BSN Gandeng UMM Dongkrak Daya Saing Produk Unggulan Daerah

MINIMNYA peranan perguruan tinggi di dunia usaha khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mendorong Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggiatkan pendampingan dalam meningkatkan daya saing produk unggulan daerah melalui standardisasi. Kepala Pusat Kerjasama Badan Standardisasi Nasional (BSN) R. Iskandar Novianto menyampaikan dalam Seminar Nasional di Auditorium UMM, Rabu (4/5), tujuan peningkatan daya saing produk unggulan yakni meningkatkan jaminan mutu, efisiensi produksi, daya saing nasional, persaingan usaha yang sehat dan transparan dalam perdagangan, kepastian usaha, dan kemampuan pelaku usaha, serta kemampuan inovasi teknologi. Pada agenda implementasi kerjasama antara DPPM dan BSN ini, Iskandar menambahkan, tujuan lain yakni meningkatkan perlindungan kepada konsumen, pelaku usaha, tenaga kerja, dan masyarakat lainnya, serta negara, baik dari aspek keselamatan, keamanan, kesehatan, maupun pelestarian fungsi lingkungan hidup. “Tak kalah penting, pelaku usaha mendapatkan kepastian, kelancaran, dan efisiensi transaksi perdagangan barang atau jasa di dalam negeri dan luar negeri,” terang Iskandar. Di sisi lain, Wakil Direktur II DPPM UMM, Dr Masduki mengungkapkan, selama ini UMKM bisa besar karena mengandalkan kemampuan sendiri tanpa campur tangan pemerintah, apalagi perguruan tinggi. “Sebenarnya banyak program dari pemerintah, yakni program penelitian dan pengabdian masyarakat dari Menristekdikti. Salah satunya adalah bagimana perguruan tinggi membina kerjasama dengan dunia usaha khususnya UMKM,” kata Masduki. Upaya untuk terlibat dalam peningkatan daya saing produk unggulan daerah sudah dilakukan UMM. Salah satunya melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diikuti mahasiswa semester 6. Namun demikian dinilai Masduki, program KKN tidak cukup maksimal dalam mengupayakan peningkatan mutu produk daerah. “Kerjasama antara UMM dan DPPM dinilai strategis agar perguruan tinggi dapat ambil bagian mendorong peningkatan daya saing produk unggulan daerah,” tukas Masduki. (can/han)

PSLK dan Prodi Biologi UMM Ungkap Perspektif Multidisipliner Ilmu Biologi

ILMU biologi tidak melulu membahas tentang tanaman dan tumbuhan saja. Biologi dapat ditinjau dan memiliki keterkaitan dengan disiplin ilmu lainnya jika dilihat lebih luas. Dosen Prodi Pendidikan Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr Abdulkadir Rahardjanto MPd mencontohkan, jika membahas tanaman, ranahnya bisa diperluas karena memiliki keterhubungan dengan matematika, teknik dan ilmu lainnya. “Mahasiswa dan dosen bahkan guru perlu mengetahui keterhubungan antara biologi dan disiplin ilmu lainnya ini,” jelas Abdulkadir pada seminar nasional biologi perspektifnya multidisipliner yang diadakan atas kerjasama antara Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM dengan Prodi Pendidikan Biologi UMM (29/4). Seminar nasional ini merupakan seminar ketiga bagi prodi Pendidikan Biologi ini. Konsistensi prodi Pendidikan Biologi mengadakan seminar merupakan salah satu cara dalam meneguhkan ranah akademik. Dengan meneguhkan ranah akademik, maka secara tidak langsung prodi Pendidikan Biologi berusaha memunculkan literasi di displin ilmu ini. Dengan mengangkat tema “Pendidikan Biologi 2017, Peran dan Pembelajarannya dalam Mewujudkan Masyarakat Berliterasi”, prodi Pendidikan biologi ingin menyampaikan bahwa dengan literasi dapat membuka pikiran lebih luas. “Literasi mengajarkan bahwa pengetahuan tidak hanya sebatas pikir saja, tapi pengetahuan juga meliputi langkah-langkah konkrit lainnya yang berhubungan,” ujarnya. Dr. Ninik Kristiani, MM selaku Tim Pengembang Kurikulum (TPK) Direktorat Pembinaan SMA Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menyatakan dalam sambutannya bahwa literasi itu tidak hanya membaca saja. Lebih luas lagi, literasi juga berarti menulis, literasi juga mendengarkan dan literasi juga melakukan. “Kesemuanya bagian dari kegiatan berliterasi,” jelasnya dihadapan 400 peserta seminar dari seluruh Indonesia. Selain Dr. Ninik Kristiani, MM, hadir juga sebagai pembicara kunci Prof. Dr. Nuryani Rustaman, M. Pd selaku pakar literasi sains dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Dr. Agr. Moh. Amin, M. Si, Dr. Poncojari Wahyuni, M. Kes sebagai pakar sains biologi FKIP UMM dan Dr. Yuni Pantiwati, MM. M. Pd sebagai pakar assement literasi FKIP UMM. (jal/han)

Perguruan Tinggi Dapat Berperan Berantas Korupsi

PERGURUAN tinggi sebagai tempat persemaian intelektual dapat mengambil peran penting dalam penegakan keadilan dan kebenaran, khususnya dalam membatasi ruang gerak Ruang gerak pelaku korupsi, oligarki, dan pelanggar HAM. Menurut Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung RI Dr Artidjo Alkostar, alangkah malangnya republik ini, jika penegak hukum dan masyarakat, baik itu perguruang tinggi, lembaga swadaya masyarakat (LSM), organisasi kemasyarakatan (Ormas), maupun pers kalah pintar dari koruptor dan pelanggar HAM. “Banyak hal bisa dilakukan untuk menegakkan keadilan, baik itu regulasi, advokasi, litigasi maupun adjudikasi,” terang Artidjo pada Seminar Optimalisasi Peran Hakim dalam Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi yang diadakan oleh Lembaga Semi Otonom (LSO) Judicial Watch Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Ruang Sidang UMM Kampus I (29/4). Dalam konteks ini, lanjutnya, Perguruan Tinggi dapat memainkan peran pengabdian masyarakat melalui litigasi, baik bidang HAM, pembelaan kepemilikan rakyat kecil, pembelaan penyalahgunaan kewenangan atau kekuasaa politik, dan sejenisnya. Litigasi, Artidjo menjelaskan, merupakan upaya dan proses legal untuk memperoleh hak-hak yang telah ditentukan dalam perangkat perundang-undangan melalui proses peradilan, demi jaminan tentang hak asasi yang telah ditentukan perangkat perundang-undangan serta demi tata hubungan sosial yang lebih adil. Bagi Artidjo, senjata insan pecinta keadilan dan antikorupsi, termasuk perguruan tinggi, yaitu kebenaran moral dan konsistensi dan persistensi sikap menentang segala bentuk ketidakadilan. Pelanggar HAM dan koruptor politik dan potensial koruptor sangat takut dengan cahaya kebenaran transparansi, kecaman publik dan sanksi hukum yang tegas. (dis/han)

UniSZA Malaysia Kunjungi FISIP UMM, Rencanakan Riset Bersama

DALAM Rangka memperkuat kerjasama di bidang penelitian, Fakulti Undang-Undang dan Hubungan Antarbangsa (FUHA) Universiti Sultan Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia berkunjung ke Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (3/5). Lawatan tersebut merupakan kunjungan balasan dari UMM ke UniSZA pada September 2015 silam. Dosen senior FUHA UniSZA Dr Suyatno mengatakan, selain sebagai ajang memperkuat hubungan antar perguruan tinggi, lawatannya beserta 14 mahasiswa dari program studi Hubungan Antarbangsa ini untuk melakukan kolaborasi penelitian. “Diharapkan lewat kunjungan ini dapat dijadikan pemicu untuk melakukan kolaborasi penelitian, tidak hanya yang dilakukan mahasiswa tapi juga di level dosen. Semoga kunjungan ini dapat menambah pengalaman dan pengetahuan kami,” kata Suyatno. Selain itu, kehadiran universitas yang terletak di Kuala Nerus Terengganu Darul Iman ini juga sekaligus mengundang UMM untuk berpartisipasi dalam konferensi international mahasiswa dan dosen pada Oktober 2017 mendatang. Sementara, President of International Relations Student Society (IRiSS) Amirul Ashyraaf bin Zulkifli yang turut datang menyatakan kegembiraannya dapat berkunjung di kampus ini. Selain nyaman, kata Amirul, UMM memiliki bentang kampus yang indah. Hal itu disampaikan Amirul pasca diajak berkeliling Kampus III UMM. Di sisi lain, Dekan FISIP UMM Dr Asep Nurjaman menyambut baik kunjungan tersebut. Asep lantas berharap, kedatangan rombongan ini ke UMM dapat menginspirasi UniSZA untuk semakin mengembangkan perguruan tingginya. “Universitas kami dibangun dengan semangat profesionalisme yang mengandung humanisme,” tandas Asep. (can/han)

Hardiknas di UMM Refleksikan Semangat Ki Hajar Dewantoro

MENGANGKAT semangat Ki Hajar Dewantoro, inspektur upacara Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Syamsul Arifin MSi menekankan pentingnya pendidikan karakter. “Pendidikan tidak hanya sebatas kognitif saja, namun harus mencapai pendidikan hati dan membentuk karakter mahasiswa. Itulah yang diterapkan Ki Hajar Dewantoro,” pesan Wakil Rektor I UMM itu. Bertempat di heliped UMM, Selasa (2/5), Syamsul mengajak seluruh mahasiswa, karyawan dan dosen untuk merefleksikan makna hari pendidikan yang telah dibangun oleh Ki Hajar Dewantoro itu. Setiap civitas akademika diharapkan dapat mengambil pelajaran tentang pendidikan karakter yang telah diajarkan oleh bapak pendidikan tersebut. Dalam amanatnya, Syamsul juga menyatakan hingga saat ini UMM terus berkomitmen pada penguatan pendidikan nilai. “Adagium ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani masih menjadi patokan bagi dosen untuk memberikan pengajaran pada mahasiswa,” terangnya. Menurut Syamsul, ungkapan tersebut menuntut dosen untuk menjadi role model dan menerapkan kurikulum yang hidup dalam setiap pengajarannya. “Menjadi dosen bukan pilihan yang main-main, karenanya dosen bertanggungjawab atas terbentuk karakter pada mahasiswa,” katanya. Selain dosen, menurut Syamsul, karyawan juga memiliki andil dalam mewujudkan pembentukan karakter yang sedang dijalankan UMM. Karyawan yang berada di setiap unit kerja juga berpengaruh dalam membentuk karakter mahasiswa melalui pelayanan-pelayanan yang diberikan. Dalam momen upacara Hardiknas ini, UMM juga memberikan apresiasi pada mahasiswa berprestasi, dosen berprestasi, ketua program studi berprestasi dan juga karyawan berprestasi. Prof Dr Ishomuddin MSi dari program studi Sosiologi keluar sebagai dosen berprestasi dan Arlinda Silva Prameswari mahasiswa Fakultas Kedokteran dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi sekaligus menjadi juara 1 mawapres tingkat Kopertis VII Jawa Timur. Sedangkan untuk ketua program studi (kaprodi) terbaik diraih oleh Dr. Ir. Asmah Hidayati, M. S yang menjabat sebagai kaprodi Peternakan. Pada tingkatan karyawan berprestasi diraih oleh karyawan Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM, Ifatul Masbahah, S. psi.  Apresiasi lainnya diberikan UMM kepada 48 dosen dan 22 karyawan yang telah mengabdikan dirinya untuk UMM selama 25 tahun atau lebih. (jal/han)

Rector Cup Ditutup, FISIP Kembali Juara Umum

PERHELATAN tahunan di bidang olah raga, seni dan penalaran bertajuk ‘Rector Cup 2017’ Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berlangsung sukses. Secara resmi, Rektor UMM Fauzan menutup ajang bergengsi antar fakultas di Hall UMM Dome pada Jum’at (28/4). Panitia secara resmi mengumumkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebagai juara umum. Disusul oleh Fakultas Teknik (FT) sebagai juara dua, dan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) sebagai juara ketiga. Tak hanya itu saja, panitia juga memberikan apresiasi pada UKM sebagai penyelenggara kegiatan itu. UKM Bola Basket UMM keluar sebagai penyelenggara terbaik pertama, di susul oleh Indonesia Karate-Do (Inkado) UMM dan ketiga dimenangkan oleh Resimen Mahasiswa (Menwa) UMM. Ketua pelaksana Rector Cup UMM 2017, Drs Wiyono MM menyatakan, banyak hal yg telah tercapai secara jangka pendek selama dua bulan pertandingan antar fakultas ini. Mahasiswa secara keseluruhan, entah itu yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai pelaksana ataupun mahasiswa yang menjadi delegasi dari setiap fakultas mendapatkan banyak pelajaran seperti mengatur keuangan dan kekompakan. ”Segala hal yang terjadi selama pertandingan ini berlangsung semata dibuat untuk memberikan pengalaman dan pelajaran dalam rangka peningkatan skill mahasiswa,” jelas Wiyono. Tema yang diusung, lanjut Wiyono, dapat diwujudkan oleh seluruh mahasiswa yang mengikuti perlombaan tahun ini. Semua peserta telah digembleng dan bersaing secara positif dalam perlombaan ini.  Dengan memberikan tempat yang seluas luasnya untuk berekspresi bagi mahasiswa, universitas dapat menjaring bakat dan minat yang terpendam dalam diri mahasiswa. ”Dalam jangka pendek, tindak lanjut dari rektor cup ini adalah dengan mengikutsertakan pemenang-pemenang dalam Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) di tingkat Jawa Timur,” tagasnya. Pada kesempatan yang sama, Fauzan dalam sambutan penutupannya menyatakan, tidak hanya rektor cup ajang beraktualisasi diri. Namun, UMM masih banyak menyediakan tempat dan ruang untuk beraktualisasi diri. ”Yang kalah bukan berarti kalah, karena sejatinya setiap orang adalah pemenang. Perlombaan ini hanya pemantik untuk memunculkan bakat-bakat yang masih belum tergali,” ujarnya. (jal/han)

Refleksi di UMM, Taufiq Ismail Ingin Bangkitkan Literasi Sastra Pelajar Indonesia

Sastrawan legendaris Indonesia, Taufiq Ismail mengaku miris dengan menurunnya tingkat literasi pelajar Indonesia dewasa ini. Dahulu, Taufiq bercerita, saat ia masih muda, siswa SMA sederajat diwajibkan menamatkan 25 judul buku dan membuat 108 karangan selama tiga tahun masa sekolah. Hal ini disampaikan Taufiq saat menjadi pembicara pada Cangkrungan Multidisipliner Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Gazebo Forum yang digelar di area gazebo perpustakaan pusat UMM, Sabtu (29/4). Sastrawan bergelar Datuk Panji Alam Khalifatullah ini memberi apresiasi pada UMM Gazebo Forum sebagai wahana penguatan literasi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Humas UMM dengan program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dalam rangka memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh pada 28 April. Acara ini selanjutnya dirangkai dengan lomba cipta puisi dan baca 1000 puisi oleh para siswa SMA sederajat se-Jawa Timur yang digelar malam harinya. Di forum ini, Taufiq Ismail mengeluarkan ‘unek-uneknya’ tentang dunia literasi sastra. Indonesia, lanjutnya, terhitung sudah separuh abad menderita akibat miskin membaca. “Paradigma baru yang berkembang sekarang mengarahkan pelajar lebih banyak gandrung pada media sosial. Kebiijakan terbaru, siswa SD diwajibkan menamatkan 3 judul buku sastra selama masa sekolah, SMP 6 judul buku, dan SMA 15 judul buku. Tapi nyatanya, ini jauh dari tercapai, bahkan 0 buku yang dibaca siswa. Ini menyedihkan sekali,” ujar pria kelahiran Bukittinggi ini. Padahal, melalui sastra manusia tak hanya menuliskan untaian kata-kata, tapi juga pengungkapan isi pikiran. Pikiran akan terbarukan dengan menulis dan membaca karya sastra, puisi misalnya. Puisi sarat akan nilai-nilai moral, intelegensi, dan estetika. Puisi masuk dalam tiap ruang kehidupan. “Definisi, sejarah, dan teori sastra itu bukan yang utama, tapi minat membaca dan nilai yang didapatnya,” tukas Taufiq. “Bangsa Indonesia sudah menjadi bangsa yang rugi karena mengalami penurunan yang jauh dalam hal literasi sastra. Pelajar mesti mengembalikan hal ini melalui transformasi literasi. Mulailah membaca dan menulis sastra, Melalui kebiasaan menulis buku harian, ini akan memupuk semangat menulis. Membaca, membaca, membaca. mengarang, mengarang, mengarang,” pesan Taufiq pada para pelajar. Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Arif Budi Wurianto mengisahkan tentang Kartini yang dipingit pada zamannya. Kakak kandung Kartini, Sosrokartono miris melihat adiknya tak bisa mengenyam pendidikan seperti dirinya akibat terbelenggu budaya yang mengimani bahwa perempuan harus dipingit sampai menikah. “Tubuhmu boleh dipingit, tapi yang bebas adalah pikiranmu. Bebaskan pikiranmu dengan membaca,” pesan Sosrokartono pada Kartini disampaikan Arif Budi di hadapan ratusan siswa SMA se-Malang Raya dan mahasiswa yang hadir. Sastra di mata Arif yang juga kepala unit Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) adalah sebuah gejala kebudayaan. Berbicara budaya berarti berbicara nilai humanisme dan pengharkatan manusia. Melalui aktivitas membaca dan menulis sastra, manusia akan terhalau untuk menjadi insan bermartabat.  Menulis sastra adalah peluang mengekspresikan diri tanpa tekanan. (ich/han)

364 Mahasiswa Elektro UMM Terima Sertifikat Profesi Bertaraf ASEAN

SEBANYAK 364 mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima sertifikat profesi elektronika dari Lembaga Sertifikasi Profesi Elektronika Nasional (LSPEN) yang berlaku di tingkat Asia Tenggara, Rabu (26/4). Sebelumnya, mahasiswa dari sejumlah angkatan itu telah melalui uji kompentensi yang diselenggarakan LSPEN November 2016 lalu. Raihan sertifikasi ini sejalan dengan diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di awal 2016 silam yang menuntut angkatan kerja Indonesia bersaing dengan angkatan kerja dari luar negeri. Dengan berlakuknya MEA, sertifikasi berbasis keprofesian dinilai penting guna mendukung serta memberikan pengakuan secara formal untuk bersaing di dunia kerja secara global. “Tujuan sertifikasi merupakan bagian dari mandatori atau kewajiban bahwa setiap tenaga kerja diwajibkan untuk memiliki sertifikasi sesuai dengan bidang keahliannya yang ditunjukan melalui sertifikat kompetensi,” terang Asesor LSPEN Sunardi, S.H. saat penyerahan secara simbolik sertifikat profesi elektronika di Ruang Sidang Teknik Elektron FT UMM. Untuk memperoleh sertifikat tersebut, imbuh Sunardi, seseorang yang akan tersertifikasi harus lolos uji tiga aspek indikator penilain, yakni pengetahuan, keterampilan dan sikap. “Tidak lengkap kalau seseorang hanya memiliki pengetahuannya, tapi tidak memiliki keterampilannya. Demikian juga tidak lengkap kalau seseorang memiliki pengetahuan dan keterampilan tapi sikapnya tidak dibenahi,” terang Sunardi. Sertifikat tersebut bakal tetap berlaku selama 3 tahun dan tidak butuh diperbarui ketika dalam rentang waktu tersebut, seseorang yang tersertifikasi masih melakukan kegiatan sesuai kompetensi profesi yang dimilikinya. Sementara, Kepala Laboratorium Teknik Elektro, Ir. Diding Suhardi, MT. menerangkan, bahwa prodi Teknik Elektro bakal terus menambah pengadaan uji kompetensi lainnya bagi mahasiswa prodi Elektro. “Kesempatan untuk memperoleh sertifikat profesi eletronika di UMM masih gratis karena masih termasuk program subsidi dari pemerintah,” pungkas Diding. (can/han)

Pengelolaan Sampah Jadi Fokus Aksi Hari Bumi DIMPA UMM

PENGELOLAAN sampah menjadi tema besar rangkaian peringatan Hari Bumi yang berlangsung lebih dari sepekan (18-25/4). Rangkaian kegiatan yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Divisi Mahasiswa Pecinta Alam (DIMPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu diawali dengan lomba mengumpulkan sampah dan foto bertema lingkungan yang selanjutnya ditutup dengan talkshow bertema “Satu Aksi Selamatkan Bumi” di depan area panjat dinding (wall climbing) DIMPA UMM, Selasa (25/4). Ketua panitia kegiatan, Bias Riantaka menjelaskan, kategori sampah yang dilombakan yakni botol kaca, plastik, dan kemasan makanan ringan berbahan aluminium foil. Dari kedua jenis lomba, diambil dua pemenang, yang masing-masing mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan senilai 500 ribu dan 250 ribu. Selama lima hari pelaksanaan lomba, kata Bias Riantaka, terkumpul hingga 40 karung sampah. Nantinya, setelah dipisahkan sesuai jenisnya, sampah-sampah ini akan dijual. Uang hasil penjualan akan didonasikan pada korban bencana tanah longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Sementara itu, hadir sebagai pembicara talkshow kepala bidang pengelolaan sampah Dinas Kebersihan Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji, MM, Project Officer Klinik Asuransi Sampah, Taufiqurrahman, dan anggota luar biasa DIMPA sekaligus praktisi pengolah sampah probiotik, Parwito. Kedua narasumber ini akan mengupas habis persoalan sampah dan pengelolaannya. Parwito misalnya, selama ini bergelut mengelola sampah hasil pertanian menjadi pupuk organik. Sementara Renung telah berhasil membimbing Desa Talangagung di Kabupaten Malang untuk mengolah sampah hingga menghasilkan gas metan sehingga telah berhenti menggunakan LPG sepenuhnya. Pembina DIMPA UMM Rina Wahyu Setyaningrum, M.Ed. mengatakan, kegiatan DIMPA yang bekerja sama dengan Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSLK) UMM dan Climate Change Frontier ini juga sebagai salah satu dukungan terhadap program kampus. “Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan DIMPA untuk menyukseskan program Green and Clean yang digagas UMM,” ujarnya. Selain mengadakan lomba dan talkshow, DIMPA juga menyusun program jangka panjang. DIMPA akan berkolaborasi dengan mahasiswa Public Relation Ilmu Komunikasi UMM untuk membentuk Polisi Sampah. Polisi sampah yang dimaksud yakni mahasiswa yang secara diam-diam (candid) mengambil gambar mahasiswa yang membuang sampah sembarangan di area kampus. Mahasiswa yang tertangkap kamera membuang sampah sembarangan ini, fotonya akan dicetak pada sebuah spanduk dan dipasang di area kampus yang banyak dilewati mahasiswa. “Ini adalah bentuk sanksi sosial pada mereka yang membuang sampah sembarangan tersebut. Dengan begitu, kami berharap mereka tidak mengulangi membuang sampah sembarangan,” imbuh Bias yang juga mahasiswa program studi Kehutanan 2014 itu. (ich/han)

Kunjungi UMM, Dubes Inggris: Indonesia Penting untuk Masa Depan Dunia

POTENSI besar Indonesia mendapat perhatian khusus dari Duta Besar Inggris untuk Indonesia, HE Mr Moazzam Malik. Hal itu diakui Malik saat menghadiri kuliah tamu bertema “Islam, Education, and The UK” yang diadakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (25/4) di Auditorium UMM. Malik menyebutkan, Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan jumlah penduduk mencapai 250 juta jiwa, negara demokrasi ke-3 di dunia, negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, ekonomi terbesar ke-16 di dunia, dan menempati urutan ke-5 dunia dalam mengeluarkan misi green house. Untuk itu, menurut Malik, Indonesia menjadi negara yang penting untuk masa depan dunia. Menariknya, menurut Malik, dibandingkan negara lain, Indonesia dipandang lebih bisa mengendalikan ekstremis. “Ketika saya menceritakan kehidupan Islam di Indonesia pada warga Inggris, mereka amat tertarik. Sayangnya, lokasi Indonesia yang strategis dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah belum diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang baik,” ungkapnya. Menurut Malik, untuk mencapai kompetensi dan mimpi besar Indonesia, ada beberapa hal yang perlu perhatian dan kerja keras. Dua di antaranya yaitu kualitas perguruan tinggi (PT) dan kebudayaan agama. “Banyak universitas ternama di Indonesia, tapi belum ada satu pun yang termasuk dalam 300 kampus terbaik di dunia,” ujar Malik. Oleh karenanya, Malik mengungkapkan salah satu tujuannya ketika ditempatkan di Indonesia adalah menjalin kerja sama dengan berbagai kampus di Indonesia. “Saya ingin menarik mahasiswa cerdas Indonesia untuk kuliah di Inggris, tujuan jangka panjangnya untuk meningkatkan kualitas PT di Indonesia,” paparnya. Selain itu, duta besar yang fasih berbahasa Indonesia ini juga mewadahi para peneliti Indonesia untuk berkolaborasi dengan peneliti negaranya. Hal ini tak hanya bermanfaat untuk kedua negara, tapi juga meningkatkan pengalaman internasional peneliti. Namun, tak melulu urusan pendidikan, Malik juga menaruh perhatian pada Islam di Indonesia. Kekagumannya bertambah ketika pada pembukaan sebuah peringatan hari besar Islam di Istana Negara, Malik dibuat terpukau atas pembacaan ayat Al-Quran yang dibacakan oleh perempuan. Hal ini belum pernah ditemuinya di negara manapun. “Indonesia mungkin belum menyadari potensi Islam yang kuat dan spesial menyangkut gaya hidup beragama. Contohnya, ulama perempuan yang membaca Al-Quran di hadapan para tamu, saya belum menemukan ini di luar negeri. Oleh karena itu, saya juga punya tujuan untuk meningkatkan peran Indonesia di luar negeri,” kata Malik di hadapan 400 mahasiswa. Rektor UMM Fauzan dalam sambutannya mengungkapkan kehadiran duta besar Inggris untuk Indonesia sebagai langkah untuk melanjutkan tradisi UMM menghadirkan tokoh internasional dan menjalin kerja sama dengan berbagai negara Eropa. Ke depan, kerja sama ini bermuara pada meningkatknya pengakuan UMM di ranah internasional. Kehadiran duta besar berkacamata ini menarik antusias mahasiswa. Hal ini tampak dari banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi tanya jawab. Selain itu, mahasiswa juga berebut melakukan swafoto ketika Malik bersiap meninggalkan auditorium. (Humas UMM)