Prodi Biologi UMM Raih Akreditasi A, Uhamka Datang Studi Banding

SEBAGAI sesama perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa menerima studi banding dari perguruan tinggi lain, salah satunya Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (Uhamka) Jakarta hari ini, Senin (05/02). Selain bersilaturahmi, tujuan dari kunjungan ini juga untuk berdiskusi terkait kurikulum, akreditasi, proses pembelajaran serta pengelolaan Program Studi Pendidikan Biologi. Sekretaris Prodi Biologi UMM, Dr. Roro Eko Susetyarini M.Si mengutarakan bahwa capaian yang diperoleh Prodi Biologi menjadi daya tarik Uhamka dalam kunjungan ini. Selain prestasi, Prodi Biologi UMM juga berhasil mempertahankan akreditasi A selama dua kali berturut-turut. “Tentu Uhamka ingin belajar juga dari capaian Prodi Biologi ini,” tandas Roro. Bukan hanya itu, Roro menyebut prodi Biologi kini tengah bersiap mendapatkan akreditasi internasional ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). “Sekarang sedang proses ikut akreditasi AUN-QA. Karena Biologi ini salah satu jurusan yang diajukan oleh KPPA untuk ikut akreditasi itu,” tutur Roro. Sementara itu Kepala Prodi Biologi Uhamka, Dr Susanti Murwitaningsih M.Pd mengaku bahwa UMM adalah perguruan tinggi yang tepat untuk berdiskusi. Banyak hal baik yang ia pelajari disini. “Salah satunya etos kerja dari UMM ini yang bikin saya ngiri, etos kerjanya bagus banget,” ujar wanita yang juga merupakan dosen Biologi Uhamka tersebut. Lebih dari itu, melalui momen ini Susanti berharap dapat terjalin kerjasama antar kedua perguruan tinggi Muhammadiyah, sehingga Uhamka dapat mengimplementasikan hasil dari studi banding kali ini. Kerjasama yang dimaksud dapat dilakukan dalam berbagai hal seperti jurnal, penelitian, dan pertukaran mahasiswa. Di akhir, ketika disinggung tentang kesannya terhadap UMM, Susanti menggambarkannya dalam tiga kata istimewa. “UMM itu bagus, keren, hebat,” tutupnya. (nim/sil)
18 Dosen Prodi Ilmu Hukum UAD, Studi Banding ke UMM

PEROLEHAN akreditasi A pada program studi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) merupakan sebuah tanggung jawab. Untuknya, sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum UMM bersedia melakukan pendampingan kepada Prodi Ilmu Hukum Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam kunjungan kerja studi banding dan penandatangan nota kesepahaman (MoU), Sabtu (03/02). Kepala Laboratorium Hukum, Bayu Dwiwiddy Jatmiko M.Hum mengungkapkan bahwa pihaknya selalu terbuka kepada universitas yang ingin studi banding di UMM. Disamping itu, dosen Ilmu Hukum UMM ini juga menegaskan bahwa diperlukan kerjasama antara perguruan tinggi untuk mendidik juga mencerdaskan anak bangsa. “Pada dasarnya kerjasama di bidang akademik, kerjasama dibidang usaha mencerdaskan kehidupan bangsa itu harus dilakukan bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa, termasuk lembaga pendidikan,” ujarnya. Bertempat di Auditorium Fakultas Hukum UMM, kunjungan ini dihadiri oleh 18 dosen Prodi Ilmu Hukum UAD. Pertemuan ini membahas kurikulum prodi Ilmu Hukum. Pada kesempatan tersebut, UMM juga memaparkan tentang program magang, perkuliahan, praktikum, dan cara menghadapi mahasiswa dengan berbagai karakter. Tidak hanya itu, dosen dari UAD juga menengok Laboratorium Hukum milik UMM. Melalui kunjungan semacam ini Bayu berharap setiap universitas dapat memberikan sumbangsih yang nyata untuk bangsa. “Untuk mencapai itu maka kita harus bekerja sungguh-sungguh. Kita buat kurikulum sebaik-baiknya, kita mendidik anak didik sebaik-baiknya bahkan juga membekali mereka dengan nilai-nilai religius dan suri tauladan,” tandas Bayu.(nim/sil)
Pertandingan Tenis Persahabatan, Tim Rektor UMM Ungguli Tim Wakil Rektor II UMS

Keberadaan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Tennis Club, salah satu klub olah raga tenis lapangan dosen dan karyawan UMM semakin disegani. Di Jawa Timur, Tennis UMM sudah banyak dikenal baik melalui even turnamen lokal Malang, Jawa Timur maupun nasional. Tak ayal, rangkaian prestasi tersebut membuat penasaran klub tenis Universitas Muhammadiyah Solo (UMS) untuk menjajal kekuatan tim tennis UMM dalam momen latih tanding persahabatan. Sabtu pagi, (3/2) mereka datang ke lapangan UMM dengan membawa 12 pasang pemain andalan. Istimewa, kehadiran mereka disambut langsung oleh Rektor UMM Fauzan yang juga Ketua klub tenis Dosen Karyawan UMM. Dalam sambutannya, Fauzan menyampaikan bahwa jalinan silaturahmi tidak hanya dapat dilakukan dengan bertamu, tetapi juga dengan mengadakan pertandingan olahraga, salah satunya tenis. “Dengan bermain bersama, persahabatan akan terjalin lebih akrab dan santai. Ada permainan, guyonan, saling mendukung dan belajar teknik akan semakin memberikan rasa tersendiri dalam memelihara persaudaraan,” ujar pemain yang memiliki teriakan khas Joosss ketika service roketnya sukses tersebut. Tim UMS yang dikomandani oleh wakil Rektor II Sardjito mengungkapkan kegembiraaannya diterima UMM dengan baik dalam rangka sparring partner persahabatan olah raga tennis. “Tidak peduli menang kalah, tapi rasa persaudaraan dan tambah dulur adalah hal terpenting dari tujuan kegiatan ini,”ujarnya. Pertandingan berjalan sangat seru dan ramai disertai dengan applause dari rekan-rekan yang hadir, terutama ketika ada pukulan yang memenangkan. Diawali dengan pertandingan seru, pasangan Rektor UMM Fauzan dan Santoso sukses mengalahkan pasangan Wakil Rektor II UMS Sadjito dan Nur. Dengan skor telak 8 – 2, Tim Fauzan dan Santoso menyudahi pertandingan. Keperkasaan tim tenis UMM berlanjut dengan kemenangan-kemenangan pasangan lain yang menambah dominasi poin dengan UMS. Dari 13 pasangan yang dimainkan, UMM memenangkan 10 pasangannya dengan permainan yang ciamik, cantik, meriah dan memberikan hiburan bagi semua penonton yang datang. Usai pertandingan, tim UMS dijamu dengan makan bersama dengan hidangan khas Jawa Timur sambil beramah tamah antar sesama pemain tenis. (rid/sil)
Sinergi Apik, UMM dan Konjen RRT Gelar Pameran Foto

MENGAWALI tahun baru Imlek yang jatuh pada 16 Februari, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali bersinergi dengan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) di Surabaya untuk menggelar Pameran Foto bertajuk “Satu Sabuk Satu Jalan”. Gelaran ini merupakan upaya Konjen RRT untuk membuka kembali Sabuk Ekonomi Jalur Sutra dan Jalan Sutra Maritim Abad 21 untuk membangun jaringan interkoneksi ke segala arah, ke berbagai tingkatan baik itu Asia, Eropa maupun Afrika termasuk Indonesia salah satunya. Berlokasi di hall lantai dasar Malang Town Square (Matos), pameran foto sejarah peradaban Cina dibuka langsung oleh Rektor UMM, Fauzan. Pada kesempatan tersebut, Fauzan menyampaikan bahwa kerjasama antara UMM dengan Konjen RRT dan Confucius Institute telah terjalin sejak lama. Beberapa bentuk kerjasama tersebut antara lain adalah penyelenggaraan lomba pengetahuan umum Tiongkok pada 2017, kerjasama dengan 20 perguruan tinggi di Cina, serta intens melakukan pertukaran baik pelajar maupun pengajar. “Bahkan di UMM ada China Corner sebagai tempat mahasiswa belajar bahasa dan budaya Cina,” tandas Fauzan. Sementara itu, Mrs. Liao Guirong atau yang kerap disapa Bu Ana dari Confusius Institut Malang menyambut antusias pameran foto ini. “Saya juga berharap pameran foto ini bisa memberikan kesempatan besar untuk kedua negara bekerjasama,” ujar Ana. Sedianya, Pameran Foto Sejarah Peradaban Cina akan diselenggarakan selama empat hari kedepan, Kamis hingga Minggu (01-04/18). Selain menyuguhkan 100 foto, ekshibisi ini juga dilengkapi ulasan sejarah singkat tentang Sabuk Ekonomi Jalur Sutra Tiongkok pada abad 21. Tidak hanya menghibur, Ineke Devita salah satu pengunjung gelaran ini mengaku dirinya mendapat banyak pengetahuan baru khususnya tentang Cina dalam acara ini. “Kalau dari foto saya bisa tahu, ternyata ada tempat seperti ini di Cina. Ditambah ada sejarah dan keterangan di tiap foto, jadi pengunjung tidak hanya tahu tapi juga lebih paham,” terang Ineke. (nim/sil)
AIESEC UMM Gandeng Sekolah dan UKM Malang Raya Go International

Sebagai bentuk dukungan dan aksi nyata AIESEC Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) yang digaungkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sejak tahun 2015, sebanyak tujuh mahasiswa asing asal China, India, dan Bangladesh hadir dalam Exchange Participants Welcoming Gathering yang dilaksanan oleh AIESEC UMM di Aula BAU UMM, Kamis (1/2). Seluruh mahasiswa asing tersebut akan melaksanakan projek sosial yang dibuat oleh AIESEC UMM, yakni Dream School Project dan E-Volution Project. “Dua projek ini kolaborasi, jadi kita waktu nyusun projek ini gak mau hanya memberi pengalaman ngajar ke exchange participants-nya tapi juga pengalaman lain dalam membangun usaha masyarakat lokal,” ungkap Vice President AIESEC UMM Dian Kresnawan. Ditambahkan oleh Dian, Dream School Project merupakan projek sosial yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa di daerah pinggiran Malang Raya terhadap kemajuan pendidikan era modern dan sekaligus mendukung SDGs poin ke empat. “Kalau untuk Dream School Project tujuannya meningkatkan pengetahuan berinovasi dan berkereasi dengan kurikulum yang ada kepada guru,” jelas mahasiswa Dian. Sementara itu, E-Volution Project juga merupakan projek sosial yang fokus untuk membantu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam membangun daya saing dan inovasi baru pada produk UKM yang mereka produksi. Dua project besar AIESEC UMM ini bekerjasama dengan beberapa pihak diantaranya SD Tlogomas 2, SD Cemorokandang, SMP Cemorokandang, MI Al-Huda, MTS Al-Huda, serta Paguyuban UKM Amazing Malang Raya. Diakhir, Dream School Project akan menghasilkan buku panduan untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah partner project AISEC. Sementara untuk E-Volution, mahasiswa asing ini dapat memmbantu pelaku UKM membuat skema produksi yang menghasilkan banyak profit serta meningkatkan kualitas produk hasil UKM. “Short goalsnya itu untuk Dream School, sekolah punya satu dua hal lain yang dikembangkan dari kurikulum yang sudah ada di sekolah tersebut. Terus untuk E-Volution adalah bisa berkembangnya UKM itun,” pungkas mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UMM ini. Dua project ini direncanakan akan berlangsung selama enam minggu. Selain menerima mahasiswa asing dari beberapa negara, AIESEC UMM melalui program exchange students juga memberangkatkan 20 mahasiswa Indonesia ke beberapa negera diantaranya Turkey, Ukraine, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Srilanka. (nis/sil)
Gelar Sholat Gerhana, Masjid AR Fachruddin Ajak Jamaah Hayati Kebesaran Allah

Setiap orang diantara kita mengimani bahwa seluruh keberadaan di alam semesta ini diciptakan oleh Allah SWT. Gerhana bulan atau Super Blue Blood Moon padaRabu,(31/01/2018) merupakan salah satu fenomena alam sebagai bentuk keagungan Allah SWT. Secara hukum syariat, hukum sholat gerhana bulan atau matahari adalah sunnah muakad, yaitu amalan sunah yang tidak ingin ditinggalkan oleh Rosulullah SAW. “Rasulullah mengatakan bahwa terjadinya gerhana matahari atau bulan itu tidak ada kaitannya dengan kematian atau kelahiran, jadi ketika fenomena tersebut terjadi, maka tunaikanlah sholat dan perbanyaklah doa serta sedekah. HR. Bukhori dan Muslim,”kata Ustad Ahmad Fathoni, LC., MAkhotib Sholat Gerhana di Masjid A.R. Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ketua Program Studi (Kaprodi)Pendidikan Bahasa Arab FAI UMMtersebut juga menyampaikan bahwa sholat gerhana bulan sendiri memiliki tujuan untuk menghayati salah satu tanda kebesaran dan kekuasaan Allah. Karenanya, kita diperintahkan untuk bersujud pada-Nya. “Pelajaran yang dapat kita ambil dari fenomena gerhana bulan setelah 152 tahun silam dan terjadi lagi pada hari ini adalah bahwa kita sebagai manusia ini sangat kecil, sedangkan Allah maha kuasa, tambah Ustad Ahmad Fathoni. Selain itu sholat sunnah gerhana bulan juga untuk menundukkan diri pada Allah dan menyadari bahwa kelebihan-kelebihan yang kita miliki dan kita muliakan akan musnah dihadapan Allah. “Gerhana bulan ini merupakan salah satu kekuasaan Allah yang tidak bisa dilakukan oleh manusia yang sangat kecil ini, sehingga kita sebagai sesama ummat harus lebih ikhlas dalam tolong-menolong dengan tidak merasa lebih tinggi dan mulya.”. tambahnya. Salah satu Takmir Masjid A.R. Fachruddin, Wahyu Hidayat menyampaikan bahwa sholat gerhana bulan juga dapat menjadi moment pengingat kebesaran Allah. “Kita wajib mensyukuri dengan cara Sholat Gerhana, dengan berserah diri bahwa Allah itu Maha Segalanya,” kataWahyu Hidayat, salah satu Takmir Masjid A.R. Fachruddin.(mif/sil)
Sentra HKI UMM Dorong Dosen Patenkan Karya

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) patut berbangga sebab kampus putih ini memiliki lembaga sentra Hukum Kekayaan Ilmiah (HKI) dan telah mematenkan banyak kekayaan intelektual seperti sertifikasi hak cipta, merk, maupun hak paten. Hari ini, Rabu (31/01) lembaga Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) UMM mengadakan workshop bertajuk “Pemetaan dan Penguatan Kekayaan Intelektual Bidang Sosial Humaniora dan Eksakta Keteknikan” bertempat di Auditorium Wakil Rektor I UMM. Acara ini diikuti oleh dosen-dosen muda perguruan tinggi Muhammadiyah dari berbagai wilayah di tanah air seperti Bengkulu, Sidoarjo, Ponorogo, dan Tangerang Ketua sentra HKI UMM, Dr. Ir. Agus Zainudin, MP menjelaskan bahwa tujuan diadakannya workshop ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada para pengajar perguruan tinggi tentang pentingnya hak cipta dan mendorong para dosen agar lebih produktif menghasilkan karya. “Kami memetakan beberapa potensi yang bisa didaftarkan hak patennya. Dengan demikian, akan banyak karya-karya dosen UMM yang tersertifikasi,” terang Agus. Sejak tahun 2003 hingga 2017, Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) UMM telah mengantongi tujuh sertifikat hak paten. Sementara itu, perolehan sertifikat hak cipta sejak tahun 2006 hingga 2017 sejumlah 159 dari berbagai program studi di UMM. Prof. Dr. H. Ishomuddin, M.Si selaku pemateri workshop menjelaskan bahwa HKI merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari seorang pendidik, khususnya dosen. “Sebagai seorang dosen, sangat penting memiliki karya baik berupa buku, penelitian, artikel, visiting lecture, ataupun tulisan-tulisan yang dimuat dibuku,” pungkas dosen Fakultas Agama Islam (FAI) yang telah memperoleh 27 sertifikasi hak cipta ini. Kedepannya, diharapkan worksop semacam ini dapat diadakan lagi mengingat betapa pentingnya pengetahuan tentang hak cipta. (lus/nim/sil)
Perdana, Mobil Kaca UMM Sebarkan Semangat Literasi ke Pulau Madura

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menggaungkan gerakan literasi. Memilih cara unik, gerakan ini dikemas dengan konsep Mobil Pintar. Melalui tangan-tangan terampil, mobil berjenis OB Van pemberian Bank Jatim dalam program CSR Bank Jatim Peduli ini ini telah di kreasikan UMM dengan ciamik menjadi mini perpustakaan. Tidak tangung-tanggung, mobil tersebut menampung 456 buku yang terdiri dari Ensiklopedia, Entrepreneurs, IT, Hobis, Peternakan, Pertanian, Muhammadiyah dan Islam Umum. Mengacu pada konsepnya, Mobil Pintar UMM ini disebut dengan Mobil KaCa (Kamis Membaca). Nantinya, Mobil KaCa UMM akan berkelana ke sekolah-sekolah, utamanya di Jawa Timur. Harapannya, Mobil KaCa UMM dapat meningkatkan budaya baca pelajar Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kepala Humas UMM, Joko Susilo mengungkapkan adanya Mobil Kaca menjadi salah satu bukti bahwa kampus putih memiliki target untuk terus mendidik anak-anak Indonesia. “Sama dengan misi UMM, mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai juga dengan semangat Al-Quran. Wahyu yang diturunkan pertama kali Iqro, membaca itu jadi literasi,” terang Joko. Dalam perjalanannya, Mobil Kaca mencerna baik slogan UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Terbukti melalui program K-A-N-C-A-N-E yaitu Kepo (Ketahui Potensimu), Ayo Dolanan, Coto (Konco Cerito) Babad, Aku Jurnalis, Nonton, dan EYL, UMM berupaya hadir memberdayakan pelajar. Kepo (Ketahui Potensimu) merupakan program yang digagas dengan Bimbingan Konseling (BK) UMM untuk memfasilitasi konseling gratis serta mini tes psikologi bagi siswa, khususnya remaja. Sedangkan Ayo Dolanan merupakan pengenalan berbagai macam permainan tradisional sebagai upaya melestarikan kebudayaan Indonesia. Ada pula Coto (Konco Cerito) Babad untuk mendidik dan menginspirasi melalui dongeng maupun hikayat, Aku Jurnalis untuk mengedukasi cara menulis dan program English for Young Learner (EYL) untuk belajar bahasa Inggris. Selain mengusung program yang lengkap, mobi ini juga dilengkapi fasilitas LED monitor, audio dan full soundsystem yang dapat digunakan untuk menampilkan film-film edukatif. Sejak Senin-Kamis (29/1-01/02) Mobil Kaca telah menebarkan gerakan literasi ke wilayah Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan. Salah satu pengunjung Mobil Kaca, Siti Aminah mengaku kegiatan ini merupakan yang pertama di Madura. “Enak ini karena bisa baca-baca disini, nggak perlu ke toko. Seperti saya yang mondok gini kan jarang keluar nggak tahu toko buku dimana, dengan ini jadi mudah membaca dan tau berbagai macam buku lain,” tutur Siti siswi kelas XII SMA Al Islah Sumenep Madura. (nim/sil)
Dua Dara Cantik UMM Usung Misi Perdamaian ASEAN Melalui ‘Diplomasi Kopi’

Terinspirasi oleh film besutan Angga Dwimas Sasongko Filosofi Kopi, mahasiswa Program Studi (Prodi) Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Olivia Afina dan Kayla Azzahra menggunakan kopi sebagai media untuk menyuarakan perdamaian ke seluruh ASEAN. Keduanya mendatangi beberapa negara di ASEAN sembari membagikan kopi yang dibungkus sendiri dengan menuliskan pesan singkat pada kemasannya. “Aku dan Kayla bawa kopi Indonesia yang kurang terkenal. Ada pesan yang ingin aku sampaikan tentang keberagaman ASEAN melalui kopi yang aku package itu,” ungkap Olivia. Mahasiswa semester delapan ini melanjutkan, menurutnya meminum kopi adalah sebuah tradisi konvensional masyarakat untuk berdiskusi. Secara tidak disadari, kebiasaan ini banyak menghasilkan pemikiran-pemikiran baru. “Kopi itu juga unik karena dia berkarakter,” ungkap salah satu delegasi Indonesia pada ASEAN-ROK Youth Exchange Visit di Kamboja tersebut. Olivia melanjutkan, tulisan pada bungkus kopi yang ia dan Kayla buat, bertujuan untuk menyebarkan pesan perdamaian di ASEAN. Cara ini juga menjadi jalan bagi keduanya mengenalkan Indonesia sebagai negara yang merepresentasikan keanekaragaman ASEAN. Sementara itu, dipilihnya ASEAN bukan tanpa alasan. Selain karena Indonesia adalah bagian dari ASEAN, banyaknya pendapat sumbang tentang ASEAN juga jadi pertimbangan. “Kita pilih ASEAN karena berangkat dari persprektif orang sekitar tentang ASEAN yang pesimis, useless, dan gak punya progress,” jelas Olivia. Satu tahun menjalankan misinya ke lima negara ASEAN seperti Thailand, Kamboja, Myanmar, Malaysia, dan Singapura bukan tanpa hambatan. Partner Olivia, Kayla mengaku,sď pernah suatu kali muncul rasa was-was dalam diri rekannya atas langkah yang tengah ditempuh. “Olivia khawatir. Takutnya nanti orang-orang yang ada disana mikir kita mau ngeracunin atau apalah. Tapi setelah kita niat dan jalan ternyata hampir semua orang yang kita kasih kopi ini merasa senang dan ngasih feedback yang postif,” ungkap Kayla. Selain mengkampanyekan tentang perdamaian melalui diplomasi kopi, Olivia dan Kayla juga membawa isu sosial budaya dalam misinya. Keanekaragaman ASEAN yang luar biasa menjadi bahasan penting pada setiap kunjungannya. “Aku berangkat dari isu sosal budaya, karena menurutku budaya itu bisa merepresentasikan setiap negara,” ungkap Olvia. Terus memperluas penyebaran pesan perdamaian, dua dara cantik ini juga mengabadikan perjalanannya dalam project video yang ia beri nama ‘Kuy Project’. “Tujuannya buat ngenalin ASEAN ke luar ASEAN melalui video,” tambah Olivia. Di akhir mereka berharap, kelak apa yang dilakukannya dapat berbuah manis. Olivia dan Kayla bahkan bercita-cita untuk membentuk sebuah organisasi yang khusus mewadahi para pekerja seni di ASEAN untuk melestarikan budaya negaranya masing-masing. “Karena pekerja seni ASEAN menciptakan keunikan budaya ASEAN,”pungkas Olivia. (nis/sil)
Prodi Kehutanan UMM, Satu-Satunya PTS Penerima Mandat Perintis PSPPI

Prestasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam bidang akademik kembali ditorehkan. Kali ini, program studi (prodi) Kehutanan UMM mantap menjadi perintis Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur (PSPPI). Bersama dengan 14 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang lain, UMM langsung bersinergi dengan Badan Kejuruan Teknik Kehutanan (BKTHut) sebagai salah satu dari 19 badan kejuruan dibawah Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Bertempat di Ruang Auditorium Dr. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jakarta, Senin (23/1) tiga dosen dari prodi Kehutanan UMM telah dikukuhkan menjadi Insinyur Profesional Madya (IPM) dan Insinyur Profesional Utama (IPU) oleh Dr. Ir. A. Hermanto Dardak MSc., IPU, selaku Ketua Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia (PII). Disaksikan oleh Rektor UMM, Fauzan ketiga dosen tersebut dikukuhkan bersamaan dengan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar MSc., IPU, selaku Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI. Dengan pengukuhan menjadi Insinyur Profesional tersebut, Insinyur Joko Triwanto, MP., IPU, Dr. Insinyur Nugroho Tri Waskito, MP., IPM, dan Tatag Muttaqin, S.Hut., MSc., IPM, telah siap mengawal PSPPI bidang kehutanan di UMM. Selanjutnya, bersama dengan program studi lain di Fakultas Teknik UMM, PSPPI UMM akan mendidik para calon Insinyur Profesional selama dua semester. Secara bersamaan para calon Insinyur tersebut akan berparaktek secara kolaboratif lintas kejuruan. “Kami optimis dalam mengemban amanah untuk melaksanakan PSPPI Kehutanan ini, demi mempersiakan para lulusan yang professional dalam bidangnya,” tandas Rektor UMM, Fauzan. Selaras dengan yang diungkapkan Fauzan, Insinyur Joko Triwanto, MP., IPU, yang pada hari itu dikukuhkan menjadi Insinyur Profesional Utama menyatakan bahwa kedepannya semua tenaga kerja harus professional dalam bidangnya masing-masing. “Karena profesi tersebut tidak hanya berguna bagi mereka yang bekerja pada sebuah institusi tetapi juga bagi mereka yang bekerja mandiri secara professional,” tukas Joko. (nim/sil)