Pendaftaran Mahasiswa Baru Pascasarjana UMM Akan Segera Ditutup

DIBUKA sejak akhir tahun lalu, pendaftaran bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana (PPs) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan ditutup pada 12 Januari 2017. Berbeda dengan S1, pendaftaran S2 dan S3 di UMM dibuka dua kali, yaitu semester ganjil dan genap. Pada semester ganjil nanti, pendaftaran akan dibuka kembali pada bulan April hingga Agustus. Wakil Direktur I PPs UMM Ahsanul In’am PhD menyatakan, UMM memiliki 11 program studi (prodi) magister dan 3 program doktor. In’am menambahkan, semua prodi PPs dibuka kecuali profesi dan sains Psikologi. Dua program itu baru akan dibuka pada Mei 2017. Adapun program magister di UMM yaitu Magister Manajemen, Magister Sosiologi, Magister Ilmu Agama Islam, Magister Agribisnis, Magister Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, Magister Ilmu Hukum, Magister Psikologi, Magister Profesi Psikolog, Magister Sains Psikologi, Magister Pendidikan Matematika, Magister Pendidikan Bahasa Inggris, serta Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. UMM juga memiliki program Magister Psikologi double degree sains dan profesi, serta double degree Magister Manajemen dan Profesi Akuntan. Sementara program doktor meliputi Doktor Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Doktor Pendidikan Agama Islam, dan Doktor Ilmu Pertanian. Cara pendaftaran cukup mudah, yaitu via online melalui situs pmb.umm.ac.id, sehingga masyarakat dari di luar Jawa pun bisa mendaftar tanpa perlu ke Malang. Prosedur yang perlu diperhatikan adalah, setelah mendaftar online, calon mahasiswa baru (camaba) harus mengirimkan berkas. Semua pesyaratan pendaftaran juga bisa diakses secara online di situs pascasarjana.umm.ac.id. Minat mahasiswa yang tinggi membuat PPs UMM sangat selektif. “Pada semester genap ini, PPs UMM hanya membuka dua kelas untuk setiap prodi, “ jelas In’am. Setelah ditutup pendaftaran pada 12 Januari nanti, akan dilakukan tes masuk pada 14 Januari dan pengumuman pada 18 Januari 2017. Guna menunjang proses pembelajaran mahasiswa PPs, UMM juga menambahkan gedung kuliah baru berlantai 10, yaitu Gedung Kuliah Bersama (GKB) 4 yang terletak di kampus terpadu UMM Jl. Raya Tlogomas. “Kemungkinan, kalau GKB 4 sudah jadi, perkuliahan akan dialihkan ke sana,” jelas In’am. In’am memaparkan, proses perkuliahan semester genap 2017 akan berfokus pada penulisan artikel dan jurnal akademik. “Semua tugas akan difokuskan pada penulisan artikel dan jurnal yang terindeks internasional,” paparnya. (Humas UMM)
Rektor RAC Kamboja Sediakan Beasiswa Bagi Mahasiswa UMM

SEJAK tiga tahun terakhir, telah banyak warga Kamboja yang belajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), baik sebagai mahasiswa reguler maupun maupun melalui jalur beasiswa Dharmasiswa. Hal itu menjadi salah satu alasan kedatangan RektorRoyal Academy of Cambodia (RAC), H.E. Dr. Khlot Thyda ke UMM, Jumat (6/1). Lawatannya ini ditandai dengan penandatangan nota kesepahaman (MoU) antara UMM dan RAC. Beberapa poin MoU di antaranya program pertukaranstaf, dosen dan mahasiswa untuk studi banding, mengajar maupun penelitian. Selain itu, para sarjana dan peneliti dari kedua universitas dapat saling mengunjungi untuk kebutuhan pelatihan jangka pendek dan panjang. Khlot Thyda mengatakan, pihaknya juga menyediakan pelatihan bahasa Khmer (bahasa nasional Kamboja) bagi staf UMM. Begitu juga sebaliknya, pihak RAC juga berkesempatan untuk belajar bahasa Indonesia. Tak kalah penting, RAC juga bakal mengirim 5 mahasiswa yang memperoleh beasiswa untuk menempuh studi di UMM. Serta kerjasama strategis lainnya berupa pertukaran informasi dan publikasi. Pada kesempatan ini, Khlot Thyda juga menyampaikan penghargaannya terhadap Indonesia atas keberhasilannya menangkal dampak negatif modernisme. Apresiasi tersebut disampaikannya saat didaulat mengisi kuliah tamu di hadapan sejumlah mahasiswa Program Pasca Sarjana (PPS) dan dosen UMM. Menurut Khlot, di tengah gencarnya modernisasi global, Indonesia tetap bisa mempertahankan budaya aslinya. “Kamboja perlu belajar kepada Indonesia dalam hal menjaga kebudayaannya,” kata perempuan yang telah berusia lebih dari 60 tahun tersebut. Selain keberhasilan Indonesia menangkal dampak buruk modernisasi, Khlot juga mengakui keunggulan Indonesia pada aspek kualitas kepemimpinannya. “Pengalaman Indonesia jadi guru untuk Kamboja,” ungkapnya. Rektor UMM, Fauzan berharap, kerjasama yang dibangun dalam bidang akademik ini dapat berjalan dengan nyata dan memberi manfaat bagi kedua belah pihak. (Humas UMM)
UMM Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru Jalur Undangan

SEJAK Senin (2/1) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah membuka pendaftaran mahasiswa baru jalur undangan. Jalur yang berlangsung hingga 7 April 2017 ini dikhususkan bagi siswa lulusan SMA sederajat yang memiliki prestasi akademik maupun non-akademik. Wakil Rektor I UMM Prof Dr Syamsul Arifin MSi menjelaskan, untuk kriteria prestasi akademik, siswa yang mendaftar minimal harus mempunyai nilai rata-rata rapor 80 mulai dari semester 1 hingga semester 5. Nilai rata-rata ini meningkat ketimbang setahun sebelumnya, yaitu 75. Peningkatan syarat nilai rata-rata ini, terang Syamsul, menunjukkan bahwa UMM kian selektif lantaran daya tarik kampus ini yang kian kuat. Sementara untuk jalur non-akademik atau minat bakat yaitu siswa yang berprestasi di bidang olahraga, seni, karya ilmiah, atau keagamaan minimal di tingkat kota atau kabupaten dan dibuktikan dengan piagam penghargaan. Bagi camaba yang lolos melalui jalur undangan, akan dibebaskan dari tes tulis. Sementara untuk wawancara tetap dilakukan untuk mengetahui kualitas dan motivasi calon mahasiswa baru (camaba). Cara pandaftarannya juga mudah, yaitu via online, sehingga memudahkan camaba yang berasal dari luar Jawa agar tak perlu jauh-jauh datang ke Malang. Tak heran, meski baru dua hari dibuka, jumlah pendaftar jalur undangan online sudah mencapai 209 orang, dengan asal daerah pendaftar yang sangat beragama. “Era sudah digital. Dengan tersebarnya asal daerah pendaftar online jalur undangan, berarti informasi tentang UMM sudah diketahui masyarakat luas,” ujarnya. Sementara untuk jalur reguler mulai di buka pada awal Maret. Untuk gelombang 1 dibuka 6 Maret hingga 7 Mei, gelombang 2 mulai 22 Mei hingga 14 Juli, sementara gelombang 3 mulai 24 Juli sampai 11 Agustus. UMM juga terus memperbaiki kualitas pelayanan terhadap camaba, terutama saat melakukan herregistrasi maupun pelayanan akademik lainnya. Saat ini, lanjut Syamsul, UMM tengah merencanakan sistem pembayaran herregistrasi yang akan dilakukan di UMM Dome, bukan di halaman depan Biro Administrasi Akademik seperti biasanya. “Ini supaya pelayanan akademik pada mahasiswa semakin cepat, tepat, nyaman, dan ramah,” tukasnya. Terbaru, ada satu prodi baru yang mulai dibuka, yakni Profesi Apoteker. Selain itu, pada Fakultas Agama Islam, terang Syamsul, juga akan dilakukan pemetaan potensi calon mahasiswa terkait pengetahuan pendidikan agama dan Bahasa Arab. Serta, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tes wawancara dilakukan dengan sistem one day service. Sehingga, setelah melakukan tes tulis, mahasiswa yang mendaftar jalur regular akan menjalani tes wawancara di hari yang sama. (ich/han)
Hadirkan Ketua Umum PP Aisyiyah, LP3A Kembali Adakan Kajian Perempuan dan Anak

KAJIAN tentang perempuan dan anak terus digalakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A). Isu-isu yang diangkat juga relevan dengan persoalan terkini. PadaSelasa (3/01), LP3A UMM kembali mengkaji isu perempuan dengan mendatangkan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah, Dra Hj Siti Noordjannah Djohantini MM MSi. Dengan mengangkat tema optimalisasi peran Aisyiyah dalam mewujudkan perempuan berkemajuan, Noordjannah berbicara tentang pergerakan perempuan dan organisasi wanita Aisyiyah. Menurut Noordjannah, Aisyiyah yang merupakan bagian dari Muhammadiyah adalah organisasi yang sengaja dirancang untuk masa yang modern seperti saat ini. Menurutnya, dahulu kala, KH. Ahmad Dahlan yang belum mendapatkan gelar doktor ataupun guru besar sudah mempunyai pikiran yang berkemajuan. “Organisasi yang modern dibuktikkan oleh Aisyiyah salah satunya dengan administrasi yang berjalan di dalamnya,” jelas wanita yang mempunyai panggilan akrab Nunung itu. Salah satu bukti bahwa Aisyiyah merupakan organisasi wanita yang berkemajuan adalah Aisyiyah menjadi salah satu inisiator dalam kelahiran hari ibu. Aktifitas perempuan itu menjelaskan bahwa semangat yang dibawa di hari ibu adalah semangat pergerakan kaum perempuan. Dengan tujuan agar perempuan tidak lagi terpinggirkan, tidak lagi dikucilkan dan tidak lagi di marginalkan. “Sejarahnya dulu pada 22-25 Desember 1928 ada kongres perempuan yang mana isi pidatonya tentang pergerakan perempuan. Aisyiyah menjadi salah satu inisiator pada saat itu,” ungkap istri dari Dr. KH. Haedar Nashir itu. Selain itu, seharusnya hari ibu dimaknai sebagai hari dimana para perempuan menggelorakan semangat untuk merebut kembali kemerdekaan kaum perempuan. Pada kongres perempuan 1928 topik pembicaraan yang diangkat adalah marginalisasi perempuan. Lebih spesifik, lanjut Noordjannah, yang dibahas adalah tentang pernikahan dini yang sangat marak. “Hingga saat ini pernikahan dini masih berkembang di masyarakat dan Aisyiyah harus memprioritaskan permasalahan itu untuk diatasi,” jelasnya lebih lanjut. Bahkan, dalam persoalan sustainable development goals (SDGs), Aisyiyah juga mengambil peran untuk mencapai tujuan-tujuan yang sduah ditentukan. “Dengan kepemimpinan yang menggembirakan dan menggerakan, Aisyiyah pasti mampu menyelesaikan persoalan umat dan negara” jelas Noordjannah. (jal/han)
Tutup Tahun 2016, Rektor Gelar Gala Dinner Bersama Mahasiswa Asing

MENGAKHIRI tahun 2016, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Fauzan melalui International Relations Office (IRO) mengadakan jamuan makan malam atau gala dinner bersama mahasiswa asing yang kuliah di UMM. Tak kurang dari 150 mahasiswa dari berbagai negara hadir di acara yang berlangsung di Sengkaling Kuliner UMM, Jumat (30/12) malam. International students yang hadir kebanyakan berasal dari benua Asia, Eropa dan Afrika. Beberapa international students di antaranya tengah mengikuti program Learn and Teach Internship dan program Dharmasiswadi UMM. Tak sedikit juga mahasiswa asing yang kuliah lewat jalur reguler hadir memeriahkan acara. “Saya berharap saudara dapat belajar optimal di UMM, khususnya belajar bahasa Indonesia. Setelah saudara pulang ke negara saudara, saudara harus menjadi juru bicara UMM di negara saudara-saudara sendiri,” kata Rektor UMM Fauzan dalam sambutannya. Fauzan juga menantang kepada seluruh internasional student yang hadir untuk mengajak serta kawan senegaranya kuliah di UMM. Fauzan menargetkan di tahun depan, jumlah international student akan dinaikan kuotanya menjadi 600 kursi. Lebih lanjut Fauzan juga berharap, selain belajar di lingkungan kampus, international student juga dapat belajar di lingkungan masyarakat sekitar UMM. Bahkan dalam momen tersebut juga secara khusus persatuan mahasiswa Kamboja yang sedang menempuh kuliah di beberapa perguruan tinggi di Indonesia datang untuk memberikan penghormatan kepada Rektor UMM. Kedatangan sejumlah mahasiswa Kamboja ke Malang itu untuk menyampaikan ucapan terimakasih telah menerima kawan senegaranya kuliah di UMM. Acara ditutup dengan pembagian kado kepada seluruh hadirin yang datang. Menariknya, kado yang dibawa masing-masing mahasiswa ini berisikan barang-barang yang di luar dugaan. Lucunya, beberapa barang diantaranya tidak layak dijadikan isian kado, seperti sabun detergen ataupun toples kue. (can/han)
Manfaatkan Tanah Hibah, UMM Dirikan SMK Agribisnis

KEPERCAYAAN masyarakat yang tinggi membuat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapatkan tanah hibah dari PT Galasari Gunungswadaya. Berdasarkan nota kesepahaman (MoU), tanah yang terletak di Gresik ini akan digunakan UMM untuk mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Agribisnis. Tanah yang dihibahkan oleh PT Galasari Gunungswadaya yang merupakan anak perusahaan dari Polowijo Gosari Grup ini seluas 3,877 hektar. Sekolah vokasi yang nantinya didirikan akan berbasis asrama atau boarding school. “Nantinya juga akan ada asrama tiga lantai yang dipakai siswa selama masa studinya,” jelas Ir Yunan Rusdianto MT selaku perancang bangunan sekolah tersebut. Yunan menyatakan, UMM sudah membuat grand design dan master plan untuk sekolah kejuruan tersebut. Terkait pembiayaan, Yunan menjelaskan, perkiraan sekolah vokasi itu akan menghabiskan dana hingga 34 Miliar Rupiah. Dalam pertemuan tersebut, UMM mempresentasikan konsep denah bangunan yang akan didirikan. Tidak hanya gedung kelas dan asrama saja, SMK itu juga akan dilengkapi lahan praktik di bidang pertanian. Awal 2017 nanti, sekolah itu akan mulai dioperasikan. “2017 awal nanti, akan ada 6 lokal yang berdiri. Terdiri dari 2 laboratorium, 2 ruang guru, ruang kepala sekolah dan juga ruang administrasi,” ungkap Yunan. Rektor UMM, Fauzan menyampaikan, sekolah tersebut akan disertakan pembagian zona. Dalam sekolah nantinya akan ada zona belajar dan bermain. Membangun zona belajar dengan suasana yang nyaman menjadi prioritas UMM. Nantinya, kata Rektor, SMK itu tidak hanya dijadikan sumber belajar, tapi juga sumber ketrampilan agar siswa dapat memperoleh ketrampilan lebih selepas lulus. Keberadaan SMK tersebut juga bisa menjadi salah satu opsi bagi UMM sebagai lapangan penelitian. “Mahasiswa UMM nantinya juga bisa magang di sekolah ini jika memang diperlukan,” jelas Fauzan saat MoU yang berlangsung Kamis (29/12) di UMM. Chairman PT. Polowijo Gosari Grup, A. Djauhar Arifin, mengungkapkan kepercayaannya yang sangat tinggi pada UMM. Menurut Arifin, di UMM banyak orang pintar dan amanah yang bisa mengelola institusi pendidikan. “Saya hanya bisa menyumbangkan tanah, biar UMM saja yang meneruskan pembangunan dan pengelolaannya,” ucap Arifin. (jal/han)
Tax Center, Pojok BEI, dan Bursa Berjangka: Laboratorium Terapan Mahasiswa UMM di Sektor Keuangan

PERGERAKAN sektor keuangan Indonesia terutama non-perbankan dinilai Menteri Keuangan RI Sri Mulyani tergolong masih sangat rendah. Padahal, pasar keuangan merupakan sumber pendanaan pemerintah dalam pembangunan. Berdasarkan data terbaru, keuangan inklusi di Indonesia masih berkisar 3% dari total penduduk Indonesia, sedangkan sektor perbankan memegang peranan hingga 80%. Hal tersebut disampaikan Sri Mulyani saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu(28/12). Baginya, peran kampus sangat penting karena dapat mencetak profesional yang di masa depan bisa memajukan sektor keuangan Indonesia. Karena itulah, peran tiga unit di bidang terkait, yaitu Tax Center UMM, Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) UMM, dan Galeri Bursa Berjangka Indonesia dipandang efektif menjadi laboratorium terapan mahasiswa di sektor keuangan. Melalui tiga center itu, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM berupaya membuat pola pembelajaran yang tak sekedar teori, tapi juga mendekatkan praktik dunia kerja pada mahasiswa. Menurut Dekan FEB UMM, Dr Idah Zuhroh MM, FEB memang memiliki misi menyiapkan calon profesional yang berkompeten di pasar keuangan, pasar saham, dan pasar surat berharga. Lulusan FEB akan bergerak, baik sebagai pelaku pasar keuangan seperti investor maupun pelaku profesional seperti broker dan konsultan. “Pasar keuangan penetrasi harus berasal dari lingkup internal, sedang di Indonesia hal ini masih sangat sedikit. Pasar keuangan cenderung goncang,” tegas Idah. Peran ketiga lembaga tersebut, kata Idah, selain memberi fungsi literasi dan konsultasi, juga disiapkan menjadi lembaga yang melakukan transaksi real. Dalam hal ini, Tax Center, BEI, dan Bursa Berjangka turut bergerak sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi. Saat ini, Tax Center UMM telah melayani pendaftaran NPWP, pembayaran pajak, pelaporan online yang dipandu petugas Tax Center, maupun konsultasi dan literasi perpajakan. Ke depan, lulusan program studi akuntansi UMM akan Bersertifikasi Konsultan Pajak (BKP) hasil kerjasama dengan Dinas Perpajakan. Sementara itu, perguruan tinggi sebagai institusi harus mampu memberi literasi pada mahasiswa sebagai calon pelaku ekonomi dan masyarakat secara umum yang sudah waktunya berkontribusi di pasar modal. Galeri Investasi BEI, misalnya, menyediakan data-data keuangan dan analisis portofolio keuangan yang menguntungkan yang dapat dipelajari oleh mahasiswa. Ke depan, BEI akan mengembangkan keterampilan mahasiswa melalui simulasi yang dikemas dalam perkuliahan sebagai antisipasi perubahan harga yang cepat di pasaran. Pengembangan transaksi realoleh BEI juga akan digalakkan. Sosialisasi penanaman saham di BEI tak hanya dilakukan pada mahasiswa, namun juga pengajar di lingkup UMM. “Kalau setiap individu mengetahui manfaat dan pentingnya andil di pasar saham, ini akan sangat bagus. Sebagai permisalan, 10.000 dari 30.000 mahasiswa UMM berinventasi saham sebesar satu juta, maka akan terkumpul 10 M. Belum lagi kalau dosen juga menginvestasikan sahamnya, ini akan luar biasa. Ini yang akan jadi program BEI ke depan,” papar Idah. Tak hanya itu, sebagai pendukung, FEB juga memiliki Bank Syariah yang beroperasi sejak beberapa tahun lalu. Saat ini, Bank Syariah FEB telah memiliki sekitar 2000 nasabah yang dilayani setiap hari mulai pukul 8.00 hingga 15.00 layaknya bank umumnya. (ich/han)
Prihatin Tayangan Televisi, Komunikasi UMM Gelar Pesta Film Anak

MINIMNYA film anak di tayangan televisi Indonesia mendorong Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ingin lebih banyak memproduksi dan mempromosikan film anak bagi khalayak. Salah satunya, melalui gelaran Pesta Film Anak, yang diadakan di Aula Bougenville, Taman Sengkaling UMM, Kamis (29/12). Pada kegiatan ini, sebanyak 17 film anak karya mahasiswa Komunikasi UMM diputar dan disaksikan sejumlah kalangan masyarakat, terutama anak-anak dan orang tua. Pesta film anak ini merupakan salah satu tugas praktikum Audio Visual (AV) 1 mahasiswa Komunikasi UMM semester 5. Novin Farid Setyo Wibowo selaku dosen pembimbing praktikum AV 1 menyatakan, televisi Indonesia masih belum mampu menghadirkan film anak yang berkualitas. Maksud dari ‘berkualitas’ ini, kata Novin, yaitu film yang benar-benar memberikan edukasi kepada anak tentang kehidupan. Tayangan yang ada di televisi, lanjut Novin, kebanyakan sinetron yang melibatkan aktor anak tanpa ada nilai edukasi bagi anak itu sendiri. “Hampir tidak ada film atau tayangan yang benar-benar menargetkan anak sebagai penontonnya,” jelas dosen prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik itu. Saat ini, papar Novin, tayangan televisi hanya menampilkan judulnya saja yang terkesan anak-anak. Bertolak belakang dengan judulnya, isi film tersebut malah menggambarkan kehidupan orang dewasa sepertu pacaran, kekerasan dan sebagainya. “Dengan dibuatnya tugas praktikum ini, semua mahasiswa bisa paham bahwa perfilman di Indonesia harus dibenahi. Salah satunya dengan menghidupkan kembali film anak,” jelasnya lebih lanjut. Sebanyak 176 mahasiswa yang terbagi dalam 17 kelompok mengangkat isu yang beragam tentang anak. Pesta film anak itu mengangkat tema “Mengembalikan Identitas Anak Bangsa Dari Modernitas Perfilman”. Menurut Novin, tema tersebut menjelaskan bahwa tayangan televisi yang semakin modern, sedikit demi sedikit menggeser kebiasaan anak dalam kesehariannya. Pesta film anak itu disebut Novin sebagai pemantik awal, yang akan dijadikan patokan untuk praktikum-praktikum selanjutnya. “Ke depan, praktikum AV 1 akan didesain seperti ini. Mahasiswa akan ditugaskan membuat film yang mengangkat sejarah-sejarah dan kearifan lokal yang tetap dalam lingkup dunia anak,” ungkap Novin. Salah satu judul yang ditayangkan adalah ‘Ngider’. Film yang mengangkat isu asyiknya mencari Tunjangan Hari Raya (THR) bagi anak kecil. Ariel Pratama Effendi, salah satu kru film ‘Nginder’ menjelaskan, pada saat lebaran anak-anak akan berkumpul untuk berkeliling meminta THR sembari berjabat tangan dan bermaaf-maafan ke setiap rumah. “Dengan mengangkat film ini, harapan kami tradisi memaafkan saat lebaran tetap terjaga dan penonton bisa lebih paham makna lebaran melalui media film,” ujar mahasiswa Ilmu Komunikasi semester 5 ini. (jal/han)
Lewat Gerakan Shubuh Berjamaah, UKM Kerohanian JF Ajak Civitas Akademika Jadi Ulul Albab

KEGAMANGAN umat Islam menghadapi berbagai persoalan umat dan kebangsaan, menjadi ciri bahwa umat Islam salah kaprah memahami identitas keislamannya. Hal itu disampaikan Ketua Program Studi Magister Agama Islam UMM, Prof Dr Tobroni MSi dalam gelaran Islamic Lecture mengiringi gerakan shalat shubuh berjamaah yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian (UKM-K) Jamaah AR Fachruddin UMM), Rabu (28/12). Banyaknya masalah yang dihadapi umat Islam, kata Tobroni, karena umat Islam selalu mengenyampingkan berbagai dimensi kehidupan. “Harus ada korelasi positif antara tingkat keimanan seseorang dengan penguasaan ekonomi, politik, kebudayaan, sosial dan aspek kehidupan lainnya,” kata Tobroni. Selain itu, Tobroni juga membagi pemahaman umat Islam dengan dua kelompok kategori. Kelompok pertama disebut asketisme duniawi, yakni paham yang memandang kehidupan dunia sebagai lahan untuk berprestasi. Kelompok lainnya disebut Tobroni sebagai mistisisme duniawi, yakni paham yang berpandangan bahwa kehidupan dunia hanyalah fatamorgana semata. Padahal, lanjut Tobroni, Islam mengajarkan umatnya untuk seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat. Melalui momentum gelaran shubuh berjamaah ini, Tobroni berharap pemahaman salah kaprah tersebut dapat diluruskan, juga seluruh potensi umat Islam dapat dipersatukan. “Prestasikan duniamu, untuk dedikasikan akhiratmu,” seru Tobroni di hadapan jamaah shalat shubuh di Masjid AR Fachruddin UMM ini. Sementara Wakil Rektor I UMM, Prof Dr Syamsul Arifin dalam sambutannya optimis, mahasiswa yang ikut gerakan shalat shubuh berjamaah ini akan muncul di antaranya pemimpin bercirikan ulul albab, yakni sebutan yang menurut Al-Quran sebagai kelompok manusia tertentu yang diberi keistimewaan oleh Allah SWT. “Di antara keistimewaannya ialah mereka diberi hikmah, kebijaksaan, dan berpengetahuan,” jelas Syamsul. Selain gerakan shubuh berjamaah, kegiatan juga diisi dengan penggalangan dana untuk korban banjir bandang Bima, Nusa Tenggara Barat. (can/han)
Komunikasi UMM Pamerkan 700 Karya Desain dan Fotografi

DOSEN Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) semakin kreatif dalam mengemas tugas perkualiahan. Sebelumnya, Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) membuat pameran tanaman hias untuk tugas akhir mata kuliah. Kini, giliran Program studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang mengadakan Pameran Desain Grafis dan Fotografi (27/12). Sebanyak 700 karya desain dan fotografi mahasiswa semester 3 dan semester 1 dipamerkan di Gedung Kuliah Bersama (GKB 1) UMM. Fitri Kurniawati, selaku dosen pengampu mata kuliah komputer grafis menyatakan, pameran ini diadakan untuk mengapresiasi usaha mahasiswa selama satu semester. Selain itu, dengan adanya pameran ini, semua mahasiswa membuat desain dengan sungguh-sungguh karena akan dilihat oleh banyak orang nantinya. Ia juga menyebutkan, saat ini banyak orang yang tidak menghargai sebuah desain. Contohnya, lanjut Fitri, ketika ada yang meminta tolong untuk dibuatkan desain atau logo maka balasannya hanya ucapan terimakasih. “Padahal, orang membuat desain itu tidak hanya asal buat. Butuh mencari ide, memilih warna yang pas dan sebagainya. Ide itu tidak murah dan tidak gratis,” jelas Fitri saat ditemui di pameran itu. Fitri juga menyatakan, pameran yang diadakan satu hari penuh ini menjadi tempat pembelajaran bagi mahasiswa bagaimana menghargai sebuah desain. Dalam sebuah satu desain harus melewati beberapa proses pembuatan. “Banyak mahasiswa yang datang ke saya untuk konsultasi permasalahan mereka dalam membuat sebuah desain. Artinya mahasiswa mulai sadar kalau membuat desain itu tidak mudah,” jelasnya. Pada pameran tersebut dipamerkan tugas desain dari awal pertama kali perkuliahan. Seperti desain mug, proposal kreatif, info grafis merupakan beberapa karya yang dipamerkan. Fitri terkejut sekaligus bangga ketika melihat hasil desain mahasiswanya. “Semua desain yang saya lihat ini diluar ekspektasi saya. Bagi pemula,semua desainnya kami nilai sangat bagus, konsep acara juga sangat terencana,” jelas Fitri bangga. Senadadengan itu, dosen pengampu mata kuliah dasar-dasar fotografi Rahadi menjelaskan, fotografi tidak hanya sekedar foto selfiesaja. Tapi fotografi seharusnya mengandung nilai informasi dan edukasi. Mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi semester 1 mencoba menampilkan hal tersebut di setiap foto yang dipamerkan. Menurut Rahadi, foto tidak hanya berhenti sampai aspek bagus secara teknis pengambilan gambar, tetapi lebih kepada seni melihat yang tentunya dibarengi dengan teori dalam ilmu fotografi. “Saya mencoba mengajarkan bahwa foto itu tidak asal jepret, harus ada unsur to inform dan to educate-nya juga,” jelas Rahadi. Ketua pelaksana pameran, Calvin Alamsyah Putra menjelaskan, pameran kali ini diberi tema Artphobic yang berarti takut seni. Harapan dari tema itu, semua orang bisa berkarya tanpa malu untuk memulai. Setiap orang memiliki jiwa seni di dalam dirinya, maka setiap orang juga berhak memamerkan seni yang telah dihasilkannya. “Tidak hanya mahasiswa Ilmu Komunikasi saja yang bisa berkarya, tapi juga mahasiswa lain mampu dan harus ditunjukkan,” ungkap Calvin. (jal/han)