UMM dan USAID Teken Perjanjian Pelatihan KKN-KWU

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) baru-baru ini bekerjasama dengan sebuah lembaga di bawah pemerintah Amerika, USAID-Mitra Kunci. Kerjasama ini dilakukan dalam rangka melaksanakan Training of Trainers (ToT) Modul Kuliah Kerja Nyata Tematik Kewirausahaan (KKN-KWU) dan Keterampilan Non-Teknis bagi mahasiswa UMM. Para mahasiswa mendapatkan pelatihan kewirausahaan untuk diterapkan di masing-masing desa yang sudah ditentukan. USAID yang fokusannya juga mendukung pengembangan ketenagakerjaan di Indonesia melalui USAID-Mitra Kunci Initiative. Dalam seluruh aktivitasnya, Mitra Kunci USAID selalu mengintegrasikan prinsip pemberdayaan kaum muda dan kaum rentan, inklusivitas dan kesetaraan gender. Lima puluh koordinator desa tiap-tiap kelompok hadir untuk mengikuti pembekalan ini. Para mahasiswa ini akan memimpin rekan-rekan mahasiswa lainnya dalam kelompok kerja KKN-KWU guna merencanakan pendampingan kelompok-kelompok masyarakat dalam mengembangkan dan memperluas kegiatan wirausaha di desanya. KKN-KWU dilaksanakan juga dalam rangka melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi. “Pembekalan kewirusahaan oleh USAID-Mitra Kunci ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan segala teori yang sudah dididapatkan di dalam kelas. Pada program KKN-KWU, nantinya akan diikuti oleh 180 mahasiswa di 16 desa yang terletak di Malang Raya,” kata Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Prof. Dr. Yus Mochammad Cholily, M.Si. saat memberikan sambutan dalam pembekalan sehari di Aula GKB 4 UMM ini (26/6). Tepat pada 10 Juni 2019 lalu, sepuluh perguruan tinggi yang tergabung dalam konsorsium Kuliah Kerja Nyata Kewirausahaan menandatangani nota kesepahaman dengan USAID Mitra Kunci Initiative, dengan disaksikan Prof. Ismunandar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dan DR. Paristiyanti Nurwardani, Direktur Pembelajaran. Selain UMM, sembilan universitas lain ini adalah Universitas Padjajaran, Universitas Suryakancana, Universitas Siliwangi, Universitas Kuningan, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Jember, Universitas Negeri Surabaya, Universitas dan Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Sebanyak 40 ribu mahasiswa akan melaksanakan program KKN-KWU ini sampai tahun 2021. (*/mir/can)

Kemenag RI di UMM: HAM Memuat Nilai Keagamaan yang Universal

Kepala Badan Litbang serta Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Abdurrahman Mas’ud, M.A. menyatakan, secara hukum, Indonesia ini sangat pro-HAM. “Konstitusi kita, mengakomodir nilai-nilai penting mengenai HAM. Di samping itu, kita juga meratifikasi pelbagai instrumen hukum HAM internasional sehingga menjadi hukum nasional yang berlaku,” ujar Mas’ud. Hal itu disampaikan Mas’ud dalam forum ilmiah tiga hari bertajuk “Compatibility between Sharia and International Human Rights Law” di Hotel Kapal Garden Sengkaling, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (26/6) siang. Para akademisi, aktivis, serta pegiat HAM dari Indonesia dan luar negeri secara intensif mendiskusikan masalah HAM dan Syariah, serta isu-isu mutakhir yang menyertainya. Sementara itu, tambah Mas’ud, menurut perspektif sosial keagamaan, HAM dianggap sebagai nilai-nilai keagamaan yang universal. Dalam Islam misalnya, HAM adalah bagian dari Maqasid al-Syariah (tujuan-tujuan syariah) yang fundamental. Secara praktis hukum fikih yang ada harus berlandaskan Maqasid tersebut. Dalam konteks HAM, hukum fikih harus menghormati, melindungi dan memenuhi nilai-nilai HAM. “Secara sosiologis, sangatlah menguntungkan bagi bangsa Indonesia, oleh karena masyarakat Muslim sebagai mayoritas menjunjung nilai-nilai agama Islam yang berwajah ramah (smiling), bahagia (happy), multikultural, dan rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, dalam hal penerimaan HAM, masyarakat kita sangat apresiatif, konformistik dan inklusif (open-minded),” dihadapan puluhan peserta dari seluruh Indonesia. Kendati demikian, sambung pria lulusan Islamic Studies, Univ. California, USA ini, pelbagai kasus pelanggaran HAM masih sering terjadi, meskipun intensitasnya rendah. Sebagai konsekuensinya, seluruh elemen bangsa, baik itu state apparatus maupun masyarakat sipil memiliki kewajiban untuk saling bekerjasama sebaik-baiknya. Dengan soliditas sosial yang kokoh, kita akan mampu menghadapi segala rintangan yang ada. Prof. Dr. Syamsul Arifin, selaku Wakil Rektor 1 UMM Bidang Akademik menyatakan bahwa agenda ini adalah upaya untuk memperkuat perspektif HAM dalam rangka memahami Syariah. Hal ini adalah salah satu aspek penting dalam mendukung penegakan HAM secara jangka panjang. Mereka mendapatkan kesempatan secara khusus untuk terlibat aktif dalam proses pendidikan HAM hasil kerjasama ini. Kerjasama itu yakni antara Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) dan Fakultas Hukum  UMM, Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama Republik Indonesia, Norwegian Centre for Human Rights (NCHR) University of Oslo dan International Center for Law and Religion Studies (ICLRS). Program yang diadakan tiap tahun ini bertujuan untuk mengasah abilitas dan kapabilitas para peserta dalam bidang HAM dan Syariah. Salah satu penyaji, Hasnan Bachtiar, membandingkan argumentasi dan praktik elaborasi HAM dan Syariah di negara-negara Timur Tengah, Afrika dan Asia Tenggara. Pada kasus Sudan misalnya, HAM sangatlah penting karena negara tersebut syarat dengan sejarah pelanggaran HAM, kudeta dan perang sipil. Sementara di Indonesia, HAM berlaku baik meskipun tidak bebas sepenuhnya dari masalah yang ada. Sebelumnya, seluruh partisipan melakukan riset selama 2 bulan, baik riset pustaka maupun riset lapang pada pilihan topik Syariah dan HAM di Indonesia. Di sesi seminar, para partisipan akan mempresentasikan, mendiskusikan, dan mendebat hasil penelitiannya. Hasil naskah penelitan para peserta akan dibukukan dan akan dipublikasikan di bulan Agustus hingga September 2019 mendatang. (*/can)

Bersama Entrepreneur Muda, UMM Cetak Mahasiswa Pengusaha

Nama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kampus yang lekat dengan entrepreunership semakin popular. Ini terbukti dengan dipilihnya UMM sebagai mitra kerja sama dalam perhelatan Diplomat Success Challenge ke-10 tahun 2019 / (DSC|X) yang digagas oleh Wismilak Foundation bekerja sama dengan Ngalup.co coworkingspace. “Selain kerjasama yang baik dan fasilitas yang lengkap banyaknya jumlah mahasiswa dan alumni yang sukses berwirausaha jadi alasannya,” ujar Kabag. Pengembangan Karir Mahasiswa dan Alumni (PKMA) UMM Dr. Fien Zulfikarijah, MM, di UMM Rabu (26/6). Menghadirkan beberapa entreprener muda yang sukses di bidang masing-masing seperti Yoga Surya Pratama Founder DeKonco Coklat Tempe dan Rizky Boncel seorang Contentpreneur, acara berlangsung interaktif. Menyuntikkan semangat pada para mahasiswa, Yoga menceritakan bagaimana ia mendapat penolakan saat awal memasarkan produknya. “Awal-awal saya juga ditolak.  Customer juga sedikit.  Sehari satu itu pernah,” ujar pria kelahiran Malang, 28 September 1993 ini. Tidak patah arang, berbagai kegagalan atau kekurangan yang muncul pada perjalanan usahanya, justru membuat Yoga belajar banyak hal. Dari situ ia sadar pentingnya sebuah metamorforsis dalam dunia usaha. “Jadi harus dijalani dengan berproses.  Misal ini rasanya kurang, ini tambahin. Variannya kurang, ini juga tambahin. Proses ini yang buat kita jadi sempurna,” ungkapnya. Selain belajar memaksimalkan produk yang dimiliki, hal lain yang tidak kalah penting menurut Yoga adalah motivasi yang dipegang oleh seseorang saat menjalankan sebuah usaha. “Kalau motivasi saya waktu itu butuh uang. Saya punya mimpi dan keinginan yang besar.  Kalau saya tidak kerja,  susah ini untuk dapat impian saya. Jadi kita harus punya target yang jelas.  Selain target bisnis, target pasar, juga target hidup,” tegasnya. Memercik semangat menjadi pengusaha muda, Rizky Boncel mengajak  para mahasiswa yang hadir untuk segera memulai langkah dan merealisasikan gagasan usahanya. “Kalau belum mulai ayo dimulai.  Kalau sudah dimulai ayo kita kembangkan, bareng-bareng kita kolaborasi. Yang belum punya keinginan usaha semoga dibukakan punya keinginan mendirikan usaha.  Setelah punya usaha nanti semoga punya karyawan setelah punya karyawan dapat doa-doa baik dari karyawannya,” tambah Rizki. Selain berbagi kiat dan solusi berwirausaha dengan para entrepreuner muda, DSC|X 2019 juga mensosialisasikan kiat pengajuan proposal bagi kaum muda Indonesia untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang kreatif dan inovatif. Konsep usaha yang terpilih akan mendapatkan hibah modal total Rp 2 Miliar untuk mewujudkan bisnisnya. Dr. Fien Zulfikarijah menyampaikan, ajang ini mendapat dukungan penuh dari kampus dan sejalan dengan usaha pemenuhan jumlah mahasiswa pengusaha yang harus dimiliki perguruan tinggi. “Sekarang ini Dikti (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.red) mendorong atau mewajibkan setiap perguruan tinggi agar jumlah mahasiswa yang berwirausaha meningkat, maka kita juga akan melakukan hal seperti itu. Sekarang minimal 10 persen mahasiswa di setiap perguruan tinggi harus wirausaha,” pungkasnya. (sil/can)

Mahasiswa UMM Dirikan Rumah Kreatif Berbasis Literasi dan Kewirausahaan

Kelompok Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) 150 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menginisiasi lahirnya Omah Kreatif Wagir, Kabupaten Malang. Semboyannya, “Never Stop Reading”. Uniknya, proyek literasi berupa Rumah Baca ini juga berbasis kewirausahaan. Di antaranya bakal diadakan seminar dan penyuluhan kewirausahaan kepada kelompok ibu-ibu dan elemen masyarakat lainnya. Seperti pengenalan tanaman obat keluarga (TOGA), sistem pengolahan sampah dan barang bekas, sampai pelatihan membuat kopi. Rumah Baca ini juga dijadikan kedai kopi warga. “Masyarakat sekitar sini banyak yang kerja di pabrik, jadi tidak banyak waktu untuk mencoba berwiraswasta. Harapannya, program penyuluhan dan seminar ini dapat memberikan alternatif pendapatan baru untuk menunjang perekonomian masyarakat,” kata kordes KKN-PPM 150 UMM, Dimas Adi Yusuf. Berbagai judul buku, dari mulai buku cerita, anak-anak, kewirausahaan disediakan. Masih ada beberapa program kerja yang masih dikerjakan secara bertahap setelah peresmian rumah baca ini. “Karena itu, diharapkan masyarakat Wagir tetap antusias untuk mengikuti acara yang akan kami rangkai,” ungkap Dimas (25/6). Dengan adanya Omah Kreatif Wagir ini diharapkan masyarakat dapat antusias lagi untuk meningkatkan literasi.  “Omah Kreatif Wagir ini sangat layak diapresiasi. Kami sangat berterima kasih. Semoga apa yang ditanam hari ini akan bermanfaat bagi kita semua,” kata Santoko, pemilik kedai Kopi Belik-Rumah Baca. Proyek ini selesai digarap pada bulan Juni ini oleh Kelompok KKN PPM 150 dan Karangtaruna Wagir. Harapan kita, karena anak jaman sekarang lebih aktif bergadget daripada membaca. Mari kita bersinergi untuk membuat masyarakat menjadi aktif membaca,” imbuh Ketua Umum Karangtaruna Wagir. Moh. Isnaini, M.Pd, dosen pembimbing lapangan Kelompok KKN-PPM 150 UMM menyampaikan, kehadiran Omah Kreatif Wagir ini sedianya dapat membantu menumbuhkan perekonomian dan kualitas literasi membaca masyarakatnya. “Mari ramaikan. Karena ini sudah menjadi milik Desa Parangargo Wagir,” pungkasnya. (*/can)

FAI UMM Pamerkan Buku Hasil Kolaborasi Penelitian Kemenag

Puluhan buku yang sebagiannya merupakan hasil kolaborasi penelitian antara Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI dipamerkan, Selasa (25/6). Berbagai buku bertemakan keagamaan itu dipamerkan dalam Diseminasi dan Pameran Buku Hasil Penelitian seputar evaluasi program studi agama di Perguruan Tinggi keagamaan Islam. “Kerjasama ini sangat penting dalam mendapatkan pemikiran baru, dan hal ini merupakan keberuntungan bagi civitas akademika UMM. Untuk ke depannya kerjasama dengan Puslitbang tidak hanya sebatas ini saja, mungkin akan ada beberapa kerjasama lain misalkan berupa penelitian dan pameran lagi, ataupun diseminasi yang lain,” ungkap Dekan Fakultas Agama Islam UMM, Prof. Dr. Tobroni, M.Si. Enam partisipan yang merupakan satuan kerja Badan Litbang ini, tiga dari pusat serta tiga dari Unit Pelaksana Teknis (UPT). Yakni Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan, Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Puslitbang Lektur Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi, Balai Litbang Agama Semarang, Balai Litbang Agama Jakarta dan Balai Litbang Agama Makassar. “Produk-produk hasil penelitian kita disosialisasikan kepada para akademisi agar bisa dijadikan referensi untuk pendidikan mereka di sini,” ujar Taufik Budi Sutrisno selaku Kasubbag Tata Usaha Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat, Kementerian Agama Republik Indonesia dalam pemaparannya di hadapan civitas akademika Fakultas Agama Islam UMM. “Ke depannya kegiatan seperti ini diadakan di wilayah yang memiliki banyak perguruan tinggi keagamaannya. Karena bazar penelitian kita lebih banyak di penelitian keagamaan, jadi tepat kiranya diadakan di suatu daerah yang memiliki banyak perguruan tinggi agama. Kita juga akan menyimpannya di berbagai perpustakaan agar bisa dipakai semua elemen masyarakat,” ungkapnya disela acara. Selain itu, agenda dihadiri perwakilan lembaga yang terlibat penelitian. Yakni Prof. Dr. Amsal Bakhtiar, MA selaku Kepala Puslitbang Pendidikan dan Keagamaan RI, Dr. Hayadin,S.Ag., M.Pd, sebagai Peneliti Puslitbang dan Dr. Khozin, M.Si sebagai Dosen Fakultas Agama Islam UMM, serta sederet civitas Akademika UMM. Acara dimoderatori oleh Nafik Muthohirin yang merupakan dosen Fakultas Agama Islam UMM. Dalam penyampainnya Prof. Amsal menceritakan mengenai historis tranformasi dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Proses transformasi ini berjalan dengan semakin maraknya Perguruan Tinggi Islam yang ada di Indonesia. “Universitas itu Universal atau menyeluruh beda dengan Institut karena institut itu hanya atau satu bidang saja,” jelasnya memulai pembicaraan. Bukan hanya itu, Prof. Amsal yang merupakan guru besar Ilmu Filsafat Islam di UIN Jakarta ini juga membeberkan bahwa kegiatan seperti seperti ini ini sangat perlu diseminasikan atau disebarluaskan kepada publik. “Terutama kepada para publik akademik atau intellectual community (masyarakat intelektual, red.) supaya mendapatkan input dari hasil penelitian yang telah dilakukan,” pungkasnya. (riz/can)

Semarak Pesta Kebun FPP, Berhadiah Kambing sampai Ikan Cupang

Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (FPP UMM) kambali mengadakan kegiatan silaturrahmi antar generasi yang bertajuk “Pesta Kebun FPP 2019”. Acara yang diadakan pada Minggu pagi (23/6) ini dikemas dengan konsep yang unik dan berbeda di Laboratorium Terpadu. Konsep pesta kebun sendiri dipilih lantaran sesuai dengan Laboratorium Terpadu yang banyak menghasilkan produk peternakan dan pertanian berkualitas. Serta disuplay ke berbagai Kalanga. Selain sebagai laboratorium lapang, juga difokuskan untuk mengembangkan produk pertanian dan peternakan unggulan. Para tamu undangan dapat menikmati berbagai hasil tanaman. Seperti pepaya, apel , jagung serta umbi-umbian. Peserta juga diundi mendapatkan hadiah satu ekor kambing. Acara ini juga turut dihadiri oleh rektor UMM yakni Dr. H. Fauzan, M.Pd serta beberapa mantan dekan FPP terdahulu. Selain hasil pertanian dari laboratorium terpadu, banyak komoditas lain yang dapat dinikmati oleh para tamu secara langsung. Panitia juga menyiapkan beberapa hiburan menarik, salah satunya adalah dibagikannya kupon berhadiah. Hadiah utamanya adalah satu ekor kambing, ayam, burung hingga ikan cupang. Di tengah kegiatan berlangsung terdapat sebuah inti acara yakni “Senandung Rindu”. Acara ini merupakan acara sharing dengan beberapa mantan dekan FPP. Di agenda ini setiap mantan dekan berkesempatan untuk menceritakan pengalaman dan juga kesan pesan selama menjabat sebagai dekan di FPP UMM. “Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyambung tali silaturahmi dan juga membangun rasa kekeluargaan di FPP. Harapannya, keluarga besar FPP dapat berkumpul dan membaur satu dengan yang lain untuk saling mendekatkan dan belajar dari pimpinan fakultas terdahulu,” tutur Rahmad Pulung Sudibyo selaku ketua panitia. Acara ditutup dengan acara makan bersama. Seluruh makanan yang disajikan juga berasal dari beberapa tanaman dan hewan ternak. Seperti kambing yang ada di Laboratorium Terpadu. Selain itu, para tamu undangan juga diberikan kesempatan untuk memetik jagung sendiri lantas membakarnya. (zak/can)

Hattrick! UMM Kembali Wakili Indonesia di Kontes Robot Amerika

Tim Robotik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat gelar juara pada Kompetisi Robot Indonesia (KRI) kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) di Universitas Dian Nuswantoro Semarang (20-23/6). Ialah Ghufron Wahyu Kurniawan, Izzan Silmi Aziz, serta Bayu Irawan Nugroho yang membawa ‘DOME’ menjadi robot tercepat dengan perolehan waktu nilai akhir terbaik; 3.44. Robot DOME UMM ditempel ketat oleh ‘EILERO’, tim robot yang berasal dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan perolehan akhir 3.82. Raihan ini menobatkan tim Kampus Putih untuk ketiga kalinya melanggeng ke gelaran lomba bergengsi tingkat dunia, Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest (TCFFHRC) di Trinity College Hartford Connecticut, Amerika Serikat di paruh tahun 2020 mendatang. Di tahun 2017, dua tim dari UMM memborong juara 1 dan 2 sekaligus untuk kategori robot berkaki. Dua tim tersebut yaitu tim InaMuh sebagai juara 1 dan tim Unmuh Malang sebagai juara 2. Tim InaMuh juga meraih juara poster terbaik. Pada April 2019 juga, ketiga tim UMM meraih juara pertama dan kedua untuk kategori robot pemadam api berkaki, dan juara dua untuk kategori robot pemadam api beroda. Khusnul Hidayat selaku pembimbing lapangan pun membuka kartu yang menjadi kunci kemenangan DOME, “Setidaknya ada beberapa point utama yang membuat tim kita menjadi lebih  unggul dibandingkan dengan tim-tim lain. Pertama ialah tim robot kita menggunakan cairan khusus yang jadi media pengganti air,” ujar Khusnul usai timnya menerima tropi juara di Venue The Club Graha Padma (23/6). Selain itu, kedua ialah ukurannya yang lebih mini yang memberikan dampak postif pada efisiensi serta keluwesan pergerakan, sehingga pergerakan robot DOME sedikit lebih cepat dibandingkan yang lain. “Ini yang membuat robot UMM menjadi lebih sempurna, karena memiliki keunggulan dari segi pergerakan dan efisiensi dalam pemadaman api,” ungkap pria yang juga Dosen Teknik Elekro Fakultas Teknik UMM ini. Ketiga, saat melewati rintangan yang ada di dalam Arena, untuk mencari titik api dan memadamkannya pun robot DOME UMM mampu melewatinya dengan tanpa kendala berarati. Sehingga hasil yang didapat menjadi lebih sempurna dan Robot DOME UMM patut dinobatkan menjadi lawan terberat bagi semua peserta lomba dengan total 22 peserta di kategori ini. Gelaran KRI kali ini terbagi ke dalam 6 kategori. “Ke depannya, semoga tim Robotik kita terus berjaya dan sukses. Saya pesankan kepada anak-anak saya agar selalu mengikuti perkembangan teknologi, dan kedepan kami akan mempersiapkan robot yang akan di bawa ke Amerika Serikat untuk mewakili Indonesia karena telah menjuarai kontes robot pemadam api ini,” pungkas Dr. Ahmad Mubin, MT. selaku Dekan Fakultas Teknik UMM. (riz/can)

Event Gebyar Bamboo Lira Liru yang Eco Friendly

Melalui tangan dingin mahasiswa praktikum Public Relations (PR) 3 Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), daerah dampingan UMM, salah satu event anyarnya bakal menjadi ikon baru Ekowisata Boonpring Andeman, Desa Sanankerto, Turen, Kabupaten Malang. Minggu (23/6) digelar Gebyar Bamboo Lira Liru. Mengusung tagline Gebyar Bambu Malang-Desa Berdaya Warga Berkarya acara ini mengangkat isu eco-friendly. “Kami ingin menyampaikan pesan kepada seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga lingkungan. Bagaimanapun pemanasan global terhadap perubahan lingkungan sekitar sangat  berpengaruh signifikan,” pungkasnya. Kegiatan ini diwujudkan ke dalam beberapa rangkaian acara yakni berupa Pasar Bambu Tradisional, Makan Sego Empog Terpanjang, Parade dan Pameran Karya Kerajinan Bambu, Pameran 65 Jenis Bibit Bambu, Flashmob Angklung, Playground Tradisional, dan Hiburan dengan sentuhan tradisional kearifan lokal lainnya. Melalui inovasi bambu dan menghadirkan suasana tradisional, perhelatan ini bakal menjadi ikon baru Ekowisata Boonpring. “Di antaranya dengan mengapresiasi kerajinan bambu yang ada di sini, yang mayoritas penduduknya menggantungkan hidupnya dari hasil bambu dan bertani,” ujar Qurrotul Aini selaku ketua pelaksana acara. Dijelaskan oleh Aini, Gebyar Bamboo Lira Liru turut menghadirkan aksi kolaborasi masyarakat dan UMM dalam rangka peningkatan nilai bambu melalui program, serta konten-konten yang kreatif dan inovatif. ”Khusus acara yang spektakuler ini, kami melibatkan banyak pihak untuk berpartisipasi dalam kolaborasi,” paparnya. UMM sebagai kampus pelopor pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT), dengan melakukan pembangunan stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Ketua Tim Teknis PLTMH UMM, Ir Suwignyo, MT menerangkan PLTMH ini untuk mendukung konservasi sumber air Andeman dan pengembangan ekowisata terpadu. Pada siang hari dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif perdesaan dan pengembangan irigasi pompa kawasan agrowisata. Serta dapat dijadikan sebagai taman edukasi wisata sains-teknologi energi terbarukan. Pada malam harinya dimanfaatkan untuk penerangan kawasan wisata dan lingkungan sekitarnya. PLTMH Desa Sanankerto mengandalkan debit air 0,50 M3 perdetik dengan mengambil dari sumber air Andeman. Turbin yang digunakan berbeda dengan yang dipakai pada PLTMH di UMM sebelumnya. “Turbin Boonpring menggunakan propeller poros vertikal. Jika berhasil akan kita kembangkan untuk produksi turbin dan akan dijual,” ungkapnya. (riz/can)

Prihatin Konten Negatif, Ikom UMM Helat Pesta Film Anak

Industri film anak-anak saat ini sedang mengalami krisis konten. Melalui praktikum 1 Audio Visual Ilmu Komunikasi (Ikom) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Pesta Film Anak (26/6) sebagai bentuk apresiasi karya film yang konsen pada konten positif. Aksi positif sekelompok mahasiswa ini patut diacungi jempol. “Anak-anak saat ini telah terkontaminasi dengan perkembangan teknologi juga internet. Kecenderungannya, konten yang terdapat di internet negatif dan sulit dikontrol. Melalui film, kami dapat menyajikan berbagai film berkonten positif. Tujuannya tidak cuma sebagai tontonan tapi juga tuntunan,” kata Mella Dwi Purnama, ketua pelaksana. Bentuk acaranya yakni berupa penayangan perdana film-film karya mahasiswa praktikum audiovisual 1 prodi Ilmu Komunikasi. Gelaran ini bertemakan, “Museum Anak: Tempo Dulu”. “Maksud dari tema ini yakni mengajak para penonton, anak-anak maupun remaja, untuk bernostalgia dengan berbagai hal di masa lampau,” kata Mella. Event ini juga, sambungnya, memperkenalkan bagaimana cara anak-anak tempo dulu bersosialisasi. Tidak seperti sekarang yang kecenderungannya membuat anak-anak dan remaja memiliki jiwa individualis. “Selain itu, kita juga mengeksplorasi hal-hal di masa anak-anak tempo dulu, mulai dari permainan, makanan dan lainnya,” ujarnya. Sedikitnya sembilan film ditayangkan di hadapan anak-anak seusia sekolah dasar dan remaja. Pasca ditayangkan, para sineas juga diminta membagikan pengalamannya di balik proses pembuatannya. Acara ditutup dengan penganugerahan penghargaan untuk berabagai kategori. Di antaranya ide cerita terbaik, hingga soundtrack terbaik. Sembilan kelompok yang unjuk gigi karya filmnya yakni Sam Depok – “The Sacred Tree”, Pine Film – “Super Sayur”, Gawe Pilem – “Jangkrik”, Sudut Pandang Sinema – “Kelaran”, Dialektika – “Paku dalam Botol”, Foremost Film – “Selimut Ashgaf”, Miwiti – “Pangkur”, Sakelas Production – “Surup” serta Back to Basic – “Sehari Saja”. Back to Basic jadi pemenang Ide Cerita Terbaik mengisahkan Aqila, anak perempuan 9 tahun yang tinggal bersama ibunya. Suatu hari, ibunya marah kepada Aqila karena ia bangun kesiangan, mereka pun beradu argumen, Aqila merasa menjadi orang tua itu mudah, sedangkan ibunya merasa tidak ada hal yang rumit menjadi anak kecil. Hingga satu kejadian, membuat keduanya tertukar jiwa. Tubuh Aqila dengan jiwa ibunya dan sebaliknya. Dari kejadian itu, mereka mendapatkan banyak pelajaran berharga yakni tentang saling menghargai dan menghormati. Keduanya menyadari bahwa tidak mudah menjalani peran jadi seorang single parent dan siswa kelas 5 SD. Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UMM, Himawan Sutanto, M.Si menyebut, masa anak-anak adalah masa di mana mereka menirukan banyak hal. “Melalui perhelatan Pesta Film Anak ini, kita ingin mewujudkan generasi kita menjadi generasi yang sehat. Tidak hanya fisiknya, tapi juga jiwa dan pengetahuannya,” ungkapnya dalam sambutan. (can)

Pasar Barongan Digadang Bakal Lejitkan Potensi Bumiaji

Konsep pemberdayaan melalui pemaksimalan potensi lokal tidak hanya dilakukan dosen. Praktikum Public Relations Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga ikut melejitkan potensi suatu daerah. Seperti yang dilakukan kelompok Renjana Creative di Desa Bumiaji, Kota Batu melalui media menampilkan kekayan alam dan budaya; Pasar Barongan Bumiaji, 23 Juni mendatang. “Desa Bumiaji memiliki objek wisata desa yang mengusung konsep budaya, alam dan edukasi. Saat ini, Desa Bumiaji yang ingin dikenal dengan Amazing Bumiaji sudah dalam tahap pengembangan desa wisata. Dengan hadirnya Pasar Barongan Bumiaji ini, diproyeksikan dapat dijadikan sebagai alat promosi wisata dan menampilkan kekayaan alam dan budaya,” kata Ketua Pelaksana, M. Luthfi Kurniawan. Kegiatan Pasar Barongan, jelas Luthfi, berbentuk pasar budaya di sepanjang bawah rimbunan pohon bambu. Perhelatan akan diiringi alunan instrument musik gamelan. Selain itu juga terdapat lapak dagang yang dikelola oleh warga setempat. Mulai dari olahan kuliner khas yang menjual makanan, minuman tradisional, hasil perkebunan, kekayaan alam khas daerah, dan pertunjukan budaya seperti Bantengan. “Selain memperkenalkan Pasar Barongan Bumiaji kepada masyarakat dan wisatawan luar, gelaran ini juga bertujuan menciptakan kepedulian untuk melestarikan potensi-potensi yang ada di Desa Bumiaji. Selain itu, berbagai rangkaian acara yang kami adakan juga mewadahi dan menunjukkan potensi-potensi warga Desa Bumiaji. Salah satunya melalui Pasar Barongan ini,” ungkapnya diwawancara, Selasa (18/6). “Gemah Ripah Loh Jinawi, Toto Tentrem Kerto Raharjo” menjadi tema yang diangkat. “Gemah Ripah Loh Jinawi memiliki arti kekayaan alam yang berlimpah yang aplikasikan dalam bentuk pasar yang dihiasi segala detail tradisional Bumiaji. Sementara Toto Tentrem Kerto Raharjo melambangkan gelaran Pasar Barongan yang menyajikan  kekayaan alam akan dihiasi keramah-tamahan masyarakatnya,” terangnya. Sebelumnya, di tanggal 11 hingga 14 Juni diadakan pra-event bertajuk Resik Barongan. Agenda ini merupakan kegiatan bersih-bersih area yang bakal dijadikan Pasar Barongan. Bersih-bersih dilakukan bersama kelompok Sadar Wisata, Karang Taruna, juga Tim Pariwisata Bumiaji. Di tanggal 15 Juni, juga terselenggara Uklam Tahes Bareng Bumiaji, yakni kegiatan jalan sehat yang diikuti warga Bumiaji. (*)