Aplikasi Ini Bisa Koreksi Ejaan Sekaligus Tata Bahasa

BERDASARKAN sejumlah penelitian yang telah dilakukan, apabila penggunaan bahasa Indonesia yang salah (tidak sesuai dengan kaidah kebahasaannya), akan menyebabkan degradasi terhadap eksistensi bahasa Indonesia. Selain itu, jika kesalahan tersebut masih sering terjadi pada ranah instansi pemerintahan, masyarakat, terlebih lagi dalam ranah pendidikan, maka informasi yang benar sulit untuk didapatkan. “Perlu diingat bahwa bahasa juga berperan dalam komunikasi tulis seperti surat dan sebagai bentuk karya tulis ilmiah sehingga penggunaan bahasa yang sesuai dengan kaidah berperan sebagai penyampaian informasi yang sesuai,” kata Mohammad Nuryasin, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengungkapkan kegelisahannya terkait kerap adanya kesalahan penggunaan kaidah kebahasaan, utamanya terkait ejaan dan tata bahasa. Oleh karena itu, sambung Nuryasin, diperlukan sebuah aplikasi yang dapat memberikan kemudahan pada instansi pemerintahan untuk surat-menyurat, instansi pendidikan untuk penulisan karya ilmiah, dan untuk masyarakat secara menyeluruh. Sejauh ini telah ada website yang bernama ejaan.id. Website tersebut memiliki fungsi untuk memudahkan penggunanya dalam memeriksa tata bahasa Indonesia. Akan tetapi, website tersebut hanya terbatas pada ejaan saja. Nuryasin dan kawan satu kelompoknya membuat aplikasi yang tidak hanya bisa mengoreksi ejaan, melainkan juga tata bahasa Indonesia. Aplikasi ini bernama “Binar” atau Bahasa Indonesia Baik dan Benar. Aplikasi ini mereka daftarkan sebagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mendapatkan pendanaan dari Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). “Dalam ranah pendidikan masih sering ditemui penggunaan bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Pentingnya Aplikasi Pemeriksa Ejaan dan Tata Bahasa Indonesia ini adalah untuk meminimalkan kesalahan dalam penulisan kata  dan ejaan dalam suatu dokumen dan memudahkan bagi para pemakainya dalam mengoreksi ejaan yang belum tepat,” ungkap Nuryasin. Apabila pengguna (user) telah masuk (log up), maka akan ada menu bar periksa ejaan dan dokumen tersimpan. Apabila ingin memeriksa ejaan, maka klik tombol periksa ejaan. Dalam menu pemeriksaan ejaan terdapat beberapa fitur, seperti memasukkan teks secara manual, mengunggah file, dan melakukan scan pada buku. Jika user ingin memasukkan teks secara manual, maka bisa langsung melakukan klik pada layar yang bertuliskan masukkan teks.  Setelah teks selesai dimasukkan dengan batas maksimal ialah 10.000 kata selanjutnya bisa klik cek ejaan, hasil pemeriksaan akan muncul. Pembenahan ditandai dengan warna merah pada kata dan kalimat. Setelah itu bisa klik simpan untuk menyimpan file. Setelah file berhasil tersimpan, maka bisa klik tombol kembali untuk menuju ke menu pemeriksa ejaan. Fitur yang selanjutnya ialah menu untuk mengunggah file. Caranya bisa klik tombol unggah file, kemudian pilih file, maka akan ada notifikasi bahwa file berhasil diunggah. Syarat agar file berhasil diunggah adalah file tersebut berformat .doc, .docx, dan .pdf serta ukuran file tidak melebihi 5 MB. Selanjutnya klik cek ejaan. “Pembenahan ditandai dengan warna merah pada kata, frasa, klausa, maupun kalimat. Selanjutnya bisa klik simpan untuk menyimpan file yang telah diperiksa ejaannya kemudian bisa klik kembali untuk menu pemeriksa ejaan lagi,” terang mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia ini. Fitur yang selanjutnya yaitu tombol kamera untuk melakukan scanning pada buku, majalah, koran, dan lain sebagainya. Fitur ini bisa digunakan dengan cara tombol kamera yang tersedia dalam tampilan pemeriksa ejaan kemudian lakukan scan seperti pada saat memotret menggunakan kamera ponsel pada umumnya. Di lain sisi, terdapat dokumen tersimpan. Untuk melihat dokumen yang tersimpan bisa dilakukan dengan cara klik dokumen tersimpan. Selain itu, terdapat beberapa fitur seperti menu bar pencarian yang terletak di pojok kanan atas layar sehingga memudahkan pengguna untuk mencari file. Selanjutnya juga terdapat menu untuk membuat folder baru sehingga akan memudahkan pengguna dalam mengklasifikasikan file yang telah diperiksa ejaannya. Dalam dokumen tersimpan ini juga terdapat fitur untuk menyimpan file yang telah diperiksa ejaannya secara manual ke perangkat dengan format .doc, .docx, dan .pdf. (*/can)

PSBB, Pesmaba Keren ala Komunikasi UMM

PROGRAM Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar orientasi mahasiswa baru. Ratusan mahasiswa Komunikasi yang diterima hasil seleksi 2020 mengikuti kegiatan secara online ini, Kamis (1/10/2020). Mereka tersaring dari ribuan calon mahasiswa yang memilih Komunikasi UMM. “Kita menerapkan PSBB Total,” kata Kaprodi Komunikasi UMM, M Himawan Sutanto. PSBB di sini bukan Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk mengurangi risiko penularan Covid-19. PSBB Komunikasi UMM adalah Pengenalan Studi Berdaring dan Berkemajuan. Disebut berdaring dan berkemajuan, kata Himawan, karena berlangsung secara online dan dengan kemasan kekinian. Seperti paket program televisi modern, acara dirancang dengan menunjukkan kinerja laboratorium Komunikasi yang canggih. Mahasiswa baru mengikuti secara virtual lewat tayangan live dari channel youtube. Mereka dapat melakukan interaksi langsung dan bertanya lewat kolom live chat. Selain pengenalan ruang dan fasilitas lab, PSBB juga berdialog langsung dengan alumni dari berbagai latar belakang. Ada yang presenter dan produser berita di televisi swasta nasional, pemred media online nasional, ada juga konsultan PR dan konsultan komunikasi. Selain itu tampil secara live memberi motivasi ke mahasiswa baru, script writter, film publishist dan film maker kenamaan. Tak ketinggalan, ada profil sukses alumni yang menekuni enterpreneurship. Acara yang dipandu duo host dosen Komunikasi UMM Arum Martikasari dan M. Fuad Nasvian itu berhasil memantik antusiasme mahasiswa baru. Komen-komen bernada bangga muncul di berbagai media sosial. Tak sedikit yang mengaku tak sabar ingin ke kampus bertemu dosen yang keren-keren. Himawan berharap PSBB memacu motivasi mahasiswa untuk kreatif, inovatif, kritis dan mampu bekerja secara kolaboratif. “Semangat dan passion mahasiswa baru sangat penting untuk memulai memasuki dunia barunya. Selamat bergabung di Komunikasi UMM,” tuturnya. Selain dikenalkan dengan profil dosen dan alumni, mahasiswa juga diorientasi dengan peminatan khusus mereka ketika memasuki semester tiga kelak. Ditanya oleh seorang mahasiswa baru, dosen senior Dr Frida Kusumastuti, menjelaskan untuk mewadahi minat mahasiswa, Komunikasi UMM menawarkan tiga fokus yakni Public Relations, Jurnalisme dan Studi Media, serta komunikasi Audio Visual. “Syarat masuk ke peminatan harus benar-benar meminati, memiliki keinginan kuat di bidang itu dan harus didukung nilai mata kuliah dasar yang bagus. Minimal B. Makanya di semester awal usahakan nilainya bagus semua biar lebih leluasa memilih peminatan,” beber Frida. Salah satu alumni, David Bahtiar, mengaku pilihannya pada jurnalistik memang sudah sejak awal masuk kuliah. Dunia jurnalistik sudah dikenalkan di keluarganya sejak dini dengan menonton berita-berita televisi alih-alih film kartun atau sinetron. “Alhamdulillah kemampuan jurnalistik saya benar-benar terasah di Komunikasi UMM ini,” tutur presenter dan produser Liputan6 SCTV ini. Tedikapuri, alumni lainnya, menekankan pada kesempatan luas di UMM untuk menggeluti perfilman, termasuk dalam produksi sinematografi dan mengikuti festival. Pemenang Eagle Award Metrotv ini kini mendirikan perusahaan konsultan komunikasi politik setelah malang melindang di dunia film dokumenter dan sempat menjadi direktur Eagle Academy Metrotv. Di sisi lain, pengalaman Nabila juga sangat menarik. Bersama teman-temannya dia berhasil menjadi trending dunia gara-gara ide dan inovasi kreatifnya merubah kampung kumuh menjadi Kampung Warna Warni Jodipan. “Sampai saya sering dijuluki Nabila Warna Warni,” kelakar PR consultant di Nava+ Jakarta ini. Sekretaris Prodi Widiya Yutanti menutup PSBB dengan mengajak mahasiswa tetap bersemangat walau di masa pandemi ini. Dia mengenalkan dosen pembimbing akademik yang akan mendampingi selama perjalanan studi. “Sampai ketemu di Kampus Putih UMM,” pungkas Widiya, alumnus Griffith University Australia ini. (nas/can)

Implementasikan Alat Themperature Detection di Kediri

MENDUKUNG era adaptasi kebiasaan baru (AKB), sekelompok mahasiswa Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiya Malang (UMM) mengimplementasikan alat Themperature Detection di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri. Alat ini salah satu solusi yang dapat digunakan berkala dalam pengecekan suhu tanpa berkontak fisik secara langsung. Pengecekan suhu dilakukan sebelum memasuki ruang layanan di pemerintahan Desa Balong Jeruk. “Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PMM UMM Kelompok 81 Gelombang 4 mengadakan launching Themperature Detection awal bulan september lalu yang dihadiri oleh Bapak Safi’i selaku Kepala Desa Balongjeruk serta Perangkat Desa di Lingkungan Balai desa Balongjeruk, dan juga dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan dari kemlompok PMM 81 yaitu Ibu Beti Istanti Suwandayani,” ungkap Habib selaku Koordinator Desa Kelompok 81 PPM UMM Gelombang 4, Kamis (1/10). Secara resmi Themperature Detection dapat digunakan sebagai fasilitas umum di Balai Desa Balongjeruk. “Satu unit alat Themperature Detection kami serahkan kepada Pemerintahan Desa Balongjeruk. Dengan harapan dapat memudahkan dalam pengecekan suhu warga yang ingin datang untuk mendapatkan pelayanan di ruang pelayanan. Sekaligus sebagai penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan COVID-19 dengan adanya teknologi ini di desa Balongjeruk,“ sambung Habib. Alat ini mengunakan teknologi sensor Thermopile Array 8X8 atau juga biasa disebut sensor TPA64, yang merupakan sensor yang digunakan untuk membaca suhu tubuh manusia. “Penggunaan Themperature Detection akan membaca suhu seseorang yang berdiri di depan sensor tersebut. Jika suhu orang tersebut dengan nilai normal yaitu kurang dari 37,8 derajat, maka orang tersebut diperbolehkan masuk ruang pelayanan,” kata Mohamad Al Fikih anggota kelompok 81 PPM UMM selaku inisiator teknologi. Namun, sambung Al Fakih, jika suhu yang terbaca oleh Themperature Detection lebih dari 37,8 derajat celcius,  maka buzzer (pendengung) akan berbunyi keras sebagai tanda orang tersebut tidak diperbolehkan untuk memasuki ruangan tersebut. Safi’i, selaku Kepala Desa Balongjeruk serta Perangkat Desa di Lingkungan Balai desa Balongjeruk sangat mengapresiasi dan mengaku  bangga terhadap mahasiswa yang mempunyai ide kreatif dan inovatif untuk membuat alat Themperature Detection. Setiap program yang ditelurkan kelompok mahasiswa PPM UMM ditekankan untuk memberikan dampak nyata yang signifikan. Hal ini selaras dengan dukungan yang disampaikan Dosen Pembimbing Lapang UMM yaitu Beti Istanti Suwandayani M.Pd. kepada PMM UMM 81. “Dalam melakukan kegiatan harus mengutamakan protokol kesehatan yang berlaku demi menjaga kesehatan bersama dan jadikan inovasi serta kreatifitas kalian menjadi berguna untuk masyarakat,” ujar Beti Istanti Suwandayani. (*/can)

UMM Salurkan Kurban ke Sekolah Terdampak Covid

SEJALAN dengan surat edaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 06/EDR/I.0/2020 tentang tuntunan Ibadah Puasa Arafah, Idul Adha, Kurban, dan Protokol Ibadah Kurban pada Masa pandemi Covid 19, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendistribusikan bantuan kurban berupa uang tunai seharga satu ekor kambing. “Sehubungan dengan situasi pandemi ini dan sebagaimana Surat Edaran PP. Muhammadiyah No. 06 tahun 2020, UMM di Idul Adha tahun ini tidak membentuk panitia sebagaimana biasanya, hanya ada panitia kecil. Nah, panitia kecil ini untuk mengelola dana-dana yang memang sudah ada,” ujar Zakarija Achmat, S.Psi, . M.Si selaku ketua panitia kecil. Dilanjutkan oleh pria yang akrab disapa Pak Jek ini bahwa, dari dana-dana yang masuk itu setidaknya terkumpul dana sekitar Rp 73 juta, lalu ada juga sumbangan pribadi dan dari baitul mal sebanyak Rp 50 juta, yang kemudian disebarkan ke sekolah-sekolah Muhammadiyah yang terdampak covid.  “Jadi sasaran kita terutama di TK-TK di Kota Malang dan Kota Batu. Sekolah-sekolah itu tidak hanya TK tapi ada SD yang mengajukan, kemudian ada yang SMP. Tetapi kita tidak hanya terbatas di itu saja, ada yang kita sumbangkan ke masjid kemudian mushola atas nama pimpinan cabang muhammadiyah,” sambungnya saat ditemui. Selasa (28/7). Hingga saat ini total pengajuan/permohonan yang sudah masuk ke UMM sebanyak 31 pengajuan, mulai dari sekolah-sekolah Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (TK ABA), Kelompok Bermain, PAUD, SD, hingga SMP. “Kita bahkan sudah memesan waktu itu karena belum dipahami secara baik, sehingga ada 15 ekor kambing yang sudah kita pesan dan sudah kita bayar. Dan itu kita bagikan kepada sasaran-sasaran yang sudah kita tetapkan. Lalu yang lain berupa uang tunai yang tadi masing-masing seharga dengan kambing yaitu 3 juta rupiah,” jelas pria yang juga dosen Psikologi UMM ini.  “Dengan situasi yang seperti saat ini kan banyak sekolah-sekolah yang muridnya saja tidak datang dan orang tuanya juga terdampak. Dan kemungkinan sebagai sekolah swasta, bayar sppnya juga lagi seret dan sebagainya. Nah ini kan perlu kita perhatikan sekolah-sekolah ini. Termasuk guru-guru, karena situasi seperti itu kan tentu tidak bisa menyelenggarakan kurban. Nah itu kita bantu,” pungkasnya. (riz/can)

Kolaborasi Psikologi UMM dan LBH Rumah Keadilan, Optimalkan Pendampingan Klien

LEMBAGA Bantuan Hukum Rumah Keadilan bertandang ke Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (28/8), untuk menjalin kerja sama dalam proses pendampingan klien. Dalam keterangannya, Ketua Rumah Keadilan Syahrul Sajidin S.H., M.H, mengatakan bahwa Rumah Keadilan sangat membutuhkan orang yang paham tentang psikologi dalam menangani klien-kliennya. “Seringkali dalam beberapa kasus, misalnya perceraian pada kasus KDRT, mereka tentunya datang ke kami dengan rangkaian masalah rumah tangganya, setelah bercerai tidak serta-merta mereka merasa masalahnya selesai,kami melihat mereka membutuhkan pendampingan psikologis lebih lanjut pasca-perceraian, bagaimana menghadirkan kembali optimisme, membalut luka batin, dan mengedukasi mereka mengoptimalkan proses pengasuhan, ilmu dan keterampilan itu yang tidak kami miliki, itulah alasan mengapa Rumah Keadilan ingin menggandeng Fakultas Psikologi UMM,” ungkap Syahrul. Syahrul juga menambahkan bahwa dalam proses menggali informasi kepada klien juga kadang menjadi kendala bagi timnya, “Klien datang kali pertama lebih banyak bungkam, kali kedua menangis, akhirnya kami tidak mendapatkan informasi yang cukup untuk langkah selanjutnya,” kata Syahrul. Menanggapi hal tersebut, Koordinator pengembang kerja sama Fakultas Psikologi UMM, Muhammad Fath Mashuri, M.A, menerangkan bahwa ilmu psikologi dengan hukum seyogyanya memang saling bersilaturrahim. “Di sini kita belajar mengenai psikologi hukum dan forensik, salah satu konteks kajiannya adalah psychology in law yang merupakan penerapan spesifik ilmu psikologi di dalam hukum, seperti asesmen psikologis untuk menilai kondisi mental korban dan terdakwa, memberi rekomendasi hak penentuan perwalian anak berdasarkan evaluasi kapasitas psikologisnya, serta menjadi saksi ahli,” ujar Fath. Pada kesempatan itu, Dekan Fakultas Psikologi UMM, M. Salis Yuniardi, PhD, sebelum menandatangani kesepakatan kerja sama dengan LBH Rumah Keadilan menuturkan bahwa Fakultas selalu memiliki keterbukaan untuk setiap niat baik dan pengaplikasian ilmu psikologi di berbagai sektor. “Visi kita adalah applying psychology welfaring humanity, di samping itu juga landasan gerak Muhammadiyah mengajarkan bahwa ber-Islam artinya harus menunjukkan kepedulian dan memberi pertolongan nyata, siapapun itu,” tutup Salis. (fat/can)

Kembangkan Bahan Ajar Keterampilan Menulis Berbasis Kolokasi

FAKULTAS Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (FAI UMM) tingkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran dengan bertambahnya dosen bergelar Doktor di Bidang Pendidikan Bahasa Arab. Ujian promosi Doktor yang berhasil dituntaskan oleh Achmad Tito Rusady pada Senin (24/08/20) lalu, di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan judul disertasi Tathwiru Mawad Ta’lim Mahaaratil Kitabah ‘Ala Dhou’i Al Iqtiran Al lafzhi (pengembangan bahan ajar keterampilan menulis berbasis kolokasi). Hasil penelitian yang lolos dipertahankan di depan 7 penguji yaitu Prof. Dr. H, Faishol Mahmud Adam Ibrahim (penguji 1), Dr. H. Nur Hadi, M.A (Penguji 2), Dr., Abdul Wahab Rosyidi, M.Pd (Penguji 3),  prof. Dr. Abd Haris, M.Ag (Ketua/penguji 4), H. Basri, M.A. Ph.D (sekertaris/penguji 5), Prof. Dr. H. Nurul Murtadho, M.A (promotor/penguji 6), Dr. H. Uril Bahruddin, M.A (Co-Promotor/penguji 7) dengan obyek penelitian mahasiswa prodi Pendidikan Bahasa Arab UMM, semester 2. Kolokasi adalah padanan atau gabungan antara satu kata dengan kata yang lain, yang terdengar wajar bagi penutur aslinya. Contoh, Maata dan tawaffaa sama-sama berarti ‘mati’. Masing-masing memiliki padanan/kolokasinya sendiri seperti ‘maata al hayawaan’ (telah mati seekor hewan), dan tawaffa al ‘aalim (telah wafat seorang alim). Tito sebagai dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab melihat masih banyak pembelajar bahasa Arab melakukan kesalahan dalam aspek ini, hal itu dikarenakan pola bahasa asing dimasukkan ke bahasa Arab. Seperti dalam kalimat bahasa Indonesia, “mati lampu” ada yang menerjemahkannya menjadi “matal mishbaah”, seharusnya adalah “inqhoto’al kahruba’. “Kolokasi Arab hanya ditulis dalam penelitian teks, seperti kolokasi dalam Al Qur’an, hadith, kitab, dan berita. Sedangkan kolokasi Arab dalam bentuk bahan ajar, masih belum ditemukan. Untuk itu, penelitian ini fokus untuk menghasilkan produk bahan ajar keterampilan menulis Arab berbasis kolokasi. Keterampilan menulis memiliki kekhususan dan keistimewaan yang berbeda dari keterampilan berbahasa lainnya. Dalam menulis, seseorang sedang melakukan proses mengikat informasi dengan melibatkan gerakan tangan, melihat tulisan, dan berpikir. Dalam bahyak literatur dikatakan bahwa menulis sangat membantu seseorang dalam menghafal. Dalam pepatah Arab dikatakan,Al ilmu shoydun walkitabatu qoyduhu.. qoyyid shuyuudaka bilhibalil watsiqah (Ilmu itu ibarat hewan buruan, dan tulisan adalah pengikatnya. Ikatlah hewan-hewan buruanmu dengan ikatan-ikatan yang kuat),” ungkap Tito. Disertasi ini menggunakan jenis R&D dengan model ADDIE yang ditemukan oleh Dick and Carey, dengan tujuan untuk mengembangkan, mengetahui kelayakan, dan mengukur efektivitas produk. Produk yang dihasilkan berupa buku ajar cetak, berjudul “keterampilan menulis Bahasa Arab berbasis Kolokasi” diterapkan di mata kuliah kitabah II, terdiri atas 14 BAB, didesain dengan teks-teks berbahasa Arab yang memuat informasi tentang keutamaan keutamaan menulis, disertai penjelasan rinci, latihan, dan diakhiri dengan kata-kata mutiara. Buku ini mendapat rekomendasi dari penguji untuk dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu mata kuliah kitabah III. (lc/can)

Menuju PT Berbudaya Mutu, BPMI Sosialisasikan Dokumen dan SIM SPMI

BADAN Penjaminan Mutu Internal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan kegiatan sosialisasi dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sistem Penjaminan Mutu (24-27 Agustus 2020). Agenda ini diikuti oleh seluruh Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang terdiri dari seluruh fakultas, direktorat pascasarjana, dan vokasi UMM. Agenda sosialisasi diadakan di Auditorium BAU dengan menjalankan protokol Covid-19 secara ketat. Muslimin Machmud, M.Si, Ph.D. selaku ketua Badan Pengendali Mutu Internal (BPMI) UMM menyatakan, untuk menyamakan pemahaman apa yang UPPS lakukan dan bagaimana BPMI menjalankan penjaminan mutu, pertama kali yang harus dilakukan adalah menyusun dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal-nya. “Dokumen ini sebagai pegangan untuk melakukan berbagai aktivitas menuju ke budaya mutu. Di dalam dokumen mutu itu, BPMI membagi menjadi beberapa bagian dokumen,” katanya. Pertama adalah dokumen kebijakan mutu. Ini merupakan dasar atau landasan setiap unit untuk melakukan aktivitas mutunya. Maka setiap pelaksana mutu harus berpedoman pada dasar itu. Kedua, manual mutu. Ini adalah pedoman bagaimana mutu itu dilakukan. Ketiga, dokumen standar mutu. Standar mutu inilah yang memuat tentang indikator-indikator kinerja yang harus dicapai oleh program studi, baik itu yang memuat standar-standar minimal sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Pemerintah. BPMI setidaknya menyusun 368 Standard yang berasal dari seluruh kriteria yang sudah BPMI UMM telah tetapkan. Ada sepuluh kriteria yang sudah ditetapkan. Kriteria yang pertama itu terkait Visi dan Misi. Kriteria yang kedua itu terkait dengan Tata Kelola, Tata Pamong dan Kerjasama. Kriteria yang ketiga adalah kriteria Kemahasiswaan. Kriteria yang keempat tentang Kuangan. Kriteria yang kelima terkait Sumber Daya manusia dan Sarana-Prasarana. Kriteria keenam yakni perihal Pendidikan dan Pembelajaran. Kriteria yang ketujuh yakni Penelitian. Kriteria yang kedelapan yakni Pengabdian kepada Masyarakat. Kriteria yang kesembilan yakni Capaian dan Luaran. Kriteria yang kesupuluh yakni jati diri Al Islam dan Kemuhammadiyahan. “Itulah bagian yang harus dipahami oleh seluruh stakeholder. Nah, makanya tujuan dari diadakannya kegiatan hari ini, disamping mensosialisasi dokumen-dokumen tadi, juga akan ada penjelasan tentang Sistem Informasi Manajemen SPMI,” ungkap Muslimin di sela agenda. Selain itu, terdapat juga materi Sinkronisasi antara Pencapaian Indikator Kinerja /Target Capaian dengan Penyusunan Rencana Anggaran Belanja (RAB). “Kami bekerjasama dengan Badan Pengendali Internal (BPI) UMM, karena terkait dengan indikator itu harus dicapai. Target itu harus dicapai, maka itu harus dibuat program kerja, program kerja itu yang dibiayai. Maka, terkait bagaimana agar setiap program studi, bahkan organisasi unit-unit yang lain itu menyusun RAB,” pungkas Muslimim (25/8). (can)

ASTOR TENAR Bawa Krisna Jadi Runner Up Lomba Esai Se-Jawa Timur

MASA pandemi Covid-19 tidak meredam semangat mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)) untuk berprestasi. Terbukti, Krisna Dwi Dharmawan, mahasiswa angkatan 2017 Fakultas Kedokteran berhasil menjadi runner up lomba esai online. Lomba yang dihelat oleh Madura Diving Club (MARDIC) Universitas Trunojoyo ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Maritim Nasional pada tanggal 21 Agustus 2020 dan diikuti oleh mahasiswa se-Jawa Timur. Lomba ini mengusung tema “Laut Indonesia sebagai Pesona Dunia dan Masa Depan Bangsa”. Tertarik dengan tema tersebut, Krisna yang mengaku sangat mencintai laut ini mencoba menuangkan ide dalam bentuk esai berjudul “ASTOR TENAR (Waste Detector Technology in the Water): Inovasi Pengolahan Limbah Pelabuhan sebagai Upaya Preventif dari Kerusakan Laut Indonesia.” Sistem kerja alat ini adalah membersihkan berbagai sampah yang ada di pelabuhan sampai ke hilir dan cara kerjanya mirip dengan vacuum cleaner. “Sampah dan limbah yang telah tersedot ke dalam ASTOR TENAR ini akan diproses dan dipilah menurut jenisnya menggunakan mesin sensor yang dapat menyeleksi antara sampah organik, nonorganik, dan limbah logam berat,” terang Krisna diwawancarai Jumat (28/8). Sampah yang dapat didaur ulang akan dipisahkan, sementara sampah yang sulit di daur ulang akan dibakar di dalam alat ini. Panas dari pembakaran akan dikonversi menjadi energi gerak atau energi listrik. Untuk gas racun hasil pembakaran akan dicairkan dan disimpan rapat agar tidak keluar ke udara bebas sehingga tidak mengakibatkan pencemaran udara, sedangkan limbah logam berat dipisahkan dari air dan dimanfaatkan lagi dalam bidang industri. “Alat ini merupakan solusi pencegahan rusaknya kelestarian laut Indonesia dan pencemaran air laut, serta menjadikan inovasi dalam pengolahan limbah. Terjaganya kelestarian laut Indonesia akan mendorong Indonesia agar dapat memaksimalkan potensi yang tersimpan di lautan Indonesia,” ujar Krisna. Di negara berkembang seperti Indonesia, sambungnya, sistem pembersihan sampah di lingkungan pelabuhan masih dengan cara konvensional. Dengan adanya ASTOR TENAR yang menggunakan sistem otomasi, maka pembersihan sampah dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien, karena sampah yang dihisap langsung diidentifikasi sesuai jenis sampahnya (organik, anorganik, dan logam). “Selain itu, teknologi generator Termoelektrik (Peltier) yang terdapat pada alat ini menambah efisiensi energi, karena mengubah energi panas yang seharusnya terbuang menjadi cadangan energi listrik,” ungkap mahasiswa asal Lumajang, Jawa Timur ini. ASTOR TENAR tidak membutuhkan adanya manusia dalam operasinya secara  langsung, karena menggunakan sistem kendali jarak jauh. Oleh karena itu, pekerja yang mengoperasikaan ASTOR TENAR dapat terhindar dari berbagai risiko dalam membersihkan sampah di laut, seperti tenggelam dan terkena penyakit bawaan dari sampah. “Dengan adanya ASTOR TENAR ini kelestarian laut akan lebih terjaga dan dapat menghindari pencemaran air khususnya di daerah pelabuhan dan hilir. Resiko berbahaya yang dialami pekerja pembersih sampah dapat dihilangkan dengan alat ASTOR TENAR, karena alat ini menggunakan sistem kendali jarak jauh,” kata Krisna. Mahasiswa yang aktif dalam Lembaga Semi Otonom (LSO) Scientific Medico ini mengaku sempat kesulitan menemukan ide karena selama ini yang dipelajari dalam perkuliahan adalah bidang kedokteran. Namun berdasarkan ilmu fisika yang pernah dipelajari selama sekolah dan memang menyukai bidang teknik, maka muncul ide berbasis teknologi tersebut. “Sumber kekayaan alam negeri kita sangat besar di lautan. Kita tahu bahwa dua pertiga wilayah Indonesia terdiri dari perairan dengan banyak potensi maritim. Oleh karena itu, kita harus saling menjaga kelestarian laut karena di situ lah kita justru mendapatkan kekayaan alam. Jika kita tidak bisa menjaganya, maka sama halnya kita merusak kekayaan alam kita sendiri. Kita harus memanfaatkan kekayaan alam dengan sebaik-baiknya, dengan menjaganya agar tetap lestari, dan menggunakannya sebaik mungkin,” pungkas Krisna. (ysn/can)

Peminat FK dan Farmasi UMM di UTBK Gelombang Kedua Tetap Tinggi

KEPERCAYAAN masyarakat untuk menjatuhkan pilihan kepada Fakultas Kedokteran (FK) dan Program Studi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) tetap tinggi. Hal itu dibuktikan dengan masih tingginya animo jumlah calon mahasiswa baru (camaba) yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk FK dan Prodi Farmasi FIKES yang diadakan Kamis (27/8). Dari total 10403 pendaftar UMM di pendaftaran gelombang 2, ada 1241 orang peserta yang mengikuti UTBK gelombang 2 UMM. Dengan rincian 942 orang camaba FK dan 299 camaba di Prodi Farmasi FIKES UMM. UTBK kali ini dibagi ke dalam dua sesi ujian, yakni sesi pagi dan sesi siang dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat. Bahkan, di tiap ruangannya, hanya diisi oleh 12 hingga 14 peserta UTBK. UTBK Gelombang 2 dibagi menjadi dua kelompok, yakni luring dan daring. UTBK pada Kamis (27/8) kemarin diikuti oleh camaba FK dan Prodi Farmasi FIKES yang berdomisili di wilayah Jawa Timur. Sementara, untuk UTBK gelombang 2 daring akan diadakan serentak 31 Agustus 2020. “Sekarang ini adalah skema tes UTBK luring yang diikuti 671 camaba,” kata Dr. Saiman, M.Si., kepala Penerimaan Mahasiswa Baru. Di sisi lain, Prof. Dr. Syamsul Arifin M.Si selaku Wakil Rektor 1 UMM saat memantau persiapan UTBK menyatakan, skema pembelajaran kedepan akan melihat situasi tren pandemi. Juga, akan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Selain itu, UMM akan merujuk pada ketentuan yang akan dikeluarkan oleh persyarikatan. “Untuk paruh semester ganjil nanti kita akan akan menerapkan daring,” tandas Prof. Syamsul. Rofiqoh S. R. Ilaina, salah satu peserta tes camaba FK asal Lamongan ini menjelaskan ketertarikannya mendaftar ke UMM, lantaran tidak hanya letak kota Malang yang strategis sebagai kota pendidikan, tentunya juga karena bangunan kampus UMM yang megah dan reputasi kampus UMM di dunia pendidikan cukup tinggi. “Semoga hasil tesnya memuaskan dan saya bisa bergabung bersama UMM,” ungkapnya. (riz/can)

FH UMM-ASIFA Football Academy Jalin Kerjasama Majukan Talenta Sepak Bola

FAKULTAS Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH-UMM) dan Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) menandatangani nota kesepemahaman kerjasama, Kamis (27/8). Penandatanganan itu dalam rangka menjalin komitmen bersama antara kedua belah pihak memajukan talenta sepak bola. Disebut Dr. Tongat, SH., M.Hum. nota kesepemahaman yang ditandatangani ini sangat relevan. Pertama, disadari atau tidak disadari FH dengan ASIFA ini memiliki kesamaan. Di antara kesamaannya yakni, ASIFA sebagai institusi pendidikan dan FH UMM juga sama-sama institusi pendidikan. “Beda fokus saja. Kalau fakultas Hukum fokus pada pendidikan hukum, sementara ASIFA ini fokus pada pengembangan talenta persepakbolaan. Maka, menjadi sangat relevan kalau kita menjalankan MOU,” ungkap Tongat. Kedua, kedua belah pihak sama-sama mengembangkan dan mendidik calon-calon generasi bangsa. Mereka akan berkontribusi menyumbangkan jiwa raganya untuk kemajuan bangsa. Mereka menjadi kontributor dan punya andil dalam memajukan kehidupan bangsa di bidang masing-masing. Baca juga: Rencana Kebijakan Pulsa ASN, Begini Kata Akademisi UMM Ketiga, secara khusus kerjasama ini akan bermanfaat bagi FH dan bagi ASIFA. Dengan satu kesepemahaman pemikiran, akan saling mengembangkan mengembangkan institusi masing-masing. “Sehingga, nota kesepahaman ini akan jelas memberikan manfaat bagi kita semua,” sambung Tongat. Fakultas Hukum sendiri punya tim sepak bola di bawah asuhan dosen Haris Tofly, yang juga merupakan Ketua Umum PSSI Askot Malang. “Mahasiswa kami nanti sesekali bisa berlatih atau sparing dengan siswa ASIFA. Kami juga siap menampung para pesepakbola ASIFA untuk berkuliah di Fakultas Hukum UMM,” ujar Tongat. Nuzulkifli, Direktur Operasional ASIFA, mengapresiasi inisiatif Fakultas Hukum untuk melakukan kerjasama ini. Tidak banyak lembaga pendidikan, kata Nuzulkifli, khususnya perguruan tinggi bisa melakukan kerjasama seperti ini. “Kami juga merasa sangat terapresiasi. Menurut saya ini satu langkah maju untuk ASIFA. Banyak sekali nilai positif dari kerjasama ini,” katanya. Kerjasama ini juga menjadi triger agar membuka pandangan orangtua siswa ASIFA untuk menguliahkan anaknya ke Fakultas Hukum UMM. Kerjasama ini akan berdampak besar secara positif kepada karir siswa ASIFA, selain tentu di sepak bola. (can)