Khofifah tegaskan organisasi punya peran penting bangun masa depan bangsa

Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan organisasi memiliki peran penting dalam menciptakan pembangunan masa depan bangsa Indonesia. Khofifah di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan organisasi merupakan wadah melahirkan banyak orang cerdas dan berintegritas yang menjadi motor pembangunan bangsa. “Terutama dengan membangun sinergi untuk bersama-sama secara kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa,” katanya. Ia memberikan contoh nyata terkait peran organisasi di dalam pembangunan bangsa, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Menurut dia, kedua organisasi tersebut sama-sama memiliki peran besar dalam kaitan dengan terciptanya peradaban bangsa Indonesia sejak era terdahulu. Persaudaraan antara NU dan Muhammadiyah mampu memberikan dampak positif bagi roda kehidupan masyarakat sebab selalu mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan setiap masyarakat. Bahkan, Kiai Haji Ahmad Dahlan sebagai pendiri Muhammadiyah dan Kiai Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU sama-sama memberikan ijazah atau sanad keilmuan kepada umat Islam di Indonesia. “Yang ingin saya sampaikan adalah persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu kuat. Maka antara pilar-pilar bangsa ini harus membangun persaudaraan, persatuan, kebersamaan dalam berbagai program,” ucap dia. Maka dari itu, Khofifah menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan organisasi menjadi kunci penting dalam menentukan jalan masa depan Indonesia. Dia menegaskan pemerintah provinsi setempat selalu memberikan dukungan setiap agenda keorganisasian yang dihelat di Jawa Timur, salah satunya Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kota Malang. Menurut dia, agenda tersebut merupakan forum penting dalam rangka mencetak generasi pemimpin masa depan. Ia meminta kepada IMM supaya terus memperkuat sinergisitas dengan pemerintah dalam misi membangun negeri dari berbagai sektor, termasuk energi. “Mudah-mudahan seluruh yang hadir ini akan memberikan sinergi terutama bagi implementasi keputusan-keputusan strategis nanti,” kata Khofifah.
DPD RI Dorong Gerakan Mahasiswa Muhammadiyah Bangun Demokrasi Hijau Berbasis Etika dan Iman

DetikSumsel.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Sultan Baktiar Najamudin, menyerukan tentang pentingnya menghidupkan kembali etika politik dan semangat tanggung jawab moral di kalangan mahasiswa Muhammadiyah. Hal itu disampaikan Sultan Baktiar Najamudin saat menjadi keynote speaker dalam pembukaan Tanwir XXXIII Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, pada hari Rabu, tanggal 29 Oktober 2025. Kegiatan dengan tema Energi Kolektif untuk Negeri ini, dihadiri ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia. Turut mendampingi Sultan Baktiar Najamudin, yakni sejumlah anggota DPD RI. Di antaranya Ahmad Nawardi (Jawa Timur), Bustami Zainudin (Lampung), Zuhri Muhammad Syazali (Kepulauan Bangka Belitung), Ahmad Syauqi Suratno (DIY), Hasby Yusuf (Maluku Utara), Carel Simon Petrus Suebu (Papua), dan Sopater Sam (Papua Pegunungan). Dalam pidatonya bertajuk Gerakan Mahasiswa, Etika Politik Muhammadiyah, dan Demokrasi Hijau: Menyalakan Energi Kolektif untuk Negeri, Sultan Baktiar Najamudin mengajak para kader Muhammadiyah untuk memaknai energi kolektif sebagai bentuk gotong royong yang melahirkan perubahan sejati. “Tema Tanwir kali ini adalah ajakan yang sangat kuat, bahwa kekuatan umat, kekuatan ilmu, dan kekuatan iman harus menyatu menjadi energi besar bagi kemajuan bangsa. Energi kolektif adalah gotong royong dalam makna paling mulia: kesadaran bahwa perubahan sejati lahir dari kerja bersama.” ujar Sultan Baktiar Najamudin di hadapan peserta Tanwir. Ia memperkenalkan gagasan Green Democracy (Demokrasi Hijau), konsep politik yang menempatkan keseimbangan dan keberlanjutan sebagai inti dari demokrasi. “Green Democracy bukan sekadar tentang lingkungan, tapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan alam dan nilai. Ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi kerusakan.” tegasnya. Ia menambahkan, DPD RI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologis. Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI memastikan kebijakan nasional berpihak kepada rakyat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. “Itulah bentuk politik etik, politik yang sejalan dengan perjuangan Muhammadiyah: menegakkan amar ma’ruf nahi munkar melalui sistem, bukan sekadar slogan.” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Sultan Baktiar Najamudin juga berpesan agar kader IMM menyiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang berjiwa penanam, menanam nilai, gagasan, dan tindakan yang membawa kehidupan.
Kunjungan Menteri Bahlil Lahadalia ke UMM Bahas Etanol hingga Jadi Pusat Perhatian Mahasiswa

SURYAMALANG.COM, MALANG – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjadi pusat perhatian mahasiswa saat datang ke Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Kedatangan Bahlil ke UMM ini untuk menghadiri Pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema ‘Energi Kolektif untuk Negeri’. Sebelum datang, nama Bahlil Lahadalia sudah mendapatkan sorakan dari mahasiswa UMM saat namanya disebutkan. Sosok Bahlil Lahadalia nampaknya menjadi daya tarik mahasiswa dalam kegiatan ini. Terlihat dari kapasitas venue yang hampir terisi penuh oleh mahasiswa UMM yang hadir dalam kegiatan itu. Suasana pun pecah ketika Bahlil datang. Mahasiswa pun bersorak. Banyak yang meminta foto ketika Bahlil hendak menuju tempat duduknya di dalam Dome UMM. Ada pula yang mahasiswa yang memegang poster untuk mengkritisi arah kebijakan dari Menteri ESDM itu. Bahlil Lahadalia tampaknya menjadi magnet dalam kegiatan ini. Meskipun ada sejumlah pejabat yang turut hadir, di antaranya ialah Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar parawansa, ketua DPD RI Sultan Bachtiar hingga Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy dan Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Dalam orasi ilmiahnya, Bahlil menyoroti persoalan energi yang tengah dihadapi Indonesia. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak sedang berbicara soal oplos bensin, melainkan tengah mengembangkan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pada kekayaan alam Indonesia sendiri. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong.” “Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” katanya. Bahlil menjelaskan bahwa etanol merupakan bentuk bahan bakar bioenergi yang mampu menggantikan sebagian kebutuhan bensin, sekaligus mengurangi emisi karbon.
Penguatan Kampus Berdampak, Dosen umm Didorong Optimis Lahirkan Riset untuk Masyarakat

Agroredaksi.com-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Brian Yuliarto, mendorong para dosen di Indonesia untuk tetap optimis dan terus melakukan riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Menurutnya, para akademisi harus memiliki mimpi besar untuk dikenal dunia melalui karya ilmiah yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia secara global.Jumat (31/11/25) “Orang-orang yang tekun, kerja keras, dan gigih dalam penelitian akan menjadi bagian penting dari kemajuan bangsa,” tegasnya dalam acara bertema Penguatan Kampus Berdampak. Ia menyampaikan bahwa kampus merupakan pusat lahirnya inovasi dan menjadi salah satu tempat paling mungkin bagi kebangkitan Indonesia di masa depan. Karena itu, perguruan tinggi harus terus adaptif dan memantau perkembangan global agar tidak tertinggal dalam persaingan ilmu pengetahuan dan teknologi internasional. Prof. Brian Yuliarto menegaskan, bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu menguasai sains dan teknologi. Oleh karena itu, peran universitas dan para penelitinya akan sangat menentukan masa depan Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para dosen, pimpinan perguruan tinggi, serta rektor baik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) maupun perguruan tinggi negeri di wilayah Malang Raya. Mereka bersama menegaskan komitmen untuk memperkuat peran kampus dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Rektor UMM, Prof. Nazarudin Malik, berharap kehadiran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tersebut mampu menambah semangat para dosen untuk menghasilkan penelitian unggulan. “Pada akhirnya, riset-riset tersebut dapat bertransformasi menjadi produk yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.(Sfl)
Bahlil Lahadalia Menteri ESDM Sidak SPBU Malang, Janji Tindak Tegas Pelanggaran

MALANG, BeritaTKP.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan kerja ke wilayah Malang Raya, Rabu (29/10/2025) sore. Setelah menghadiri Tanwir ke-33 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang, Bahlil melanjutkan agenda dengan inspeksi mendadak (sidak) ke SPBU Pertamina Desa Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.. Bahlil menjelaskan, sidak tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti berbagai laporan masyarakat terkait dugaan masalah pada BBM jenis Pertalite. “Hari ini saya turun langsung untuk memastikan kebenaran informasi di lapangan. Dari hasil pengecekan bersama Lemigas, Dirjen Migas, Dirut Pertamina Patra Niaga, dan BPH Migas, kondisi di sini sejauh ini aman,” ujarnya. Meski demikian, Bahlil menegaskan akan tetap menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran. Ia menyebut sejumlah sampel BBM dari SPBU akan dikirim ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. “Saya tidak main-main. Walaupun Pertamina itu BUMN, kalau terbukti ada pelanggaran terkait kualitas atau penyaluran subsidi, akan ada sanksi tegas dari pemerintah. Besok saya akan memimpin rapat langsung di Jakarta untuk membahas hasil temuan ini,” tegasnya.(Imam)
Gubernur Jawa Timur hingga Menteri Hadiri Pembukaan Tanwir IMM di Kota Malang

Malang-harianjatim.com. Pembukaan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025) berlangsung sangat meriah. Sejumlah tokoh penting turut hadir meramaikan agenda besar IMM yang diadakan satu tahun sekali ini. Dengan mengangkat tema “Energi Kolekif untuk Negeri”, pembukaan Tanwir Malang dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Najamudin Bacthiar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Penasehat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendi, dan banyak tokoh lainnya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IMM, Riyan Betra Delza, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kehadiran seluruh tamu undangan serta 35 DPD IMM dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Kehadiran para peserta menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan kebersamaan di tubuh IMM masih terjaga kuat hingga hari ini. Baca Juga : Raditya Adi Rilis Mini Album “Orang Miskin”: Suara untuk yang Tak Terdengar “Kehadiran kita semua di Tanwir ini menunjukkan bahwa IMM tetap solid, berdaya, dan mampu menjadi wadah bagi generasi muda untuk terus berkontribusi bagi negeri,” ujarnya di hadapan ribuan peserta yang memenuhi Dome UMM. Pembukaan Tanwir Malang juga menjadi ajang silaturahmi besar antar organisasi mahasiswa. Selain kader IMM, hadir pula perwakilan dari organisasi mahasiswa lain seperti PMII, GMNI, HMI, GMKI, dan dan PMKRI. Hal ini menjadi simbol bahwa perjuangan membangun bangsa tidak bisa dilakukan sendirian. “Mengurus bangsa sebesar Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri. Sebesar apa pun IMM, kita tidak akan mampu menuntaskan persoalan negeri ini tanpa energi kolektif,” tegasnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa semangat yang dibangun pada Tanwir IMM di Kota Malang ini adalah semangat menyiapkan masa depan bangsa dengan sinergi dan kolaborasi bersama-sama. “Mas Riyan Betra Ketua Umum IMM, tentu bersama semua jajaran Cipayung Plus tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi, bangun negeri ini dengan seluruh energi yang adek-adek miliki hari ini,“ jelasnya. Ia menjelaskan bahwa persaudaraan antara Hadratussyaikh Hasyim Asyari dengan KH. Ahmad Dahlan begitu dekat dan erat. Menurutnya, jalinan persaudaraan tersebut harus diwarisi oleh kader-kader Muhammadiyah dan kader-kader IMM kedepannya. “Selamat bertanwir bagi kader IMM, dan tentu seluruh yang hadir ini akan memberikan sinergi, terutama bagi implementasi keputusan-keputusan strategis nanti,“ tegasnya. Pembukaan Tanwir Malang ini dihadiri oleh ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia. Para kader tersebut akan melangsung musyawarah untuk memutuskan kebijakan internal organisasi, serta menentukan arah dan gerakan IMM pada ranah kebangsaan di sisa periode yang ada. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. IMM merupakan organisasi dan gerakan mahasiswa Islam yang bergerak di bidang keagamaan, kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, IMM berdiri hampir di semua provinsi di Indonesia, serta memiliki ratusan cabang dan ribuan komisariat. Tentang Tanwir IMM. Tanwir merupakan forum permusyawaratan tertinggi kedua setelah Muktamar yang memainkan peran strategis dalam mengonsolidasikan gerakan, memperkuat ideologi serta merumuskan arah perjuangan organisasi. Forum ini diikuti oleh Dewan Pimpinan Pusat IMM dan utusan-utusan Dewan Pimpinan Daerah IMM se-Indonesia.
Di Tanwir XXXIII UMM Malang. Khofifah Ajak IMM Bangun Sinergi NU-Muhammadiyah

MALANG, BANGSAONLINE.com – Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan pesan penuh makna dalam pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-XXXIII yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam sambutannya, ia mengenang sosok almarhum Prof. Dr. A. Malik Fadjar, tokoh Muhammadiyah dan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, yang memiliki hubungan hangat dengannya. Ia membagikan kisah persahabatan mereka yang penuh humor dan mencerminkan kedekatan lintas organisasi. “Beberapa kali kami bertemu, beliau merokok. Padahal di Muhammadiyah, merokok itu kan haram. Saya sering bercanda, ‘Pak Malik, kok merokok? Di Muhammadiyah kan haram.’ Lalu beliau menjawab, ‘Mbak Khofifah, kalau saya sedang merokok berarti saya sedang jadi NU. Setelah itu saya Muhammadiyah lagi’,” kenangnya disambut tawa peserta Tanwir. Melalui kisah tersebut, Khofifah menekankan pentingnya memperkuat persaudaraan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah sebagai dua pilar besar bangsa. “Persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu erat. Maka antar-pilar bangsa ini harus terus membangun kebersamaan dalam berbagai program,” ujarnya. Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu juga mengajak seluruh kader IMM untuk menjaga semangat kolaborasi lintas organisasi dalam mewujudkan keputusan strategis hasil Tanwir. “Tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi yang sahabat-sahabat miliki,” tuturnya. Mengakhiri sambutannya, Khofifah kembali menegaskan pentingnya semangat persaudaraan yang diwariskan oleh para pendiri organisasi Islam besar di Indonesia. “Persaudaraan antara Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan adalah teladan besar bagi kita semua. Keduanya sama-sama memberikan ijazah kepada umat, dan ijazah itu seperti yang disampaikan pada salam penutup kita—‘Nasrum minallah wa fathun qarib’,” pungkasnya penuh harap. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia; Ketua PP Muhammadiyah. Agung Danarto; Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy; serta Rektor UMM, Nazaruddin Malik. (dev/mar)
Bahlil Tegas Bantah Isu Oplos Bensin: “Kami Kembangkan Etanol, Bukan Campuran BBM!”

BatasMedia99.com,- MALANG. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah mewacanakan program oplos bensin, melainkan tengah fokus mengembangkan etanol sebagai sumber energi bersih nasional. Penegasan itu ia sampaikan dalam orasi ilmiah saat membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Di hadapan ribuan kader muda Muhammadiyah, Bahlil menjawab isu yang sempat beredar di publik. “Saya tegaskan, kita tidak bicara soal oplos bensin. Yang sedang kami kembangkan adalah etanol—energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong,” ujarnya dengan nada tegas disambut tepuk tangan peserta Tanwir. Bahlil menyebut, pengembangan bioenergi berbasis etanol merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor BBM sekaligus memperkuat kedaulatan energi nasional. “Ini bukan wacana. Ini langkah konkret agar bangsa kita berdikari dalam energi,” tegasnya. Ia menjelaskan, etanol terbukti efektif sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, dan dapat dicampur dalam kadar tertentu untuk menggantikan bensin tanpa menurunkan performa mesin. “Banyak negara seperti Brazil dan India telah membuktikannya. Mereka berhasil menekan impor sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi petani,” kata Bahlil. Indonesia, lanjutnya, memiliki potensi besar dengan ketersediaan bahan baku melimpah dari jagung, tebu, dan singkong. “Tinggal kemauan dan keberanian untuk mengeksekusi. Kita bisa mandiri energi, asal tidak hanya bicara tapi bekerja,” tambahnya. Momentum Kolaborasi Nasional Pembukaan Tanwir IMM XXXIII yang mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” berlangsung meriah di Kampus Putih UMM.Acara dibuka dengan simbolis petikan alat musik dawai oleh Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, Penasihat Khusus Presiden Prof. Dr. Muhadjir Effendy, dan Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik. Gestur tersebut dimaknai sebagai lambang harmoni dan kolaborasi lintas sektor dalam membangun masa depan energi Indonesia. Dalam orasinya, Bahlil menantang para kader IMM untuk tidak berhenti pada wacana, tetapi mengeksekusi gagasan dengan keberanian. “Masa depan bangsa ini ada di tangan kalian. IMM harus menjadi pelaku perubahan, bukan penonton kebijakan,” serunya. Sebagai bentuk dukungan konkret, Bahlil mengumumkan pemberian 10 beasiswa bagi kader IMM berprestasi untuk mendukung regenerasi SDM unggul di bidang energi dan riset. Demokrasi Hijau dan Kolaboratif Dukungan serupa datang dari Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, yang turut hadir dalam forum tersebut. Ia memperkenalkan konsep Green Democracy, yakni demokrasi yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan partisipasi aktif generasi muda. “Tidak ada lagi one man show. Membangun bangsa sebesar ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi—antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat,” ujar Sultan. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan masa depan harus pro-pemuda, pro-rakyat kecil, dan pro-ekologi. Kampus Putih Menyambut Semangat Baru Sementara itu, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyebut forum Tanwir IMM sebagai momentum penting untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. “Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. Dengan semangat kolaboratif yang mengemuka dari forum Tanwir IMM XXXIII, energi baru untuk negeri seakan menemukan pijarannya. Dari kampus Muhammadiyah di Kota Malang, gagasan kemandirian energi dan demokrasi hijau mulai tumbuh menjadi gerakan nyata untuk Indonesia yang lebih berdaulat dan berkeadilan.
Transformasi Industri Kreatif Lokal: Dosen UMM Digitalisasi Produksi UMKM Ind. SOULART

MALANG POST – Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memimpin program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pendampingan Desain dan Produksi Miniatur untuk Meningkatkan Nilai Estetika dan Fungsional Produk pada UMKM Ind. SOULART.” Program ini merupakan bagian dari Skema Program Kemitraan berbasis Masyarakat (PkM) Kemdiktisaintek, didanai Kemdiktisaintek RI tahun 2025, untuk mendorong transformasi industri kreatif lokal melalui pemanfaatan teknologi digital dan rekayasa produksi. Program ini berada di bawah pimpinan Drs. Ir. Moh. Jufri, ST. MT. dosen Teknik Mesin FT UMM yang juga pakar rekayasa material dan alat peraga edukatif. Tim pendampingan terdiri dari Ir. Dini Kurniawati, ST. MT. (ahli teknologi resin dan fiberglass) dan Padhina Pangestika, S.P. M.P. (pakar branding dan pemasaran digital). Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Teknik Mesin, Abi Mufid Octavio dan Muhammad Lutfi Kamal, sebagai bagian dari inisiatif rekognisi mahasiswa berkegiatan di luar kampus, terutama degan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat yang mendukung pemenuhan Indikator Kinerja Utama (IKU) 2 dan 5 Perguruan Tinggi. Analisis Situasi dan Latar Belakang Industri kreatif Indonesia memiliki potensi besar untuk perekonomian nasional. Sub-sektor miniatur dan replika edukatif berbasis resin dan fiberglass berkembang pesat sebagai media pembelajaran, dekorasi, dan promosi. UMKM Ind. SOULART, berdiri sejak 1999 dan berlokasi di Malang, memproduksi berbagai miniatur, patung dan alat peraga edukatif berbahan fiberglass. Namun, pelaku industri ini menghadapi beberapa kendala. Seperti produksi yang belum efisien, belum adanya standar kualitas baku, rendahnya pemanfaatan teknologi digital dan desain 3D, serta strategi pemasaran yang belum optimal. PKM ini bertujuan meningkatkan daya saing dan kapasitas produksi UMKM Ind. SOULART melalui penerapan teknologi digital, peningkatan kualitas estetika produk, serta perluasan jaringan kemitraan. Secara tidak langsung, program ini mendukung, Implementasi Asta Cita Nasional terutama pada poin 3 : Meningkatkan lapangan kerja yang berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur dan poin 5 : Melanjutkan hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Pencapaian Tujuan SDGs poin 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), Penguatan kolaborasi kampus–masyarakat–industri dalam ekosistem inovasi lokal. Program berlangsung delapan bulan dengan delapan kegiatan utama: 1. Sosialisasi dan Identifikasi Permasalahan Mitra, 2. Pelatihan Produksi Resin dan Fiberglass, 3. Pendampingan Teknologi Digital dan 3D Printing, 4. Pelatihan Digital Marketing dan Pengelolaan Konten, 5. Optimalisasi Tata Letak Produksi (Lean Manufacturing), 6. Pendampingan Manajemen Usaha dan Keuangan, 7. Branding dan Packaging Produk, 8. Kemitraan dan Ekspansi Pasar Program ini mengimplementasikan teknologi terdepan untuk mendongkrak kualitas dan efisiensi produksi, antara lain: Printer 3D FDM untuk pembuatan miniatur presisi tinggi. Laser Cutting untuk pemotongan akurat material MDF dan akrilik. Software desain grafis (CorelDRAW, Illustrator). Platform digital marketing (Instagram, Facebook, YouTube, TikTok, Shopee, Tokopedia, dll.) Penerapan teknologi ini diperkirakan meningkatkan efisiensi produksi hingga 50 %, mengurangi limbah bahan, serta mempercepat desain dan distribusi produk. PKM ini menghasilkan beragam luaran yang dapat memperkuat ekosistem industri kreatif lokal, yaitu: Artikel ilmiah di jurnal pengabdian terindeks SINTA. Publikasi berita di media cetak dan daring. Video dokumentasi kegiatan untuk kanal kampus dan media sosial Dengan langkah-langkah konkret ini, UMKM Ind. SOULART diharapkan mampu bersaing lebih baik melalui desain yang lebih menarik, kualitas produk yang konsisten, dan strategi pemasaran digital yang efektif. Program ini juga membuka peluang kemitraan baru antara institusi pendidikan, sektor pariwisata, dan toko cenderamata di wilayah Malang Raya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)
Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Sinergi Kolektif Membangun Negeri

MALANG (Lentera) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya sinergi kolektif antar pemuda, lintas organisasi, dan elemen bangsa dalam membangun masa depan Indonesia yang berdaya dan berkeadaban. Hal itu disampaikan saat menghadiri pembukaan Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ke-33 yang mengusung tema “Energi Kolektif untuk Negeri” di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Dalam forum nasional yang mempertemukan ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia itu, Gubernur Khofifah juga menyampaikan hal tersebut menjadi pesan mendalam bahwa Tanwir IMM bukan sekadar forum organisasi, tetapi wadah menyiapkan pemimpin strategis bangsa yang siap menggerakkan perubahan. “Saya rasa ini sangat penuh makna bagaimana IMM menyiapkan masa depan. Terutama dengan membangun sinergi untuk bersama-sama secara kolektif membangun negeri. Menurut saya ide yang luar biasa,” lanjutnya. Menurutnya, semangat sinergi dan kolaborasi dalam Tanwir IMM ini sangat dirasakannya. Terlebih dengan latar belakangnya sebagai kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebelum akhirnya mengepalai Muslimat NU. Lebih jauh, dirinya mengatakan bahwa persaudaraan antara Muhammadiyah dan NU juga sudah terjalin sejak lama. Di mana, ijazah atau sanad keilmuan KH Ahmad Dahlan dan KH Hasyim Asy’ari sama-sama diberikan kepada ummat Islam di Indonesia. “Yang ingin saya sampaikan adalah persaudaraan ini begitu kuat, persahabatan ini begitu kuat. Maka antara pilar-pilar bangsa ini harus membangun persaudaraan, persatuan, kebersamaan dalam berbagai program,” katanya. “Selamat bertanwir bagi IMM. Mudah-mudahan seluruh yang hadir ini akan memberikan sinergi terutama bagi implementasi keputusan-keputusan strategis nanti. Tetaplah membangun sinergi, tetaplah membangun kolaborasi. Bangun negeri ini dengan seluruh energi,” pesan Khofifah menambahkan. Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin yang hadir sebagai narasumber mengatakan bahwa perjalanan panjangnya menjadi seorang aktivis, wiraswasta, dan akhirnya menjadi pimpinan lembaga membuatnya dapat mengeluarkan istilah Green Democracy. Secara filosofis, istilah paten yang relatif baru tersebut diasosiasikan dengan sesuatu yang segar, tumbuh, dan berkesinambungan. “Sehingga kita bukan hanya berpikir tentang bagaimana ekonomi tumbuh, tapi berpikir juga bagaimana ekologi bisa kita amankan, selamatkan, dan kita jaga dengan baik. Green Democracy juga berarti negara harus memastikan bahwa demokrasi terus hidup dan pro-youth. Maka, anak muda jangan takut masuk ke dunia politik,” ungkapnya. “Kepemimpinan muda itu bukan hal baru. Dari zaman Rasulullah dulu, sudah ditujukan bahwa memang energi terkuat itu energi kepemimpinan muda. Jadi, tidak usah ragu bahwa generasi muda adalah generasi yang akan meneruskan estafet dan penentu arah bangsa,” tambah Sultan. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa kedatangannya karena dua alasan fundamental. Yakni, karena masa depan bangsa ini ada di tangan pemuda. “Tapi yang dimaksud adalah pemuda yang berproses, pemuda yang betul-betul menyiapkan diri. Dan IMM adalah salah satu organisasi sebagai sumber penyiapan anak bangsa untuk kelak menjadi pemimpin bangsa. Dan alasan kedua saya adalah karena temanya menyangkut energi,” terangnya. Di akhir, Menteri Bahlil mengingatkan agar di tengah fase keterbukaan informasi, mahasiswa perlu membangun diskursus yang baik. Sehingga, mereka dapat menghasilkan data yang dapat dipertanggungjawabkan. (*)