Dosen Hukum UMM Raih Posisi 100 Akademisi Terbaik Dunia

Readers.id-Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM) Sholahuddin Al Fatih sukses meraih prestasi di kancah global. Seperti diberitakan oleh Edukasi, namanya tercatat dalam daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia bidang Ilmu Sosial versi measuresHE. Capaian prestisius ini menempatkannya sejajar dengan peneliti dari kampus bergengsi dunia. Seperti Oxford University (Inggris) hingga Deakin University (Australia). Berbeda dengan pemeringkatan institusi pada umumnya, measuresHE secara spesifik menilai rekam jejak individu peneliti secara objektif tanpa skema langganan berbayar. Pria yang akrab disapa Fatih tersebut menjelaskan bahwa pemeringkatan ini menggunakan tiga indikator metrik ketat untuk menempatkan akademisi sebagai pilar intelektual sejati. Tiga indikator tersebut meliputi Research Gravitas yang mengukur kedalaman intelektual, Olympic Mean untuk menyaring konsistensi mutu karya, serta Interaction Credit sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi substantif. Seluruh data tersebut dilacak secara murni melalui profil akademik terverifikasi seperti Scopus dan Web of Science. Saat mendapatkan kabar soal capaian ini, Fatih mengapresiasi metode yang digunakan measuresHE dalam menentukan siapa saja yang pantas masuk daftar tersebut. MeasuresHE benar-benar mengkurasi kedalaman substansi tulisan para nominatornya tanpa memandang label nama besar. Fatih sendiri memegang prinsip bahwa menembus jajaran elit akademisi tingkat dunia bukan sekadar perkara memperbanyak publikasi, melainkan pembuktian kedalaman dan dampak nyata sebuah karya keilmuan. “Pengakuan ini memvalidasi upaya pengejaran riset yang menawarkan wawasan mendalam dan berdampak, bukan sekadar mengejar jumlah publikasi, tepatnya saya menempati peringkat ke-91,” kata Fatih. Riset yang Berdampak bagi Masyarakat Sepanjang kariernya, ia telah menghasilkan sekitar 60 artikel terindeks Scopus, 5 artikel di Web of Science Core Collection, dan ratusan karya di Google Scholar. Isu yang ia angkat konsisten bersinggungan langsung dengan masyarakat. Seperti teknologi, media sosial, dan dinamika hukum di tengah disrupsi zaman. “Kami harus menjembatani bagaimana hukum itu lebih aplikatif dan lebih banyak diterapkan. Tidak hanya berkutat di ranah konsep, tapi juga bagaimana implementasi nyatanya di masyarakat,” ujar Fatih. Bukti nyata dari riset berdampak tercermin dalam karya unggulannya yang lahir saat pandemi 2021. Ia membedah ekspresi masyarakat di media sosial beserta konsekuensi hukumnya. Meski topiknya dekat dengan keseharian, riset ini justru memiliki kekuatan besar dalam mengkaji bagaimana ruang digital memicu tekanan psikologis hingga jeratan hukum. Riset tersebut sekaligus menegaskan bahwa hukum tidak boleh berhenti di tataran teori, tetapi harus hadir secara praktis. Atas berbagai risetnya, kontribusi Fatih terasa di dua sisi, yakni memperkaya diskursus akademik sekaligus memberikan sudut pandang yang solutif dalam praktik lapangan. Dukungan Ekosistem Kampus Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan UMM yang menyediakan ekosistem riset yang mumpuni, mulai dari akses jurnal primer, fasilitas internet, hingga insentif publikasi. Fatih berharap capaiannya ini dapat semakin mengharumkan nama UMM di kancah internasional sekaligus memotivasi rekan sejawat serta mahasiswa. Ia pun membagikan rahasia suksesnya, yakni merawat konsistensi ide dengan rutin mencatat kerangka pemikiran setiap hari. “Capaian ini menjadi dorongan agar UMM semakin dikenal secara global, sekaligus memacu semangat menulis para dosen dan mahasiswa. Riset itu harus memberi dampak nyata. Jadi, mulai saja, jangan takut ditolak, dan teruslah maju!” kata Fatih.

GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Siapkan Generasi Tenaga Medis dan Perkuat Posisi sebagai Pusat Pendidikan Kesehatan

MALANG, JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan langkah besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dengan meresmikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berada di kawasan Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6/2026). Gedung berlantai 11 dengan tinggi mencapai 45 meter tersebut diproyeksikan menjadi pusat pendidikan medis modern bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Peresmian gedung berkonsep green building itu dilakukan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. Kehadiran fasilitas baru tersebut menjadi bagian dari komitmen UMM dalam memperkuat kualitas pendidikan kesehatan sekaligus menjawab kebutuhan tenaga medis profesional di masa depan. Dalam sambutannya, Haedar Nashir mengapresiasi konsistensi UMM yang terus melakukan berbagai inovasi dan pengembangan. Menurutnya, Kampus Putih telah menjadi salah satu tolok ukur kemajuan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujarnya. Ia menilai GKB 5 menjadi simbol keberhasilan UMM dalam membangun ekosistem pendidikan kesehatan yang unggul. Tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat dalam melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan gedung yang dimulai sejak 2023 tersebut menjadi proyek istimewa karena seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan dilakukan secara mandiri oleh tim internal kampus. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” jelas Nazaruddin. Berdiri di atas lahan seluas dua hektare, GKB 5 dirancang dengan konsep ramah lingkungan dan struktur tahan gempa. Bangunan ini memaksimalkan pencahayaan alami, sirkulasi udara sehat, serta dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan kesehatan modern. Sejumlah fasilitas yang tersedia di antaranya laboratorium berstandar internasional, auditorium, sarana olahraga, hingga sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah untuk mendukung kegiatan pendidikan dan praktik kesehatan secara berkelanjutan. Menurut Nazaruddin, kehadiran gedung baru ini merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak tenaga kesehatan yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia medis yang semakin kompleks. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” katanya. Peresmian GKB 5 menjadi tonggak baru bagi UMM dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan kesehatan terkemuka di Indonesia. Melalui integrasi pendidikan, layanan kesehatan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman, UMM terus mempersiapkan generasi tenaga medis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Dosen Hukum UMM Sholahuddin Al Fatih Raih Peringkat 91 Akademisi Terbaik Dunia

KoranManado-Seorang dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (FH UMM), Sholahuddin Al Fatih, sukses mengukir prestasi gemilang di tingkat global. Nama akademisi ini berhasil menembus daftar 100 Akademisi Terbaik Dunia dalam bidang Ilmu Sosial versi measuresHE, seperti dilansir dari Edukasi. Pencapaian prestisius tersebut membuat posisi Sholahuddin Al Fatih sejajar dengan para peneliti dari universitas papan atas dunia. Beberapa di antaranya berasal dari Oxford University di Inggris hingga Deakin University di Australia. Sistem penilaian yang diterapkan oleh measuresHE berfokus pada rekam jejak individu peneliti secara objektif. Pemeringkatan ini dilakukan secara mandiri tanpa menerapkan skema langganan berbayar bagi institusi. Pria yang akrab disapa Fatih ini memaparkan bahwa pemeringkatan tersebut mengandalkan tiga indikator metrik yang ketat. Ketiga tolok ukur tersebut berfungsi untuk menilai akademisi sebagai pilar intelektual. Indikator tersebut meliputi Research Gravitas guna menilai kedalaman intelektual, serta Olympic Mean untuk menguji konsistensi mutu karya. Selain itu, terdapat Interaction Credit sebagai bentuk penghargaan atas kolaborasi substantif yang dilakukan peneliti. Seluruh rekam data penilaian tersebut dihimpun secara murni dari basis data profil akademik yang telah terverifikasi. Lembaga pemeringkat ini melacak data melalui platform Scopus dan Web of Science.

Diakui Nasional, RS UMM Raih Apresiasi Dirut BPJS Kesehatan atas Layanan Prima

pwmu.co –Rumah Sakit Umum Universitas Muhammadiyah Malang (RS UMM) kembali memperoleh pengakuan atas kualitas layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Kali ini, apresiasi datang langsung dari Direktur Utama BPJS Kesehatan, dr. Prihati Pujowaskito, yang melakukan kunjungan kerja ke RS UMM pada Kamis (11/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prihati memberikan penilaian positif terhadap standar pelayanan dan komitmen RS UMM dalam menjaga keselamatan pasien sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Menurutnya, RS UMM telah memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan dan menunjukkan kapasitas sebagai mitra strategis BPJS Kesehatan dalam memberikan layanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. “Rumah Sakit UMM bagus, sudah standarisasi, dan sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Jadi rumah sakit-rumah sakit yang sudah terstandarisasi ini melakukan pelayanan yang bermutu, menjaga keselamatan pasien. Dan ini penting sekali untuk melaksanakan dan mendukung program JKN BPJS,” ujarnya. Apresiasi tersebut sejalan dengan berbagai capaian yang telah diraih RS UMM. Rumah sakit yang berdiri di atas lahan seluas 90 ribu meter persegi itu telah memperoleh akreditasi Paripurna atau bintang lima dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI). Selain itu, RS UMM juga pernah menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan tipe C terbaik dalam penanganan pandemi Covid-19 pada 2021. Meski berstatus rumah sakit tipe C, fasilitas dan layanan yang dimiliki RS UMM disebut setara dengan rumah sakit tipe B. Hal tersebut didukung oleh 590 sumber daya manusia yang terdiri atas 96 tenaga medis, 212 tenaga perawat, serta 150 tenaga kesehatan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan layanan masyarakat, RS UMM menyediakan 28 klinik rawat jalan dan 150 tempat tidur rawat inap yang melayani berbagai kebutuhan medis secara terpadu. Direktur RS UMM, Prof. Dr. dr. Djoni Djunaedi, Sp.PD, KPTI, menyambut baik apresiasi yang diberikan oleh BPJS Kesehatan. Ia menegaskan bahwa RS UMM akan terus menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Kesehatan demi memberikan akses layanan kesehatan yang lebih luas kepada masyarakat. “Kami terus berkomitmen dalam pelayanan. Kerja sama berkelanjutan dengan BPJS Kesehatan adalah bukti nyata dedikasi kami untuk hadir melayani masyarakat luas, memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan terbaik dengan aksesibilitas yang mudah,” ungkapnya. Menurut Djoni, kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan menjadi motivasi bagi seluruh jajaran RS UMM untuk terus meningkatkan mutu pelayanan dan mempertahankan standar keselamatan pasien yang telah diterapkan selama ini. Melalui sinergi antara institusi pelayanan kesehatan dan pemerintah, RS UMM berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan sistem kesehatan nasional yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus, Siap Suplai Kebutuhan Medis RSMA

Times MALANG – Pimpinan pusat Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan pabrik infus PT Suryavena Farma Indonesia di Jalan Raya Ngijo, Karangploso, Kabupaten Malang, Kamis (11/6/2026). Pembangunan ini berada di kawasan lahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dengan luas sekitar tiga hektare. Peresmian proyek strategis ini diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., yang didampingi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI yang juga Sekretaris BPH UMM, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Wakil Bupati Malang, Direktur PT Suryavena Farma Indonesia, serta Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A. Prof. Haedar menjelaskan bahwa pendirian pabrik infus ini merupakan manifestasi dari ekosistem umat dan bangsa. Menurutnya, inisiatif ini membuktikan bahwa organisasi keagamaan mampu membangun kemandirian ekonomi dan kesehatan melalui aktivitas bisnis profesional yang orientasi utamanya adalah kemaslahatan publik dan kontribusi nyata bagi negara, bukan sekadar mencari keuntungan finansial. Jajaran petinggi Muhammadiyah dalam kegiatan groundbreaking pembangunan pabrik infus. (FOTO: Humas UMM for TI) “Ini bukan hanya untuk Muhammadiyah, tetapi bangsa. Bisnis yang kami bangun adalah untuk manfaat umat,” ujarnya. Pemkab Dorong Pabrik Infus Muhammadiyah di Kabupaten Malang Serap Tenaga Lokal Ia menambahkan bahwa agama tidak sebatas mengatur akidah dan ibadah, tetapi juga muamalah dalam tata kehidupan sosial. Maka dari itu, keterlibatan Muhammadiyah diniatkan sebagai bentuk pengabdian yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, akuntabilitas, dan keberlanjutan guna menopang berbagai layanan pendidikan hingga pemberdayaan umat. Pabrik ini ditargetkan akan beroperasi mulai tahun 2027. Prof. Haedar menambahkan, ini adalah salah satu bentuk dukungan dalam menyongsong Indonesia emas 2045. Ia pun menegaskan bahwa potensi ekonomi Indonesia jangan sampai direbut oleh pihak lain. Advertisement “Muhammadiyah selalu di jalur seperti ini, oleh karenanya saya yakin akan selalu bertemu dengan spirit pemerintahan yang sekarang,” imbuhnya. Melansir dari web resmi muhammadiyah, Prof. Haedar menjelaskan bahwa pembangunan pabrik ini sebagai langkah Muhammadiyah untuk membangun sirkulasi ekonomi yang dapat menyuplai kebutuhan medis bagi 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-‘Aisyiyah (RSMA). “Melalui pabrik infus ini, kami dapat menyuplai infus bagi rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah,” pungkasnya.

Perkuat Ekosistem Ekonomi dan Kesehatan, Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus di Malang

Malang (Suaraislam.id) – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melaksanakan peletakan batu pertama (groundbreaking) Pabrik Suryavena Farma Indonesia pada Kamis (11/06/2026). Fasilitas produksi ini dibangun di atas lahan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan seremonial tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama jajaran Ketua PP Muhammadiyah, yaitu Muhadjir Effendy, Saad Ibrahim, dan Agus Taufiqurrahman. Turut hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek) Fauzan serta Ketua PWM Jatim Sukadiono. Haedar menjelaskan bahwa pembangunan pabrik skala industri besar ini merupakan ikhtiar nyata Muhammadiyah untuk naik kelas. Langkah strategis tersebut diambil dengan semangat tinggi untuk memperbaiki sekaligus memperkuat perekonomian umat dan bangsa. Kendati merambah industri besar, persyarikatan dipastikan tidak akan meninggalkan pendampingan terhadap kelompok ekonomi mikro, kecil, dan menengah. Upaya baru ini justru diharapkan mampu memperkuat pilar-pilar ekonomi di sektor lainnya. “Semangat Muhammadiyah adalah untuk membangun ekosistem ekonomi umat dan bangsa, atau rakyat yang mulai naik kelas ke ekonomi menengah ke atas,” ungkapnya. Pembangunan pabrik ini menjadi bukti autentik dari kekuatan kapital sosial serta kemandirian ekonomi yang dimiliki oleh Muhammadiyah. Melalui proyek ini, organisasi keagamaan membuktikan kapabilitasnya dalam mengelola sektor bisnis di level menengah ke atas. Ikhtiar ini juga memiliki keterkaitan erat dengan visi besar menyongsong Indonesia Emas pada tahun 2045 kelak. Kemandirian nasional di bidang ekonomi lantas ditekankan sebagai salah satu fondasi utama untuk mencapai target tersebut. Haedar mengingatkan agar seluruh kekuatan dan potensi ekonomi domestik tidak jatuh serta dikuasai oleh pihak asing. Semangat berdikari yang diusung Muhammadiyah ini dinilai sangat selaras dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. “Muhammadiyah berada di jalur itu, maka dengan cara seperti itu saya yakin akan bertemu dengan spirit pemerintah sekarang. Tapi juga dengan kepentingan bangsa yang lebih luas,” ungkapnya. Proyek PT Suryavena Farma Indonesia ini diinisiasi oleh Majelis Ekonomi Bisnis (MEB) bersama Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah. Pada tahap awal operasionalnya, pabrik modern tersebut difokuskan untuk memproduksi cairan infus. Langkah ini diambil sebagai strategi jitu membangun ekonomi sirkular di dalam internal organisasi. Pasokan infus dari pabrik ini nantinya diplot untuk memenuhi kebutuhan harian 135 Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA). Haedar sangat berharap seluruh jaringan RSMA berkomitmen penuh menggunakan produk infus asli buatan PT Suryavena Farma Indonesia ini. Jika ekosistem internal ini berjalan optimal, kemandirian ekonomi organisasi niscaya akan terwujud lebih cepat. “Dengan pabrik infus ini kita memulai dengan sesuatu yang paling bisa kita lakukan di ekosistem bisnis di rumah sakit,” imbuhnya. Dalam rencana jangka panjang, PT Suryavena Farma Indonesia tidak hanya membatasi produksinya pada cairan infus saja. Perusahaan ini diproyeksikan segera memproduksi obat-obatan serta jarum suntik demi menyuplai kebutuhan medis RSMA di seluruh Indonesia.

Guru Besar Baru UMM Tawarkan Solusi Energi hingga Deteksi Anemia

Energika MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengukuhkan empat Guru Besar baru UMM di Aula GKB 4 Lantai 9 Kampus III pada Kamis, 11 Juni 2026. Pengukuhan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas hilirisasi riset multidisiplin. Pengukuhan guru besar baru UMM ini sekaligus mempertegas komitmen berkelanjutan universitas dalam menghasilkan inovasi aplikatif yang solutif bagi kemaslahatan masyarakat luas serta kemandirian bangsa. Pada sesi orasi ilmiah pertama, Prof. Dr. Ir. Sulianto, M.T. memaparkan hasil riset mengenai model pengelolaan sumber daya air berkelanjutan untuk menghadapi ancaman krisis lingkungan global. Ia menyampaikan, metode estimasi hidrologi yang presisi menggunakan data historis sangat krusial dalam menjaga stabilitas ketahanan air nasional demi mendukung kemandirian sebuah negara. “Topik ini sangat relevan dengan upaya memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui pemenuhan ketahanan air jangka panjang secara merata,” jelas Sulianto. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Lailis Syafa’ah, M.T. di bidang Rekayasa Biomedis memperkenalkan sebuah terobosan teknologi deteksi dini gejala anemia non-invasif tanpa menggunakan jarum suntik. Ia menjelaskan, inovasi mutakhir tersebut memanfaatkan kamera ponsel pintar untuk memotret konjungtiva mata pasien. Yang langsung dianalisis menggunakan algoritma kecerdasan buatan secara instan. “Sinergi komputasi cerdas ini mampu mengeluarkan estimasi indikasi anemia hanya dalam hitungan dua hingga empat detik saja, sebuah lompatan efisiensi yang luar biasa jika dibandingkan dengan pengujian laboratorium konvensional,” tutur Lailis. Sementara itu Prof. Dr. Machmud Effendy, M.Eng. menyoroti urgensi transisi energi nasional melalui optimalisasi sistem pembangkit berbasis energi terbarukan guna mencapai kedaulatan energi yang mandiri. Ia memaparkan, ketergantungan yang terlampau tinggi terhadap pasokan energi fosil konvensional akan memicu penurunan cadangan energi global serta mengancam kesetabilan ekonomi makro nasional. “Ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil tidak hanya menyebabkan cadangan energi terus menurun. Juga menjadi tantangan serius bagi kedaulatan energi nasional Indonesia di masa depan,” ungkap Machmud. Selanjutnya, Prof. Ir. Henik Sukorini, MP, Ph.D, IPM. dari bidang Fitopatologi menekankan pentingnya beralih ke sistem pengendalian hayati, sehingga memulihkan kerusakan tanah tropis akibat paparan zat kimia pertanian yang berlebihan. Ia memperingatkan, ketergantungan petani terhadap pestisida sintetis telah merusak mikroorganisme tanah dan mengancam keamanan pangan jangka panjang. “Pengendalian hayati merupakan langkah penyelamatan darurat (emergency exit). Sehingga perlu seluruh pihak untuk memulihkan tanah tropis kami yang saat ini sedang mengalami degradasi parah,” pungkas Henik. Sementara Rektor UMM Nazaruddin Malik menyampaikan, penambahan guru besar baru UMM ini memperkuat peran universitas sebagai pusat keunggulan akademik yang berdampak peradaban. “Keempat orasi ilmiah guru besar ini mempertegas komitmen UMM dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Rektor Nazar. Pengukuhan guru besar baru UMM ini mengharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial akademik tahunan di lingkungan kampus. Kehadiran para guru besar baru UMM harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus menghidupkan ekosistem riset yang membumi.

GKB 5 UMM Resmi Beroperasi, Siapkan Pusat Pendidikan Medis Masa Depan

Reportasemalang – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi mengoperasikan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 di kawasan Rumah Sakit UMM, Kamis (11/6/2026). Gedung setinggi 45 meter dengan 11 lantai tersebut diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., sebagai pusat pendidikan medis modern bagi Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UMM. Peresmian GKB 5 menjadi langkah strategis UMM dalam memperkuat kualitas pendidikan kesehatan dan kedokteran di Indonesia. Gedung ini dibangun dengan konsep green building dan dilengkapi fasilitas penunjang pembelajaran berstandar internasional. Haedar Nashir mengapresiasi konsistensi UMM dalam menghadirkan inovasi di bidang pendidikan tinggi, khususnya sektor kesehatan. Menurutnya, Kampus Putih berhasil membangun ekosistem pendidikan medis yang berkembang pesat dan menjadi rujukan bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” ujar Haedar. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. meninjau sejumlah ruangan di GKB 5 UMM Ia menilai kehadiran GKB 5 menjadi simbol kemajuan Muhammadiyah dalam membangun pendidikan berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, dan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, lulusan UMM tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan akhlak dalam melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, Rumah Sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan GKB 5 dilakukan secara swadaya dan swakelola oleh tim internal kampus bersama sejumlah konsultan. Proyek tersebut mulai dirintis sejak 2023. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, mulai dari desain perencanaan hingga pelaksanaan oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang bersama beberapa konsultan,” jelas Nazaruddin. GKB 5 berdiri di atas lahan seluas dua hektare dengan struktur bangunan tahan gempa. Konsep ramah lingkungan diterapkan melalui optimalisasi pencahayaan alami, pengurangan polusi, dan sistem sirkulasi udara sehat. Fasilitas yang tersedia meliputi puluhan laboratorium modern, auditorium, sarana olahraga, hingga sistem pengolahan limbah terpisah untuk mendukung aktivitas pendidikan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Menurut Nazaruddin, pembangunan GKB 5 merupakan bagian dari visi jangka panjang UMM dalam mencetak tenaga medis yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan kesehatan global. Ia berharap keberadaan gedung baru tersebut dapat memperkuat kontribusi UMM bagi bangsa, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang kesehatan. “Mudah-mudahan peresmian ini menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk terus maju memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” pungkasnya. Kehadiran GKB 5 sekaligus menandai babak baru pengembangan pendidikan medis di UMM. Integrasi fasilitas modern, teknologi pembelajaran, dan nilai keislaman diharapkan mampu melahirkan generasi tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing global.

Perkuat Kompetensi Calon Sarjana Hukum, FH UMM Tutup Program Magang Bersama Maha Patih Law Office

MalangHits.com  – Program Magang Mandiri yang digagas oleh Laboratorium Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bareng berbagai instansi hukum mulai dari kantor advokat, kejaksaan, kepolisian, hingga pengadilan resmi berakhir pada Jumat, 12 Juni 2026. Penutupannya ditandai dengan momen penjemputan mahasiswa yang sudah menyelesaikan masa magang. Salah satu mitra setia yang terus mendukung program ini adalah Maha Patih Law Office. Hari itu, sebanyak lima mahasiswa Fakultas Hukum semester 6 dijemput langsung oleh dosen pembimbing mereka. Mereka adalah Ainur Rozi, Afril Putra Dewandan, Dimas Satrio Wicaksono, Zulfa Mareta Pancawati, dan Kifayah Insani Kamilia. Penjemputan dilakukan oleh Fadjar Ramadhani, S.H., M.H., dan disambut hangat oleh tim pengurus kantor hukum tersebut. Bagi Fadjar yang juga dosen di FH UMM, momen ini bukan sekadar seremonial biasa. “Ini jadi cara silaturahmi sekaligus evaluasi akhir. Kami pastikan semua target pembelajaran sudah tercapai.

GKB 5 Resmi Beroperasi, UMM Bersiap Jadi Episentrum Medis Nasional

www.majelistabligh.id –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) resmi meluncurkan Gedung Kuliah Bersama (GKB) 5 yang berlokasi di kompleks Rumah Sakit UMM. Gedung sebelas lantai setinggi 45 meter berkonsep green building ini diresmikan langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si pada Kamis (11/6/2026). Fasilitas mutakhir ini didedikasikan sebagai pusat pendidikan medis masa depan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES). Peresmian beroperasinya GKB 5 UMM oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. (dok) Kehadiran fasilitas megah ini dinilai sebagai penegas dedikasi utuh UMM dalam memajukan peradaban. Haedar sapaan akrabnya memberikan apresiasi kepada jajaran pimpinan Kampus Putih karena dinilai tak pernah lelah berinovasi dan sukses menyulap kawasan tersebut menjadi pusat pendidikan kedokteran bergengsi. Ia menegaskan bahwa UMM telah membuktikan posisinya sebagai barometer kemajuan bagi 164 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. “UMM Malang telah membangun dasar kemajuan yang kuat dan menanamkan tradisi besar bagi seluruh sivitas akademika untuk selalu memiliki visi yang luas ke depan serta menjadi pelopor dalam kemajuan,” tegasnya. Lebih jauh, Haedar menilai kemegahan GKB 5 ini merupakan cerminan tradisi keunggulan Kampus Putih dalam mencetak tenaga kesehatan profesional. Lulusan UMM tidak hanya dituntut cerdas secara keilmuan, tetapi juga wajib memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia sebagai landasan utama saat melayani masyarakat. “Gedung GKB 5, rumah sakit UMM, serta seluruh ekosistem kampus UMM menjadi bukti nyata Muhammadiyah yang terus maju, Islam yang berkemajuan, dan UMM sebagai pelopor kemajuan,” imbuhnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menjelaskan bahwa keistimewaan utama dari gedung ini terletak pada kemandirian proses pembangunannya. Mahakarya yang dirintis sejak tahun 2023 tersebut dirancang dan dikerjakan langsung oleh para ahli dari internal kampus. “Gedung ini dibangun murni dengan swadaya dan swakelola, termasuk desain perencanaan sampai dengan pelaksanaannya oleh tim Universitas Muhammadiyah Malang beserta beberapa konsultan,” urainya. Berdiri di atas lahan seluas dua hektar, struktur tahan gempa ini mengusung arsitektur ramah lingkungan yang diformulasikan khusus untuk menekan polusi, memaksimalkan pencahayaan alami, dan memastikan sirkulasi udara sehat. Gedung ini dilengkapi dengan puluhan laboratorium berstandar internasional, sarana olahraga, sistem pengolahan limbah khusus yang terpisah, hingga auditorium megah. Pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi ini menjadi langkah visioner UMM untuk memastikan para lulusannya siap, cerdas, dan tangguh. Nazaruddin berharap peresmian ini membawa keberkahan dan menjadi dorongan moral bagi UMM untuk terus berkontribusi secara nyata bagi negara. “Mudah-mudahan peresmian ini sekaligus menjadi doa bagi kita semua dan UMM khususnya untuk berani maju terus ke depan memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa,” pungkasnya. Berdirinya GKB 5 ini tidak hanya menambah daftar panjang prestasi infrastruktur fisik Kampus Putih, tetapi juga menjadi tonggak sejarah baru dalam standar pendidikan medis di Indonesia. Melalui integrasi ilmu kesehatan, teknologi mutakhir, dan nilai-nilai keislaman, UMM semakin memantapkan langkahnya dalam melahirkan generasi tenaga medis prima yang siap menjawab tantangan kesehatan global di masa depan.