Ilmu Pemerintahan UMM Bedah AI dan Transformasi Digital Pemerintahan

Malangpariwara.com – Transformasi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin menentukan arah penyelenggaraan pemerintahan modern di berbagai negara. Menyikapi perkembangan tersebut, Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Guest Lecture bertajuk “Innovation and Digital Transformation for Future Government”, Selasa (30/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 2 GKB V UMM ini menghadirkan dua narasumber internasional asal Pakistan dan Turki. Forum akademik tersebut menjadi ruang diskusi strategis bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai inovasi dan tata kelola pemerintahan digital. Serta pemanfaatan AI dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik dan pengambilan kebijakan di masa depan. Materi Kuliah Tamu Diawal, Mr. Muhammad Younus dari Department of Product Research and Software Development TPL Logistics Pvt Ltd, Karachi, Pakistan, menyampaikan topik Power and Progress of Artificial Intelligence. Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi alat yang sangat kuat dalam mengidentifikasi pola data. Juga mengoptimalkan proses dan mendukung pengambilan keputusan. “Artificial intelligence mampu mengotomatisasi sekitar 64 hingga 69 persen waktu yang sebelumnya digunakan untuk pengumpulan dan pemrosesan data,” ungkapnya, merujuk pada temuan McKinsey. Namun demikian, ia menekankan bahwa perkembangan AI juga membawa tantangan serius. Terutama terkait konsumsi energi dan dampak lingkungan akibat meningkatnya kebutuhan komputasi dan pusat data. Younus sapaan akrabnya memaparkan bahwa pusat data AI membutuhkan energi, sistem pendingin, serta sumber daya air yang besar. Ia mencontohkan bahwa menghasilkan satu gambar AI dapat mengonsumsi energi sekitar 2,2 kWh dan hampir 4 liter air. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya optimalisasi model AI, penggunaan perangkat keras yang efisien, serta pemanfaatan energi terbarukan. “Masa depan AI sangat bergantung pada bagaimana kita menyeimbangkan manfaatnya dengan tuntutan sumber daya yang digunakan,” tegasnya. Foto bersama peserta kelas tamu Ilmu Pemerintahan UMM. (Ist) Soroti Peran Pemerintah Terkini Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Onur Kulac dari Department of Political Science and Public Administration Pamukkale University, Turkey, membahas Transformation of the Role of Government. Ia menekankan bahwa peran pemerintah saat ini tidak lagi sebatas regulator dan penyedia layanan. Tetapi juga sebagai fasilitator dan platform kolaborasi bagi masyarakat. “Inovasi di sektor publik bukan tentang keuntungan, melainkan tentang menciptakan nilai publik dan memperkuat legitimasi pemerintah,” jelasnya. Menurutnya, inovasi dan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak karena kompleksitas persoalan sosial tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan birokrasi konvensional. Dr. Onur juga menyoroti pentingnya digital transformation yang tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi. Tetapi juga mencakup perubahan organisasi dan budaya kerja pemerintahan. Ia mencontohkan praktik e-Government Gateway di Turki yang berhasil memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi layanan publik melalui sistem digital terintegrasi. Menutup pemaparannya, Dr. Onur menegaskan bahwa masa depan pemerintahan ditentukan oleh kemampuan memadukan inovasi, akuntabilitas, serta pendekatan yang berpusat pada warga negara. Ia mendorong mahasiswa untuk merefleksikan pembelajaran ini dalam konteks pemerintahan Indonesia. Melalui kegiatan ini, UMM berharap mahasiswa memperoleh perspektif global mengenai tantangan dan peluang inovasi serta transformasi digital. Dalam mewujudkan pemerintahan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. (Djoko W)

UMM Luluskan Perawat Berstandar Tinggi dengan OSCE

MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan kesehatan berkualitas melalui pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) berbasis mini hospital. Ujian keterampilan klinis ini digelar di Gedung Kuliah Bersama (GKB V), fasilitas baru berteknologi tinggi yang dirancang menyerupai lingkungan rumah sakit modern. OSCE menjadi salah satu instrumen utama evaluasi kompetensi mahasiswa keperawatan karena tidak hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga menilai komunikasi terapeutik, berpikir kritis, clinical reasoning, hingga pengambilan keputusan dalam kondisi gawat darurat. Kepala Departemen Keperawatan Gawat Darurat (KGD) UMM, Indah Dwi Pratiwi, S.Kep., Ns., (tautan tidak tersedia), menjelaskan bahwa OSCE merupakan metode paling relevan untuk memastikan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. “OSCE mini hospital di GKB V memberikan gambaran nyata bagaimana mahasiswa menghadapi pasien dalam kondisi kritis, berkomunikasi di bawah tekanan, serta melakukan tindakan klinis berbasis keselamatan pasien. Inilah yang membentuk mereka menjadi perawat profesional di masa depan,” ujarnya, Senin (5/1/2026). Kaprodi S1 Keperawatan FIKES UMM, Nur Aini, Ph.D, menuturkan bahwa OSCE bukan sekadar ujian praktik, melainkan bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan. “Dengan fasilitas GKB V, kami memastikan mahasiswa tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja nasional maupun global dengan kompetensi dan empati yang seimbang,” jelasnya. Melalui pelaksanaan OSCE mini hospital ini, Prodi Keperawatan UMM menegaskan bahwa transformasi pendidikan kesehatan bukan hanya wacana, tetapi telah diwujudkan secara nyata. UMM tidak sekadar membangun gedung baru, melainkan membangun budaya mutu dan profesionalisme demi menyiapkan tenaga kesehatan masa depan yang andal dan berintegritas. (lil).

Keterbatasan Tak Menghalangi Produktivitas, Akuaponik UMM Perkuat Pangan Mandiri Warga Jetis

Malangpariwara.com – Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi warga Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, untuk tetap produktif di sektor pertanian dan perikanan. Melalui inovasi sistem akuaponik, lahan sempit di lingkungan Jalan Margojoyo RT.01/RW.02 kini mampu dimanfaatkan secara optimal untuk budidaya ikan dan sayuran secara terpadu. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini melibatkan beberapa dosen lintas disiplin UMM. Diantaranya Pendidikan Biologi, Perikanan, serta Ekonomi dan Bisnis, bersama lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, Teknik Informatika, dan Psikologi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2025 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd., menjelaskan bahwa akuaponik dipilih karena efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi lahan warga. “Akuaponik memungkinkan masyarakat memproduksi pangan secara mandiri dengan memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan,” ujarnya. Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga peningkatan nilai ekonomi hasil panen. Keterlibatan Warga Jetis UMM bersama warga Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, dalam pemberdayaan kelompok PKK. (Ist) Pelatihan teknis budidaya dikoordinasikan oleh Dony Prasetyo, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Perikanan dan Peternakan UMM. Ia menuturkan bahwa warga dilibatkan langsung dalam setiap tahap kegiatan. “Mulai dari perancangan sistem, pemilihan komoditas, pembibitan, hingga perakitan instalasi akuaponik kami lakukan bersama warga agar mereka benar-benar mandiri,” jelas Dony. Tanaman yang dibudidayakan meliputi sawi pakcoy, kangkung, bayam, dan seledri, sementara ikan yang dipilih adalah lele (Clarias sp.). Tahap lanjutan program difokuskan pada pengolahan hasil panen dan pemasaran digital. Pendampingan dilakukan oleh Dr. Erna Retno Rahadjeng, M.M., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM. Ia menyampaikan bahwa anggota PKK Dusun Jetis diarahkan mengembangkan produk bernilai tambah seperti keripik sayur dan abon lele. “Kami ingin hasil panen tidak hanya habis dikonsumsi, tetapi juga menjadi peluang usaha keluarga,” katanya. Antusiasme warga, khususnya anggota PKK, terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka menilai sistem akuaponik sebagai solusi nyata atas keterbatasan lahan sekaligus sumber pendapatan tambahan. Secara lebih luas, program ini menjadi bentuk kontribusi UMM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Terutama pada aspek ketahanan pangan, peningkatan ekonomi keluarga, serta pengurangan kemiskinan dan kelaparan berbasis komunitas.

Daftar 8 Beasiswa di UMM 2026, Kesempatan untuk Aktivis

TentangGuru.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali membuka berbagai skema beasiswa bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2026. Total terdapat delapan jenis beasiswa yang dirancang untuk menjangkau mahasiswa berprestasi, keluarga kurang mampu, kader Muhammadiyah, hingga aktivis organisasi dan mubaligh. Kebijakan ini, menurut Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, merupakan komitmen institusi dalam merespons persoalan klasik pendidikan tinggi di Indonesia, terutama soal akses dan pembiayaan. Ia menilai, masih banyak lulusan sekolah menengah dengan potensi akademik dan kepemimpinan yang kuat, namun tertahan kondisi ekonomi. Karena itu, UMM berupaya memastikan keterbatasan finansial tidak menjadi alasan putusnya pendidikan. “UMM berkomitmen membuka peluang seluas-luasnya bagi generasi muda. Beasiswa menjadi instrumen utama agar pendidikan tinggi tetap inklusif dan berdampak,” ujar Ahmad Juanda, dikutip dari laman resmi UMM. Daftar 8 Beasiswa UMM Tahun 2026 Berikut rincian delapan skema beasiswa UMM 2026 yang dapat diakses calon mahasiswa: 1. Beasiswa Jalur Prestasi Diperuntukkan bagi calon mahasiswa dengan prestasi akademik maupun nonakademik. Beasiswa ini berupa potongan Biaya Sumbangan Studi (BSS) sebesar 50 hingga 75 persen pada semester pertama. 2. Beasiswa Indonesia Emas Skema ini memberikan potongan BSS 50 persen untuk mahasiswa baru pada program studi tertentu yang ditetapkan UMM. 3. Beasiswa Saudara Kandung dan Anak Alumni UMM memberikan keringanan biaya bagi mahasiswa yang memiliki saudara kandung aktif kuliah di UMM, serta bagi anak kandung alumni sebagai bentuk penghargaan terhadap jejaring keluarga besar kampus. 4. Beasiswa Alumni Sekolah Muhammadiyah Lulusan SMA, SMK, atau MA Muhammadiyah berkesempatan memperoleh potongan 100 persen BSS pada semester pertama, berlaku untuk seluruh program studi. 5. Beasiswa Yatim dan Yatim Piatu Sebagai bentuk kepedulian sosial, UMM menyediakan beasiswa khusus bagi mahasiswa yatim dan yatim piatu. Program ini juga terintegrasi dengan Program Pendidikan Ulama Tarjih (PPUT) yang mencakup pembebasan biaya pendidikan dan fasilitas pemondokan. 6. Beasiswa KATAMM Ditujukan bagi mubaligh dan mubalighat Muhammadiyah serta ‘Aisyiyah yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi. 7. Beasiswa Golden Ticket Beasiswa ini menyasar aktivis organisasi kesiswaan dan kepemudaan dengan rekam jejak kepemimpinan yang kuat. 8. Beasiswa Kader dan Pengurus Persyarikatan Muhammadiyah UMM juga menyediakan beasiswa bagi kader aktif serta anak pengurus Persyarikatan Muhammadiyah sebagai bagian dari penguatan kaderisasi. Ahmad Juanda menambahkan, pengelolaan program beasiswa di UMM tidak berdiri sendiri. Kampus melibatkan berbagai mitra strategis agar skema bantuan pendidikan tersebut berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak penerima. “Kolaborasi menjadi kunci agar beasiswa ini tidak hanya membantu secara finansial, tetapi juga melahirkan dampak sosial yang luas. Ini bagian dari dakwah Muhammadiyah melalui jalur pendidikan,” ujarnya. Dengan beragam jalur beasiswa yang disiapkan, UMM menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang tak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada misi sosial dan pengabdian bangsa.

Refleksi Akhir Tahun, UMM Mantapkan Diri sebagai Kampus Islami

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Universitas Muhammadiyah Malang menegaskan komitmen sebagai Kampus Islami bertepatan Milad Muhammadiyah ke-113 dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun di Masjid AR Fachruddin, Jumat 3 Januari 2026. Peluncuran identitas Kampus Islami tersebut menjadi penegasan arah UMM setelah meraih peringkat pertama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah terbaik se-Indonesia versi Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid PP Muhammadiyah, Jamaluddin, menyampaikan bahwa Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari satu abad karena bertumpu pada kekuatan sistem dan keikhlasan kolektif. “Muhammadiyah mampu bertahan lebih dari satu abad karena tidak bertumpu pada figur individu, melainkan pada kekuatan sistem dan keikhlasan kolektif. UMM menunjukkan bahwa kampus harus hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat,” terangnya. Jamaluddin menambahkan, prestasi sebagai PTMA terbaik harus sejalan dengan kebermanfaatan bagi cabang dan ranting Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan konsistensi UMM dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan ke dalam tata kelola serta praktik akademik. Selain itu, kebanggaan UMM semakin lengkap dengan diraihnya Cabang Ranting Award sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian terhadap pengembangan cabang, ranting, serta kemakmuran masjid Muhammadiyah. Jamaluddin juga menekankan tiga pilar utama ketahanan Muhammadiyah hingga usia 113 tahun, yakni keikhlasan para penggerak, kemandirian amal usaha, serta ketaatan terhadap sistem organisasi yang tertata. Sementara itu, Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., MM., CA., menyampaikan stabilitas dan prestasi UMM merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen universitas dengan menjunjung tinggi kejujuran dan profesionalisme. “Prestasi ini menjadi kado akhir tahun yang patut disyukuri. Namun mempertahankan posisi terbaik jauh lebih menantang, sehingga pengelolaan keuangan yang sehat dan manajemen yang bersih akan terus kami arahkan,” katanya. (edr)

Mata Kuliah Pancasila sebagai Pondasi Etika Mahasiswa

Oleh : Thoriqul HananMahasiswa Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang pwmu.co – Di era disrupsi teknologi yang kian masif pada awal tahun 2026 ini, mahasiswa teknik sering kali dipandang sebagai insan akademik yang melulu berkutat pada logika matematis, algoritma rumit, dan kecanggihan perangkat keras. Namun, di balik kemampuan teknis tersebut, terdapat satu elemen fundamental yang sering kali terlupakan namun menjadi penentu masa depan peradaban, yaitu etika. Di sinilah Mata Kuliah Pancasila di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil peran vital, bukan sekadar pelengkap kurikulum, melainkan sebagai fondasi pembentukan karakter mahasiswa Teknik Elektro. Mata Kuliah Pancasila bagi mahasiswa Teknik Elektro UMM sejatinya adalah ruang refleksi untuk menjahit kembali nilai-nilai kemanusiaan ke dalam jubah ilmu pengetahuan. Teknologi tanpa etika adalah buta, dan ilmu tanpa panduan moral berpotensi menjadi destruktif. Sebagai calon intelektual yang akan merancang sistem otomatisasi industri, hingga teknologi kecerdasan buatan, mahasiswa memerlukan kompas moral agar setiap hasil inovasi harus tetap berada dalam koridor kemaslahatan publik. Implementasi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa dalam dunia teknik mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan tidak tumbuh di ruang hampa. Sila pertama ini memberikan kesadaran transendental bahwa setiap riset dan aplikasi teknologi adalah bentuk manifestasi syukur dan amanah dari Tuhan. Mahasiswa Teknik Elektro tidak hanya didorong untuk cakap secara intelegensia, tetapi juga memiliki integritas batin. Kesadaran ini membentengi mereka dari godaan penyalahgunaan ilmu untuk hal-hal yang merugikan sesama, karena ada pertanggungjawaban moral yang melampaui batas-batas duniawi. Melangkah ke sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Pancasila menjadi pengingat bahwa tujuan akhir dari teknologi adalah untuk memanusiakan manusia. Dalam konteks Teknik Elektro, rancangan inovasi seperti energi terbarukan atau sistem otomasi seharusnya untuk meringankan beban hidup manusia, bukan mengeksploitasinya. Sila ini menanamkan etika akademik yang kuat; menghormati hak kekayaan intelektual orang lain, menjunjung tinggi kejujuran ilmiah dalam praktikum, serta menolak segala bentuk kecurangan adalah cermin dari seorang teknokrat yang beradab. Relevansi Persatuan Indonesia ditemukan dalam ekosistem kampus UMM yang plural. Mahasiswa Teknik Elektro yang datang dari berbagai penjuru nusantara membawa latar belakang budaya dan paradigma yang beragam. Di sini, Pancasila berperan sebagai perekat yang mengubah perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif. Dalam proyek tim atau organisasi kemahasiswaan, semangat kebersamaan ini sangat krusial, mengingat solusi teknis yang besar jarang sekali sebagai hasil dari kerja individu, melainkan hasil sinergi lintas latar belakang. Selanjutnya, sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan menuntun mahasiswa dalam berdialog dan berorganisasi. Dunia akademik menuntut keberanian berpikir kritis dan keterbukaan terhadap kritik. Pancasila mengajarkan bahwa dalam setiap diskusi teknis maupun pengambilan keputusan kolektif, etika dialog harus dikedepankan. Mahasiswa dilatih untuk menghargai perbedaan pendapat tanpa harus mengorbankan martabat sesama, menciptakan iklim intelektual yang sehat dan demokratis. Terakhir, sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia memberikan orientasi jangka panjang bagi karier mahasiswa teknik. Sila ini menantang mahasiswa Teknik Elektro untuk tidak hanya mengejar efisiensi dan keuntungan materi semata dalam berinovasi. Teknologi yang dikembangkan harus memiliki dampak sosial yang merata; misalnya, bagaimana menyediakan akses listrik yang terjangkau bagi masyarakat di daerah terpencil. Kepekaan sosial inilah yang membedakan seorang “operator mesin” dengan seorang “insinyur yang berjiwa pemimpin.” Sebagai simpulan, Mata Kuliah Pancasila di Universitas Muhammadiyah Malang adalah instrumen krusial dalam membentuk identitas mahasiswa Teknik Elektro. Melalui internalisasi nilai-nilai luhur ini, diharapkan lahir generasi teknokrat yang tidak hanya unggul di atas kertas dan mahir di dalam laboratorium, tetapi juga tangguh dalam prinsip dan jernih dalam nurani. Pancasila memastikan bahwa di tengah kemajuan zaman yang semakin mekanis, mahasiswa Teknik Elektro UMM tetap teguh berdiri sebagai insan yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia demi kemajuan bangsa.*** *) Editor : Notonegoro

UMM Gelar Pelatihan Purna Tugas untuk Perkuat Kesiapan Karyawan Rahmani Hafidzi Rahmani Hafidzi

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat kesiapan karyawan dan dosennya dalam menghadapi masa purna tugas melalui Pelatihan Persiapan Purna Tugas yang digelar pada 19 Desember 2025 di Kapal Garden Hotel Sengkaling. Pelatihan bertema “Purna Tugas, Tetap Berkarya: Menyiapkan Diri Menuju Kehidupan Bermakna dan Berdaya” tersebut diikuti oleh karyawan dan dosen UMM yang akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat. Kegiatan ini dirancang untuk membekali peserta secara menyeluruh, baik dari aspek finansial, mental, maupun spiritual. Salah satu materi disampaikan oleh Dr. Ida Nuraini, M.Si. yang menekankan pentingnya perencanaan keuangan menjelang purna tugas. Menurutnya, masa pensiun membutuhkan pengelolaan finansial yang matang agar tetap dapat dijalani dengan nyaman dan aman. “Dana pensiun perlu dikelola secara bijak dan minim risiko. Tabungan harian, dana darurat, serta perlindungan kesehatan harus disiapkan sejak dini agar tidak menjadi beban di kemudian hari,” jelasnya. Ia juga mengingatkan peserta untuk mulai mengurangi utang sebelum memasuki masa purna tugas serta menyiapkan dana darurat yang idealnya mencukupi kebutuhan hidup selama enam hingga dua belas bulan. Selain perencanaan keuangan, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Dr. Ida mendorong peserta untuk menerapkan pola hidup sehat melalui aktivitas fisik ringan namun rutin, seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga. Peserta juga didorong untuk menyiapkan sumber penghasilan tambahan melalui usaha kecil, jasa, atau aktivitas produktif lain sesuai keahlian masing-masing. Materi penguatan spiritual disampaikan oleh Drs. Faisal Abdullah, M.M. Ia mengapresiasi langkah UMM yang tetap memberikan perhatian kepada karyawan hingga memasuki masa purna tugas. Menurutnya, pendampingan seperti ini penting untuk mencegah stres dan gangguan kesehatan yang kerap muncul pascapensiun. “UMM menunjukkan kepedulian agar karyawan yang purna tugas tetap dapat menjalani kehidupan dengan tenang, sehat, dan bahagia,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Drs. Faisal menegaskan bahwa dalam perspektif Islam, pensiun bukan berarti berhenti berkarya. Purna tugas, menurutnya, hanya bersifat administratif, sementara produktivitas dan pengabdian kepada masyarakat harus tetap berjalan. Melalui pelatihan ini, UMM berharap para karyawan mampu memandang masa purna tugas sebagai fase baru kehidupan yang tetap produktif, bermakna, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (raf)

UMM Dorong Ketahanan Pangan Warga Jetis Lewat Akuaponik di Lahan Sempit

pwmu.co –Di tengah keterbatasan lahan permukiman, warga Dusun Jetis, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, menemukan jalan baru menuju kemandirian pangan.Melalui program akuaponik yang digagas Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ruang sempit di kawasan Jalan Margojoyo RT.01/RW.02 kini bertransformasi menjadi sumber produksi ikan dan sayuran yang berkelanjutan sekaligus bernilai ekonomi. Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang melibatkan dosen lintas disiplin dari Pendidikan Biologi, Perikanan, serta Ekonomi dan Bisnis, bersama lima mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Biologi, Teknik Informatika, dan Psikologi. Kegiatan dilaksanakan pada Juli hingga Desember 2025 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ketua tim pengabdian, Prof. Dr. Yuni Pantiwati, MM., M.Pd., menjelaskan bahwa akuaponik dipilih karena efisien, ramah lingkungan, dan sesuai dengan kondisi lahan warga. “Akuaponik memungkinkan masyarakat memproduksi pangan secara mandiri dengan memadukan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan,” ujarnya, Sabtu (3/1/2025). Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga peningkatan nilai ekonomi hasil panen. Pelatihan teknis budidaya dikoordinasikan oleh Dony Prasetyo, S.Pi., M.Si., dosen Fakultas Perikanan dan Peternakan UMM. Dia menuturkan, warga dilibatkan langsung dalam setiap tahap kegiatan. “Mulai dari perancangan sistem, pemilihan komoditas, pembibitan, hingga perakitan instalasi akuaponik kami lakukan bersama warga agar mereka benar-benar mandiri,” jelas Dony. Tanaman yang dibudidayakan meliputi sawi pakcoy, kangkung, bayam, dan seledri, sementara ikan yang dipilih adalah lele (Clarias sp.). Tahap lanjutan program difokuskan pada pengolahan hasil panen dan pemasaran digital. Pendampingan dilakukan oleh Dr. Erna Retno Rahadjeng, MM, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM. Dia menyampaikan, anggota PKK Dusun Jetis diarahkan mengembangkan produk bernilai tambah seperti keripik sayur dan abon lele. “Kami ingin hasil panen tidak hanya habis dikonsumsi, tetapi juga menjadi peluang usaha keluarga,” katanya. Antusiasme warga, khususnya anggota PKK, terlihat tinggi sepanjang kegiatan. Mereka menilai sistem akuaponik sebagai solusi nyata atas keterbatasan lahan sekaligus sumber pendapatan tambahan. Secara lebih luas, program ini menjadi bentuk kontribusi UMM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek ketahanan pangan, peningkatan ekonomi keluarga, serta pengurangan kemiskinan dan kelaparan berbasis komunitas. (*) *) Penulis : Faqih *) Editor : Agus Wahyudi

Merawat Luka Psikologis Pasca Bencana: Maharesigana UMM Hadirkan Ruang Aman bagi Anak-anak Langkat

MALANG POST – Hari-hari yang semula dipenuhi ketakutan dan kecemasan kini perlahan berganti dengan tawa ceria. Senyum anak-anak kembali merekah di Desa Sekoci, Dusun Sukaramai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, setelah mereka mendapatkan pendampingan psikososial pascabanjir. Kehadiran Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi angin segar bagi pemulihan kondisi psikologis warga terdampak. Pada Desember tahun lalu, tim Maharesigana UMM melaksanakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak dan penyintas banjir. Kegiatan ini bertujuan membantu mereka mengatasi trauma serta mengembalikan rasa aman dan percaya diri setelah bencana melanda wilayah tersebut. Salah satu anggota tim Maharesigana, Fadilla Azzahra, mengungkapkan bahwa pendampingan psikososial menjadi kebutuhan penting setelah bencana, terutama bagi anak-anak. “Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan terdampak secara psikologis. Melalui kegiatan bermain dan interaksi positif, kami berupaya membantu mereka mengekspresikan perasaan serta kembali merasa aman,” ujar Fadilla. Layanan Dukungan Psikososial ini dilakukan melalui berbagai distract activity seperti bermain bersama, bernyanyi, dan kegiatan kreatif lainnya. Selain itu, relawan juga memberikan psikoedukasi kepada orang tua dan penyintas tentang cara berdamai dengan bencana serta teknik relaksasi sederhana untuk mengurangi kecemasan dan stres pascatrauma. Sebanyak 47 anak mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka didampingi oleh tiga ibu dan sepuluh guru setempat yang turut membantu menciptakan suasana aman dan mendukung selama proses pendampingan berlangsung. Para orang tua mengaku senang dan mengapresiasi kehadiran relawan karena kegiatan ini dinilai mampu menghibur anak-anak sekaligus memberikan edukasi yang bermanfaat. Salah satu warga menyampaikan bahwa sebelum adanya pendampingan, anak-anak masih sering menunjukkan tanda-tanda trauma. “Mereka mudah takut dan gelisah setelah banjir. Sekarang terlihat lebih ceria dan berani,” tuturnya. Ia juga menambahkan bahwa edukasi yang diberikan kepada orang tua dan guru sangat membantu dalam mendampingi anak-anak pascabencana. Selama masa bencana, aktivitas anak-anak sempat terhambat. Proses belajar terganggu akibat buku hanyut, listrik padam, dan jaringan internet terputus. Bahkan, sebagian anak harus membantu orang tua membersihkan rumah dari lumpur dan sisa material banjir. Melalui kegiatan Layanan Dukungan Psikososial ini, harapannya bahwa anak-anak terdampak banjir dapat kembali pulih secara emosional, mengurangi kecemasan, serta membangun ketahanan psikologis agar mampu menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan percaya diri.(*/M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Ilmu Pemerintahan UMM Undang Pakar Internasional, Kupas Pemerintahan Digital Berbasis AI

MALANG POSCO MEDIA – Perkembangan kecerdasan buatan dan transformasi digital kini menjadi faktor kunci dalam membentuk arah pemerintahan masa depan. Merespons dinamika tersebut, Program Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar International Guest Lecture bertajuk “Innovation and Digital Transformation for Future Government” pada, Selasa (30/12/2025). Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Lantai 2 GKB V UMM ini menghadirkan dua narasumber internasional dari Pakistan dan Turki. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis untuk memperkaya perspektif mahasiswa mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam tata kelola pemerintahan. Di awal, Mr. Muhammad Younus dari Department of Product Research and Software Development TPL Logistics Pvt Ltd, Karachi, Pakistan, menyampaikan topik Power and Progress of Artificial Intelligence. Ia menjelaskan bahwa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menjadi alat yang sangat kuat dalam mengidentifikasi pola data, mengoptimalkan proses, serta mendukung pengambilan keputusan. “Artificial intelligence mampu mengotomatisasi sekitar 64 hingga 69 persen waktu yang sebelumnya digunakan untuk pengumpulan dan pemrosesan data,” ungkapnya, merujuk pada temuan McKinsey. Namun demikian, ia menekankan bahwa perkembangan AI juga membawa tantangan serius, terutama terkait konsumsi energi dan dampak lingkungan akibat meningkatnya kebutuhan komputasi dan pusat data. Younus sapaan akrabnya memaparkan bahwa pusat data AI membutuhkan energi, sistem pendingin, serta sumber daya air yang besar. Ia mencontohkan bahwa menghasilkan satu gambar AI dapat mengonsumsi energi sekitar 2,2 kWh dan hampir 4 liter air. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya optimalisasi model AI, penggunaan perangkat keras yang efisien, serta pemanfaatan energi terbarukan. “Masa depan AI sangat bergantung pada bagaimana kita menyeimbangkan manfaatnya dengan tuntutan sumber daya yang digunakan,” tegasnya. Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Onur Kulac dari Department of Political Science and Public Administration Pamukkale University, Turkey, membahas Transformation of the Role of Government. Ia menekankan bahwa peran pemerintah saat ini tidak lagi sebatas regulator dan penyedia layanan, tetapi juga sebagai fasilitator dan platform kolaborasi bagi masyarakat. “Inovasi di sektor publik bukan tentang keuntungan, melainkan tentang menciptakan nilai publik dan memperkuat legitimasi pemerintah,” jelasnya. Menurutnya, inovasi dan transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak karena kompleksitas persoalan sosial tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan birokrasi konvensional. Dr. Onur juga menyoroti pentingnya digital transformation yang tidak hanya berfokus pada adopsi teknologi, tetapi juga mencakup perubahan organisasi dan budaya kerja pemerintahan. Ia mencontohkan praktik e-Government Gateway di Turki yang berhasil memangkas birokrasi dan meningkatkan efisiensi layanan publik melalui sistem digital terintegrasi. Menutup pemaparannya, Dr. Onur menegaskan bahwa masa depan pemerintahan ditentukan oleh kemampuan memadukan inovasi, akuntabilitas, serta pendekatan yang berpusat pada warga negara. Ia mendorong mahasiswa untuk merefleksikan pembelajaran ini dalam konteks pemerintahan Indonesia. Melalui kegiatan ini, UMM berharap mahasiswa memperoleh perspektif global mengenai tantangan dan peluang inovasi serta transformasi digital dalam mewujudkan pemerintahan yang berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(imm/lim)