Unik, Student Day UMM 2025 dibuka oleh Puluhan Rektor

pwmu.co –Helipad Kampus Putih Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipenuhi ribuan mahasiswa baru, Sabtu (18/10/2025). Mereka tumpah ruah mengikuti pembukaan Student Day 2025 yang berlangsung meriah dan penuh semangat. Yang membuat acara ini istimewa, pembukaannya dihadiri langsung oleh puluhan Rektor dari 168 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia. Mereka hadir di UMM dalam rangka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Rektor PTMA. “Unik dan bersejarah, karena pembukaan Student Day kali ini dibuka oleh para Rektor Muhammadiyah dari seluruh Indonesia,” ujar Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik MSi, saat memberi sambutan. Kegiatan diawali dengan Jalan Sehat yang mengelilingi area Kampus Putih hingga ke unit bisnis milik UMM, Taman Rekreasi Sengkaling. Dalam suasana cerah dan penuh keceriaan, ribuan mahasiswa berjalan santai sambil menyapa para dosen dan pimpinan universitas yang ikut serta. Prof Nazaruddin menyampaikan, Student Day bukan sekadar agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga wadah untuk mengenal nilai-nilai kampus, organisasi, dan potensi diri. “Kita ingin mahasiswa UMM tumbuh menjadi insan mandiri, sehat, bahagia, dan berdaya saing. Mulailah dengan semangat belajar dan kebersamaan hari ini,” pesannya. Program Student Day sendiri menjadi tradisi tahunan di UMM. Selama satu semester, setiap Sabtu mahasiswa baru akan mengikuti beragam kegiatan pembinaan karakter, pengembangan diri, hingga eksplorasi minat dan bakat melalui kegiatan prodi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Di area UKM Fair, ratusan mahasiswa tampak antusias mendatangi stan-stan berbagai UKM, mulai dari seni, olahraga, hingga kewirausahaan. “Seru banget! Bisa kenalan dengan banyak teman baru dan lihat penampilan UKM-UKM keren,” kata Sindikirana, mahasiswa baru Prodi Pendidikan Biologi. Hal senada disampaikan Echa Evitasari. Ia mengaku menikmati momen jalan sehat sambil menikmati keasrian kampus. “Kampus UMM hijau banget, adem, dan suasananya bikin semangat. Apalagi tadi ada senam bareng dan pertunjukan dari UKM Tapak Suci, Teater, Tari, dan Marching Band,” ujarnya antusias. Acara pembukaan ditutup dengan berbagai penampilan atraktif yang menggambarkan semangat mahasiswa baru untuk berkarya dan berprestasi. Melalui Student Day 2025 ini, UMM berharap mahasiswa Gen 25 dapat lebih siap menempuh kehidupan perkuliahan dan aktif dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. “Inilah langkah awal menjadi mahasiswa sejati Kampus Putih,” tutup Prof Nazaruddin. (*)
Tingkatkan Profesionalisme Kader, PDNA Kabupaten Malang Gandeng UMM Gelar Workshop Public Speaking dan Protokol

pwmu.co –Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Malang bekerja sama dengan Laboratorium Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan Workshop “Public Speaking and Protocol” dengan tema Immersive, Engagement with Formal Audience pada Ahad (26/10/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, dan profesionalisme kader Nasyiatul Aisyiyah dalam berinteraksi di ruang publik. Workshop yang berlangsung di Laboratorium Bahasa UMM ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai cabang Nasyiatul Aisyiyah se-Kabupaten Malang. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PDNA Kabupaten Malang, Siti Aminah, A. Md. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kemampuan berbicara di depan umum serta memahami tata protokol merupakan keterampilan penting bagi kader perempuan muda dalam menjalankan peran dakwah dan kepemimpinan “Public speaking bukan hanya sekadar berbicara, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan dengan nilai, etika, dan kepribadian Islami. Hal yang sama juga berlaku untuk pemahaman protokol karena protokol mencerminkan ketertiban dan rasa hormat dalam setiap kegiatan organisasi,” ujarnya. Materi workshop disampaikan langsung oleh para pemateri yang kompeten di bidang public speaking, yaitu Dosen UMM, Dr. Rina Wahyu Setyaningrum, M.Pd., dan Ketua Laboratorium Bahasa UMM, Riski Lestiono, M.A., Ph.D. Workshop ini membahas teknik dasar berbicara di depan umum, penguasaan panggung, etika komunikasi, serta tata protokol dalam acara resmi. Peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berlatih secara langsung melalui sesi praktik dan simulasi. Selain mempelajari ilmu public speaking dan keprotokoleran, para peserta juga diajak untuk belajar menggunakan Virtual Reality sebagai media pendukung dalam meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum. Kegiatan berlangsung secara antusias dan interaktif. Para peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan serta pengalaman baru yang dapat langsung diaplikasikan dalam kegiatan organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Di akhir acara, panitia menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat terus diselenggarakan sebagai upaya pembinaan dan pengembangan kapasitas kader muda Nasyiatul Aisyiyah. Dengan demikian, para peserta diharapkan semakin siap tampil sebagai perempuan berkemajuan yang percaya diri, komunikatif, dan beretika. (*)
Bahlil Lahadalia Buka Tanwir ke-33 IMM, Dorong Anak Muda Punya Visi Bangsa

MALANG, MEMORANDUM.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia membuka Tanwir ke-33 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertema “Energi Kolektif untuk Negeri” di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu 29 Oktober 2025. Dalam sambutannya, Bahlil menegaskan bahwa negara membutuhkan anak muda yang memiliki visi dan keberanian mengambil keputusan. Bahlil menyebut masa depan bangsa berada di tangan anak muda yang menyiapkan diri secara serius untuk menjadi pemimpin. “IMM ini adalah kader yang kelak menjadi pemimpin negara. Jangan hanya berhenti pada wacana, tapi harus turun tangan mengeksekusi gagasan. Negara ini butuh anak muda yang punya visi dan keberanian mengambil keputusan,” ujar Bahlil Lahadalia. Ia menegaskan kebijakan energi difokuskan pada dua hal utama, yaitu kemandirian energi nasional dan transisi energi berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia tidak boleh bergantung pada impor bahan bakar karena dapat melemahkan kedaulatan ekonomi bangsa. “Kita tidak oplos bensin. Yang kami kembangkan adalah etanol energi bersih yang bisa dibuat dari jagung dan singkong. Ini bukan akal-akalan, tapi langkah nyata agar Indonesia tidak terus bergantung pada impor,” katanya. Pembukaan Tanwir IMM ke-33 ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP Muhammadiyah Dr Agung Danarto, Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Prof Dr Muhadjir Effendy, Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik, serta Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin. Rektor UMM Prof Dr Nazaruddin Malik mengapresiasi terselenggaranya Tanwir IMM di kampus UMM dan menyebut forum ini sebagai momentum meneguhkan peran mahasiswa. “Tanwir IMM bukan sekadar forum seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan peran mahasiswa sebagai penggerak perubahan. Kami berkomitmen mendukung lahirnya generasi muda yang berani, cerdas, dan siap memimpin,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin mengajak seluruh kader IMM menjadikan Tanwir ke-33 sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan yang berlandaskan iman, ilmu, dan nilai-nilai Islam yang mencerahkan. (edr)
Di Tanwir XXXIII IMM, Ketua DPD RI Kenalkan Gagasan “Green Democracy” untuk Indonesia

Malang, Tugumalang.id – Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin mendorong penerapan gagasan “Green Democracy” atau Demokrasi Hijau dalam sistem politik nasional. Menurutnya, pembangunan bangsa dan negara harus tetap mengedepankan keseimbangan ekologis agar kemajuan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan. Gagasan tersebut ia sampaikan saat menjadi keynote speaker pada pembukaan Tanwir XXXIII Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Acara digelar pada 29 – 31 Oktober 2025. Acara tersebut turut dihadiri jajaran anggota DPD RI, antara lain Ahmad Nawardi (Jawa Timur), Bustami Zainudin (Lampung), Zuhri Muhammad Syazali (Kepulauan Bangka Belitung), Ahmad Syauqi Suratno (DIY), Hasby Yusuf (Maluku Utara), Carel Simon Petrus Suebu (Papua), dan Sopater Sam (Papua Pegunungan). Demokrasi Hijau: Menyatukan Politik dan Ekologi Dalam pidatonya berjudul “Gerakan Mahasiswa, Etika Politik Muhammadiyah, dan Demokrasi Hijau: Menyalakan Energi Kolektif untuk Negeri,” Sultan memperkenalkan konsep Demokrasi Hijau, yakni politik yang menempatkan keseimbangan dan keberlanjutan sebagai inti demokrasi. “Green Democracy bukan sekadar soal lingkungan, tapi tentang jiwa bangsa yang hidup selaras dengan alam dan nilai. Ketika politik kehilangan nilai, yang lahir adalah kerakusan. Ketika pembangunan kehilangan keseimbangan, yang tumbuh bukan kemajuan, tapi kerusakan,” tegasnya. Menurut Sultan, Demokrasi Hijau adalah upaya memastikan sistem demokrasi berjalan dengan sejuk dan berkeadilan, dengan mengarusutamakan kesehatan lingkungan. DPD RI, kata dia, berkomitmen untuk mengimplementasikan konsep ini dalam kebijakan nasional. Ekonomi dan Ekologi Harus Berjalan Seimbang Sultan mengakui bahwa penerapan kebijakan berbasis ekologi tidak mudah. Namun, upaya menuju sistem demokrasi hijau harus terus dijaga agar bisa diterapkan hingga pemerintahan mendatang. “Menyiapkan generasi masa depan itu penting, tapi pada saat yang sama kita harus memastikan kebijakan negara tidak hanya fokus pada ekonomi, melainkan juga ekologi. Keduanya harus berjalan paralel,” ujarnya. Ia juga mengajak kader Muhammadiyah untuk menghidupkan kembali etika politik dan tanggung jawab moral dalam membangun bangsa. “Energi kolektif adalah gotong royong dalam makna paling mulia: kesadaran bahwa perubahan sejati lahir dari kerja bersama,” terang Sultan. DPD RI Tegaskan Komitmen Politik Etik dan Berkelanjutan Sultan menegaskan, DPD RI berkomitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan ekologis. Sebagai lembaga perwakilan daerah, DPD RI memastikan kebijakan nasional berpihak pada rakyat serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya lokal. “Itulah bentuk politik etik, politik yang sejalan dengan perjuangan Muhammadiyah — menegakkan amar ma’ruf nahi munkar melalui sistem, bukan sekadar slogan,” imbuhnya. Ia menambahkan, dalam mencetak pemimpin masa depan, penting menanamkan nilai, gagasan, dan tindakan yang membawa kehidupan. “Kader IMM harus menjadi generasi yang tidak hanya pandai berpolitik, tetapi juga berjiwa negarawan — pemimpin yang menyeimbangkan antara kekuasaan dan keberlanjutan,” ujarnya. Sultan mengajak seluruh kader IMM menjadikan Tanwir ke-33 IMM sebagai momentum memperkuat semangat kebangsaan yang berlandaskan iman, ilmu, dan nilai-nilai Islam yang mencerahkan. “Saya yakin dari Tanwir inilah akan lahir generasi pemimpin muda Indonesia yang menjaga keseimbangan antara idealisme dan tanggung jawab, antara keberanian dan kebijaksanaan. Itulah energi kolektif untuk negeri — makna sejati dari Green Democracy,” tutupnya.
Cara UMM Jadi Kampus Berdampak, Luncurkan Direktorat Saintek

Untuk mengokohkan komitmen bermanfaat bagi masyarakat, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah mendirikan dan menjalankan berbagai program yang tertuang dalam Direktorat Saintek UMM. Wadah itu juga mengukuhkan UMM sebagai Kampus Berdampak. Hal itu juga turut mendukung program pemerintah, utamanya dalam mencapai Asta Cita yang fokus pada pangan, kesehatan masyarakat, energi, serta pelestarian lingkungan. Di sisi lain, juga menjadi program andalan UMM di bawah komando Prof Dr Nazaruddin MSi sebagai rektor. ”Selama ini, sivitas akademika UMM memang sudah banyak melakukan riset di berbagai aspek. Direktorat Saintek ini akan menjadi wadah untuk mengelolanya dan terintegrasi mulai hulu hingga hilir, bahkan hingga menghasilkan produk,” kata Nazar. Dengan begitu, UMM mampu mengakselerasi pembangunan nasional dan benar benar membuktikan diri sebagai kampus berdampak. Lebih lanjut, proses hilirisasi produk UMM itu juga berkolaborasi dengan PT Hintek UMM agar bisa terlaksana dengan lebih sistematis. Direktorat memiliki berbagai output yakni paket teknologi yang implementatif dan produk riset yang bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, juga mampu menghasilkan hilirisasi secara komersial dan meningkatkan kemanfaatan untuk pembangunan nasional. Direktorat itu tentu mengelola dan menyelenggarakan proyek-proyek reiset pengembangan yang dilakukan peneliti dan ekspert multidisiplin secara terintegrasi. Dengan begitu, muncul berbagai produk yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya di bidang ketahanan pangan dan hortikultura yang mencakup bibit tanaman UMMSeeds, produk saprodi, sandang UMMFAbrics, dan lainnya. Adapula di bidang pangan peternakan dan perikanan yang mencakup UMMChick, UMMFish, UMMMachinery, dan lainnya. Begitupun di bidang kesehatan masyarakat seperti obat-obatan UMMMedicine maupun UMMHealth. ”Ditektorat ini sudah dikuncurkan dan berjalan. ditargetkan pada awal 2026, Direktorat Saintek bisa langsung menghilirisasi produk-produk riset yang bermanfaat. Jangan sampai, riset-riset yang sudah dilakukan hanya berhenti di laboratorium. Berbagai riset ini harus bisa memberikan dampak dan solusi atas pelbagai masalah masyarakat yang ada,” tegas Nazar. (*/adn) Sumber: https://radarmalang.jawapos.com/pendidikan/amp/816308967/cara-umm-jadi-kampus-berdampak-luncurkan-direktorat-saintek
Wujudkan SDM Unggul, Pemkot Kotamobagu Teken MoU Kesepakatan dengan UMM

TNews, KOTAMOBAGU — Wali Kota Kotamobagu, dr. Wenny Gaib, Sp.M, dan Rektor Universitas Muhammadiyah Manado, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si, secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama tentang Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pembangunan Daerah, Kamis (17/7/2025), di Kampus Universitas Muhammadiyah Manado. Penandatanganan yang disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd ini, berlangsung dalam rangkaian kegiatan Wisuda Periode VII Universitas Muhammadiyah Manado Tahun 2025, untuk jenjang Sarjana, Diploma, dan Profesi. Dalam sambutannya, Wali Kota Kotamobagu menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati, serta menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan daerah. “Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan langkah maju yang sangat berarti. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut karena pendidikan adalah modal utama dalam membangun masa depan daerah,” ujar Wali Kota. Lebih lanjut, Wali Kota juga berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata, khususnya dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Kotamobagu. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Manado Andrei Angouw, Ketua LLDIKTI Wilayah XVI Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.M., Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulut Drs. Masrur Mustamat, M.E, unsur Forkopimda Sulut, para pejabat daerah se-Sulawesi Utara, jajaran akademisi Universitas Muhammadiyah Manado, serta para wisudawan dan orang tua. Sumber: https://bmr.totabuan.news/kotamobagu/wujudkan-sdm-unggul-pemkot-kotamobagu-teken-mou-kesepakatan-dengan-umm/
Mahasiswa Hukum UMM Menelusuri Praktik Hukum Langsung di Kantor Advokat Hidayat & CO

Program magang yang diselenggarakan oleh Laboratorium Hukum Universitas Muhammadiyah Malang merupakan inisiatif akademik yang bertujuan untuk memberikan fasilitas pembelajaran praktis kepada mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa diajak untuk memahami langsung bagaimana praktik dunia hukum berjalan di lapangan, melampaui batas-batas teori yang diajarkan di kelas. Kegiatan magang ini berlangsung selama satu semester aktif dan dilaksanakan dalam kelompok kecil beranggotakan tiga hingga lima mahasiswa. Salah satu kelompok yang mengikuti magang di Pos Bantuan Hukum (PBH) PERADI Malang terdiri dari lima mahasiswa: Nabila Atantia R.A. (Koordinator Kelompok), Arrayan Winandra, Rizal Nabil, Salsha Pranti Wulandari, dan Majda. Kelompok ini dibimbing oleh Dosen Pembimbing Mahasiswa (DPM), Dr. Shinta Ayu P., S.H., M.H serta Dosen Pembimbing Lapang (DPL) yang mana beliau merupakan Pimpinan dari Kantor Advokat Hidayat & CO yakni Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H. Selama menjalani magang, mahasiswa dilibatkan langsung dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan dinamika dunia hukum profesional. Mereka diberi kepercayaan untuk menyusun dokumen hukum seperti surat kuasa, gugatan, jawaban, replik, duplik, hingga draft kontrak hukum. Pekerjaan ini menuntut ketelitian tinggi karena setiap kesalahan redaksional sekecil apa pun dapat berdampak serius bagi klien. Pendampingan langsung dari advokat senior membuat proses pembelajaran terasa kontekstual dan bermakna. Majda, salah satu peserta magang, mengungkapkan, “Magang ini bukan sekadar pengalaman, tapi pelatihan mental. Tekanan waktu, ketelitian dalam membuat dokumen, dan diskusi kasus nyata membuat saya lebih disiplin dan peka terhadap detail dalam hukum.” Tak hanya di balik meja, mahasiswa juga berkesempatan untuk mengikuti persidangan secara langsung di pengadilan. Mereka menyaksikan sendiri proses hukum yang berlangsung, mulai dari pembacaan dakwaan, pemanggilan saksi, penyampaian bukti, hingga pembacaan putusan hakim. Pengalaman ini memperkaya pemahaman mahasiswa tentang bagaimana hukum ditegakkan dan bagaimana peran advokat sangat vital dalam membela klien di hadapan majelis hakim. Salsha Pranti Wulandari menyampaikan, “Saya belajar bahwa menjadi advokat tidak hanya soal memahami hukum, tetapi juga soal ketelitian, etika, dan kemampuan komunikasi yang baik. Dari menyusun gugatan hingga menghadiri persidangan, semua proses ini membuka wawasan saya secara nyata tentang dunia praktik hukum.” Selama magang, mahasiswa juga terlibat dalam sesi konsultasi hukum dengan klien. Dari interaksi ini, mereka belajar membangun komunikasi profesional yang efektif, memahami persoalan klien secara mendalam, serta menyusun strategi hukum yang relevan dan kontekstual. Kepercayaan menjadi pondasi utama dalam hubungan advokat dan klien. Nabila Atantia menuturkan, “Selama magang, saya menyadari bahwa kepercayaan antara advokat dan klien adalah fondasi utama. Kami tidak hanya belajar menyusun dokumen hukum, tapi juga bagaimana membangun komunikasi profesional dan menjawab kebutuhan hukum klien secara menyeluruh. Ini bukan sekadar tugas kampus, tapi pengalaman hidup.” Kegiatan magang juga diwarnai dengan rutinitas studi kasus yang diberikan langsung oleh kantor. Mahasiswa diminta menganalisis kasus-kasus riil yang telah ditangani, menelusuri dasar hukum, merangkai kronologi, mengevaluasi strategi pembelaan, dan memprediksi kemungkinan hasilnya. Hasil analisis ini dipresentasikan langsung kepada pembimbing, sehingga mahasiswa dilatih berpikir kritis, menyusun argumen hukum yang kuat, dan menjawab pertanyaan dengan keyakinan. Selain aspek teknis hukum, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya pemanfaatan teknologi dalam dunia advokat modern. Proses penyusunan dokumen secara digital, penggunaan email profesional dalam komunikasi, hingga pencarian referensi hukum melalui database daring menjadi bagian dari kegiatan harian. Mereka menyadari bahwa advokat masa kini dituntut untuk melek digital dan mampu bekerja secara efisien dengan bantuan teknologi. Dalam proses kerja di kantor, mahasiswa juga belajar menjalin komunikasi profesional dengan berbagai pihak, mulai dari staf administrasi, paralegal, asisten hukum, hingga hakim dan panitera. Kemampuan membangun relasi yang baik dengan seluruh elemen hukum menjadi modal penting dalam karier di dunia praktik. Dr. Imam Hidayat, S.H., M.H., pimpinan Kantor Advokat Hidayat & CO, menyampaikan bahwa kantornya selalu membuka pintu bagi mahasiswa hukum yang ingin belajar langsung di lapangan. “Kami bertekad untuk membantu mencerdaskan anak-anak generasi penerus bangsa dengan memberikan ilmu yang berupa praktik bagaimana penerapan ilmu hukum dari sudut pandang advokat,” ujarnya. Program magang ini memberikan pengalaman yang tidak bisa diperoleh dari ruang kuliah. Dinamika pekerjaan yang cepat, tekanan waktu, serta tanggung jawab atas dokumen-dokumen penting membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang lebih tangguh dan profesional. Mereka tidak hanya memahami hukum secara teori, tetapi juga secara etis dan praktis. Mahasiswa menyadari bahwa menjadi seorang advokat bukan hanya tentang menyuarakan kebenaran hukum, tetapi juga tentang bagaimana menyampaikannya dengan tepat, sopan, dan meyakinkan. Magang di Kantor Advokat Hidayat & CO telah membekali mahasiswa dengan pengalaman menyeluruh yang memperkuat karakter dan kompetensi mereka sebagai calon sarjana hukum. Mereka mendapatkan pemahaman praktis yang luas, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari segi komunikasi, teknologi, dan etika kerja. Program ini menjadi pijakan penting bagi perjalanan karier mereka ke depan sebagai profesional hukum yang kompeten dan berintegritas. Sumber: https://imparo.net/mahasiswa-hukum-umm-menelusuri-praktik-hukum-langsung-di-kantor-advokat-hidayat-co/
Empat Kampus Muhammadiyah Terbaik di Indonesia Versi THE WUR 2025

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh empat kampus Muhammadiyah yang berhasil masuk dalam daftar universitas terbaik di Indonesia versi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2025. THE WUR, yang dikenal luas sebagai salah satu pemeringkatan universitas paling terkemuka di dunia. pemeringkatan ini juga merilis daftar kampus terbaik dalam skala global dan per negara. THE WUR menggunakan 13 indikator penilaian yang terbagi dalam lima kategori: teaching, research, citations, industry income, dan international outlook. Bersumber dari laman timeshighereducation.com, empat kampus Muhammadiyah yang berhasil masuk dalam daftar kampus terbaik dunia yakni: Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) UMS masuk pada urutan ke 1200-1500 ranking dunia dan bersanding dengan perguruan tinggi negeri lainnya seperti Institut Teknologi Bandung, BINUS University, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Universitas Sebelas Maret (UNS). UMS juga unggul pada skor Quality Research dengan nilai skor 58.2 dan menjadikannya sebagai perguruan tinggi dengan kualitas riset tertinggi di Indonesia. Kampus yang berlokasi di Surakarta mendapatkan peringkat pertama terbaik dunia pada urutan Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Universitas Ahmad Dahlan (UAD) UAD meraih rank ke 1501+ peringkat dunia dan unggul pada international outlook dengan total skor 40.2. UAD masuk pada urutan ke-2 menjadi kampus terbaik dunia se-PTMA. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) UMM dengan rangking dunia masuk pada urutan ke 1501+. UMM berada pada posisi ke-3 menyusul UAD dalam pemerinkatan kampus terbaik dunia se-PTMA. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Terakhir yakni UMY yang berhasil meraih peringkat ke 1501+ dunia dengan menduduki urutan ke-4 se-PTMA. Keempat kampus Muhammadiyah ini berhasil menonjol dalam aspek penelitian dan pengajaran, menunjukkan bahwa PTMA tidak hanya berkomitmen terhadap kualitas akademik, tetapi juga terhadap pengembangan riset yang berdampak luas. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan dari seluruh civitas akademika untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas. Selain itu, keempat universitas ini aktif dalam menjalin kerjasama internasional, yang semakin memperkuat posisi mereka di kancah global. Dengan masuknya UMS, UAD, UMM, dan UMY dalam peringkat ini, perguruan tinggi di Indonesia khususnya Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) semakin diperhitungkan sebagai pusat pendidikan tinggi di Asia Tenggara bahkan dunia. Keberhasilan ini tidak hanya memberi dampak positif bagi PTMA. Tetapi juga mendorong calon mahasiswa untuk memilih Indonesia sebagai destinasi studi yang berkualitas. Peringkat ini diharapkan dapat memotivasi PTMA lain di Indonesia untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan, demi menciptakan generasi yang siap bersaing di tingkat global. Prestasi ini juga menjadi harapan bagi dunia pendidikan Indonesia untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan pencapaian ini, kampus Muhammadiyah semakin memperkuat eksistensinya dan menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan di Indonesia bahkan dunia. Sumber: https://wartaptm.id/empat-kampus-muhammadiyah-terbaik-di-indonesia-versi-the-wur-2025/
Kemdiktisaintek : Pusat Riset Unggulan Sawit UMM Harus Perkuat Indentitas di Indonesia di Kancah Global

SAWITKU-Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Khairul Munadi, memberikan apresiasi terhadap langkah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam mendirikan Pusat Riset Unggulan atau Center of Excellence (CoE) Kelapa Sawit. Dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, Khairul menyebutkan bahwa ini adalah langkah strategis dalam mendukung ekonomi hijau yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tinggi harus berfokus pada dampak nyata bagi pembangunan bangsa, termasuk melalui sinergi antara akademisi dan industri. CoE Kelapa Sawit UMM adalah contoh konkret kolaborasi yang berkontribusi antara akademisi dan industri. “Program ini sejalan dengan misi AstaCita untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi melalui penguatan riset, inovasi, dan tata kelola yang berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan,” ujarnya. Khairul juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai penggerak transformasi sosial-ekologis dan ekonomi, yang mengedepankan integritas akademik serta pemanfaatan teknologi. Menurutnya, kelapa sawit adalah simbol eksistensi Indonesia dalam percaturan ekonomi dan politik global. Oleh karena itu, kolaborasi antara berbagai pihak sangat penting untuk memastikan identitas tersebut memberikan dampak positif bagi bangsa dan dunia internasional. “CoE ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri, tetapi juga memperkuat identitas sawit Indonesia di kancah global,” tambah Khairul. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan bahwa CoE Kelapa Sawit merupakan bagian dari program UMM PASTI (Pasti Lulus, Pasti Bekerja, Pasti Mandiri) yang bertujuan memastikan mahasiswa menguasai teori dan praktik secara seimbang. “Program CoE Kelapa Sawit hadir untuk menjembatani kesenjangan antara industri dan pendidikan tinggi. Inisiatif ini murni lahir dari kebutuhan industri, memastikan kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan,” ungkapnya. Program CoE Kelapa Sawit UMM dirancang bekerja sama dengan dunia industri, untuk membekali mahasiswa di bidang agroteknologi, teknologi pangan, dan teknik industri dengan kompetensi teknis, manajerial, serta pemahaman tentang regulasi terkini di sektor kelapa sawit.*** Sumber: https://www.sawitku.id/sawitku/81414705780/kemdiktisaintek-pusat-riset-unggulan-sawit-umm-harus-perkuat-indentitas-di-indonesia
Jenderal Dudung Ajak Mahasiswa UMM Sambut Bonus Demografi 2045

Malang (beritajatim.com) – Ribuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memadati UMM Dome pada Rabu (2/7/2025) dalam gelaran Studium Generale bersama Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Pertahanan Nasional. Jenderal Dudung menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya nasionalisme, kesiapan menghadapi bonus demografi 2045, dan menjaga persatuan bangsa. Menurut Jenderal Dudung, Presiden RI Bapak Prabowo Subianto menaruh harapan besar kepada generasi muda sebagai penggerak utama pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, sejak dini, generasi muda Indonesia telah mulai dibekali berbagai program, termasuk pemenuhan gizi, demi mencetak sumber daya manusia yang berkualitas. “Bonus demografi 2045 hanya akan menjadi anugerah jika kita berhasil mencetak SDM yang potensial, mumpuni, berkarakter, dan memiliki kredibilitas. Jika tidak, justru akan menjadi bencana. Akan banyak pengangguran, ketimpangan, bahkan potensi konflik,” ujarnya di hadapan peserta. Jenderal Dudung juga menekankan bahwa perjuangan untuk meraih kemerdekaan Indonesia tidak mudah. Ia mengajak seluruh mahasiswa untuk tidak melupakan sejarah dan jasa para pendiri bangsa. “Negara ini tidak dibangun dalam semalam. Ada darah, air mata, dan semangat nasionalisme yang tak tergantikan. Karena itu, kita semua harus menjaga idealisme dan rasa cinta tanah air. Indonesia adalah bangsa besar yang harus kita jaga bersama,” katanya, penuh semangat. Mengambil contoh dari sejumlah negara di Timur Tengah dan Afrika seperti Irak, Iran, Libya, Mesir, Yaman, hingga Afghanistan, Dudung mengingatkan betapa perpecahan bisa terjadi hanya karena perbedaan kecil, bahkan antar aliran dalam satu agama. Di tengah keragaman Indonesia yang luar biasa, dengan lebih dari 17 ribu pulau, enam agama resmi, dan ribuan suku serta budaya, bangsa Indonesia dinilai sangat rentan terpecah jika tidak berpegang pada nilai-nilai Pancasila. “Pancasila adalah kunci kita. Ia menyatukan perbedaan yang sangat besar. Jangan sampai karena kepentingan golongan, kelompok, atau individu, persatuan kita tergoyahkan,” tegas mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat tersebut. Dalam konteks itu, generasi muda diminta untuk tidak menjadi rumput yang mudah goyah diterpa angin. Sebaliknya, mereka harus menjadi tonggak kebangsaan, pemersatu, dan penjaga keharmonisan bangsa ke depan. Saat pembukaan, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kuliah umum ini merupakan bagian penting dalam membekali mahasiswa. Mahasiswa UMM harus punya bekal kebangsaan dan daya juang, selain juga bekal ilmu. “Inspirasi, semangat, dan keteladanan seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Jenderal Dudung adalah bekal berharga bagi kita semua dalam menyongsong masa depan. Di UMM, kami meyakini bahwa bangsa besar lahir dari kerja sama dan kolaborasi produktif untuk kemaslahatan umat, terutama bangsa Indonesia,” ujar Nazaruddin. Foto BeritaJatim.com Ia menambahkan bahwa UMM berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan bangsa. Menurutnya, mahasiswa UMM dididik untuk menjadi pionir perubahan dengan landasan nilai Islam, kebangsaan, dan keilmuan. “Kampus ini punya visi yang jelas: dari Muhammadiyah untuk bangsa. Mahasiswa hari ini adalah pemimpin esok. Karena itu, setiap pertemuan seperti ini adalah bagian dari proses pembentukan karakter pemimpin masa depan Indonesia,” tambahnya. Mengakhiri kuliah umum, seluruh sivitas akademika UMM memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih setinggi-tingginya kepada Jenderal Dudung atas kesediaannya berbagi inspirasi dan pengalaman hidup. Harapannya, nilai nasionalisme yang dibawa dalam kuliah umum menjadi bekal bagi mahasiswa UMM. “Semoga ini menjadi amal baik bagi Bapak Jenderal Dudung dan memberi semangat baru bagi kita semua untuk menatap masa depan Indonesia dengan lebih optimis,” tutup Rektor UMM. (dan) Sumber: https://beritajatim.com/jenderal-dudung-ajak-mahasiswa-umm-sambut-bonus-demografi-2045