Ketua Umum DPP IMM: Mahasiswa Harus Jadi Penggerak Peradaban, Bukan Penonton Perubahan

pwmu.co –Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) Riyan Beltra Delza menegaskan bahwa mahasiswa sejati bukan sekadar pandai berorasi, tetapi harus hadir sebagai pejuang dan penggerak perubahan bangsa. Hal itu ia sampaikan dalam sambutan penutupan Tanwir XXXIII DPP IMM yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). “Mahasiswa itu pejuang sejati, bukan cuma pandai dalam berorasi. Bersama Kapolri kita berkomitmen tinggi, membangun bangsa dengan aksi dan prestasi,” ujar Riyan membuka sambutannya. Ryan juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang mendukung kesuksesan Tanwir XXXIII, terutama Universitas Muhammadiyah Malang dan Rektor Prof. Dr. Nazaruddin Malik. Ia menilai dukungan dan optimisme seluruh kader menjadi faktor penting terselenggaranya Tanwir dengan baik. “Tanpa kontribusi teman-teman semua yang optimis, mustahil agenda Tanwir ini berjalan dengan baik,” katanya. Menurut Riyan, Tanwir XXXIII menjadi momentum penting bagi IMM untuk meneguhkan arah gerakan dan memperbarui semangat kolektif kader di seluruh Indonesia. “Tanwir ini adalah momentum pencerahan. Di tempat inilah kami meneguhkan arah perjuangan, memperkuat gagasan, dan mempererat silaturahmi,” tuturnya. Ia menegaskan bahwa di tengah upaya bangsa menuju negara maju, IMM tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. “IMM hadir bukan sekadar penonton, tetapi terlibat penuh sebagai penggerak peradaban,” tegasnya. Riyan juga menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dinilai menjadi mitra kritis dan kolaboratif bagi IMM, serta kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, H. Yandri Susanto. Ia berharap program-program kementerian dapat menjawab keresahan masyarakat desa yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. Penyerahan Cendramata dari Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke Kapolri (Foto: Istimewa) Dalam penutupnya, Ryan berpesan kepada seluruh kader IMM untuk menanamkan sikap rendah hati, terbuka, dan siap berkolaborasi dengan semua pihak. “Tidak ada yang bisa hidup tanpa peran dan keterlibatan orang lain. Jangan jadikan kebencian sebagai penghalang untuk bergerak dan bersilaturahmi,” pesan Riyan. Ia menegaskan, semangat kebersamaan dan kolaborasi harus menjadi dasar gerakan IMM ke depan. “Membangun Indonesia tidak bisa sendiri. Jadikan Tanwir XXXIII ini momentum memperkuat konsolidasi, kolaborasi, dan proyeksi gerakan. Semoga semua yang kita perjuangkan bernilai ibadah dan bermanfaat bagi masa depan bangsa,” pungkasnya. (*)

Kapolri dan Menteri Desa Hadiri Penutupan Tanwir XXXIII IMM di UMM, Begini Pesannya

MALANG (SurabayaPost.id) – Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) RI, Yandri Susanto, S.Pt, M.Pd., hadir dalam penutupan Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kumat (31/10/2025). Keduanya memberikan pesan kolaboratif kepada para mahasiswa untuk bersinergi dalam membangun bangsa. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang tengah bergejolak. Lebih dari 110 konflik bersenjata di berbagai belahan dunia, termasuk perang Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, berdampak besar terhadap stabilitas ekonomi, pangan, dan energi dunia. “Meski dunia menghadapi inflasi global dan ketidakpastian, Indonesia masih berada dalam kondisi yang cukup baik. Namun, Indonesia tidak boleh lengah,” tegas Listyo Sigit. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Listyo Sigit juga menekankan pentingnya sinergi antara generasi muda dan pemerintah dalam menghadapi tantangan global. Ia menyinggung pentingnya bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara produktif agar tidak berubah menjadi bencana demografi. “Kita memasuki era citizen journalism. Siapapun bisa mengomentari, siapapun bisa menjadi sumber. Maka, saring dulu sebelum sharing,” ujarnya. Sementara itu, Menteri Yandri Susanto mengajak IMM menjadi bagian dari gerakan pembangunan desa berkelanjutan. Ia menekankan bahwa kehadirannya bukan untuk berceramah, melainkan untuk membangun kemitraan konkret. “Desa telah menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek. Itulah mengapa pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintah,” jelasnya. Dengan ditandatanganinya MoU ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk membangun Indonesia dari akar peradaban yaitu desa. (ist). Yandri juga menandatangani MoU dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk kerja sama dalam pembangunan desa. “Saat ini, kami siap menandatangani MoU dengan UMM, semoga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tambahnya. Sementara itu, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si menekankan pentingnya melahirkan insan paripurna, manusia seutuhnya yang tidak hanya unggul dalam transfer ilmu, tetapi juga spiritualitas, keagamaan, dan kebangsaan. “UMM sebagai amal usaha Muhammadiyah akan terus mendukung kegiatan seperti Tanwir ini,” ujarnya. Kehadiran keduanya memberikan pesan kolaboratif kepada para mahasiswa untuk bersinergi dalam membangun bangsa. (Foto: Humas UMM). Dengan ditandatanganinya MoU ini, diharapkan dapat memperkuat sinergi antara akademisi, pemerintah, dan generasi muda untuk membangun Indonesia dari akar peradaban yaitu desa. (lil).

Begini Cara UMM Jadikan Dosen Motor Inovasi

MAKLUMAT – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menegaskan komitmennya sebagai kampus yang tak berhenti di ruang akademik. Melalui Forum Penguatan Kampus Berdampak bagi Dosen, di Basement Dome UMM pada Jumat (31/10/2025), universitas ini berupaya memperkuat peran dosen sebagai penggerak inovasi dan perubahan sosial. Forum ini menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Diktisaintek) RI, Prof. Dr. Brian Yuliarto, M.Eng., Ph.D., yang menekankan pentingnya sinergi antara riset kampus dan kebutuhan industri. Menurutnya, banyak hasil penelitian yang berakhir di jurnal tanpa pernah dimanfaatkan masyarakat. “Kalau universitas tidak hadir di tengah industri, maka hasil riset akan berhenti sebagai tumpukan laporan,” ujarnya di hadapan ratusan dosen UMM. Ia menyebut fenomena ini sebagai valley of death—jurang kematian inovasi—ketika penelitian berhenti di tengah jalan karena lemahnya jejaring kolaborasi. Brian menilai, permasalahan utama riset di Indonesia bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga absennya ekosistem yang mendorong keberlanjutan inovasi. Banyak proyek penelitian berhenti begitu dana habis, tanpa mekanisme menuju hilirisasi atau penerapan di lapangan. Karena itu, ia mendorong universitas memiliki lembaga khusus yang mampu menjembatani hasil penelitian dengan pihak industri, pemerintah, maupun masyarakat. “Universitas perlu punya unit yang bisa mengurus hak kekayaan intelektual, kemitraan bisnis, hingga skema pendanaan lanjutan. Dengan cara itu, riset tidak sekadar jadi karya ilmiah, tapi solusi nyata bagi bangsa,” jelasnya. Baca Juga  UMM Wakili LLDIKTI 7 di Ajang Mahasiswa Berprestasi Dosen sebagai Agen Perubahan Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyebut forum ini sebagai momen penting untuk memperkuat komitmen sivitas akademika dalam membangun ekosistem kampus yang berdampak. Menurutnya, konsep “kampus berdampak” bukan sekadar slogan, tetapi arah gerak UMM yang ingin memastikan setiap inovasi membawa manfaat langsung bagi masyarakat. “Kita ingin UMM dikenal bukan hanya karena kualitas akademiknya, tapi karena kebermanfaatannya. Setiap dosen adalah agen perubahan. Karena itu, kolaborasi lintas bidang dan riset aplikatif harus terus diperluas,” ujarnya. Langkah konkret ke arah itu diwujudkan melalui pendirian Direktorat Saintek UMM, yang berfungsi sebagai wadah hilirisasi hasil riset dosen dan mahasiswa. Direktorat ini menjadi jembatan antara kampus dan industri, agar ide dan penelitian tidak berhenti di laboratorium. Memecah Kebuntuan Riset Dalam paparannya, Brian Yuliarto menyebut UMM memiliki potensi besar untuk menjadi model universitas yang mampu memecah kebuntuan inovasi. Kultur kolaboratif dan tradisi pengabdian masyarakat yang kuat di kampus ini, menurutnya, bisa menjadi modal membangun sistem riset berkelanjutan. “Kalau dikelola dengan baik, UMM bisa jadi contoh universitas yang tidak hanya unggul akademik, tapi juga produktif dalam menciptakan inovasi yang hidup di masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Wakil Menteri Diktisaintek Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menilai peran dosen krusial dalam membangun budaya ilmiah yang progresif. Ia menekankan bahwa dosen harus berani keluar dari zona nyaman dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai alat perubahan sosial. Baca Juga  Gubernur AAL Dorong Lahirnya Pemimpin Baru dari Dome UMM “Penguatan dosen adalah kunci menghadapi tantangan global. Mereka harus mendorong mahasiswa berpikir kritis dan produktif,” ujarnya. Kampus Berdampak, Masyarakat Merasakan Forum tersebut juga diwarnai penyerahan simbolis karya inovasi dari dosen dan mahasiswa. Sebagian hasil riset sudah berhasil dihilirisasi, sementara lainnya tengah dikembangkan di Direktorat Saintek UMM. Langkah ini menjadi bukti bahwa universitas tak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi berkomitmen mengubah hasil riset menjadi solusi bagi dunia industri dan masyarakat luas. Melalui forum ini, UMM menegaskan diri bukan sekadar lembaga pendidikan tinggi, melainkan ruang lahirnya gagasan dan inovasi yang hidup di tengah masyarakat. Kampus berdampak, bagi UMM, berarti kampus yang memberi manfaat nyata—bukan hanya bagi ilmu pengetahuan, tapi juga bagi kehidupan.

Kapolri Ajak Mahasiswa Muhammadiyah Jadi Penggerak Ketahanan Bangsa

JAVASATU.COM– Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk menjadi penggerak ketahanan bangsa di berbagai bidang, mulai dari pangan, teknologi, hingga sosial kemasyarakatan. Kapolri Hadiri Penutupan Tanwir IMM di UMM. (Foto: Ist/Javasatu.com) Ajakan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri penutupan Tanwir XXXIII IMM 2025 di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (31/10/2025). Acara bertema “Energi Kolektif untuk Negeri” ini dihadiri ribuan mahasiswa dan kader IMM dari berbagai daerah. Kehadiran Kapolri menjadi bentuk dukungan terhadap peran strategis mahasiswa dalam menjaga kemandirian dan ketahanan nasional di tengah tantangan global. Mahasiswa Didorong Jadi Kekuatan Strategis Bangsa Dalam sambutannya, Jenderal Sigit menegaskan pentingnya peran mahasiswa Muhammadiyah sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa. Ia menyebut generasi muda harus mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan nasional. “Mahasiswa tidak boleh hanya jadi penonton. IMM harus menjadi penggerak, terutama dalam menjaga ketahanan bangsa melalui kreativitas, inovasi, dan kepedulian sosial,” ujar Kapolri. Ia menambahkan, semangat kolaborasi antara mahasiswa dan institusi negara seperti Polri sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan memperkuat daya saing nasional. Perkuat Sinergi Polri dan Mahasiswa Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menuturkan, kehadiran Kapolri di tengah kader IMM menjadi simbol sinergi antara Polri dan generasi muda kampus dalam membangun semangat kebangsaan dan kedisiplinan sosial.

Menteri Bahlil Sidak SPBU di Malang Usai Keluhan Motor Brebet

MALANG, FaktualNews.co–Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengecek SPBU di Kabupaten Malang, Rabu (29/10/2025) malam. Ia melakukan pengecekan setelah menjadi pembicara serta memberikan materi singkat di Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Bahlil mengecek kualitas BBM dalam merespons keluhan warga tentang sepeda motor mogok dan brebet alias tersendat setelah mengisi Pertalite di SPBU. Dalam sidak tersebut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar ini menyasar SPBU Asrikaton Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Bahlil berinteraksi dengan operator SPBU serta masyarakat untuk menanyakan kualitas BBM. Selain itu, Bahlil melihat kualitas BBM Pertalite dan Pertamax yang diambil sampelnya dari SPBU tersebut. Kemudian, sampel BBM diuji memakai distillate fuel bar chart atau alat pengecekan kualitas kandungan. Dari hasil sidak tersebut, Bahlil menyatakan kualitas BBM berstandar bagus dan sesuai spesifikasi. Selain itu, kandungan zat dan takarannya juga tepat. “Saya pikir sudah clear, ini kami didampingi BPH Migas, ada Dirut Pertamina Patra Niaga yang punya tugas untuk menyediakan stok sampai kemudian menyalurkan. Sampai hari ini saya pikir sudah clear,” ujarnya. Dia telah meminta Pertamina untuk selalu menjaga kualitas BBM yang disalurkan. Terkait penyelidikan kejadian motor mogok usai mengisi Pertalite di SPBU, Bahlil menyatakan telah membentuk tim khusus. “Tim sudah saya turunkan baik dari Dirjen Migas, BPH Migas serta dari Pertamina Patra Niaga. Sekarang tim masih berada di daerah. Yang jelas kami fokus konsentrasi untuk menjaga kualitas dan saya meminta kepada Pertamina jangan main-main. Meskipun BUMN, saya akan terus memantau langsung karena mereka (Pertamina) yang bertanggung jawab terhadap kualitas dan juga penyaluran BBM,” katanya. Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo mengungkapkan, suplai BBM di sejumlah SPBU di Malang berasal dari Surabaya. “BBM yang ada di Malang ini disuplai dari Surabaya memakai gerbong tangki kereta, sumbernya sama,” ujar dia. Dari hasil sidak di SPBU Asrikaton Kabupaten Malang tersebut, kualitas BBM Pertalite dan Pertamax sudah sesuai standar. Namun, untuk lebih memastikan, Pertamina bekerja sama dengan Kementerian ESDM akan menguji sampel BBM itu ke laboratorium. “Kami tetap melakukan pendalaman, termasuk melakukan pengecekan lewat laboratorium yang membutuhkan waktu untuk hasilnya,” ucapnya.

Investigasi Cepat Lintas Lembaga, Bahlil Siapkan Sanksi Dugaan Pertalite Bermasalah di Jatim

MALANG POST – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah sedang menjalankan investigasi serius terkait dugaan kendaraan mogok setelah pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa wilayah Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikan usai ia menghadiri Tanwir Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang digelar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (29/10/2025). Dalam konferensi pers singkat seusai acara, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah menugaskan beberapa lembaga terkait untuk menerima laporan langsung dari lapangan dan mengoordinasikan langkah-langkah pemeriksaan secara terpadu. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini. Nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di bandara,” ujarnya. Koordinasi lintas kementerian dan badan tetap berjalan secara intensif meskipun penelitian masih berlangsung di tahap awal. Bahlil menekankan komitmen pemerintah untuk menegakkan akuntabilitas operasional di sektor penyaluran BBM. Dalam hal ini, Pertamina Patra Niaga, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Energi (Lemigas) diberi mandat untuk menerima laporan langsung dari lapangan dan memverifikasi setiap klaim yang masuk. “Sekarang tim saya masih berada di daerah sini. Nanti setelah ini saya akan rapat dengan mereka di bandara,” ungkapnya, menegaskan bahwa analisis awal akan dilanjutkan dengan diskusi formal di fasilitas bandara setelah tim mengumpulkan data awal. Bahlil menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan sanksi tegas jika ternyata ditemukan pelanggaran atau kelalaian dalam distribusi Pertalite. Namun ia menekankan bahwa proses masih berjalan dan hasil pemeriksaan belum final karena perlu menunggu laporan resmi dari Lemigas guna memastikan kualitas minyak dan validitas keluhan. “Tetapi semuanya ini masih dalam proses. Kita harus cek kebenarannya tentang kualitas minyak. Kita tunggu hasil daripada apa yang dilakukan oleh Lemigas,” jelasnya, menegaskan bahwa evaluasi kualitas BBM menjadi fokus utama sebelum mengambil langkah disipliner. Menteri ESDM itu juga menjelaskan bahwa tim khusus telah dibentuk untuk menelusuri dugaan masalah terkait Pertalite. Tim lintas instansi ini terdiri dari Direktorat Jenderal Migas, Lemigas, BPH Migas, serta Pertamina Patra Niaga sebagai pihak penyalur BBM. “Kita belum bisa mengandai-andai. Kita lihat apa yang akan ditemukan oleh tim. Saya belum bisa menyimpulkan tentang kebenarannya, apakah benar atau tidak benar. Kita tunggu kajian dari tim,” katanya menanggapi kemungkinan adanya unsur sabotase atau faktor lain yang berpotensi mempengaruhi performa kendaraan setelah pengisian Pertalite. Dalam konteks waktu, Bahlil menyatakan target pemerintah adalah memperoleh hasil investigasi awal dalam waktu singkat, khususnya satu hingga dua hari. “Paling lama saya butuh waktu 1–2 hari. Besok saya akan rapat langsung memimpin di Jakarta,” tambahnya, menunjukkan komitmen untuk transparansi publik dan respons kebijakan yang cepat bila diperlukan. Secara simultan, pihak-pihak terkait diharapkan menjaga komunikasi yang terbuka dengan masyarakat, terutama bagi pengguna kendaraan yang mungkin terdampak. Sementara itu, seluruh langkah investigasi tetap mengikuti prosedur formal dan prinsip kehati-hatian. Tim gabungan akan memanfaatkan data lapangan, pemeriksaan kualitas BBM, analisis kimia, serta standar operasional yang berlaku. Itu ditempuh untuk menilai apakah terjadi kesalahan distribusi, kualitas BBM yang tidak memenuhi spesifikasi, atau adanya faktor eksternal lain yang berpotensi mengganggu performa kendaraan. Hasil kajian akhir akan dirilis melalui mekanisme komunikasi publik yang terstruktur, termasuk rilis resmi kementerian, laporan teknis Lemigas, serta notifikasi kepada Pertamina Patra Niaga dan BPH Migas jika diperlukan tindakan korektif maupun sanksi administratif. Kebijakan ini diambil untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pasokan energi nasional dan memastikan kualitas BBM yang beredar di pasar. Pemerintah menegaskan bahwa setiap temuan pelanggaran akan ditindaklanjuti dengan sanksi tegas sesuai regulasi yang berlaku. Tanpa pandang bulu terhadap pelaku industri yang terbukti melakukan kelalaian atau manipulasi distribusi. Di sisi lain, pihak-pihak terkait diharapkan menjaga integritas operasional dan transparansi informasi, agar publik memiliki gambaran jelas mengenai proses investigasi dan hasil akhirnya. (M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Ketua Umum DPP IMM Ingatkan Bahaya Idealisme Buta

MAKLUMAT – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Riyan Beltra Delza mengingatkan seluruh kader ikatan agar tetap idealis namun tidak terjebak dalam idealisme buta. Pesan itu ia sampaikan saat berpidato di Tanwir XXXIII IMM di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (29/10/2025). Sejak awal sambutannya, Riyan menekankan pentingnya keterbukaan dalam perjuangan. Ia mendorong kader IMM untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak tanpa kehilangan prinsip perjuangan yang menjadi ruh gerakan mahasiswa. “Mari kita isi tanwir dengan gagasan yang konstruktif, punya nilai, dan mampu melahirkan daya juang gerak, yang tentunya tidak hanya sekadar diksi dan narasi, namun dapat memberi manfaat. Tidak hanya untuk IMM, tapi juga untuk semesta,” ujarnya di hadapan ribuan kader IMM dari seluruh Indonesia. Ia menilai, sikap tertutup dan merasa cukup berjuang dalam lingkaran sendiri hanya akan membuat IMM kehilangan relevansi. Menurutnya, kader IMM harus mampu memaksimalkan potensi intelektual secara adaptif terhadap perubahan zaman. Hal ini dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial. Energi Kolektif untuk Negeri Tema Tanwir kali ini adalah Energi Kolektif untuk Negeri, yang disebut Riyan sejalan dengan semangat kolaborasi lintas sektor. Ia menegaskan, perjuangan tidak bisa dilakukan hanya di lingkup internal organisasi. Pejuangan itu harus menjangkau seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah. “Jangan menganggap eksekutif dan legislatif itu ladang kebencian. Eksekutif dan legislatif itu adalah mitra kritis dan mitra strategis kita,” katanya. Riyan juga mengingatkan agar kader IMM tidak membangun tembok mental atas nama idealisme yang buta. Ia mengutip potongan Q.S. Al-Maidah ayat 2, ta’awanu ‘alal birri wat taqwa wa la ta’awanu ‘alal itsmi wal ‘udwan, sebagai dasar ajakan untuk bersinergi dalam kebaikan. “Tolong-menolong dalam kerangka kebaikan dan takwa itu dianjurkan dalam agama kita. Maka jangan sekali-kali membangun mental block atas nama idealisme yang buta itu,” jelasnya. Ia menambahkan, realitas abad ke-21 menuntut langkah cepat, tepat, dan kolaboratif. Menurutnya, kemampuan intelektual saja tidak cukup untuk bertahan di era yang penuh dinamika ini. “Pintar saja tidak cukup di abad 21 ini. Untuk hidup, kita harus punya relasi yang luas, koneksi yang terintegrasi,” ujarnya. Riyan juga mengutip Q.S. Ali Imran ayat 103, wa‘tasimu bihablillahi jami‘an wala tafarraqu, yang berarti “Berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” Kutipan itu ia kaitkan dengan semangat Tanwir tahun ini yang menekankan pentingnya energi kolektif dalam perjuangan. “IMM tidak bisa seorang diri. Kita harus bersama-sama. Momen ini ajang reflektif untuk kita di Ikatan ini. Sejauh mana kualitas kita dalam bersilaturahmi. Sejauh mana kualitas kita dalam membangun soliditas dan solidaritas. Sejauh mana kualitas kita dalam berjamaah,” pungkasnya.

Pakar Halal UMM: Sertifikasi Halal Bukan Sekadar Legalitas, tapi Soal Niat dan Kejujuran

Hidayatullah.com – Pakar sekaligus Asesor Halal dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Elfi Anis Saati, M.PKa, menegaskan bahwa esensi dari sertifikasi halal melampaui sekadar pemenuhan aspek legal dan syariat. Menurutnya, mutu tertinggi produk halal justru terletak pada aspek intrinsik yang tidak terlihat, yaitu niat dan kejujuran dari produsen. Penegasan ini disampaikannya saat menjadi pembicara utama dalam acara “Sosialisasi dan Akselerasi Sertifikasi Halal untuk Hotel dan Rumah Makan” yang digelar oleh MUI Kota Batu, Rabu (29/10/2025). “Bicara mutu halal, ada aspek yang tidak bisa dilihat oleh auditor, yaitu niat dan kejujuran. Itu Allah yang menyaksikan,” ujar Prof. Elfi di hadapan para pelaku usaha perhotelan dan kuliner. “Jadi kalau kita memproduksi sesuatu, masak sambil berdoa. Niatkan karena Allah.” Ia menjelaskan, produk halal tidak hanya harus terbebas dari bahan haram, tetapi juga harus thayyib atau baik. Konsep kebaikan ini, menurutnya, mencakup gizi holistik, di mana proses pengolahan yang diiringi dengan niat baik akan menghasilkan produk yang membawa keberkahan dan bahkan menjadi healing food (makanan penyembuh). Menjawab Keraguan dan Tantangan Global Prof. Elfi juga menjawab keraguan yang sering muncul di kalangan pengusaha mengenai urgensi sertifikasi halal. Ia menanggapi pertanyaan klasik, “Ngapain urus sertifikat halal, kok tidak sertifikat haram saja?” “Di Indonesia sudah ada undang-undang sejak tahun 90-an yang mewajibkan produsen mencantumkan label jika menggunakan babi. Tapi kira-kira dipatuhi tidak? Hanya kurang dari satu persen. Karena itulah masyarakat muslim galau,” jelasnya. Menurutnya, sertifikasi halal hadir sebagai solusi untuk memberikan ketenangan jiwa bagi konsumen. Kepercayaan ini bahkan meluas ke konsumen non-muslim yang menganggap label halal sebagai jaminan mutu, kebersihan, dan kualitas tertinggi. Di sisi lain, Prof. Elfi mengingatkan tentang tantangan persaingan global yang semakin ketat. Ia mengungkapkan bahwa belasan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) dari luar negeri, seperti Thailand, Jerman, hingga Prancis, telah mendaftar dan lolos akreditasi untuk beroperasi di Indonesia. “Apakah kita mau dibanjiri produk impor mereka? Jangan sampai kita dijajah oleh produk impor. Maka, kita harus berjuang membumikan produk halal dalam negeri,” tegasnya. Untuk itu, ia mendorong para pelaku usaha untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, sesuai dengan anjuran Rasulullah untuk memanfaatkan sumber daya terdekat. Langkah ini dinilai tidak hanya lebih efisien secara biaya, tetapi juga dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. Inovasi dan Keunikan Produk Sebagai praktisi yang produk olahan mawarnya pernah meraih penghargaan halal dunia di Malaysia, Prof. Elfi mengajak para pengusaha untuk menciptakan keunikan dan nilai tambah pada produk mereka. “Jangan sama dengan yang lain (ojo podo nek kancane). Ciptakan branding yang unik,” katanya. Ia memberi contoh, kekayaan alam Kota Batu seperti bunga mawar bisa diolah menjadi antioksidan untuk campuran kopi dan susu. Sementara itu, bubuk bayam merah dapat digunakan sebagai suplemen zat besi, dan kulit buah naga sebagai pewarna alami pengganti karmin yang diimpor. “Indonesia adalah negara nomor dua terkaya di daratan dan nomor satu di lautan. Kekayaan alam ini harus kita manfaatkan untuk menciptakan produk unggulan daerah,” pungkasnya.*

Masa Depan Indonesia Dari Pemuda Siap Berproses: Energi Kolektif untuk Negeri di Tanwir XXXIII IMM

MALANG POST – Masa depan Indonesia dinantikan dari tangan pemuda yang benar-benar siap berproses, berdaya saing, dan berjiwa kolektivitas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia membuka Tanwir XXXIII Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan tema “Energi Kolektif untuk Negeri” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rabu 29 Oktober 2025 di UMM dome. Pembukaan Tanwir IMM dilakukan bersama beberapa tokoh nasional, yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr. Agung Danarto, M.Ag, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P., serta Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. Ketika pembukaan, mereka tampil harmonis dengan memainkan alat musik dawai, menandai suasana meriah yang mencerminkan semangat kolaborasi antara pemerintah, kalangan akademisi, dan kader muda Muhammadiyah. Gagasan utama Tanwir sejalan dengan pesan Bahlil mengenai pentingnya kemandirian bangsa yang hanya bisa terwujud melalui generasi muda yang siap berproses, berdaya saing, dan berjiwa kolektivitas. Menurutnya, masa depan Indonesia akan ditentukan oleh kesiapan pemuda untuk beradaptasi dan berinovasi, terutama menghadapi dinamika energi global. IMM dinilai memiliki peran strategis dalam mencetak kader pemimpin yang tidak hanya kritis secara intelektual, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan nasional. Kutipan utama disampaikan Bahlil: “IMM adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara ini. Jangan hanya berhenti pada wacana, tetapi turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan.” Arah kebijakan energi nasional yang disorot fokus pada dua hal utama: kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Indonesia dinilai tidak boleh terus bergantung pada impor bahan bakar karena hal itu dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. Upaya menghadapi tantangan energi juga diarahkan pada pengembangan etanol sebagai bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berbasis kekayaan alam Indonesia. Bahlil menegaskan, “Yang sedang kami kembangkan adalah etanol — energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor.” Etanol dipandang berpotensi menggantikan sebagian kebutuhan bensin dan mengurangi emisi karbon. Bahlil mencontohkan Brasil dan India yang sudah sukses mengembangkan industri etanol, sehingga menekan biaya impor dan meningkatkan nilai ekonomi pertanian. Potensi besar ini diyakini bisa meningkatkan kesejahteraan petani, menciptakan lapangan kerja, serta menjaga devisa negara, asalkan didukung kemauan dan keberanian untuk mengeksekusinya. Indonesia memiliki bahan baku melimpah untuk produksi etanol dari sektor pertanian, sehingga riset dan inovasi di perguruan tinggi didorong untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Sebagai bentuk dukungan bagi generasi muda, Bahlil mengumumkan pemberian 10 beasiswa kepada kader IMM berprestasi sebagai bagian dari regenerasi sumber daya manusia di bidang energi dan kepemimpinan. Diharapkan kader IMM menjadi pelopor inovasi yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam, nasionalisme, dan kemajuan teknologi dalam kerja nyata bagi bangsa. Pada saat yang sama, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas generasi dan lembaga untuk masa depan Indonesia yang berkelanjutan. Ia memperkenalkan konsep Green Democracy, demokrasi yang tidak hanya menekankan partisipasi politik, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan kesejahteraan sosial. “Tidak ada lagi one man show. Membangun bangsa sebesar ini hanya bisa dilakukan dengan kolaborasi. Demokrasi kita harus pro-pemuda, pro-rakyat kecil, dan pro-ekologi,” ujarnya. Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., mengapresiasi terselenggaranya Tanwir IMM di kampus yang dikenal dengan semboyan “Kampus Putih”. Ia menilai forum ini bukan sekadar pertemuan organisasi, melainkan ruang strategis untuk mengonsolidasikan gagasan besar tentang masa depan Indonesia. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami di UMM berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin masa depan Indonesia,” pungkasnya. Penyelenggaraan Tanwir XXXIII IMM dihadiri oleh para pemimpin institusi dan tokoh nasional, dengan nuansa kolaboratif yang diharapkan menjadi contoh bagi upaya membangun energi kolektif bagi negeri.(M Abd Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)

Penyelenggaraan OSN Nasional SMA Sederajat, Sukses dan Berkesan

Kompasiana – Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMA Sederajat tahun 2025 telah berhasil diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada tanggal 6–12 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bergengsi bagi para peserta didik terbaik dari seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan, ketekunan, dan semangat juang dalam bidang sains. OSN SMA 2025 dilaksanakan secara luring di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang, dengan menghadirkan ratusan peserta dari 31 provinsi di Indonesia dan 1 Sekolah Indonesia Luar Negeri. Setiap peserta berkompetisi dalam sembilan bidang lomba, yaitu Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Informatika, Astronomi, Ekonomi, Geografi, dan Kebumian. Pelaksanaan secara tatap muka ini memberikan pengalaman langsung bagi peserta untuk berinteraksi, berkompetisi secara sehat, serta menumbuhkan rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme di antara generasi muda berprestasi. Selain kegiatan kompetisi utama, OSN SMA Sederajat tahun 2025 juga diisi dengan kegiatan pendukung seperti city tour edukatif yang memperkaya pengalaman peserta selama di Malang. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar dan tertib berkat dukungan penuh dari panitia pusat, panitia lokal UMM, tim juri, serta seluruh pendamping peserta. Keberhasilan penyelenggaraan OSN SMA 2025 ini menjadi bukti nyata komitmen Kemendikdasmen dalam mengembangkan talenta sains unggul yang berkarakter, berintegritas, dan siap berkontribusi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati sosial dan semangat kolaborasi dalam memajukan bangsa. Pada tahun ini juga dilaksanakan Eksebisi kecerdasan artifisial (AI) yang diikuti oleh peserta diluar dari peserta terdaftar di OSN tahun 2025, dan pelaksanaan kegiatan eksebisi ini berjalan dengan lancar yang di tutup pada tanggal 9 Oktober 2025. Pelaksanaan OSN Nasional jenjang SMA sederajat ini mengahasilkan juara dimasing-masing bidang dengan jumlah perolehan: Emas sebanyak 5 orang, Perak sebanyak 10 orang, Perunggu sebanyak 15 orang, dan HM sebanyak 10 orang. Peraihan medali terbanyak diraih oleh Provinsi DKI Jakarta dengan total medali sebanyak 67 medali. Berikut urutan 10 provinsi terbanyak meraih medali pada pelaksanaan OSN SMA Sederajat tahun 2025 Prov. D.K.I. Jakarta: 67 medali Prov. Jawa Timur: 50 medali Prov. Jawa Tengah: 45 medali