Libur Sekolah Seru, PGSD UMM Ajak Ratusan Anak Belajar Kelola Sampah dan Main Tradisional

pwmu.co – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan program liburan edukatif bertajuk Bocah Petualang di Kampus Putih. Kegiatan yang digelar pada 23-24 Juni 2026 ini diikuti ratusan siswa TK dan SD dari berbagai wilayah Malang Raya dengan beragam aktivitas menarik, mulai dari edukasi pengolahan sampah hingga pelestarian permainan tradisional. Berbeda dengan program liburan pada umumnya, Bocah Petualang di Kampus Putih mengajak anak-anak merasakan pengalaman belajar langsung di lingkungan perguruan tinggi. Sejak pagi hingga siang hari, peserta mengikuti berbagai aktivitas yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan. Kegiatan diawali dengan senam ceria, dilanjutkan dengan sesi literasi, edukasi pengelolaan sampah, serta berbagai permainan tradisional yang melatih kerja sama dan kekompakan. Anak-anak juga diajak menjelajahi sejumlah sudut menarik Kampus Putih UMM dan mengikuti tantangan kreasi budaya secara berkelompok. Ketua Program Studi PGSD UMM sekaligus penanggung jawab kegiatan, Dr. Beti Istanti Suwandayani mengatakan, program tersebut lahir dari komitmen prodi dalam menghadirkan ruang belajar yang sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. “Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak agar mengenal lingkungan kampus sejak dini melalui aktivitas yang eksploratif, edukatif, kreatif, dan menyenangkan,” ujarnya. Menurut Beti, pendekatan experiential learning atau belajar melalui pengalaman langsung menjadi salah satu ciri pembelajaran yang dikembangkan PGSD UMM. Tingginya minat masyarakat terhadap konsep tersebut terlihat dari membludaknya jumlah pendaftar dalam waktu singkat. “Alhamdulillah, program Bocah Petualang di Kampus Putih mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Hanya dalam dua hari setelah pendaftaran dibuka, sudah ada seratus anak yang mendaftar,” ungkapnya. Selain mengenalkan suasana kampus sejak dini, kegiatan ini juga menanamkan kepedulian terhadap lingkungan. Melalui edukasi pengolahan sampah, peserta diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan dan membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak usia dini. Sementara itu, permainan tradisional menjadi sarana untuk melestarikan budaya sekaligus melatih kemampuan sosial anak di tengah dominasi permainan berbasis gawai. Respons positif juga datang dari para orang tua. Indria, salah seorang wali murid, menilai program tersebut menjadi alternatif kegiatan yang bermanfaat selama masa libur sekolah. “Anak-anak sangat senang dan bahkan menantikan kegiatan seperti ini lagi. Kami berharap program berikutnya dapat dikembangkan dengan konsep yang lebih variatif sehingga pengalaman belajar anak semakin beragam,” katanya. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan besarnya kebutuhan terhadap program liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai edukasi. Ke depan, Bocah Petualang di Kampus Putih diharapkan dapat menjadi agenda rutin PGSD UMM dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, mengasah kreativitas, serta menanamkan mimpi kepada anak-anak untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. (*) *) Penulis : Faqih Editor : Agus Wahyudi
Ciptakan Sekolah Aman dan Inklusif, PPG UMM Bekali Calon Guru Tangkal Perundungan dan Kekerasan

KLIKMU.CO – Maraknya kasus perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi di lingkungan pendidikan menunjukkan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi ruang yang aman bagi peserta didik. Dampaknya tidak hanya mengganggu prestasi akademik, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan mental hingga memicu depresi. Menjawab tantangan tersebut, Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual, Perundungan, dan Sikap Anti-Intoleransi di Hotel Rayz UMM, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa PPG calon guru semester 1 tahun akademik 2026. Seminar menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat ST MT PhD, sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan bahwa dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital dan penggunaan gawai yang memengaruhi pola pikir, interaksi, serta perilaku siswa. Menurutnya, pendidik merupakan figur teladan yang perilakunya akan ditiru peserta didik. Karena itu, upaya mengatasi intoleransi, perundungan, dan berbagai bentuk kekerasan tidak dapat dibebankan hanya kepada sekolah, melainkan memerlukan kolaborasi antara guru, orang tua, pemerintah, dan masyarakat “Ketika guru mengajar dengan cinta, kebahagiaan, dan ketulusan, maka anak-anak akan merasa aman dan nyaman di sekolah. Sekolah yang aman itu bukan dicari, tetapi diciptakan bersama,” tegas Alfi. Sementara itu, Dosen Psikologi UMM Yudi Suharsono SPsi MSi menekankan pentingnya peran guru sebagai active bystander, yakni sosok yang aktif mencegah dan sigap merespons berbagai bentuk kekerasan di sekolah. Ia mengungkapkan bahwa banyak korban memilih diam dan memendam trauma karena takut, malu, atau merasa tidak akan mendapatkan perlindungan. Karena itu, guru perlu memiliki kepekaan untuk mendengarkan dan mendampingi korban secara tepat. “Kasus yang tercatat sesungguhnya hanyalah puncak gunung es. Banyak korban tidak melapor karena takut, malu, atau merasa tidak akan mendapatkan perlindungan,” jelasnya. Yudi menambahkan, sepuluh menit pertama saat seorang siswa melapor merupakan momen yang sangat menentukan. Pada saat itu, guru perlu mendengarkan secara utuh, memvalidasi perasaan korban, serta menjaga kerahasiaan agar siswa merasa aman untuk menyampaikan kejadian yang dialaminya. Ketua Program Studi PPG UMM sekaligus Koordinator PPG Nasional, Prof Dr Trisakti Handayani FM, menegaskan bahwa setiap calon guru harus memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan. Menurutnya, tugas guru saat ini tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memastikan hak peserta didik untuk belajar dalam lingkungan yang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan. “Jadilah guru yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan sosial. Ketika nanti terjun ke dunia pendidikan, jadilah garda terdepan dalam menciptakan sekolah yang aman, inklusif, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik,” ujarnya. Melalui seminar ini, PPG UMM menegaskan komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keberanian dan kepekaan untuk melindungi peserta didik. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kepekaan sosial guru, dan ketegasan dalam bertindak menjadi kunci untuk mewujudkan sekolah yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman. (Faqih/AS)
Persepsi Masyarakat dalam Kolaborasi Tripartit Pengelolaan Trans Jatim di Malang Raya

OLEH: Dwi Wahyu Ambarwati dan Nadia Shokhfi Mahasiswi Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) PERSEPSI masyarakat menjadi indikator penting dalam menilai keberhasilan pelayanan publik. Penilaian tersebut terbentuk dari pengalaman penggunaan layanan, interaksi dengan petugas, dan manfaat yang dirasakan. Keberhasilan layanan publik dipengaruhi oleh kerja sama berbagai pihak yang terlibat. Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah kolaborasi tripartit yang melibatkan pemerintah sebagai regulator, pengelola sebagai penyelenggara layanan, dan pekerja sebagai pelaksana operasional. Kolaborasi ini diterapkan dalam pengelolaan Trans Jatim yang bertujuan menyediakan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat Malang Raya. Hasil wawancara menunjukkan masyarakat memiliki persepsi positif terhadap layanan Trans Jatim. Layanan ini dinilai memudahkan mobilitas dengan biaya yang lebih terjangkau dibandingkan moda transportasi lainnya. Mahasiswa dan pelajar merasakan manfaat ekonomi melalui tarif murah, terutama tarif pelajar sebesar Rp2.500. Selain itu, fasilitas seperti bus berpendingin udara, tempat duduk yang nyaman, dan pelayanan petugas yang ramah turut meningkatkan kenyamanan perjalanan. Masyarakat yang menggunakan Trans Jatim untuk bekerja, berobat, maupun berwisata menilai layanan ini mempermudah akses ke berbagai wilayah, khususnya Kota Batu. Meski demikian, sebagian pengguna masih mengeluhkan keterlambatan armada dan keterbatasan kapasitas bus pada waktu tertentu. Persepsi positif masyarakat tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan pekerja. Tarif murah dapat dinikmati karena adanya subsidi pemerintah. Kenyamanan perjalanan terjaga melalui pengelolaan armada yang baik. Sementara itu, pelayanan yang ramah diberikan oleh pekerja yang berinteraksi langsung dengan penumpang. Masyarakat menilai koordinasi antar pihak berjalan cukup baik sehingga menghasilkan layanan yang relatif teratur dan mudah diakses. Pemerintah berperan sebagai regulator dan pengawas yang menyediakan subsidi serta mengawasi operasional layanan. Pengelola bertanggung jawab terhadap operasional armada, fasilitas, dan jadwal keberangkatan. Sementara pekerja menjalankan pelayanan langsung kepada masyarakat dengan menerapkan standar operasional guna menjamin keselamatan dan kualitas layanan. Tantangan utama yang dihadapi adalah kemacetan yang menyebabkan keterlambatan armada. Selain itu, masih terdapat kendala penggunaan aplikasi layanan dan tindakan vandalisme terhadap fasilitas halte. Kehadiran Trans Jatim juga berdampak pada penurunan jumlah penumpang angkutan konvensional. Sebagai bentuk adaptasi, sebagian pengemudi angkutan kota direkrut menjadi pengemudi Trans Jatim atau dilibatkan dalam program angkutan pelajar. Trans Jatim memberikan manfaat nyata berupa akses transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau. Layanan ini mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan pariwisata sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Berdasarkan Teori Struktural Fungsional Talcott Parsons, pemerintah, pengelola, pekerja, dan masyarakat membentuk sistem yang saling bergantung. Persepsi positif masyarakat menunjukkan fungsi masing-masing aktor telah berjalan cukup baik sehingga menciptakan keseimbangan dalam pelayanan publik. Masyarakat menilai kolaborasi tripartit dalam pengelolaan Trans Jatim berjalan cukup efektif. Sinergi antara pemerintah, pengelola, dan pekerja mampu menghadirkan layanan transportasi yang terjangkau, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat. Meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, berbagai upaya perbaikan menunjukkan komitmen untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan layanan Trans Jatim di Malang Raya.
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Kenalkan Batik Lintang Lewat Pra-Event SWARA Lintang di CFD Malang

INDOZONE.ID – Mahasiswa Praktikum Public Relations 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar kegiatan pra-event SWARA Lintang di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Batik Lintang Malang kepada masyarakat sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mengapresiasi batik sebagai warisan budaya. Melalui kegiatan pra-event ini, mahasiswa bersama Batik Lintang Malang menghadirkan berbagai aktivitas yang bertujuan mengenalkan konsep acara SWARA Lintang yang akan diselenggarakan pada 28 Juni 2026 di Warung Kasemo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pengunjung CFD mendapatkan informasi mengenai rangkaian kegiatan yang akan hadir dalam acara tersebut, seperti Cultural Runway, pameran batik, Try & Style, Photo Booth, dan berbagai aktivitas budaya lainnya. Selain membagikan brosur informasi acara, panitia juga mengadakan kegiatan mewarnai motif batik yang dapat diikuti oleh anak-anak maupun masyarakat umum. Aktivitas ini menjadi sarana edukasi yang menyenangkan untuk mengenalkan keindahan dan keberagaman motif batik kepada masyarakat. Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang turut mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai pilihan warna dan corak. Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan adanya permainan Spin Wheel yang menarik perhatian pengunjung CFD. Melalui aktivitas tersebut, panitia dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan Batik Lintang Malang dan acara SWARA Lintang dengan cara yang lebih dekat dan menarik. Kegiatan pra-event ini menjadi salah satu bentuk kampanye kreatif yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM untuk membantu meningkatkan awareness masyarakat terhadap Batik Lintang Malang. Dengan menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan interaksi langsung, SWARA Lintang diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi yang memperkenalkan batik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, Batik Lintang Malang berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal nilai budaya yang terkandung dalam batik serta turut hadir dalam acara utama SWARA Lintang pada Minggu, 28 Juni 2026, di Warung Kasemo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Acara ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi budaya yang mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai identitas bangsa.
Mahasiswa UMM Kenalkan Batik SWARA Lintang, Pengunjung CFD Mewarnai Motif Batik

SUARAMALANG.COM, Kota Malang–Mahasiswa Praktikum Public Relations 3, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menggelar kegiatan SWARA Lintang di Kawasan Car Free Day (CFD) Kota Malang, Minggu lalu ( 21/06/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Batik Lintang Malang kepada masyarakat sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih mengenal dan mengapresiasi batik sebagai warisan budaya. Melalui kegiatan pra-event ini, mahasiswa bersama Batik Lintang Malang menghadirkan berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan mengenalkan konsep acara SWARA Lintang yang akan diselenggarakan pada 28 Juni 2026, di Warung Kasemo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Pengunjung CFD mendapatkan informasi mengenai rangkaian kegiatan yang akan hadir dalam acara tersebut, seperti Cultural Runway, pameran batik, Try & Style, Photo Booth, dan berbagai aktivitas budaya lainnya. Selain membagikan brosur informasi acara, panitia juga mengadakan kegiatan mewarnai motif batik yang dapat diikuti oleh anak-anak maupun masyarakat umum. Aktivitas ini menjadi sarana edukasi yang menyenangkan untuk mengenalkan keindahan dan keberagaman motif batik kepada masyarakat. Para Pengunjung Antusiasme Membatik Antusiasme pengunjung terlihat dari tingginya partisipasi peserta yang turut mengekspresikan kreativitas mereka melalui berbagai pilihan warna dan corak. Kemeriahan kegiatan semakin terasa dengan adanya permainan Spin Wheel yang menarik perhatian pengunjung CFD. Melalui aktivitas tersebut, panitia dapat berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan Batik Lintang Malang dan acara SWARA Lintang dengan cara yang lebih dekat dan menarik. Kegiatan pra-event ini menjadi salah satu bentuk kampanye kreatif yang dilakukan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM untuk membantu meningkatkan awareness masyarakat terhadap Batik Lintang Malang. Dengan menggabungkan unsur edukasi, budaya, dan interaksi langsung, SWARA Lintang diharapkan dapat menjadi wadah apresiasi yang memperkenalkan batik kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui kegiatan ini, Batik Lintang Malang berharap semakin banyak masyarakat yang mengenal nilai budaya yang terkandung dalam batik serta turut hadir dalam acara utama SWARA Lintang pada Minggu, 28 Juni 2026, di Warung Kasemo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Acara ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi budaya yang mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai identitas bangsa.
Hadirkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pemkab Bojonegoro-Staf Ahli Walikota Batu, Prodi Ekonomi Pembangunan UMM Bedah Perencanaan Kebijakan Ekonomi dalam Pembangunan Daerah

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Prodi Ekonomi Pembangunan Universitas Muhammadiyah Malang (EP UMM) terus memperkuat wawasan bidang ekonomi Pembangunan dengan menggelar kuliah tamu mendatangkan nara sumber praktisi terkait bidang tersebut. Melalui PIC Humas EP UMM, Muhammad Firmansyah, SE, ME, kuliah tahun (24/6) 2026 menghadirkan Staf Ahli Walikota Batu Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Thomas Wunang Tjahjo, M.Sc, M.Eng serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo. Kedua pemateri menjelaskan terkait topik Dari Perencanaan ke Implementasi: Peran Perencanaan Kebijakan Ekonomi dalam Pembangunan Daerah. Pemateri: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo (dua dari kiri), Staf Ahli Walikota Batu Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Thomas Wunang Tjahjo, M.Sc, M.Eng, (dua dari kanan berkacamata), foto bersama Kaprodi EP UMM, Hendra Kusuma, Se, M.SE, (paling kanan). Seperti apa detailnya? Staf Ahli Walikota Batu Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Thomas Wunang Tjahjo, M.Sc, M.Eng, memaparkan COBEK Mbatu SAE merupakan pengorkrestasian isu strategis pada Pemkot Batu melalaui Center of Excellence kebijakan dan eksekusi dalam mewujudkan visi Mbatu SAE. Isinya tentang funnel penyaringan dan orkrestasi isu steategis menuju policy breif berbasis bukti. Potret perekonomian Kota Batu. Pariwisata Kota Batu dalam konteks Malang Raya. Kapasitas akomodasi dan kinerja hotel Kota Batu. Paradoks lama tinggal wisatawan. Data pertanian. Foto bersama antara pemateri kuliah tamu, bersama unsur dosen dan pimpinan Prodi EP UMM dengan mahasiswa sebagai peserta. Selain itu juga menjelaskan tentang tantangan utama yang dihadapi, analisis ekonomi Kota Batu dan peluang nilai tambah Kota Batu. Dari data tersebut Kota Batu mewujudkan hal ini destinasi unggulan yang membawa kesejahteraan bagi semua. Sementara Sekretariat Daerah Kabupaten Bojonegoro, Andik Sudjarwo, menjelaskan strategi pembangunan ekonomi daerah. Diantaranya tentang bagaimana APBD menggerakkan perekonomian, struktur perekonomian Kabupaten Bojonegoro, bagaimana pemerintah daerah menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan investasi daerah, serta konsumsi terhadap NET ekspor keluar daerah. (humas ep umm/don)
Pendaftaran OSN Bidang AI 2026 Dibuka, Pemenang Bisa Ikut IOAI dan Dapat Beasiswa Lho!

medcom.id – Jakarta: Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) membuka pendaftaran Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang pendidikan menengah. Ajang ini diperuntukkan bagi siswa SMA/MA/SMK/MAK sederajat di seluruh Indonesia yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang Artificial Intelligence (AI) sekaligus berpeluang menjadi calon delegasi Indonesia pada kompetisi internasional. Sebelum mengetahui jadwal lengkap dan tahapan seleksinya, yuk kenali terlebih dahulu apa itu Olimpiade Sains Nasional (OSN). Simak selengkapnya. Apa Itu Olimpiade Sains Nasional (OSN)? Melansir laman pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id, OSN merupakan ajang talenta di bidang sains yang diselenggarakan bagi peserta didik jenjang SD/MI sederajat, SMP/MTs sederajat, hingga SMA/MA/SMK/MAK sederajat. Kompetisi ini dilaksanakan secara berjenjang mulai dari tingkat sekolah hingga nasional guna menjaring peserta terbaik dari 38 provinsi dan Sekolah Indonesia di Luar Negeri. Mekanisme bertingkat tersebut dirancang untuk memberikan kesempatan yang setara dan adil bagi seluruh peserta didik Indonesia agar dapat berprestasi serta berkembang menjadi bibit-bibit talenta potensial bangsa. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, OSN juga terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman. Salah satu bidang yang mulai mendapat perhatian besar adalah Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI), yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan talenta digital di tingkat global. Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang terus melaju pesat secara global menjadikan International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) sebagai barometer utama talenta digital muda dunia. Setelah sukses digelar pertama kali di Bulgaria pada 2024 dan edisi kedua di Tiongkok pada 2025, IOAI telah menempatkan diri sejajar dengan olimpiade sains internasional bergengsi lainnya seperti IOI, IMO, dan IPhO. Ajang tersebut bertujuan mempromosikan STEM dan etika AI sekaligus membangun jejaring antarsiswa terbaik dari berbagai negara. Melihat perkembangan tersebut, Indonesia berupaya memperkuat daya saing generasi mudanya di bidang teknologi melalui berbagai program pembinaan dan kompetisi. Melihat potensi ekonomi digital Indonesia yang besar, Puspresnas berkomitmen terus mengirimkan delegasi terbaik untuk memperkuat eksistensi Indonesia di bidang teknologi tingkat dunia. Komitmen tersebut kemudian diwujudkan dengan memasukkan bidang AI ke dalam ekosistem Olimpiade Sains Nasional sebagai bagian dari sistem penjaringan talenta nasional yang telah berjalan secara berjenjang. Sebagai pilar utama penjaringan talenta nasional secara berjenjang, OSN kini turut mengintegrasikan bidang AI ke dalam ekosistem kompetisinya. Meski masih berstatus ekshibisi, standar kompetisi bidang AI diarahkan agar memiliki rigoritas dan prestise yang setara dengan bidang sains murni lainnya. Melalui mekanisme ini, peserta terbaik akan dipersiapkan sebagai calon anggota tim Indonesia pada International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI) 2027 dan tahun-tahun berikutnya. Untuk semakin memperkuat ekosistem pembinaan tersebut, penyelenggaraan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (EKKA) pada tahun ini melibatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi. Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, EKKA 2026 hadir dengan penguatan melalui kolaborasi antara Puspresnas dan Cakrawala University. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan minat dan kesadaran siswa, guru, serta sekolah di seluruh Indonesia terhadap penguasaan teknologi masa depan. Bagi Sobat Medcom yang tertarik, berikut jadwal, tahapan seleksi, dan syarat mengikuti EKKA 2026. Berikut penjelasannya. Jadwal dan Tahapan Seleksi EKKA 2026 Mengacu pada Panduan Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artificial (EKKA) Bidang Sains Tahun 2026, ajang ini ditujukan bagi seluruh peserta didik SMA/MA/SMK/MAK sederajat yang masih aktif dari seluruh Indonesia maupun Sekolah Indonesia Luar Negeri. Berikut tahapan pelaksanaannya: Rilis Panduan: 15 Juni 2026 melalui website Puspresnas Sosialisasi: 15 Juni 2026 (daring) Pendaftaran: 15 Juni-15 Juli 2026 melalui Portal Registrasi Puspresnas Babak Pra-Seleksi: 30 Juli 2026 (menjaring sekitar 4.000 pendaftar menjadi 100 peserta terbaik) Pengumuman Tahap I: 3 Agustus 2026 melalui website Puspresnas Babak Seleksi (Semi Final): 12 Agustus 2026 (menyaring 100 peserta menjadi 30 finalis) Pengumuman Finalis (30 Besar): 18 Agustus 2026 Babak Final Nasional: 14-20 September 2026 secara luring selama 6 hari yang diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan OSN Nasional 2026 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Syarat Pendaftaran EKKA 2026 Berikut persyaratan yang wajib dipenuhi peserta: Merupakan siswa aktif SMA/MA/SMK atau sederajat kelas 10, 11, atau 12 Tidak dinyatakan lolos ke OSN tingkat provinsi (OSN-P) tahun 2026 pada bidang lomba apa pun Mendapatkan izin dari orang tua atau wali serta guru di sekolah untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan EKKA 2026 Cara Daftar EKKA 2026 Pendaftaran dilakukan oleh operator satuan pendidikan melalui portal registrasi Puspresnas. Peserta juga diwajibkan mengunggah dokumen persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku. Berikut langkah-langkah pendaftarannya: Pendaftaran dilakukan oleh operator satuan pendidikan melalui laman https://daftar-bpti.kemendikdasmen.go.id/ Unggah hasil pemindaian (scan) surat izin orang tua dan sekolah sesuai format yang tercantum pada panduan Periode pendaftaran dibuka pada 15 Juni hingga 15 Juli 2026 Rincian Rangkaian Babak Final (6 Hari Onsite) EKKA 2026 memiliki atmosfer yang serupa dengan bidang lomba OSN lainnya, rangkaian kegiatan 6 hari di tingkat nasional disusun sebagai berikut: 14 September: Kedatangan peserta, registrasi, dan Check-in penginapan 15 September: Seremoni Pembukaan Bersama OSN di Auditorium Utama, dilanjutkan dengan Technical Meeting dan Uji Coba 16 September: Kompetisi Hari Pertama 17 September: Kompetisi Hari Kedua 18 September: Kegiatan Kolaborasi BTI 19 September: Seremoni Penutupan, Penganugerahan Medali, dan Simbolis Pemberian Apresiasi. 20 September: Kepulangan seluruh peserta ke daerah masing-masing Proses Seleksi Pra Seleksi Seleksi (Semifinal) Pelaksanaan Nasional Silabus dan Cakupan Materi EKKA 2026 Silabus materi yang diujikan pada EKKA 2026 ini merupakan bagian (subset) dari silabus lengkap IOAI. Lebih spesifik, silabus pada EKKA 2026 ini akan dibatasi hanya untuk mencakup topik-topik berikut: Pengetahuan dan Keterampilan Dasar: konsep-konsep dan teori matematika, statistika, teori peluang dan optimasi, pemrograman dengan menggunakan Python Teori dan praktik machine learning klasik: analisis dan pengolahan data mendasar, feature engineering, supervised learning, unsupervised learning, evaluasi dan validasi model machine learning Jaringan syaraf tiruan (artificial neural network): arsitektur JST, multilayer perceptron, algoritme pelatihan dan optimasi JST, fungsi aktivasi, regularisasi Computer Vision (CV): Dasar CV, konvolusi, teknik pooling, klasifikasi citra, deteksi obyek, segmentasi citra, transfer learning Natural Language Processing (NLP): Pengambilan fitur (misal TF-IDF), embedding, dasar transformer (attention), klasifikasi teks Silabus lengkap, bentuk dan contoh soal dapat diakses di laman: https://ioai.toki.id Penghargaan Pemenang dalam babak final akan ditentukan berdasarkan nilai terbaik yang dihasilkan dengan distribusi berikut: Dua peserta terbaik akan mendapatkan Medali Emas, sertifikat, dan beasiswa pendidikan Empat peserta terbaik berikutnya akan mendapatkan Medali Perak, sertifikat, dan beasiswa pendidikan Enam peserta terbaik berikutnya akan mendapatkan Medali Perunggu, sertifikat, dan beasiswa pendidikan Seluruh Peserta babak final akan mendapatkan sertifikat sebagai finalis. Nah, itulah ulasan mengenai pendaftaran OSN
Saat Karya Digunakan Tanpa Nama: Persoalan Hak Cipta yang Kita Abaikan di Balik Repost Ilustrasi

blok.com – Pernahkah Anda melihat sebuah ilustrasi menarik beredar luas di Instagram, dibagikan ratusan kali, disukai ribuan pengguna, namun tidak satu pun unggahan tersebut mencantumkan nama ilustratornya? Fenomena ini bukan hal baru. Setiap hari, karya-karya ilustrator Indonesia yang berbakat tersebar di dunia maya tanpa kredit, tanpa izin, dan tentu saja tanpa kompensasi. Ironisnya, banyak pelaku tindakan ini tidak merasa melakukan kesalahan apa pun. Alasan yang paling sering dikemukakan sederhana: “kan cuma share.” Namun, tindakan “sekadar membagikan” itu tidak sesederhana yang dibayangkan. Di balik satu karya ilustrasi yang disebarluaskan tanpa mencantumkan nama ilustratornya, terdapat proses panjang yang tidak terlihat: jam-jam kerja, revisi berulang kali, serta identitas profesional yang sedang dibangun secara perlahan. Ketika karya tersebut menyebar tanpa kredit, seluruh proses itu seolah menguap begitu saja. Publik menikmati hasilnya, sementara ilustratornya tidak memperoleh apa pun, bahkan sekadar pengakuan. Indonesia sebenarnya telah memiliki Undang-Undang Hak Cipta yang mengatur hal ini secara jelas. Setiap karya orisinal dilindungi secara otomatis sejak pertama kali diwujudkan, termasuk ilustrasi digital. Tidak diperlukan pendaftaran maupun stempel resmi tertentu. Begitu seorang ilustrator menggambar dan mengunggah karyanya, secara hukum karya tersebut telah menjadi miliknya. Menyebarkannya tanpa izin atau tanpa kredit bukan hanya soal etika yang dilanggar, tetapi juga pelanggaran hukum. Sayangnya, kesadaran ini masih sangat jauh dari benak sebagian besar pengguna media sosial di Indonesia. Media Sosial dan Ilusi “Konten Bebas Pakai” Sejak awal, Instagram dirancang sebagai platform berbagi. Tampilannya yang visual, fitur yang mudah digunakan, serta algoritma yang mendorong konten menyebar luas, secara bersamaan menciptakan ekosistem di mana berbagi dianggap sebagai norma. Masalah muncul ketika “budaya berbagi” ini berbenturan dengan konsep kepemilikan karya. Banyak pengguna tumbuh dalam ekosistem digital yang secara tidak langsung mengajarkan bahwa konten yang beredar di internet adalah milik bersama, bebas digunakan oleh siapa saja. Padahal kenyataannya justru sebaliknya. Media sosial bukanlah ruang publik dalam pengertian hukum. Sebuah ilustrasi yang diunggah ke Instagram tetap menjadi milik ilustratornya. Platform hanya memperoleh lisensi terbatas untuk menampilkan karya tersebut, bukan memberikan izin kepada pengguna lain untuk menyebarluaskannya secara bebas. Sayangnya, Terms of Service yang panjang dan rumit jarang dibaca, dan pemahaman semacam ini pun tidak pernah benar-benar diajarkan, baik di ruang kelas maupun di lingkungan keluarga. Yang membuat situasi ini semakin pelik adalah niat baik yang kerap dijadikan tameng. Banyak pengguna melakukan repost karena mengagumi karya tersebut dan ingin membagikannya kepada pengikut mereka. Niatnya tulus, tetapi caranya keliru. Apresiasi yang sesungguhnya bukan sekadar menyebarkan karya seseorang, melainkan memastikan nama ilustratornya turut tersebar bersama karya tersebut. Tanpa nama, sebuah ilustrasi kehilangan akar dan identitasnya. Kerugian Nyata yang Tak Kasat Mata Sebagian orang mungkin berpikir, apa ruginya bagi seorang ilustrator apabila karyanya menyebar luas? Bukankah hal tersebut justru menguntungkan dari sisi promosi? Logika ini terdengar masuk akal pada permukaannya, tetapi rapuh ketika ditelaah lebih dalam. Promosi hanya efektif apabila publik mengetahui siapa yang sedang dipromosikan. Ilustrasi yang viral tanpa nama ilustratornya hanyalah hiburan gratis bagi semua pihak, kecuali bagi orang yang paling berhak memperoleh manfaatnya. Ilustrator membangun karier mereka di atas visibilitas. Ketika seseorang menyukai sebuah karya dan ingin memesan ilustrasi serupa, langkah pertama yang biasanya dilakukan adalah mencari tahu siapa ilustratornya. Apabila nama tersebut tidak tercantum, pencarian itu berhenti di situ. Klien potensial hilang, kesempatan kerja berbayar pun lenyap. Sementara itu, akun yang melakukan repost tanpa kredit justru menikmati lonjakan keterlibatan (engagement) dari konten yang bukan miliknya sebuah ketidakadilan yang nyata namun jarang disadari. Persoalan lain yang tidak kalah penting adalah soal integritas karya. Ketika sebuah ilustrasi menyebar tanpa konteks aslinya, karya tersebut menjadi rentan dipotong, dimodifikasi, atau digunakan dalam konteks yang sama sekali tidak sesuai dengan maksud ilustratornya. Terdapat pula kasus di mana ilustrasi yang awalnya dibuat sebagai ekspresi pribadi tiba-tiba digunakan oleh orang lain untuk keperluan komersial tanpa sepengetahuan ilustratornya. Hal ini bukan semata persoalan finansial, melainkan juga menyangkut martabat dan kontrol atas karya itu sendiri. Pelaku yang Tidak Merasa Bersalah Salah satu tantangan terbesar dalam mengatasi persoalan ini adalah fakta bahwa sebagian besar pelaku repost tanpa kredit tidak merasa melakukan kesalahan. Mereka bukan pihak yang dengan sengaja merampas hak orang lain, melainkan pengguna biasa yang terbiasa dengan ekosistem digital yang permisif, yang tidak pernah diajarkan bahwa terdapat aturan yang harus dipatuhi di ruang digital. Ketidaktahuan ini tentu bukan alasan hukum yang sah, tetapi merupakan realitas sosial yang perlu diakui keberadaannya. Selain itu, terdapat pula kategori pelaku yang lebih sadar, yakni akun-akun agregator konten yang secara sistematis mengumpulkan karya ilustrator untuk meningkatkan jumlah pengikut mereka. Kelompok ini memahami betul tindakan yang mereka lakukan. Mereka memanfaatkan kerja keras orang lain sebagai bahan bakar pertumbuhan akun mereka sendiri. Ironisnya, akun-akun semacam ini kerap memiliki pengikut yang lebih banyak dibandingkan ilustrator aslinya, sebuah ironi yang patut disayangkan. Kategori lainnya adalah pelaku usaha yang menggunakan ilustrasi orang lain untuk keperluan promosi tanpa membayar atau meminta izin terlebih dahulu. Bagi mereka, gambar yang ditemukan di internet dianggap sebagai aset gratis yang siap digunakan. Padahal, penggunaan ilustrasi orang lain untuk keperluan komersial tanpa lisensi merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak cipta yang cukup serius, dan dapat berujung pada tuntutan hukum dengan denda yang tidak ringan. Apa yang Seharusnya Dilakukan Menghormati hak cipta sesungguhnya tidak membutuhkan keahlian hukum khusus. Yang dibutuhkan hanyalah kesadaran dan sedikit usaha tambahan. Sebelum membagikan sebuah ilustrasi, ada baiknya bertanya pada diri sendiri: apakah saya mengetahui siapa ilustratornya? Apakah saya sudah meminta izin, atau setidaknya mencantumkan namanya? Apakah cara saya membagikan karya ini berpotensi merugikan ilustratornya, baik secara langsung maupun tidak langsung? Tiga pertanyaan sederhana tersebut sudah cukup untuk mencegah sebagian besar pelanggaran yang terjadi setiap hari. Mencantumkan kredit tidak akan mengurangi nilai sebuah unggahan. Sebaliknya, hal tersebut justru menunjukkan bahwa seseorang adalah pengguna media sosial yang bertanggung jawab dan memiliki integritas. Menyebutkan nama ilustrator, menandai akunnya, dan jika memungkinkan menautkan langsung ke profil atau unggahan aslinya, merupakan langkah minimal yang dapat dilakukan tanpa memerlukan usaha berarti. Hanya dengan meluangkan waktu sejenak untuk mengetik nama seseorang, dampaknya bisa sangat berarti bagi perjalanan karier mereka. Untuk keperluan komersial, sikap yang harus diambil lebih tegas: menghubungi ilustratornya, melakukan negosiasi harga, dan memperoleh izin tertulis. Industri kreatif hanya dapat bertahan apabila para pelaku usahanya
Waspada Pinjol! Pakar Ekonomi Ingatkan Pentingnya Literasi Finansial

timesindonesia, MALANG – Maraknya kasus jebakan pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) ilegal menuntut masyarakat untuk membuka mata terhadap literasi keuangan di tengah arus teknologi yang cepat. Hal tersebut disampaikan oleh pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Idah Zuhroh, MM, dalam kegiatan kuliah tamu bertajuk “Transformasi Perbankan dan Fintech Syariah si Era Revolusi Industri 4.0”, (22/6/2026). Menurutnya, kemudahan teknologi keuangan (fintech) saat ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini yang diterapkan oleh bank-bank pada zaman sekarang. Namun, hal yang tidak boleh luput adalah terkait keamanan nasabah, mulai dari tata kelola data nasabah, aturan hukum yang berlaku, hingga ancaman pihak tertentu yang memonopoli data digital. “Teknologi digital saat ini membawa kebermanfaatan bagi masyarakat, tetapi hal itu bisa berbalik membawa kerusakan,” jelasnya. Sementara itu, Asisten Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) 1 Kantor OJK Malang, Retno Heruwati menjelaskan bahwa negara berperan penting dalam mengawasi arus keuangan digital. Lanjutnya, pesatnya arus teknologi yang terjadi saat ini perlu diimbangi oleh edukasi masyarakat terkait literasi finansial. “Publik harus cerdas, mereka harus mengetahui perbedaan mana layanan pendanaan dating yang berizin dan mana yang sekadar jebakan utang,” jelasnya. Ia pun menegaskan bahwa jangan sampai masyarakat tertipu oleh iming-iming investasi bodong, pinjol ilegal, hingga yang paling parah terjebak dalam judol yang akan merusak tatanan ekonomi masyarakat. Oleh karenanya, edukasi dan pencerdasan mengenai finansial harus diperkuat. Lebih lanjut, Retno menekankan bahwa canggihnya fintech saat ini bukan seberapa canggih teknologi tersebut diaplikasikan, tetapi seberapa kuat kontrol masyarakat melalui literasi finansial. Menurutnya, mudahnya mendapatkan kucuran dana di era sekarang membutuhkan kehati-hatian tingkat tinggi supaya publik tetap aman. “Kemudahan mendapatkan kucuran dana zaman sekarang harus diimbangi dengan kehati-hatian tingkat tinggi,” pungkasnya. Ia juga mengingatkan bagi generasi muda untuk lebih jeli dan tidak hanya cerdas sebagai penikmat layanan digital perbankan, tetapi lebih dari itu bisa menjadi agen edukasi yang aktif bagi masyakat. (*)
Universitas Terbaik Jawa Timur 2026: Ranking + Jurusan Paling Diminati

Tugujatim.id – Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan pilihan perguruan tinggi terbaik di Indonesia mulai dari kampus negeri hingga swasta. Bahkan, banyak universitas terbaik Jawa Timur yang berhasil masuk dalam jajaran kampus terbaik di tingkat Asia maupun dunia. Mau tahu universitas terbaik Jawa Timur mana saja yang masuk ranking Asia dan Dunia? Yuk simak, Tugu Jatim bakal kasih kamu daftar universitas terbaik dengan rankingnya versi Edu Rank terbaru 2026. Mulai dari Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki), Universitas Kristen Petra (UKP), Universitas Surabaya (Ubaya), Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Deretan Universitas di Jawa Timur Terbaik Asia dan Dunia Tak hanya unggul dalam akademik, kampus-kampus ini juga memiliki berbagai jurusan favorit yang selalu menjadi incaran calon mahasiswa setiap tahunnya. Apa saja? 1. Universitas Airlangga (UNAIR) Ranking Asia: 166 Ranking Dunia: 873 Universitas Airlangga (UNAIR) menjadi kampus terbaik di Jawa Timur pada 2026. Berlokasi di Surabaya, kampus ini dikenal memiliki reputasi kuat di bidang kesehatan, sains, hingga ilmu sosial. Jurusan Paling Diminati 2026: Kedokteran Kedokteran Gigi Farmasi Psikologi Akuntansi Ilmu Hukum Management Ilmu Komunikasi Kesehatan Masyarakat Keperawatan 2. Universitas Brawijaya (UB) Ranking Asia: 185 Ranking Dunia: 918 Universitas Brawijaya (UB) merupakan salah satu kampus terbesar di Indonesia. Berada di Kota Malang yang terkenal sebagai kota pendidikan, UB memiliki puluhan program studi unggulan. Jurusan Paling Diminati 2026: Administrasi Bisnis Kedokteran Ilmu Hukum Teknik Informatika Psikologi Akuntansi Farmasi Ilmu Komunikasi Ilmu Keperawatan 3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Ranking Asia: 288 Ranking Dunia: 1229 ITS terkenal sebagai salah satu kampus teknologi terbaik di Indonesia. Banyak inovasi dan riset nasional lahir dari kampus yang lokasinya ada di Surabaya ini. Jurusan Paling Diminati 2026: Teknik Informatika Sistem Informasi Teknik Industri Teknik Sipil Teknik Elektro Teknik Industri Teknik Mesin Management Bisnis Statistika Bisnis Teknologi Rekayasa Kimia Industri 4. Universitas Negeri Malang (UM) Ranking Asia: 352 Ranking Dunia: 1400 Awalnya dikenal sebagai kampus pendidikan, Universitas Negeri Malang (UM) kini memiliki banyak program studi non-kependidikan yang juga diminati. Jurusan Paling Diminati 2026: Management Psikologi PGSD Kesehatan Masyarakat Keperawatan Akuntansi Ilmu Komunikasi Gizi Teknik Informatika Pariwisata 5. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Ranking Asia: 415 Ranking Dunia: 1605 UNESA terus menunjukkan peningkatan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Kampus ini juga memiliki fasilitas pendidikan dan olahraga yang lengkap. Sama seperti UM, UNESA dulunya adalah kampus pendidikan yang dulunya dikenal dengan nama IKIP. Jurusan Paling Diminati 2026: Psikologi Manajemen Ilmu Hukum Bisnis Digital Akuntansi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Ilmu Komunikasi Gizi Ilmu Administrasi Negara Keperawatan 6. Universitas Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki Malang) Ranking Asia: 628 Ranking Dunia: 2257 UIN Malang terkenal sebagai kampus dengan konsep integrasi ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman. Kampus ini menjadi salah satu perguruan tinggi Islam terbaik di Indonesia. Jurusan Paling Diminati 2026: Pendidikan Dokter Farmasi Psikologi Management Teknik Informatika Akuntansi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Teknik Arsitektur Bahasa dan Sastra Inggris Biologi 7. Universitas Kristen Petra (UKP) Ranking Asia: 754 Ranking Dunia: 2579 Sebagai salah satu kampus swasta terbaik di Jawa Timur, Universitas Kristen Petra memiliki reputasi kuat dalam bidang desain, bisnis, dan teknologi. Jurusan Paling Diminati 2026: Desain Komunikasi Visual Arsitektur Teknik Sipil Teknik Elektro Teknik Mesin Teknik Informatika Akuntansi Manajemen Desain Interior Ilmu Komunikasi 8. Universitas Surabaya (UBAYA) Ranking Asia: 871 Ranking Dunia: 2912 Universitas Surabaya (UBAYA) dikenal sebagai kampus swasta dengan kualitas pendidikan yang konsisten dan fasilitas modern. Jurusan Paling Diminati 2026: Hukum Creative Digital Marketing Digital Business Innovation Data Science & Artificial intelligence Network & Cyber Security Information Management & Enterprise System IS Management & Strategy Digital Business Analytics Magister Management 9. Universitas Merdeka Malang (Unmer) Ranking Asia: 1585 Ranking Dunia: 4594 Universitas Merdeka Malang atau UNMER menjadi salah satu kampus swasta yang cukup dikenal di wilayah Malang dan sekitarnya. Jurusan Paling Diminati 2026: Hukum Psikologi Manajemen Akuntansi Teknik Sipil Administrasi Publik Administrasi Bisnis Teknik Mesin Perhotelan Destinasi Wisata 10. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ranking Asia: 1609 Ranking Dunia: 4652 UMM merupakan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbaik di Indonesia dengan asal mahasiswa yang datang dari berbagai daerah. Jurusan Paling Diminati 2026: Ilmu Kedokteran Psikologi Ilmu Komunikasi Manajemen Teknik Informatika Hubungan Internasional Hukum Pendidikan Agama Islam Ilmu Keperawatan Agribisnis Itulah kesepuluh Daftar Universitas Terbaik Jawa Timur 2026 dan ranking Asia dan Dunia versi Edu Rank. Dari sini kita tau bahwa kampus-kampus di Surabaya dan Malang masih mendominasi peringkat terbaik di tingkat Asia maupun dunia.