UMM Kembangkan Ekonomi Hijau Kepulauan Sapeken

MELALUI program Ipteks bagi Wilayah-Corporate Social Responsibiliy (IbW-CSR) yang disponsori Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), tim dosen Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pendampingan terhadap nelayan dan petani rumput laut di Kepulauan Sapeken, kecamatan paling timur dan terjauh di Kepulauan Madura. Kegiatan tersebut menggandeng Kangean Energy Indonesia (KEI Ltd), perusahaan minyak dan gas (migas) terbesar di Jawa Timur, yang beroperasi di kepulauan Sapeken dan Raas Sumenep. Sebagai upaya membina perguruan tinggi lokal, UMM juga menggandeng STKIP PGRI Sumenep. Dua pulau yang menjadi percontohan yaitu Pulau Pagerungan Kecil dan Pulau Sadulang Besar. Ketua tim IbW-CSR UMM, Drs Nurwidodo MKes menjelaskan, berdasarkan hasil observasi dan riset oleh tim Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM, tim dosen Biologi UMM, dengan difasilitasi Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas-KEI Ltd terungkap bahwa daerah tersebut menyimpan potensi bahari dan pesisir yang sangat besar. “Sayangnya, pihak-pihak yang seharusnya memiliki kebijakan pengembangan potensi, seperti pemerintah daerah, belum peka terhadap potensi tersebut. Masyarakat Kepulauan Sapeken semakin tertinggal karena minimnya perhatian,” kata Nurwidodo. “Mengingat adanya tren penangkapan hasil laut yang melewati batas wajar, penangkapan ikan dengan bahan kimia dan bom ikan, serta perusakan habitat ikan, maka pendampingan masyarakat untuk membudidayakan rumput laut sekaligus mengolah pasca panen merupakan wujud ekonomi hijau,” paparnya. Senada dengan itu, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., pakar lingkungan hidup UMM yang juga anggota tim IbW-CSR UMM mengungkapkan bahwa selama ini di beberapa pulau masyarakat mulai membudidayakan rumput laut. Masyarakat yang biasanya menangkap ikan hiu, berburu penyu, dan menangkap ikan dengan potassium serta bom mulai mengubah kebiasaannya. “Kepedulian UMM sangat luar biasa. Masyarakat mulai merasakan imbas positif. Berbagai pelatihan dan penyadaran telah dilakukan. UMM juga memberikan alat pengolah rumput laut menjadi tepung dan alat pembuatan snack rumput laut, dengan biaya mencapai sembilan puluh juta rupiah,” ujar Bapak Hanip Suprapto, Manager Public Government Affair KEI. (*/han)
Silaturrahim Kebangsaan, UMM Rajut Harmoni dengan Komunitas Tionghoa

SILATURRAHIM Kebangsaan yang digelar melalui kolaborasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Ma Chung, dan Ikatan Tionghoa Indonesia (INTI) pekan lalu (11/10) diharapkan dapat menghadirkan harmoni bangsa dalam kemajemukan. UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah diharapkan menjadi bagian dari proyek perdamaian tersebut. Rektor UMM Fauzan mengatakan, UMM berpedoman bahwa rasa nasionalisme akan terus digalakkan untuk ikut serta mengambil peran mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itulah, kegiatan Silaturrahim Kebangsaan ini bertujuan untuk mengerucutkan perbedaan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. “Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi UMM untuk meningkatan rasa kesatuan atas nama persaudaraan sebangsa. Karena kita berada di lingkungan perguruan tinggi, perwujudan wawasan kebangsaan tidak hanya sebatas artificial,” tutur Fauzan pada sambutan pembukaan Silaturahmi Kebangsaan di Auditorium UMM. Dijelaskan Kunjaya, Rektor Universitas Ma Chung, Silaturahim Kebangsaan bertujuan untuk bersatu membangun kemajuan bangsa menghindari destruksi di tengah kemajemukan Indonesia. “Karena Indonesia dibentuk oleh perbedaan, maka kita bekerjasama untuk mengisi kekurangan masing-masing dari pebedaan itu sehingga tercipta kehidupan berbangsa yang harmonis,” jelasnya. Pada kegiatan Silaturahim Kebangsaan ini juga dibahas tentang rencana-rencana tindak lanjut. “Setiap merencanakan hal yang baik dan berdampak positif maka harus bersifat sustainable agar dampaknya bisa dirasakan oleh generasi-generasi selanjutnya,” ungkap Agus Endra, Koordinator INTI Malang. (nis/han)
UMM Kembangkan Ekonomi Hijau Kepulauan Sapeken

MELALUI program Ipteks bagi Wilayah-Corporate Social Responsibiliy (IbW-CSR) yang disponsori Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti), tim dosen Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan pendampingan terhadap nelayan dan petani rumput laut di Kepulauan Sapeken, kecamatan paling timur dan terjauh di Kepulauan Madura. Kegiatan tersebut menggandeng Kangean Energy Indonesia (KEI Ltd), perusahaan minyak dan gas (migas) terbesar di Jawa Timur, yang beroperasi di kepulauan Sapeken dan Raas Sumenep. Sebagai upaya membina perguruan tinggi lokal, UMM juga menggandeng STKIP PGRI Sumenep. Dua pulau yang menjadi percontohan yaitu Pulau Pagerungan Kecil dan Pulau Sadulang Besar. Ketua tim IbW-CSR UMM, Drs Nurwidodo MKes menjelaskan, berdasarkan hasil observasi dan riset oleh tim Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM, tim dosen Biologi UMM, dengan difasilitasi Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas-KEI Ltd terungkap bahwa daerah tersebut menyimpan potensi bahari dan pesisir yang sangat besar. “Sayangnya, pihak-pihak yang seharusnya memiliki kebijakan pengembangan potensi, seperti pemerintah daerah, belum peka terhadap potensi tersebut. Masyarakat Kepulauan Sapeken semakin tertinggal karena minimnya perhatian,” kata Nurwidodo. “Mengingat adanya tren penangkapan hasil laut yang melewati batas wajar, penangkapan ikan dengan bahan kimia dan bom ikan, serta perusakan habitat ikan, maka pendampingan masyarakat untuk membudidayakan rumput laut sekaligus mengolah pasca panen merupakan wujud ekonomi hijau,” paparnya. Senada dengan itu, Dr. Abdulkadir Rahardjanto, M.Si., pakar lingkungan hidup UMM yang juga anggota tim IbW-CSR UMM mengungkapkan bahwa selama ini di beberapa pulau masyarakat mulai membudidayakan rumput laut. Masyarakat yang biasanya menangkap ikan hiu, berburu penyu, dan menangkap ikan dengan potassium serta bom mulai mengubah kebiasaannya. “Kepedulian UMM sangat luar biasa. Masyarakat mulai merasakan imbas positif. Berbagai pelatihan dan penyadaran telah dilakukan. UMM juga memberikan alat pengolah rumput laut menjadi tepung dan alat pembuatan snack rumput laut, dengan biaya mencapai sembilan puluh juta rupiah,” ujar Bapak Hanip Suprapto, Manager Public Government Affair KEI. (*/han)
UMM Siapkan Beras Organik Situbondo Masuki Pasar Internasional

GURU Besar Fakultas Pertanian Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof Dr Ir Indah Prihartini berharap pertanian organik di Kabupaten Situbondo dapat berdampak pada pemasaran beras organik secara nasional dan internasional. Karena itulah, UMM melalui tim yang dipimpin Indah Prihartini mulai intens melakukan pendampingan pertanian organik di Kabupaten Situbondo. Hal tersebut sekaligus menindaklanjuti penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara UMM dengan Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo pada 5 Oktober lalu. Sebelumnya, Bupati Situbondo Dadang Wigiarto bahkan telah meminta agar UMM mengirimkan tenaga ahli untuk mendampingi pengembangan kluster pertanian organik. Pendampingan yang dilakukan UMM meliputi perencanaan pengembangan padi organik, menentukan lokasi pengembangan sesuai dengan potensi wilayah, pengembangan SDM pada kelompok tani berupa pelatihan, serta pendampingan budidaya pertanian organik dari hulu hingga hilir. “Juga mengontrol produktivitas tanah dan tanaman, kualitas padi yang dihasilkan, hingga manajemen kelompok tani sebagai pelaku organik,” jelas Indah. Setelah memperoleh kualitas padi organik yang baik, langkah selanjutnya ialah mensinergikan kelompok tani Kabupaten Situbondo dengan lembaga atau perusahaan yang telah bergerak di bidang penjualan beras organik. Tak hanya padi organik, nantinya Indah akan membidik tanaman tebu organik yang dinilai memiliki banyak manfaat. Di samping itu tebu menjadi tanaman potensial karena 50 persen kawasan Situbondo ditumbuhi tanaman tebu, serta terdapat tiga pabrik gula di sana. Secara umum, dosen berprestasi Kopertis Wilayah VII ini berharap kesejahteraan petani Kabupaten Situbondo dapat meningkat. Peningkatan kesejahteraan dilihat dari harga beras yang baik, diikuti dengan kualitas produktivitas beras yang juga baik. “Kualitas dan kuantitas beras organik yang baik ini ditentukan oleh proses budidaya yang juga baik dan kami akan mendampingi hingga itu terwujud,” ujarnya. Sejalan dengan harapannya, Indah mengaku bahwa project ini memberi nilai tambah bagi UMM karena terdapat laboratorium lapang sebagai fasilitas mahasiswa dan dosen mengembangkan kompetensi pertanian organik. (nim/han)
Studi S3 di Belgia, Alumni UMM Ini Ingin Aktif di Muhammadiyah Jerman Raya

KESUKSESAN Lufi Kartika Sari berlanjut. Alumni Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2003 itu kini menempuh studi S3 di Brussel, Belgia. Sebelumnya, Lufi sempat mengenyam beasiswa Erasmus Mundus kerjasama UMM dengan Komisi Uni Eropa. Tahun 2010, ia bersama teman seangkatan dari Fakultas Hukum, Roy Irawan, menempuh studi pertukaran pelajar di Trento, Italia. “Alhamdulillah studi saya terus berlanjut berkat kerjasama UMM dengan Erasmus itu,” kata Lufi ketika ditemui di sela-sela Pembukaan Acara Europalia di Brussel, Belgia, Selasa (10/10/2017). Di ajang Europalia Lufi sangat terkesan karena kerinduan akan budaya Indonesia sedikit terobati. Gelaran budaya Indonesia yang berlangsung selama empat bulan di Eropa ini memang menanpilkan berbagai karya seni budaya yang mengagumkan. Bagi warga Eropa ini adalah kesempatan sangat baik untuk mengenal Indonesia. “Sangat senang, apalagi ketemu banyak orang Indonesia. Saya juga ketemu dosen bahkan rektor saya yang sekarang jadi Mendikbud,” ungkap Lufi senang. Lufi menempuh studi S3 di Vrije Universiteit Brussel mengambil jurusan Ilmu Pendidikan. Kini ia memasuki tahun ketiga. “Disertasi saya akan meneliti profesionalisme guru terutama di daerah tertinggal. Sumberdata saya banyak saya ambil dari UMM dan berharap bisa mengakses data dari Kemdikbud,” tuturnya. Gadis asal Probolinggo ini mengaku bangga pernah menjadi bagian dari UMM. Apalagi ia sudah banyak memperoleh prestasi juga berkat kuliah di UMM. Berbagai negara dikunjunginya berkat beasiswa Erasmus Mundus. “Saya sangat ingin membantu mengenalkan UMM kepada dunia. Saya siap membantu jika UMM ingin membangun kolaborasi dengan kampus saya di sini,” kata alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini. Sesekali Lufi masih menyempatkan diri berkomunikasi dengan teman-temannya di Malang. Satu di antara yang paling dikenalnya adalah Subhan Setowara yang pernah menjadi dosen favoritnya. Sampai saat ini Lufi masih menjadi bagian dari komunitas yang dibangun oleh Subhan yang juga staf Humas UMM itu. “Saya juga aktif di PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) Jerman Raya. Juga aktif di PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Belgia,” ungkap Lufi tentang kesukaannya bergabung dalam komunitas yang produktif. Lufi kini tak hanya menguasai bahasa Inggris, tapi juga Belanda, Itali dan Belgia. Ketika bertemu Lufi di Brussel, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, menyatakan kesannya. “Di mana-mana ketemu alumni UMM, di dalam dan di luar negeri,” tutur Mendikbud yang juga mantan rektor UMM ini bangga. (nas)
Student Day UMM Optimalkan Prestasi Mahasiswa

Sebanyak 7.609 mahasiswa baru dari seluruh fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan 17 mahasiswa asing ikut memeriahkan kegiatan Pembukaan Student Day yang diawali dengan Jalan Sehat, Sabtu (7/10). Rektor UMM Fauzan menjelaskan, Student Day bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki mahasiswa. Mahasiswa diharapkan bisa menjadi pencetus gagasan sekaligus problem solver melalui karya-karya kreatif yang dapat mengaharumkan nama bangsa. “Sebagai mahasiswa baru yang memiliki semangat baru, semua memiliki kewajiban untuk memberikan sumbangsih pemikiran kreatif untuk menyelesaikan persoalan di sekililing kita” tutur Fauzan pada Pembukaan Student Day,Sabtu (7/10) di Helipad UMM. Ketua pelaksana Student Day Universitaria Hudainah SPsi MSi menyatakan, Student Day periode ini berfokus pada peningkatan keikutsertaan mahasiswa pada ajang Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dan Penciptaan Bussiness Plan dengan mengusung tema “Optimalisasi Peran dan Kreativitas Mahasiswa dalam Membangun Bangsa” kata Hudainah. Ia berharap, terjadi peningkatan prestasi mahasiswa dengan mengenali minat mahasiswa baru sejak dini agar dapat terus terasah dan dapat menjadi ajang penciptaan prestasi bagi mahasiswa maupun UMM. “Dua ajang nasional yaitu PKM dan Bussiness Plan sangat bergengsi bagi perguruan tinggi, sehingga UMM sejak lama selalu membekali mahasiswa pengetahuan tentang dua hal tersebut,” ungkapnya. Pada kesempatan ini kemahasiswaan UMM turut mengundang seluruh UKM untuk mempromosikan dalam bingkai UKM Fair yang berlangsung di Hellipad UMM. “UKM Fair ini adalah kesempatan yang baik bagi kami KOPMA UMM mengajak mahasiswa baru untuk berbisnis dan membuka bisnis secara mandiri,” tutur Santi Sugiarti, Ketua Umum Koperasi Mahasiswa (KOPMA) UMM. (nis/han)
UMM Berencana Realisasikan Credit Transfer dengan Towson University AS
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) berencana merealisasikan program credit transfer berkerjasama Towson University, Amerika Serikat (AS). Hal itu terungkap melalui kunjungan perwakilan Towson University, Anna Wise MBA, ke UMM awal pekan ini (2/10). Asisten Rektor Bidang Kerjasama Luar Negeri Soeparto memaparkan, program credit transfer dapat dilakukan melalui study exchange selama satu semester. Program ini akan dikhususkan untuk mahasiswa Program Pascasarjana. “Untuk tahap awal, kami akan fokus untuk merealisasikan credit transfer. Namun, mereka juga tertarik bekerjasama dalam beberapa program lainnya, seperti Summer Course, Learn and Teach, dan Darmasiswa,” jelas Soeparto. Sementara itu Anna Wise menuturkan, kunjungannya ke Indonesia bertujuan untuk memperluas mitra di wilayah Asia. “Kami ingin memperluas kerjasama kami ke wilayah Asia, terutama Indonesia. Di Jawa Timur, selain berkunjung ke UMM sebagai perwakilan Kota Malang kami berkunjung ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan Universitas Airlangga (Unair),” jelasnya. Soeparto menambahkan, tujuan Universitas Towson sejalan dengan tujuan internasionalisasi UMM fase ketiga. Kegiatan internasionalisasi UMM fase ketiga tersebut akan berfokus untuk menjalin kerjasama di AS terutama dengan kampus-kampusnya. “UMM memang sudah mempunyai mitra kerjasama di AS, namun kerjasama tersebut hanya dengan beberapa lembaga pemerintah,” tambahnya. Sebelum adanya kunjungan ini, UMM sudah membangun kerjasama dengan AS, di antaranya dengan adanya American Corner di Perpustakaan Pusat UMM hasil kerjasama dengan Kedutaan Besar AS. Selain itu, ada pula Education USA. UMM juga bermitra dengan sejumlah institusi AS, seperti Peace Corps dan US Army. (iel/han)
FIKES Target Tingkatkan Riset untuk Jurnal Scopus
MELALUI kegiatan seminar dan konferensi internasional yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (3-5/10), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya meningkatkan kerjasama internasional. Pada kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss Bell Inn Malang ini, hadir para pembicara dari Taiwan, Polandia, dan Belanda. Wakil Dekan I FIKES UMM Siti Rofida SFarm Apt berharap, dengan diadakannya acara ini, selain meningkatkan kemitraan internasional, juga untuk meningkatkna jumlah penelitian yang dilakukan dosen FIKES untuk jurnal internasional terindeks Scopus. Dosen Department of Nursing National Cheng Kung University (NCKU) Taiwan Su-Ying Fang menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini. Su-Ying berharap, ini menjadi awal yang baik bagi FIKES UMM untuk membangun kerjasama di tingkat internasional. (nis/han)
Tiga Produk UMM Raih Medali di Pameran Internasional

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali berjaya di panggung internasional, kali ini karena kiprah di bidang inovasi dan penemuan. UMM melalui Sentra Hak Kekayaan Intelektual (Sentra HKI) sukses meraih empat award pada gelaran Invention, Innovation & Design Exposition (IIDEX) 2017 di Malaysia, yaitu masing-masing satu gold award, silver award dan bronze award pada kategori inventor dan satu silver award kategori elevator pitch. IIDEX merupakan pameran dan kompetisi Internasional tahunan yang diadakan oleh University Teknologi Mara (UiTM), Malaysia. Tahun ini IIDEX mengambil tema “Innovate to Inspire”, yang dimaksudkan untuk mewujudkan penelitian dan inovasi yang selaras dengan rencana strategis pendidikan tinggi nasional dalam menggaet industri komersialisasi. Targetnya, menurut dosen Teknik Informatika UMM Lailatul Husniah MT yang menjadi salah satu delegasi,selain meningkatkan budaya inovasi antara peserta didik dan peneliti, juga untuk membangun kolaborasi akademi dan industri sebagai komersialisasi inovasi dan invensi. IIDEX 2017 digelar pada 25-29 September dan diikuti lebih dari 700 peserta yang terdiri dari tiga kategori, yaitu junior invertor (SD dan SMP), young inventor (SMA) dan inventor (staf dan dosen). Menariknya, semula delegasi UMM tidak menargetkan untuk meraih medali pada event tersebut. “Sebenarnya target kemarin bukan award ini, target kami adalah potensi pasar untuk industri dan komersialisasinya, mengingat acara ini mempertemukan inventor-inventor dengan pihak industry,” ujar dosen Teknik Informatika UMM Lailatul Husniah MT yang menjadi salah satu dari tiga delegasi Sentra HKIUMM. Pada event tersebut, produk game android “Professor Lenmo” sebagai alat ukur modalitas belajar anak ciptaan Lailatul Husniah meraih dua penghargaan, yaitu bronze award kategori inventor dan silver award untuk special award, yaitu kategori elevator pitch. Selain Lailatul Husniah, yang menjadi delegasi UMM yaitu dosen Teknik Informatika Galih Wasis Wicaksono MSc dengan inovasi program komputer “Sistem Monitoring LPG 3 kg dan Sistem Transaksi Berbasis Mobile” yang berfungsi memantau distribusi LPG 3 Kg berbasis website dan data transaksi melalui mobile apps yang meraih gold award kategori inventor. Selain itu, ada juga dosen Akuntansi UMM Dr Ihyaul Ulum M.Si AK CA yang memperoleh penghargaan silver award lantaran karyanya, Intellectual Capital. Menurut Lailatul Husniah, penghargaan itu didapat karena berbagai aspek, di antaranya dari sisi kebaruan, manfaat, dan komersialisasi. Selain itu juga dilihat penghargaan yang sebelumnya diraih hingga publikasi ilmiahnya. “Misalnya kalau pernah dipublikasikan di jurnal bergengsi akan lebih bagus lagi nilainya, apalagi pernah didaftarkan HKInya,” paparnya. (git/han)
Dekan Baru UMM Diminta Tampil di Shaf Depan

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja melantik para dekan baru sepuluh fakultas yang ada di kampus ini. Pelantikan dilakukan oleh Rektor UMM Fauzan di Auditorium UMM, Senin (2/10), disaksikan para pimpinan, dosen dan karyawan di lingkungan UMM, serta tamu undangan. Fauzan dalam amanat pelantikan berharap, para dekan baru ini bisa langsung tancap gas untuk bekerja dan berinovasi bagi kemajuan UMM. “Ibarat shalat jumat, kita harus berada di shaf depan. Dengan begitu, insya Allah amanah ini akan lebih bermakna,” paparnya. Rektor juga menegaskan, amanah di UMM harus diapresiasi sebagai media perjuangan, sesuai dengan cita-cita pendiri kampus ini. “Di UMM ini, jika tidak diabdikan sebagai perjuangan, nanti bakal kisinan, akan menyesal. Karena perjuangan itulah inti dari kampus ini,” ujarnya. Lebih dari itu, ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr Malik Fadjar MSc mengaku bangga karena UMM telah tampil sangat baik dalam percaturan perguruan tinggi di Indonesia. Bagi Malik, hal itu tak terpisahkan dari spirit pergerakan kampus ini. “Karena semangatnya pergerakan, maka orang-orang UMM adalah mereka yang selalu berpikir positif dan berorientasi masa depan. Kita harus pandai memelihara cita-cita dan harapan besar. Itulah spirit Indonesia, itulah spirit kampus ini,” kata anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI ini seusai pelantikan. Sepuluh dekan yang baru dilantik ini akan memimpin pada periode 2017-2022. Para dekan tersebut yaitu: dekan Fakultas Agama Islam (FAI) Prof Dr Tobroni MSi, dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Dr Rinikso Kartono MSi, dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Dr Ir David Hermawan MP IPM. Selanjutnya dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr Poncojari Wahyono MKes, dekan Fakultas Hukum (FH) Dr Tongat SH MHum, dekan Fakultas Teknik (FT) Dr Ahmad Mubin MT, dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr Idah Zuhroh MM. Sementara itu dekan Fakultas Psikologi Muhammadi Salis Yuniardi MPSi PhD, dekan Fakultas Kedokteran (FK) Dr dr Meddy Setiawan SpPD dan dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Faqih Ruhyanudin MKep SpKepMB. (nim/han)