Kiat Sukses Berwirausaha Ala dr. Ruslan Jaelani, Pendiri Bengkel Rinjani UMM

BAGI dokter Ruslan Jaelani, dunia wirausaha bukan cuma berorientasi mencari untung, tapi juga dapat memberi manfaat bagi orang lain. Ruslan yang merupakan pendiri Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Istrinya Bety Mahmud sampai saat ini telah sukses mendirikan 12 perusahaan di bidang jasa, di antaranya stasiun pengisian bensin, koperasi, bengkel mobil, serta jasa perbankan. Tak pernah terlintas sedikitpun dibenak Ruslan untuk menjadi pengusaha sukses, selain melakoni profesinya sebagai seorang dokter spesialis paru-paru.  Dari istrinyalah Ruslan belajar kegigihan berwirausaha. Dimulai dari usaha apotek kecil-kecilan yang dirintis istrinya, mereka berhasil mendirikan berbagai cabang usaha di Malang, Jawa Timur. Diakuinya, menjalankan usaha di bidang jasa membawa berkah tersendiri bagi pasangan asal Bukit Tinggi, Sumatera Barat Ini. Ruslan membeberkan kiat suksesnya kepada 20 peserta Rinjani Skill Development Center angkatan X periode 2017/2018, Selasa (15/8). Sedikitnya ada tiga hal yang mesti dijadikan pegangan bagi calon pengusaha sukses. “Dari istri sayalah ketiga prinsip ini saya pelajari dan amat penting dijalankan oleh anda yang hendak memulai usaha, yakni bekerja keras dan pantang mundur menghadapi kesulitan, kejujuran, serta memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan,” ujar pria berusia 85 tahun ini. Ditambahkan Ruslan, kejujuran adalah piranti terpenting majunya sebuah usaha. “Kalau saudara pintar melayani saja, tapi tidak dilandasi kejujuran, percayalah usaha anda tidak akan berkembang bahkan bisa jadi mundur,” ungkapnya. Terakhir, memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Dengan memberikan pelayanan yang terbaik, usaha yang tengah dijalankan akan berdampak baik dengan akan terus dipercaya pelanggannya. Keputusan mewakafkan Bengkel Rinjani kepada UMM dinilainya sebagai keputusan tepat. Ia ingin salah satu usaha yang didirikannya ini dapat bernilai ibadah. Selain itu, lewat tangan dingin serta pengelolaan yang profesional oleh UMM dapat memajukan pengelolaan Rinjani Skill Development Center yang digagasnya. (can)

Bengkel Rinjani UMM Didik Calon Mekanik Handal

SEBANYAK dua puluh orang alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) digodok menjadi ahli mekanik handal oleh Bengkel Rinjani Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selama sepuluh bulan ke depan, ke-20 orang ini akan dibekali berbagai keterampilan dalam bidang mekanika khususnya dibidang perbengkelan. Peserta yang terdiri dari Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi Jawa Timur ini tengah mengikuti kegiatan Rinjani Skill Development Center. Ditemuai saat pembukaan program, Selasa (15/8), Koordinator Instruktur Ipong Rusdianto, ST menerangkan, ke-20 orang ini telah melalui proses penjaringan yang dilakukan sebelumnya. Selain itu, program pelatihan ini dikhususnya bagi para yatim, maupun yatim piatu. Selama masa pendidikan, mereka akan difasilitasi dengan asrama, kebutuhan akomodasi, serta kesempatan magang selama 2 bulan di Bengkel Rinjani UMM. Sebagai bukti telah mengikuti pendidikan ini, mereka akan diserahi sertifikat berupa ijazah sebagai bukti telah menguasai sejumlah keahlian di bidang mekanika. Selain mendapat pelatihan seputar mekanika dan kewirausahaan, mereka juga dibekali pengetahuan keagamaan, kepribadian, dan karakter. “Diharapkan selepas mengikuti diklat ini, mereka menjadi orang-orang yang mumpuni di bidang otomotif dan agama. Sehingga ketika kelak membuka usaha, mereka menjadi pengusaha yang tidak hanya handal, namun juga taqwa dan tangguh, ” ungkap Kepala Bengkel Rinjani UMM, M. Bisri Mustofa saat ditemui di sela acara. Dalam kesempatan yang sama, pendiri Bengkel Rinjani UMM sekaligus penggagas Rinjani Skill Development Center  dr. Ruslan Jaelani berpesan, sebagai calon pengusaha setidaknya ada sejumlah prinsip yang harus dipegang teguh. Prinsip itu yakni bekerja keras dan pantang mundur menghadapi kesulitan, kejujuran, serta memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan. (can)

UMM Siap Implementasikan KPT Berbasis KKNI di Tahun Ajaran Baru

MENYAMBUT mahasiswa baru tahun ajaran 2017/2018, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah melakukan sejumlah persiapan, baik persiapan akademik maupun sarana penunjang. Terlebih, tahun ajaran 2017/2018 merupakan momentum awal implementasi Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Hal ini dikatakan Wakil Rektor I bidang akademik, Prof Dr Syamsul Arifin MSi. saat ditemui di sela memantau jalannya tes tulis Penerimaan Mahasiswa Baru 2017 Jalur Reguler Gelombang III, Senin (14/8). “Menariknya, KPT ini memberikan penguatan kompetensi mahasiswa sehingga jauh lebih siap menghadapi dunia kerja. Di kurikulum kami benar-benar menyiapkan sajian matakuliah yang punya jangkauan dan orientasi ke masa depan,” ujar Syamsul. Aspek  kewirausahaan juga menjadi poin penting yang disajikan pada KPT KKNI. Ditambahkan Syamsul, kewirausahaan tidak selalu berkaitan dengan dagang. “Enterpreneurship sebetulnya lebih kepada penanaman mindset agar mahasiswa kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan. Kalau toh nanti akan mengarah ke dagang, maka FEB dan FPP akan jadi pilot project-nya,” pungkas Syamsul. Pada tes gelombang III ini, sebanyak 2.172 calon mahasiswa baru (camaba) mengikuti tes. Ribuan camaba yang mengikuti tes ini dikelompokan menurut peminatan bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Agama. Peserta peminatan IPA mengikuti tes tulis di GKB I, peminatan IPS di GKB II, dan peminatan Agama di auditorium UMM. Jika ditotal dari gelombang I hingga III, terhitung pendaftar UMM sebanyak 28.047 camaba. Dari jumlah ini, sebanyak 16.088 camaba tercatat mengikuti tes tulis. Sementara dari jumlah tersebut UMM hanya akan menerima 7.500 mahasiswa baru. Jumlah tersebut sudah termasuk camaba yang mendaftar beasiswa bidikmisi, yatim/ yatim piatu,  maupun Program Pendidikan Ulama’ Tarjih (PPUT). Memasuki tes gelombang III, terkecuali program studi Pendidikan Dokter, UMM masih tetap membuka pendaftaran pada semua prodi di sembilan fakultas lain. Meski demikian, pengawalan ketat tetap dilakukan guna menjaga kelancaran tes tulis. Hasil pengumuman gelombang III dapat diakses melalui laman pmb.umm.ac.id pada 18 Agustus 2017 mendatang. Sementara, herregistrasi akan dilakukan pada 21 hingga 25 Agustus 2017. (ich/can)

Gelombang II, UMM Serap 3362 Mahasiswa Baru

PIMPINAN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar pertemuan dengan orang tua/wali mahasiswa baru pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Jalur Reguler gelombang II Tahun 2017, Ahad (13/8). Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi dan dialog pimpinan UMM dengan para orang tua mahasiswa baru yang berhasil lolos tes seleksi. Pada periode ini, total peserta tes sebanyak 7.393 dari jumlah pendaftar online sebanyak 11.833, UMM hanya meloloskan 3327 orang saja. Jumlah tersebut sudah termasuk mahasiswa yang berasal dari luar negeri yang terdaftar sebagai mahasiswa reguler di UMM. Sementara mahasiswa dalam negeri sendiri berasal dari hampir 35 wilayah di Indonesia. “Jika sebelumnya Kalimantan Timur sebagai wilayah penyuplai mahasiswa terbanyak setelah Jawa Timur, tahun ini Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menempati posisi tersebut,” terang Rektor UMM Fauzan. Dalam pertemuan tersebut, hadir seluruh pejabat struktural UMM, mulai dari Rektor, jajaran Wakil Rektor (Warek) I, II dan III, serta jajaran dekanat tiap fakultas hingga kepala biro yang ada di UMM. Menjadi bagian dari keluarga kampus berjargon “Jas Merah, Kampus Putih” menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang tua Biancha Syafira Bere, peserta asal Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Adalah Akrimulul Karim, Ibu yang mengantarkan anaknya hingga bisa berkuliah di Malang, Jawa Timur. Anaknya Biancha masuk dalam daftar yang diterima sebagai  mahasiswa Teknik Sipil Fakultas Teknik UMM. Diakui Akrimulul, UMM merupakan perguruan tinggi yang amat dikenal di NTT khususnya Alor. Selain karena UMM yang ternyata merupakan bekas almamater tempat suaminya berkuliah tahun 1989 silam, Ia percaya dengan reputasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang amat baik dapat mengantarkan anaknya menuju tangga kesuksesan di masa depan. Biancha merupakan alumni Madrasah Aliyah Negeri Kalabahe Kabupaten Alor, NTT. “Selain karena universitas ini sudah dikenal luas di Indonesia, setelah saya tinjau langsung ke Kampus UMM, suasanya juga nyaman toh untuk anak saya belajar di sini,” tandasnya. (can)

Ditjen Pajak Ajak Mahasiswa UMM Sadar Pajak

BERDASARKAN data penerimaan negara lima tahun terakhir, penerimaan dari perpajakan merupakan bagian terbesar pemasukan negara Indonesia. Dengan demikan, pajak sangat penting bagi kelangsungan kehidupan bernegara. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Umum Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jakarta Khusus Nadia Riasari Wisatayanti di hadapan Mahasiswa Progam Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (11/8). “Dari perspektif ekonomi, sebagaimana telah kita maklumi bahwa pajak dipahami sebagai beralihnya sumber daya dari sektor privat kepada sektor publik. Pemahaman ini memberikan gambaran bahwa adanya pajak menyebabkan dua situasi menjadi berubah,” terangnya di Basement Dome UMM yang bertajuk “Pajak Bertutur” ini. Pertama, lanjut Nadia, berkurangnya kemampuan individu dalam menguasai sumber daya untuk kepentingan penguasaan barang dan Jasa. Kedua, bertambahnya kemampuan keuangan negara dalam penyediaan barang dan jasa publik yang merupakan kebutuhan masyarakat. “Dengan demikian, pajak mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, khususnya di dalam pelaksanaan pembangunan karena pajak merupakan sumber pendapatan negara untuk membiayai pengeluaran termasuk pengeluaran pembangunan,” ungkapnya. Selama masyarakat belum sadar pajak, kata Nadia, maka seberapa pun keras usaha yang dikerahkan untuk mengumpulkan pajak maka akan sia-sia saja. Oleh karenanya perlu perubahan perilaku masyarakat dalam membayar pajak. “Mahasiswa merupakan calon wajib pajak potensial, bahkan sudah cukup banyak mahasiswa yang sudah memenuhi syarat subyektif dan obyektif untuk menjadi wajib pajak. Inklusi kesadaran pajak dalam pendidikan tinggi diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang cinta tanah air dan mewujudkan bela negara dengan turut serta memenuhi kewajiban perpajakannya,” tandasnya. Di sisi lain, program seminar “Pajak Bertutur” yang serentak diselenggarakan di sejumlah daerah di Indonesia ini bertujuan agar kesadaran perpajakan warga negara nantinya akan meningkat dengan didahuluinya meningkatnya pemahaman perpajakan sejak dini bagi para pelajar (SD, SMP dan SMA) dan mahasiswa. (can/han)

Lagi, UMM FM Juarai Lomba Siaran Nasional

SETELAH sukses menjuarai lomba siaran pada April lalu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), UMM FM kembali menyabet juara pertama pada Festival Broadcasting yang diadakan oleh UKM Radio Universitas Negeri Semarang pertengahan Juli lalu. Adalah Aan Marendah dan Nata Rinaldi, dua mahasiswa program studi Ilmu Komunikasi angkatan 2015 yang berhasil mengalahkan 40 pasangan peserta se-Indonesia. Dikatakan Aan, kekompakan dan wawasan seputar lagu menjadi keunggulan mereka hingga meraih juara. “Kekompakan, ketenangan saat siaran, keluasan wawasan seputar lagu dan materi, serta humor yang tak terlalu banyak menjadi keunggulan kami,” ujar Aan. Dibandingkan lomba sejenis sebelumnya, tantangan kali ini dirasakan Aan dan Nata lebih berat. Lantaran, kemampuan lawan sudah tak diragukan. Terlebih, peserta tak hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tapi juga penyiar radio swasta. “Tantangan terberat kami adalah penyiar radio kampus UGM, karena dari segi vokal dan waktu juga tepat,” imbuh Aan. Lomba siaran terdiri dari tiga babak. Babak penyisihan pertama dan kedua, mereka diminta membawakan program selama tiga menit, meliputi opening, content, dan closing. Sementara babak semifinal, mereka membawakan program bertema traveling dan tips menyembuhkan patah hati selama empat menit. Tak hanya lomba siaran, kegiatan bertema “You are the Future of an Extraordinary Entertainer” ini juga mengadakan workshop dan seminar public speaking mengundang praktisi professional, di antaranya presenter TVRI Semarang dan penyiar radio di Semarang. (ich/han)

KKN UMM Sosialisasi Anti-Bullying di Sekolah Dasar

SEJUMLAH mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Kuliah kerja Nyata (KKN) 153 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi anti-bullying di sejumlah sekolah dasar (SD) yang ada di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Kegiatan dilaksakan secara bergiliran dimulai dari SDN  01 Ternyang hingga SDN 04 Ternyang, pada 5-8 Agustus 2017. “Tujuan kegiatan ini untuk mengurangi tindak kekerasan pada anak. Juga untuk menciptakan suasana kondusif di lingkungan sekolah. Apalagi, sekarang kan marak tindakan bullying di lingkungan sekolah,” tutur Anita Andromeda, mahasiswa Psikologi UMM selaku panitia acara. Anita berharap, dengan diadakannya sosialisasi ini sekolah dapat menjadi lingkungan yang nyaman sebagai salah satu tempat belajar anak. “Tanpa kita sadari bullying merupakan salah satu penghambat anak untuk belajar dan berkembang,” sambungnya. Dalam acara tersebut para siswa terlihat begitu antusias dengan materi yang diberikan secara komunikatif oleh pemateri dari KKN 153 UMM. Selain diberikan materi, para siswa juga sesekali diajak bermain game dan menonton film agar sosialisasi berjalan menarik. Kepala Sekolah SDN 01 Ternyang Endang Sumarsih mengaku sangat berterima kasih atas inisiasi KKN 153 UMM yang telah memberikan materi bullying pada para siswa di sekolahnya. “Ke depan, semoga tidak ada lagi tindakan bullying di desa Ternyang, termasuk di sekolah kami,” tuturnya. Di akhir acara, semua peserta dibagikan sertifikat yang bertuliskan ‘Saya Tidak Akan Melakukan Tindakan Bullying” pada seluruh peserta. Selain itu, agar acara lebih menarik, dilakukan cap tangan dengan cat warna-warni sebagai simbol anti-bullying pada siswa-siswi di sekolah. (ai/orp/han)

Nobar Gerhana Bulan via Astrofotografi Jadi Edukasi Bagi Masyarakat

MENYAKSIKAN gerhana bulan melalui astrofotografi bersama warga Malang menjadi tradisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal ini disebut Kepala Badan Pemakmuran Masjid AR Fachruddin UMM Syamsurizal Yazid diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat. “Proses pengamatan Bulan via Astrofotografi selalu digelar UMM pada kesempatan gerhana lainnya,” kata Syamsurizal. Termasuk, pada momen Gerhana Bulan Parsial yang terlihat di langit Malang Selasa (8/8) dini hari. Warga Malang khususnya masyarakat di sekitar UMM berkesampatan menyaksikan langsung fenomena alam ini di Masjid AR Fachruddin UMM selepas menggelar shalat gerhana bulan berjamaah atau Shalat Khusuf yang dimulai pukul 00.30 WIB dini hari. Diterangkan Ketua Program Studi Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM Idaul Hasanah, astrofotografi merupakan jenis khusus fotografi yang digunakan untuk merekam gambar objek astronomi dan area luas dari langit malam hari. Dalam konteks gerhana, astrofotografi digunakan sabagai teknologi khusus untuk riset antariksa. Terkait peristiwa gerhana bulan sebagian ini, kata Idaul, hal itu terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan. “Peristiwa gerhana Bulan akan terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi,” jelasnya. Adapun fase gerhana sebagian ini berlangsung selama 1 jam 56,6 menit. Sementara awal kontak Gerhana pada pukul 00:22:55 WIB dan akhir kontak Gerhana pada pukul 02:18:10 WIB. “Selain di Indonesia, gerhana ini juga bisa dilihat di Samudera Pasifik serta di bagian Timur Asia dan Australia saat bulan terbenam.” Berdasarkan rilis website resmi Badan Meteorologi dan Geofisika, pada tahun 2017 diprediksi terjadi empat kali gerhana, antara lain, pertama Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Februari 2017 yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Februari 2017 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 7-8 Agustus 2017 yang terjadi malam tadi, dan Gerhana Matahari Total (GMT) 21 Agustus 2017 yang tidak dapat diamati di wilayah Indonesia. (can/han)

Magister Pendidikan Matematika Tingkatkan Kualitas Pembelajaran

PAKAR Pendidikan Matematika dari Universitas Sultan Idris Malaysia Dr. Mohd Faizal Nizal Lee Abdullah menghimbau, seorang guru perlu melihat hasil studi international tentang kecenderungan atau perkembangan matematika dan sains atau Trend in International Mathematics and Science Studies (TIMSS), juga penilaian tingkat dunia untuk menguji performa akademis anak-anak sekolah atau Program for International Student Assessment (PISSA) yang menunjukkan kekuatan dan kelemahan dalam pengajaran dan pembelajaran matematika secara nasional dan internasional. “Di Malaysia, hasil penelitian itu telah menumbuhkan banyak minat terhadap kualitas pengajaran matematika (MQI), bahwa kuantitas pengetahuan guru perlu ditingkatkan untuk mengajar matematika secara efektif dan peran pengetahuan ini amat penting dalam pengembangan guru matematika berkualitas,” terangnya dalam Seminar Nasional Pendidikan Matematika oleh Program Magister Matematika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Aula Ahmad Dahlan UMM Inn, Sabtu (5/8). Faizal membawakan materi “Developing Quality Teachers of Mathematics: The Role of Mathematical Knowledge of Teaching”. Dalam materi tersebut lebih jauh Faizal menerangkan, dengan memperhatikan hal tersebut, seorang pendidik harus berusaha mengembangkan strategi untuk menilai hasil usaha mereka dalam mengembangkan guru matematika berkualitas. Dalam konteks yang lebih umum, menurutnya pengajaran yang baik mengharuskan guru untuk menciptakan dan menggunakan, memperluas dan menolak, mengkontruksi dan merekonstruksi teori belajar dan pengajaran. Teori-teori itu disusun dengan hati-hati dari pelajaran yang didapat berdasarkan pengalaman bertahun-tahun dan pengamatan yang cermat. “Guru yang telah membuat teori eksplisitnya dan merasakannya dengan pengalamannya berada di ruang kelas, adanya kritik kolega, dan pengetahuan dari penelitian saat ini, membuat pilihan pedagogis yang efektif yang menghasilkan pengajaran berkualitas,” paparnya. Di sisi lain, pakar Pendidikan Matematika dari UMM Dr. Moh. Mahfudz Efendi dalam materinya memaparkan perihal perlunya reposisi pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurutnya, SMK merupakan sekolah yang unik dan berbeda dengan SMA. Oleh karena itu, pembelajaran matematika di SMK harus berbeda dengan SMA. “Bahkan materi ajar matematika antara program keahlian yang satu dengan lainnya juga harus berbeda, karena memang kebutuhannya yang berbeda,” ujarnya. Berdasarkan temuan penelitiiannya, pengembangan kurikulum matematika di SMK menganut azaz supply driven, tidak terintegrasi dengan tujuan program keahliannya sehingga cenderung overload dan overlapmateri ajar. “Dampaknya adalah pengembangan bahan ajar tidak fokus pada materi yang penting dan dibutuhkan, pembelajaran menjadi tidak kontekstual, tidak menarik, dan kurang bermakna. Sehingga pemahaman siswa terhadap matematika dan program keahliannya menjadi kurang optimal,” ungkapnya. Matematika, imbuh Mahfudz, bukan sekedar alat untuk menyelesaikan masalah, tetapi harus berfungsi sebagai alat bantu visual belajar, pembentukan pola pikir yang nyata, dan menumbuhkan sikap positif bagi siswa SMK agar mampu dan mudah beradaptasi. Sifat dan kemampuan beradaptasi ini harus dimiliki oleh siswa SMK agar mereka kritis, kreatif, dan mampu mengembangkan diri sesuai dengan perkembangan jaman dan dunia kerja. (can/han)

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Raih Akreditasi A

PROGRAM studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) baru saja meraih akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT). Pengumuman ini muncul pada laman BAN-PT sejak 28 Juli lalu menyusul serangkaian penilaian yang dilakukan pada 20 Mei 2017. Penilaian ini terangkum dalam tujuh standar yang ditetapkan oleh BAN-PT mencakup visi, misi, tujuan, dan strategi pencapaian prodi yang dipaparkan dalam standar satu; kepemimpinan dan sistem pengelolaan pada standar dua; mahasiswa dan lulusan pada standar tiga; SDM dan perekrutan tenaga pengajar pada standar empat; kurikulum, pembelajaran, dan suasana akademik pada standar lima; pembiayaan, sarana-prasarana pada standar enam; dan standar tujuh menyangkut Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketua prodi PBSI Drs Tuti Kusniarti MSi mengatakan, visi dan misi ini merujuk pada visi misi universitas. Sementara, standar tiga dikatakan Tuti sebagai poin sangat penting lantaran menyangkut mahasiswa dan lulusan. Keseimbangan jumlah mahasiswa yang masuk dengan mahasiswa yang lulus disebutnya harus seimbang. Prestasi mahasiswa baik akademik maupun non-akademik serta sumbangsih lulusan pada prodi menjadi bagian dari penilaian pada poin ini. Saat ini, jumlah mahasiswa aktif PBSI terhitung mulai angkatan 2013 hingga 2016 sebanyak 583 mahasiswa dengan jumlah tenaga pengajar 21 orang. Tak hanya soal linearitas keilmuan, tenaga pengajar juga dinilai berdasarkan karya-karya ilmiahnya. Raihan akreditasi A juga didukung bertambahnya jumlah dosen bergelar doktor di PBSI. “Tahun 2012 jumlah doktor di PBSI hanya dua orang, saat itu kita meraih akreditasi B. Alhamdulillah sekarang ada delapan doktor,” kata Tuti. Tahun ajaran baru ini, prodi PBSI juga mulai mengimplementasikan kebijakan baru pemerintah tentang Kurikulum Pendidikan Tinggi (KPT) selain KKNI dan KBK yang sudah lebih dulu diaplikasikan pada mahasiswa. Sistem pembelajaran yang dikembangkan tak hanya dilakukan di dalam kelas, melainkan juga e-learning dan praktikum. Untuk mendukung pelaksanaan praktikum yang sesuai dengan dunia kerja, PBSI menempatkan laboratoriumnya di beberapa lingkungan kerja, misalnya laboratorium jurnalistik yang berada di lingkungan kantor Malang Post dan laboratorium penyiaran yang berada di lingkungan Radio Republik Indonesia. Di akhir, Tuti berharap pencapaian ini akan terus mengalami peningkatan. “Raihan akreditasi A ini diharapkan bisa bertahan dengan peningkatan tentunya,” pungkasnya. (ich/han)