Belasan Mahasiswa Teknik Mesin UMM Exchange ke INTI Malaysia

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak lulusan berdaya saing global. Kali ini, sebanyak 12 mahasiswa terpilih untuk mengikuti program bergengsi International Student Mobility di International University (INTI), Malaysia, yang akan berlangsung dari 6 Januari hingga 11 Mei 2025 nanti. Sebelumnya, Teknik Mesin UMM dan INTI Malaysia juga sudah melangsungkan kerjasama di bidang pertukaran dosen dan kolaborasi riset. Acara pelepasan resmi digelar pada Kamis 26 Desember lalu di Kampus UMM dengan dihadiri Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. dan Kepala International Relations Office, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, MP. Dalam pelepasan itu, Salis mendorong mahasiswa yang turut serta dalam program itu untuk memanfaatkan peluang yang ada. “Kegiatan ini adalah peluang besar untuk mengembangkan diri dan memperluas wawasan. Tantangan yang Anda hadapi di luar negeri akan menjadi pengalaman berharga yang membentuk karakter Anda. Jadilah pribadi yang percaya diri, optimis, dan tetap rendah hati. Jaga nama baik almamater dan tunjukkan bahwa mahasiswa UMM mampu bersaing di level internasional,” pesannya. Di sisi lain, Kepala IRO Listiari menambahkan bahwa program ini membuka pintu bagi mahasiswa untuk menjalin jejaring global. Membangun relasi yang kuat dengan berbagai negara dna berkolaborasi untuk menciptakan inovasi baru untuk masyarakat. “Pelajari keberagaman budaya dan ciptakan koneksi yang konstruktif. Jadilah aktif, tetapi tetap bijak dalam pergaulan. Jaga integritas sebagai mahasiswa UMM dan pastikan Anda menaati semua peraturan yang berlaku selama di Malaysia. Saya percaya, pengalaman ini akan memberikan dampak positif tidak hanya bagi Anda, tetapi juga bagi perkembangan UMM di masa depan,” pesannya dengan penuh optimisme. Hal serupa juga disampaikan Ir. Iis Siti Aisyah, MT., Ph.D. IPM. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari strategi internasionalisasi Teknik Mesin UMM. Menjadi langkah penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan global. “Kami ingin mahasiswa Teknik Mesin UMM tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga memiliki pengalaman internasional yang memperkaya kompetensi mereka. Semoga Anda menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain dan membawa manfaat besar untuk program studi ini,” jelasnya. Para mahasiswa peserta program juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan luar biasa ini. Mereka berkomitmen untuk memberikan yang terbaik selama mengikuti program di INTI, Malaysia. Kerja sama strategis antara Teknik Mesin UMM dan INTI Malaysia ini diharapkan terus membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman internasional, memperkuat kompetensi, dan membangun jejaring global yang bermanfaat untuk masa depan. (*/wil)

Tanggapi Isu Tren Sad Beige Mom, Dosen UMM: Orang Tua Tidak Boleh Egois

Tren parenting ‘Sad Beige Mom’ belakangan sedang naik daun dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Istilah ini kerap dikaitkan kepada orang tua yang menggunakan warna-warna lembut (netral) seperti warna beige, putih, dan krem, sebagai kiblat gaya estetika dalam pengasuhan anak. Diklaim memiliki nuansa classic dan bersih, tren ini menjamur ke berbagai kalangan masyarakat global, tak terkecuali Indonesia. Meski dianggap ‘aestethic’, tren ini masih menimbulkan pertanyaan besar mengenai dampaknya terhadap perkembangan psikis anak. Menanggapi fenomena tersebut, Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Iswinarti, M.Si. menegaskan pentingnya pemilihan dan variasi warna dalam mendukung stimulasi visual dan perkembangan kognitif anak, sejak bayi. “Pada saat bayi beranjak usia 2-3 bulan, pergerakan benda dan suara-suara sangat berpengaruh terhadap stimulasi penglihatan dan pendengaran (mata dan telinga) bayi. Sedangkan, dengan segala keterbatasan, penglihatan bayi cenderung menangkap benda berwarna cerah atau yang memiliki kontras tinggi, seperti hitam, putih, merah, kuning, dan lain sebagainya,” ungkapnya. Kemudian setelah itu, anak berada di tahap perkembangan stimulasi kognitif. Dimana pada tahap perkembangan ini, anak akan mulai mampu melakukan klasifikasi warna. Pada umumnya, orang tua akan memperkenalkan warna-warna dasar kepada anak, seperti merah, kuning, dan hijau. Sehingga, di tahap selanjutnya anak mampu melakukan klasifikasi warna yang diciptakan dari kombinasi warna dasar tersebut atau biasa dikenal dengan istilah warna pelangi. Disamping itu, Ia juga mengungkapkan psikologi warna juga merepresentasikan emosional, seperti warna cerah menggambarkan kecerian dan semangat, hitam berarti kesedihan yang mendalam, dan lainnya. “Biasanya anak akan cenderung mengenal warna dasar dan turunan kombinasinya atau warna-warna pelangi dari hasil perkembangan stimulasi kognitif. Sehingga, ketika anak hanya diberi satu warna dan warnanya tidak menarik perhatian anak, maka kemungkinan stimulasi kognisi anak tergolong kurang,” jelasnya. Terlepas dari fenomena tren ini, Iswinarti memandang, perbedaan selera seseorang terhadap warna, style dan sebagainya itu merupakan suatu hal yang wajar. Adapun penggunaan diksi ‘sad (kesedihan)’ dengan maksud memvonis dalam istilah tren ini dinilai cukup berlebihan. Namun, Ia juga menekankan sosok Ibu atau orang tua tidak boleh egois dengan memaksakan kehendak atau pikirannya kepada anak. Yang efeknya, dapat mengganggu perkembangan psikis, maupun kognitif anak. “Sejatinya, orang tua itu tidak boleh memaksa anak untuk menuruti kehendak atau passionnya kepada anak. Karena satu unsur yang tak kalah pentingnya dalam optimalisasi perkembangan anak ialah unsur stimulasi emosi yang tercermin dalam pola serta metode parenting orang tua kepada anak,” ungkapnya. Terakhir, Ia menegaskan pada masa stimulasi perkembangan anak, variasi warna penting diterapkan. Ia juga berharap masyarakat khususnya para orang tua lebih bijak lagi dalam memilih sesuatu yang berkaitan dengan parenting. (din/wil)

UMM Luncurkan CoE EYL: Inovasi Baru Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak

Program unggulan baru dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Center of Excellence (CoE) English for Young Learners (EYL), resmi diluncurkan melalui kegiatan Kids English Camp. Acara yang berlangsung selama lima hari, mulai dari 23 hingga 28 Desember 2024 ini diikuti oleh puluhan siswa sekolah dasar dari lingkungan sekitar kampus. Program tersebut menjadi langkah awal UMM dalam memperkenalkan pendekatan baru pembelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak. Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMM, Drs. Jarum, M.Ed. menjelaskan, kegiatan ini juga berfokus pada pemberian pengalaman nyata kepada para mahasiswa dalam mengembangkan keahlian mengajar Bahasa Inggris untuk anak-anak. Tentunya sesuai dengan kebutuhan pendidikan modern. Melalui Kids English Camp, mahasiswa diperkenalkan dengan pendekatan inovatif seperti penggunaan media pembelajaran interaktif, permainan edukasi, dan praktik langsung di lapangan. “Penutupan English Kids Camp sekaligus penanda launching CoE EYL yang diikuti oleh siswa kelas 4-6 SD dari lingkungan sekitar UMM. Program ini mendapatkan respon yang positif serta antusiasme masyarakat sekitar yang baik, sehingga banyak siswa sekolah dasar yang berpartisipasi. Hal itu karena EYL tidak hanya melatih pengajaran, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa dalam manajemen sekolah internasional dan pengembangan bisnis di bidang Pendidikan,” tambahnya. Jarum menambahkan bahwa program CoE EYL UMM akan dilaksanakan selama satu tahun atau dua semester dengan kolaborasi yang melibatkan berbagai mitra internasional. Mahasiswa yang tergabung dalam program ini akan mendapatkan pengalaman bekerja sama dengan lembaga dari luar negeri seperti Abikasku dari Vietnam, Sapal Education dari Myanmar, hingga sekolah internasional di Kamboja. Selain itu, mitra lokal seperti My Little Island School, English First (EF), dan kursus privat internasional juga akan turut mendukung. “Kegiatan ini juga didukung dengan penggunaan fasilitas terbaik yang dimiliki oleh UMM, seperti American Corner, Laboratorium Bahasa, dan ruang-ruang belajar inovatif lainnya. Dengan fasilitas ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka dalam lingkungan yang menyerupai institusi pendidikan internasional. Selain itu, UMM terus mendorong kolaborasi aktif dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (Dudi) untuk memberikan kesempatan kerja langsung kepada para peserta,” kata Djarum, sapaannya. Dengan adanya program ini, UMM juga ingin menunjukkan komitmennya dalam menciptakan generasi pendidik yang mampu menginspirasi anak-anak untuk mencintai Bahasa Inggris sejak dini. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di bidang pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak. Melalui program ini, UMM optimis dapat menjadi pelopor dalam pengembangan pendidikan Bahasa Inggris berbasis internasional di Tanah Air. “Dari program CoE EYL UMM ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia kerja global. Terutama dengan pendekatan inovatif dan kolaborasi yang luas. Ini menjadi model pembelajaran Bahasa Inggris yang tidak hanya efektif, tetapi juga berorientasi pada pengembangan wirausaha serta kemampuan manajerial di bidang pendidikan internasional,” tutupnya. (vin/wil)

Sambangi SMA, Agroteknologi UMM Ajari Cara manfaatkan Sampah Organik

Bumi dan tanah merupakan hal yang harus selalu dijaga manusia, termasuk oleh para generasi muda. Maka dari itu, tim dosen prodi Agroteknologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) langsungkan pengabdian dan workshop cara merawat tanah ke anak-anak SMA, Desember ini. Salah satunya dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Batu. Adapun tema yang diangkat adalah ‘Pemanfaatan Sampah Organik untuk Memperbaiki Sifat Fisik, Kimia, dan Biologi Tanah”. Adalah Dyah Roeswitawati, Ali Ikhwan, Aulia Zaskia, dan Ilmam Zul Fahmi yang bersama-sama memberikan penjelasan dan pengalaman langsung pada siswa -siswi SMA. Dyah menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada siswa dan guru tentang cara mengelola sampah organik dengan teknologi yang sederhana namun efektif. “Salah satu metode yang diperkenalkan adalah memanfaatkan bakteri untuk fermentasi limbah dapur. Teknologi ini dirancang agar mudah diterapkan baik di lingkungan sekolah maupun di rumah,” katanya. Selain itu, ada sederet edukasi lain yang diberikan. Mulai dari cara memilah dan mengumpulkan limbah organik hingga proses fermentasi limbah dapur menggunakan bakteri khusus. Bahkan juga bagaimana memanfaatan kompos hasil fermentasi untuk menyuburkan tanah. Dyah melanjutkan, antusiasme para peserta sangat baik ketika ikut di setiap tahap pelatihan. Mereka diajari cara memanfaatkan limbah dapur seperti sisa sayur dan buah untuk diolah menjadi kompos. “Ada banyak manfaat dari penggunaan kompos, seperti memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kandungan hara, dan mendukung kehidupan mikroorganisme di dalam tanah. Pengetahuan seperti ini sangatlah penting bagi generasi muda. Siapa lagi yang akan merawat bumi khususnya tanah jika bukan para penerus generasi? Jangan sampai mereka tidak paham dan malah merusak bumi,” tambahnya. Tim itu berharap program ini dapat membantu siswa dan guru mengelola limbah dengan lebih baik, sekaligus memberi dampak positif pada lingkungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Pada akhir kegiatan, para guru dan siswa juga mendapatkan modul pelatihan dan demonstrasi praktik pembuatan kompos. Sehingga, SMK Muhammadiyah 2 Batu diharapkan dapat menjadi percontohan dalam pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan. Rencananya, program ini akan diperluas ke sekolah-sekolah lain di wilayah sekitar. “Dengan langkah kecil ini, tim dosen Prodi Agroteknologi UMM ingin membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah organik demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan lestari,” pungkasnya mengakhiri. (*/wil)

Bazaar FLSP, Cara UMM Tingkatkan Skill Bahasa Mahasiswa

Demi meningkatkan skill bahasa Inggris mahasiswanya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menyelenggarakan Bazar Inovasi melalui program Language Center FLSP (Foreign Language for Specific Purposes), 27 Desember lalu. Menariknya, para mahasiswa diwajibkan untuk menggunakna bahasa Inggris dalma bertransaksi. Ini menjadi upaya penguatan bahasa yang diberikan untuk mahasiswa. “Kegiatan ini bukan hanya sekedar ajang untuk memamerkan hasil kreativitas mahasiswa. Tetapi juga menjadi sarana untuk menguji kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, khususnya dalam konteks transaksi jual beli,” kata koordinator bazar Moh. Kholilurrahman. Dia mengatakan program ini merupakan implementasi dari mata kuliah speaking, yaitu Speaking 1 dan 2, yang dikhususkan untuk mengasah keterampilan berbicara mahasiswa secara langsung. Dalam bazar ini, mahasiswa tidak hanya berlatih berbicara, tetapi juga mempraktikkan cara menjelaskan produk yang mereka jual kepada pembeli dengan menggunakan bahasa Inggris. Produk yang dijual pun merupakan hasil inovasi mahasiswa sendiri, yang diproduksi dengan semangat kewirausahaan dan kreativitas yang tinggi. “Kami ingin mahasiswa terbiasa berbicara bahasa Inggris di situasi yang nyata, tidak hanya ketika di dalam kelas. Kami mendorong mahasiswa agar lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris, baik saat berbicara dengan teman sekelas maupun dengan orang lain” ujarnya. Kegiatan ini menjadi semakin menarik dengan adanya interaksi langsung menggunakan bahasa Inggris antara mahasiswa dan pembeli. Adapun program bazar ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2022 dan terus berkembang setiap tahunnya. Pada setiap tahun ajaran, kegiatan ini selalu sukses menarik perhatian banyak orang. Adapun jika ada mahasiswa yang yang merasa kesulitan, mereka harus bertanya dan belajar bagaimana menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Selain berfungsi sebagai ajang latihan bahasa, kegiatan ini juga memberikan dampak positif dalam hal pemasukan tambahan bagi mahasiswa. Setiap kelompok berusaha mempromosikan dan menjual produk mereka dengan strategi pemasaran yang menarik. Mulai dari kopi, jelly sedot (jedot), salad, olahan makanan ringan, hingga produk-rpoduk menairk seperti manik-manik. Sementara itu,salah satu pengunjung Khoirul Anam mengatakan bazar ini menjadi wadah yang menarik baginya untuk mempraktekkan bahasa Inggris. Apalagi biasanya ia merasa malu mengobrol bahasa Inggris dengan teman-teman lain. Maka, adanya kegiatan ini menjadi wadah menyenangkan untuk mengekspresikan skillnya. “Biasanya kalau kita ngomong bahasa Inggris selalu saja ada yang meremehkan atau mengira kita pamer. Makanya, adanya bazaar ini membuat saya dan teman-teman tertantang dan bebas berbicara bahasa Inggris. Selain itu, produk-produk yang ditawarkan juga lucu dan enak. Semoga bisa terus berlangsung setiap tahun,” pungkasnya. (nam/wil)

Kajian FAI UMM Uraikan Riset tentang Moderasi Beragama

Istilah moderasi beragama memiliki akar dalam tradisi intelektual Muhammadiyah. Hal itu ditegaskan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dari Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag. Adapun ia menyampaikannya dalam agenda garapan Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Desember ini. Acara bertajuk ‘Dimensi Ideologi dan Kepemimpinan dalam Penguatan dan Pelembagaan Moderasi Beragama di Muhammadiyah’ itu turut dihadiri sederet pakar yang membahas moderasi dari berbagai perspektif. Lebih lanjut, Zainul menjelaskan bahwa tradisi itu perlu digunakan dengan bijaksana. Hal itu bertujuan agar tidak menjadi alat untuk memarginalisasi kelompok lain. “Moderasi tentu harus dijalankan namun jangan sampai memarginalisasi kelompok lain. Dengan begitu, kit abisa hiduo berdampingan dengan damai,” katanya. Sementara itu, Guru Besar Sosiologi UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. membahas mengenai dimensi kepemimpinan dan ideologi dalam penguatan dan pelembagaan moderasi beragama di Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa ada dua dimensi utama yang menjadi fokus dalma penelitiannya, yakni ideologi dan kepemimpinan. “Muhammadiyah adalah gerakan Islam moderat yang memiliki ciri kepemimpinan visioner, terutama di bawah Haedar Nashir. Kepemimpinan ini berhasil merekonstruksi ideologi Muhammadiyah secara sistematis dan berkelanjutan,” tambahnya. Hal serupa juga disampaikan Prof. Khozin dan Prof. Ahmad yang menggarisbawahi bahwa Muhammadiyah berupaya menjaga identitasnya di tengah berbagai tantangan. Begitupun dengan pergeseran fokus dari perdebatan metafisika menuju ranah etika, sehingga tercipta dialog yang konstruktif dan inklusif antar kelompok masyarakat. Kegiatan ini diharapkan memberikan wawasan baru bagi para peserta mengenai pentingnya nilai-nilai moderasi beragama, sekaligus memperkuat pemahaman tentang peran kepemimpinan moderat dalam menjaga harmoni keagamaan di Indonesia. Melalui diseminasi ini, nilai-nilai moderasi diharapkan dapat lebih mengakar di dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam konteks Muhammadiyah. (*/wil)

30 Tahun Perikanan UMM, Alumni Berikan Beasiswa ke Mahasiswa

Rasa kekeluargaan alumni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) senantiasa terasa dan terjaga. Salah satunya melalui pemberian beasiswa kepada sederet mahasiswa dari para alumni prodi Perikanan. Penyerahan itu dilaksanakan pada reuni akbar sekaligus memperingati tiga dekade berdirinya prodi Perikanan UMM. Dilangsungkan pada 25 Desember lalu, acara ini dihadiri sederet alumni, dosen, dan mahasiswa aktif. Para mahasiswa yang mendapat beasiswa merupakan mereka yang berprestasi, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Beasiswa ini tak lepas dari banyaknya alumni sukses yang tersebar di berbagai sektor di seluruh Indonesia. Mulai dari industri perikanan, pemerintahan, hingga wirausaha. “Agenda ini bukan sekadar pertemuan semata, tapi juga untuk mempererat sinergi dan kolaborasi antara alumni dan institusi. Kami berharap alumni dapat terus memberikan kontribusi nyata, baik dalam pengembangan kurikulum maupun dalam mendukung mahasiswa aktif melalui mentoring atau peluang kerja. Ini juga menjadi komitmen kami untuk terus berinovasi dan mencetak lulusan unggul dan berdaya saing global,” kata Inisiator Jurusan Perikanan UMM, Assoc. Prof. Dr. Ir. David Hermawan, MP, IPM. Reuni akbar alumni ini juga menjadi ajang nostalgia dan berbagi pengalaman antara para alumni yang telah berkarier di berbagai bidang. Selain itu juga menjadi wadah untuk memperkuat jejaring alumni demi mendukung perkembangan Prodi Perikanan UMM ke depannya. Wakil Rektor III UMM, Dr. Nur Subeki, MT, mengapresiasi kontribusi para alumni dalam membawa nama baik universitas. “Kehadiran dan kesuksesan anda semua di luar sana adalah cerminan kualitas pendidikan yang telah diberikan oleh Prodi Perikanan UMM. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya. Adapun acara tersebut mencakup sharing session perjalanan kiprah alumni bertema ‘Membangun Sinergi dan Kolaborasi Alumni untuk Masa Depan Perikanan Berkelanjutan’ dan sesi pemilihan pengurus Ikatan Alumni Perikanan (IKAPI) UMM periode 2025-2029. Terpilih sebagai Ketua Umum IKAPI adalah Herman Jaya, S.Pi. seorang pengusaha dan Direktur PT. Barru Mandiri Nusantara. Ia juga baru saja terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan periode 2024-2029. (*/Wil)

Kolaborasi Teknik Mesin UMM dan Puspalad AD Kembangkan Prototipe Inovasi Militer

Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) secara resmi memulai Perjanjian Kerja Sama Strategis dan Taktis (PKST) dengan berbagai perusahan ternama. Pada 23 Desember lalu, mereka menjalin kolaborasi dengan SRENA Mabes Angkatan Darat (Litbgn Asro), Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), dan PT Garuda Makmur Perkasa. Adapun Teknik Mesin UMM mengambil peran sebagai tim ahli. Ketua prodi teknik mesin UMM Ir. Iis Siti Aisyah, MT., Ph.D. menjelaskan, para mahasiswa turut dilibatkan sebagai bagian dari pengembangan keterampilan praktis mereka. Fokus utama kegiatan adalah membuat prototipe alat pelepas dan pemasang ban multi-kendaraan serta pelepas dan pemasang ban runflat pada panser tahap II. Selain desain pelepas runflat, tim juga mendesain truk dengan berbagai fitur, seperti penguatan chasis, konstruksi kabin dengan dua pack gantry system, sidewall bukaan samping dengan hidrolik dan jackstand, tailgate yang luas dengan tambahan pelat untuk mendukung motor forklift, serta pemetaan seluruh peralatan di atas truk. Menurutnya, truk ini sangat relevan dengan tuntutan operasional di lapangan. Secara teknis, truk ini dirancang untuk mempercepat proses kerja pemasangan dan pelepasan ban, yang sebelumnya membutuhkan waktu lama dan sering terkendala alat yang tidak memadai. “Selain itu, truk ini dirancang agar mobile, sehingga mampu mendukung kebutuhan operasional militer di lokasi-lokasi latihan perang dengan cepat dan efisien. Mobilitas dan efisiensi ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan dan fleksibilitas tim dalam menjalankan misi,” tambah Iis. Lebih lanjut, ia menilai kolaborasi tersebut mencerminkan komitmen prodi dalam memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan teknologi yang mendukung pertahanan nasional. Dengan melibatkan mahasiswa, teknik mesin UMM ingin memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi pada proyek strategis sekaligus meningkatkan kompetensi teknis. Sebagai puncak dari kerja sama ini, diadakan kegiatan uji fungsi litbanghan Puspalad TA 2024 di Paldam Jaya. Dirbinlitbang Puspalad, Kolonel Cpl Sumbogo Widy Hartono, SE., MM., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan uji fungsi tersebut. “Kerja sama ini menunjukkan sinergi yang kuat antara institusi akademik dan militer. Hasilnya tidak hanya mendukung kebutuhan operasional, tetapi juga membuka peluang inovasi lebih lanjut,” ungkapnya. Adapun kegiatan uji fungsi berjalan dengan sukses, menunjukkan kesiapan alat yang telah dirancang dan diuji untuk memenuhi standar operasional yang dibutuhkan. Dengan keberhasilan ini, Teknik Mesin UMM semakin memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan teknologi berbasis penelitian dan inovasi. (*/wil)

Upgrade Rohani, UMM Berikan Kuliah Subuh bagi Maba

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memiliki berbagai kegiatan khas dan menarik. Salah satunya Kuliah Sabtu Subuh (KSS) yang dilaksanakan rutin oleh bagian Pendidikan dan Pengajaran MKWK. KSS menjadi ekosistem pembinaan Al Islam Kemuhammadiyahan untuk memperkuat dimensi keilmuan, sosial dan spiritual. Adapun pada kesempatan itu, hadir Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. yang memberikan wawasan baru pada mahasiswa. Diikuti lebih dari 3.000 mahasiswa luring dan daring, KSS mengkaji tentang Islam Berkemajuan Untuk Gen Z. Syamsul bercerita, sejak duduk di bangku kelas 3 SMP dahulu, ia bercita-cita menjadi seorang guru Agama. “Dahulu, saya terinspirasi dari buku sejarah pendidikan Islam. Masjid di Madinah yang dibangun Rasulullah sangat multifungsi. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah tapi juga tempat menimba ilmu. Masjid itu cikal bakal madrasah, cikal bakal pendidikan Islam, tempat mengembangkan ilmu pengetahuan,” katanya. Menurut Syamsul, dari Masjid UMM inilah mahasiswa dapat membangun pengalaman keilmuan mereka. Selain itu, mahasiswa juga perlu memiliki pengalaman sosial. Dalam beberapa hal manusia secara fitrah butuh pembiasaan, sebagai misal shalat berjamaaah. Istilah jamaaah menjadi sarana mewujudkan social engagement. Yaitu, sebuah proses berkomunikasi dan keterlibatan dalam komunitas. “Kegiatan shalat berjamaah ini penting untuk mewujudkan social engagement. Jadi, punya komunitas, punya social engagement, dengan berjamaah itu bikin sehat,” ungkap Syamsul. Syamsul juga menjelaskan mengenai QS. al Hasyr ayat 18. Mengutip konsep ketakwaan dari Muhammad Asad, ia menyebut bahwa kata taqwa sebagai God’s consciousness (kesadaran ilahiah) dan muttaqin sebagai all the God-conscious (orang-orang yang selalu sadar akan kehadiran Tuhan). Sehingga, bertakwa adalah merasakan, menghayati kehadiran Allah di mana pun dan kapan pun manusia berada. Kesadaran Ilahiah adalah puncak pengalaman spiritual, dan tidak terwujud secara tiba-tiba. Melalui pembiasaan shalat dapat menjadi sarana menuju kesadaran Ilahiah ini. Lebih lanjut, Syamsul kembali mengenalkan lima karakteristik Islam Berkemajuan dalam Muhammadiyah. Pertama yaitu Islam yang berdasar pada tauhid (al -Mabni ‘ala al -Tauhid), kedua Islam yang bersumber pada Alquran dan Sunnah, dan ketiga yakni Islam yang menghidupkan ijtihad dan tajdid. Kemudian yang keempat yakni Islam yang mengembangkan wastathiyah (Tanmiyat al-Wasathiyah) serta kelima yakni Islam yang mewujudkan rahmat bagi seluruh alam. “Maka sebagai Gen Z yang hidup di era yang semakin kompleks ini, penting bagi anda memiliki etos muslim yang berkemajuan dan progresif. Basis pertama adalah tauhid selalu optimis kepada Allah. Membangun optimisme dengan pembiasaan shalat. Yang kedua, gemar membaca Alquran dan memanfaatkannya untuk kehidupa. Ketiga, anda harus berwawasan tajdid, critical thinking. Keempat dan kelima yakni sikap moderat dan menebar Islam rahmatan lil alamin,” tutupnya. (*/wil)

Workshop PGSD UMM Ajari Mahasiswa Pendidikan Kembangkan Potensi Bisnis

Meski belajar di bidang pendidikan, mahasiswa pendidikan guru sekolah dasar (PGSD) juga bisa masuk ke ranah wirausaha. Hal itu ditegaskan founder dan owner Little Bee Day Care Yorita Febry Lismanda dalam workshop yang dilaksanakan PGSD Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada pertengahan Desember ini. Agenda yang bertajuk Shaping Quality Educators with a Entrepreneur Mindset itu diikuti ratusan mahasiswa yang memiliki potensi wirausaha. “Pendidik atau wirausaha? Tentu bisa dua-duanya selama bisa membagi waktu. Hal yang tak kalah penting adalah bagaimana teman-teman bisa bertanggungjawab atas pilihan dan kesempatan yang dilaksanakan,” katanya. Yorita juga menegaskan bahwa jika ingin menjadi pendidik, maka mereka harus bisa membimbing, mengajar, dan sabar memajukan generasi muda agar memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik. Ia menjelaskan bahwa, saat ini peluang menjadi guru semakin lama semakin sedikit, namun di lain sisi kebutuhan pendidikan dibutuhkan sepanjang hayat. Sementara itu, jika para peserta ingin menjadi wirausaha maka mereka harus memiliki mindset menciptakan nilai, menghasilkan keuntungan, dan menawarkan solusi dan kebutuhan masyarakat. ]Jika ingin berwirausaha maka mereka harus belajar bagaimana untuk menumbuhkan jiwa yang kreatif dan inovatif, berani mengambil resiko, dan berorientasi pada solusi. Menariknya, jika mahasiswa PGSD ingin menjadi keduanya, bisa mengkombinasikannya dengan beberapa usaha-usaha berikut. Di antaranya membuka kursus atau pelatihan online.  Melalui kursus, mereka bisa mengajarkan keterampilan seperti desain grafis, coding, atau bahasa asing. Cara lain bisa dengan menjual produk edukasi seperti menulis buku pelajaran, membuat aplikasi edukasi atau menjual modul pembelajaran. Menurutnya, melalui wirausaha, mereka tidak hanya mencari keuntungan, tetapi juga memberikan solusi atas kebutuhan masyarakat. “Seperti apa yang disampaikan Rasulullah Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki. Sebaik-baik pekerjaan adalah pekerjaan seorang pria dengan tangannya dan setiap jual beli yang mabrur,” katanya. Di sisi lain, menurut koordinator acara Bahrul Ulum, M.Pd. mengatakan, workshop ini bertujuan menanamkan jiwa wirausaha mahasiswa PGSD UMM untuk membentuk strategi dan peluang pendidikan prima di era global. Harapannya, mereka bisa terinspirasi dan mampu menjadi pendidik serta wirausahawan di masa yang akan datang. (*/wil)