
Malang, JATIMSATUNEWS.COM – Alumnus Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhammad Nanda Risydianto, turut berperan dalam keberhasilan Tim Nasional Basket Putri Indonesia meraih medali perunggu SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Indonesia memastikan naik podium setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 62–55 pada laga perebutan tempat ketiga yang berlangsung Jumat (19/12/2025). Dalam ajang tersebut, Nanda bertugas sebagai fisioterapis Timnas Basket Putri Indonesia. Sejak 2021, Nanda telah dipercaya mendampingi tim nasional basket putri. Perannya berfokus pada menjaga kebugaran atlet, pencegahan cedera, serta pemulihan fisik selama masa persiapan hingga pertandingan berlangsung. Menurut Nanda, tantangan utama sebagai fisioterapis tim nasional adalah memahami kondisi fisik dan karakter setiap atlet. Hal ini menjadi penting karena kebutuhan penanganan atlet tidak bisa disamaratakan. “Setiap atlet memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Terutama atlet perempuan, yang penanganannya memerlukan perhatian khusus terhadap faktor fisiologis yang dapat memengaruhi performa dan risiko cedera,” ujarnya. Pengalaman Nanda di dunia olahraga nasional dan internasional ditopang oleh latar belakang pendidikan dan sertifikasi profesional. Ia merupakan lulusan Fisioterapi UMM dan Magister Olahraga, serta mengantongi sejumlah sertifikasi di bidang fisioterapi olahraga, di antaranya AIFO, CDNP, dan COMT. Sebelum bergabung dengan Timnas Basket Putri Indonesia, Nanda telah berpengalaman mendampingi berbagai tim olahraga. Ia pernah terlibat dalam Prapon Futsal Jawa Timur 2019 serta menjadi fisioterapis Basket Putri Fever Surabaya sejak 2021 hingga saat ini. Keterlibatan Nanda dalam ajang SEA Games 2025 menunjukkan peran penting tenaga pendukung dalam olahraga prestasi, khususnya fisioterapis, yang berkontribusi langsung terhadap kesiapan dan performa atlet di kompetisi internasional. (raf)
Tinggalkan Kampus, Dosen Akuakultur UMM Pimpin Posko Kemanusiaan di Agam

AGAM, JATIMSATUNEWS.COM — Selama hampir satu bulan, aktivitas perkuliahan ditinggalkan demi tugas kemanusiaan. Rindya Fery Indrawan, S.Pi., MP., dosen Akuakultur Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), terjun langsung ke wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sepanjang Desember 2025. Ia menjadi bagian dari misi kemanusiaan UMM yang melibatkan dokter muda Fakultas Kedokteran, tenaga medis RS UMM, apoteker, perawat, serta Mahasiswa Relawan Siaga Bencana (Maharesigana). Penugasan ini merupakan bentuk kolaborasi UMM dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam memperkuat peran perguruan tinggi pada respons kebencanaan. Di lapangan, Indra Ferry dipercaya sebagai Ketua Pos Koordinasi. Perannya krusial dalam menghubungkan kerja lintas klaster, sekaligus memastikan kebutuhan logistik dapat terpenuhi sejak tahap perencanaan hingga distribusi bantuan kepada penyintas. “Tugas utama saya memastikan koordinasi antar-klaster berjalan dan kebutuhan logistik, baik internal maupun eksternal, bisa terkelola dengan baik,” ungkapnya saat ditemui tim Humas UMM, 25 Desember lalu. Wilayah kerja relawan difokuskan pada sejumlah titik terdampak di Kabupaten Agam, seperti Malalak, Maninjau, dan Palembayan. Medan berat menjadi tantangan utama. Di Malalak, relawan harus berhadapan dengan jembatan putus yang memaksa mereka menyeberangi sungai, dengan risiko meningkat saat debit air naik. “Kalau air sungai sudah tinggi, kami tidak bisa menyeberang karena sangat berbahaya,” jelasnya. Sementara di Maninjau, ancaman longsor susulan menjadi perhatian serius. Material batuan dari kawasan pegunungan berpotensi kembali bergerak saat hujan turun dalam waktu lama. Kondisi ini membuat relawan harus menghentikan aktivitas ketika hujan berlangsung lebih dari dua jam. Untuk memaksimalkan penanganan, tim relawan dibagi ke dalam empat klaster utama. Klaster medis fokus pada pelayanan kesehatan di puskesmas serta kunjungan langsung ke rumah penyintas. Klaster psikososial memberikan pendampingan mental kepada anak-anak, lansia, ibu rumah tangga, hingga remaja guna membantu pemulihan trauma pascabencana. Sementara itu, klaster logistik bertugas menyalurkan bantuan berupa obat-obatan, bahan pangan, perlengkapan dapur umum, hingga alat kesehatan seperti kursi roda. Klaster WASH memastikan ketersediaan air bersih melalui pemasangan unit filtrasi di fasilitas umum dan hunian sementara. Kehadiran Indra Ferry dan tim relawan menjadi bagian dari komitmen UMM untuk hadir di tengah masyarakat saat krisis terjadi. Kampus tidak hanya berkontribusi melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga aksi nyata di lapangan. Menutup pengabdiannya, Indra Ferry menyampaikan pesan penguatan kepada para penyintas agar tetap bertahan dan tidak kehilangan harapan. Ia juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. “Jangan merasa sendirian. Banyak pihak yang peduli dan terus berupaya membantu pemulihan saudara-saudara di sini,” ujarnya.
Cegah Bullying dari Rumah, Mahasiswa Doktor PAI UMM Rokayah Gelar PKM Bersama DPD Al Hidayah Pangkalpinang dan Ketua TP PKK

NEGERI LASKAR PELANGI – PANGKALPINANG, LASPELA — Isu perundungan dalam lingkup keluarga menjadi sorotan dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rokayah, S.E., M.Pd, yang berkolaborasi dengan DPD Pengajian Al Hidayah Kota Pangkalpinang. Kegiatan bertema “Lisan Ibu, Luka Anak: Mencegah Bullying dari Rumah dalam Cahaya Islam” ini digelar pada Sabtu (27/12/2025) di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Bacang, Pangkalpinang. Kegiatan tersebut menghadirkan Dra. Hj. Siti Hapsoh sebagai mubaligho, Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Kota Pangkalpinang Hj. Sri Asmawaty Yusuf, serta dihadiri Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin. Dalam sambutannya, Ketua DPD Pengajian Al Hidayah Kota Pangkalpinang, Hj. Sri Asmawaty Yusuf, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengajian bulanan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan mempererat rasa kekeluargaan antaranggota, tetapi juga sarana menimba ilmu keagamaan. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari program PKM yang dijalankan Rokayah dalam rangka penyelesaian studi doktoralnya di UMM. Ketua TP PKK Kota Pangkalpinang, Susanti Saparudin, berharap materi yang disampaikan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Ia mengajak para jamaah untuk menyimak materi dengan sungguh-sungguh agar dapat mengambil hikmah dan ilmu yang disampaikan. Sementara itu, dalam paparannya di hadapan sekitar seratus ibu-ibu jamaah pengajian, Rokayah mengupas persoalan bullying atau perundungan yang kerap terjadi dalam lingkungan rumah tangga, khususnya yang bersumber dari komunikasi verbal orang tua kepada anak. Ia menekankan pentingnya peran ibu dalam menjaga lisan, terutama saat berkomunikasi dengan anggota keluarga. Menurutnya, kata-kata yang diucapkan orang tua, baik kepada suami maupun anak, memiliki dampak psikologis yang besar. “Saya sudah melakukan semacam kuesioner, hasilnya 80% dari ibu-ibu di Pangkalpinang ini tanpa ia sadari berkata-kata yang telah menyakiti hati atau perasaan anaknya,” ungkap Rokayah. Lebih lanjut, ia mengingatkan bahaya dari kekerasan verbal yang tidak terkontrol. Rokayah mencontohkan sebuah kasus yang baru-baru ini terjadi di Medan, di mana seorang anak tega membunuh ibunya karena tidak tahan melihat sang ibu kerap memarahi ayahnya. Founder Khoiru Ummah Bangka Belitung itu juga menegaskan bahwa bullying tidak hanya terjadi di media sosial, sekolah, atau lingkungan luar rumah, tetapi sering kali justru bermula dari dalam keluarga tanpa disadari oleh orang tua. “Bullying paling awal sering terjadi bukan di sekolah tapi di rumah. Kadang tanpa sadar, melalui ucapan yang merendahkan, gertakan, membanding-bandingjan dengan anak lain dan julukan yang dianggap bercanda, padahal lisan orang tua bisa menjadi doa tapi juga bisa menjadi luka,” tuturnya. Melalui kegiatan ini, Rokayah berharap para ibu semakin menyadari pentingnya membangun komunikasi yang sehat, penuh empati, dan bernilai islami dalam keluarga. “Ini sebagai langkah awal mencegah perundungan sejak dari rumah,” tukasnya. (*/rel)
Akuntan Bukan Lagi Tukang Catat: CoE Akuntansi UMM Siapkan Mahasiswa Hadapi Realitas Industri

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM — Profesi akuntan terus mengalami pergeseran peran. Tidak lagi sebatas pencatat angka dan penyusun laporan keuangan, akuntan kini dituntut menjadi mitra strategis dalam pengambilan keputusan bisnis. Menyikapi perubahan tersebut, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Kuliah Tamu Center of Excellence (CoE), Kamis (18/12). Kegiatan ini membahas dua kelas profesional unggulan, yakni School of Sustainability Accounting (SSAC) dan School of Accounting for SME’s (SAFS). Keduanya dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha, mulai dari korporasi berskala global hingga penguatan sektor UMKM. Melalui CoE SSAC, mahasiswa dipersiapkan menjadi penyusun laporan keberlanjutan perusahaan sesuai standar internasional, termasuk memperoleh sertifikasi dari National Center for Sustainability Reporting (NCSR). Kompetensi ini dinilai penting seiring meningkatnya tuntutan transparansi dan akuntabilitas perusahaan. Sementara itu, CoE SAFS memfokuskan pembelajaran pada penguatan UMKM melalui pemahaman manajemen bisnis dan keuangan berbasis praktik. Mahasiswa didorong mampu membaca kondisi usaha secara komprehensif serta merumuskan strategi bisnis jangka panjang yang berkelanjutan. Dalam paparannya, Arief Satrio Wibowo dari PT Petrokimia Gresik menegaskan bahwa perusahaan modern wajib mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam operasionalnya. Menurutnya, kerangka Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi acuan penting agar pertumbuhan industri tidak mengorbankan keseimbangan alam dan keadilan sosial. “Perusahaan harus mampu menjaga keseimbangan antara pilar ekonomi dan sosial agar kesejahteraan masyarakat serta ketahanan pangan dapat tercapai,” jelasnya. Pandangan tersebut diperkuat oleh Alan W. Hafludin dari Narasumber.id yang menyoroti transformasi profesi akuntan menjadi strategic business partner. Ia menekankan pentingnya business acumen, yakni kemampuan memahami alur bisnis, membaca risiko, serta mengubah data keuangan menjadi dasar strategi usaha. Alan mengungkapkan, banyak UMKM gagal bukan karena produknya tidak laku, melainkan akibat kesalahan dalam pengelolaan keuangan. Karena itu, mahasiswa SAFS diarahkan untuk tidak berhenti pada pencatatan transaksi, tetapi mampu menafsirkan angka menjadi strategi pertumbuhan. “Banyak bisnis tumbang karena salah kelola keuangan. Di sinilah akuntan dibutuhkan sebagai mitra yang memahami bisnis secara utuh,” ujarnya. Menutup sesi, Alan mendorong mahasiswa Akuntansi UMM memperkuat penguasaan dasar akuntansi sekaligus memperluas pengalaman industri, khususnya di sektor UMKM dan startup. Ia menilai dunia kerja membutuhkan akuntan yang mampu mengombinasikan pemahaman bisnis, kreativitas, dan teknologi. “Akuntansi hari ini bukan sekadar laporan, tapi tentang bagaimana angka memberi dampak nyata,” pungkasnya.
Magang di Omega & Partners Law Firm, Mahasiswi FH UMM Dalami Peran In-House Lawyer dan Praktik Langsung Tangani Kasus Hukum

JurnalPost.com – Tiga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sedang menjalankan program Magang Mandiri yang di adakan oleh Laboratorium Fakultas Hukum UMM yang dimana ketiga mahasiswa tersebut yaitu Kinanthi Aisyah F.A. Selaku Koordinator, Mia Erliana Dewi, dan Callista Putri Paramesti, saat ini tengah menjalani program magang mandiri di kantor advokat Omega & Partners Law Firm dengan Dosen Pembimbing Mahasiswa (DPM) yaitu ibu Echa Annisa’ul Izzah, S.H. dan didampingi Dosen Pembimbing Lapang Yaitu Mega Fandita Sari, S.H., M.H. Selama kegiatan magang, ketiganya mendapatkan kesempatan untuk merasakan langsung dinamika dunia advokat profesional, baik di bidang litigasi maupun non-litigasi. Melalui magang ini, mereka tidak hanya memperdalam teori hukum dari bangku kuliah, tetapi juga mengasah kemampuan manajemen kantor advokat, mulai dari pelayanan klien, sistem kearsipan, hingga pembagian tugas dalam penanganan perkara. Hal ini menjadi bagian dari penerapan target magang pertama, yaitu memahami bagaimana struktur kerja dan pelayanan hukum dalam sebuah kantor advokat profesional. Dalami Dunia In-House Lawyer: Dari Visit Mingguan hingga Penyusunan Perjanjian Salah satu hal paling berkesan bagi ketiganya adalah kesempatan mendalami peran in-house lawyer. In-house lawyer adalah pengacara yang bekerja di dalam perusahaan secara tetap untuk memberikan nasihat hukum, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta menjaga agar aktivitas perusahaan tidak melanggar hukum yang berlaku. Sebagai bagian dari kegiatan magang, mereka ikut serta dalam kegiatan visit mingguan ke perusahaan klien, di mana mereka mendampingi advokat dalam memberikan konsultasi hukum dan mengevaluasi pelaksanaan aturan internal perusahaan. Tak hanya itu, mereka juga terlibat dalam penanganan pekerja yang lalai atau melakukan pelanggaran, mempelajari bagaimana perusahaan menyelesaikan permasalahan ketenagakerjaan secara hukum tanpa harus melalui pengadilan. Selain itu, mereka juga dilibatkan dalam proses penyusunan dan pemeriksaan perjanjian kerja, mulai dari kontrak karyawan hingga kesepakatan kerja sama dengan pihak ketiga. Aktivitas ini menjadi implementasi nyata dari target magang di bidang penyelesaian sengketa non-litigasi, karena melibatkan kemampuan menyusun dokumen hukum dan menyelesaikan masalah melalui pendekatan konsultatif. Menariknya, Omega & Partners Law Firm tidak hanya bekerja layaknya in-house lawyer bagi perusahaan tertentu, tetapi juga menerima klien tidak tetap seperti advokat pada umumnya, baik individu maupun lembaga yang datang dengan permasalahan hukum. Kombinasi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswi magang karena bisa melihat dua sisi praktik hukum sekaligus, yakni korporat dan litigasi umum. Praktik Penyelesaian Sengketa Litigasi: Kasus Nyata di Polres dan Pengadilan Selain kegiatan non-litigasi, Kinanthi, Mia, dan Callista juga aktif dalam kegiatan litigasi, baik pidana maupun perdata, yang masuk ke dalam target magang bidang penyelesaian sengketa secara litigasi. Salah satu pengalaman paling berkesan adalah saat mereka ikut menangani kasus penggelapan dalam jabatan di Polres Mojokerto yang dijerat dengan Pasal 378, 372, dan 374 KUHP. Dalam kegiatan ini, mereka mengikuti bedah kasus dan gelar perkara bersama advokat pembimbing, mempelajari penyusunan berkas perkara, serta memahami strategi pembelaan hukum terhadap klien. Selanjutnya, mereka juga terlibat dalam penanganan perkara perdata penetapan wali anak di Pengadilan Negeri Malang, yang sekaligus menjadi bagian dari target magang penyelesaian sengketa litigasi perdata. Dalam kasus ini, mereka membantu mengurus pendaftaran surat kuasa, pengisian formulir saksi, serta mengikuti jalannya sidang saksi di Pengadilan Agama Malang (PA Malang). Tidak berhenti di situ, ketiganya juga berkesempatan menghadiri sidang banding di Pengadilan Negeri Kepanjen, di mana mereka mempelajari bagaimana advokat menyusun dokumen hukum banding dan menyampaikan argumen hukum di hadapan majelis hakim. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari target magang litigasi tingkat lanjutan, yang bertujuan memperkenalkan mahasiswa pada mekanisme hukum acara banding. Hukum Ketenagakerjaan dan Pembelajaran Etika Profesi Selain perkara pidana dan perdata, para mahasiswi juga memperoleh pengalaman di bidang hukum ketenagakerjaan, mulai dari memahami mekanisme penyelesaian sengketa hubungan industrial, hingga mempelajari peran advokat dalam membela hak-hak pekerja dan perusahaan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dijalankan di bawah bimbingan advokat profesional di Omega & Partners Law Firm, yang tidak hanya memberikan ilmu teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika, tanggung jawab, dan integritas profesi hukum. Bekal Nyata Menuju Dunia Profesional Hukum Magang di Omega & Partners Law Firm menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi ketiga mahasiswi ini. Mereka mendapatkan gambaran utuh tentang bagaimana teori hukum diterapkan dalam praktik, bagaimana advokat berinteraksi dengan klien, serta bagaimana penyelesaian perkara dilakukan baik di dalam maupun di luar pengadilan. Dengan semangat belajar dan pengalaman lapangan yang kaya, Kinanthi, Mia, dan Callista berharap dapat melanjutkan langkah mereka menjadi praktisi hukum yang profesional, beretika, dan berintegritas tinggi, sebagaimana nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama magang di Omega & Partners Law Firm.
Kiprah Fisioterapis Alumnus UMM di Pentas SEA Games 2025 Thailand

KLIKMU.CO – Capaian membanggakan kembali diraih oleh alumnus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Muhammad Nanda Risydianto SKes MOr, lulusan Program Studi Fisioterapi UMM angkatan 2015, turut ambil bagian dalam keberhasilan Tim Nasional Basket Putri Indonesia meraih medali perunggu pada SEA Games 2025 di Thailand. Sejak 2021, Nanda—sapaan akrabnya—telah dipercaya sebagai fisioterapis Timnas Basket Putri Indonesia. Komitmen dan profesionalismenya kembali berbuah manis pada SEA Games 2025, saat tim Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 62–55 pada laga perebutan medali perunggu, Jumat (19/12/2025). Keberhasilan tersebut memastikan Indonesia naik podium dan tidak terlepas dari peran tim fisioterapis dalam menjaga kondisi fisik atlet tetap optimal sepanjang turnamen. Dalam olahraga prestasi, kesiapan fisik, pencegahan cedera, serta pemulihan yang tepat merupakan faktor krusial dalam menunjang performa atlet di lapangan. Dalam menjalankan perannya sebagai fisioterapis Timnas Basket Putri, Nanda mengungkapkan bahwa tantangan terbesar adalah memahami karakter, kebutuhan, dan kondisi fisik setiap atlet. “Setiap atlet memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Terlebih atlet perempuan, penanganannya membutuhkan kepekaan lebih, terutama terkait faktor fisiologis seperti siklus bulanan yang dapat memengaruhi kebugaran, performa, hingga risiko cedera,” jelasnya. Pengalaman Nanda di level nasional dan internasional didukung oleh latar belakang pendidikan formal dan nonformal yang kuat. Selain menyelesaikan pendidikan fisioterapi dan magister olahraga, ia juga mengantongi berbagai sertifikasi profesional seperti AIFO, CDNP, dan COMT yang menunjang kompetensinya sebagai fisioterapis olahraga. Keahlian tersebut membantunya memahami respons fisiologis tubuh atlet, menyusun strategi pemulihan, serta melakukan pencegahan kelelahan dan cedera selama latihan maupun pertandingan. Sebelum bergabung dengan Timnas Basket Putri Indonesia, Nanda telah memiliki pengalaman luas di dunia olahraga nasional. Ia pernah mendampingi Prapon Futsal Jawa Timur 2019 serta menjadi fisioterapis tim Basket Putri Fever Surabaya sejak 2021 hingga sekarang, di samping berbagai pengalaman profesional lainnya. Kiprah Muhammad Nanda Risydianto menjadi bukti nyata bahwa lulusan Fisioterapi UMM mampu berkontribusi di level nasional hingga internasional. Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga menegaskan peran strategis fisioterapis dalam mendukung kemajuan olahraga prestasi Indonesia. (Faqih/AS)
Mahasiswa dengan Keluarga Terdampak Bencana Sumatera di Malang Dapat Pendampingan Psikologis

HALLO MALANG – Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga memunculkan tekanan psikologis bagi keluarga korban, termasuk mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret dengan membuka layanan pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh. Pendampingan ini diselenggarakan melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) UMM sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan mental mahasiswa di tengah situasi krisis yang berpotensi mengganggu stabilitas emosional dan aktivitas akademik. Kepala Bimbingan dan Konseling (BK) UMM, Cahyaning Suryaningrum, menjelaskan bahwa secara umum layanan BK diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Namun, dalam situasi bencana, fokus pendampingan sementara ini diarahkan pada mahasiswa UMM yang berada di Malang tetapi memiliki keluarga di wilayah terdampak. Pendekatan tersebut dipilih karena mahasiswa menjadi kelompok yang paling cepat dijangkau sekaligus rentan mengalami tekanan psikologis yang berdampak langsung pada proses belajar. “Yang paling memungkinkan untuk kami dampingi secara cepat adalah mahasiswa yang keluarganya berada di wilayah terdampak bencana. Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, shock, hingga gangguan konsentrasi belajar sehingga membutuhkan dukungan psikologis sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat,” ujarnya, Rabu 24 Desember 2025. Lebih lanjut, Cahyaning menegaskan bahwa peran BK UMM tidak hanya bersifat responsif terhadap situasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendukung kesehatan mental sivitas akademika secara berkelanjutan. Tekanan emosional yang tidak tertangani, menurutnya, berpotensi memengaruhi keberlangsungan studi dan kualitas kehidupan mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, BK UMM menerapkan pendekatan yang tidak semata-mata kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Edukasi kesehatan mental terus dilakukan melalui berbagai konten dan media agar mahasiswa memiliki pemahaman serta keterampilan dalam mengelola emosi secara mandiri, terutama saat menghadapi situasi krisis yang berkaitan dengan kondisi keluarga. “Tujuan utama kami adalah memberdayakan mahasiswa agar mampu menghadapi situasi sulit, bukan membuat mereka bergantung pada layanan konseling. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tetap dapat menjalani perkuliahan secara optimal meskipun berada dalam kondisi emosional yang menantang akibat bencana yang menimpa keluarga mereka,” ujar Cahyaning. Sebagai bentuk dukungan nyata, BK UMM membuka layanan konseling yang dapat diakses melalui berbagai mekanisme. Mahasiswa dapat mendaftar secara daring, datang langsung ke kantor BK, maupun memanfaatkan layanan komunikasi awal berbasis chat. Selain itu, pendampingan juga dapat dilakukan secara daring melalui platform digital, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan mahasiswa. Melalui inisiatif ini, UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental mahasiswa. Layanan BK diharapkan menjadi ruang aman dan inklusif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan psikologis, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan kebutuhan mendasar yang mendapat perhatian serius dalam ekosistem pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang.
Pelatihan Pengembangan Kepribadian Digelar di SMK Modern Ar Rifa’ie 2 Malang

pwmu.co –Pada Rabu (10/12/2025), mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Personality Development Training sebagai tugas mata kuliah Desain Pelatihan di Pondok Modern Ar Rifa’ie 2 Malang.Rombongan berangkat sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 08.45 WIB. Sesampainya di pondok, tim segera menghadap kantor untuk berkoordinasi dan memastikan kesiapan seluruh fasilitas, mulai dari aula, mikrofon, hingga proyektor. Setelah mengecek kelengkapan tersebut, tim sempat menunggu sekitar 5–10 menit karena para santri masih melaksanakan ujian. Sambil menunggu peserta selesai ujian, tim panitia menuju aula untuk mempersiapkan materi, konsumsi, serta perlengkapan lainnya. Setelah ujian berakhir, para santri dipersilakan memasuki aula dengan membawa laptop, kertas, dan alat tulis yang diperlukan. Acara dimulai pukul 09.15 WIB dan dibuka oleh MC. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pemateri. Pada rencana awal terdapat lima materi, namun satu pemateri berhalangan hadir karena sedang menjadi perwakilan ke Sumatra untuk membantu korban bencana banjir. Dengan demikian, hanya empat pemateri yang menyampaikan materi pelatihan. Foto bersama pemateri usai penutupan. Foto: Istimewa/PWMU.CO Masing-masing pemateri mendapatkan waktu penyampaian antara 20 hingga 35 menit, lengkap dengan sesi diskusi serta studi kasus. Setiap materi juga diawali dengan ice breaking untuk membantu peserta lebih rileks dan siap mengikuti pelatihan. Rangkaian penyampaian materi berakhir sekitar pukul 12.15 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan post-test dan evaluasi melalui Google Form yang dibagikan melalui email maupun grup kelas para santri. Selama proses pengisian post-test, panitia turut mendampingi peserta yang mengalami kendala teknis. Setelah seluruh peserta menyelesaikan evaluasi, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Pada pukul 12.50 WIB, rombongan panitia berpamitan kepada para santri dan juga para guru serta ustaz di kantor Pondok Modern Ar Rifa’ie 2 Malang, menandai berakhirnya seluruh rangkaian pelatihan. *) Penulis : Cahya Putri Wahyuningarti *) Editor : Aalimah Qurrata Ayun
MPM PWM Jatim Perkuat Kelembagaan JATAM, Siapkan Agenda Strategis 2026 28/12/2025 18:20 – 947 views

pwmu.co – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan Evaluasi Akhir Tahun di Gedung PWM Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV/1. Surabaya Sabtu (27/12/2025), . Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran JATAM sebagai wadah pemberdayaan petani Muhammadiyah sekaligus sarana dakwah bil hal di sektor pertanian dan perdesaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan MPM PWM Jatim, perwakilan MPM daerah, pengurus dan anggota JATAM dari berbagai kabupaten, serta mitra strategis. Selain penguatan kelembagaan, forum ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun 2025. Bendahara PWM Jawa Timur drh. Zainul Muslimin menegaskan, penguatan kelembagaan JATAM menjadi kunci keberlanjutan gerakan pemberdayaan petani Muhammadiyah. “JATAM harus dibangun dengan kelembagaan yang kuat agar program-program pemberdayaan petani Muhammadiyah dapat berjalan berkelanjutan dan tetap berlandaskan nilai Islam berkemajuan, kemandirian, serta keadilan sosial,” ujarnya. Ketua MPM PWM Jatim Lutfi J. Kurniawan mengatakan, JATAM memiliki posisi strategis dalam gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang ekonomi umat. “JATAM tidak hanya sebagai wadah komunitas petani, tetapi juga instrumen dakwah bil hal Muhammadiyah untuk membangun kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Ketua Divisi Pemberdayaan Petani, Nelayan, dan Buruh Migran MPM PWM Jawa Timur, Hutri Agustino, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Tujuan pertama adalah penguatan kelembagaan JATAM melalui pembentukan struktur pimpinan di tingkat PWM Jawa Timur. Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara khidmat, terpilih Anas Sholikhin dari JATAM Kabupaten Pasuruan sebagai Ketua, Khodir dari JATAM Kabupaten Bojonegoro sebagai Wakil Ketua, Ishak dari JATAM Kabupaten Lumajang sebagai Sekretaris, dan MD Moh Nor Haq dari JATAM Kabupaten Jember sebagai Wakil Sekretaris. Kepengurusan inti tersebut akan diperkuat oleh koordinator wilayah zonasi. “Struktur ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan memperjelas arah gerak JATAM di seluruh Jawa Timur,” kata Hutri. Tujuan kedua adalah penguatan sinergi MPM PWM Jawa Timur dengan mitra strategis, khususnya perguruan tinggi Muhammadiyah. Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhamad Salis Yuniardi, menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikolaborasikan dengan aktivitas akademik. “Program pemberdayaan petani bisa disinergikan dengan KKN mahasiswa serta penelitian dan pengabdian dosen yang dilakukan secara tematik. Dengan begitu, dampaknya akan lebih luas dan berkelanjutan,” paparnya. Tujuan ketiga adalah evaluasi akhir tahun 2025 yang membahas capaian program, tantangan di lapangan, serta rekomendasi perbaikan untuk tahun mendatang. Evaluasi ini menjadi dasar penyusunan program kerja MPM PWM Jawa Timur agar lebih terarah dan berdampak nyata. Menurut Hutri Agustino, salah satu agenda strategis pada tahun 2026 adalah penyelenggaraan Jambore JATAM yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun di Kabupaten Lumajang. “Jambore JATAM akan menjadi ajang konsolidasi, berbagi praktik baik, dan penguatan jejaring petani Muhammadiyah se-Jawa Timur,” ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris MPM PWM Jawa Timur, Abdus Salam, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi peneguh komitmen MPM PWM Jawa Timur dalam mendorong sinergi antara struktur organisasi, jamaah, dan masyarakat luas. “MPM PWM Jawa Timur akan terus mengembangkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal, keadilan sosial, dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)
Akademisi UMM Ungkap Fakta Akar Bullying Ada di Rumah, Pendidikan Agama Jadi Kunci

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rokayah S.E., M.Pd., menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying yang selama ini lebih banyak disorot terjadi di lingkungan sekolah..Padahal, menurutnya, akar persoalan justru kerap bermula dari lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikan Rokayah seusai melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Sabtu (27/12/2025), sebagaimana rilis yang diterima Bangkapos.com. Rokayah menjelaskan, kegiatan PKM tersebut dilatarbelakangi oleh temuan bahwa praktik bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga sering berlangsung di dalam rumah. Tanpa disadari, pola komunikasi dan perilaku yang kurang sehat di lingkungan keluarga membentuk sikap anak yang kemudian terbawa ke kehidupan sosialnya, termasuk di sekolah. “Selama ini bullying seolah hanya dipahami sebagai persoalan sekolah. Padahal, dari hasil pengamatan dan penelitian saya, praktik perundungan juga terjadi di rumah dan memberikan kontribusi besar terhadap perilaku anak di luar rumah,” kata Rokayah. Rokayah menuturkan, kebiasaan berkomunikasi dengan nada kasar, merendahkan, atau penuh emosi di lingkungan keluarga kerap ditiru anak. Perilaku tersebut kemudian dipraktikkan saat anak berinteraksi dengan teman sebaya di sekolah, meskipun orang tua sering kali tidak menyadarinya. Menurut Rokayah, pola tersebut memang tidak selalu muncul pada setiap anak, namun tetap memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter dan perilaku sosial mereka. “Anak belajar dari apa yang ia lihat dan dengar di rumah. Ketika tidak ada edukasi yang tegas bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain itu salah, maka di sekolah perilaku tersebut bisa dianggap wajar,” katanya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Rokayah mengungkapkan bahwa praktik bullying sudah muncul sejak usia dini. Bahkan, pada jenjang taman kanak-kanak (TK), ia menemukan sekitar 35 hingga 50 persen aktivitas anak yang mengarah pada perilaku perundungan. Namun, kondisi tersebut kerap dianggap lumrah karena anak-anak masih berada pada usia yang dianggap belum memahami dampak perbuatannya. “Memasuki jenjang SD, pola itu muncul kembali dan dari tahun ke tahun datanya terus meningkat. Di Pangkalpinang sendiri tercatat puluhan kasus kekerasan terhadap anak, dan sebagian besar memiliki keterkaitan dengan praktik bullying,” ungkapnya. Rokayah menegaskan, bullying merupakan persoalan yang kompleks dan bersifat sistematis. Faktor keluarga, lingkungan sekitar, sekolah, hingga kebijakan pemerintah saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. “Ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya orang tua, bukan hanya sekolah, tetapi seluruh elemen harus memahami persoalan ini secara utuh agar praktik bullying dapat diminimalkan,” tegasnya. Sebagai Kepala Sekolah MI Tahfiz Plus Khoiru Ummah, Rokayah juga menekankan pentingnya pendidikan agama Islam dalam membentuk regulasi sosial-emosional anak. Ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi amarah, hawa nafsu, dan dorongan naluriah yang jika tidak dikendalikan dengan nilai-nilai keagamaan, dapat berkembang menjadi perilaku destruktif. Sumber: bangkapos