Rencana Kebijakan Pulsa ASN, Begini Kata Akademisi UMM

RENCANA pemerintah untuk memberikan subsidi pulsa pada Aparatur Sipil Negara (ASN) menuai beragam komentar dari masyarakat. Subsidi pulsa ini sebenarnya bukanlah hal yang baru, karena di tahun 2020 ini selama pandemi ASN sudah mendapatkan subsidi pulsa sebesar 150 ribu per bulan. Namun rencananya subsidi itu akan dinaikkan menjadi 200 ribu perbulan untuk anggaran 2021. Kebijakan ini dicetuskan oleh Dirjen Anggaran Kemenkeu untuk seluruh ASN kementerian dan lembaga dan menimbulkan polemik di masyarakat. Menanggapi usulan kenaikan subsidi tersebut, pakar Tata Kelola Keuangan Pemerintahan dan pakar Komunikasi Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) menyampaikan pandangan mereka. Menurut M. Kamil, M.A, pakar tata kelola keuangan pemerintahan dari Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP UMM mengatakan rencana menaikkan subsidi ini adalah tantangan bagi pemerintah. Dalam tata kelola keuangan, ada istilah realokasi APBN dan refocussing anggaran. “Sebenarnya dalam keuangan negara itu kan ada yang dinamakan pos belanja anggaran. Rencana subsidi ini pos anggarannya dialihkan dari anggaran belanja barang yang tidak terpakai, misal biaya rapat dinas, perjalanan dinas, dan belanja lainnya. Jadi pemerintah harus melakukan realokasi dan refocussing yang sebenarnya tidak masalah,” ungkap M. Kamil. Namun yang menjadi tantangan negara saat ini adalah bagaimana negara bijak untuk menata keuangan agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial di masyarakat. Pemerintah adalah ujung tombak pelayanan masyarakat. Untuk itu, jika memang harus mengupgrade besaran subsidi, pemerintah harus bisa mengklasifikasi dan mengevaluasi apakah semua ASN di kementrian atau lembaga itu perlu mendapatkan subsidi. “Perlu ada pemetaan mana ASN yang harus dapat dan mana yang tidak perlu. Menurut saya ASN yang dapat adalah ASN yang benar-benar membutuhkan subsidi untuk kuota internet. Hal ini diperlukan untuk menghindari kecemburuan sosial . Apalagi saat ini kan masalah school from home masih menjadi problem, khususnya di wilayah 3T. Pemerintah harusnya bisa lebih membijaki mana prioritas yang harus diutamakan,” imbuh Kamil. Di sisi lain, pakar komunikasi politik dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP UMM, Zen Amirudin, M.Med.Kom mengatakan bahwa rencana pemerintah untuk menaikkan subsidi bagi ASN bisa menjadi preseden yang tidak bagus dan rawan menimbulkan kecemburuan sosial. “Dalam perspektif komunikasi politik, komunikator dalam hal ini pemerintah perlu mengedepankan empati sosial. Bagaimanapun masyarakat menengah ke bawah sekarang benar-benar merasakan dampak dari pandemi covid-19.Sehingga kita termasuk pemerintah harus bisa bersinergi memerangi pandemi ini, bukan malah justru membuat kebijakan yang rawan blunder,” ujar Zen. Kebijakan ini jika disetujui oleh menteri, menurut M. Kamil, ada konsekuensi yang harus dilakukan. Konsekuensinya adalah seluruh ASN harus memacu kinerja dan produktivitas kinerja dalam mendukung prinsip flexible working space yang diterapkan pemerintah selama pandemi. (win/can)
Magang Luar Negeri Prodi Bahasa Arab UMM Menuju Rekognisi Internasional

KESEMPATAN magang di luar negeri merupakan salah satu program internasionalisasi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sejak awal berdirinya memiliki komitmen untuk menjalin kerja sama internasional dengan negara-negara luar. Ahmad Fatoni, sebagai Kaprodi PBA menerangkan bahwa bahasa Arab merupakan salah satu bahasa internasional, senyatanya tidak sulit bagi prodi PBA UMM untuk membangun hubungan dengan dunia internasional, khususnya dengan negara-negara Timur Tengah. Magang yang berlangsung selama satu bulan tersebut dimulai sejak tanggal 12 Agustus hingga 30 September 2020. Menurut Murdiono, selaku kepala LPBA, magang tahun ini diarahkan pada tersemainya pengalaman langsung praktik membina pembelajaran bahasa Arab yang partisipatoris dan berbasis tindakan kelas. Selain itu, mahasiswa peserta magang diharapkan mampu mengembangkan diri di bidang non pendidikan kendati masih dalam satu rumpun keilmuan. Dengan demikian, para praktikan dapat memiliki modal pengetahuan agar nantinya menjadi tenaga pendidik bahasa Arab yang inovatif, kreatif, dan rekreatif tanpa kehilangan muatan etik di dalamnya. Periode ini ada 37 mahasiswa dari Program Studi PBA UMM yang melakukan praktik magang ke sekolah-sekolah. Sebagian besar menyebar di beberapa daerah seperti MA Banjar 4 Kalimantan Selatan, SMAN 1 Masbagik Lombok Timur, MA Sunan Cendana Kwanyar, Bangkalan dan lain-lain. Sementara 4 orang yang memilih magang ke luar negeri; 1 mahasiswa di sekolah menengah Phattanasart Wittaya Tarang Petchburi, Thailand dan 3 mahasiswa di Ma’had Tahfidz Ismail Selangor, Malaysia. Mahasiswa PBA UMM yang praktik magang di Thailand atas nama Akrom Moungoming dan di Malaysia atas nama Ayuha Shofiatur Rohmah, Fitri Ayiningsih, Nur fuadah. Pelaksanaan kegiatan tersebut diawali dari prosesi penyerahan pada tanggal 10 Agustus 2020 secara serentak oleh dosen pembimbing lapangan (DPL) masing-masing sekolah. Untuk sekolah menengah Phattanasart Wittaya Tarang, Thailand, diterima langsung oleh kepala sekolah ustadz Anan Muang-Uming, Lc. dan guru pamong ustadz Yahya Bua-ngam, Lc., keduanya alumni dari universitas di Saudi Arabia. Mereka mengaku sangat senang menerima peserta magang dan berharap kerja sama melalui magang tersebut dapat berlanjut di masa-masa mendatang. “Ini adalah program yang sangat bagus dalam mewujudkan kerja sama antara Program Studi PBA UMM dan sekolah Phattanasart Wittaya Tarang,” ujar Yahya Bua-ngam. Magang ke luar negeri semacam ini juga dilaksanakan oleh prodi-prodi lain di lingkungan Fakultas Agama Islam UMM. Kerja sama internasional, salah satunya lewat program magang luar negeri ini, senyatanya dapat diperbanyak bila ingin memiliki prodi yang berkualitas serta mendapatkan rekognisi internasional. (*/can)
Tim Debat UMM Wakili Wilayah VII LLDikti di National University Debate Championship

Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah melaksanakan seleksi tahap I National University Debate Championship (NUDC) Tahun 2020. Berdasarkan hasil seleksi dari tim juri yang dilaksanakan dari tanggal 1 s.d 14 Agustus 2020, diputuskan sejumlah peserta yang lolos ke tingkat Nasional. Tim debat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi perwakilan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII yang lolos ke tingkat nasional bersama 9 perguruan tinggi lain. Diantaranya Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, serta Universitas Negeri Surabaya. “Penyelenggaraan NUDC tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Tahun lalu, semua syarat administrasi dan lainnya diambil alih oleh provinsi ataupun tiap wilayah masing-masing dengan sistem bertemu langsung untuk debat. Sementara untuk tahun ini, ada 3 kriteria penilaian yang wajib dipenuhi oleh seluruh universitas. “Pertama, portofolio dengan bobot nilai 50 persen. Kriteria yang kedua, kami mengirim mosi atau motion yang dirilis di Instagram lantas di upload. Bobot nilainya 40 persen. Dan 10 persen penilaian sisanya terdiri dari kelengkapan berkas yang kami kirimkan,” terang Erfan Kriswanto, mahasiswa Prodi Kehutanan selaku ketua tim. Pelaksanaan NUDC Tingkat Nasional akan dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 30 September 2020, dan uji coba sistem akan dilaksanakan pada tanggal 24 s.d 27 Agustus 2020. “Karena kami memenuhi semua kriteria yang ditentukan dengan nilai baik, kami menjadi 10 tim terbaik,” ungkap Ervan dihubungi Senin (24/8). Erfan Kriswanto tak sendirian. Dalam kompetisi debat bahasa Inggris bergengsi nasional ini ia satu tim bersama mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Zulkarnain. Sementara, yang menjadi N1 Adjudicator atau calon juri yang dikirim oleh tim, Isma Novalia Firdha Santoso yang merupakan mahasiswa dari Fakultas Hukum. Ervan mengaku percaya diri timnya dapat membawa nama baik LLDikti Wilayah VII, terkhusus kampusnya UMM. Terlebih, di berbagai kompetisi tingkat regional hingga tingkat nasional. Misalnya menjadi Juara 1 dalam ajang Youth English Ethuasiasm Competitions Politbang dan Pembicara Terbaik 1 Polije English Competition. (can)
FPP UMM Mulai Pasarkan Beras Organik Varietas Unggul

Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) mulai memasarkan beras varietas unggul yang telah dikembangkan oleh dosen dan karyawan. Beras tersebut merupakan hasil panen yang ditanam di areal persawahan milik UMM yang ada di daerah Tegalgondo, Kabupaten Malang. Selain varietas Brang Biji, salah satu beras lainnya yang dipasarkan merupakan varietas unggulan hasil pengembangan FPP yang dikenal dengan sebutan “Varietas 600” yang mampu menghasilkan 600 bulir padi per batang. Beras hasil panen dari bulan Maret 2020, mulai dikelola penjualannya oleh tim Pemasaran dari jurusan Agribisnis, FPP. “Sampai bulan Agustus, beras yang terjual untuk varietas 600 sebanyak 75 kg, sedangkan untuk varietas Brang Biji sebanyak 50 kg,” ujar M. Zul Mazwan, SP., MSc selaku Tim Pemasaran. Menurutnya, harga yang ditawarkan untuk beras varietas 600 sebesar Rp 12.000, sedangkan untuk beras varietas Brang Biji hanya Rp 10.000. Kedua varietas tersebut merupakan beras organik yang mulai dari pembibitan benihdanpengolahan tanah menggunakan sistem organik. Selain itu, penyemprotan pupuk organik memakai teknologi drone. Penjualan awal ini, beras dikemas dengan kemasan 5 kg, tetapi belum disertai label. Menurut Zul, kedepannya akan disiapkan manajemen pemasaran yang lebih baik. “Insha Allah akan disiapkan label yang menarik, serta akan dibuat web khusus untuk menjual produk-produk hasil dari Fakultas Pertanian Peternakan,” ujarnya. Tak lupa akan dibuat divisi khusus untuk mendistribusikan produk-produk tersebut. Langkah-langkah tersebut diambil agar beras tersebut bisa diterima di masyarakat luas. Respon dari pembeli beras tersebut juga positif. “Berasnya pulen, meskipun ketika menanaknya sedikit butuh air yang banyak,” ujar salah satu pembeli. Harapannya, FPP mampu memperkuat ketahanan dan kemandirian pangan dengan menyediakan bahan pokok untuk masyarakat luas. (can)
Mahasiswa UMM Punya Cara Unik Peringati Kemerdekaan RI

Ada yang berbeda bagi warga Kota Malang yang melewati Kampung Tangguh Dinoyo pada Senin (17/08). Terdengar lagu-lagu bertema kebangsaan yang diputar menggunakan Sound System oleh mahasiswa yang tengah mengikuti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama organisasi DX Patmanam (Dinoyo Gang 10 RT 4,5,dan 6). Hal tersebut dilakukan untuk tetap memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia di tengah pandemi Covid-19. Sebelum adanya virus Covid-19, Kampung Tangguh Dinoyo merupakan salah satu kampung yang aktif mengadakan kegiatan untuk merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Kegiatan tersebut terpaksa tidak diadakan karena mengikuti himbauan pemerintah untuk tidak melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan massa. Cara unik pun hadir dari warga Kampung Tangguh Dinoyo bersama mahasiswa program PMM UMM. Mahasiswa bersama warga mensiasatinya dengan memutar lagu-lagu menggunakan sound system mulai dari Indonesia Raya, Gebyar-gebyar, Hari Merdeka, dan masih banyak lagi. Pada pukul 10.17 WIB pun beberapa warga ikut berpartisipasi mengikuti anjuran pemerintah untuk berdiri tegap dan hormat pada bendera Sang Merah-Putih. Ketua organisasi DX Patmanam, Agung menyampaikan bahwa cara sederhana inilah yang dirasa tepat untuk tetap memperingati HUT RI tahun ini. “Seharusnya tahun ini kampung kami mendapat jatah untuk mengadakan karnaval, tetapi karena ada covid ini, ya, mau tidak mau harus dibatalkan. Jadi, kami siasati dengan memasang Sound System ini. Walaupun sederhana tapi mengena,” tuturnya. Agung juga menambahkan bahwa kampungnya sudah mempunyai persiapan untuk mengadakan upacara bersama dengan warga Dinoyo Gang 10. Berbagai lomba pun sudah dipikirkan dari jauh sebelum hari ulang tahun Indonesia ke-75 ini. Namun, melihat kondisi Indonesia yang sangat tidak memungkinkan, maka ide berbagai kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan. Wakil ketua DX Patmanam, Tri Suseno juga menyampaikan bahwa memang perayaan kemerdekaan tahun ini terasa sepi dan berbeda dari tahun sebelumnya “Tahun kemarin kami banyak sekali kegiatan bahkan tiga rukun tangga (RT) bekerja sama sehingga 17an di Dinoyo ini sangat rame dan seru. Kami semua capek tetapi merasa senang,” ujar Tri. “Meskipun warga DX Patmanam tidak merasakan perayaan HUT RI seperti biasanya, tetapi diharapkan dengan adanya pemutaran lagu-lagu kebangsaan ini tetap menjaga semangat nasionalisme dan patriotism,” harap Tri. Sementara itu, Briliawan Gama Rahmatullah selaku Ketua PMM UMM kelompok 28 mengaku senang dengan semangat dari warga Kampung Tangguh Dinoyo. “Meski dalam suasana pandemi ini kita tak boleh mengurangi semangat 17an tahun ini. Menurut saya, semarak kemerdekaan ini harus tetap dilaksanakan dengan mengikuti himbauan pemerintah yakni dengan mematuhi protokol kesehatan,” ujar mahasiswa Fakultas Hukum yang kerap disapa Brian ini. (*/can)
Menangi Turnamen Virtual Pencak Silat Internasional

TOREHAN prestasi membanggakan di tengah pandemi Covid-19 diraih oleh Nurisatun Nisa, mahasiswi Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bukan prestasi biasa, namun mahasiswi yang akrab dipanggil Nuris ini berhasil meraih peringkat kedua kategori Seni Tunggal IPSI tingkat dewasa dalam ajang Indonesia Open International Virtual Pencak Silat Tournament Jurus Tunggal dan Beregu. Turnamen virtual internasional ini digelar pada 15-17 Agustus 2020 secara virtual oleh International Pencak Silat Federation (IPSF) Kementerian Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia (Kemenpora RI). Turnamen ini merupakan langkah pertama pencak silat menuju olimpiade. Turnamen ini diikuti oleh 445 atlet dari berbagai Negara. Indonesia mengirimkan 39 kontingen dari sembilan provinsi (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, DKI Jakarta, Kalimantan, Lampung, Sumatra Utara, Banten, Yogyakarta). Sedangkan atlet lainnya berasal dari sepuluh negara yakni Australia, Belanda, Filipina, India, Jepang, Kazakhstan, Suriname, Thailand, Yordania, dan Yaman. Prestasi di bidang pencak silat ini sebenarnya bukan hal baru bagi Nuris. Baca juga: Semarak 17 Agustusan UMM: Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Covid-19 Di tahun 2020 ini, sebelum mengikuti event internasional ini, Nuris telah mencetak tiga prestasi. Yang pertama adalah Juara 2 kategori fight kelas A tingkat dewasa dalam Batu National Championship yang diadakan di GOR Gajah Mada Batu. Di tingkat Jatim, di tahun ini juga, ia memperoleh dua gelar, juara 1 kategori seni beregu tingkat dewasa dan juara 2 kategori fight kelas A tingkat dewasa yang diadakan di Polinema Malang. Mahasiswi satu ini memang istimewa, sejak awal menjadi mahasiswi Kesos, tak sedikit prestasi yang ia ukir. Ia diterima menjadi mahasiswi Kesos melalui jalur beasiswa Bidikmisi. Gadis asli Sampang, Madura ini kini tinggal di LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Dau. Umi Mafrukhah, Ketua LKSA Panti Asuhan ‘Aisyiyah Dau mengatakan bahwa ia bangga pada Nuris. “Orang tuanya masih ada namun termasuk dalam kategori dhuafa oleh karena itu Nuris tinggal di panti. Namun Nuris tidak pernah minder dan justru semangat berprestasi. Dia anak yang rendah hati,” tutur Umi. Baca juga: Perpustakaan UMM Webinar Bareng Menko PMK: Bersama Lawan Buta Aksara Masa Kini Pelatih pencak silat Nuris, Tayyudin, juga mengungkapkan rasa syukurnya atas prestasi anak latihnya tersebut. Ia berharap Nuris terus berlatih agar bisa meraih prestasi lebih baik selanjutnya. Kebanggaan dan ucapan selamat juga disampaikan oleh Dr. Oman Sukmana, M.Si., Kaprodi Kesejahteraan Sosial FISIP UMM. “Kami atas nama Prodi Kesos UMM, sangat bangga dan menyampaikan selamat atas prestasi Nuris, sejak masuk Kesos UMM tidak sedikit prestasi non akademik telah diraih Nuris, dia juga tidak lupa dengan tugas-tugas kuliah sehingga indeks prestasinya sangat memuaskan. Ini modal bagi Nuris untuk bisa mengembangkan bakat minatnya secara positif dan kelak menjadi Pekerja Sosial,” ungkap Oman. Melalui capaian ini Nuris berharap ia bisa menginspirasi teman-teman di panti untuk terus berprestasi. “Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Saya meyakini slogan itu. Selama kita mau berusaha, insya Allah pasti bisa,” tutur Nuris. (win/can)
MAFI Fest 2020: Restorasi sebagai Semangat Baru Festival Film Daring di Indonesia

ADA yang berbeda pada penyelenggaraan Malang Film Festival (MAFI Fest) 2020 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meski sempat tertunda, festival film bagi pelajar dan mahasiswa pertama di Malang ini mengambil format daring di tengah pandemi Covid-19. Meski begitu, antusiasme peserta dari seluruh Indonesia untuk mengikuti festival ini begitu besar. Ada 356 film yang mendaftar di sejumlah kategori yang dilombakan, dan hanya 23 film yang lolos MAFI Fest untuk dikompetisikan. MAFI Fest tahun ini diadakan pada tanggal 19 Agustus hingga 22 Agustus 2020. Pemutaran film yang dilakukan MAFI Fest 2020 ini dilindungi oleh Badan Konsultasi dan Badan Hukum (BKBH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta sudah mendapat izin tayang dari filmmaker. Puspa Wangi Pertiwi selaku Direktur MAFI Fest 2020 dalam konferensi pers menyebut, pagelaran MAFI Fest 2020 ini sekaligus mencatatkan sejarah sebagai pagelaran MAFI Fest pertama secara daring. “Festival yang seyogyanya diselenggarakan rutin pada bulan April ini sempat tertunda akibat adanya Pandemi Covid-19. Meskipun Pemerintah menghimbau untuk tidak mengumpulkan massa dalam jumlah banyak serta keterbatasan ruang publik, tidak membuat panitia MAFI Fest 2020 kehabisan akal. Sebab di era serba digital ini, tidak menghalangi pertukaran informasi meski terbatas oleh ruang dan waktu agar tetap produktif,” ungkap Puspa dalam agenda konferensi pers via daring Rabu (19/8) siang. Setidaknya ada empat kategori film yang dilombakan, yakni Film Fiksi Pendek Pelajar, Film Dokumenter Pendek Pelajar, Film Fiksi Pendek Mahasiswa, dan Film Dokumenter Pendek Mahasiswa. Ada berbagai macam program non kompetisi yang disajikan pada MAFI Fest 2020 ini. Diantaranya Road Show MAFI Fest, Diskusi Umum, Penanyangan Film Dokumenter, dan program khas MAFI Fest yang selalu ada tiap tahunnya untuk rembuk serta membahas perkembangan film di Malang Raya pada Sesi Malangan. “MAFI Fest 20 tidak sekedar festival, tetapi juga sebagai ajang berkumpulnya para sineas film untuk menguatkan keakraban antara sesama penggiat film ataupun sesama komunitas film di Indonesia. Karena tidak cukup rasanya jika kita hanya berkumpul dan berbagi ilmu menggunakan media cyber, akan tetapi dengan adanya MAFI Fest, film maker dan komunitas film seluruh Indonesia dapat berkumpul untuk menjalin silaturahmi serta saling berbagi pengalaman dan pengetahuan,” ungkap Puspa. Di usianya yang mencapai usia ke-16, tema MAFI Fest 2020 yang diusung jauh sebelum adanya wabah pandemi Covid-19 ternyata masih berhubungan dengan kondisi yang terjadi saat ini yaitu, Restorasi atau pemulihan. “Awalnya, alasan dipilihnya tema tersebut adalah sebab adanya ekspansi media serta eskalasi teknik dalam sinema. Hingga saat ini tema tersebut kami usung sebagai penyemangat bagi kita untuk pulih dari peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak awal tahun 2020,” pungkas Puspa. (*/can)
Mahasiswa UMM Ajak Berkontribusi dalam Dunia Pendidikan

MUHAMMADIYAH Covid Comand Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengadakan acara Covid-19 Talk ke tujuh puluh lima (13/8). Mengusung tema Taman Bacaan: Oase Literasi di Tengah Pandemi, acara tersebut dilaksanakan secara virtual melalui akun zoom meeting serta live di akun instagram, youtube, dan facebook. Acara tersebut dihadiri oleh tiga narasumber, salah satunya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yaitu Yoga Bagus Dwi Prasetyo dan Eka Arifatur Rachmah. Berawal dari agenda Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM 2020, mahasiswa UMM yang tergabung dalam PMM UMM kelompok 54 mendirikan Taman Bacaan yang diberi nama RUMPI (Rumah Pintar). Bertempat di lingkungan TK Nusantara Dusun Gabus, Desa Tambakploso, Turi, Lamongan. Program kerja Rumah Pintar inilah yang menjadi alasan Mahasiswa PMM UMM 54 diundang untuk menjadi narasumber pada acara tersebut. “Ini bisa menjadi role model sebenarnya bagi kampus-kampus lain untuk mengikuti jejak Mas Yoga dan Mbak Eka dari UMM,” ucap Dr. Fajar Junaedi, Moderator pada acara Covid-19 Talk ke 75. Pada acara tersebut kelompok PMM yang dibimbing oleh Ririn Harini, S.Kep., Ns., M.Kep. menyampaikan tentang latar belakang, proses pendirian, isi rumah pintar serta respon positif masyarakat Dusun Gabus. Harapannya melalui kegiatan Covid-19 Talk mahasiswa UMM dapat menginspirasi banyak orang untuk berkontribusi dalam dunia pendidikan. “Kami ingin memotivasi para hadirin untuk turut membangun pendidikan indonesia dimulai dari lingkungan sekitar kita,” ucap Yoga Bagus Dwi Prasetyo sebagai Koordinator PMM UMM 54. Pendirian Rumah Pintar merupakan program kerja unggulan dari PMM UMM 54 2020. Sebab program kerja rumah pintar telah mewujudkan tujuan utama dari pengabdian Kelompok 54 PMM UMM 2020 yaitu memberikan manfaat berkelanjutan kepada lokasi tepat pengabdian. “Kami ingin melaksanakan PMM tidak hanya mencari syarat kelulusan, syarat skripsi, atau yang lainya, tapi kami juga ingin memberikan manfaat yang dapat berkelanjutan meskipun kami sudah tidak melaksanakan PMM lagi di Dusun Gabus,” ucap Eka Arifatur Rachmah, sekretaris PMM UMM 54 2020. Tanggapan tersebut menuai apresiasi dari Heni Wardatur Rohmah, S.Pd. sebagai narasumber kedua pada acara tersebut dan pendiri Taman Baca Mata Aksara. “Saya mengapresiasi adek-adek yang punya progam Taman Baca Rumah Pintar,” ucap Heni. (*/can)
Semarak 17 Agustusan UMM: Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Covid-19

DI TENGAH keterbatasan pandemi Covid-19, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) tetap semarak di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Meski tidak seperti perayaan tahun-tahun sebelumnya, peringatan tetap penuh dengan rasa hikmat dan atmosfir nasionalisme yang kuat. Berbagai rangkaian acara diselenggarakan dengan tetap menaati protokol kesehatan Covid-19. Agenda pengibaran bendera pun diselenggarakan Senin (17/8) pagi tanpa melibatkan banyak peserta sivitas akademika. Bahkan, dilaksanakan tanpa adanya amanat upacara. Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. usai pengibaran menyampaikan pesan khusus dalam memperingati HUT RI. Fauzan menyampaikan, peringatan 17 Agustus tahun ini bersamaan dengan kondisi yang memprihatinkan yaitu adanya Covid-19. “Kita sebagai warga kampus harus tetap menjadi pelopor bagi masyarakata untuk menjaga protokol kesehatan, menjaga disiplin hidup dengan tetap menjalani aktivitas seperti biasa. Yang harus kita hilangkan adalah perasaan paranoid. Karena perasaan itu tidak akan melahirkan sesuatu yang membanggakan,” kata Fauzan usai pelaksanaan pengibaran. Lebih jauh, Fauzan mewakili seluruh sivitas akademika UMM lantas mendoakan, seluruh masyarakat agar sehat senantiasa dan terhindar dari wabah Covid-19 yang melanda saat ini. “Marilah kita hadapi wabah ini dengan penuh disiplin dan tetap membangun komitmen yang tinggi dalam rangka untuk memajukan kampus kita. Kita tidak boleh lelah, kita tidak boleh menyerah, tetapi kita harus tetap bekerja keras dan tetap berkomitmen menjaga kesehatan. Dan marilah kita bersatu bergotong royong dalam rangka memperkuat kemajuan universitas ini ke depan,” sambung Fauzan. Sebelumnya, sejak Sabtu (15/8) berbagai rangkaian acara telah diselenggarakan. Di antaranya Uklam Tahes atau jalan sehat yang mengambil rute lingkungan Kampus III UMM di jalan raya Tlogomas. Pasca itu, acara dilanjutkan dengan senam aerobic untuk menambah kebugaran sivitas akademika UMM. Menurut Fauzan, berbagai agenda yang dipersiapkan UMM dalam rangka menyemarakkan HUT ke-75 RI adalah untuk memberikan inspirasi kedapa masyarakat pada umumnya, bahwa masyarakat bisa hidup dengan normal dengan menerapkan protokol Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Tak mau kalah, kegandrungan masyarakat untuk bersepeda ternyata juga mewabah di Kampus Putih UMM. Di tanggal 17 Agustus, sebelum pelaksanaan pengibaran bendera Merah-Putih, UMM juga melakukan launching komunitas anyar, UMM Gowes Club yang langsung diketuai oleh Rektor UMM Fauzan. Untuk menambah semarak peringatan HUT ke-75 RI, seluruh sivitas akademika yang berusia di bawah 40 tahun melakukan aksi kolosal papermob dengan menerapkan social distancing. Papermob ini membuat formasi Logo HUT ke-75 RI, Sehat Merdeka, UMM Kuat, serta Bendera Merah-Putih. (can)
Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru, UMM 17 Agustusan

DALAM rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kemerdekan Republik Indonesia yang ke 75, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar berbagai kegiatan untuk memeriahkannya. Seperti Jalan Sehat atau Uklam Tahes, Senam Aerobik, Tenis Meja dan berbagai lomba seru lainnya, Sabtu (15/8). Uklam Tahes kali ini diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan Karyawan dan Dosen dengan rute di dalam lingkup kampus, dengan melewati lima pos yaitu Helliped (Pos 1 Start/finis), Lantai 3.5 GKB 1 (Pos 2), Pos satpam gerbang 2 (Pos 3), Lokasi Arboretum/ Hutan Kampus (Pos 4), dan Jembatan Baru GKB 4 (Pos 5). “(Kegiatan ini) yang penting, kan, kita tidak bergerombol dan patuhi peraturan pemerintah dengan tetap menjaga jarak. Karena olahraga itu perlu, agar tubuh tetap bugar, namun tetap dalam koridor kesehatan. Kalau kita di rumah terus tanpa berolahraga, kan, malah bisa kurang fit nanti,” ujar Setiadi salah satu peserta Uklam Tahes dari Unit Perlengkapan. “Kegiatan ini diinisiai oleh UMM dalam rangka menyemarakkan kehidupan di kampus yang tentunya dengan mengadaptasi kebiasaan baru yang sesuai dengan protokol kesehatan. Sehingga 17-an ini tetap meriah dan tentu bisa kita liat dengan antusiame para peserta dalam acara ini,” ujar Ary Bakhtiar, SP. MSi selaku Penanggung jawab Uklam Tahes UMM. Pada akhir acara, setelah Uklam Tahes dan Senam Aerobik para peserta yang beruntung mendapatkan doorprize yang telah disiapkan oleh para panitia. Dengan hadiah mulai dari tumbler, jam dinding, dispenser, kompor gas, kulkas hingga mesin cuci. “Pada kesempatan ini UMM ingin menyokong normal baru, kehidupan baru dan melakukan perubahan mindset. Salah satu yang kita lakukan adalah hidup dengan mentaati dan taat terus terhadap protokol kesehatan. Saya kira itu yang perlu kami sampaikan. Dan hindari bergerombol karena itu bisa jadi indikasi tertularnya covid 19,” ujar Dr. Fauzan, M.Pd selaku rektor UMM, saat membuka acara. “Kita tidak ingin kegiatan ini berdampak pada hal yang kurang baik, tetapi kami ingin kegiatan ini memberikan pembelajaran, contoh, bagaimana sebenarnya hidup baru, hidup normal baru.,” pungkasnya. (riz/can)