Drone Motodoro SRI UMM Bantu Semprot Desinfektan Cegah Covid-19

Upaya yang dilakukan untuk menekan laju penyebaran virus korona (Covid-19) sudah benar-benar tak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja, tapi semua elemen masyarakat wajib untuk melibatkan diri. Salah satunya adalah upaya yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan menurunkan perangkat canggih milik mereka berupa dua unit drone khusus yang berfungsi sebagai spraying dan monitoring khalayak. Drone yang biasa digunakan untuk penyemprotan hama di area persawahan ini diperbantukan untuk penyemprotan sejumlah kawasan yang disinyalir berpotensi sebagai titik penyebaran virus mematikan tersebut. Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd menyampaikan, aksi ini adalah kerja bersama dari beberapa elemen dan satgas Corona yang di bentuk oleh Bupati Malang dan Danrem 083/Bdj. UMM mempunyai fasilitas Drone yang bisa menyemprotkan disinfektan yang di tengarai dapat meminimalisasi lajunya virus Corona. Lebih lanjut Fauzan menyampaikan, apa yang di lakukan oleh UMM merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian kepada masyarakat. Sementara itu, disampaikan Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan UMM Dr. Ir. David Hermawan, M.P., IPM., pada Selasa (24/3) dan Rabu (25/3) drone Motodoro SRI senilai kisaran Rp 250 juta perunitnya ini diturunkan untuk melakukan spraying disinfektan di sejumah titik di Malang Raya. Aksi spraying dengan melibatkan drone multifungsi ini menurutnya sudah atas koordinasi dua pentolan orang penting di Malang, yakni Komandan Korem (Danrem) 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf. Zainuddin dan Bupati Drs. H.M. Sanusi, M.M. Titik yang dijadikan sasaran penyemprotan adalah di kawasan Kecamatan Dau yang ditemukan beberapa kasus warganya suspect Covid-19. Selanjutnya penyemprotan dilakukan di kawasan lapangan Rampal. Berlanjut Rabu-nya (24/3) untuk aksi serupa di Kota Malang. Ide menarik pemanfaatan drone untuk menyikapi merebaknya wabah virus korona di Malang ini berawal dari sharing dengan sejumlah dosen dan civitas academika UMM. Rektor UMM Dr. H. Fauzan, M.Pd pun memberi persetujuan aksi tersebut dan lekas berkoordinasi dengan Radar Malang untuk merencanakan teknis pelaksanaannya. Radar Malang melalui aksi sosial penggalangan dana Dompet Peduli Korona Malang Raya yang dimulai 21 Maret lalu ini berharap bisa ikut andil dalam menyelesaikan persoalan penyediaan cairan disinfektan yang kian langka di pasaran. Radar Malang bersama Forum Komunikasi Warga Tionghoa Malang Raya (FKWTMR) berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membiayai segala kegiatan yang terkait dengan upaya pemberantasan virus korona. Salah satu bentuknya adalah pembelian tablet disinfektan yang sudah dilakukan Minggu (22/3) lalu. Ada 5 kaleng yang setiap kaleng berisi 100 tablet disinfektan yang digunakan untuk penyemprotan melalui drone. Satu tabletnya bisa untuk membuat 10 liter disinfektan. Jadi, total ada ketersediaan disinfektan 5.000 liter dan cukup untuk menyemprot area seluas lebih kurang 15 ribu hektare. Untuk ketersediaan stok tablet disinfektan sudah dipesan 20 kaleng lagi yang sedianya Rabu ini sudah tiba di Malang. Cairan disinfektan dari Radar Malang dan FKWTMR inilah yang akan dimanfaatkan untuk penyemprotan menggunakan drone UMM. David memaparkan, sinergi pentahelix yang meliputi akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media dalam memerangi penyebaran virus korona menurutnya sangat ampuh. Seputar tentang kemampuan drone ini di antaranya mampu membawa lebih kurang 25 liter cairan disinfektan. “Butuh waktu 15 menitan untuk menyemprotkan cairan sebanyak itu,” katanya. Meski kapasitas maksimal mampu membawa 25 liter, tapi lebih aman diisi dengan 23 liter saja dan mampu menyemprotkan area seluas lebih kurang 70 hektare. (can/gan)
UMM Buka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Influencer

Menjadi Influencer atau kreator konten kini menjadi profesi baru yang digandrungi para generasi Milenial. Meski masih menjadi perdebatan apakah Influencer adalah sebuah profesi, yang pasti mereka punya pengaruh yang kuat di masyarakat. Mereka, yang didominasi generasi Milenial, punya cara tersendiri mengekspresikan karya dan membuat perubahan secara nyata. Potensi inilah yang ditangkap Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang pada penerimaan mahasiswa barunya membuka jalur khusus Influencer. Bagi Youtubers dengan subscriber minimal 5.000 dan Selebgram dengan follower minimal 10.000 akan diseleksi tanpa tes masuk. Tentu prosesnya tak sembarangan, diseleksi lebih dulu lewat mekanisme uji keterampilan. Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menegaskan, influencer yang dimaksud di sini adalah influencer Youtuber, Selebgram, dan Selebtwit yang kreatif, edukatif, dan positif. “Tentu kami memperhatikan kontennya.,” tegasnya. Pendaftar, sambungnya, cukup menampilkan link akun YouTube dan Instagram resminya untuk diverifikasi panitia penerimaan mahasiswa baru. Pertimbangan lain UMM membuka jalur ini juga adalah untuk memberi apresiasi dan mengakomodasi generasi milenial yang kreatif di media sosial. Seperti yang diketahui, bentuk prestasi akademik dan khususnya non-akademik saat ini ada berbagai macam. “Saat ini ada banyak anak muda yang kreatif meng-create konten dan memberi virus positif kepada public,” kata Syamsul. Tetapi, Syamsul memahami, ada bermacam-macam konten di luar sana. Ada konten positif maupun negatif. Namun, tim PMB UMM punya kriterianya tersendiri untuk jalur ini. “Jadi, UMM tetap punya kriteria yang bagus. Nggak sembarang selebgram diterima, nggak sembarang Youtuber diterima. Tentu kami punya kriteria yang nanti akan diverifikasi oleh tim PMB itu,” tegasnya. Jalur influencer ini terbuka untuk semua jurusan di UMM, kecuali Fakultas Kedokteran dan Fikes (Fakultas Ilmu Kesehatan). Syamsul pun tidak menampik, di antara para influencer ada yang memiliki followers palsu. “UMM sangat hati-hati. Kami punya tim yang nanti bisa men-tracking tentang autentisitas kepengikutan mereka atau followers dan subscribe mereka,” ungkap Syamsul. Pendaftaran yang termasuk jalur prestasi non-akademik ini dibuka hingga 25 April 2020. UMM pun tidak membatasi jenis influencer. Jadi, bisa beauty vlogger, food vlogger, traveler, writer, dan lain-lain bisa ikut jalur ini. “Semua bidang. Intinya kreatif, positif, dan edukatif. Nah, anak-anak muda yang seperti itulah yang ingin diakomodasi UMM,” tandas Syamsul. (*/can)
Mahasiswa UMM Menangi National Karate Championship 2020

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali diharumkan oleh salah satu mahasiswanya yang berhasil menyabet medali perunggu dalam DIVIF 2 KOSTRAD Open III National Karate Championship 2020, (13-15/3). Acara tersebut merupakan kejuaran karate nasional yang diselenggarakan oleh Divif 2 Kostrad Singosari, Malang, setiap tahunnya. Rafid Rabbani, mahasiswa yang berhasil menyumbangkan medali tersebut merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi yang aktif mengikuti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Karate. Perjuangan Rafid untuk berada pada podium ketiga tersebut tidak bisa dianggap enteng. Mahasiswa kelahiran Cilacap 21 tahun silam ini mengungkapkan asam-pahitnya perjuangan dalam latihan. “Dulu sih aku mulai dari latihan di Dojo Amura Balangan. Latihan reguler 3 kali seminggu. Kalau persiapan kejuaraan ikut privat dengan pelatih luar daerah, biasanya latihan sampai 3 kali sehari. Untuk sekarang, kadang latihan di Dojo Inkado UMM di Aula Masjid, kadang juga di Student Center untuk latihan fisik dan teknik. Seringnya latihan mandiri misalnya skipping, joging, ya latihan fisik ringan,” ungkap Rafid. Jalan menuju kemenangan adalah jalan perjuangan, begitupun yang dirasakan oleh Rafid dalam persiapannya menuju pertandingan. Meskipun telah memulai latihan karate sejak berusia 13 tahun, ternyata banyak rintangan yang harus dihadapi selama masa pelatihannya tersebut. Menurutnya, tantangan terberat selama persiapan adalah konsistensi untuk latihan serta membagi waktu untuk tugas kuliah, latihan, serta organisasi. Setelah berhasil menyumbangkan prestasi untuk kampus tercinta, tidak serta-merta membuatnya berbangga diri. “Kemenangan yang saya raih merupakan sumbangsih dari banyak pihak. Dukungan terbesar tentu saja dari orang tua yang do’anya menjadi tiket juara yang paling manjur. Kemudian ada pelatih yang dari awal tanpa henti terus mendorong saya. Selain itu lingkungan pertemanan saya juga tidak luput dalam memberikan support. Sehingga semua itu mempengaruhi semangat saya,” jelasnya. “Pesan saya untuk teman-teman sekalian, tetap berikan dukungan untuk usaha yang dilakukan teman-temannya. Berikan kata penyemangat untuk memberinya dukungan moril. Terakhir, untuk teman-teman yang sedang mengerjakan sesuatu, berikan fokus 100% dengan apa yang dikerjakan saat ini,” tutup mahasiswa yang juga sedang aktif di organisasi daerah Kerukunan Mahasiswa Balangan Malang tersebut. (gan/can)
RSU UMM Buka Layanan Call Center Covid-19

Masyarakat Malang Raya dan sekitarnya sekarang tidak perlu panik dengan informasi perkembangan wabah Covid-19 di Jawa Timur. Rumah Sakit Umum (RSU) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memberikan kemudahan layanan bagi masyarakat umum untuk mengetahui perkembangan dan informasi mengenai Covid-19 yang ada di sekitarnya melalui Call Center Covid-19 RSU UMM. “Call Center Covid-19 RSU UMM merupakan garda terdepan dari rumah sakit untuk menanggapi keingintahuan masyarakat mengenai perkembangan kasus Covid-19, maupun untuk mengetahui kondisi dirinya,” kata dr. Thontowi Djauhari, M.Kes., Koordinator Tim Tanggap Covid-19 RSU UMM, Kamis (19/3). Call Center Covid-19 RSU UMM memiliki 2 saluran informasi, yaitu Call Center dan Pengiriman Pesan, baik melalui WA (WhatsApp) maupun melalui telepon seluler biasa. Masyarakat dapat memilih salah satu saluran yang telah disediakan. Masyarakat dapat mengakses layanan Call Center Covid-19 RSU UMM di tiga nomor, yaitu, 0821 3253 1661/1663/1664. Untuk layanan Call Center Covid-19 RSU UMM saat ini beroperasi dari hari Senin sampai Minggu pada jam layanan jam 09.00 pagi, hingga jam 21.00 malam. “Adapun masyarakat dapat bertanya mengenai informasi terkini mengenai penyebaran Covid-19, dan juga mengenai kondisi dirinya dengan menanyakan hal-hal yang termasuk gejala maupun faktor risiko,” ungkap dr. Thontowi. Pertanyaan yang dapat diajukan untuk melakukan screening secara on-line telepon maupun WA (WhatsApp), dapat seputar mengenai gejala yang dialami. Seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri kepala, demam lebih dari 38°, hingga berasal atau bepergian ke daerah yang terjangkit baik di Indonesia maupun di Luar Negeri. “Jadi, masyarakat tidak perlu panik dan khawatir! Dengan menghubungi layanan Call Center Covid-19 RSU UMM, kekhawatiran Anda akan terjawab,” ujar dr. Thontowi. Selain menyediakan Call Center, RSU UMM juga menyediakan deteksi dini Covid-19 online melalui alamat domain hospital.umm.ac.id/covid/. Deteksi dini online ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat umum. User (pengguna) tinggal menjawab beberapa pertanyaan dan hasil jawaban akan dianalisis secara online untuk menduga status termasuk dalam kategori: sehat/bebas Covid-19, ODP (Orang Dalam Pemantauan) atau PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Baru diluncurkan 2 hari, sejak 18 Maret 2020, deteksi dini Covid-19 online ini telah diakses lebih dari lima puluh ribu kali (update 19 Maret 2020). (can)
Alumnus UMM Jadi Komisaris Utama Perusahaan Fintech Syariah

Berawal dari keterlibatan dalam organisasi otonom Muhammadiyah, yaitu Ikatan Remaja Muhammadiyah Jawa timur (2003), Pemuda Muhammadiyah (2009), dan organisasi Muhammadiyah (2009-sekarang), mengantarkan almnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prodi Syariah, Dian Berkah, SHI., MHI., Dr. (cand), untuk terlibat dalam berbagai kegiatan akademik, bisnis, dan kemasyarakatan sosial-keagamaan. Karirnya diawali sebagai seorang pengajar di sekolah Muhammadiyah di Gresik (SMAM 1 Gresik, 2008, SMP M 12 GKB, 2010), Dosen di Universitas Muhammadiyah Surabaya pada Prodi Ahwal al Syakhsyiyah (2009). “Bekerja dan aktif berorganisasi pada Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Jawa Timur memberikan peluang kepada saya untuk terlibat dalam kegiatan MUI Jawa Timur pada tahun 2016,” kisah Dian. Dari sana Dian diutus dan terpilih sebagai Dewan Syariah Nasional-MUI Perwakilan Jawa Timur (2017). Pengalaman dalam mensertifikasi dan mengadakan diklat pengawas syariah mengantarkan Dian dipercaya untuk membina berbagai lembaga keungan mikro di Jawa Timur dan menjadi pengawas syariah pada BPRS DAM, Bangil Pasuruan (2018). “Dengan bertambahnya pengalaman serta perjumpaan dalam kegiatan keuangan syariah, saya dipercaya menjadi Founder dan Komisaris Utama untuk mendirikan lembaga keuangan syariah berbasis teknologi yang dikenal dengan platform Berkah Fintek Syariah (BFS) yang berkantor pusat di Surabaya, dengan terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan tanggal 30 Oktober 2019,” terang Dian. BFS memberikan akses keuangan melalui produk-produk syariah berbasis digital untuk membuka keuangan syariah seluas-luasnya untuk membantu kebutuhan Ummat (Baik Komsumtif maupun produktif) sesuai dengan prinsip syariah. Lebih lanjut dapat dibuka melalui web www.finteksyariah.co.id dan apps “finteksyariah”. Dari beasiswa program pendidikan ulama tarjih (PPUT), yang diselenggarakan oleh UMM, saya bisa menempuh kuliah sarjana S1. Dengan bermodal sebagai alumnus sekolah Muhammadiyah di Bekasi, Alhamdulillah saya dapat bersaing dan lolos seleksi dari sekian banyak peserta yang alumnus dari pondok pesantren terkenal di Indonesia. Jika tidak ada beasiswa ini, boleh jadi saya tidak merasakan pendidikan tingkat sarjana. Para dosen yang aktif mengajarkan saya untuk menulis dan aktif berorganisasi baik di internal kampus dan di luar kampus. Hingga akhirnya saya menerbitkan 4 buku dengan judul “Guruku Inspirasiku”, “Sukses Berpuasa”, “Menggapai kesuksesan Hidup”, dan “Mewujudkan Impian Masyarakat Berkemajuan”. Serta menulis artikel ilmiah pada jurnal nasional dan internasional. “Pendampingan dosen yang Dian rasakan hingga sekarang, yang terus berkomunikasi kepada alumnus jurusan syariah, yakni Ibu Idaul Hasanah,” ungkap Dian. Ditambah dengan keterlibatan Dian untuk aktif menjadi pendamping P2KK yang diadakan oleh UMM, sangat mengasah keterampilan saya untuk terus tampil dan berani dalam berbagai kegiatan baik akademik, sosial keagamaan, dan bisnis seperti yang sedang saya lakukan sebagai jalan dakwah serta pengabdian sebagai alumnus program ulama tarjih UMM angkatan pertama tahun 2003. Pendampingan sosok Ulama Muhammadiyah Malang yaitu KH. Abdullah Hasyim sebagai pembimbing Dian pada program pendidikan ulama Tarjih, program beasiswa, pemikiran keagamaan KH. Abdullah yang terus mengembangkan daya pikirnya dalam membuat konsep hidup dalam dakwah dan berbisnis yang selalu berlandaskan pada al Quran dan al Hadist. “Tanpa terlupakan juga ketegasan dari Prof. Muhadjir (mantan Rektor UMM yang kini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia) yang membangkitkan kami untuk terus keluar dari zona nyaman. Terima kasih kepada seluruh civitas akademika baik Fakultas dan Universitas. Insya Allah semua akan menjadi amal shaleh buat bapak dan ibu semuanya,” tandas Dian. (sil/can)
UMM Bikin Hand Sanitizer, Cegah Persebaran Wabah Covid-19

Langkah pencegahan (preventif) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap persebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19) ditunjukkan dengan memproduksi cairan pembersih tangan atau hand sanitizer secara masal. Hal ini dilakukan, mengingat ketersediaannya mulai langka di pasaran. “Awal mulanya ini kegiatan pengabdian dari Prodi Farmasi dan Apoteker untuk warga FIKES. Kemudian, ternyata dari pimpinan ada masukan untuk memperluas cakupan ke seluruh area kampus sebagai tindak lanjut edaran rektor UMM,” kata Raditya Weka Nugraheni, selaku penanggungjawab. Ditargetkan minggu ini hand sanitizer buatan UMM akan dipasang di seluruh lorong kampus dan disebar di berbagai area. Sesuai dengan hasil telusur di jurnal internasional, bahwa komposisi yang efektif untuk virus corona adalah alkohol 70% dan ditambahkan dengan moisturizer agar kulit tidak kering. Untuk teknis produksinya, UMM melibatkan mahasiswa yang tengah menempuh tugas akhir dan asisten Laboratorium Teknologi Farmasi. “Melalui pelibatan mahasiswa, diharapkan mereka bisa belajar secara langsung mengenai proses pembuatan produk hand sanitizer,” ungkap Raditya. Sebelumnya, Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd membuat surat edaran perihal Kewaspadaan dan Pencegahan wabah Covid-19 serta Pengelolaan Perkuliahan di UMM, yang salah satunya menghimbau kepada seluruh civitas akademika UMM untuk menciptakan perilaku hidup sehat dan terhindar dari penyakit. Selanjutnya dalam surat edaran yang terbit 15 Maret kemarin, khusus untuk aktivitas perkuliahan, rektor menghimbau untuk memaksimalkan platform blended learning terutama yang telah disediakan universitas melalui laman lms.umm.ac.id, dimana data dosen dan mahasiswa terintegrasi database. Perkuliahan juga dapat disajikan dalam bentuk kompilasi materi (selected reading) yang disertai panduan penugasan, dan bahan tersebut memiliki tautan yang dapat diakses mahasiswa melalui internet. Terakhir, mengoptimalkan interaksi secara daring dalam berbagai kegiatan akademik. (can)
Roadshow Malang Film Festival 2020 Gaet Penonton dari Desa

Malang Film Festival (MAFI Fest) besutan kelompok studi sinematografi Kine klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan kembali hadir dengan nuansa yang berbeda, awal April mendatang. Ajang unjuk kreativitas para sineas muda Indonesia ini dimulai dengan agenda roadshow ke sejumlah wilayah. Diawali pada 14 Maret 2020 di desa Tawangsari,kec. Pujon, Kabupaten Malang. Dipilihnya desa Tawangsari sebagai lokasi roadshow, menurut Programer Non Kompetisi MAFI Fest 2020, Tautin mengatakan ingin memberikan satu hiburan baru bagi masyarakat yang memiliki akses yang jauh dengan bioskop konvensional. Berbeda dengan tahun sebelumnya, roadshow kali ini menargetkan penonton dari desa untuk lebih mengenal apa itu MAFI Fest. Terkait dengan pemutaran film, penonton yang datang mayoritas anak-anak. Mereka sangat antusias walaupun sebelumnya lokasi roadshow diguyur hujan. Nur Intan, salah satu penonton yang datang mengatakan dirinya sangat senang dengan adanya roadshow ini. Ia berharap acara seperti ini terus dilakukan di desanya. Cuaca setelah hujan, tidak menyurutkan antusias warga desa Tawangsari. Terbukti bangku penonton dipenuhi oleh anak-anak, masyarakat dari desa lain lain datang dan menonton dengan duduk di motor mereka masing-masing. Film yang diputar pada saat roadshow sejumlah 4 film dengan judul: “WW Kodrat”, “Tuh Kan, Nek”, “Siti Madosi Gusti”, dan “Jilbabku Mundur”. Selaku kepala desa, Anwar mengatakan bahwa acara Roadshow ini tidak hanya sekedar datang lalu menonton film, namun anak-anak yang datang secara tidak langsung mendapat pelajaran dari film yang diputar. Harapan yang disampaikan Anwar sendiri terkait MAFI Fest 2020 agar tidak melupakan budaya Indonesia sendiri. Dan harapan tersebut selaras dengan konsep MAFI Fest yang akan diadakan tahun ini. Sejak pertamakali diselenggarakan pada tahun 2004, MAFI Fest telah mengalami beberapa perubahan. Namun, sejak tahun 2013 hingga 2020, program kompetisi MAFI Fest konsisten untuk mengompetisikan film pendek karya pelajar dan mahasiswa yang tergabung di sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas yang berbasis mahasiswa dan pelajar. Pada penyelenggaraannya yang ke-16 di April 2020 mendatang, penyelenggara berharap agar film-film yang masuk dalam program kompetisi MAFI Fest 2020 dapat memberikan penggambaran tentang perkembangan dan pertumbuhan film pendek pelajar dan mahasiswa di Indonesia. “Segala bentuk eksplorasi ide cerita dan eksekusi gambar kami harapkan akan muncul dari karya-karya pelajar dan mahasiswa tahun ini. Sehingga dapat menjadi stimulus dan referensi bagi penonton festival nantinya untuk dapat mengembangkan karyanya dengan lebih baik lagi,” terang Direktur Mafi Fest, Puspa Wangi Pertiwi. (can)
Ventriloquist, Cara Efektif Mobil KaCa UMM Berkomunikasi dengan Anak-Anak

Ada begitu banyak cara yang bisa digunakan oleh orang dewasa dalam berkomunikasi dengan dunia anak. Di antaranya melalui Games, Dongeng serta Ventriloquist atau seni berbicara tanpa menggerakkan bibir, salah satunya dengan media boneka. Hal ini pula yang dilakukan oleh tim mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini. “Anak-anak kan biasanya malu-malu, tetapi bagaimana caranya agar anak-anak itu tidak malu dan lebih berekspresi serta berteman dengan dunia imajinasi yakni dengan mendongeng dan Ventriloquist. Cara ini merupakan salah satu bentuk komunikasi atau jembatan agar orang-orang dewasa itu mampu berbaur dengan anak-anak,” ujar Indah Rahayuning Tyas atau akrab disapa kak Tyas bersama tim mobil KaCa saat menyambangi anak-anak Pulosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Dilanjutkan pula oleh Tyas bahwa sejatinya anak-anak akan mampu melebur dengan orang dewasa, saat orang dewasa tersebut mampu membuat mereka nyaman. Lutfhi Badhilah juga turut mengajak anak-anak dengan bermain games Angin dan Cing Ciripit untuk menumbuhkan rasa percaya diri, melatih fokus dan kekompakan tim. Setelah itu anak-anak diajak untuk membaca buku-buku yang ada di mobil KaCa UMM untuk meningkatkan literasi mereka. Kali ini mobil KaCa UMM bersama Save Street Child Malang (SSCM) dan Swayanaka (Mahasiswa Penyayang Kanak-kanak) regional Malang, mampu menghibur sebanyak 27 anak-anak tersebut dengan berbagai kegiatan yang berguna dalam upaya meningkatkan literasi. “Dari SSCM sebenarnya sudah mengadakan kegiatan di sini setiap hari Sabtu, dan ini merupakan salah satu dari beberapa tempat yang diinisiasi oleh SSCM. Karena kita tidak ingin anak-anak yang ada di sini, terutama yang putus sekolah, yang turun kejalan seperti ngamen dan nyepe’ (yang membantu mengatur lalu lintas) tertinggal dengan anak-anak yang bersekolah,” jelas Yudhono Witanto selaku General Koordinator SSCM. Hal ini sejalan dengan semangat literasi yang usung Mobil KaCa UMM. “Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tersebut mampu mengembangkan diri dan melatih kepercayaan diri serta bisa meningkatkan literasi mereka,” tandas Lutfi Badhilah selaku koordinator Mobil KaCa UMM, Sabtu (14/3). (riz/can)
Kementerian PUPR: Profesi Insinyur UMM Punya Kesempatan Besar Bersaing Secara Global

Dalam rangka mewujudkan insinyur yang profesional demi meningkatkan daya saing menghadapi implementasi cetak biru masyarakat ekonomi ASEAN (MEA) 2025, Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kuliah umum pada Sabtu pagi (14/3). Hadir dalam agenda tersebut yakni Dr. Ir. Putut Marhayudi, MM, Direktur Bina Penyelenggara Jasa Konstruksi, Direktorat Jenderal Bina Konstruksi, Kementerian Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Ir. Wahyu Hendrastomo, MM., IPU, Kepala Bagian Anggaran Umum, Pusat Pengembangan Kawasan Strategis, Badan Pengembangan Insfrastruktur Wilayah, Kementerian PUPR. Putut yang didaulat sebagai Keynote Speaker pertama memaparkan peluang dan strategi dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat di dunia konstruksi. “Saat ini, kita perlu bisa menyetarakan kemampuan kita dengan para insinyur di luar negeri, utamanya yang ada di ASEAN,” katanya. Penyetaraan ini dapat dilakukan melalui program MRA atau Mutual Recognition Arrangement. Masing-masing kompetensi yang telah dimiliki oleh Insinyur pada akhirnya dapat digunakan untuk bersaing secara global di ASEAN. Putut juga menyoroti terkait Indonesia sebagai pasar besar dunia konstruksi. Setidaknya ada 286 badan usaha jasa konstruksi asing yang aktif di Indonesia. Tak dapat dipungkiri memang, jika Indonesia menjadi salah satu primadona pasar konstruksi setelah China, Korea Selatan dan India. Banyak penyedia jasa konstruksi yang memilih Indonesia karena bayaran tenaganya murah dan materialnya mudah didapat. “Insinyur asal Indonesia tentu saja harus bisa bersaing dengan mereka yang berasal dari luar,” tegasnya. Penyetaraan ini dapat dilakukan melalui program MRA atau Mutual Recognition Arrangement. Masing-masing kompetensi yang telah dimiliki oleh Insinyur pada akhirnya dapat digunakan untuk bersaing secara global di ASEAN. Selain strategi daya saing, ada hal penting yang harus disiapkan pula yakni administratif seperti Formulir Aplikasi Insinyur Profesional (FAIP) dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Misalnya, dalam FAIP, ada tiga hal yang menjadi syarat sertifikasi. Mempunyai dasar pengetahuan profesi, mempunyai pengalaman dan mempunyai kompetensi. Mahasiswa Prodi PPI periode 2019/2020 kali ini berjumlah 84 orang dan berasal dari berbagai kalangan. Peserta terdiri dari pengurus dan anggota Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (Inkindo) serta Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur. Selain itu juga ada peserta yang berasal dari internal UMM, yakni para dosen yang berjumlah 17 mahasiswa. Ir. Annisa Kesy Garside, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., Kaprodi PPI mengatakan, Mutual Recognition Arrrangements memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Di satu sisi, Mutual Recognition Arrangements dapat meningkatkan daya saing dari bidang-bidang layanan professional yang diaturnya. MRA juga, sambung Annisa, dapat meningkatkan skill dari layanan professional. “Karena adanya pertukaran di bidang jasa tersebut makan akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di suatu negara secara cepat,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor I UMM, Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. menaruh harapan besar pada PSPPI UMM agar dapat menjadi salah satu pintu kelahiran Insinyur-insinyur hebat Indonesia. “Hal yang juga penting bagi Indonesia bukan sekedar SDM, namun juga insfrastuktur,” katanya. (mir/can)
Civitas Akademika UMM Kompak Tepis Kekhawatiran Covid 19

Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) mengadakan Sosialisasi Penyebaran, Pencegahan, dan Penanganan Covid-19 di Aula lantai 9 GKB IV, Rabu (11/3) siang. Hadir sebagai pemateri Direktur RS UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD-KPTI dan dokter Spesialis Patologi Klinik RS UMM dr. Ungky Agus Setiawan, Sp.P(K). Wakil Rektor Bidang II Dr. Nazaruddin Malik, M.Si dalam sambutannya menyebut UMM sebenarnya telah lama mencanangkan konsep Management of Public Health yang diaplikasikan dalam jargon Green and Clean Campus. Sehingga, UMM terbilang telah keluar dari praktik manajemen yang terkesan latah. Sehingga siap dengan segala krisis. “Saya berbahagia, (di agenda sosialisasi ini) kita disadarkan tentang canangan yang telah lama teraplikasikan ke dalam konsep Green and Clean Campus yang sebenarnya multi dimensional. Di samping me-manage building dan lahan, tapi juga ditentukan oleh kesiapan para manusianya untuk menghadapi krisis, misal Covid-19,” sambungnya Nazaruddin. Nazaruddin lantas mengajak seluruh peserta untuk memahami Management Public health sebagai kajian interdisipliner. “Kami harap civitas akademika terus memperagakan gaya hidup sehat, mengantisipasi dan membangun institusi yang kuat dan tidak membuka peluang untuk terjadinya krisis, semisal saat penyebaran Covid-19,” tandas Nazaruddin. Dalam pemaparannya di hadapan civitas akademika UMM, penyebaran RS UMM Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp. PD-KPTI tentang asal terbentuknya Covid-19, cara penularan, pencegahan, serta penangan yang bisa dilakukan. dr. Djoni lebih jauh menekankan pentingnya Perilaku Hidup Sehat dan Bersih (PHBS) untuk civitas di lingkungan UMM. Mengutip ahli imunologi Amerika, Anthony Stephen Fauci, Ia menyebut wabah Covid-19 adalah pengingat nyata akan tantangan yang sedang muncul dari munculnya kembali patogen infeksi dan perlunya pengawasan terus-menerus, diagnosis yang cepat, dan penelitian yang kuat untuk memahami biologi dasar organisme baru dan pencegahannya. Sementara dr. Ungky Agus Setiawan, Sp.P(K) menyebut, belum ada vaksin untuk mencegah infeksi Covid-19. Penyebarannya bisa dikurangi di antaranya dengan mencuci tangan rutin memakai sabun dan air atau handsanitizer, menghindari menyentuh wajah, gunakan masker di keramaian, serta diet sehat, exercise cukup, dan tidur cukup. Tidak sebatas pemaparan materi, agenda juga berlangsung menarik dengan diselingi pembuatan video kampanye kreatif menggunakan jaringan sosial dan platform musik yang tengah nge-hits sekarang, Tiktok. Seluruh peserta memperagakan etika batuk yang baik dan benar, juga 6 langkah cuci tangan berdasarkan rekomendasi WHO. (*can)