UMM Terjunkan Mahasiswa KKN di 6 Negara

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional. KKN Internasional yang diikuti 97 mahasiswa ini dilaksanakan di enam negara yakni Turkey, Thailand, Malaysia, China, Kamboja & Taiwan. Para mahasiswa akan mengabdi selama enam minggu dan menjalankan program di tiga bidang. Yakni bidang lingkungan, pendidikan dan kesehatan. Prof. Dr. Yus Mochammad Cholily, M.Si, Direktur DPPM, menekankan para mahasiswa yang akan berangkat untuk benar-benar dapat menjadi pribadi yang bermanfaat. Selain itu, ia juga berharap sepulangnya dari KKN, para mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan. “Anda memang harus keluar negeri supaya bisa bersyukur memiliki Indonesia dan UMM,” katanya saat pelepasan, Kamis (4/7). Indonesia adalah surga terindah yang mesti dijaga dengan terus menggerakkan kesadaran masyarakat. KKN di luar negeri juga memperluas wawasan. Juga menjadi proses evaluasi dan upaya perbandingan hal-hal yang dapat dibawa dan diterapkan di kampung halaman, Indonesia. Semisal tepat waktu, kebersihan, antre dan menepati janji. “Jangan membawa hal-hal buruk dan tidak cocok dengan kita, misal dunia bebas,” tutur Yus. Bagi Guru Besar Matematika ini, UMM yang bernaung di bawah Persyarikatan Muhammadiyah telah menitipkan amanah ke masing-masing mahasiswa Kampus Putih untuk selalu bermanfaat kepada sesama. “Maka, segala perilaku adalah cermin mahasiswa Indonesia dan khususnya mahasiswa UMM,” tandas Yus. Sementara, pada penyelenggaraan KKN Reguler semester ganjil 2019/2020, UMM melepas 4835 mahasiswa. Dr. Sidiq Sunaryo, SH., M.Si, M.Hum, Wakil Rektor III menegaskan bahwa mahasiswa yang akan mengikuti KKN diharapkan dapat menjaga nama baik Kampus Putih, menjaga kedisiplinan dan menghargai waktu. (mir/can)

IKA UMM Kaltim Terima Hibah Tanah untuk Dirikan Politeknik Milenia

Baru-baru ini Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Malang (IKA UMM) regional Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat amanah  dari pemerintah provinsi Kaltim untuk mengelola lahan bekas tambang batu bara menjadi pusat pendidikan, yakni Politeknik Milenia. IKA UMM dipercaya mengelola 3 lahan di 3 lokasi berbeda. Semua fasilitas sudah tersedia, tinggal membutuhkan penggerak dari alumni UMM lain untuk memperlancar program ini. “Karena jika ini berhasil terealisasikan, maka akan menjadi peluang bagus bagi lulusan UMM untuk dapat bekerja di politeknik milenia,” kata salah satu penggagasnya, Nur Alamsyah Syahid,S.Pd.,M.P.H., Selasa (2/7). “Harapan kami IKA UMM dapat menghidupkan kembali wilayah tambang yang saat ini sudah mulai ditinggalkan menjadi ramai kembali, dan semoga kita dapat menjadi pionir untuk perusahaan besar yang akan beroperasi di wilayah tersebut. Baik di bidang pendidikan, pertanian, peternakan, kesehatan dan lainnya,” tutur Alam. Mendapat dukungan penuh dari pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan juga pemerintah Provinsi Kaltim membuat para pengurus dan anggota IKA UMM Regional Kaltim mengaku semangat untuk merealisasikan pendirian politeknik yang tahap awal pembangunannya akan fokus pada keilmuan peternakan dan pertanian. Lokasi pertama berada di desa Karang Tunggal kecamatan Tenggarong Seberang. Di desa ini tersedia lahan dan bangunan 2 lantai seluas 1,8 hektar. Bangunan yang rencana awalnya digunakan untuk badan diklat pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ini memiliki model bangunan layaknya tempat perkuliahan. Untuk lokasi kedua, berada di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang. Rencananya lokasi kedua yang memiliki luas lahan 4 hektar ini akan dijadikan laboratorium mini, khususnya di bidang pertanian dan perkebunan, mengingat kontur tanah di Kaltim sangat cocok untuk ditanami hasil pertanian maupun perkebunan. Lokasi terakhir merupakan lokasi yang menjadi fokus utama pemerintah provinsi Kaltim yakni lahan seluas 400 hektar bekas pertambangan batu bara. Di lokasi ini akan dibangun masjid di sekitarnya boarding school yang mengelilingi masjid. tahapan yang saat ini sedang ditempuh adalah mengurus administrasi lahan. “Melihat ketiga lahan tersebut mengingatkan kami pada UMM yang memiliki 3 kampus dengan lokasi yang berbeda. Rencananya lahan eks batu bara tersebut nantinya akan menjadi pusat dari Politeknik Milenia ini layaknya UMM dengan kampus tiga nya,” ujar Alam saat kesempatan sejenak bernostalgia ke almamater kebanggaannya. (zak/can)

Seratus Lulusan UMM Dicetak Jadi Digipreneur

Siapa tak ingin bekerja atau membuat sendiri perusahaan Startup terkemuka seperti Bukalapak, Tokopedia, GOJEK dan lainnya? Kesempatan inilah yang mungkin saja diraih lulusan baru Prodi Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui beasiswa Digital Talent Scholarship 2019 (DTS 2019). Program ini merupakan kerjasama UMM dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Melalui program Fresh Graduate Academy (FGA) DTS 2019, selama sebulan 100 lulusan terseleksi digembleng agar memiliki kompetensi secara profesional dan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0. Mereka mendapat tema pelatihan yakni Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cloud Computing, Cybersecurity, Internet of Things, dan Machine Learning. “Penyelenggaraan program FGA ini berlangsung selama 144 jam pelajaran yang meliputi kegiatan pelatihan tatap muka (offline), kelas pendamping atau add on, uji kompetensi, dan sertifikasi. Kelas pendamping atau add-on yang akan didapat oleh peserta FGA yaitu kewirausahaan digital (Digipreneur) dan Soft Skills Development,” kata Gita Indah Marthasari, S.T, M.Kom Kaprodi Teknik Informatika, Senin (1/7) Sedangkan, Soft Skills Development bertujuan agar Peserta Digital Talent Scholarship 2019 menjadi pribadi yang mampu bersaing di era digital, memiliki inisiatif, bertindak secara efektif serta dapat menyesuaikan diri dengan dunia kerja. Pelatihan akan dilakukan secara online melalui platform e-learning. “Materi akan disampaikan oleh tenaga profesional dalam bentuk video dan presentasi,” terang Gita. Pelatihan ini akan diselenggarakan setiap hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00-12.00 WIB di beberapa laboratorium Teknik Informatika yang berlokasi di Gedung Kuliah Bersama 3 Lantai 6. “Harapannya dengan bekal ini kita dapat lebih meningkatkan kemampuan dan percaya diri, serta peluang-peluang ke depan akan semakin terbuka lebar,” tutur Dr. Ir. Samin, MT. selaku Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik. UMM menjadi salah satu universitas dari sebelas universitas swasta yang tersebar di seluruh Indonesia yang bekersama dengan Kominfo RI dalam penyelenggaraannya. Universitas dalam program ini berperan menjadi penyedia sarana dan prasarana serta instruktur pelatihan sesuai dengan skema pelatihan. Pada akhir pelatihan, peserta pelatihan akan disertifikasi kompetensi oleh global tech companies. (zak/can)

Langganan Juara Nasional, Bikin Nazar Sisihkan Separuh Hadiah Buat Sedekah

Ada banyak sebab di balik kesuksesan setiap orang. Seperti cerita yang dialami tim debat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang mengaku banyak menang di medan laga tersebab ‘Faktor X’. Belum genap paruh tahun 2019, tim debat hasil kolaborasi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan Fakultas Hukum UMM ini sukses mencatatkan skor terbaiknya di empat event debat level nasional. Yang terbaru, tim komposisi Wildan Arif (Prodi Ilmu Hukum angkatan 2016), Ana Fauzia (Prodi Ilmu Hukum angkatan 2018), dan Muhammad Fitrah Ashary Bangun (Prodi Manajemen angkatan 2017) memenangi ajang Debat Competition for University (ECOFU) Universitas Katolik Darma Cendika, Surabaya, 29 Juni 2019 lalu. Mereka berhasil menduduki posisi runner up, menyisihkan banyak pesaing lainnya. “Setiap kali kita mau lomba, kita bakal nentukan nazar bahwa lima puluh persen hadiah kami kasih ke orang yang tidak mampu,” ungkap Wildan Arif selaku ketua kelompok bernama UMMI Team ini. Inisiatif ini mereka lakukan untuk turut membagikan kebahagiaan. Bagi mereka, kesulitan yang berbuah kemenangan juga harus ditularkan kepada mereka yang kurang mampu. Praktik ini sakaligus sarana berdakwah. Selain menunaikan nazar, faktor dominan yang menjadi kunci kesuksesan tim yang lahir dari warung kopi ini yakni menjalankan ibadah dan doa orang tua. “Meski kita banyak membaca dan berlatih, jika tak melakoni ritual keduanya terlebih dulu, saat menjalani perlombaan merasa ada sesuatu yang kurang dan tidak maksimal,” kata Fitrah menyambung ucapan Wildan saat diwawancara Senin, (1/7) siang. Ada cerita unik juga pada pemberian nama kelompok ini. Mereka menamai kelompok, yang makin lengkap dengan hadirnya si junior Ana Fauzia, dengan sebutan UMMI Team. “Suatu waktu kami bertiga menelepon ibu kami masing-masing. Tak disangka, panggilan kami untuk ibu kami adalah Ummi. Terciptalah nama tim ini,” kisah Fitrah. UMMI kemudian diakronimkan dari asal frase “UMM Indonesia”. Mengaku tak ada persiapan matang, perkawinan disiplin ilmu Hukum dan Ekonomi yang sudah teruji di banyak event nasional membuat mereka percaya diri. Terlebih tema yang ditetapkan panitia bertajuk, “Perekonomian Indonesia yang Berorientasi pada Infrastruktur” menjadi tema khusus Ekonomi yang juga dimenangkan di empat ajang lomba sebelumnya. “Pagi jelang lomba, kami sempat ketiduran,” ceritanya. UMMI Team berhasil menang dengan skor tipis di bawah Institut Pertanian Bogor (IPB). IPB memperoleh 1222 poin, sementara UMM 1212 poin. Peringkat ketiga diraih STIE Perbanas dengan perolehan skor 1194, disusul di peringkat keempat dengan skor 1190 IAIN Salatiga Yogyakarta. Ke depan mereka berencana menjajal debat berbahasa Inggris di kompetisi tingkat nasional dalam waktu dekat. (can)

Seni Drama Jadi Media Efektif Tumbuhkan Karakter Anak

Anak-anak saat ini cenderung berperilaku dewasa, jauh melampaui usianya. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti tayangan televisi yang tidak mendidik, atau abainya orang tua saat anak mengakses internet. Drama, dinilai oleh sejumlah kalangan menjadi salah satu media pembelajaran efektif untuk menumbuhkan karakter. “Penyampaian pesan moral dalam drama disampaikan secara halus. Karena anak perlu dicontohkan agar lebih paham,” jelas Aldhina Ramadhani, ketua pementasan Drama Anak bertajuk “Membangun Karakter Bangsa Melalui Sastra Anak”. Diadakan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dhina bersama kawan-kawannya berharap, anak-anak dapat bertumbuh kembang sesuai dengan tahap yang sudah ideal. “Anak-anak harus tumbuh dengan alami. Tidak dewasa sebelum waktunya. Agar pula menjadi pribadi yang baik yang dapat membangun bangsa di hari mendatang,” ungkapnya di sela acara, (29/6). Gelaran seni bermain peran ini setidaknya memuat nilai religiusitas, nasionalisme, gotong royong, kemandirian. Masing-masingnya memiliki pesan moral yang kuat. Sub-tema tersebut berangkat dari keresahan Dhina dan kawan-kawan. Drama tersebut dimainkan langsung oleh para mahasiswa yang juga disaksikan secara umum. Ujian praktik mahasiswa Prodi PGSD semester empat ini bertujuan membangun karakter anak. “Materi di kelas saja kurang, maka perlu ada penerapan secara langsung,” jelas Arina Restian, S. Pd., M. Pd., sekretaris Prodi PGSD. Baginya, segala hal yang dipelajari harus benar-benar dipraktikkan agar melekat dalam pikiran. (mir/can)

Uji OSCE Jamin Lulusan Keperawatan UMM Profesional

Dalam rangka menjamin kualitas kelayakan perawat profesional, Program Studi (Prodi) D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Ujian ini berlangsung dua hari (27-28/6) di Kampus 2 UMM pasca Praktik Klinik. “Setelah praktik klinik yang berlangsung di rumah sakit selama satu semester, barulah mereka melakukan uji OSCE. Uji OSCE dilakukan sebagai bentuk evaluasi struktur untuk menilai kemampuan atau keterampilan klinik usai menempuh praktik Profesi Keperawatan,” ungkap Faqih Ruhyanudin, M. Kep., Sp. Kep.MB., Dekan Fikes. Uji OSCE ini memiliki tujuan sebagai bahan evaluasi dari keseluruhan proses praktik di rumah sakit atau praktik klinik untuk melihat pencapaian mahasiswa. “Sedangkan tujuan dari penyelenggaraan ujian OSCE juga sebagai bagian dari kebutuhan persiapan akademik mahasiswa selama proses kuliah,” ujar Faqih ditemui di ruangannya. Secara terperinci, lanjut Faqih, ujian OSCE dari tahun ke tahun memiliki kesamaan dengan ujian-ujian sebelumnya. “Barangkali format penilaiannya saja yang sedikit berbeda. Dimulai dari sikap, skill atau kemampuan, dan bagaimana cara mereka memperlakukan pasien. Ujian ini diadakan secara terstruktur,” tandasnya. Setidaknya ada 14 jenis keterampilan yang diujikan dan dibagi ke dalam beberapa departemen kekhususan. Di antaranya Departemen Keperawatan Medikal Bedah, Departemen Gawat Darurat, Keperwatan Anak, Keperawatan Maternitas, keperawatan keluarga dan Gerontik, Keperawatan Anak Maternitas Terpadu, dan Keperawatan Jiwa Imanda Oktavia Kusnia turut membagi pengalamannya sebagai peserta tes OSCE. “Di Departemen Keperawatan Jiwa bagi saya adalah bagian yang paling berkesan. Departemen ini kita harus bisa mengetahui apa yang dirasakan oleh pasien serta tindakan yang diambil untuk menanganinya,” ujar mahasiswi semester 6 ini. “Sebelum menempuh uji OSCE, para peserta harus menyelesaikan semua tanggungan tugas maupun praktik klinik di semua Stase atau Departemen dan mengumpulkan berbagai tugas yang ditentukan oleh masing-masing departemen,” jelas Reni Ilmiasih, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp. Kep.An. ketua program studi D3 Keperawatan UMM ini. Bobot kurikulum D3 Keperawatan UMM sebagai pendidikan vokasi 60%  adalah praktik. Sehingga menyelenggarakan model praktik ujian OSCE yang terstandar dan menggunakan ruangan yang juga berstandar nasional dilakukan mulai tahun 2014. Ujian OSCE kali ini diikuti 75 peserta yang telah memenuhi syarat yang ditentukan. “Diharapkan dengan adanya ujian ini dapat menjadi upaya peningkatan dalam menjamin kualitas dari lulusan kita. Dan 60% (bobot kompetensi praktiknya) itu terpenuhi. Sehingga mereka bisa menyerap semua kemampuan praktiknya,” pungkas Reni ditemui usai pelaksanaan ujian di Kampus 2 UMM, Lowokwaru, Malang. (riz/can)

Seharian Tanpa Gadget di Omah Kreatif Wagir

Kelompok Kuliah Kerja Nyata Program Pengabdian Mandiri (KKN-PPM) 150 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar pembukaan Omah Kreatif Wagir di Desa Parangargo Kecamatan Wagir, Malang, Minggu (23/6) lalu. Masyarakat di Desa Wagir yang mayoritas warganya menjadi buruh pabrik ini sangat antusias dalam merespons itikad baik anggota KKN PPM 105 membumikan spirit literasi. Keberadaan gawai atau gedget membuat pergeseran pada pola tumbuh kembang anak-anak kita. Mereka menjadi pasif dan cenderung abai pada lingkungannya. “Selama ini anak-anak yang ada di Desa Wagir sangat bergantung dengan keberadaan gadget. Sangat disayangkan apabila masa kecil mereka dihabiskan hanya untuk menatap layar handphone” ujar salah satu anggota Divisi Pendidikan, Lena Okta. Mobil KaCa UMM juga khusus dihadirkan, Jumat (28/6), untuk menggembirakan kegiatan literasi di program berkonsep Ruman Baca ini. Anak-anak sangat antusias dalam mengikuti serangkaian acara yang dikerjasamakan dengan Humas dan Protokoler UMM. Anak-anak kisaran Sekolah Dasar  dan Taman Kanak-kanak serius mengikuti materi jurnalistik. Materi mencakup pembuatan berita yang dilengkapi praktik. Selain pemberian materi jurnalistik, kegiatan dilanjut dengan outbound yang terdiri dari permainan Holahoop berputar dan pengenalan permainan khas Nusa Tenggara Timur Rangku Alu. Tujuannya meningkatkan rasa kekeluargaan dan kekompakan pada anak-anak. Mereka ditunjuk untuk membuat tiga kelompok untuk bermain Holahoop berputar dengan syarat, Holahoop tidak boleh menyentuh tanah dengan membentuk lingkaran. Tak disadari, sejak pagi hingga siang hari, berbagai permainan membuat fokus bermaian gadget anak-anak teralihkan sejenak. Seperti yang diungkapkan Fajar, siswa kelas 3 SD yang hobi bermain game hampir seharian. “Nggak terasa main seharian sama temen-temen, jadinya nggak main hape. Tau-tau udah Dhuhur aja” ungkapnya. Ia mengaku selepas mendapat materi jurnalistik ingin menjadi komentator sepakbola. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM 150 Frendy Aru Fantiro yang turut hadir pada kegiatan ini menambahkan, Rumah Kreatif Wagir ini menjadi bangunan serbaguna bagi warga dalam bentuk industri kreatif dan kewirausahan. Diharapkan dari sini banyak muncul ide-ide kreatif yang dapat mengembangkan Desa Wagir. “Karena selama ini Rumah Baca hanya diidentikkan dengan membaca,” pungkasnya. (yas/can)

Universitas Tanjungpura Berguru ke FKIP UMM

Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP-UMM) Dr. Poncojari Wahyono M.Kes menerima delegasi senat dari Universitas Tanjungpura (27/6). Lawatan itu dimaksudkan untuk berguru kepada FKIP-UMM terkait penyelenggaraan akademik. “Dekan menyampaikan bahwa FKIP UMM senantiasa berkomintmen untuk berkembang, sesuai visi- misi FKIP UMM,” kata Poncojari. FKIP-UMM saat ini memiliki 7 program studi (Prodi) yang kesemuanya terakreditasi BAN-PT, kecuali Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganaan (PPKN). Yakni Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Prodi Pendidikan Biologi, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Prodi Pendidikan Matematika, , Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), serta Prodi baru di lingkungan FKIP-UMM Program Profesi Guru (PPG). Poncojari menyampaikan, dalam mekanisme akademik yang dijalankan, pihak dekanat memberikan kesempatan bagi yang muda-muda dalam mengakomodasi kesempatan kerjasama di luar negeri. “Supaya secara kognitif, afektif serta presentasi seminar baik dalam negeri maupun dan luar negeri. Mahasiswa di FKIP UMM juga menempuh mata kuliah FLSP serta membekali dalam TOEP dan TOEFL yang setara Diploma 1. “Mahasiswa kita di tahun 2018, alhamdulillah, diberikan penghargaan dari Negara Thailand saat magang Internasional. Inilah bentuk bukti dan sekaligus promosi kualitas mahasiswa kita,” tutur Poncojari. Sebagai laboratorium lapang, UMM mempuyai Taman rekreasi sengkaling, rumah sakit, hotel, dan unit bisnis launnya, sektor bisnis dapat memberikan sumbangsih kepada mahasiswa juga membatu operasional kampus. Wadek I FKIP-UMM Dr. Sudiran M.Hum  juga menyampaikan nasehat secara periodik, bagaimana terus melakukan inovasi dan kebaharuan serta memberikan pelayanan untuk meningkatkan prestasi.  Diceritakan Sudiran, di tahun 1992 FKIP-UMM berjuang mencari mahasiswa hingga kini tengah bekerja keras menuju International Recognition, kerjasama dengan Tiongkok untuk student exchange dan Thailand untuk internship. Pada level penelitian dan pengabdian, FKIP-UMM memberikan fasilitas blockgrant, yang diimplementasikan baik dalam negeri dan luar negeri, serta hasil tersebut dimasukkan dalam jurnal JINOP (sudah terakreditasi Sinta), JPBI (Sinta 2), dab Kembara (Sinta 3). FKIP UMM  diberi kuota hampi 1000 kuota PPG, dan setelah ini FKIP UMM mendapat kesempatan untuk mendiklat Kepala Sekolah Se-Indonesia. “Untuk mendukung mahasiswa agar bekerja lebih cepat, maka dilaksanakan Magang Industri dan BUMN, sehingga di akhir program dan ketika lulus mereka akan mendapatkan kesempatan kerj. Selain itu, dalam perkuliahan kita hargai 1 semester dalam magang ini. Pimpinan fakultas mengakomodasi serta menyelaraskan dalam renstra tiap prodi,” kata Poncojari di Ruang Pertemuan Gedung Kuliah Bersama 1. Sementara, Wadek II Drs. Marhan Taufik, M.Pd, mengatakan bahwasannya FKIP memfasilitasi dari segi DPK (Dosen Perjanjian Khusus), baik DPK PNS, DPK Universitas, dan Dosen tetap Universitas. “Secara laporan kita mengisi LLDIKTI dan Universitas Muhammadyah Malang Pengelolaan yayasan terbuka untuk umum tiap tahun disesuaikan dengan kebutuhan masing- masing,” kata Marhan menjelaskan. Sebagai kampus di bawah persyarikatan Muhammadiyah, mahasiswa dari berbagai latar belakang wajib menempuh Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Tes TPA, dan tes microteaching. Secara kepangkatan juga harus menyesuaikan Peraturan Negara. Pendanaan diperoleh dari Pusat/ LLDIKTI dan juga dari pengelolaan yayasan. Penulisan buku ajar digenjot dengan memberikan dana fakultas maupun universitas. Di sisi lain, Wadek III Drs Rohmad Widodo M,Si mengatakan tentang adanya semboyan, “Tiada hari tanpa prestasi,  Tidak ada prestasi yang tidak dihargai, tidak ada pelanggaran yang tidak diberi sanksi”. Selain itu, mahasiswa dibekali kemampuan Seminar, lokakarya dan pelibatan mahasiswa dalam penelitian dosen, pembinaan mahasiswa AIK, pembinaan minat mahasiswa dan bina lingkungan, dan lainnya. Selain itu, Senat Universitas Tanjungpura, Drs. Abdus Somat mengucapkan terimakasih atas silaturahmi ini, dan berbagi pengetahuan, ilmu, baik dari segi pengolahan yayasan yang cukup besar dan berkembang pesat. Selain itu, ia memberikan apresiasi setiggi atas kiprah FKIP- UMM sebagai inspirasi pada pendirian Prodi PPG, dan sebagai kiprah pendidikan untuk mewadahi prodi keguruan. (*/can)

Profesor Hukum Asal Amerika Serukan Kembali Deklarasi Universal HAM

“Universitas Muhammadiyah Malang sebagai salah satu The Most Beautiful Campus karena pemandangan sekitarnya sangat indah,” setidaknya itulah kalimat pembuka yang diungkapkan oleh Prof. Brett G. Scharff di hadapan civitas akademika Fakultas Hukum (FH) UMM saat mengisi kuliah tamu, yang disambut dengan riuhnya tepuk tangan para peserta di Aula GKB 4 Lantai 9 UMM, Rabu (26/6) siang. Dalam kuliah tamunya, pria yang merupakan Profesor Hukum di Law School of Bringham Young University, Amerika Serikat ini ingin menyampaikan pesan yang sangat penting dalam rangka menguatkan kembali Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (HAM) pada tahun 1948 dihadapan ratusan mahasiswa. “Kita semua hidup dalam dunia yang memandang HAM dari sisi yang terkesan politis,” ungkapnya. Selain itu, Brett juga menyatakan bahwa dirinya kurang melihat HAM sebagai hak yang harus dipenuhi secara universal. “Deklarasi seperti ini sebenarnya memiliki tujuan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut melalui cara yang mengingatkan kembali kepada kita tentang nilai dan manfaat dari konsep martabat manusia,” ujar Brett yang juga sekaligus menjadi pembicara di gelaran Master Level Course UMM. Dilanjutkan kembali oleh Brett, bahwa setidaknya deklarasi Universal HAM bisa memberikan gambaran tentang bagaimana kekuatan yang telah dimiliki. Dalam hal ini yaitu konsep martabat manusia di berbagai macam situasi dan kondisi. Seperti menyeimbangkan antara hak dan kewajiban, memajukan pendidikan tentang HAM, serta berbagai hal yang mengacu pada proses legislasi dan proses pengadilan. Selain itu, Brett menjelaskan bahwa saat ini kedudukan HAM selalu mendapatkan banyak tekanan dari berbagai pihak yang memiliki paham tertentu. Empat paham yang disebut Brett diantaranya yaitu, “Pertama ialah Maksimalism, paham Hak Asasi Manusia yang menganggap bahwa semua hal itu adalah hak asasi manusia sampai seperti hak untuk berlibur, hak untuk rekreasi dan hak-hak lainnya,” lanjutnya. Kedua, lanjut Brett menjelaskan, ialah Skeptisme terhadap Hak Asasi Manusia. “Sebagian besar penganut faham ini menganggap bahwa hak asasi manusia itu bukanlah hak karena ia sebagai sesuatu yang abstrak dan cenderung dipaksakan untuk keperluan. Ketiga Monism/Spesial Pleading atau hanya sebagai suatu permohonan khusus yang berkaitan dengan kelompok kepentingan,” katanya melanjutkan. “Terakhir ialah Politisasi Hak Asasi Manusia. Pada paham ini mereka menganggap bahwa Hak Asasi Manusia itu digunakan sebagai senjata untuk menyerang kelompok lain dengan dalih menegakkan Hak Asasi Manusia,” kata Direktur International Center for Law and Religion Studies (ICLRS) yang pada MLC mengisi materi The Universal Declaration of Human Right: a Basic Intrduction to its History and Drafting. Pada gelaran kuliah dengan tema “Restoring Human Dignity for Everyone Everywhere : The Possible Contributions of Indonesia”. “Terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada Proffesor Brett. Semoga mampu menginspirasi mahasiswa kami yang ada di fakultas hukum ini,” Pungkas Dr. Tongat, SH., M.Hum selaku Dekan Fakultas Hukum UMM. Acara juga dihadiri Wakil Rektor I Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. (riz/can)

Guangxi Normal University dan UMM Kembali Jajaki Kerjasama

Sejumlah jajaran petinggi Guangxi Normal University, Republik Rakyat Tiongkok berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (26/6). Lawatan tersebut dimaksudkan untuk menemui pimpinan Kampus Putih guna menegosiasikan tawaran sejumlah program akademik bagi mahasiswa dan dosen kedua pihak. Beberapa program yang dinegosiasikan di antaranya pemagangan dan pendidikan doktor atau setara S3. Kerjasama antara UMM dan Guangxi Normal University sudah dijalankan sebelumnya lewat skema kursus bahasa Mandarin melalui Confucius Institute. Kursus ini bahkan telah diwajibkan di sejumlah program studi (prodi). Dr. Ir. Listiari Hendraningsih selaku sekretaris International Relation Office (IRO) UMM menyatakan, pertemuan ini sedianya terbatas hanya untuk beberapa program studi saja. Demikian Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin yang membidangi akademik menginginkan kesempatan ini juga dapat dijangkau prodi lain. “Secara garis besar kerjasama ini baik, serta dibutuhkan oleh kedua belah pihak. Baik Guangxi Normal Universityu dan pihak UMM. Kedepan, memang akan diadakan student exchange, juga hubungan bilateral dengan berbagai skema yang akan dijalankan oleh  perwakilan dosen dari masing masing prodi,” ucap Ibu Listiari usai acara. Namun demikian, diakui Listiari permasalahannya ialah di setiap subjek mata kuliah diwajibkan untuk menulis dengan menggunakan huruf Hanzi dan bahasa Mandarin. “Inilah faktor tersulit. Tetap harus kita dorong agar dapat meningkatkan semangat para dosen dalam terus berlatih menulis huruf Hanzi,” tambah Listiari usai acara. Ditambah Djoko Sigit Sayogo, S.E., M.Acc., Ph.D. Ka. dari divisi Kerjasama dan Penerapan IPTEK DPPM menyatakan, UMM hendak menjalin kerjasama berupa Community Service, yang terkait dengan KKN dan magang. Bagi dosen, skema yang dijalankan yakni pemberian beasiswa strata tiga atau doktoral di Tiongkok. Kerjasama yang akan dilakukan juga berupa short term selama 2 bulan untuk beberapa prodi. Beasiswa 6 bulan juga ditawarkan dari prodi bahasa Inggris, namun masih dirundingkan kebijakannya mulai dari biaya dan hal hal lain. Tak kalah penting, UMM juga menawarkan research collaboration yang dikerjakan bersama. (yas/can)