Dio Bayu Saputra selaku ketua kelompok. Di akhir tahun 2019, kelompok mahasiswa yang beranggotakan Dio Bayu, Luthfan Almas Silva, Megawati Putri, Fitrisia Hanisa, dan Indah Amelia ini mendapatkan tugas praktikum 2 dan 3 yang dibimbing oleh dosen Jamroji, S.Sos., M.Comms. untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di Desa Sumber Brantas. Brakseng menjadi fokus utama yang dipilih mereka dalam pengembangan potensi wisata. Di momentum pandemi yang mengharuskan menerapkan social distancing, kelompok praktikum ini berhasil memunculkan ide-ide program dan meyakinkan setiap lapisan warga Desa Sumberbrantas guna mengembangkan Brakseng dan berhasil menjadikan wisata alam sebagai destinasi wisata alam yang terstruktur dan dapat dinikmati secara umum. “Diharapkan, destinasi baru wisata di Kota Baru ini mampu meningkatkan perekonomian warga Desa Sumberbrantas itu sendiri, karena kawasan Brakseng memiliki lahan yang sangat luas, sehingga meminimalisir kerumunan,” kata Dio. Kelompok mahasiswa UMM ini mencoba membuat terobosan baru guna memecahkan semua permasalahan yang ada. Mulai dari riset permasalahan hingga mendapat solusi yang tepat. Dalam perencanaan sebuah program, kelompok ini selalu berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Merencanakan sebuah program tidak selalu mudah, ada beberapa kendala yang dihadapi seperti pihak desa tidak ingin merubah kondisi alam yang dimilikinya. Akhirnya kelompok ini membuat terobosan dengan membuat stiker resmi wisata Brakseng sebagai media promosi, dan membuat pamflet kampanye himbauan “Jangan Injak Tanaman” yang dibagikan kepada pengunjung secara gratis, sebagai bentuk kepedulian kelompok praktikum akan permasalahan wisata. Kampanye tersebut dilakukan karena pada awal dibuka, banyak lahan pertanian yang rusak akibat diinjak pengunjung hanya untuk berfoto. Alhasil, Wisata Alam Brakseng saat ini sudah mampu menggaet pengunjung ratusan orang di setiap harinya, serta warga Desa Sumberbrantas pun juga sudah mulai sadar akan besarnya potensi wisata yang dikembangkan oleh mahasiswa UMM. Mulai dari program pembagian stiker dan pamflet serta promosi yang intensif dilakukan di berbagai platform media sosial. Dengan bukti bahwa saat ini warga desa sudah mulai membentuk organisasi baru yang terstruktur dengan fokus pengembangan unit wisata desa. (*/can)