Lomba Vlog, Menulis Jurnal dan Permainan Tradisional Warnai Gathering Darmasiswa

KEGIATAN International Gathering yang diikuti 540 mahasiswa asing di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama tiga hari (8-11/5) diwarnai dengan sejumlah perlombaan, di antaranya yaitu lomba penulisan jurnal bahasa Indonesia, lomba video blog (vlog), dan lomba permainan tradisional. Dimas Arif Prassetyo, panitia International Gathering menyatakan, perlombaan ini bersifat edukatif, gunanya untuk mengevaluasi hasil pendidikan bahasa, seni dan budaya Indonesia yang dipelajari para mahasiswa asing peserta program Darmasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI). Seluruh peserta telah mempelajari bahasa, seni serta budaya Indonesia selama satu tahun.  “Dikemas dengan perlombaan, kita berharap dapat mengevaluasi hasil belajar dengan cara yang lebih menyenangkan,” ujar Dimas. Lomba penulisan jurnal bahasa Indonesia menjadi kompetisi paling bergengsi dan berhadiah paling besar. Mahasiswa program Darmasiswa diwajibkan menuliskan jurnal dalam bahasa Indonesia dengan tema besar “Catatan Darmasiswa: Hidup dan Kehidupan”. Mereka diminta menuliskan tentang pengalaman hidup selama satu tahun di Indonesia dan kesan selama mempelajari bahasa, seni serta budaya Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, bagi mahasiswa yang berhasil menjadi juara akan diberikan hadiah tiket pulang ke negara asal secara gratis. Tidak hanya itu, perlombaan yang digelar oleh Kemdikbud ini akan memberikan hadiah berupa perpanjangan waktu untuk mendalami tentang Indonesia lebih lama lagi. Lebih bagus lagi, sebanyak 21 pemenang yang keluar dalam perlombaan penulisan jurnal ini akan diajak mengeksplor keindahan Indonesia di Raja Ampat dan Papua Barat. Tak mau kalah, UMM selaku tuan rumah acara penutupan program Darmasiswa juga menginisiasi dua jenis perlombaan lainnya, yaitu lomba vlog dan lomba-lomba permainan tradisional yang terdiri dari lomba bakiak, lomba kata berbisik dan lomba rangku alu. “Kesemuanya memiliki nilai-nilai yang ingin kita lihat setelah mereka belajar selama satu tahun pada program Darmasiswa ini,” ungkap Dimas yang juga staff International Relations Office (IRO) UMM. Tiga perlombaan tersebut dilombakan pada hari kedua, Selasa (9/5) di Heliped UMM. Satu contoh pada lomba kata berbisik. Lomba tersebut menuntut mahasiswa program Darmasiswa untuk mengingat kembali pelajaran Bahasa Indonesia yang sudah dipelajari. “Kami ingin melihat kekompakan setiap universitas, dan juga kita ingin melihat bagaimana hasil belajar Bahasa Indonesianya,” ungkapnya. Lebih meriah lagi, UMM mengadakan perlombaan vlog yang diikuti setiap universitas. Dimas menjelaskan, vlog yang dilombakan terdiri dari tiga kategori yaitu, kategori vlog promosi kuliner di daerah tempat tinggal selama di Indonesia, kategori promosi pariwisata Indonesia dan kategori promosi Indonesia di negara asalnya masing-masing. Hingga saat ini, sudah ada 20 universitas yang mengirimkan vlognya. “Semua video berdurasi satu menit. Video-video itu diunggah di akun instagram UMM yaitu @ummcampus. Penilaiannya dari jumlah likes video tersebut,” pungkasnya. (jal/han)

Iringan Reog dan Perkusi Sambut Kedatangan 540 Mahasiswa Asing Peserta Darmasiswa

KEDATANGAN 540 mahasiswa asing peserta penerima beasiswa Darmasiswa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) disambut meriah dengan iringan reog dan perkusi, Senin (8/5). Kedatangan mahasiswa dari 78 negara itu dalam rangka International Gathering sebelum mereka kembali ke negaranya masing-masing setelah satu tahun belajar bahasa dan budaya di Indonesia. Rombongan mahasiswa asing yang baru turun dari bis langsung disambut seni tari Reog Ponorogo Sanggar Tari Sardulo Djojo. Arak-arakan semakin meriah setelah rombongan kembali disambut iringan musik perkusi dari Kelompok Musik Grebeg Pidisia setelah sampai di Heliped UMM. Setelah berfoto bersama sejenak di heliped, rombongan beserta iringan Reog dan Kereta Naga yang membawa pemain perkusi mengawal rombongan ke titik akhir rute kirab budaya di Hall UMM Dome. Staf Ahli Kemdikbud Bidang Pembangunan Karakter, Arie Budiman yang mewakili Mendikbud RI mengungkapkan kebahagiaan dan kebanggaannya lantaran peserta Program Darmasiswa RI telah menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia dan cakap memperagakan ragam seni budaya Indonesia dalam perhelatan tersebut. “Satu tahun bukanlah waktu yang lama untuk mengenal Indonesia dengan seni budaya yang luar biasa ragamnya dan untuk menjadi fasih berbahasa Indonesia. Namun waktu yang sempit tersebut telah membuat peserta Darmasiswa cakap melakukan kedua hal tersebut,” ungkapnya. Di sisi lain, Kepala Biro Perencanaan dan Kerjasama Internasional Kemdikbud RI Ir Suharti MA PhD dalam sambutannya menyampaikan terimakasih atas partisipisasi semua pihak dalam gelaran yang menandai ditutupnya program beasiswa Darmasiswa RI tahun ajaran 2016/2017 ini. “Mudah-mudahan apa yang sudah dipelajari oleh semua peserta, betul-betul bermanfaat dan menjadikan ilmu itu sebagai ilmu yang berguna,” ungkap Suharti. Sementara, Rektor UMM mengajak peserta yang telah menuntaskan program beasiswa Darmasiswanya untuk dapat melanjutkan belajar bahasa dan kebudayaan Indonesia bersama 340 mahasiswa asing yang tengah belajar di UMM. Dalam seremonial penutupan program Darmasiswa RI ini juga ditampilkan beragam kesenian hasil belajar peserta selama mengikuti program Darmasiswa RI tahun ajaran 2016/2017. Mulai dari tari tradisional, musikalisasi puisi, hingga stand up comedy. (can/han)

PUSAM Kenalkan Living Values Education Pada Mahasiswa Pascasarjana UMM

BEKERJAMA dengan The Asian Foundation (TAF), Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme (PUSAM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan workshop Living Values Education (LVE) yang dihadiri oleh mahasiswa pascasarjana program magister Ilmu Agama Islam UMM dengan konsentrasi Hak Asasi Manusia (HAM) dan Syariah. Acara diadakan selama dua hari, Jumat-Sabtu (5-6/5) bertempat di UMM Inn. Dengan mengangkat tema “Memahami HAM dan Toleransi Beragama di Indonesia”, PUSAM ingin memberikan pemahaman terhadap mahasiswa agar menghidupkan nilai-nilai pada setiap aktivitas sehari-hari. Dikrektur PUSAM UMM, Prof Dr Syamsul Arifin MSi menyatakan, ini merupakan tahun keempat PUSAM dan TAF melakukan kerjasama. “Pada tahun ini PUSAM dan TAF menggarap isu tentang HAM dan LVE. LVE ini merupakan pendidikan menghidupkan nilai,” jelasnya. Pada workshop kali ini, lanjut Syamsul, peserta diberikan pengetahuan menghidupkan nilai HAM dan toleransi beragama melalui pendidikan karakter. Syamsul menjelaskan, fenomena yang terjadi saat ini kekerasan atas nama agama terjadi di berbagai tempat dalam kurun waktu tiga dekade terakhir. Mengutip data dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), ada 95 tindakan pelanggaran kasus kebebasan beragama yang terjadi selama tahun 2015 terhitung mulai Januari hingga November. Keterkaitan antara HAM dan LVE menjadi sebuah keharusan, karena HAM sejatinya adalah tentang nilai. Menurut guru besar sosiologi agama itu HAM adalah bentuk penghargaan sesama manusia, dengan diberikan materi tentang LVE maka pengetahuan tentang HAM akan lebih kuat. “pemahaman serta memperkenalkan LVE dan HAM sebagai pendekatan dalam pendidikan karakter di Indonesia dikuatkan dalam workshop ini,” ungkap Syamsul. Menariknya dalam workshop ini, setiap peserta dilatih dengan membuat skema tentang multikulturalisme dalam sebuah masyarakat. Menggambarkan tentang bagaimana seharusnya kehidupan beragama antara satu agama dengan agama lainnya. Dalam workshop tersebut PUSAM juga menghadirkan pemateri dari berbagai universitas yang mempunyai pengalaman dalam bidang advokasi dan bidang HAM. Di antaranya dari Universitas Islam Negeri (UIN) Gunung Djati Bandung dan Universitas Paramadina, workshop ini ingin mengintegrasikan pendekatan LVE dengan menjadikan focus HAM dalam Tri Dharma perguruan tinggi. (jal/han)

Diikuti 540 Mahasiswa dari 78 Negara, Ini Rangkaian Acara Gathering Darmasiswa di UMM

SEBELUM kembali ke negaranya masing-masing, sebanyak 540 mahasiswa asing dari 78 negara yang selama setahun terakhir belajar di berbagai kampus di Indonesia, akan mengikuti International Gathering di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin-Kamis (8-11/5). Ke-540 mahasiswa tersebut merupakan penerima beasiswa Darmasiswa dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. “Ini adalah bagian dari soft diplomacy. Mereka disiapkan menjadi duta Indonesia di berbagai belahan dunia,” kata Ketua Panitia International Gathering, Soeparto. Selama kegiatan, para warga asing itu mendapatkan penguatan informasi tentang bahasa, budaya, dan pariwisata Indonesia. Tak hanya pembekalan, mereka juga akan menampilkan berbagai pertunjukan, seperti nyanyian daerah, lagu-lagu nasional, hingga menari. “Pengalaman menampilkan budaya Indonesia ini akan berguna kelak di negara masing-masing, ketika mereka diundang untuk tampil pada kegiatan kedutaan besar Indonesia,” jelas Soeparto yang juga Asisten Rektor UMM Bidang Kerjasama ini. Sementara itu Koordinator Sie Acara Muhammad Isnani menjelaskan, rangkaian kegiatan dimulai dengan kirab peserta Darmasiswa di hari pertama (8/5) dari depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UMM melewati Heliped UMM dan diakhiri di UMM Dome yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan kegiatan. Di hall UMM Dome, acara pembukaan diwarnai dengan Welcoming Dance Reog dan Gita Surya UMM, serta penampilan dari para mahasiswa asing di antaranya tari topeng, tari kecak, tari rampak rebana, tari randai, dan musikalisasi puisi. Di malam harinya, para mahasiswa asing itu beranjak menuju Balai Kota Batu untuk makan malam bersama Walikota. Di hari berikutnya, Selasa (9/5), acara kembali dilanjutkan dengan kegiatan seni-budaya seperti pentas musik, tarian dan komedi tunggal oleh perwakilan mahasiswa asing di Theater UMM Dome, serta dilanjutkan dengan perlombaan permainan tradisional di Heliped UMM. Malamnya, bertempat di Sengkaling Kuliner UMM, diadakan nonton bareng video blog (vlog) karya mahasiswa asing peserta Darmasiswa dan pengumuman pemenang lomba vlog. Menutup rangkaian acara, lanjut Isnani, pada Rabu (10/5), para peserta diajak ke destinasi wisata Gunung Bromo. Di sana, para warga asing itu akan menikmati sunrise di Pananjakan, explore Gunung Bromo, dan menyaksikan pertunjukan seni budaya Pasuruan. Dari Gunung Bromo, para mahasiswa itu kembali ke UMM di hari berikutnya, Kamis (11/5). Soeparto menerangkan, terpilihnya UMM sebagai tuan rumah event bergengsi ini tak hadir begitu saja. UMM mendapatkan amanah dari Kemdikbud RI sejak 2015 silam. Hal ini dikatakan Soeparto berdasarkan berbagai pertimbangan, di antaranya lokasi yang strategis, kelengkapan infrastuktur dan fasilitas serta sumber daya manusia. “Hal ini menjadi poin penting bagi UMM untuk mencapai rekognisi internasional,” kata Soeparto. Untuk mendukung kegiatan ini, sebanyak 85 mahasiswa UMM dari berbagai program studi ikut andil sebagai pendamping (buddy) bagi mahasiswa asing. Selain menambah pengalaman, para buddy ini akan punya kans lebih besar dalam hal jejaring internasional. “Mereka akan mendapatkan poin kredit yang akan menjadi pertimbangan tersendiri ketika mereka ingin mengikuti pertukaran atau studi ke luar negeri,” pungkas Soeparto. (ich/han)

Naikkan Standar Kelulusan, Peminat UMM Justru Meningkat

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar tes tulis bagi 2.756 calon mahasiswa baru (camaba) jalur reguler gelombang I, Senin (8/5). Setelah melakukan tes tulis, camaba langsung mengikuti tes wawancara di masing-masing program studi (prodi). Sementara, hasil tes tulis dan wawancara akan diumumkan pada Jumat (12/5) mendatang. Sebelumnya, sebanyak 2.844 camaba dinyatakan diterima akhir bulan lalu (28/4). Jumlah ini merupakan camaba yang lolos melalui jalur undangan dari total 9.108 peminat. Meski dinyatakan lolos tanpa tes tulis, camaba yang tersaring melalui jalur prestasi akademik maupun non-akademik ini wajib mengikuti tes wawancara dan herregistrasi pada Selasa hingga Kamis (2-4/5) pekan lalu. Sekretaris unit Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UMM, Dr Moh Mahfud Effendi menyatakan, jumlah mahasiswa yang diterima melalui jalur undangan ini meningkat dibandingkan tahun lalu. “Peningkatan mencapai 146%, tahun lalu jumlah yang diterima sebanyak 1.944. Tahun ini, meski standar nilai rata-rata naik dari 75 menjadi 80, tapi antusias camaba untuk mendaftar di UMM juga meningkat,” terang Mahfud. Mahfud menambahkan, tes wawancara dilakukan untuk mengetahui kualitas dan motivasi calon mahasiswa baru sesuai dengan kebutuhan masing-masing prodi. Sementara itu, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin menyatakan meski mengalami peningkatan, jumlah peminat UMM terbilang stabil di tiap tahunnya. Ia juga mengatakan, UMM tetap menomorsatukan kualitas mahasiswa yang akan diterima, baik melalui jalur undangan maupun reguler. “Meski diterima tanpa tes tulis, tapi kualitas mahasiswa yang diterima jalur undangan tetap menjadi poin utama. Peminat UMM meningkat tiap tahunnya, standar nilai pun meningkat, tes wawancara adalah salah satu cara untuk mengetahui kualitas mahasiswa tersebut,” ujarnya. (ich/han)

Sekolah Kader PMW Jatim, Siapkan Generasi Pejuang dan Pembaharu

DI TENGAH pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta beragam isu yang mengiringinya, warga Muhammadiyah dituntut mengantisipasi hal-hal baru yang dapat mengancam. Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Dr Agus Purwanto dalam pembukaan Sekolah Kader Tarjih Muhammadiyah di Ruang Sidang Senat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/5). Gelaran tahunan ini merupakan agenda amanat Musyawarah Wilayah PWM Jawa Timur. “Muhammadiyah khususnya Majelis Tarjih yang mengusung gerakan pembaharuan harus mengawal setiap problem yang tengah terjadi di masyarakat. Bukan sekedar permasalahan keagamaan saja, melainkan Muhammadiyah juga harus responsif menjawab permasalahan yang tengah dihadapi masyarakat Indonesia,” kata Agus yang juga merupakan Pengajar Pascasarjana Fisika di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya ini. Selain itu, Agus juga mengajak seluruh warga persyarikatan untuk menyeragamkan pemahamannya seputar perjuangan yang tengah dilakukan. Gelaran Sekolah Kader Tarjih Muhammadiyah ini, imbuh Agus, sebagai usaha mewujudkannya. “Ikhtiar yang tengah dilakukan Muhammadiyah justru tidak tersosialisasikan dengan baik di kalangan warga persyarikatan sendiri. Misalnya inisiasi Muhammadiyah yang memotori penanggalan global,” ungkapnya. Sementara, Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin saat turut memberikan sambutan menerangkan, salah satu tantangan saat ini adalah bagaimana memperbanyak dan memperkuat kader. Gelaran Sekolah Kader Tarjih Muhammadiyah dinilai Syamsul lebih strategis dan produktif untuk mewujudukan cita-cita tersebut. “Hal ini sejalan dengan UMM yang memposisikan dirinya  sebagai sekolah pengkaderan,” tukasnya. Dalam gelaran 2 hari ini, peserta mendapatkan 8 materi, di antaranya Astronomi untuk Hisab-Ru’yah, Penentuan Awal Bulan Qomariyah, Penentuan Awal Bulan Qomariyah Perspektif Ormas-Ormas Islam, Manhaj Tarjih dan Studi Ushul Fikih, serta materi Paham Agama Menurut Muhammadiyah di hari pertama. Sementara di hari kedua, peserta mendapat pemahaman seputar Manhaj Tarjih, Studi Al Quran dan Al Hadits dalam Muhammadiyah, serta Praktik Istinbath Hukum Islam. (can/han)

Metode Mentoring Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Inovasi Pembelajaran Speaking

MELALUI program mentoring dalam pembelajaran speaking, program studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (FKIP UMM) berupaya agar mahasiswa dapat saling mengajari dengan pendekatan yang santai, menyenangkan, namun dengan tetap mengenai sasaran. Pada program ini, mahasiswa semester empat ke atas diberi kesempatan mengajar speaking pada mahasiswa baru di semester genap selama sembilan pekan terhitung sejak 11 Maret 2017 hingga 6 Mei 2017. Menurut koordinator program mentoring, Teguh Hadi Saputro, program ini dapat meningkatkan kemampuan berbicara mahasiswa mahasiswa baru. “Semua materi disampaikan secara santai dan dengan suasana serta metode yang menyenangkan,” jelas dosen Prodi Bahasa Inggris UMM ini pada penutupan program mentoring, Sabtu (5/6). Beberapa materi yang disampaikan dalam mentoring program ini adalah kemampuan presentasi, kemampuan diskusi dan juga kemampuan debat. Dengan ketiga materi tersebut, diharapkan mahasiswa dapat semakin lancar dalam berbicara menggunakan bahasa inggris. Selain itu, dengan adanya mentoring program ini mahasiswa dapat lebih percaya diri ketika berbicara bahasa inggris dihadapan banyak orang. “Kami sudah melakukan pengawasan dan penilaian, dengan mentoring program ini mahasiswa sudah percaya diri untuk berbicara dalam kelas. Bahkan jika mengajukan pertanyaan ke dosen dalam kelas, mereka sudah percaya diri menggunakan bahasa Inggris,” ungkap Teguh saat ditemui di acara Penutupan mentoring program tersebut. Selain itu, tidak hanya masalah pembelajaran yang dibidik oleh program studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tapi juga pengenalan mentoring program pada seluruh mahasiswa UMM. Menurut Teguh dengan menggunakan gazebo sebagai tempat pembelajaran dan juga menggunakan identitas khusus, mentoring program ini akan dikenal oleh mahasiswa di UMM. (jal/han)

Bedah Disertasi PSIF Ungkap Fenomena Di Balik Kemajuan UMM

PUSAT Studi Islam dan Filsafat Universitas Muhammadiyah Malang (PSIF UMM) kembali mengadakan bedah disertasi. Kali ini, PSIF menghadirkan Dr Mursidi MM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM yang menulis disertasi berjudul “Gaya Kepemimpinan Perguruan Tinggi Islam Swasta: Studi Fenomenologi di UMM”. Dalam disertasinya, Mursidi mengatakan, ia hendak mengungkap fenomena di balik kemajuan UMM. “Keberhasilan UMM adalah fenomena yang nampak, karena itu dengan pendekatan fenomenologi, saya hendak menggali apa yang ada di balik kesuksesan itu,” kata mantan Pembantu Rektor II UMM ini pada kegiatan yang berlangsung di Aula Masjid AR Fachruddin Lantai 2 UMM ini, Jumat (5/5). Dari pencariannya, Mursidi menemukan bahwa gaya kepemimpinan dua mantan Rektor UMM, yaitu Malik Fadjar (MF) dan Muhadjir Effendy (ME) merupakan faktor kunci yang merubah UMM dari pengikut pasar (market follower) menjadi pemimpin pasar (market leader). “Jika dulu mengikuti apa yang sedang ngetren di pasar pendidikan, saat ini UMM justru menjadi rujukan karena berbagai inovasi yang dilakukannya,” papar dosen FEB UMM ini. Berdasarkan temuannya, Mursidi menyimpulkan bahwa gaya kepemimpinan UMM ditandai dengan munculnya tiga corak, yaitu pertama, kepemimpinan berfilosofi profetik dan penggerak dengan implementasi manajerial berpola paguyuban, lurus dan dinamis. Kedua, kepemimpinan berfilosofi guru dan kuntul baris dengan implementasi pola jurnalis, militer dan sepakbola. Ketiga, lahirnya gaya kepemimpinan MF dan ME dipengaruhi oleh perjalanan hidupnya sejak dini di lingkungan keluarga dan sekolahnya. Terlebih, Mursidi meyakini bahwa kepemimpinan gaya aktivis merupakan irisan yang mempertemukan antara MF dan ME. Latar belakang keduanya sebagai aktivis mempengaruhi gaya mereka dalam menggerakkan organisasi. “Gaya aktivis ini dicirikan dengan adanya mimpi-mimpi besar yang dibangun melalui diskusi-diskusi, lalu diimplementasikan dengan gerakan-gerakan penuh semangat. Itulah yang membuat UMM bisa sebesar sekarang ini,” jelas Mursidi yang mengambil pendidikan doktornya di Universitas Brawijaya (UB) Malang ini. (can/han)

Mahasiswa Pascasarjana UMM Wajib Presentasi di Luar Negeri

KABAR baik datang dari Program Pasca Sarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Mahasiswa dari semua program studi yang diterima pada tahun akademik 2016/2017 bakal punya pengalaman mengisi seminar di luar negeri. Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur II PPs UMM Akhsanul In’am PhD, Kamis (4/5). Menariknya, biaya pengurusan untuk seluruh proses seminar akan ditanggung UMM. Selain itu, mereka yang akan berangkat keluar negeri bakal mendapat pendampingan penulisan makalah, keterampilan presentasi, dan keterampilan lainnya untuk menunjang presentasi. Secara administratif, terang In’am, mahasiswa hanya tinggal menyiapkan nomor passport dan biaya transportasi. “Semua mahasiswa baru untuk angkatan 2017 yang belum memiliki passport akan kita beri surat keterangan untuk memiliki passport. Harapannya, lulusan master sudah punya pengalaman membuat artikel dan mengadakan seminar di luar negeri. Sehingga ketika dia seminar di manapun tidak akan jadi masalah,” kata In’am. Keunggulan lain dari program ini, bagi artikel yang diterbitkan di indeks Scopus akan dibebaskan dari kewajiban sidang. Adapun perguruann tinggi tempat diselenggarakannya seminar akan menyasar sejumlah perguruan tinggi di wilayah ASEAN yang telah melakukan kerjasama dengan UMM. Ke depan, pihaknya bakal memperluas cakupan kerjasama perguruan tinggi. (can/han)

BEM UMM Dorong Mahasiswa Berwirausaha Sejak Usia Muda

MENJADI pengusaha dengan omzet puluhan juta tak harus menunggu usia senja. Asalkan berjiwa kreatif, jadi pengusaha muda bukan mimpi belaka. Virus kreatif dalam berwirausaha inilah yang disebarkan founder Aye & Co, Audrio Susanto dan CEO Etha.us, Eduardus Adityo pada seminar “Saatnya Ubah Inspirasi Jadi Kreasi” oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (3/5) di Auditorium UMM. Pada kesempatan ini, mahasiswa yang hadir dibekali ilmu memulai wirausaha dan bertahan di tengah banyaknya pesaing. Audrio mengungkapkan, di era serba digital dewasa ini, promoting and sharing melalui media sosial menjadi hal yang mutlak dilakukan pengusaha. “Promoting and sharing zaman sekarang jauh lebih mudah. Maksimalkan gadget yang kita punya. Promosi lewat media sosial, website, dan majalah,” terang pengusaha muda berkacamata ini. Selain promosi melalui media sosial, cara ampuh untuk mengenalkan produk dan merek adalah dengan mengikuti berbagai even. Audrio juga membagi tips bertahan di tengah banyaknya pesaing. “Jangan pernah puas, terbukalah pada kritik, cari masalah dan susun problem solving, hargai kerja dan kreasi orang lain, jangan plagiat,” tutur Audrio. Sementara itu, Eduardus yang telah dikenal dengan bisnis clothing bermerek Elhaus ini lebih menekankan pentingnya relasi dan wawasan yang luas dalam berwirausaha. “Pendidikan tinggi atau rendah memang bukan faktor utama penentu kesuksesan pengusaha. Tapi, dengan pendidikan, kalian akan memiliki wawasan yang luas. Selain itu, jalin relasi dengan banyak orang, ini akan memudahkan proses kalian merintis usaha,” ujar Eduardus membagi pengalaman. Presiden BEM UMM, Faiz Mirwan Hamid mengungkapkan, seminar ini merupakan rangkaian puncak dari program kerja BEM. Selain seminar nasional, kegiatan bertajuk Education Fair ini diawali dengan pengabdian masyarakat yang diikuti oleh 20 mahasiswa dari 10 fakultas. Pengabdian dilakukan dengan menjalankan beberapa kegiatan pendampingan di desa Ngantang, kabupaten Malang, seperti penyuluhan pola hidup sehat, budidaya pertanian dan peternakan, serta edukasi ke sekolah-sekolah. Rangkaian kedua yang seminar kewirausahaan yang berkolaborasi dengan Nescafe ini. Lantas, sebagai bentuk aplikasi, rangkaian ketiga sekaligus puncak yakni panggung Malam Budaya yang akan digelar pada Senin hingga Selasa (15-16/5) mendatang. Gelaran ini akan menampilkan kesenian khas daerah yang juga dilengkapi dengan bazar. Di sini, peserta seminar kewirausahaan bisa mengaplikasikan ilmunya dengan menjual ide mempraktikkan ide bisnisnya pada stan-stan yang tersedia. Ide-ide bisnis terbaik akan mendapatkan kucuran dana untuk mengembangkan usahanya senilai 50 juta. “Harapannya, peserta seminar mampu meningkatkan kreativitas dan membuat konsep bisnis inovatif mengingat lapangan pekerjaan yang sangat sulit. Mahasiswa harus mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya dan orang lain,” ujar Faiz yang merupakan mahasiswa prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial 2013 ini. (ich/han)