Wamen Dikti Apresiasi Kontes Kapal Mahasiswa
Kota Malang, Bhirawa Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kompetensi para peserta Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2025. Apresiasi ini disampaikan dalam acara penutupan akbar yang digelar di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Sabtu, 6/12 kemarin. Dalam sambutannya, Fauzan menyebut para peserta sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri. Jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,”ujar Wamen Dikti. Ia juga menegaskan bahwa penutupan kegiatan yang untuk pertama kalinya disatukan ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. Fauzan berpesan agar para pemenang tidak cepat puas, dan bagi yang belum meraih kemenangan untuk tetap menjaga determinasi. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,”imbuhnya. Acara penutupan juga diselingi momen kemanusiaan, di mana seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Wamen Dikti menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian tak terpisahkan dari pengabdian mahasiswa. Di tempat yang sama, Penasihat Khusus Presiden RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut memotivasi mahasiswa untuk tidak cepat merasa puas dan pantang menyerah. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci lahirnya karya akademik yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutup Rektor UMM. [mut.wwn]
UMM Tutup KKI dan Abdidaya Ormawa 2025, Kolaborasi Kampus untuk Indonesia Maju
Malangpariwara.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025. Yang diadakan dalam sebuah acara akbar di Hall Dome UMM, Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya, dua agenda besar nasional ini digelar dalam satu panggung. Memadukan inovasi teknologi maritim, semangat pengabdian masyarakat, serta momen refleksi kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. mengapresiasi kompetensi para peserta. Ia menyebutnya sebagai representasi terbaik mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli” ujarnya. Fauzan menegaskan, penutupan ini bukan akhir perjalanan, tetapi awal tantangan baru. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat puas dan mendorong peserta lain tetap menjaga semangat. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” pesan mantan Rektor UMM itu. Rangkaian acara juga diwarnai momen kemanusiaan. Seluruh hadirin diajak berdoa bersama serta menggalang dana untuk korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Fauzan menyebut empati sosial sebagai bagian penting dari proses pendidikan dan pengabdian mahasiswa. Motivasi Peserta Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut hadir dan memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan pentingnya keteguhan dan sikap rendah hati. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Muhadjir juga mendorong para mahasiswa untuk meneladani kegigihan para pemimpin bangsa, termasuk Presiden RI, dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Sebagai tuan rumah, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. sendiri menekankan kolaborasi merupakan kunci lahirnya karya akademik dan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas. Penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa, menurutnya, menjadi contoh nyata kekuatan sinergi antarkampus. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya. (Djoko W)
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM dan UiTM Malaysia Kolaborasi Bawa Permainan Tradisional Jawa ke Kancah Global
portalbontang.com, Malang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membuktikan komitmennya dalam internasionalisasi budaya lokal. Melalui Program Studi Ilmu Komunikasi, Kampus Putih ini menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk mengangkat kekayaan Permainan Tradisional Jawa ke ranah global. Kolaborasi strategis ini terwujud dalam agenda bertajuk “Multimedia Cultural Chronicles: Unveiling the Joy of Javanese Traditional Games Collaboration Program” yang berlangsung selama sepekan, mulai 23 November 2025 lalu. Melansir rilis resmi Humas UMM, puluhan mahasiswa dari kedua negara berkolaborasi intensif. Mereka tidak hanya bermain, tetapi juga melakukan riset, wawancara, dan dokumentasi kreatif di sejumlah lokasi bersejarah di Malang dan Batu, seperti Museum Panji, Desa Wisata Ngawonggo, dan Taman Dolan. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM, Dr. Fauzik Lendriyono, M.Si., menyambut hangat sinergi ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa UiTM bukan sekadar kunjungan akademik, melainkan investasi jejaring masa depan. “UMM sangat senang dan bangga menerima mahasiswa dari luar negeri. Saya berharap adik-adik memperkuat kolaborasi dan komunikasi karena itu adalah social capital,” ujar Fauzik saat pembukaan acara. Ia menekankan bahwa program ini dirancang untuk mengasah kompetensi mahasiswa dalam menjaga perilaku dan norma budaya, sekaligus menghasilkan karya yang bisa dinikmati publik luas. Kesan Mahasiswa Malaysia Salah satu peserta dari UiTM Malaysia, Tengku Syamimi Afiqah, mengaku terkesan dengan pengalaman belajarnya di Malang. Program ini memberinya perspektif baru tentang kekayaan budaya nusantara. “Lingkungan di UMM sangat ramah dan menginspirasi,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini memungkinkan mereka mendapatkan wawasan mendalam tentang permainan tradisional yang didokumentasikan. Hasil akhir dari program pertukaran ini bukan sekadar laporan tertulis, melainkan produk multimedia yang estetik. Para mahasiswa memproduksi Coffee Table Book eksklusif dan video dokumenter yang menjelaskan cara memainkan berbagai permainan tradisional Jawa. Langkah konkret UMM ini diharapkan mampu mempromosikan kearifan lokal Indonesia kepada audiens internasional melalui pendekatan multimedia yang modern dan relevan dengan generasi muda. ***
Akhiri KKI & Abdidaya Ormawa, UMM Gaungkan Kepedulian untuk Korban Banjir Sumatra
Kota Malang, blok-a.com – Penutupan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 berlangsung meriah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya dua agenda nasional itu disatukan dalam satu panggung, menjadi penanda rampungnya kompetisi inovasi maritim sekaligus program pengabdian masyarakat yang diinisiasi mahasiswa. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memberikan apresiasi atas kualitas karya yang ditampilkan peserta. Ia menyebut mereka sebagai kelompok terpilih yang merepresentasikan jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri. Jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” ujarnya. Fauzan menegaskan bahwa penutupan agenda ini bukan akhir perjuangan, melainkan pintu awal memasuki fase baru. Ia meminta pemenang untuk tidak berhenti berkarya, sementara peserta lain diminta menjaga semangat dan determinasi. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” tuturnya. Penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa turut diwarnai aksi kemanusiaan. Seluruh peserta dan undangan diajak menggalang donasi serta mengheningkan cipta bagi korban banjir yang melanda wilayah Sumatra. Fauzan menilai empati sosial tidak dapat dilepaskan dari proses pendidikan dan pengabdian. Dari panggung yang sama, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Ketua Badan Pembina Harian UMM sekaligus Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji, memberi pesan agar mahasiswa tidak cepat berpuas diri. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa,” tegasnya. Ia menekankan keteguhan, kerja keras, dan keyakinan sebagai modal penting untuk meraih keberhasilan. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi dalam lahirnya karya dan pengabdian berkualitas. Menurutnya, penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa menjadi contoh konkret sinergi antarperguruan tinggi dalam membangun ekosistem akademik yang relevan. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya.
UMM Resmi Menutup Acara KKI dan Abdidaya Ormawa 2025
Malanginspirasi.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi menutup rangkaian kegiatan Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 pada Sabtu (7/12/2025) di Dome UMM. Penutupan ini menjadi puncak dari penyelenggaraan dua agenda nasional yang mempertemukan mahasiswa berprestasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kerja sama antarkampus memiliki peran penting. Terutama dalam melahirkan inovasi dan program pengabdian masyarakat yang memberi dampak nyata. Ia menjelaskan bahwa penyatuan KKI dan Abdidaya Ormawa tahun ini menunjukkan kuatnya sinergi civitas akademika dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi. Ia berharap momentum ini menjadi dorongan baru bagi seluruh peserta. “Semoga kegiatan ini menjadi sumber energi dan semangat yang besar bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ujarnya. Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji yang juga menjabat sebagai Ketua BPH UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., mengingatkan peserta agar tidak cepat merasa puas. Ia menekankan pentingnya tetap rendah hati bagi para pemenang, sekaligus terus berusaha memperbaiki diri. “Jangan lekas puas, dan para juara pun tidak boleh bersikap angkuh,” tegasnya. Muhadjir juga mendorong mahasiswa meneladani etos kerja para pemimpin bangsa. Termasuk Presiden RI, yang terus berjuang menghadapi tantangan nasional. Representasi Mahasiswa Wakil Menteri Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, menyampaikan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ia menjelaskan bahwa peserta kegiatan ini merupakan bagian kecil dari mahasiswa Indonesia. Yang memiliki kapasitas di bidang kemaritiman dan pemberdayaan masyarakat. “Kalian adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia. Hari ini kalian menjadi pemenang, tetapi kemenangan ini tidak boleh membuat kalian berhenti berkembang,” pesannya. Fauzan menambahkan bahwa kompetensi yang dimiliki para peserta menempatkan mereka dalam kelompok mahasiswa elit. Di mana hanya satu persen yang memiliki kemampuan serupa. Ia berharap kemampuan ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan berikutnya sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Semoga kiprah kalian hari ini menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan hidup, sebagai awal dari transformasi menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya.
KKI dan Abdidaya Ormawa 2025 Ditutup Meriah di UMM: Inovasi Mengakhiri Laga, Solidaritas Menguatkan Bangsa
MALANG (SurabayaPost.id) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup giat Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 dalam sebuah acara akbar yang digelar meriah di Hall Dome UMM pada Sabtu, 6 Desember 2025. Gelaran yang untuk pertama kalinya disatukan dalam satu panggung ini bukan hanya menjadi penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan pengabdian masyarakat, tetapi juga momen refleksi dan solidaritas kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., memuji kompetensi yang dimiliki para peserta KKI dan Abdidaya Ormawa, menyebut mereka sebagai kelompok terpilih dari jutaan mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” katanya. Fauzan juga menegaskan bahwa penutupan KKI dan Abdidaya Ormawa ini bukanlah titik akhir, melainkan pemantik perjalanan kehidupan selanjutnya. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” tambahnya. Acara penutupan ini juga diwarnai dengan momen kemanusiaan, di mana seluruh hadirin diajak menggalang dana dan berdoa bersama sebagai wujud solidaritas terhadap korban bencana banjir di Pulau Sumatera. Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM, menyampaikan motivasi yang membangkitkan semangat para mahasiswa agar terus berjuang dan tidak cepat merasa puas. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Sementara Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, menekankan bahwa kolaborasi adalah kunci lahirnya karya akademik dan pengabdian masyarakat yang mampu mempercepat terwujudnya Indonesia Maju 2045. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya. (**).
UMM Resmi Tutup Kontes Kapal Indonesia dan Abdidaya Ormawa 2025, Tekankan Solidaritas dan Kolaborasi
HALLO MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menutup rangkaian Kontes Kapal Indonesia (KKI) dan Abdidaya Ormawa 2025 melalui sebuah acara puncak yang digelar meriah di Hall Dome UMM, Sabtu (6/12/2025). Untuk pertama kalinya, kedua agenda nasional itu dipadukan dalam satu panggung, menjadi penanda berakhirnya kompetisi inovasi maritim dan program pengabdian masyarakat sekaligus momentum refleksi kebangsaan. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., mengapresiasi kualitas para peserta yang dinilainya mewakili potensi besar mahasiswa Indonesia. “Saudara adalah representasi dari jutaan mahasiswa Indonesia yang sedang berjuang meningkatkan kapasitas diri, jadikan kompetisi ini sebagai latihan mental dan intelektual. Negara membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan peduli,” ujarnya. Fauzan menegaskan bahwa acara penutupan ini bukan akhir perjalanan, melainkan pemantik bagi mahasiswa untuk melangkah lebih jauh. Ia mengingatkan para pemenang agar tidak cepat puas, sementara peserta lain tetap menjaga semangat. “Ini adalah modal untuk melakukan transformasi kehidupan yang lebih baik,” katanya. Acara tersebut juga diwarnai momen doa bersama dan penggalangan dana bagi korban banjir di Pulau Sumatera. Fauzan mengajak seluruh hadirin mengheningkan cipta sebagai bentuk solidaritas. Ia menekankan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Penasihat Khusus Presiden RI untuk Urusan Haji sekaligus Ketua Badan Pembina Harian UMM, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., turut memberikan motivasi kepada para peserta. “Jangan segera puas, dan yang menang juga tidak boleh jumawa (angkuh),” tegasnya. Ia menekankan pentingnya keteguhan dan semangat pantang menyerah, mencontohkan kegigihan Presiden RI dalam menghadapi berbagai tantangan nasional. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyoroti pentingnya kolaborasi dalam melahirkan karya akademik dan pengabdian masyarakat yang berdampak besar. Ia berharap penyelenggaraan terpadu KKI dan Abdidaya Ormawa dapat menjadi inspirasi bagi perguruan tinggi lain dalam memperkuat kerja sama. “Semoga ini semua menjadi energi baru dan semangat baru kita untuk terus mengabdi kepada bangsa,” tutupnya.
Materi Kuliah dan Persaingan Antar Mahasiswa Bisa Bikin Stres
MALANG POST – Sejumlah faktor bisa menjadi penyebab stres pada mahasiswa. Bahkan diantaranya sampai berujung pada bunuh diri. Diantara faktor yang menyebabkan tekanan psikologis pada mahasiswa, termasuk kesulitan memahami materi kuliah dan persaingan antar teman. Hal itu disampaikan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Malang, Maulana Nazil Al Haq, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Sabtu (6/12/2025) kemarin. Nazil menyampaikan, pihak kampus memang sudah menyediakan layanan konseling. Tapi sayangnya belum menjangkau seluruh mahasiswa. “Selain itu juga ada stigma dan ketakutan mahasiswa, untuk menggunakan layanan konseling secara formal,” katanya. Sementara Wakil Rektor Kemahasiswaan, Alumni, dan Keagamaan Universitas Islam Malang, Dr. Muhammad Yunus menambahkan, kampus melakukan pendekatan lewat tiga cara. Kurikuler, ko-kurikuler dan ekstrakurikuler. Yunus juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat, untuk ikut memperhatikan kesehatan mental mahasiswa, melalui interaksi sosial yang lebih baik. Sedangkan Kepala Unit Pelaksana Teknis Bimbingan Konseling (UPT BK) Universitas Muhammadiyah Malang, Dr. Cahyaning Suryaningrum menyebut, ada kurang lebih 50 sampai 80 kasus per bulan, yang masuk ke layanan bimbingan konseling untuk mahasiswa. “Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa, untuk mencari pertolongan ketika menghadapi masalah,” sebutnya. Cahyaning menyampaikan, sangat penting untuk mengubah branding kalau Bimbingan Konseling bukan tempat orang bermasalah. Tapi juga tempat untuk mengembangkan diri yang lebih positif. Menurut Cahyaning, pendekatan proaktif dan preventif harus dilakukan lewat berbagai cara termasuk edukasi lewat media sosial. (Anisa Afisunani/Ra Indrata)
Bencana Sumatera, Universitas Brawijaya dan UMM Kirim Tim ke Agam
koranjakarta, MALANG – Sebagai respon awal tanggap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, Universitas Brawijaya Malang mengirimkan tim pendahulu menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Tim ini berangkat dari Malang pada Sabtu (6/12) pagi dan diperkirakan mendarat di Bandara International Minangkabau, Sumatera Barat di hari yang sama. . “Tim ini akan melakukan uji cepat sekaligus berkoordinasi dengan stakeholder setemlat sebelum kedatangan logistik dan tim yang lebih lengkap”, jelas Aurick selaku ketua tim tanggap bencana Sumbar UB-UMM. Kolaborasi tim emergensi UB dan UMM ini akan menuju Kabupaten Agam. “Ini setelah hasil koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pemberxayaan Perempuan dan Anak, sehingga diputuskan fokus bantuan akan dikerahkan di Kecamatan Palembayan dan Malalak, Kabupaten Agam”, imbuhnya. Tim ini terdiri atas 15 orang dosen, 9 orang tenaga kependidikan, dan 27 orang mahasiswa dari kedua kampus. Informasi yang didapat oleh Tim, Kecamatan Palembayan dan Malalak merupakan wilayah terdampak paling parah akibat banjir bandang. Di Palembayan sendiri, pemukiman warga rata dengan tanah akibat Lumpur dan miminnya akses air bersih. Hasil asesemen ini, jelasnya, akan menjadi panduan tim selanjutnya yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, dan bertugas hingga tanggal 17 December mendatang.
UB-UMM Kolaborasi Kirimkan Tim tanggap Bencana ke Sumbar
MALANG POST – Respons cepat Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terhadap bencana yang melanda Aceh, Sumatera Barat (Sumbar), dan Sumatera Utara (Sumut) telah memasuki tahap pendahuluan. Tim pendahulu yang dinilai siap untuk melakukan penilaian lapangan dan koordinasi awal telah diberangkatkan dari Malang menuju Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Sabtu pagi 6 Desember 2025. Dukungan ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif kedua kampus dalam membantu proses respon kemanusiaan yang intensif di wilayah terdampak. Tim pendahulu terdiri dari, dr. Aurick Yudha Nagara, Sp.EM., KPEC., Bdn, Mustika Dewi, S.ST., M.Keb dan dr. Ahmadal Mustafa. Tim gabungan ini terdiri dari 15 dosen, 9 tenaga kependidikan dan 27 mahasiswa dari kedua kampus. Ketua tim tanggap bencana Sumbar UB-UMM, dr. Aurick Yudha Nagara, menjelaskan bahwa misi awal tim adalah melakukan uji cepat terhadap kondisi lapangan sekaligus menjalin komunikasi dengan para pemangku kepentingan setempat. Tujuannya adalah untuk memetakan kebutuhan prioritas sebelum kedatangan logistik dan tim teknis yang lebih besar. Kolaborasi emergensi antara UB dan UMM ini akan menuju Kabupaten Agam untuk melakukan asesmen awal. “Koordinasi kami dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Barat dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak menghasilkan keputusan bahwa fokus bantuan akan dipusatkan di Kecamatan Palembayan dan Malalak,” jelas Aurick. Hasil asesmen lapangan awal menunjukkan bahwa Palembayan dan Malalak adalah wilayah yang paling terdampak. Di Palembayan, sejumlah permukiman warga teramat rusak berat akibat banjir bandang dan lumpur yang membentuk permukaan tanah. Akses terhadap air bersih juga menjadi tantangan serius bagi warga setempat. Rencana kerja berikutnya adalah merangkum temuan asesmen ini menjadi pedoman bagi tim yang akan berangkat dalam waktu dekat. Tim lanjutan diperkirakan akan bertugas hingga tanggal 17 Desember, dengan fokus pada penanganan kebutuhan mendesak, pemulihan infrastruktur dasar, serta dukungan kesehatan dan perlindungan bagi korban terdampak. Kata seorang dosen pendamping yang terlibat dalam persiapan, “Kehadiran tim ini tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga semangat solidaritas dari komunitas akademik yang peduli pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.” Kehadiran tim pendahulu UB-UMM di Kabupaten Agam menjadi bagian dari respons komprehensif yang mengedepankan kolaborasi lintas institusi, akurasi data di lapangan, serta kepekaan terhadap kebutuhan korban dampak bencana. Pihak kampus berharap hasil asesmen ini mempercepat pelaksanaan bantuan yang tepat sasaran dan berdampak positif bagi pemulihan warga Palembayan dan Malalak. Rektor UB melalui Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Kemendikbudsaintek, serta menyiapkan berbagai aktivitas dan dukungan lapangan. “Tim emergensi dan disaster juga sudah bersiap membantu teman-teman yang ada di lokasi bencana,” katanya. Menurutnya, Kemendikbudsaintek telah mengoordinasikan sembilan perguruan tinggi di Jawa untuk terlibat langsung dalam penanganan bencana di Sumatera dan Aceh. UB menjadi salah satu kampus yang diminta mengirimkan tim dan proposal resmi terkait bentuk partisipasi kampus. “Insyaallah tanggal 6 kita rencanakan tim tanggap bencana dari Universitas Brawijaya akan berangkat dengan mengerahkan perangkat yang kita miliki, termasuk teknologi inovasi yang dapat diterapkan di daerah bencana,” jelas Prof. Widodo. “Tim akan berkolaborasi dengan perguruan tinggi lain, termasuk Universitas Muhammadiyah Malang, serta universitas lokal sebagai mitra di lokasi bencana. Mahasiswa dari program dokter spesialis, kesehatan, gizi, hingga bidang terkait lainnya akan dilibatkan dalam misi kemanusiaan ini,” imbuhnya. Selain itu, UB juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang berasal dari wilayah bencana. Kampus akan menyediakan skema advokasi, termasuk bantuan pembayaran UKT serta kebutuhan bulanan yang mungkin terhambat akibat kondisi darurat. “Selama ada mahasiswa yang melapor ke kita, insyaallah akan kita bantu semaksimal mungkin. UKT dan kebutuhan lain akan kita advokasi sesuai kondisi yang dihadapi,” tegasnya. Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, Prof. Unti Ludigdo menambahkan, tim UB akan diterjunkan ke Kabupaten Agam, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah namun masih dapat dijangkau tim darurat. “UB menyiapkan sekitar 45 mahasiswa lintas jenjang S1, S2, hingga profesi untuk bergabung dalam program KKN Kemanusiaan di wilayah terdampak,” ungkapnya. Dalam misi tersebut, UB akan membawa beberapa perangkat teknologi inovatif, di antaranya Teknologi penjernihan air bersih, hingga upaya pendampingan trauma healing. “Sementara kebutuhan jaringan komunikasi dan listrik akan dikoordinasikan dengan Komdigi serta BNPB,” tandasnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)