Enam Sertifikasi Pertanian Ini Bisa Diuji di FPP UMM

FAKULTAS Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipercaya oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK). Terdapat enam skema uji kompetensi yang bisa disertifikasi, yaitu kompetensi pertanian, kompetensi produksi unggas, kompetensi budidaya tanaman, kompetensi budidaya bunga, kompetensi pembibitan dan kompetensi fasilitator petanian organik. Ketua TUK FPP UMM, Dr Ir Henik Sukorini MP menjelaskan, TUK FPP ini merupakan satu-satunya TUK di Malang Raya yang sudah disetujui LSP Pertanian, dan telah diresmikan sejak April 2016. “Seluruh masyarakat, bisa mengikuti uji kompetensi pertanian ini, terlebih para petani, pengusaha pertanian, maupun pengelola pangan,” kata Henik di sela-sela kegiatan uji kompetensi pertanian yang berlangsung di UMM, Sabtu (17/9). Henik menekankan, di era MEA ini sebagian besar perusahaan meminta adanya sertifikasi yang dapat membuktikan keahlian seseorang di suatu bidang. Sementara bagi mahasiswa UMM, uji kompetensi menjadi bekal penting agar bisa terjun di dunia kerja karena telah memiliki kualifikasi yang tersertifikasi. Bagi Henik, dunia kerja yang kian mengglobal ini menuntut setiap orang memiliki keahlian, namun tidak semua orang memiliki sertifikat pengakuan sebagai bukti keahliannya tersebut. “Ketika mau mengekspor barang misalnya, nanti akan dipertanyakan apakah petaninya sudah bersertifikasi, apakah pengelola pertaniannya sudah bersertifikasi. Kalau belum, berarti perusahaan itu tidak sesuai standarnya,” ungkap Wakil Dekan III FPP UMM tersebut. Untuk pelaksanaan ujiannya, kata Henik, selain diawasi langsung oleh LSP, tim asesor kompetensi juga ikut mengawal berlangsungnya ujian yang dilakukan selama empat hari tersebut. “FPP UMM kini memiliki 8 asesor, kalau kurang kita bisa tambah dari universitas lain,” jelas dosen Agroteknologi tersebut. (jal/han)
Kedubes Ungkap Tiga Hal Penting Agar Lolos Beasiswa Australia

INTERNATIONAL Relations Office (IRO) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bekerjasama dengan Kedutaan Besar (Kedubes) Australia untuk Indonesia mengadakan kuliah tamu sekaligus presentasi beasiswa, Jumat (16/9). Acara ini menghadirkan perwakilan Kedubes yang menjabat Director of Development Partnership in Education, Sarah Lendon. Pada kesempatan ini, Sarah membeberkan kegiatan yang sudah dilakukan pemerintah Australia di Indonesia terkait pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Selain itu, Sarah juga memberikan pemaparan program beasiswa untuk masyarakat Indonesia yang ingin melanjutkan studi di Australia, yaitu Australia Awards Scholarships (AAS). “Ada banyak manfaat dengan mendapatkan beasiswa studi ini,” kata Sarah. “Di antaranya, pelatihan English for Academic Purpose (EAP) di Indonesia, visa, tes kesehatan, asuransi kesehatan, tiket pesawat kembali ke tanah air, serta biaya perjalanan untuk reuni keluarga khusus untuk program Master dan doktor,” lanjutnya. AAS memang memberikan fasilitas reuni keluarga untuk mahasiswa Master dan Doktor. Biaya transportasi pun ditanggung sepenuhnya. Namun, meski sudah ditanggung AAS, beberapa universitas tak jarang juga menyediakan fasilitas untuk program reuni ini. Ada tiga poin penting yang diuraikan Sarah yang harus dimiliki calon penerima beasiswa AAS. Pertama, tujuan mahasiswa yang ingin melanjtukan studi di Australia harus jelas. “Maunya apa? Ingin belajar apa, itu harus sudah terprogram. Serta, di universitas mana ingin belajar tentang hal itu.” Kedua, apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia. Sarah mengungkapkan pentingnya perencanaan tentang kegiatan apa saja yang akan dilakukan mahasiswa di Australia di samping kuliah, atau siapa saja yang harus ditemuinya untuk menjalankan rencananya. “Ketiga,” lanjutnya, “Apa yang akan dilakukan sekembalinya ke tanah air, ke Indonesia?” Sarah menjelaskan, mahasiswa harus sudah menuliskan langkahlangkah apa saja yang akan dilakukan sekembalinya ke Indonesia. Karena, dari pendidikan tinggi yang sudah ditempuh tersebut, Sarah menekankan kontribusi apa yang akan diberikan untuk lingkungan kerjanya, lingkungan tempat tinggalnya, dan untuk negaranya. Kepala Divisi Australia dan New Zealand IRO UMM, Rinjani Bonavidi PhD, mengatakan presentasi beasiswa semacam ini bukan pertama kali digelar. Sepanjang 2016, ini adalah presentasi kedua oleh Kedubes Australia. Sedangkan pada 2015 silam, terhitung lima kali Kedubes memberikan presentasi terkait program beasiswa. Yang terbaru dari kerjasama antara Australia dan UMM adalah akan adanya program New Combo Plan. “Ini adalah program oleh pemerintah Australia yang diperuntukkan bagi mahasiswa Australia untuk mendapatkan beasiswa belajar di Indonesia. Salah satunya ke UMM,” terang Rinjani. (ich/han)
Kuliah Tamu IP UMM, Konjen AS Ulas Sistem Pemilu Amerika

PROGRAM Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (IP UMM) menggelar kuliah tamu bertajuk “The Dynamic of Presidential Election in America”, Kamis (15/9). Kuliah tamu menghadirkan Konsul Jenderan Amerika Serikat (Konjen AS) Surabaya, Heather Variava, yang sehari sebelumnya, Rabu (14/9), menghadiri pameran pendidikan Amerika di UMM serta networking dinner bersama pimpinan UMM dan sejumlah delegasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Dalam paparannya, Heather Variava menjabarkan persamaan dan perbedaan sistem pemilihan presiden di Indonesia dan Amerika. Persamaan pemilu di Indonesia dan Amerika adalah sama-sama pemilihan langsung. Para kandidat berasal dari daerah pemilihan (dapil). Di Amerika, jelasnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hanya sebatas general rule, atau sekadar bentuk kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku. SedangkanKomisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) berperan penting terhadap pelaksanaan pemilu. Sebaliknya, kata Heather, di Indonesia KPUD adalah hanya sekadar representasi saja. KPUD bertindak sebagai kepanjangan tangan dari KPU, sedangkan KPU memegang peranan penting pada pelaksanaan pemilu presiden. Kepala Program Studi IPUMM, Hevi Kurnia Hardini MA menambahkan, suara terbanyak pada hasil pemilu presiden di Amerika tak menjadi patokan siapa presiden yang terpilih. “Di Indonesia, siapapun kandidat presiden yang mendapatkan suara terbanyak pada pemilu, ia akan menjadi presiden. Sedangkan di Amerika, hasil pemilu dari tiap state yang menjadi patokannya,” jelasnya. Hevi menguraikan, capres A mendapatkan suara terbanyak daripada calon B. Akan tetapi, suara terbanyak ini hanya berasal dari beberapa daerah, sedangkan capres B mendapatkan suara dari lebih banyak daerah, maka capres B lah yang menjadi presiden. “Sehingga, jumlah daerah pemilih yang menjadi tolak ukur kemenangan presiden, bukan jumlah suara,” ujar Hevi mengintikan. Tak hanya tentang pemilu presidensial, Heather Variava juga membahas tentang sistem pemilu untuk anggota House of Representative dan senat. Di Amerika, pemilihan House of Representative atau setara DPR di Indonesia, dipilih tiap 2 tahun sekali dan presiden dipilih tiap4 tahun sekali. Sedangkan di Indonesia, baik DPR,DPD, maupun Presiden, dipilih tiap 5 tahun sekali. Kuliah tamu ini dihadiri oleh 50 mahasiswa IP semester 5 yang sedang menempuh MataKuliah Sistem Pemilu dan Kepartaian serta perwakilan kelas dan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan. Duatahun lalu,mahasiswa IP mengunjungi Konsulat Jenderal ASdi Surabaya, sedangkan 2015 lalu mengunjungi Kedutaan Besar Amerika di Jakarta. Hevi mengungkapkan semangatnya agar mahasiswa IP tak hanya belajar tentang pemerintahan lokal, tapi juga harus bisa bersentuhan dan berkomunikasi dengan organisasi atau lembaga asing di Indonesia. “Esensi sesungguhnya dari adanya kedutaan besar di Indonesia adalah untuk menjalin hubungan antar pemerintahan. Hubungan internasional ada, karena adanya hubungan antar pemerintahan. Jadi, ini tak hanya milik Hubungan Internasional semata, tapi juga pemerintahan.” (ich/han)
Networking Dinner dengan Kampus AS Perluas Jejaring Internasional PTM

SELEPAS Pameran Pendidikan Amerika yang diadakan pada pagi harinya, relasi Universitas Muhammadiyah (UMM) dan Konsulat Jenderal Amerika Serikat AS dilanjutkan pada malam harinya, Rabu (14/9) melalui kegiatan Networking Dinner. Selain menghadirkan delegasi 17 kampus AS beserta penyalur beasiswa, UMM turut mengundang para rektor dan wakil rektor Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dari berbagai kota dan provinsi. Beberapa delegasi PTM yang hadir di antaranya berasal dari Universitas Muhammadiyah Mataram, Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas Muhammadiyah Prof Hamka Jakarta, Universitas Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Universitas Muhammadiyah Gresik, Universitas Muhammadiyah Jember, Universitas Muhammadiyah Purworejo, Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Muhammadiyah Madiun, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Muhammadiyah Surabaya. Hadir pula delegasi dari IKIP PGRI Madiun. Rektor UMM Fauzan mengatakan, kegiatan networking dinner ini menjadi kesempatan bagi PTM-PTM yang hadir untuk memperluas jejaring internasional, khususnya dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. “Karena ini dinner, maka sifatnya santai, tapi sangat bagus dimanfaatkan untuk mengembangkan kerjasama antar negara,” ujarnya. Fauzan menambahkan, ada banyak skema kerjasama yang bisa dilakukan dengan kampus Amerika, di antaranya pengirimin dosen-dosen PTM ke berbagai universitas di sana. “Apalagi, ini kan yang datang langsung dari perwakilan kampus-kampus di Amerika, jadi bisa langsung membicarakan tentang rencana dan model kerjasama,” kata Rektor. Sementara itu Konsul Jendral AS Surabaya Heather Variava mengaku sangat terbuka untuk diajak berkomunikasi terkait kerjasama dengan para pimpinan PTM yang hadir pada acara networking dinner ini. “Contohnya UMM yang sudah lama menjalin kerjasama dengan kami, salah satunya yaitu persiapan relawan Peace Corps AS dalam bidang bahasa dan budaya,” jelas Heather. UMM, menurut staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain, memang telah memiliki kerjasama yang erat dengan berbagai kampus dan institusi di Amerika. Karena kuatnya kerjasama itu, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan. Hal itu menandai kuatnya kepercayaan Kedutaan Besar AS melalui pada UMM. (rin/han)
Pameran Pendidikan di UMM, Hadirkan 17 Kampus Amerika

BANYAKNYA kerjasama Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan berbagai institusi di Amerika menjadi alasan utama Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) menjadikan UMM sebagai tuan rumah event besar, yaitu United States (US) Graduate School Fair 2016. Pameran yang berlangsung pada Rabu (14/9) ini dihadiri 17 universitas ternama dari AS. “Saat ini kurang lebih ada 9000-an mahasiswa Indonesia yang belajar di AS, kami mengharapkan angka itu semakin naik dan menjadikan AS sebagai negara buat tempat sekolah,” kata Konsul Jendral AS Surabaya, Heather Variava saat membuka pameran. Sementara itu, staf Education USA Advising Center UMM Zaki Zulkarnain mengatakan, kegiatan resmi tahunan Kedubes AS ini hanya diadakan di dua kota, yaitu Jakarta dan Malang. Di Jakarta, event dilangsungkan di Hotel JW Marriot pada tanggal 15 September. Zaki mengakui, luasnya kerjasama UMM menjadi keuntungan sendiri bagi kampus ini. Saat ini misalnya, UMM telah memiliki kantor Education USA Advising Center dan American Corner sebagai pusat informasi dan jejaring kemitraan yang menghubungkan akademisi Indonesia dengan institusi-institusi dan kampus-kampus di Amerika. UMM juga selalu dipercaya AS sebagai pengelola Pre-Service Training bagi relawan Peace Corps, Amerika. Bahkan bulan lalu UMM kembali dipercaya mendampingi badan kemiliteran AS, US Army, dalam latihan tempur. Karena itu, Zaki berharap para pelajar dan akademisi Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dapat memanfaatkan momen ini dengan berinteraksi langsung dengan perwakilan universitas dari AS. Tak hanya itu, kegiatan ini juga menghadirkan hal-hal penunjang lainnya, seperti pemberi beasiswa dari Fullbright dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), konsultan visa pelajar dari perwakilan konsulat, serta penyedia program internship atau magang. Peserta pameran juga mendapatkan tambahan materi yang berguna bagi para pelamar beasiswa AS, di antaranya yaitu tentang materi penulisan resume dan gambaran umum kehidupan perkuliahan di Amerika. “Saat ini, Education USA tengah berupaya melipatgandakan jumlah warga Indonesia yang belajar di AS. Karena itu, pameran ini kehadirannya sangat strategis,” jelas Zaki. Rektor UMM Fauzan berharap, dengan adanya pameran pendidikan ini mahasiswa UMM dapat terfasilitasi dengan baik untuk menempuh pendidikan ke luar negeri. (jal/han/acs)
Universitas Islam Riau Pelajari Tata Kelola Perguruan Tinggi di UMM

SEBANYAK 21 orang rombongan dari Universitas Islam Riau (UIR) Pekanbaru, bersilaturahim ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Selasa (13/9). Kunjungan tersebut dimaksudkan mempelajari tata kelola perguruan tinggi, khususnya seputar pengelolaan kepegawaian dan hukum, pemeliharaan dan pengelolaan aset, administrasi umum, keuangan, serta kehumasan. Ketua rombongan UIR, yang juga Kepala Biro kepegawaian dan Hukum UIRDr ArdiansyahMH mengatakan, status UMM yang telah meraih akreditasi A merupakan pertimbangan utama dijadikannya UMM untuk belajar tata kelola perguruan tinggi. “Beberapa kali rektor kami sudah melakukan kunjungan kesini (UMM), dan kami direkomendasikan untuk studi banding. Apalagi kami lihat UMM memiliki unit bisnis yang luar biasa. Sehingga kami berharap dapat belajar pengelolaan unit bisnis untuk mendukung pembelajaran, kemahasiswaan dan lain-lainnya,” kata Ardiansyah yang juga merupakan Pengurus Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Riau. Menurut Kepala Biro Administrasi Umum, Dr Muslimin Machmud MSi, dalam pengelolaan perguruan tinggi UMM, unit bisnis merupakan salah satu bagian penting dalam menunjang proses akademik. “Faktor pendanaan memang sangat penting. Tapi tentunya, selain itu banyak hal lain yang harus ditata, diperbaiki, sehingga akan memberi nilai khusus bagi akreditasi,” terang Muslimin. Terdapat 15 unit bisnis yang dimiliki UMM. Kesemuanya itu, lanjut Muslimin, dalam rangka menopang aktivitas akademik di UMM. “Jadi ibaratnya, ketika Doktor Ardiansyah menulis desertasi, maka tulisan utamanya adalah akademik. Yang bisnis ini adalah catatan kaki yang memberikan penjelasan juga penegasan terhadap tulisan utamanya itu,” kata dosen Ilmu Komunikasi UMM ini. Muslimin selanjutnya menjelaskan tentang tugas, fungsi, serta alur kerja berdasarkan standar yang telah ditentukan dari masing-masing unit dan badan tersebut. Sementara itu sekretaris Humas UMM Rina Wahyu Setyaningrum memberikan pemaparan tentang peran dan fungsi Humas UMM. “Ada empat bagian yang menjadi tugas utama Humas di UMM yaitu media relations, cipta visual, protokoler dan kerjasama,”ujar dosen Prodi Bahasa Inggris ini.(acs/han)
Idul Adha, Momen Pencerahan dan Penguatan Ke-Islaman

SESUAI amanat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Idul Adha 1437 Hijriyah dilaksanakan pada `Senin, 12 September. Hadir sebagai khatib dalam pelaksanaan Shalat Idul Adha di lapangan Helipad Kampus III Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dewan Pertimbangan Presiden RI Prof Drs HA Malik Fadjar MSc. Dalam khutbahnya, Malik Fadjar berpesan, hari raya Idul Adha sesungguhnya mengandung makna yang paling dalam dan mengesankan bagi sejarah umat manusia. Hal tersebut diabadikan di dalam al Quran dan sekaligus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keIslaman kita. “Pengulangan pengucapan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil dalam momen Idul Adha merupakan bentuk penegasan bahwa di dalam diri kita tersemat suatu perasaan, satu keyakinan bahwa tidak ada tuhan selain Allah,dan Rasulullah adalah utusan Allah,” kata Malik. Selain itu, seluruh ajaran-ajaran dalam pelaksanaan Idul Adha merupakan bagian penting, begitu juga seluruh ajaran rasulullah yang selalu kita amalkan untuk menjadikan bagian dari tata kehidupan kita sebagai seorang muslim. Sehingga menurutnya, perayaan Idul Adha juga merupakan hari pencerahan sekaligus penguatan kembali rasa ke Islaman. “Sehingga ke Islaman kita yang kita peluk ini dapat dijalankan dengan penuh kesadaran, penuh keyakinan dan penuh rasa kejiwaan yang sangat mendalam,” lanjut Malik. Untuk menegaskan hal tersebut, Malik juga mengutip perkataan seorang sufi penyair Jaluludin Rumi, yang menyatakan bahwa keberagamaan Islam yang dilaksanakan dengan penuh kejiwaan yang mendalam, akan dapat menyuburkan di dalam benak hati kita, di dalam benak pikiran kita, untuk selalu hidup dalam suasana yang menggembirakan, menyenangkan dan selalu menghormati tata kehidupan kita bersama, baik sesama manusia, maupun dengan lingkungan hidup kita. Sementara itu, menurut ketua pelaksana kurban Dr Ihyaul Ulum MSi., tahun ini UMM mendistribusikan 7 sapi dan 39 kambing. Beberapa di antaranya langsung disembelih di UMM Kampus II dan Kampus III untuk kemudian dagingnya didistribusikan, beberapa yang lain dibagikan ke berbagai daerah dalam bentuk hewan, sementara tanggung jawab penyembelihannya diserahkan pada Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) atau Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). (can)
Dorong Inovasi Mahasiswa, UMM Datangkan Ilham Habibie

UNIVERSITASMuhammadiyah Malang (UMM) tak henti berikhtiar meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menciptakan beragam inovasi. Hal inilah yang melatarbelakangi Fakultas Teknik (FT) UMM menghadirkan Dr.Ing.Ilham Akbar Habibie MBA, pakar penerbangan Indonesia. Sabtu (10/9), putra BJ Habibie ini hadir sebagai narasumber kuliah umum bertajuk “Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan” yang digelar di basement UMM dome. Menurut doktor yang lahir dan besar di Jerman tersebut, teknologi merupakan bentuk penerapan dari ilmu pengetahuan. Sehingga, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) adalah dua hal yang tak terpisahkan. “Yang kita pelajari berupa ilmu pengetahuan ini, istilahnya masih merupakan bahan mentah saja. Bahan mentah berupa ilmu ini yang harus kita terapkan melalui teknologi. Inovasi terjadi sebagai hasil penerapan Iptek, sedangkan kewirausahaan merupakan terapan dari inovasi,” urainya di hadapan 1085 mahasiswa baru yang hadir. Dunia industri saat ini, lanjut Ilham, sedang berada di bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ilham menganalogikannya melalui 2 merk mobil, Mercy dan Kijang. Dari sisi harga, Mercy jauh lebih mahal dari Kijang. Tapi ketika keduanya mengalami kecelakaan dan hancur, lalu bahan penyusun kedua mobil tersebut dijual, harganya akan menjadi sama. “Bahan penyusun Mercy dan Kijang sebenarnya sama, ada besi, baja, dan lain-lain. Implementasi dari ide menjadi teknologi, teknologi menjadi inovasi, dan inovasi yang dijadikan wirausaha inilah yang menjadikan nilai jualnya mahal. Saat ini, Indonesia lebih banyak mengekspor barang-barang komoditas, alias bahan baku penyusun itu, bukan hasil industrinya,” terangnya. Dari pemaparannya ini, Ilham juga memotivasi pada mahasiswa Teknik Mesin, Elektro dan Informatika yang hadir untuk menciptakan inovasi-inovasi. “Industri adalah lokomotif ekonomi masa depan. Mari kita bangun industri, apa pun jenis industrinya. Kalau sejauh ini Indonesia baru menjual komoditas, para insinyur, para lulusan teknik seperti kita inilah yang mempunyai nilai plus untuk membuat produk, menciptakan inovasi, tak hanya komoditas saja,” beber Ilham. Ilham berpesan, dengan teknologi yang semakin canggih, mahasiswa harus semakin tahu apa yang dibutuhkan oleh negara dan dunia. Dari sini, mahasiswa harus berpikir untuk lebih inovatif. Dengan menjadi mahasiswa yang inovatif, mahasiswa akan tahu tujuan dari pekerjaannya di masa mendatang, sehingga bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Sementara itu, Dekan FT Ir Sudarman,MT. dalam sambutannya mengungkapkan,percepatan kemajuan FT tak lepas dari dukungan keluarga Habibie. “BJ Habibie beberapa kali berkunjung ke UMM. Salah satu dukungan terbesarnya adalah sumbangan mesin yang masih digunakan mahasiswa untuk praktikum sampai sekarang. Kalau hari ini Pak Ilham yang datang, ini adalah Habibie junior,” ungkap Sudarman yang juga alumni FT UMM.(ich/can)
Idul Adha di UMM, Momen Syukur Nikmat dan Pengorbanan Diri

PERAYAAN Idhul Adha yang akan berlangsung pada 10 Dzulhijjah 1437 H atau bertepatan dengan 10 September 2016 merupakan momen bagi umat Islam untuk mensyukuri nikmat dan pengorbanan diri. Manusia diberi kelimpahan nikmat yang luar biasa oleh Allah, karena itu berkurban adalah momen pembersihan diri. Menurut Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof Dr Syamsul Arifin MSi, kata kurban ini berasal dari bahasa Arab, qurban, yang merupakan kata benda dari qarraba-yuqarribu-qurbanan, yang berarti kedekatan, kecintaan, kemesraan. “Maka, kurban tak sekadar pengorbanan biasa, namun sekaligus aktualisasi kedekatan, kecintaan, kemesraan manusia sebagai hamba pada Tuhannya,” jelas dosen Fakultas Agama Islam UMM ini. Bagi Syamsul, hanya manusia yang memiliki kepasrahan dan ketaqwaan yang luar biasa pada Allah yang rela mengorbankan apa yang dimiliki sekaligus dicintai. Itulah ibarat pada kisah Nabi Ibrahim ketika keturunan yang amat disayanginya harus dikorbankan. “Kecenderungan alamiah manusia yaitu mencintai apa yang ia inginkan. Kurban adalah pelajaran berharga tentang kesediaan kita mengorbankan apa yang kita cintai,” kata Syamsul. Dalam konteks lebih luas, Nabi Ibrahim juga memiliki kualitas kepemimpinan yang perlu diteladani bagi siapa pun yang dipercaya oleh publik sebagai pemimpin, baik di level organisasi kemasyarakatan, maupun di level yang lebih kompleks seperti pemerintahan. Hal itu, kata Syamsul, setidaknya terlihat pada kekokohan Ibrahim dalam memegang kebenaran sejati, sekalipun berhadapan dengan penguasa yang zalim. Sementara itu, terkait penyediaan hewan kurban di UMM, menurut ketua panitia Idul Adha Ihyaul Ulum, UMM telah menyiapkan 6 sapi dan 44 kambing. Tahun ini, lanjutnya, UMM akan mendistribusikan hewan kurban pada masyarakat yang mengajukan permohonan. “UMM sendiri telah menerima tak kurang dari 100 surat pengajuan, namun hanya beberapa saja yang akan dipenuhi permintaannya. Kami benar-benar pilih daerah mana saja yang benar-benar membutuhkan,” terang Ulum. Adapun pelaksanaan Idul Adha di UMM, akan dilakukan di dua titik yaitu di kampus III Jl. Tlogomas No. 246 dan Kampus II Jl. Bendungan Sutami No. 188. Di kampus III, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden yang juga Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof Drs HA Abdul Malik Fadjar MA dijadwalkan hadir dan bakal bertindak sebagai khatib di Lapangan Helipad, sedangkan di kampus II, yang bertindak sebagai khatib yakni Kepala Program Studi Bahasa Arab UMM Ahmad Fatoni Lc MAg. (can/han)
Mahasiswa Asing UMM Disiapkan Jadi Duta Nusantara

MENINGKATNYA jumlah mahasiswa asing dari tahun ke tahun menuntut UMM lebih concern dalam hal pembinaan. Tahun ini saja UMM menerima 188 mahasiswa asing, meningkat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu, UMM menerima 86 mahasiswa asing, lalu 78 orang di tahun 2014 dan 35 orang pada 2013. Sebagai kampus yang mendorong internasionalisasi bahasa Indonesia, UMM sejak awal mewajibkan seluruh mahasiswa asing yang belajar di UMM menguasai bahasa Indonesia dan menggunakannya dalam pergaulan sehari-hari. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM, kampus ini terus berupaya agar mahasiswa asing melekat dengan budaya dan bahasa Indonesia. Bahkan, BIPA menyusun program agar mahasiswa asing nantinya dapat menjadi duta nusantara setelah mereka kembali ke negaranya masing-masing. “Di samping belajar bahasa, mahasiswa asing juga akan belajar budaya dan kehidupan sosial di UMM dan Indonesia. Tak hanya di ruang kelas, nantinya akan ada program belajar di luar kelas,” kata kepala BIPA UMM, Dr Arif Budi Wurianto MSi. Bagi Arif Budi, pembelajaran di luar kelas dipandang perlu agar mahasiswa asing lebih memahami budaya sekaligus belajar bersosialisasi. “Puncaknya, nanti akan ada jelajah nusantara. Kami ajak mereka untuk mengetahui secara langsung budaya Indonesia, bisa ke Bali, Toraja, atau tempat lain,” tambahnya. Bahkan ada program di mana para mahasiswa asing memerankan diri sebagai duta nusantara bagi salah satu daerah di Indonesia dan kemudian mempresentasikan budaya, wisata dan kearifan lokal daerah tersebut dengan menggunakan bahasa Indonesia. “Sepuluh tahun ke depan, setelah mereka lulus UMM bisa saja mereka jadi duta besar ataupun konsulat jenderal bagi negaranya di Indonesia,” papar Arif. Karena itu, bagi mahasiswa asing yang memiliki keahlian khusus, seperti bernyanyi atau menari akan diarahkan agar mereka bisa menyanyikan lagu daerah atau menarikan tarian daerah. Mahasiswa UMM asal Bulgaria Georgi Panayotov misalnya, adalah seorang penari profesional yang pada akhirnya mendalami Topeng Malangan. Termasuk pada berbagai gelaran budaya UMM, semisal Malam Ekspresi Seni dan Budaya (Maksidaya), para mahasiswa asing diberi kesempatan untuk membawakan tarian khas salah satu daerah di Indonesia. Bahkan, pada momen formal seperti wisuda pun, UMM menghadirkan nuansa Bhineka Tunggal Ika di mana mahasiswa asing terlibat dengan mengenakan pakaian adat berbagai daerah di Indonesia. Sementara itu bagi mahasiswa asing beragama Islam, khususnya peraih beasiswa Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereka dididik agar siap mengembangkan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di negaranya masing-masing. “Pembinaan akan dilakukan sebulan sekali melalui pendalaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta diskusi lintas budaya,” jelas Yasin Kusumo, staf International Relations Office (IRO) UMM. (ich/han)