Sedang Sering Terjadi Mati Lampu Bergilir, Ini 4 Tips Pakar agar Elektronik Awet

 Lihat Foto  | Editor: Resa Eka Ayu Sartika KOMPAS.com – Pemadaman listrik bergilir belakangan ini nampaknya mulai mengkhawatirkan bagi masyarakat. Masalahnya bukan cuma soal aktivitas yang terganggu, tapi juga ancaman barang elektronik yang rawan rusak. Mulai dari TV, kulkas, hingga perangkat digital lainnya dikhawatirkan mulai mengalami kerusakan akibat mati-nyala arus yang mendadak. Pemerintah melalui PT PLN (Persero) akhirnya buka suara dan mengakui adanya gangguan listrik yang melanda beberapa wilayah di Pulau Jawa. Pihak manajemen menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh faktor teknis di lini hulu pasokan listrik. Pertama, karena kendala teknis operasional pembangkit yang mengganggu efisiensi produksi listrik harian. Kedua, gangguan fatal pada dua unit pembangkit besar yang mengakibatkan fasilitas tersebut terpaksa perlu perhatian dari PLN untuk sementara waktu. Lalu untuk masyarakat, apa yang harus dilakukan agar barang elektronik tak gampang rusak? Tips agar barang elektronik tidak mudah rusak saat lampu mati Guru Besar Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Machmud Effendy mengatakan ada perbedaan alat elektronik masa kini dan dulu yang membuatnya rentan rusak. Sehingga perawatan untuk elektronik pun perlu kehati-hatian. “Segala hal barang elektronik yang digital, memang rawan rusak. Karena komponennya untuk tegangan Direct Current atau DC (arus searah) sementara tegangan kita Alternating Current (arus bolak-balik),” kata Machmud, saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/6/2026). Ia mengatakan elektronik dengan regulator DC kalau masuk ke sumber AC biasanya akan ada perubahan konverter yang menyebabkan alat gampang rusak saat lampu mati. “Ketika lampu mati, tegangan itu langsung drop. Kaya kulkas itu langsung drop. Tegangan hilang. TV juga. Makanya itu yang bikin rusak,” kata dia. 1. Membeli Stabilizer Voltage Machmud mengatakan, kalau kondisi daerah tempat masyarakat tinggal gampang mati listrik, memang ada baiknya mempersiapkan alat tambahan. “Sebetulnya untuk merawat alat elektronik itu dalam kondisi listrik mudah padam bergilir, ya pakai Stabilizer Voltage,” tambahnya. Stabilizer Voltage atau sering disebut Automatic Voltage Regulator (AVR) adalah perangkat yang berfungsi untuk menjaga agar tegangan listrik yang masuk ke perangkat elektronik tetap stabil dan aman di angka normal. Biasanya mencapai 220 Volt di Indonesia. Machmud mengatakan, stabilizer ini ibarat benteng pertahanan pertama sebelum listrik masuk ke TV atau alat elektronik lain. Sehingga alat ini membantu tegangan alat elektronik lainnya tidak langsung hilang saat lampu mati. Namun tegangan akan hilang secara perlahan-lahan. 2. Mencopot kabel elektronik dari colokan Pria yang juga wakil dekan 1 FT UMM mengatakan, saat lampu mati mendadak bisa langsung mencopot colokan barang elektronik dulu. Sebab saat listrik mulai menyala, sering kali disertai dengan lonjakan tegangan (voltage surge) yang tinggi dan mendadak. Kalau listrik sudah menyala, ia mengatakan jangan terburu-buru langsung mencolokkan barang elektronik. Sebaiknya ditunggu beberapa menit, baru dicolokkan. Sebab kalau langsung dinyalakan ketika listrik baru nyala, berpotensi merusak mesin di dalamnya. Baca juga: Pemadaman Listrik di Bogor Ganggu Usaha Pedagang: Enggak Bisa Apa-apa, Tinggal Pasrah Aja Menata Kabel Semrawut Jakarta, Misi yang Belum Selesai Artikel Kompas.id 3. Memilih alat elektronik hybrid Ia juga menyarankan untuk masyarakat yang berencana membeli barang, mulailah mencari yang hybrid. “Elektronik yang berbasis hybrid itu menguntungkan masyarakat. Hemat juga di kantong,” kata dia. Alat elektronik hybrid adalah perangkat elektronik yang bisa memanfaatkan dua sumber daya berbeda untuk beroperasi, biasanya demi menghemat biaya listrik. Biasanya alat elektronik hybrid menggabungkan sumber AC, DC, hingga bersumber dari tenaga solar panel sekaligus. Sehingga tidak terlalu rawan rusak saat ada pemadaman bergilir. Salah satu contohnya, Air Conditioner (AC) Inverter plus solar panel. AC jenis ini bisa menyala menggunakan listrik PLN (AC) sekaligus listrik dari panel surya (DC). Pada siang hari, AC akan memprioritaskan energi matahari yang gratis, dan jika mendung atau malam hari, ia otomatis beralih menggunakan listrik PLN. 4. Mulai menggunakan surge protector Selain itu, merawat alat elektronik bisa mempertimbangkan colokan berupa surge protector. Jika stabilizer bertugas meratakan ombak listrik yang naik-turun perlahan, maka surge protector bertugas sebagai tanggul darurat yang menahan lonjakan listrik mendadak. “Misal tegangan hilang, maksudnya listrik mati, alat ini bisa menyerap sebagian lonjakan tegangan, sehingga dia bisa lebih aman,” kata dia. Di toko online banyak dijual surge protector dengan harga ekonomis. Meski sekilas nampak seperti colokan kabel biasa, tetapi kompenen surge protector ini dilengkapi dengan komponen elektronik khusus bernama MOV (Metal Oxide Varistor). Komponen inilah yang bertindak sebagai sakelar darurat untuk menyerap dan membuang lonjakan listrik berbahaya ke jalur tanah (grounding atau arde). KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang.

Fenomena Clipper: Membantu Kreator atau Menumpang Popularitas ?

oleh: Ahmad Ridwan*) JATIMNET.COM – Media sosial telah mengubah cara masyarakat mengonsumsi informasi dan hiburan. Jika sebelumnya seseorang harus menonton acara televisi atau mendengarkan radio untuk mendapatkan informasi, kini berbagai konten dapat diakses hanya melalui telepon genggam. Perkembangan platform seperti TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts juga mendorong lahirnya budaya baru dalam konsumsi media, yaitu kecenderungan menikmati konten dalam bentuk singkat, cepat, dan mudah dipahami. Di tengah perubahan tersebut, muncul fenomena yang semakin populer, yakni clipper. Istilah clipper merujuk pada individu atau akun yang mengambil bagian tertentu dari sebuah video, podcast, siaran langsung, atau wawancara, kemudian mengunggah ulang potongan tersebut ke platform media sosial. Saat ini, hampir setiap hari pengguna internet dapat menemukan potongan podcast, cuplikan siaran langsung, maupun kutipan video tokoh publik yang beredar luas di berbagai platform digital. Fenomena clipper berkembang pesat karena sesuai dengan kebiasaan audiens modern yang lebih menyukai konten singkat dibandingkan video berdurasi panjang. Sebuah podcast yang berdurasi dua jam sering kali sulit menarik perhatian pengguna media sosial yang memiliki rentang perhatian terbatas. Sebaliknya, potongan video berdurasi satu hingga tiga menit yang berisi pernyataan menarik atau momen lucu lebih mudah mendapatkan perhatian publik. Tidak mengherankan jika banyak akun clipper berhasil memperoleh jutaan penonton hanya dengan mengunggah potongan konten dari kreator lain. Namun, di balik popularitas tersebut muncul pertanyaan yang semakin sering diperdebatkan: apakah clipper membantu kreator memperluas jangkauan audiens, atau justru menumpang popularitas dan keuntungan dari karya orang lain? Perdebatan mengenai clipper juga pernah muncul dalam berbagai podcast populer di Indonesia. Beberapa kreator menganggap potongan video membantu memperluas jangkauan audiens, sementara yang lain merasa dirugikan ketika cuplikan mereka digunakan tanpa izin dan menghasilkan keuntungan bagi pihak lain. Perbedaan pandangan ini menunjukkan bahwa fenomena clipper masih berada di wilayah abu-abu antara promosi dan pelanggaran hak cipta. Di satu sisi, keberadaan clipper memang memberikan manfaat yang tidak dapat diabaikan. Banyak kreator mengakui bahwa potongan video yang beredar di media sosial mampu meningkatkan jumlah penonton pada konten asli mereka. Cuplikan menarik sering kali berfungsi sebagai “teaser” yang membuat audiens penasaran untuk menonton video lengkapnya. Dalam konteks ini, clipper dapat dipandang sebagai pihak yang membantu promosi secara tidak langsung. Fenomena tersebut dapat dilihat pada berbagai podcast populer di Indonesia. Tidak sedikit cuplikan percakapan yang menjadi viral di TikTok atau Instagram sebelum akhirnya mengarahkan audiens menuju kanal utama kreator. Potongan video yang menarik mampu menjangkau pengguna yang sebelumnya tidak mengenal podcast tersebut. Dengan kata lain, clipper berperan dalam memperluas distribusi informasi dan meningkatkan visibilitas suatu konten. Selain itu, beberapa clipper tidak sekadar mengunggah ulang video. Mereka melakukan penyuntingan, memberikan subtitle, menambahkan narasi, atau mengemas ulang konten agar lebih mudah dipahami oleh audiens. Aktivitas semacam ini menunjukkan adanya unsur kreativitas yang turut berkontribusi dalam penyebaran informasi. Oleh karena itu, tidak semua aktivitas clipping dapat disamakan dengan tindakan pencurian konten. Meski demikian, manfaat tersebut tidak menghapus berbagai persoalan yang muncul. Salah satu masalah utama adalah banyaknya akun yang memanfaatkan karya orang lain untuk memperoleh keuntungan pribadi. Beberapa akun clipper hanya memotong video tanpa memberikan nilai tambah yang berarti, kemudian mengunggahnya kembali untuk memperoleh jumlah tayangan tinggi, pengikut baru, hingga pendapatan dari monetisasi platform. Kondisi ini menimbulkan ketidakadilan bagi kreator asli. Sebuah podcast atau video tidak tercipta secara instan. Di balik konten yang ditonton jutaan orang terdapat proses panjang yang melibatkan riset, penyusunan konsep, produksi, pengambilan gambar, penyuntingan, hingga promosi. Semua proses tersebut membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, ketika pihak lain memperoleh keuntungan dari konten tersebut tanpa berkontribusi dalam proses pembuatannya, muncul pertanyaan mengenai etika dan keadilan dalam ekosistem digital. Persoalan lain yang sering terjadi adalah hilangnya identitas kreator asli. Tidak sedikit akun clipper yang mengunggah potongan video tanpa mencantumkan sumber atau nama pemilik konten. Akibatnya, penonton tidak mengetahui asal-usul video yang mereka tonton. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengurangi peluang kreator asli untuk mendapatkan pengakuan maupun manfaat ekonomi dari karya mereka sendiri. Dari perspektif hukum media massa, fenomena clipper juga berkaitan erat dengan hak cipta. Di Indonesia, perlindungan terhadap karya kreatif diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Melalui regulasi tersebut, pencipta memiliki hak moral dan hak ekonomi atas karya yang dihasilkannya. Hak moral berkaitan dengan pengakuan terhadap identitas pencipta, sedangkan hak ekonomi berkaitan dengan manfaat finansial yang diperoleh dari suatu karya. Dalam praktiknya, batas antara clipping dan pelanggaran hak cipta sering kali tidak jelas. Tidak semua potongan video dapat langsung dianggap melanggar hukum. Jika sebuah konten dipotong kemudian diberikan analisis, kritik, komentar, atau sudut pandang baru, maka terdapat unsur kreativitas yang membedakannya dari sekadar reupload biasa. Namun, apabila seseorang hanya mengunggah ulang bagian video tanpa izin dan tanpa memberikan nilai tambah yang berarti, maka tindakan tersebut berpotensi merugikan pemilik karya. Menurut saya, perdebatan mengenai clipper sebenarnya mencerminkan tantangan baru yang dihadapi dunia media digital. Teknologi berkembang jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan masyarakat dalam memahami etika penggunaan konten. Banyak orang fokus pada jumlah tayangan dan keuntungan yang dapat diperoleh, tetapi melupakan pentingnya menghargai proses kreatif di balik sebuah karya. Karena itu, solusi terhadap fenomena ini tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Literasi digital juga perlu ditingkatkan agar masyarakat memahami bahwa setiap karya memiliki pemilik yang berhak mendapatkan penghargaan. Pengguna media sosial perlu menyadari bahwa mencantumkan sumber, meminta izin, dan memberikan kredit kepada kreator merupakan bentuk penghormatan terhadap hak cipta. Selain itu, platform media sosial juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan sistem yang lebih adil. Fitur pelaporan pelanggaran hak cipta perlu diperkuat agar kreator dapat melindungi karya mereka dengan lebih mudah. Di sisi lain, platform juga dapat mendorong budaya kolaborasi yang memungkinkan hubungan yang saling menguntungkan antara kreator dan clipper. Pada akhirnya, fenomena clipper tidak dapat dilihat hanya dari satu sudut pandang. Keberadaan mereka memang dapat membantu memperluas jangkauan audiens dan meningkatkan popularitas suatu konten. Namun, ketika aktivitas tersebut berubah menjadi sarana untuk memperoleh keuntungan dari hasil kerja orang lain tanpa izin atau penghargaan yang layak, maka muncul persoalan etika dan hukum yang tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pertanyaan mengenai apakah clipper membantu kreator atau menumpang popularitas mungkin tidak memiliki jawaban yang mutlak. Jawabannya bergantung pada bagaimana aktivitas tersebut dilakukan. Jika clipping dilakukan

Mahasiswa UMM Akan Menggelar Fun Trail Bersama Motoestjava di Coban Jahe

Kelompok Praktikum 3 Mahasiswa Ilkom FISIP UMM Berkolaborasi Akan Menggelar Fun Trial Trax 2026 di Coban Jahe ( Foto: Artheera) SUARAMALANG.COM, Kota Malang— Kelompok Artheera yang terdiri dari mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyelenggarakan fun trail bertajuk TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience) bekerja sama dengan Moto East Java, dalam rangka Brand Activation. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada akhir Juni 2026 ini, dirancang sebagai wadah bagi generasi muda untuk menikmati pengalaman adventure trail sekaligus mengenal wisata petualangan yang ada di Malang. Melalui kegiatan ini, peserta akan diajak merasakan pengalaman berkendara di jalur alam terbuka yang dikemas dalam suasana yang aman, edukatif, dan menyenangkan. Moto East Java merupakan operator adventure trail berbasis di Malang yang menyediakan berbagai layanan, mulai dari rental motor trail, adventure trail, jeep off-road, overland trip, hingga coaching trail. Kolaborasi Bagian Dari Pembelajaran  Kolaborasi ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa dalam mengelola program komunikasi dan aktivasi secara langsung bersama mitra industri. Ketua Pelaksana Kelompok Praktikum 3 Mahasiswa UMM Artheera, Mutiah Nursabrina mengatakan, bahwa TRAX 2026 tidak hanya menjadi sarana promosi bagi klien, tapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam proyek nyata. “Melalui kegiatan ini, kami belajar merancang strategi komunikasi, membangun kerja sama dengan berbagai pihak, serta mengelola sebuah event yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujarnya. Saat ini Artheera juga tengah menjalankan berbagai rangkaian pra-event untuk memperkenalkan TRAX 2026 kepada masyarakat di Kota Malang. Sinergi Akademik dan Industri Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal Moto East Java dan tertarik menjadi bagian dari pengalaman petualangan yang ditawarkan dalam TRAX 2026. Sebagai bagian dari praktikum Brand Activation, kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara dunia akademik dan industri dalam menciptakan program komunikasi yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun mitra yang terlibat. Mahasiswa UMM Sebar Informasi TRAX 2026 Dalam sosialisasi kelompok Artheera dari mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga menggelar rangkaian pra-event TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience) dengan mendatangi sejumlah kampus di Kota Malang. Kegiatan ini dilakukan melalui pembagian flyer, distribusi stiker, serta pemasangan pamflet pada beberapa titik mading kampus yang telah memperoleh izin. Aktivasi tersebut menjadi bagian dari praktikum Brand Activation bersama Moto East Java sebagai klien. Melalui pendekatan langsung kepada mahasiswa, Artheera berupaya memperkenalkan TRAX 2026 sekaligus meningkatkan awareness terhadap Moto East Java sebagai operator adventure trail di Malang. “Kami ingin mahasiswa mengetahui bahwa ada pengalaman baru yang bisa dicoba selain rutinitas kuliah sehari-hari. Karena itu kami hadir langsung untuk mengenalkan konsep event ini,” ujar anggota Artheera lainnya. Selain menyampaikan informasi event, tim juga mengajak mahasiswa mengakses QR Code yang terhubung ke media sosial dan kanal pendaftaran. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan antusiasme mahasiswa sekaligus memperluas jangkauan informasi menjelang pelaksanaan TRAX 2026. Pewarta : *Artheera

Membebaskan Ruang Gagasan Peneliti Muda

malangposcomedia – Kita sering takjub melihat seorang anak yang bisa duduk berjam-jam, fokus total, membedah mainan atau menuntaskan gim di gawainya. Di sana ada rasa ingin tahu yang menyala tanpa perlu diperintah. Sayangnya, pemandangan magis itu mendadak sirna begitu mereka dihadapkan pada buku pelajaran. Ada tembok tebal yang telanjur memisahkan antara indahnya bermain dan pahitnya belajar. Ironi ini menempatkan dunia pendidikan kita di persimpangan jalan yang gawat. Generasi hari ini lahir dengan gawai di genggaman; mereka kebanjiran informasi, tetapi kelaparan konfirmasi. Data yang melimpah ruah itu sering kali hanya mampir di layar, tanpa sempat dicerna oleh nalar. Di sinilah literasi kritis menemukan urgensinya. Literasi bukan lagi urusan mengeja huruf atau merangkai kalimat, melainkan kemampuan transformatif untuk memisahkan fakta dan bualan (hoaks). Sayangnya, salah satu instrumen terbaik untuk mengasah nalar kritis ini yaitu Karya Tulis Ilmiah (KTI) sering kali lahir dengan wajah yang keliru. Mendengar istilahnya saja, banyak siswa sekolah menengah yang sudah “mati angin.” Di mata mereka, KTI adalah monster akademik yang menakutkan: kaku, penuh istilah rumit, dan membosankan. Stigma klasik inilah yang perlu didekonstruksi secara total. Pengalaman di SMP Muhammadiyah 6 Malang, misalnya, membuktikan bahwa wajah penelitian remaja bisa diubah dari tugas yang menyiksa menjadi petualangan yang memikat. Kuncinya sederhana: kembalikan otonomi mereka dan nyalakan gairahnya. Ketika riset berangkat dari kegelisahan dunia anak-anak itu sendiri, menulis ilmiah tak ubahnya seperti menyelesaikan sebuah level di dalam gim kesukaan mereka. Memberi Kebebasan: Penelitian Sesuai Kata Hati Kunci pertama dari transformasi ini adalah pemulihan otonomi siswa. Selama ini, dosa terbesar dalam tradisi riset sekolah adalah kecenderungan guru bertindak sebagai “penyedia tunggal” topik. Guru menentukan judul, merumuskan masalah, lalu siswa dipaksa mengeksekusinya. Hasilnya bisa ditebak: siswa merasa terasing. Mereka seperti dipaksa mengadopsi anak orang lain; meneliti sesuatu yang tidak mereka sukai hanya demi menggugurkan kewajiban angka di rapor. Di SMP Muhammadiyah 6 Malang, belenggu itu diputus. Tradisi Karya Tulis Ilmiah (KTI) justru dimulai dari meja bermain, di mana kemudi riset diserahkan sepenuhnya kepada siswa. Mereka diajak berdialog dengan diri sendiri melalui satu pertanyaan sederhana: “Apa yang membuat saya penasaran?” Jika seorang siswa kecanduan gim, mereka tidak lantas dihukum. Alih-alih dilarang, minat itu diarahkan menjadi riset metodologis: menguji korelasi antara durasi bermain gim dengan tingkat konsentrasi di kelas. Begitu pula bagi para pencinta lingkungan. Mereka ditantang membedah sengkarut sampah plastik di kantin sekolah, lalu berkolaborasi dengan akademisi seperti Atika Permatasari untuk merumuskan solusinya melalui program pengabdian masyarakat. Ketika topik riset berakar pada kedekatan emosional, pemicu (trigger) utama akan menyala secara alami tanpa perlu diengkol oleh guru. Meneliti bukan lagi menjelma beban kurikulum yang melelahkan, melainkan sebuah misi pribadi untuk memecahkan teka-teki di lingkungan sekitar mereka. Inilah esensi sejati dari otonomi belajar: membiarkan anak-anak menyelami samudra ilmu karena dorongan rasa ingin tahu yang tulus, bukan karena ketakutan pada paksaan sistem Merawat Gairah: Riset yang Kekinian dan Membumi Setelah siswa diberi kebebasan memilih jalan, tantangan berikutnya adalah merawat api semangat itu agar tidak lekas padam. Kuncinya terletak pada ekosistem penelitian yang menyenangkan. Meneliti tidak boleh lagi diidentikkan dengan kutukan mengurung diri di perpustakaan berdebu, menatap tumpukan buku tua, atau dilingkupi kesunyian yang mencekam. Di SMP Muhammadiyah 6 Malang, perburuan data dikemas dengan cara yang “kekinian” dan akrab dengan dunia remaja. Wawancara dengan narasumber tidak lagi kaku seperti interogasi, melainkan didesain menyerupai obrolan seru dalam sebuah rekaman podcast. Observasi lapangan dirancang laksana investigasi detektif yang penuh kejutan dan teka-teki. Pendekatan ini berhasil meruntuhkan dinding pembatas sains; anak-anak sadar bahwa ilmu pengetahuan bisa lahir di mana saja, mulai dari ruang tamu rumah hingga sudut-sudut kantin sekolah. Bahkan, format pelaporan pun disesuaikan dengan selera visual Generasi Z dan Alpha. Laporan penelitian tidak lagi melulu berupa tumpukan kertas jilid tebal yang membosankan, melainkan ditransformasikan ke dalam bentuk infografis yang estetik atau video pendek yang kreatif. Puncaknya, tidak ada lagi sidang ujian yang menegangkan atau menghakimi. Sekolah justru menggelar “Galeri Penelitian”—sebuah ruang selebrasi di mana setiap karya dipajang dan dipresentasikan dengan penuh kebanggaan di hadapan sejawat. Atmosfer apresiasi inilah yang pada akhirnya berhasil menyalakan gairah belajar yang sejati. Investasi Karakter: Merawat Integritas Ilmiah Pada akhirnya, aktivitas meneliti bukan sekadar urusan kognitif untuk mengejar ilmu duniawi. Meneliti adalah manifestasi nyata dari etos ijtihad—sebuah ikhtiar sungguh-sungguh untuk mencari kebenaran berbasis bukti objektif (evidence-based). Melalui penelitian mandiri inilah, benih kejujuran intelektual sedang ditanamkan secara kokoh ke dalam jiwa setiap anak sejak dini. Dalam ruang riset, siswa dipaksa berhadapan dengan cermin kejujuran. Mereka belajar bahwa data adalah fakta sakral yang tidak boleh dimanipulasi demi memuaskan ekspektasi. Jika hasil penelitian di lapangan ternyata tidak sesuai dengan hipotesis awal, mereka diajarkan untuk tidak bersiasat atau berbohong. Di sinilah integritas sejati diuji. Anak-anak dilatih untuk bertanggung jawab atas setiap lembar argumen yang mereka bangun secara logis. Walhasil, strategi ini tidak sekadar ingin mencetak penulis atau ilmuwan hebat di masa depan, melainkan menyemai karakter manusia yang lurus dalam bertindak, tangguh menghadapi kenyataan, dan terampil mencari solusi (problem solver) atas problem di sekitarnya. Dengan mendekonstruksi wajah Karya Tulis Ilmiah (KTI) menjadi lebih ramah anak, kita sebenarnya sedang meletakkan batu pertama bagi fondasi peradaban yang mencerahkan. Peradaban yang tidak dibangun di atas mitos atau bualan, melainkan di atas tradisi riset yang menyenangkan dan mandiri. Masa depan pendidikan kita sejatinya bertumpu pada pundak setiap siswa yang hari ini berani bertanya “mengapa”, dan secara jujur bergerak mencari jawabannya. Inilah esensi transformasi pendidikan yang sejati: mengubah beban kurikulum menjadi kegembiraan, dan membalik rasa takut menjadi keberanian untuk berkarya.(*)

Jurusan di UMM Malang 2026, Pilihan Program Studi dari Kedokteran hingga Informatika

by Redaksi Hai Malang June 20, 2026 0 comments Share  Haimalang – Memilih jurusan kuliah menjadi salah satu keputusan penting bagi calon mahasiswa sebelum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Selain mempertimbangkan minat dan bakat, banyak siswa juga mencari kampus yang memiliki pilihan program studi lengkap agar dapat menyesuaikan dengan rencana karier di masa depan. Salah satu kampus yang sering menjadi pilihan calon mahasiswa di Kota Malang adalah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kampus yang dikenal dengan sebutan Kampus Putih ini memiliki beragam program studi dari berbagai bidang, mulai dari kesehatan, teknik, pendidikan, ekonomi, hingga ilmu sosial dan politik. Bagi yang sedang mencari informasi mengenai jurusan di UMM, berikut daftar program studi yang tersedia beserta beberapa jurusan yang banyak diminati calon mahasiswa. Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Jawa Timur. Kampus ini memiliki ribuan mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. UMM menawarkan program pendidikan mulai dari vokasi, sarjana, profesi, magister, hingga doktor. Dengan banyaknya pilihan program studi yang tersedia, calon mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk memilih jurusan sesuai minat dan tujuan karier. Selain dikenal memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap, UMM juga menjadi salah satu kampus yang aktif dalam pengembangan riset, kewirausahaan, serta kerja sama internasional. Daftar Jurusan di UMM Malang Berikut daftar jurusan di UMM Malang 2026 atau program studi yang tersedia. Fakultas Agama Islam Pendidikan Agama Islam Hukum Keluarga Islam Ekonomi Syariah Pendidikan Bahasa Arab Jurusan-jurusan di Fakultas Agama Islam tidak hanya mempelajari ilmu keislaman, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan profesional sesuai bidang masing-masing. Fakultas Psikologi Psikologi Program Studi Psikologi menjadi salah satu jurusan yang cukup diminati karena memiliki peluang karier yang luas, mulai dari bidang pendidikan, industri, sumber daya manusia, hingga konseling. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Manajemen Akuntansi Ekonomi Pembangunan Fakultas ini menjadi pilihan banyak calon mahasiswa yang ingin berkarier di dunia bisnis, keuangan, perbankan, maupun sektor pemerintahan. Fakultas Hukum Hukum Mahasiswa di jurusan ini mempelajari berbagai aspek hukum, mulai dari hukum pidana, perdata, tata negara, hingga hukum bisnis. Fakultas Ilmu Kesehatan Ilmu Keperawatan Farmasi Fisioterapi Bidang kesehatan menjadi salah satu sektor yang terus berkembang. Oleh karena itu, program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan memiliki prospek karier yang cukup menjanjikan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ilmu Komunikasi Hubungan Internasional Ilmu Pemerintahan Sosiologi Kesejahteraan Sosial Jurusan-jurusan ini banyak diminati oleh siswa yang tertarik pada dunia komunikasi, kebijakan publik, diplomasi, hingga isu-isu sosial masyarakat. Fakultas Kedokteran Pendidikan Dokter Program studi ini menjadi salah satu jurusan paling kompetitif karena banyak diminati calon mahasiswa yang bercita-cita menjadi dokter. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Pendidikan Bahasa Inggris Pendidikan Bahasa Indonesia Pendidikan Biologi Pendidikan Matematika Fakultas ini menjadi pilihan bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia. Fakultas Pertanian dan Peternakan Agribisnis Agroteknologi Kehutanan Teknologi Pangan Akuakultur Peternakan Program studi di fakultas ini berfokus pada pengembangan sektor pertanian modern, pangan, perikanan, dan peternakan yang masih menjadi sektor penting di Indonesia. Fakultas Teknik Informatika Teknik Sipil Teknik Industri Teknik Mesin Teknik Elektro Jurusan teknik selalu menjadi pilihan favorit karena kebutuhan tenaga profesional di bidang teknologi dan industri terus meningkat setiap tahun. Fakultas Vokasi Perbankan dan Keuangan Keperawatan Teknologi Elektronika Agribisnis Unggas Bisnis Properti Program vokasi dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dengan porsi praktik yang lebih besar dibandingkan teori. Jurusan Favorit di UMM yang Banyak Diminati Dari berbagai pilihan program studi yang tersedia, terdapat beberapa jurusan yang cukup populer di kalangan calon mahasiswa. Informatika Jurusan Informatika menjadi salah satu pilihan favorit karena perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja di bidang pengembangan perangkat lunak, data analyst, keamanan siber, hingga kecerdasan buatan. Ilmu Komunikasi Program studi Ilmu Komunikasi banyak diminati oleh siswa yang tertarik pada dunia media, public relations, jurnalistik, penyiaran, hingga pemasaran digital. Psikologi Jurusan Psikologi terus menjadi favorit karena dapat membuka peluang karier di berbagai bidang, termasuk pendidikan, industri, sumber daya manusia, dan konseling. Manajemen Manajemen merupakan salah satu jurusan dengan peminat tinggi karena memiliki cakupan ilmu yang luas dan relevan dengan berbagai sektor pekerjaan. Hubungan Internasional Bagi calon mahasiswa yang tertarik pada isu global, diplomasi, dan kerja sama antarnegara, Hubungan Internasional menjadi pilihan yang menarik. Farmasi Farmasi menjadi salah satu program studi kesehatan yang memiliki prospek karier cukup luas, baik di rumah sakit, industri obat-obatan, laboratorium, maupun instansi pemerintah. Pendidikan Dokter Jurusan Kedokteran selalu menjadi salah satu program studi yang paling diminati karena profesi dokter masih menjadi profesi yang banyak dibutuhkan masyarakat. Tips Memilih Jurusan Kuliah Sebelum menentukan pilihan jurusan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan: 1. Kenali minat dan bakat yang dimiliki. 2. Pelajari mata kuliah yang akan dipelajari di program studi tersebut. 3. Cari informasi mengenai prospek kerja setelah lulus. 4. Sesuaikan pilihan jurusan dengan rencana karier jangka panjang. 5. Jangan hanya mengikuti tren atau pilihan teman. Dengan banyaknya pilihan jurusan di UMM Malang, calon mahasiswa memiliki kesempatan untuk memilih program studi yang sesuai dengan minat, kemampuan, dan cita-cita mereka. Memahami karakteristik setiap jurusan sejak awal dapat membantu menentukan keputusan yang lebih tepat sebelum memasuki dunia perkuliahan.

Suntik Keberanian Hadapi Masa Depan, UMM Dampingi Smadiga hingga Makin Diminati

Suntik Keberanian Hadapi Masa Depan, UMM Dampingi SMADIGA hingga Makin Diminati pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya memberikan pendampingan akademik kepada sekolah binaannya, tetapi juga turut hadir memeriahkan pelepasan siswa SMA Muhammadiyah 3 (SMADIGA) Bungah Gresik dalam acara wisuda yang digelar Sabtu (20/6/2026). Pada kesempatan tersebut, UMM menghadirkan berbagai program edukatif, mulai dari orasi ilmiah, layanan Mobil Pintar, hingga pembagian puluhan doorprize bagi para wisudawan. Dalam orasi ilmiahnya, Dr. M. Isnaini, S.Pd., M.Pd., yang juga merupakan Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia (BSI) Modern UMM sekaligus anggota tim pendamping sekolah, menegaskan pentingnya memiliki karakter yang responsif dalam melihat peluang dan tantangan masa depan. Menurut Dr. M. Isnaini, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik. Keberanian mengambil peluang dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting dalam membangun masa depan. “Kalau kalian kurang pintar, maka kejarlah keberuntungan. Keberuntungan itu datang kepada mereka yang berani mengambil peluang dan kesempatan lebih dulu,” tegasnya. Ia menjelaskan bahwa dunia kerja dan pendidikan tinggi membutuhkan pribadi yang disiplin, percaya diri, serta mampu membangun hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Selain itu, ia menekankan bahwa adab memiliki posisi yang sangat penting dalam kehidupan. “Adab lebih tinggi daripada intelektual. Saya yakin lulusan SMADIGA hari ini adalah orang-orang yang beruntung dan memiliki adab yang baik untuk menjadi pemimpin di masa depan,” tambahnya. Kehadiran Mobil Pintar UMM menjadi salah satu daya tarik dalam kegiatan wisuda tersebut. Fasilitas perpustakaan keliling ini disambut antusias oleh siswa maupun tamu undangan. Program tersebut merupakan bagian dari komitmen UMM dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Suasana semakin meriah ketika perwakilan UMM membagikan berbagai doorprize kepada para wisudawan. Momen tersebut menghadirkan keceriaan sekaligus menjadi kenangan manis sebelum para siswa melanjutkan perjalanan pendidikan ke jenjang berikutnya. Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Gresik, Mufrikha, S.Pd., M.M., mengungkapkan bahwa sekolahnya mengalami perkembangan signifikan sejak menjadi sekolah binaan UMM pada awal tahun 2024. Menurutnya, pendampingan yang diberikan UMM berlangsung secara komprehensif, mulai dari peningkatan mutu akademik, tata kelola sekolah, hingga strategi pemasaran pendidikan. “Semua sistem dibantu oleh UMM. Kami jadi tahu apa saja yang harus dikerjakan. Bahkan sampai marketing pun diajari oleh UMM,” ungkapnya. Dampak dari pendampingan tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah peserta didik baru yang mencapai sekitar 200 persen dibandingkan sebelumnya. Momentum wisuda ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama antara UMM dan SMA Muhammadiyah 3 Bungah Gresik. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian, wawasan literasi yang luas, serta akhlak yang mulia. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus mendampingi sekolah-sekolah binaan agar mampu berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul, adaptif, dan semakin dipercaya oleh masyarakat. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria

Belasan Mahasiswa UMM Dipercaya Mengajar di Vietnam dan Thailand

Sebanyak 15 mahasiswa CoE BIPA Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) akan menjadi tutor bahasa Indonesia di Open University Vietnam dan Srinakharinwirot University Thailand. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas kiprah internasional melalui program unggulan Center of Excellence (CoE). Kali ini, Kampus Putih memberangkatkan 15 mahasiswa dari kelas CoE Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) untuk menjadi tutor bahasa Indonesia di dua perguruan tinggi terkemuka di kawasan ASEAN, yakni Open University Vietnam dan Srinakharinwirot University Thailand. Para mahasiswa tersebut akan menjalankan tugas sebagai tutor bahasa Indonesia selama dua bulan. Program ini menjadi bagian dari upaya UMM mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia di tingkat internasional. Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Modern UMM Dr M Isnaini MPd menjelaskan bahwa pemberangkatan mahasiswa dilakukan dalam dua gelombang. “Ada 15 orang yang berangkat. Sepuluh orang menuju Open University di Vietnam yang berangkat lebih dulu pada 18 Juni. Sementara lima orang lainnya akan berangkat ke Srinakharinwirot University di Thailand pada bulan Agustus,” ujarnya. Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, UMM memberikan fasilitasi berupa tempat tinggal dan berbagai kebutuhan penunjang kegiatan selama mahasiswa berada di negara tujuan. “Dari kampus memfasilitasi untuk tempat tinggal mereka di sana, sama beberapa item persiapan kegiatannya itu. Nominalnya tidak dipukul rata karena disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing di negara tujuan,” tambahnya. Isnaini berharap program ini dapat memperkuat keterampilan mengajar mahasiswa sekaligus membentuk mereka menjadi duta bahasa Indonesia di tingkat internasional. “Harapannya mereka bisa menjadi diplomat bahasa dan tutor bahasa Indonesia untuk penutur asing. Karena memang keunggulan utama dari Prodi Bahasa Indonesia UMM adalah mencetak diplomat bidang BIPA,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi mengapresiasi keberanian dan antusiasme mahasiswa yang dipercaya menjalankan peran strategis di level ASEAN. Ia berpesan agar para mahasiswa menjaga nama baik almamater serta menunjukkan karakter bangsa Indonesia yang santun selama berinteraksi di lingkungan internasional. Menurutnya, pengalaman mengajar di perguruan tinggi luar negeri tidak hanya mengasah kompetensi pedagogik mahasiswa, tetapi juga memperkaya pengalaman lintas budaya dan memperkuat reputasi UMM sebagai kampus berkelas internasional.

Balik Dolanan Viral di Malang, Ribuan Warga Diajak Tinggalkan Gawai dan Kembali Main Tradisional

Mahasiswa UMM melalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional di Malang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist MALANG, iNewsSurabaya.id – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian tak terpisahkan dari masa kecil perlahan mulai ditinggalkan. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding berinteraksi dan bermain bersama teman sebaya di lingkungan sekitar. Melihat fenomena tersebut, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Wavvy Creative menggagas kampanye bertajuk “Balik Dolanan”. Gerakan ini hadir untuk mengajak masyarakat kembali mengenal dan menikmati permainan tradisional sekaligus memperkuat ikatan sosial antar generasi. Sebagai rangkaian awal menuju Festival Dolanan 2026 yang akan digelar pada 27 Juni 2026 di Taman Dolan Batu, tim Wavvy Creative mengadakan kegiatan roadshow bertajuk “Dolanan Mubeng”. Mahasiswa UMMmelalui kampanye Balik Dolanan menghidupkan kembali permainan tradisional diMalang Raya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi pembuka Festival Dolanan 2026 yang sarat nilai budaya dan kebersamaan. Foto iNewsSurabaya.id/ist Kegiatan tersebut berlangsung di dua lokasi strategis, yakni kawasan Car Free Day (CFD) Singosari pada 14 Juni 2026 dan Alun-Alun Kota Batu pada 15 Juni 2026. Melalui roadshow ini, masyarakat diajak berhenti sejenak dari rutinitas harian untuk merasakan kembali keseruan permainan tradisional yang pernah populer di berbagai daerah. Beragam permainan tradisional disediakan secara gratis bagi pengunjung dari berbagai usia. Mulai dari egrang, congklak, engklek, bola bekel, bakiak, gasing hingga hula hoop dapat dimainkan bersama dalam suasana penuh keakraban. Selain mencoba berbagai permainan tradisional, peserta juga dapat mengikuti tantangan Spin Wheel “7 Misi Dolanan”. Pengunjung yang berhasil menyelesaikan misi dan membagikan pengalaman mereka melalui media sosial berkesempatan memperoleh hadiah berupa Wayang Lukis. Hadiah tersebut dipilih sebagai simbol pelestarian budaya lokal sekaligus menjadi kenang-kenangan bagi peserta yang ikut memeriahkan kegiatan. Kampanye ini mengusung konsep besar “Balik Dolanan”. Dalam bahasa Jawa, “balik” berarti kembali, sedangkan “dolanan” berarti bermain. Makna yang ingin disampaikan tidak hanya mengajak masyarakat datang ke Taman Dolan, tetapi juga menghidupkan kembali pengalaman bermain yang sarat dengan kebersamaan, tawa, komunikasi, dan interaksi sosial yang mulai jarang ditemui di era digital. Ketua pelaksana Wavvy Creative menjelaskan bahwa kampanye tersebut lahir dari keprihatinan terhadap semakin sempitnya ruang bermain tradisional bagi anak-anak. “Kami ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional bukan hanya sekadar hiburan. Di dalamnya terdapat nilai kerja sama, komunikasi, kreativitas, sportivitas, hingga kebersamaan keluarga. Melalui kampanye Balik Dolanan, kami berupaya menghadirkan kembali pengalaman tersebut dengan cara yang menyenangkan dan mudah diikuti semua kalangan,” ujarnya. Kegiatan Dolanan Mubeng mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejak berlangsung, area permainan dipadati keluarga, mahasiswa, hingga wisatawan yang tertarik mencoba berbagai permainan tradisional. Momen menarik terlihat ketika banyak orang tua mengenalkan permainan masa kecil mereka kepada anak-anak secara langsung. Interaksi tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana permainan tradisional mampu menjembatani hubungan antar generasi. Salah satu peserta, Anisa, mengaku senang dapat kembali memainkan permainan yang pernah menjadi bagian dari masa kecilnya. “Rasanya seperti kembali ke masa kecil. Sekarang anak-anak lebih sering bermain gadget, padahal dulu kami bermain engklek, bekel, congklak, dan permainan lainnya bersama teman-teman. Permainan seperti ini justru melatih anak menjadi lebih aktif, berpikir, dan bekerja sama. Menurut saya kegiatan seperti ini sangat bagus dan perlu terus diadakan,” katanya. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar generasi muda tetap mengenal budaya Indonesia melalui cara yang menyenangkan. “Semoga anak-anak sekarang tetap dikenalkan dengan permainan tradisional supaya tumbuh menjadi generasi yang cerdas, aktif, dan tidak melupakan budayanya sendiri,” tambahnya. Roadshow Dolanan Mubeng menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Festival Dolanan 2026 yang akan menghadirkan pengalaman bermain, belajar, sekaligus menikmati suasana pedesaan khas Taman Dolan Batu. Festival yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2026 tersebut akan menyuguhkan sedikitnya 12 jenis permainan tradisional, pertunjukan seni budaya, drama teatrikal, live percussion, hingga penampilan spesial Lentera Dalu. Atraksi pelepasan lentera harapan itu akan menjadi penutup rangkaian acara, sekaligus simbol harapan agar permainan tradisional tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang. Editor : Arif Ardliyanto

PSIB UMM Petakan Implementasi Islam Berkemajuan, Mahasiswa dan Dosen Ikut Dilibatkan

Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan implementasi Risalah Islam Berkemajuan melibatkan mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan sebagai upaya memperkuat pemahaman dan penerapan nilai Islam Berkemajuan secara lebih terukur dan berkelanjutan. (Abdus Salam/Klikmu.co) KLIKMU.CO — Pusat Studi Islam Berkemajuan (PSIB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Model Implementasi Risalah Islam Berkemajuan Berbasis Kampus: Studi Kasus Universitas Muhammadiyah Malang.” Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, dosen, pimpinan fakultas, hingga tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya memetakan pemahaman serta menyusun model implementasi dan peta jalan (roadmap) Risalah Islam Berkemajuan (RIB) di lingkungan kampus. Kepala PSIB UMM Prof Gonda Yumitro PhD menegaskan bahwa penguatan Islam Berkemajuan tidak cukup hanya bersifat normatif, tetapi harus dipahami dan diimplementasikan oleh seluruh sivitas akademika. “FGD ini menjadi langkah strategis untuk memetakan sejauh mana pemahaman sivitas akademika terhadap Risalah Islam Berkemajuan. Temuan yang muncul akan menjadi dasar penyusunan model implementasi yang lebih sistematis, berkelanjutan, dan relevan dengan dinamika kampus,” ujarnya. Dia menambahkan, sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah terbesar di Indonesia, UMM memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan nilai Islam Berkemajuan tidak hanya dalam konsep, tetapi juga dalam budaya akademik, tata kelola, dan perilaku keseharian. Peneliti PSIB UMM Diki Wahyudi SSos MIP menilai pengukuran pemahaman internal terhadap RIB penting sebagai dasar penguatan dakwah Muhammadiyah di masyarakat. “Pemahaman yang kuat terhadap Risalah Islam Berkemajuan bukan hanya penting di kampus, tetapi juga menjadi modal dalam menjalankan pengabdian dan dakwah yang mencerahkan,” katanya. Dalam diskusi, sejumlah peserta menyoroti tantangan implementasi RIB di lingkungan kampus. Dr Fathoni menyebut banyak nilai Islam Berkemajuan sebenarnya telah dipraktikkan, namun belum disadari sebagai bagian dari RIB. Ia menilai kondisi tersebut dapat menjadi kerentanan jika tidak ditopang pemahaman konseptual yang kuat, sehingga diperlukan panduan perilaku Islam Berkemajuan dengan indikator yang jelas bagi seluruh civitas akademika. “Perlu sosialisasi yang lebih masif dengan bahasa sederhana. Media seperti buku saku, e-book, hingga podcast bisa menjadi sarana efektif,” ujarnya. Sementara itu, Hairi MAg menekankan pentingnya panduan implementasi sebagai rujukan bersama agar nilai-nilai Islam Berkemajuan dapat diamalkan secara konsisten. Masukan lain datang dari Munawir yang menilai program Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) di UMM sudah berjalan baik, namun masih menghadapi tantangan pada aspek kesadaran dan partisipasi. Ia menyoroti masih adanya mahasiswa yang menganggap kegiatan AIK sebatas formalitas, serta sebagian tenaga kependidikan yang belum memahami struktur Muhammadiyah secara menyeluruh. “Karena itu, akses informasi perlu diperluas dan sosialisasi harus menjangkau semua level. Keteladanan juga sangat penting karena implementasi nilai tidak akan berhasil tanpa contoh nyata,” tegasnya. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM M Sri Wahyudi PhD menekankan pentingnya penguatan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan sosial mahasiswa agar selaras dengan dinamika pergaulan kampus. Sementara itu, mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, Sofian, menilai sebagian program penguatan nilai keislaman masih dianggap formalitas. Ia mendorong pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda melalui media sosial serta kolaborasi organisasi kemahasiswaan dengan ortom Muhammadiyah. “Penguatan nilai Islam Berkemajuan harus dikemas lebih dekat dengan mahasiswa. Penguatan akhlak juga menjadi tanggung jawab bersama dosen, karyawan, dan mahasiswa,” ujarnya. Melalui FGD ini, PSIB UMM menargetkan lahirnya model implementasi Risalah Islam Berkemajuan yang tidak hanya normatif, tetapi juga operasional dan terukur. Hasil diskusi ini akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan strategi penguatan budaya kampus berbasis nilai Islam Berkemajuan. Langkah ini diharapkan semakin memperkokoh posisi UMM sebagai kampus unggul yang mampu mengintegrasikan kualitas akademik, inovasi, serta pengamalan nilai Islam Berkemajuan dalam kehidupan perguruan tinggi. (Abdus Salam/AS)

Akademisi UMM Ungkap Alasan di Balik Aksi Pendukung MBG di Malang

Assoc. Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo, Akademisi sekaligus pakar kebijakan publik dan social governance Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). (Foto: Prof Rachmad for Ketik.com) Politik & Pemerintahan KETIK, MALANG – Munculnya aksi kelompok pro dan kontra terhadap sejumlah kebijakan pemerintah Presiden Prabowo Subianto di Kota Malang dalam sepekan terakhir mendapat perhatian dari akademisi. Tercatat terdapat beberapa aksi yang digelar oleh kelompok yang menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pemerintah pada 15 dan 17 Juni 2026. Sementara itu, aksi berbeda muncul dari kelompok pendukung program pemerintah, khususnya kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berlangsung di kawasan Balai Kota Malang, Sabtu, 20 Juni 2026. Dalam aksi dukungan tersebut, massa membawa sejumlah atribut, termasuk banner bertuliskan “Usir Mahasewa yang mengaku Mahasiswa dari Bumi Arema #GerakandukungPrabowo”. Aksi tersebut muncul sebagai respons atas adanya gerakan mahasiswa yang sebelumnya menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Akademisi sekaligus pakar kebijakan publik dan social governance Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Assoc. Prof. Rachmad Kristiono Dwi Susilo, menilai fenomena tersebut merupakan hal yang lumrah dalam negara demokrasi, meskipun ia melihat sebagian gerakan yang muncul tidak lagi sepenuhnya didorong oleh idealisme, melainkan kepentingan pragmatis. Menurut Prof. Rachmad, keberadaan kelompok yang mendukung maupun menolak kebijakan pemerintah merupakan hal lumrah dalam negara demokrasi. Kedua kelompok, tambahnya, sama-sama memiliki alasan dan kepentingan yang melatarbelakangi sikap politik mereka. “Dalam sistem demokrasi, keberadaan kelompok pro dan kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan sesuatu yang biasa. Ada yang mendukung kebijakan Presiden Prabowo, ada pula yang mengkritisinya. Itu bagian dari dinamika demokrasi,” ujarnya, Senin, 22 Juni 2026. Namun demikian, ia menilai tidak semua gerakan yang muncul semata-mata didorong oleh idealisme untuk memperbaiki kondisi bangsa. Dalam praktiknya, terdapat kelompok-kelompok yang bergerak berdasarkan kepentingan ekonomi dan keberlangsungan hidup sehari-hari. Baca Juga: Khawatir Diadu Domba Spanduk Provokatif, Ketua BEM UMM Minta Massa Pro-Kontra MBG Jernih Ambil Tindakan “Kalau kita lihat lebih jauh, sebagian kelompok bergerak bukan semata-mata karena idealisme agar bangsa ini lebih maju atau terhindar dari kemerosotan. Ada juga yang berpikir secara pragmatis, yaitu bagaimana kebutuhan hidup mereka tetap terjamin,” papar Ketua Program Studi Magister Sosiologi ini. Ia menjelaskan bahwa sebagian masyarakat yang terlibat dalam program-program pemerintah memiliki ketergantungan ekonomi terhadap keberlangsungan kebijakan tersebut. Karena itu, muncul kekhawatiran apabila program yang sedang berjalan mengalami gangguan atau bahkan dihentikan akibat tekanan politik maupun aksi penolakan. “Mereka berpikir dalam jangka pendek karena yang menjadi perhatian utama adalah persoalan kehidupan sehari-hari. Urusan bangsa dan negara dianggap sebagai ranah para pengambil kebijakan, sementara mereka fokus pada bagaimana kebutuhan ekonomi keluarga tetap terpenuhi,” jelasnya. Prof. Rachmad mencontohkan program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, hingga Koperasi Desa Merah Putih yang menurutnya merupakan desain kebijakan negara untuk menciptakan jejaring ekonomi baru di masyarakat. “Negara telah membangun berbagai program seperti MBG, Sekolah Rakyat, maupun Koperasi Desa Merah Putih. Ketika ada masyarakat yang memperoleh pekerjaan atau penghasilan dari program-program tersebut, tentu mereka memiliki kepentingan agar kebijakan itu tetap berjalan,” ujarnya. Menurutnya, kelompok masyarakat yang telah menjadi bagian dari ekosistem program pemerintah, termasuk pelaku usaha dan investor yang telah mengeluarkan modal besar, cenderung akan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut. “Misalnya ada pihak yang sudah berinvestasi miliaran rupiah untuk menyiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program MBG. Mereka tentu khawatir jika muncul gerakan yang berpotensi memengaruhi kelanjutan program tersebut. Jika kebijakan dihentikan, ada konsekuensi ekonomi dan kerugian material yang harus mereka tanggung,” pungkasnya. (*)