Jejaring Media UMM dan Muhammadiyah Perkuat Literasi Digital

PARA pekerja media yang bergiat di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) maupun di persyarikatan Muhammadiyah se-Indonesia berkonsolidasi memperkuat literasi digital. Hal itu dikakukan atas kerjasama UMM dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI melalui Workshop Penguatan Jejaring Pegiat Media yang berlangsung di Ruang Sidang Senat UMM, Senin (30/10). Workshop ini menghadirkan penulis dan konsultan media kreatif Fahd Pahdepie serta staf khusus Kemdikbud Nasrullah. Hadir sebagai pembicara kunci sekaligus membuka acara, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi. Syamsul Arifin mengatakan, berbagai peristiwa di dunia ini memiliki ragam makna, karena itu ia berupaya menggali dan memaknai setiap hal-hal yang berada di sekitarnya. “Belakangan saya cukup rajin menulis hal-hal menarik di sekitar saya. Setelah terlalu sering menulis riset dan publikasi yang serius, ternyata asyik juga menulis hal-hal sederhana. Dengan kekuatan media digital, tulisan-tulisan ringan itu justru menarik minat banyak orang,” kata Syamsul. Sementara bagi Fahd Pahdepie, kunci dalam menguasai literasi digital adalah kemampuan bercerita. Baginya, dunia ini dipenuhi dengan cerita. Cara bercerita itulah yang dapat mempengaruhi banyak orang. “Politik itu cerita, ekonomi itu cerita, agama itu cerita. Peradaban dan kitab-kita suci juga berisi rangkaian cerita,” kata Fahd sejumlah novelnya menjadi best-seller ini. Fahd menuturkan, menjadi seorang pekerja media dan public relations (PR) juga harus memiliki kekuatan menghadirkan narasi yang menarik. Di era sekarang ini yang menarik minat banyak orang bulanlah argumen melainkan cerita. “Lebih luas lagi, saat ini orang lebih suka hal-hal yang mengandung empati ketimbang yang logis. Sama halnya, orang jenuh pada hal serius dan lebih menyukai permainan. Semua dimensi itu harus dimiliki oleh seorang pekerja media dan PR.” Di sisi lain, Nasrullah menerangkan, sebagai seorang PR penting halnya untung menyeragamkan suara. Khususnya terkait berbagai berita yang keluar dari institusi ke pihak eksternal. “Kalau kita mengeluarkan data, semua harus kompak. Ini bentuk pertangggungjawaban kita pada publik. Sekarang ada jurnalisme baru yakni quick checker. Para pesaing kita akan mengecek itu, jadi jangan sampai salah menyampaikan data,” tambahnya. Selain memastikan akurasi data, Nasrullah juga menyampaikan pentingnya membina hubungan baik dengan media, baik secara personal, institutional maupun bisnis. Selain itu, keunikan nilai berita juga menjadi hal yang harus diperhatikan. “Yang penting kita bermedia dapat menimbulkan awareness masyarakat bahwa kita unik, berkualitas dan memilikivalue. Jadi misalnya dengan satu berita unik, dapat menarik mahasiswa berduyun-duyun datang kemari,” pungkas Nasrullah. (sil/han)

UMM Gazebo Forum, Maknai Spiritualitas Melalui Sastra

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar cangkrukan multidisipliner UMM Gazebo Forum, Sabtu (28/10) di area taman Perpustakaan Pusat UMM. Bertepatan dengan Bulan Bahasa Nasional dan Hari Sumpah Pemuda, UMM Gazebo Forum kali ini mengangkat tema “Sastra dan Spiritualitas”. Tiga narasumber yang dihadirkan yaitu penulis buku “Spiritual Enlightenment”, Ikhwan Marzuki, Direktur ATV Drs Nurbani Yusuf MSi, dan Dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM, Dr Ajang Budiman MSi. Ikhwan Marzuki menilai, sastra dan spiritualitas ibarat dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan dan spiritualitas tidak melulu tentang religiusitas. “Spiritualitas adalah bagaimana kita memaknai sesuatu dan sastra merupakan salah satu bentuk pengungkapan dari spiritualitas tersebut,” terangnya mahasiswa Pendidikan Dokter UMM ini. Senada dengan Ikhwan, Ajang menambahkan, perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW juga merupakan bentuk spiritualitas dan itu merupakan bentuk spiritualitas yang paling sempurna. “Spiritualitas dan religiusitas harus menjadi cara hidup dari orang itu sendiri. Jadi dari spiritualitas itu tidak hanya mencerahkan pada diri sendiri namun juga harus bisa mencerahkan orang lain,” tegas Ajang. Pemateri ketiga, Nurbani Yusuf mengatakan, kita sebagai generasi penerus harus banyak bersyukur dan menerima dengan apa yang ada di Indonesia seperti para pemuda yang dahulu mendeklarasikan Sumpah Pemuda. “Dalam momen sumpah pemuda ini, kita juga harus bisa memaknainya atau mengambil sisi spiritualitasnya, yakni tidak melupakan sejarah seperti kata Bung Karno dan mensyukuri Indonesia apa adanya,” tutupnya. Kegiatan ini semakin semarak dengan penampilan akustik dari mahasiswa Fakultas Agama Islam UMM yang menawan. (iel/han)

Kemenristekdikti Apresiasi Peran UMM sebagai Universitas Asuh

SEBAGAI universitas asuh bagi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinilai Kementrian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki rapor baik. “Terima kasih kepada UMM telah menjalankan program asuh. Kami sangat mengapresiasi semua kerja keras seluruh pihak,” ungkap Masluhin Hajaz, Kepala Seksi Revitalisasi Program, Direktorat Penjaminan Mutu, Kemenristekdikti. Pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi oleh Dirjen Belmawa Kemenristekdikti di Ruang Sidang Senat UMM, Rabu (26/10), Umsida dan Unirow menyampaikan hasil perkembangan dan pencapaian masing-masing universitas atas asuhan UMM. Melalui program penyebaran penjaminan mutu, UMM berkomitmen untuk terus berkarya dan berkontribusi untuk bangsa. “Ketika kami mengikuti workshop program penjamin mutu Kemenristekdikti pada beberapa kesempatan, seringkali saya berharap UMM dapat diberi kepercayaan dan alhamdulillah tahun ini UMM dapat berkontribusi,” jelas Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi. Selain itu, UMM terus berupaya terus bersama membangun mutu dan akreditasi perguruan tinggi demi penjaminan kualitas sumber daya manusia. Penjaminan mutu dan pertahanan akreditasi perguruan tinggi menjadi salah satu poin penting untuk memberikan citra pada masyarakat. (nis/han)  

Mahasiswa Asing Citarasa Tradisional Meriahkan Sumpah Pemuda di UMM

SEBANYAK 20 mahasiswa asing peserta program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut meramaikan kegiatan Rampak Budaya dalam rangka peringatan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa Nasional, Jumat (27/10). Para mahasiswa asing itu mengenakan pakaian adat yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Bahkan, mereka dengan cukup lihai juga turut menampilkan berbagai kesenian tradisional Indonesia, salah satunya permainan angklung. Selain itu, mereka juga menjajakan jajanan dan minuman tradisional Indonesia yang terdiri dari sejumlah stan. Uniknya, untuk mendapatkan jajanan dan minuman di stan stan itu para pengunjung harus menjawab pertanyaan seputar Indonesia dari mahasiswa asing. Keunikan kegiatan yang diadakan atas kerjasama BIPA UMM dan Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJ Bahtera) ini selaras dengan tema yang diangkat, yaitu “Gunakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing”. Salah satu mahasiswi asing, Sarah Kim, mengakui meski awalnya sempat malu dan kikuk harus tampil di muka umum, ia merasa berkesan dengan kegiatan ini. “Indonesia sangat luas, memiliki banyak bahasa dan suku, namun tetap bisa dipersatukan dengan satu bahasa,” ungkap mahasiswi Korea Selatan yang mahir menyanyikan berbagai lagu berbahasa Indonesia ini. Sementara itu Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi terkait kegiatan ini mengatakan, Indonesia mempunyai banyak alat pemersatu, contohnya dalam aspek ideologi, Indonesia mempunyai Pancasila. Menurutnya, alat pemersatu yang paling efektif mempersatukan bangsa Indonesia adalah bahasa Indonesia. “Karena jika kita berbicara tentang Indonesia, kita tidak hanya bicara tentang kebhinekaan, tetapi juga tentang kesatuan”, jelas Syamsul. Kegiatan ini juga turut diramaikan dengan penampilan karya sastra Indonesia yakni musikalisasi puisi, tarian Cendrawasih asal Bali dan akustik dari HMJ Bahtera. Ada pula penampilan dramatisasi puisi Kerawang Bekasi oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Teater Kata Mati serta penampilan mahasiswa dari Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Kamboja, Thailand, India, Palestina, Sudan dan Sierra Leone. (iel/han)

Hutan Pujon Akan Dikelola UMM sebagai Eco-Education

MELALUI hibah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya mengelola lahan hutan produksi dan lahan hutan konservasi seluas 258 hektar yang berlokasi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang Ketua Program Studi Kehutanan UMM Tatag Muttaqin mengatakan, hibah lahan hutan yang diterima UMM ini direncakan akan menjadi kawasan khusus untuk kegiatan pendidikan seperti penelitian, konservasi, pengembangan wilayah penanaman tanaman herbal, eco-education dan penciptaan lahan inovasi alternatif pengelolaan hutan. Bagi Rektor UMM Fauzan, kepercayaan ini merupakan sebuah kehormataan bagi UMM untuk ikut andil dalam pelestarian kawasan hutan mengingat luas wilayah hutan di Indonesia semakin berkurang. “Posisi UMM sebagai perguruan tinggi sangat dibutuhkan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas dan manfaat hutan sebagai sarana pengembangan ilmu pengetahuan,” ungkap Fauzan, Kamis (26/10). Sugeng Triharyadi, analis penggunaan wilayah hutan dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XI Jawa-Madura menyatakan pihaknya menyambut baik hal ini. Menurutnya, akan lebih baik jika hutan wilayah tersebut digunakan bagi pendidikan dan penelitian yang sifatnya melestarikan. “Apalagi jika bisa mensejahterakan masyarakat sekitar,” tandasnya. Selain pengelolaan wilayah hutan di Pujon, saat ini UMM juga tengah dalam proses mengajukan pengelolaan wilayah hutan di Malang Selatan. Wilayah-wilayah hutan yang diajukan oleh UMM sekaligus merupakan wilayah pengabdian mahasiswa dan dosen UMM kepada masyarakat. (nis/sil/han)

Ekonomi Syariah UMM Bermitra dengan USM Malaysia, Siapkan Program Pertukaran

BEKERJASAMA dengan Universiti Sains Malaysia (USM), Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mennggelar kuliah tamu bertema “Islamic Economics and its Role in the Global Era: Prospect and Challenge” Kamis (26/10) di Theater UMM Dome. Selain kuliah tamu, dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan memorandum of activity (MoA) antara Dekan FAI UMM Prof Dr Tobroni MSi dengan perwakilan dari USM Dr Mohd Shukri Hanapi. Diharapkan, ke depan akan berlanjut kerjasama dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) antara kedua pihak. Kontrak kerjasama bisa dalam bentuk lecturer exchange, student exchange, workshop, dan berbagai kegiatan lainnya. Pada kuliah tamu, Tobroni sebagai dekan sekaligus menjadi keynote speech ditemani dua pakar, yaitu dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM Dr Idah Zuhroh MM dan dosen senior USM Mohd Shukri Hanapi. Pada kesempatan ini Tobroni menyatakan, kuliah tamu ini sangat strategis dan mendukung visi misi Ekonomi Syariah UMM yang tidak hanya unggul dalam ilmu ekonomi Islam namun juga mempunyai visi keulamaan yang kuat dalam menerapkan nilai-nilai Islam. “Ke depan, mahasiswa Ekonomi Syariah UMM tidak hanya akan memiliki keilmuan terkait ilmu ekonomi syariah namun juga akan memiliki visi keulamaan yang kuat. Hal itulah yang akan menjadi pembeda mahasiswa Ekonomi Syariah UMM dengan universitas lain,” jelasnya. Dalam kegiatan yang dihadiri 400 lebih mahasiswa Ekonomi Syariah UMM ini, Mohd Shukri Hanapi mengatakan, dalam prakteknya, ekonomi syariah dalam masyarakat jangan sampai terpisah dengan nilai-nilai Islam, karena akan menyebabkan ekonomi syariah itu melenceng ke ranah ekonomi konvensional. “Tujuan hakiki ekonomi syariah adalah untuk mendapat ridlo Allah SWT, bukan untuk mengambil keuntungan,” tegas dosen yang juga anggota Centre of Islamic Development Management Studies USM. Di sisi lain, dalam realitanya, menurut Idah Zuhroh, terutama di Indonesia, ekonomi Islam belum diterapkan secara menyeluruh. Masih banyak percampuran antara sistem ekonomi konvensional dan sistem ekonomi syariah. “Di Indonesia saat ini, sistem ekonomi syariah  belum digunakan sebagai sistem ekonomi pengganti sistem ekonomi konvensional setelah adanya krisis moneter pada tahun 1998, namun hanya sebagai sistem ekonomi alternatif. Dan pemilihan sistem yang akan dipakai pun masih melihat sistem mana yang lebih menguntungkan bagi pihak-pihak terkait,” jelasnya. (iel/han)

Mahasiswa Teknik Elektro Runner Up Kontes Programming Nasional

SEJUMLAH mahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil meraih juara dua pada kompetisi nasional Programmable Logic Controller (PLC) yang diadakan oleh Institut Teknologi Sepuluh Novermber (ITS) Surabaya bekerjasama dengan Siemens Indonesia pada 9-11 Oktober lalu. Kompetisi diikuti 18 Perguruan Tinggi dari seluruh Indonesia. Pada kompetisi ini, UMM mengirimkan dua tim, salah satunya meraih runner up sementara tim lainnya menembus semifinal. Tim yang meraih runner up yaitu tim Dome UMM yang digawangi Ari Deviantro dan Een Hutama Putra di Kategori PLC Human Machine Interface (HMI). Sementara yang masuk semifinal yaitu tim Sciencethink UMM yang terdiri dari M. Fatikhun Nizam dan Farid Amirullah di kategori PLC Advance. Kompetisi ini berlangsung melalui tiga tahap penyisihan, yaitu penyisihan tahap regional, tahap semifinal dan tahap final. Untuk bisa berkompetisi secara maksimal, persiapan empat mahasiswa prodi Teknik Elektro didampingi oleh Ilham Pakaya selaku dosen pembimbing. Persiapan dilakukan selama dua minggu dengan rutin berkonsultasi. Uniknya, dalam meningkatkan kemampuannya, keempat mahasiswa semester tujuh itu juga belajar melalui youtube. “Melihat youtube itu untuk menambah kemampuan karena beda produk yang kami punya jadi butuh menyamakan konfigurasi,” ujar Ari, salah peserta kontes PLC. Diakui Ari, dengan belajar melalui youtube cukup membantunya memahami produk Siemens. Sejalan dengan itu, Ilham Pakaya selaku dosen pembimbing dalam kompetisi mengaku bahwa mempersiapkan mental tidak kalah penting dalam sebuah kompetisi. “Niat memberikan yang terbaik untuk UMM dan jurusan Elektro yang selalu saya sampaikan kepada anak-anak untuk memotivasi mereka. Kalau masalah skill saya yakin mereka adalah mahasiswa terpilih,” ungkap Ilham yang juga dosen prodi Teknik Elektro ini. Dosen yang pernah mengantarkan mahasiswa menjadi pemenang PLC pada 2015 ini berharap dapat semakin memajukan prodi Teknik Elektro dan melambungkan nama UMM di ajang-ajang lainnya. (nim/han)

Sophia Mega Sabila, Dari Hobi Ngopi dan Nulis Hingga Juara PR Nasional

BERKARYA dan berprestasi telah menjadi urat nadi Sophia Mega Sabila, mahasiswi program studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Belum lama ini, Mega baru saja menyabet juara 1 lomba Marketing Public Relations di Universitas Multimedia Nusantara (UMN) pada 14 Oktober 2017. Raihan ini sekaligus melengkapi prestasi sebelumnya, ketika menjadi juara 2 pada Lomba Public Relations (PR) di Pekan Komunikasi 2017 Universitas Indonesia (UI) pada April 2017. Tak hanya prestasi di kompetisi, Mega juga sangat produktif menulis di media online hingga ngevlog di Youtobe. Untuk menjadi juara di lomba PR nasional, bagi Mega sungguh tidak mudah. Butuh banyak persiapan dalam hal mental, fisik dan tentunya materi yang akan dilombakan. Selain itu, ia harus bekerja dengan tim yang berbeda-beda di setiap perlombaan, yang tentunya menuntut agar cepat beradaptasi dan bekerja dengan orang baru. Pada gelaran lomba di UI ia satu tim dengan Febiana Anggi dan Arif Angga Yudha, namun saat menjuarai lomba di UMN ia satu tim dengan Ahmad Haris Kurniawan dan Ade Jamal. Sama seperti Mega, mereka semua merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM. “Salah satu yang jadi tantangan adalah saya selalu bekerja dengan tim yang berbeda di setiap lombanya. Namun saya tetap menikmatinya karena saya suka bertemu dan bekerja dengan teman baru,” ungkap gadis yang hobinya membaca, menulis dan ngopi ini. Saat ini Mega pun tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba PR di Universitas Negeri Surabaya (UNS) pada akhir Oktober ini. Dalam hal menulis, sejumlah tulisan Mega dapat dilihat di ngalam.co, foody.id, IKI MALANG, kapankamunikah.com, dan di websitenya sendiri sophiamega.com. Ia juga membuat review buku di channel Youtube-nya yaitu Sophia Mega. Selain itu, pada November ini ia berencana meluncurkan bukunya yang berjudul kapankamunikah.com. “Saya menulis tentang banyak hal, tapi kebanyakan tentang buku dan kopi. Untuk kopi saya lebih banyak menulisnya di website dan untuk review buku saya membuatnya dalam bentuk audio visual di channel Youtube saya,” terangnya. Mega mengaku punya kiat-kiat sukses untuk menggapai cita-cita. Pertama kita harus menyukai dulu cita-cita tersebut, kedua kita harus mau belajar lebih dalam lagi tentang apa yang ingin kita capai dan yang terakhir jangan putus asa saat gagal. “Yang terpenting adalah jangan putus asa, karena untuk sukses atau menang itu butuh proses. Jadi semisal belum bisa menang di lomba pertama jangan putus asa, dan pastikan akan lebih baik di lomba selanjutnya,” terangnya. (iel/han)

Malik Fadjar: Jadilah Generasi yang Bermakna bagi Zaman

KETUA Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr HA Malik Fadjar MA mengajak generasi yang saat ini bekerja dan berkiprah di UMM menjadi generasi yang bermakna. Malik menyebut, saat ini UMM dikelola oleh generasi ketiga dan generasi keempat. “Saya berharap generasi ini mengukuhkan makna bagi zamannya,” kata Malik pada pengajian umum yang berlangsung di Auditorium UMM, Sabtu (21/10). Mengutip sejahrawan Amerika Henry Adams, Malik mengatakan, kokohnya sebuah bangsa sangat tergantung pendidikan. Baginya, guru, demikian pula dosen, memiliki pengaruh luar biasa bagi masa depan bangsa dan peradaban. “Hal ini sejalan dengan pandangan UNESCO, yaitu recovery begins with teacher. Mau perbaiki bangsa, mau perbaiki pendidikan, maka perbaiki tenaga pendidiknya,” kata Malik yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia ini. Untuk menjadi generasi yang kuat, maka harus ada vitaminnya, ada gizinya. “Kata Ali bin Abi Thalib, persiapkan anak-anakmu untuk suatu zaman yang bukan zamanmu. Kekuatan kampus ini berada di tangan Anda. Bergantung pada komitmen dan integritas Anda,” papar Malik. Sementara itu Rektor UMM Fauzan menganalogikan tugas di kampus ini ibarat tugas Rasul, yaitu membawa dari alam yang gelap menuju alam yang terang. “Itulah pencerahan yang kita lakukan,” kata Rektor. Untuk itu, ia berharap agar sivitas akademika UMM meningkatkan performa akademik dan individunya, agar menjadi institusi yang mencerahkan. “Banyak yang menaruh kepercayaan pada kita,” pungkas Rektor. (han)

Tingkatkan Kerjasama Luar Negeri, UMM Siapkan Mahasiswa Hadapi Dunia Internasional

Upaya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk meraih rekognisi internasional tidak main-main. Selain dalam hal prestasi, jalinan kerjasama luar negeri juga terus ditingkatkan. Kali ini, bekerjasama dengan University of Sains Malaysia, Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar 3rd Asean Conference on Psycology, Conseling and Humanities (AC PCH) di Aula Tehnik UMM, Sabtu (21/10). Dihadiri oleh para praktisi, akademisi, peneliti dan mahasiswa bidang psikologi dari berbagai daerah di Indonesia dan negara tetangga, rangkaian acara yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak hanya diisi dengan seminar. Para peserta juga  berkesempatan untuk melakukan presentasi dan menyampaikan hasil research nya. Ketua pelaksana acara tersebut Zainul Anwar M.Psi menyampaikan, melaui berbagai program-program internasional pihaknya berharap UMM dapat menjadi rujukan penelitian. Baik bagi pihak internal maupun eksternal. “Nantinya kami juga akan melakukan publikasi riset-riset ini sehingga endingnya kami harap UMM bisa menjadi rujukan orang-orang dalam mencari penelitian”, ujarnya. Lebih lanjut Zainal menyampaikan, pihaknya akan terus memperbanyak kerjasama antara UMM dengan berbagai institusi luar negeri. Hal ini penting mengingat mahasiswa harus mulai beradaptasi dengan dunia internasional dan UMM bisa mendunia sesuai dengan visi misi nya. “Mahasiswa perlu dikenalkan dengan dunia luar, jadi kegiatan ini sangat bermanfaat”, tandasnya. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara adalah M. Salis Yuniardi M.Psi dosen prodi Psikologi UMM. Salis menyampaikan hasil penelitiannya mengenai temuan depresi dengan pendekatan kognitif. Selain itu, hadir pula Dr. Aini dari University of Sains Malaysia yang juga berbagi pengalamannya dalam dunia Psikologi. Azka Maulana mahasiswa Magister Psikologi UMM yang turut hadir dalam acara tersebut mengungkapkan antusiasmenya mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat tertarik mengikuti kegiatan ini karena bisa bertemu dan menjalin relasi dengan Malaysia, Arab, Filipina dan peserta lain dari luar UMM,” tutup Azka. (nim/sil)