Yudisium Daring FKIP, Peserta Kenakan Pakaian Adat

FAKULTAS Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang menggelar Yudisium Periode II Tahun 2020, Rabu (1/7). Berbeda dengan sebelumnya, yudisium kali ini digelar secara daring melalui platform Zoom dan disiarkan secara live di akun youtube FKIP UMM Official. Meski demikian, yudisium bertema “Membangun Optimisme Meretas Kehidupan Baru dalam Dunia Pendidikan” yang diikuti oleh 166 pesertaini tetap berlangsung secara khidmat. Menariknya, para calon wisudawan/wisudawatitakhanya mengenakan pakaian formal, tetapimengenakan baju adat masing-masing daerah. Dijelaskan ketua pelaksana Yudisium FKIP UMM, Dr.Sugiarti, M.Si., tujuan mengenakan pakaian adat masing-masing daerah adalah untuk memupuk semangat kebangsaan di tengah wabah. Prosesi yudisium dilakukandi tempat masing-masing sehingga dinilai menjadi momen yang pas untuk saling menunjukkan budayadaerahmasing-masing. Dengan begini akan terlihat, sambung Sugiarti, kita memang berbeda-beda tetapi tetap satu Indonesia. Semangat ini penting untuk digarisbawahi kembali di tengah wabah agar kita bisa saling menguatkan. “Kemudian, FKIP UMM sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikanyang menjadi roda penggerak dalam rangka menata kehidupan baru dunia pendidikan, benar-benar berupaya menyiapkan lulusannya untuk siap terjun menjadi pendidik profesional,” katanya. Dalam sambutannya, Dekan FKIP, Dr. Poncojari wahyono, M.Kes., memberi pesan kepada para peserta untuk “SIAP KERJA”.“S maksudnya adalah selalu bersyukur, I adalah ikhtiar, A adalah amanah, kemudian P adalah peduli. Dan kerja ini ada 5 AS, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja mawas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas,” ungkap Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes. Selain itu, petuah dan inspirasi juga disampaikan melalui bunga rampai pemikiran dosen ihwal tatanan baru dalam dunia pendidikan. Mengingat kegiatan ini digelar di tengah suasana pandemi, FKIP UMM memutuskan untuk menggratiskan kegiatan yudisium ini. Ini sebagai bentuk empati kepada para orang tua atau wali mahasiswa yang terdampak pandemi Covid-19 secara ekonomi. “Penggratisan ini sebagai bentuk apresiasi dan berempati terhadap adanya musuh Covid-19 ini. Dengan demikian mudah mudahan bisa meringankan beban orang tuaatauwali mahasiswa yang mungkin terimbas dampak musibah,” ungkap Poncojari. Di sisi lain, Suci Puspita Sari, lulusan terbaik dengan IPK 3,95 mengenang bagaimana FKIP UMM telah mengubahnya dari seorang lulusan SMA penuh harapan menjadi cerdikiawan yang siap berkontribusi untuk negeri. Ia pun berharap FKIP UMM terus maju dan menjadi yang terbaik. “Semogaalmamaterterus menghasilkan calon pendidik profesionaldanselalu menjadi yang terbaik untuk bangsa ini,” ungkapwisudawati dari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia ini. (fid/can)
Segera Dibuka Prodi Cyber Security dan Digital Forensic

ISU keamanan dunia siber telah menjadi prioritas seluruh negara di dunia semenjak teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan dalam berbagai aspek kehidupan. Berbanding lurus dengan tingginya tingkat pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi tersebut, tingkat resiko dan ancaman penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi juga semakin tinggi dan kompleks. Hal inilah yang mendorong meningkatnya kebutuhan SDM di dalam dunia keamanan siber dan digital forensik. Menjawab tantangan ini, Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) segera membuka Program Studi (Prodi) Diploma 4 (D4) Studi Baru Cyber Security dan Digital Forensic. “Mahasiswa Prodi ini akan dibekali dengan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan untuk melakukan serangkaian proses manajemen resiko sebagai bentuk mitigasi keamanan informasi,” terang Direktur Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM dalam FGD pendirian prodi ini (1/7). Mahasiswa juga dibekali dengan keahlian memeriksa secara mendalam barang buktu elekronik dan digital yang berasal dari sistem jaringan dalam rangka mendapatkan data investigasi untuk dianalisa secara komprehensif. Praktik ini dilakukan sebagai bukti digital yang dapat digunakan untuk memecahkan kasus cybercrime. “Prodi ini juga akan bekerjasama dengan perusahaan network security baik dalam maupun luar negeri untuk melibatkan mahasiswa secara langsung di dunia kerja,” sambung Tulus. Kompetensi yang ditawarkan di antaranya mampu mengindentifikasi, menganalisa dan mengevaluasi berbagai penerapan aplikasi keamanan siber dan digital forensik terhadap ancaman yang teridenfikasi dan tidak teridentifikasi. “Selain itu, mahasiswa juga mampu menyusun security requirement untuk melindungi proses bisnis di dalam suatu organisasi yang ditangani secara memadai di dalam seluruh aspek dari enterprise architecture,” kata Tulus dalam diskusi yang dihadiri Wakil Rektor I dan IV UMM. Turut hadir Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) Ananto Kusuma Seta, Ph.D. yang menerangkan bahwa mahasiswa lulusan Prodi ini saat ini tengah banyak dibutuhkan oleh dunia industri swasta maupun di pemerintahan. “Beberapa prospek Prodi ini yakni Cyber Risk Specialist, Arsitek Keamanan Siber, Cyber Incident Investigation, Cybersecurity Governance Officer, Penetration Tester, dan lainnya,” ujar Ananto. Pembicara FGD yang juga hadir lainnya, yakni dari Asosiasi IHP (Indonesia Honeynet Project): Dr. Charles Lim, B.Sc., M.Sc; Ditjen DIKSI (Vokasi dan Profesi) Kemendikbud: Sawitri; DUDI, (Pre-Sales Manager HPE Aruba Indonesia): Denny; Deputi 4 Bidang Pemantauan dan Pengendalian BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) : Mayjen TNI (Mar) Dr. Suharyanto, S.E., M.M. (can)
Menilik Perjalanan Alumni UMM Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam

Menjadi anggota DPRD Jawa Timur termuda di usia 28 tahun pada 2009 lalu, menjadi langkah awalnya terjun ke dunia politik. Atas restu keluarga, Baddrut Tamam, alumni Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini bertekad menjadi lebih bermanfaat untuk orang banyak. “Pada 2009 saya terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi termuda. Waktu itu masih berusia 28 tahun. Ini medan pengabdian saya untuk mencatat perubahan, memberikan yang terbaik, memperjuangkan rakyat,” ujarnya. Berguna bagi orang lain memang telah lama menjadi fokus hidupnya. Bahkan hal ini pula yang menjadi alasan putera dari Alm. KH. Jazuli Maliji memilih Fakultas Psikologi saat kuliah. “Saya tertarik dengan Psikologi karena ini berbicara orang dengan chemistry yang ada di dalamnya, karena manusia itu penuh dengan misteri. Dan belajar tentang manusia itu perlu kesabaran dan ketekunan yang luar biasa. Tujuan berikutnya untuk bisa memiliki teman dan saudara yang sebanyak-banyaknya,” katanya. Tidak asal pilih, angkatan 1998 ini mengaku, ada beberapa pertimbangan mengapa pilihannya jatuh pada UMM. ”Saya melihat UMM karena pertama akreditasinya. Yang kedua beberapa dosen yang saya lihat di brosur. Gedungnya juga asyik. Dari tiga pertimbangan itu saya memilih Fakultas Psikologi UMM. Dan hingga saat ini pelajaran psikologi kepribadian paling berkesan untuk saya,” kenangnya. Sejak kuliah, buku, diskusi, dan organisasi menjadi teman terbaik Baddrut. Bahkan, lantaran suka membaca, hampir seluruh uang jajan kiriman dari orang tua, dihabiskannya untuk membeli buku. Sementara itu, biaya hidup sehari-hari ia dapatkan dari berjualan kerupuk. “Kiriman uang dari orang tua, hampir semua saya belikan buku. Untuk kebutuhan makan saya jualan kerupuk. Kulak-an kerupuk dari Madura terus dikemas, dijual ke beberapa pasar di Malang. Sistemnya titip, berapa lakunya baru dibayar. Lalu berikutnya saya jual kerupuk yang sudah digoreng. Hasilnya lebih dari cukup,” kenangnya. Baddrut remaja juga suka menulis. Karya opininya kerap dimuat media cetak. Nikmat hasil menulis ini juga ikut dirasakan teman-temannya. “Kalau menulis opini ke media, dapat dari kampus 50.000. Makan waktu itu masih 2.500. Sehingga kalau nulis dapat 50.000, bisa traktir 4 orang teman hingga 5 kali makan. Mereka senang sekali,” katanya. Selain suka menulis, pria kelahiran Pamekasan 2 Desember 1978 ini juga aktif dalam kajian Islam dan psikologi Phenomenon, Senat Mahasiswa Fakultas, serta organisasi ekstra kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Terus memenuhi keseharian dengan berbagai kegiatan positif hingga lulus kuliah, karir Baddrut di organisasi juga terus menanjak. Pada 2008, ia dipercaya sebagai Ketua PMII Jawa Timur yang mencakup 3 provinsi, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Sembari itu, ia kerap diajak menjadi konsultan politik. Turut serta mendampingi beberapa pejabat, menyusun pemikiran-pemikiran untuk pemerintah provinsi dan kabupaten. Sepak terjangnya semakin diperhitungkan. Ia lalu diminta mencalonkan diri ke DPRD Jawa Timur dan pada 2009 terpilih menjadi anggota DPRD Jatim 2009-2014, berlanjut pada periode 2014-2019. Keinginannya untuk membawa masyarakat menjadi lebih baik, menggerakkan hatinya untuk selalu berkontribusi bagi rakyat. “2014 saya terpilih kembali menjadi anggota DPRD Provinsi. Baru setelah itu 2018 oleh mayoritas masyarakat dipilih menjadi bupati di Kabupaten Pamekasan,” kata Baddrut. Tidak main-main, sebelum 100 hari masa kerjanya, Baddrut menerima penghargaan dari MURI karena mampu membuat Mall Pelayanan Publik tercepat di Indonesia. “Ini bagian dari ikhtiar untuk memberikan service excellent dan cepat kepada masyarakat,” katanya. Kedepannya Baddrut bercita-cita, kelak ia ingin menjadi Presiden, mengulang sejarah kejayaan Aria Wiraraja, pendiri Kerajaan Majapahit yang juga berasal dari pulau garam. “Aria Wiraraja itu orang Madura yang tidak hanya menyatukan Indonesia, namun juga Nusantara,” pungkasnya. (sil/can)
Frasa Tidak Sengaja Kasus Novel Baswedan

MASYARAKAT Indonesia sedang ramai membicarakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap terdakwa kasus penyiraman air keras ke Novel Baswedan. Menurut JPU, penyerang tidak sengaja menyiram air keras ke mata Novel. Frasa “tidak sengaja” kemudian menjadi trending di media sosial. Menyikapi isu ini, Pakar Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Tongat, SH., MHum. menyampaikan, bahwa unsur tidak sengaja dalam kontruksi suatu tindak pidana termasuk dalam tindak pidana penganiayaan terhadap Novel Baswedan harus dilihat secara cermat. Mengingat, unsur ketidaksengajaan (tidak sengaja) sebagai bagian dari kesalahan akan sangat menentukan berat ringannya pidana kepada seorang pelaku tindak pidana. “Sebagai bagian dari kesalahan, unsur tidak sengaja dalam hukum pidana perlu melihat secara obyektif. Mengingat, dalam konteks hukum pidana sekarang dianut konsep kesalahan secara normatif. Karena itu untuk menentukan apakah seseorang bisa dianggap lalai atau tidak sengaja melakukan suatu tindak pidana, harus dilihat bagaimana penilaian secara obyektif terhadap hubungan batin antara pelaku dengan perbuatannya. Penilaian secara obyektif tersebut maksudnya adalah penilaian dari luar diri si pelaku. Tidak sekedar dilihat hubungan batin antara pelaku dan perbuatannya. Intinya, ada tidaknya ketidaksengajaan itu tidak didasarkan pada pengakuan sunyektif pelaku. Sebab, orang punya kecenderungan berbohong. Sehingga akan sulit, jika pembuktian atas kesalahan itu ditumpukan pada pengakuan subyektif pelaku. Dalam konteks kasus Novel ini silakan diuji, apakah mungkin orang yg bersengaja datang ke suatu tempat naik sepeda motor dengan rencana matang untuk menyiramkan air keras pada seseorang, lantas perbuatannya itu dianggap “tidak sengaja menyiram korban,” ujar Dr. Tongat dalam acara Alumni Bicara yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Diponogoro (Undip) baru-baru ini (26/6). Tongat lantas memberikan analisis secara hukum, mengapa penyerang Novel dituntut rendah. Tongat yang merupakan Dekan Fakultas Hukum UMM ini memantik pendiskusian dengan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut: Sejak kapan “mata” menjadi objek tersendiri dalam penganiayaan? Benarkah unsur “tidak sengaja” dapat melekat pada unsur perbuatan dalam konteks tindak pidana penganiayaan? Dan, rumus mana yang digunakan sehingga muncul tuntuan 1 (satu) tahun? Untuk memberikan jawaban atas pertanyaan itu, Tongat lantas menguraikan tentang bagaimana konstruksi hukum tentang tindak pidana penganiayaan untuk menunjukkan apa sebenarnya yang menjadi obyek tindak pidana penganiayaan dan menunjukkan, bahwa dalam konteks tindak pidana penganiayaan yang didakwakan kepada penyerang Novel, tidak satupun yang memuat unsur ketidaksengajaan pada aspek perbuatannya. “Konstruksi hukum penganiayaan, dijelaskan yakni suatu perbuatan yang dilakukan dengan sengaja untuk menimbulkan rasa sakit atau luka pada tubuh orang lain, akibat mana semata-mata merupakan satu-satunya tujuan si pelaku”. Inilah sesungguhnya yang dimaksud dengan tindak pidana penganiayaan yang dimaksud dalam Pasal 351-358 KUHP, termasuk yang didakwakan kepada pelaku penyerang Novel. Jadi dalam berbagai tindak pidana penganiayaan itu, tidak ada yang unsur perbuatannya dilakukan tanpa sengaja. Unsur ketidaksengajaan dalam pasal-pasal tersebut hanya mungkin melekat pada aspek akibat, bukan pada aspek perbuata,” demikian disampaikan Tongat dalam diskusi online yang diadakan via Zoom. Lebih dalam, Tongat menyatakan, bahwa objek tindak pidana penganiayaan adalah tubuh. Selanjutnya, dijelaskan, bahwa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) tubuh merupakan keseluruhan jasad manusia dari ujung kaki sampai ujung rambut. Sementara mata, merupakan bagian dari tubuh itu sendiri. “Dalam tindak pidana penganiayaan, mata bukan objek tersendiri yang terpisah dari tubuh,” tegasnya. Ia kembali mengajukan pertanyaan kepada hadirin, benarkah unsur ketidaksengajaan dapat melekat pada konteks tindak pidana penganiayaan? Terkait tuntutan satu tahun penjara kepada pelaku, Tongat mempertanyakan rumus yang digunakan oleh JPU. Pertanyaan itu berangkat dari beberapa logika sebagai berikt. Pertama, semua pasal yang didakwakan kepada pelaku adalah delik dolus. “Argumentasi yang menyatakan “terdakwa tidak sengaja” menyiram air keras ke mata (tidak sengaja melukai mata), hanya mungkin ada jika perbuatan dalam penganiayaan berunsur kealpaan,” demikian disebut Tongat. Kedua, dalam yurisprudensi juga sudah demikian terang, sambung Tongat, penyiraman air keras itu kualifikasinya adalah penganiayaan berat. Ia lantas berkaca pada sejumlah kasus penyiraman air keras. Misalnya kasus Lamaji yang dituntut 15 tahun penjara karena menyiram air keras ke pemandu karaoke dan beberapa yurisprudensi sejenis. Ia berkesimpulan, penegak hukum telah mereduksi konstruksi tindak pidana penganiayaan, sehingga melahirkan penafsiran yang tidak tepat dan tidak valid. Dalam tindak pidana penganiayaan yang diatur dalam Pasal 351-358 KUHP, termasuk pasal yang didakwakan kepada terdakwa penyerang Novel, tidak ada aspek “perbuatan” yang berunsur kealpaan. Unsur kealpaan dalam tindak pidana tersebut hanya mungkin melekat pada unsur “akibat”. Jika JPU tetap pada argumentasinya, bahwa Terdakwa TIDAK SENGAJA menyiram air keras ke mata Novel Baswedan, maka Terdakwa harus dibebaskan atas dakwaan Pasal 353 (2) KUHP. (can)
Lulus Skripsi di Semester 6 Berkat Studi Ekskursi di Bangkok

MESKI dalam situasi pandemi Covid-19, Program Studi Pendidikan Guru Sekoah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tetap menggelar ujian skripsi, Senin (15/6). Menariknya, ujian skripsi ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir seperti pada umumnya, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa yang baru berada di semester 6. Adalah Senja Richmasari, mahasiswa istimewa yang berhasil merampungkan skripsi berjudul “Pengembangan Media Interaktif The Math CAPPYFAM (Cartoon Happy Family) dengan Menggunakan Aplikasi Adobe Flash pada Materi Keliling dan Luas Bangun Datar Kelas 4 Sekolah Dasar” pada semester 6 berkat kegiatan Studi Ekskursi Luar Negeri (SE LN) di Bangkok, Thailand. Pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2019, Senja mengikuti SE LN di Bangkok. Pelaksanaan SE LN pada tanggal yang sudah ditentukan ini merupakan rangkaian dari proses seleksi tingkat Prodi PGSD UMM. Setiap mahasiswa yang akan mengikuti SE LN akan mendapat pembimbing skripsi terlebih dahulu. Sehingga pada saat pelaksanaan di Bangkok, mahasiswa sekaligus mengambil data penelitian skripsi di Sekolah Indonesia Bangkok. “Setelah menyelesaikan kegiatan tersebut, saya menyusun laporan SE LN yang juga merupakan hasil penelitian dari skripsi saya. Oleh karenanya, tahapan akhir SE LN yang mengantarkan terselesaikannya skripsi saya di semester 6 ini,” terang mahasiswa asal Sidoarjo ini. SE LN merupakan bagian dari program inovatif SAL-Experience (Student Active Learning Experience) yang dikembangkan Prodi PGSD UMM. Program ini dibuat dalam rangka mewujudkan belajar yang inovatif, kreatif, bermakna, dan menyenangkan bagi para mahasiswa di setiap mata kuliah. Selain itu, program SAL-experience ini juga untuk mewujudkan program universitas yaitu KTW (Kelulusan Tepat Waktu). “Universitas memiliki program Kelulusan Tepat Waktu (KTW). Program ini kemudian diterjemahkan ke dalam program SAL-Experince ini yang berfokus pada optimalisasi proses dan output perkuliahan. Dengan kata lain, Program KTW ini diinisiasi dengan adanya kebiasaan budaya ilmiah di kalangan mahasiswa pada saat perkuliahan,” ungkap Kaprodi PGSD UMM, Dyah Worowirastri, S.Pd.,M.Pd. Banyak manfaat yang diperoleh Senja dari program SE LN. Seperti sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Senja tidak hanya menyelesaikan program SE LN, tetapi juga mendapatkan pengalaman internasional dan menjadi lulusan pertama pada angkatan 2017. “Program SE-LN, memberikan berbagai pengalaman di kancah internasional. Saya mendapat kesempatan untuk mengajar, meneliti di sekolah Indonesia Bangkok merupakan pengalaman yang berharga dalam hidup saya. Bimbingan skripsi dan Ujian Skripsi bisa diselesaikan dalam sekali kegiatan. Hingga mengantarkan saya untuk menjadi mahasiswa pertama angkatan 2017 yang sudah Ujian Skripsi. Kali ini saya tinggal menyelesaikan dua mata kuliah lagi di semester 7 untuk bisa lulus sarjana,” tutur mahasiswa yang meraih IPK 3,93 ini. Dalam beberapa bulan ke depan, tak kurang dari 35 mahasiswa siap menyusul Senja untuk lulus lebih cepat berkat SAL-Experince dengan produk yang beragam seperti publikasi ilmiah, buku ber-ISBN, HKI, dan konten Youtube. Ini menjadi bukti nyata inovasi-inovasi Prodi PGSD UM mampu mendorong mahasiswa untuk terus berkarya dan mempercepat masa studinya. (fid/can)
Tawarkan Geodiplomasi sebagai Internasionalisasi Bahasa

LEMBAGA Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tawarkan manajeman kelembagaan dan geodiplomasi dalam perwujudan internasionalisasi bahasa. Hal tersebut diulas dalam seminar Daring yang diselenggarakan UPT BIPA UMM pada Jumat (26/6) dengan tajuk “Penguatan Diplomasi Bahasa dan Kebudayaan melalui Pemberdayaan Pengelolaan Kelembagan BIPA”. Dalam seminar tersebut turut hadir sebagai pemateri Philippe Grange, Atase Kerjasama Linguistik Institut Francais Indonesia. Philippe menyampaikan bahwa citra Indonesia di Prancis tidak semua bagus. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai kesaksian orang Prancis yang masih beranggapan bahwa Indonesia itu mencekam dan masih tertinggal. Citra tersebut hadir ditengarai beberapa karya yang ditulis dan beredar di Eropa Barat menunjukkan bahwa Indonesia masih tertinggal, seperti cerita perjalanan yang ditulis dalam buku Autour Du Monde yang menceritakan bahwa di Jawa buaya dapat memakan perahu serta negara yang banyak memiliki binatang buas. Oleh sebab itu, Philipe juga mengajak masyarakat Indonesia untuk memikirkan strategi jitu untuk mencitrakan ekostisme dan keindahan Indonesia dimata dunia. Bahkan Phillipe mengilustrasikan kenapa K-Pop dapat membius dunia. “Apakah kita, Indonesia, tidak bisa membuat sesuatu yang bagus seperti I-Pop misalnya,” ungkapnya. Uraian tersebut terlontar secara emosianal dengan kata “Kita” karena Philipe merasa dirinya sebagai orang Indonesia dan mencintai Indonesia. Sampai saat ini tidak banyak warga negara Prancis yang mengenal Indonesia. Bahkan mereka lebih mengenal Bali dibandingkan Indonesia. Hal itu juga menjadi bukti nyata bahwa pemerintah Indonesia melalui berbagai kementerian dan lembaga BIPA mengupayakan strategi jitu untuk dapat meningkatkan citra Indonesia di mata dunia. Tidak hanya itu dalam seminar tersebut juga dibahas bagaimana bentuk diplomasi yang efektif untuk meningkatkan minat pemelajar asing untuk belajar bahasa Indonesia. Dalam hal ini Nurul Sofia sebagai kasubid Ekonomi Internasional Kementerian Luar Negeri juga membeberkan bebarapa langkah diplomasi budaya yang pernah dilakukan ketika menjadi Pensosbud di KBRI Sofia Bulgaria. Kegiatan diplomasi budaya dapat dijadikan langkah produktif dalam diplomasi, dikarenakan lebih cair serta memiliki peluang untuk membuka kerjasama di bidang lainnya. Mengadakan kegiatan seperti pameran busana, pertunjukan budaya serta pemberian beasiswa memiliki dampak yang luar biasa terhadap citra Indonesia di mata dunia. Mengakomodir hal tersebut Kepala Divisi Internasionalisasi Program Faizin membebrkan fakta bahwa sudah selayaknya lembaga BIPA memiliki manajemen ke-BIPA-an untuk mengukur serta mengevaluasi berbagai kegiatan yang dilakukan. Selama ini, BIPA lebih cenderung membahas spesifikasi terhadap proses pembelajaran sedangkan dalam pelaksanaan proses tersebut sangat dibutuhkan manajemen sebagai alokasi ukuran keberhasilan serta mengembangkan BIPA itu sendiri. Dalam hal ini Faizin menawarkan lima hal yang harus dilakukan dalam pelaksanaan proses ke-BIPA-an meliputi perancangan, struktur serta pembagian tugas, komunikasi, pengawasan, dan pemecahan masalah. Dalam hal komunikasi, Faizin juga membeberkan perlunya penentuan strategi yang harus digunakan untuk sarana komunikasi atau promosi terhadap pihak luar. “Kita perlu memilih strategi dalam hal ini apakah kita akan menggunakan geodiplomasi atau geostrategi dalam rangka mencapai citra positif Indonesia” ujar Faizin. Geo sebagai wujud takaran bahwa ada sesuatu yang dilihat yakni dari aspek geografi untuk mengukur serta melihat iklim sosial negara tersebut. Dengan demikian diplomasi yang kita lakukan memiliki ukuran serta kejelasan capaian yang valid karena direkayasa dengan strategi yang baik pula. (fai/can)
Sinergi UMM-Pertamina Bikin 32 UMKM Peternak di Malang Naik Kelas

PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) V Jatimbalinus menyalurkan bantuan modal usaha Program Kemitraan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mendukung UMKM naik kelas. Bantuan modal yang disalurkan adalah sebesar Rp 850 juta kepada 32 mitra UMKM di wilayah Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Program Kemitraan ditujukan untuk meningkatkan kemampuan usaha kecil agar menjadi tangguh dan mandiri sekaligus memberikan multiplier effect bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi Pertamina. Program ini memberikan pinjaman modal kepada UMKM, dengan menawarkan jasa administrasi yang rendah, yaitu 3% saldo menurun setiap tahun dan maksimal pinjaman selama tiga tahun sejak awal tahun peminjaman. “Pertamina bermitra dengan Universitas Muhammadiyah Malang melalui Program Studi Ekonomi Pembangunan untuk menyeleksi pelaku UMKM yang bergerak di bidang peternakan yang memiliki potensi untuk dikembangkan dengan menjadi mitra binaan Pertamina,” ungkap Unit Manager Communication Relation & CSR Pertamina MOR V, Rustam Aji, Senin (22/6). Peranan lembaga akademi yang dalam hal ini adalah prodi ekonomi pembangunan UMM untuk menjalankan program pendampingan usaha secara intensif dan melekat, mulai dari penyiapan rencana usaha, pemanfaatan modal untuk lahan dan bibit ternak, hingga pengelolaan dan pembuatan laporan keuangan. Pendampingan menyeluruh terkait manajemen bisnis usaha ternak yang terintegrasi hulu dan hilir “Kami berharap, selain dapat meningkatkan pendapatan peternak yang menjadi mitra binaan Pertamina, Program Kemitraan ini juga mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada pendanaan dari lembaga non perbankan seperti rentenir,” tambah Rustam. Hendra Kusuma, Ketua Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM menyampaikan bahwa kondisi pandemi tidak boleh menjadikan para peternak untuk berhenti dan menyerah. “UMM bersama Pertamina berupaya membuat peternak mitra binaan Pertamina menjadi tahan krisis, dan menjadi UMKM yang unggul, hal ini yang menjadi target kami dengan penyuluhan oleh praktisi dari UMM agar para peternak dapat mengimplementasikan inovasi-inovasi baru dalam bidang peternakan,” ujar Hendra. Hendra menjelaskan, konsep yg dibangun di Ampelgading adalah penggemukan kambing domba dengan konsep komunal dan terintegrasi dengan sistem pemasaran. Selain pendampingan, pihak UMM juga memfasilitasi pemasarannya dengan menghubungan peternak ke pengusaha karkas (daging siap jual). Peran bidang industri UMKM sangat membantu dalam hal penciptaan lapangan kerja baru dan bergeraknya ekonomi daerah. Sebelumnya, di wilayah Jawa Timur sendiri, Pertamina telah menyalurkan dana sebesar Rp 29 Miliar dari Tahun 2018 hingga Mei 2020. Adapun dana tersebut disalurkan kepada lebih dari 400 mitra binaan yang terdaftar di Pertamina MOR V dalam tiga tahun terakhir. Menambahkan, Setyo Wahyu Sulistyono selaku tim pendampingan yang merupakan dosen Prodi Ekonomi Pembangunan UMM, bentuk integrasi manajemen bisnis ini merupakan penguatan ekonomi sektor primer dari hulu dan hilir. Sehingga produk pertanian mampu memiliki daya saing hingga tingkat nasional yang disediakan oleh regional. “Dengan semangat local wisdom in global thinking, daya saing daerah menjadi hal yang diperhitungkan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujar Setyo. (*can)
RSU UMM Bagikan Faceshield untuk Pedagang Pasar

TIM Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat Satgas Covid-19 Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan aksi pembagian face shield kepada para pedagang di pasar sekitar RSU UMM, Sabtu (27/6). Aksi yang dipimpin oleh Ketua Tim Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat, dr. Viva Maiga Mahliafa Noor, MMRS, ini membagikan sebanyak 250 buah face shield di tiga pasar, yaitu Pasar Dinoyo, Pasar Landungsari, dan Pasar Karangploso. “Jelang era New Normal ini, dikhawatirkan masyarakat akan beraktivitas seperti sebelum adanya pandemi Covid-19. Maka dari itu, tim kami melakukan edukasi kepada masyarakat agar dalam kegiatan sehari-harinya masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan salah satunya menggunakan face shield juga,” ungkap dr. Viva ketika ditanya mengenai tujuan dari pemberian face shield untuk pedagang pasar. Face shield sendiri bertujuan untuk melindungi baik pedagang maupun pembeli yang ada di pasar dari droplet atau percikan air ludah, ketika bertransaksi jual-beli. Aksi bagi-bagi face shield kepada pedagang ini merupakan aksi pertama yang dilakukan oleh Tim Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat Satgas Covid-19 RSU UMM dalam rangka pemberdayaan masyarakat dengan edukasi agar masyarakat tetap sehat dan mengikuti protokol kesehatan pemerintah jelang era new normal. Menurut dr. Viva sebagian besar pengunjung dari RSU UMM merupakan masyarakat dari ketiga pasar dari daerah tersebut. Dipilihnya ketiga pasar tersebut, karena dinilai beresiko terjadinya penularan. Terlebih belum banyaknya masyarakat yang sadar. Serta, harapan ke depannya, Tim Komunikasi Risiko dan Pemberdayaan Masyarakat Satgas Covid-19 RSU UMM akan tetap melakukan kegiatan edukasi rutin untuk masyarakat dengan menggunakan media lainnya. Di Pasar Dinoyo sendiri, aksi bagi-bagi faceshield merupakan yang pertama kali dilakukan. Aksi ini pun disambut positif. “Ini merupakan yang pertama kali di sini. Sebelumnya itu hanya sosialisasi saja melalui pengeras suara (paging) yang ada di kantor, dan pernah ada yang melakukan bagi-bagi masker saja. Semoga bisa ada kegiatan seperti ini lagi, karena lebih efektif ketika menggunakan face shield juga sebenarnya, ya,” ungkap Purnomo selaku Kepala Pasar Terpadu Dinoyo. (*can)
UMM Segera Buka Vokasi Retail dan Bisnis Online

Era revolusi industri seperti saat ini sangat mempengaruhi ketenagakerjaan karena memberikan tantangan baru yang harus diantisipasi oleh banyak pihak. Didukung dengan industri e-commerce Indonesia dalam 10 tahun terakhir meningkat hingga 17%,selain itu juga dengan diikuti pertumbuhan e-commerce yang sangat pesat. Untuk menjawab hal itu Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM segera membuka program studi baru, yaitu Diploma 4 Retaildan Bisnis Onlineyang akan difokuskan pada pada usaha digital. “Kurikulum Prodi Retail dan Bisnis Online ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri yang meliputi pengetahuan,keterampilan untuk membangun karier di industri retail dan bisnis digital,” demikian disampaikan Dr. Tulus Winarsunu, M.Si., Direktur Direktorat Pendidikan Vokasi dan Pelatihan UMM dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) secara daring pada Jumat,(26/6). Prodi Online Bisnis dan Retail ini dirancang untuk menyiapkan lulusan untuk mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen umumnya dan mampu mengembangkan teknik pemasaran digital khususnya,sambung Tulus. Hadir dalam FGD tersebut, Rektor UMMDr.Fauzan.M.Pd, Staf Ahli Bidang Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Ananto Kusuma Seta, Ph.D. Hadir pula sejumlah perwakilan stakeholder yang telah bekerjama dalam pendirian Prodi ini, yaitu dari AVP Public Policy & Government Relations Bukalapak Bima Laga,Rofi Uddarojat dari Asosiasi E-commerce Indonesia,serta Roy N.Mandey Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia.(nov/can)
Luncurkan Website Crowdfunding untuk Masyarakat Kalimantan Utara

BERBAGAI upaya solidaritas dilakukan oleh berbagai kalanganuntuk menggalang dana dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Covid-19. Dampak dari Covid-19 ini sendiri memicu timbulnya rasa kemanusiaan, bukan hanya dari kalangan ‘berada’ saja, melainkan dari kalangan mahasiswa juga. Salah satunya mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Iswansyah, yang memprakarsai suatu crowdfunding sosial yang dinamai “Kaltara Bersama”. “Kaltara Bersama adalah sebuah crowdfunding sosial yang menggalang dan mengelola hasil penggalangan dana untuk disalurkan menjadi box makanan atau bahan pokok dengan gizi sempurna bagi mereka yang ikut terdampak dari Covid-19 dan masih perlu bantuan dari banyak orang,” ujar Iswansyah, selaku ketua koordinator tim, dihubungi Jumat (26/6). Iswansyah berserta kawan satu timnya tengah mengikuti program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) UMM. Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil ini menambahkan bahwa gotong royong membuat beban menjadi ringan.Oleh karena itu, ide tersebut muncul agar beban masyarakat yang terdampak akibat Covid-19 dapat terkurangi. Dalam proses pembuatannya, terang mahasiswa asal kota Tanjung Selor ini, dibantu oleh teman-temannya yang berasal dari berbagai daerah. Mereka yakni Selvy Athia Zainun Faqiha, Mufid Zukhruf Bahtiar, Chechyl M.p.m., serta Asyifah Aulia Putri Ramadhina. Selain karena prihatin dengan dampak Covid-19, Kaltara Bersama tercipta sesuai dengan tujuan Program PMM UMM yaitu memberi manfaat kepada masyarakat. Tujuan inidipertegas oleh Drs. Moh. Jufri, ST., MT., selaku dosen pembimbing. “UMM sangat mendukung kreativitas dan inovasi yang dimiliki oleh mahasiswa yang memberi manfaat kepada masyarakat. Namun segala aksi nyata ini harus tetap menjaga nama baik kampus,” kata Jufri yang merupakan dosen Teknik Mesin ini. Hadirnya Kaltara Bersama akan mempermudah masyarakat yang ingin berbagi. Para donatur bisa langsung masuk ke website KaltaraBersama.com. Akan muncul beberapa kolom yang harus diisi seperti nama, jumlah donasi, nomor telepon atau email yang berfungsi untuk mendapatkan resi konfirmasi pembayaran donasi. Jikatelah melakukan pembayaran, donatur tidak perlu mengkonfirmasi pembayaran dikarenakan akan langsung dicek otomatis melalui tiga digit terakhir nominal. Iswansyah dan timnya berkomitmen untuk mengedepankan kehati-hatian dalam pembuatan website ini. Utamanya dengan mengedepankan prinsip transparansi keuangan. “Walaupun ada layanan konfirmasi otomatis, Kaltara Bersama tetap membuka layanan konfirmasi manual melalui kontak yang tersedia. Selain itu, setiap donasi yang masuk atau pengeluaran juga akan terupdate otomatis di website sehingga transparansi menjadi kunci dari crowdfunding sosial ini,” pungkasnya. Ada yang unik dari website Kaltara Bersama dibanding situs penggalangan dana pada umumnya. Selain menyalurkan hasil donasi beruppa sebuah box makanan atau bahan pokok dengan gizi sempurna, mereka juga akan menempelkan/ memberikan berita-berita positif yang informatif terkait penanganan Covid-19 di box untuk mengatasi dampak buruk psikologis dari Covid-19. Masyarakat juga bisa memberikan informasi terkait orang yang berhak mendapatkan bantuan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara selaku organisasi perangkat daerah (OPD) mengapresiasi lantas menyambut baik ide kreatif yang digagas oleh mahasiswa UMM ini. “Kami berharap dengan adanya upaya ini dapat memberikan banyak manfaat kepada masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak akibat pandemi Covid-19 ini,” ungkap A.M. Santiaji Pananrangi, kepala pelaksana BPBD Provinsi Kalimantan Utara mengapresasi. “Saya ucapkan terima kasih banyak kepada UMM sudah melaksanakan program PMM. Pandemi Covid-19 ini menantang kita semua untuk berinovasi bagaimana membangun,teknologi informasi tentang menangani bencana di daerah Kalimantan Utara,”ujar Santiaji. Ia lantas berpesan agar kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan bertanggung jawab. Santiaji di sela bertugasnya juga berharap agar kerjasama UMM dan BPBD ini dapat beralih ke kerjasama yang lebih lanjut.(*/can)