Amerta Puspa Nusantara: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Dasar PGSD FPSH UMM yang Buka Peluang Kolaborasi Nasional

Malang, JurnalPost.com – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium KeSD-an menggelar pagelaran drama “Amerta Puspa Nusantara” di Aula GKB III Lantai 6 UMM. Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia Sekolah Dasar yang dirancang melalui pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, serta apresiasi budaya mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Pagelaran diselenggarakan dalam dua sesi, dengan sesi pertama menampilkan empat drama bertema pelestarian budaya Nusantara yang diadaptasi dari cerita rakyat dan legenda Indonesia. Melalui pementasan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan seni pertunjukan, tetapi juga menginternalisasi nilai-nilai budaya, karakter, dan kearifan lokal sebagai bagian dari pembelajaran yang kontekstual di sekolah dasar. Dalam sambutannya, Wakil Dekan II Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora UMM menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen fakultas dalam menghadirkan pembelajaran yang berorientasi pada pengalaman nyata mahasiswa. “Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora terus mendorong lahirnya pembelajaran yang tidak hanya menekankan penguasaan akademik, tetapi juga pengembangan karakter, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi mahasiswa. Pagelaran drama ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran mampu menghasilkan karya yang bernilai edukatif sekaligus relevan dengan kebutuhan calon guru sekolah dasar. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berkembang dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai perguruan tinggi maupun mitra eksternal.” Sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan hasil pembelajaran, Laboratorium KeSD-an memberikan penghargaan kepada individu dan kelompok terbaik melalui Awarding Session berdasarkan aspek akting, kreativitas, penghayatan karakter, serta kualitas produksi pertunjukan. Menariknya, pagelaran ini juga dihadiri mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) yang melakukan observasi sekaligus seleksi calon aktor untuk kebutuhan proyek Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2026. Kehadiran mereka membuka peluang kolaborasi antarmahasiswa lintas perguruan tinggi dalam pengembangan karya seni dan inovasi digital. Salah seorang mahasiswa UM menyampaikan bahwa mahasiswa PGSD UMM memiliki kemampuan akting dan kerja tim yang baik sehingga berpotensi dilibatkan dalam proyek yang sedang dipersiapkan untuk LIDM 2026. Sementara itu, Kepala Laboratorium KeSD-an PGSD FPSH UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa Amerta Puspa Nusantara merupakan implementasi pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik melalui pengalaman belajar autentik. “Sebagai luaran Mata Kuliah Bahasa Indonesia Sekolah Dasar, pagelaran ini dirancang agar mahasiswa mengalami secara langsung proses kreatif mulai dari analisis cerita, penyusunan naskah, latihan, produksi, hingga pementasan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan berbahasa dan seni pertunjukan, tetapi juga kompetensi pedagogis, komunikasi, kolaborasi, kreativitas, dan kepemimpinan yang menjadi bekal penting sebagai calon guru sekolah dasar.” Melalui Amerta Puspa Nusantara, Laboratorium KeSD-an PGSD FPSH UMM terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan bahasa, seni, budaya, dan pedagogi. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya mahasiswa, tetapi juga memperluas jejaring kolaborasi lintas perguruan tinggi serta memperkuat komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru sekolah dasar yang kreatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.
UMM Perluas Akses Pendidikan melalui Puluhan Skema Beasiswa Berkelanjutan

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui beragam program beasiswa yang dirancang untuk menjangkau lebih banyak calon mahasiswa, terutama mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.Upaya UMM dalam menyediakan akses pendidikan yang inklusif mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kampus yang dikenal sebagai Kampus Putih ini menerima penghargaan sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan jumlah alokasi beasiswa penuh dan potongan biaya pendidikan terbanyak di Jawa Timur. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur dalam agenda yang berlangsung di Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (19/6). Kepala Biro Kemahasiswaan dan Alumni UMM, Dr. Tatag Muttaqin, S.Hut., M.Sc., IPM., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari banyaknya skema bantuan pendidikan yang dikembangkan kampus. Menurutnya, UMM saat ini mengelola sekitar 15 hingga 20 program beasiswa yang berasal dari berbagai sumber pendanaan. “UMM memiliki banyak skema beasiswa, baik yang berasal dari pemerintah maupun yang dikembangkan secara mandiri oleh universitas. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan kami memperoleh apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” ujarnya. Ia menambahkan, sumber pendanaan beasiswa tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga melalui kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta dukungan internal universitas. Diversifikasi sumber pendanaan tersebut dilakukan agar program bantuan pendidikan dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Komitmen Peningkatan SDM Berbagai skema beasiswa yang tersedia di UMM mencakup beasiswa prestasi akademik dan nonakademik, beasiswa Pendidikan Ulama Tarjih (PUT), hingga beasiswa bagi putra-putri alumni. Keberagaman program tersebut diharapkan mampu memberikan kesempatan yang lebih luas kepada calon mahasiswa untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkendala faktor ekonomi. Tatag menegaskan bahwa program beasiswa akan terus dipertahankan dan dikembangkan pada masa mendatang. Menurutnya, komitmen tersebut sejalan dengan semangat Muhammadiyah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan. “Program beasiswa ini akan terus berlanjut. Sebagai bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, UMM memiliki tanggung jawab untuk turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, jumlah maupun cakupan beasiswa akan terus kami tingkatkan,” katanya. Melalui berbagai program tersebut, UMM berharap dapat melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat di masa depan. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan Editor : Amanat Solikah
Karuna Natyakala, Wujud Kreativitas Mahasiswa PGSD FPSH UMM dalam Menciptakan Tari Anak

Malang, JurnalPost.com – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Pendidikan, Sains, dan Humaniora (FPSH), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Laboratorium Ke-SD-an menyelenggarakan Pagelaran Penciptaan Tari Anak “Karuna Natyakala” di Aula GKB III Lantai 6 UMM. Kegiatan ini merupakan luaran Mata Kuliah Advance Material Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) yang dirancang sebagai implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mengembangkan kreativitas, kompetensi pedagogis, dan keterampilan kolaboratif mahasiswa sebagai calon guru sekolah dasar. Jasa Backlink Dalam pagelaran tersebut, mahasiswa PGSD angkatan 2024 menampilkan berbagai karya tari anak yang mengangkat tema-tema kontekstual, seperti profesi, permainan tradisional, lingkungan, keberagaman budaya Nusantara, hingga fenomena alam. Setiap karya dikembangkan melalui perpaduan gerak, musik, kostum, dan properti yang tidak hanya menampilkan nilai artistik, tetapi juga dirancang sebagai media pembelajaran yang edukatif, kreatif, dan inklusif bagi peserta didik sekolah dasar. Ketua Program Studi PGSD FPSH UMM, Dr. Beti Istanti Suwandayani, M.Pd., menjelaskan bahwa pagelaran ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran yang memberikan pengalaman autentik kepada mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dengan praktik pembelajaran. Sumber Daya Pendidikan “Pembelajaran di PGSD tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa mengimplementasikan pengetahuan dalam praktik. Melalui Karuna Natyakala, mahasiswa belajar mengintegrasikan kreativitas, nilai budaya, dan strategi pembelajaran ke dalam pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21,” ujarnya. Selain menjadi ajang unjuk karya, pagelaran ini juga melatih kemampuan mahasiswa dalam berkolaborasi, berkomunikasi, berpikir kreatif, dan mengelola pertunjukan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang dihasilkan, Laboratorium Ke-SD-an memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berdasarkan aspek kreativitas, inovasi, penyajian, dan nilai edukatif. Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik Kepala Laboratorium Ke-SD-an PGSD FPSH UMM, Ima Wahyu Putri Utami, M.Pd., menyampaikan bahwa laboratorium berperan sebagai ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa menerapkan berbagai konsep pembelajaran melalui pengalaman nyata. “Karuna Natyakala menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas sekaligus kompetensi pedagogis melalui pembelajaran berbasis proyek. Mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya tari anak, tetapi juga belajar merancang pembelajaran seni yang kreatif, inklusif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal ketika mereka menjalankan profesinya sebagai guru.” Melalui Karuna Natyakala, Laboratorium Ke-SD-an PGSD FPSH UMM terus memperkuat implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengintegrasikan seni, budaya, dan pedagogi. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen PGSD UMM dalam menghasilkan calon guru sekolah dasar yang kreatif, reflektif, dan mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif serta relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar.
Lawatan Strategis ke Jepang, UMM Buka Peluang Karir Internasional

JEPANG, RADAR MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengukuhkan posisi tawarnya di kancah global. Pada 17-23 Juni lalu, Kampus Putih melangsungkan lawatan strategis ke Jepang, tepatnya ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta salah satu mitra industri kehutanan Nosuta Kabushi. Kunjungan ini difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. Kehadiran delegasi UMM di Shimonoseki City University merupakan undangan kehormatan dalam rangka perayaan ulang tahun ke-70 kampus tersebut. Kunjungan ini sekaligus mematangkan kerja sama resmi yang telah dirintis sejak sepuluh tahun lalu. Wakil Rektor IV UMM Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. menjelaskan bahwa kemitraan ini membuahkan hasil nyata bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), berupa program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ungkapnya. Selain mengirimkan delegasi, UMM juga akan menerima kunjungan balasan dari pihak Shimonoseki pada bulan September mendatang untuk pengembangan riset dan bisnis. Salis sapaan akrabnya menuturkan bahwa kolaborasi ini turut merambah pada pengembangan sektor bisnis komersial seperti perikanan salmon, serta komoditas stroberi dan kopi. SINERGI: Kunjungan UMM ke Jepang difokuskan pada realisasi kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset tingkat lanjut, hingga ekspansi bisnis institusi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada lima belasan orang yang ke mari akan kerja sama dengan kita untuk pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambahnya. Sebagai fasilitas penunjang, UMM dan Shimonoseki telah mendirikan Japan Corner yang dilengkapi dengan pengajar penutur asli (native speaker) dari Jepang guna membekali kemampuan bahasa mahasiswa. Ia memaparkan bahwa fasilitas tersebut diprioritaskan bagi mahasiswa yang akan berangkat studi ke Jepang, meski tidak menutup kesempatan bagi mahasiswa lain secara umum. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Sementara itu, kunjungan ke Miyazaki University berfokus pada perluasan jangkauan institusi. Mengingat empat dosen UMM merupakan alumni dari kampus tersebut, penjajakan skema riset bersama dan pertukaran pelajar menjadi lebih terarah. Dalam rangkaian lawatan yang sama, UMM turut memperkuat hubungan dengan mitra industri kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Kemitraan yang telah meluluskan program magang batch pertama ini akan diakselerasi dengan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Pria itu menerangkan bahwa pihak industri Jepang bersedia berinvestasi dalam penyediaan sarana, kurikulum, hingga tenaga ahli untuk mempersiapkan kuota magang yang lebih masif. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Langkah UMM di negeri sakura ini sepenuhnya sejalan dengan visi internationalisasi. Ke depan, rangkaian kolaborasi strategis dengan Jepang diharapkan mampu meroketkan kualitas riset universitas agar lebih mutakhir, sekaligus mencetak lulusan dengan daya saing tinggi. Tidak hanya sekadar transfer ilmu, jejaring internasional ini diproyeksikan mampu memberikan keuntungan ganda bagi institusi, salah satunya berupa kesempatan kerja eksklusif bagi alumni. (*)
Coretan Iseng yang Berujung Ancaman Tiga Tahun Penjara

MALANG POST – Fasilitas publik yang dibangun dengan uang rakyat kembali menjadi korban syahwat tangan-tangan jahil. Kali ini sasarannya adalah Anjungan Air Minum gratis milik Perumda Tugu Tirta yang berlokasi di kawasan estetik Jalan Basuki Rahmat (Kayutangan Heritage), Kota Malang. Fasilitas yang sejatinya disediakan untuk memanjakan warga dan wisatawan itu mendadak kotor, penuh coretan cat semprot yang merusak pemandangan. Aksi vandalisme ini resmi dilaporkan oleh manajemen Perumda Tugu Tirta ke Polresta Malang Kota pada Minggu (21/6/2026) lalu. Tidak sekadar melapor, pihak BUMD tersebut juga menyodorkan barang bukti kuat berupa dokumentasi foto lokasi serta rekaman kamera pengawas (CCTV). Referensi Geografis Sengkarut penyakit sosial perkotaan ini dikupas tuntas dalam program talk show Idjen Talk yang disiarkan langsung oleh Radio City Guide 911 FM pada Jumat (26/6/2026) hari ini. Otoritas penegak hukum dan pakar sosial membedah motif di balik aksi pengrusakan tersebut. KBO Reskrim Polresta Malang Kota, Ipda Galih Muhammad Hamdan, menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat membentuk tim khusus untuk memburu pelaku. Rekaman CCTV di area Kayutangan kini sedang diteliti secara mendalam dengan meminta bantuan ahli digital dari Polda Jawa Timur. “Dari rekaman CCTV, terlihat jelas ada dua orang terduga pelaku yang melakukan aksi vandalisme tersebut. Berdasarkan gerak-gerik dan ciri fisiknya, keduanya dipastikan berjenis kelamin laki-laki. Kami sedang mengunci identitas mereka,” ujar Ipda Galih. Sepanjang tahun 2026 ini, Polresta Malang Kota mencatat baru menerima dua laporan resmi terkait vandalisme. Kasus pertama menyasar gerbong kereta api, dan kasus kedua merusak anjungan air minum ini. Padahal, di sudut-sudut kota, pemandangan rolling door toko yang penuh coretan pilox adalah hal biasa, namun sayangnya mayoritas pemilik toko enggan melapor ke polisi. Kejahatan & Keadilan Catatan Kriminal 2025: Dari Siswa Hingga Pekerja Swasta Ipda Galih mengingatkan, polisi tidak main-main dengan urusan estetika kota. Pada tahun 2025 lalu, korps baju cokelat ini sukses meringkus tiga pelaku vandalisme yang kerap beroperasi di jalur protokol Jalan Letjen Sutoyo dan Jalan Sunandar Priyo Sudarmo. Latar belakang para pelaku ternyata sangat kontras. “Satu orang berstatus siswa, satu mahasiswa, dan satu lagi pekerja swasta. Mereka sengaja memilih lokasi yang tinggi aktivitas masyarakat agar coretan mereka dibaca banyak orang. Motifnya sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang tidak mereka sukai,” urai Galih.
UMM Dukung Net Zero Emission 2060, Diakui DEN sebagai Kampus Mandiri Energi

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerima pengakuan dari Anggota Pemangku Kepentingan Dewan Energi Nasional (DEN), Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., sebagai institusi pendidikan yang secara konkret telah merespons krisis energi global melalui praktik Energi Baru Terbarukan (EBT) sejak 2007. Hal tersebut ditegaskan Johni Numberi dalam Diskusi Publik bertajuk ‘Arah Kebijakan Energi Menuju Net Zero Emission Melalui Pembangkit Energi Baru Terbarukan’ di Ruang Sidang Senat UMM, Kamis (25/6). “Di satu sisi, UMM sudah melakukan praktik-praktik energi baru terbarukan, yaitu dengan adanya PLTMH di kampus UMM maupun PLTS. Ini memberikan kontribusi nyata. Selain pembelajaran di ruang kelas yang sesuai dengan kurikulum, hal-hal yang berkaitan dengan praktik bidang energi baru terbarukan sudah benar-benar dilaksanakan sebagai laboratorium hidup,” ungkap Numberi. Kunjungan DEN ke Kampus Putih ini didasari urgensi ketahanan energi nasional di tengah berbagai tantangan nyata yang mendesak. Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan turunnya produksi minyak bumi yang diiringi oleh meningkatnya impor minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis gasoline. Tantangan pemenuhan energi primer ini diperberat dengan fakta bahwa tingkat pemanfaatan EBT secara nasional masih tergolong rendah. Agar dapat mengatasi hal tersebut, Numberi menjelaskan bahwa pemerintah mematok sasaran capaian puncak emisi pada tahun 2035 dan terwujudnya dekarbonisasi untuk pencapaian Net Zero Emission (NZE) sebesar 129 juta ton CO2e pada tahun 2060. Demi mendukung kedaulatan serta swasembada energi, porsi bauran energi primer EBT ditargetkan melonjak signifikan hingga mencapai 70 persen sampai 72 persen pada tahun 2060 mendatang. Kehadiran perguruan tinggi diharapkan oleh pemerintah mampu membantu penyelesaian persoalan elektrifikasi masyarakat melalui kegiatan tridarma, seperti inovasi desalinasi air laut yang digagas oleh dosen dan mahasiswa UMM di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Numberi menyatakan kekaguman dan apresiasinya atas upaya pemanfaatan energi surya oleh sivitas akademika UMM untuk menghasilkan pasokan air bersih bagi masyarakat di daerah yang rasio elektrifikasinya masih tergolong rendah. “Tadi dari hasil presentasi, saya lihat beberapa kegiatan sudah dilakukan oleh teman-teman di UMM. Misalnya, desalinasi air laut menjadi air tawar (air bersih) di NTT dengan memanfaatkan energi surya/matahari untuk pembangkitnya. Nah, ini adalah wujud pengabdian dan penelitian yang bagus, yang diterapkan langsung ke masyarakat,” ujarnya. Sinergi dan kolaborasi strategis antara pemangku kebijakan pemerintah dan institusi pendidikan tinggi seperti UMM menjadi kunci utama dalam mengakselerasi transisi energi hijau di Indonesia. Melalui penerapan riset aplikatif dan program pengabdian yang menyentuh akar rumput di masyarakat, kemandirian energi nasional dan pencapaian target bebas emisi karbon bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud nyata masa depan yang kini tengah dibangun bersama demi kesejahteraan generasi mendatang. ***
Pemadaman Listrik PLN, Pakar Elektro UMM: Picu Kerusakan Perangkat Elektronik

MALANG POST – Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang bukan hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga membawa ancaman fatal yang jarang disadari bagi perangkat elektronik rumah tangga. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, ST., M.Eng., IPM., Asean Eng., menegaskan. Bahwa kerusakan perangkat elektronik yang paling parah justru terjadi bukan pada saat listrik padam. Melainkan ketika aliran listrik kembali menyala akibat adanya lonjakan tegangan yang drastis (power surge). Machmud sapaan akrabnya menjelaskan. Bahwa selama ini masyarakat kerap keliru memahami akar penyebab rusaknya barang-barang elektronik mereka. Secara teknis, risiko tertinggi dan paling merusak justru muncul saat pasokan listrik pulih. Pasalnya, saat itu energi listrik masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat. Sehingga merusak komponen yang dirancang pada rentang tegangan tertentu. “Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt. Kondisi ini berisiko merusak televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga AC,” tegasnya 24 Juni 2026 pada Humas UMM. Selain kerusakan pada komponen keras elektronik rumah tangga, pemadaman mendadak turut berdampak sangat krusial pada perangkat digital seperti komputer dan server, yang dapat memicu hilangnya data secara masif hingga kegagalan sistem saat melakukan proses booting. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya. Ia juga menyoroti bahaya spesifik pada kompresor perangkat pendingin seperti AC dan kulkas, serta tingginya risiko latent damage atau kerusakan tersembunyi. Kondisi ini mempercepat penuaan mikroskopis komponen karena perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil, sehingga kegagalan fungsi sering kali baru muncul berminggu-minggu setelah pemadaman terjadi. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, setiap gangguan listrik sebaiknya dianggap sebagai peristiwa yang serius,” paparnya. Kejadian mati listrik sebaiknya tidak lagi dianggap sebagai hal sepele yang berlalu begitu saja saat lampu kembali menyala. Sebagai langkah antisipasi yang bijak, masyarakat diimbau untuk segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif ketika pemadaman terjadi. Biasakan memberi jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan alat-alat rumah tangga secara bertahap pasca listrik pulih. Selain itu, menginvestasikan dana pada perangkat surge protector berkualitas merupakan perlindungan dasar yang wajib dimiliki setiap rumah tangga guna menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.(M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Listrik Sering Padam, Ini Mitigasi Aman Ala Akademisi

Bisnis.com, MALANG—Pemadaman listrik yang terjadi secara berulang bukan hanya mengganggu aktivitas harian masyarakat, tetapi juga membawa ancaman fatal yang jarang disadari bagi perangkat elektronik rumah tangga sehingga perlu mencabut steker perangkat elektronik sensitif ketika pemadaman terjadi. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, menegaskan kerusakan perangkat elektronik yang paling parah justru terjadi bukan pada saat listrik padam, melainkan ketika aliran listrik kembali menyala akibat adanya lonjakan tegangan yang drastis (power surge). “Selama ini masyarakat kerap keliru memahami akar penyebab rusaknya barang-barang elektronik mereka,” katanya dikutip Kamis (25/6/2026). Secara teknis, kata dia, risiko tertinggi dan paling merusak justru muncul saat pasokan listrik pulih, di mana energi listrik masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat, sehingga merusak komponen yang dirancang pada rentang tegangan tertentu. “Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt. Kondisi ini berisiko merusak televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga AC,” tegasnya. Selain kerusakan pada komponen keras elektronik rumah tangga, pemadaman mendadak turut berdampak sangat krusial pada perangkat digital seperti komputer dan server, yang dapat memicu hilangnya data secara masif hingga kegagalan sistem saat melakukan proses booting. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya. Dia juga menyoroti bahaya spesifik pada kompresor perangkat pendingin seperti AC dan kulkas, serta tingginya risiko latent damage atau kerusakan tersembunyi. Kondisi ini mempercepat penuaan mikroskopis komponen karena perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil, sehingga kegagalan fungsi sering kali baru muncul berminggu-minggu setelah pemadaman terjadi. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, setiap gangguan listrik sebaiknya dianggap sebagai peristiwa yang serius,” paparnya. Kejadian mati listrik sebaiknya tidak lagi dianggap sebagai hal sepele yang berlalu begitu saja saat lampu kembali menyala. Sebagai langkah antisipasi yang bijak, masyarakat diimbau untuk segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif ketika pemadaman terjadi. Biasakan memberi jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan alat-alat rumah tangga secara bertahap pasca listrik pulih. Selain itu, menginvestasikan dana pada perangkat surge protector berkualitas merupakan perlindungan dasar yang wajib dimiliki setiap rumah tangga guna menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.(K24)
8 Kampus Terbaik di Jawa Timur Versi QS dan THE World University Ranking 2026

beautynesia – Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan tingkat persaingan tertinggi bagi calon mahasiswa baru dari seluruh Indonesia. Bahkan pada rilis terbaru QS World University Rankings (WUR) 2026 dan Times Higher Education (THE) WUR 2026, delapan perguruan tinggi di wilayah ini berhasil menunjukkan kualitasnya di kancah internasional. Kedua lembaga ini menggunakan pendekatan penilaian berbeda. QS WUR menekankan reputasi akademik dan daya serap lulusan, sementara THE WUR fokus pada produktivitas riset dan kualitas pengajaran. Yuk, intip deretan kampus terbaik di Jawa Timur yang berhasil masuk peringkat dunia berikut ini! 1. Universitas Airlangga (UNAIR) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: unair.ac.id QS WUR: 287 THE WUR: 1201–1500 Almamater mantan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, ini mencatatkan performa luar biasa pada aspek Employer Reputation di QS WUR dengan skor 88,3 poin, yang menunjukkan lulusannya memiliki daya saing tinggi di industri global. Capaian tersebut diperkuat oleh skor International Outlook 66,3 poin versi THE WUR, tertinggi di antara kampus wilayah ini. 2. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: its.ac.id QS WUR: 509 THE WUR: 1501+ Bergeser ke sesama kampus Surabaya, ITS kokoh sebagai poros inovasi teknologi nasional. Kampus yang terkenal lewat reputasi tim robotika globalnya ini unggul di QS WUR pada aspek International Faculty Ratio dengan skor 69,6 poin. Iklim akademik internasional tersebut sejalan dengan capaian ITS pada aspek Industry di THE WUR yang meraih 42,0 poin, berkat hilirisasi risetnya yang aplikatif. 3. Universitas Brawijaya (UB) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: protokol.ub.ac.id QS WUR: 680 THE WUR: 1501+ Konsisten menjadi primadona dengan peminat terbanyak di jalur masuk PTN, UB Malang berhasil masuk di kedua pemeringkatan dunia. Kampus dengan atmosfer iklim yang sejuk ini meraih skor Employer Reputation sebesar 55,3 poin di versi QS WUR. Sementara itu, pada data THE WUR, kualitas pengajaran (Teaching) UB berada di angka 24,9 poin, mencerminkan mutu edukasi yang merata. 4. Universitas Negeri Malang (UM) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: um.ac.id QS WUR: 1401+ THE WUR: 1501+ UM meningkatkan reputasi Malang sebagai kota pendidikan internasional dengan masuk ke kedua indeks global sekaligus. Kampus yang dikenal sebagai almamater kreator digital Bayu Skak ini menonjol pada aspek indeks sitasi riset dosen (Citations per Faculty) versi QS dengan skor 2,9 poin. Kekuatan riset tersebut juga tercermin pada capaian aspek Research Quality sebesar 34,5 poin di data THE WUR. 5. Universitas Kristen Petra (UK Petra) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: petra.ac.id QS WUR: 1401+ THE WUR: — UK Petra mengamankan posisinya di daftar QS WUR sebagai salah satu representasi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik. Kampus di Surabaya yang memiliki fasilitas perpustakaan estetik berstandar internasional ini unggul pada aspek Citations per Faculty dengan skor 2,6 poin, yang mencerminkan dampak riset dosennya memiliki standar sitasi global yang diperhitungkan. 6. Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: unesa.ac.id QS WUR: — THE WUR: 1501+ UNESA hadir sebagai kekuatan baru dari Surabaya yang bersinar di daftar THE WUR 2026. Kampus yang dikenal unggul pada fasilitas sport science ini mencatatkan performa seimbang pada dua aspek utama. Keterbukaan sosiokulturalnya tercermin dari skor International Outlook sebesar 37,0 poin, sementara produktivitas akademisnya didukung oleh skor Research Quality sebesar 25,7 poin. 7. Universitas Jember (UNEJ) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: unej.ac.id QS WUR: — THE WUR: 1501+ UNEJ menunjukkan bahwa mutu pendidikan tinggi di kawasan Tapal Kuda ini mampu bersaing secara global. Kampus ini berhasil masuk peringkat THE WUR 2026 dengan mencatatkan skor International Outlook sebesar 23,1 poin serta skor Industry di angka 20,2 poin, yang mencerminkan kontribusinya pada dunia profesional. 8. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kampus terbaik di Jawa Timur versi QS dan THE World University Ranking 2026/ Foto: umm.ac.id QS WUR: — THE WUR: 1501+ Mewakili barisan PTS berprestasi di Malang, UMM masuk dalam daftar THE WUR 2026. Kampus yang dijuluki “Kampus Putih” ini menonjol pada aspek Research Quality dengan raihan skor sebesar 31,4 poin. Capaian ini mencerminkan bahwa ekosistem riset dan literasi di lingkungan kampus swasta Jawa Timur ini telah diakui secara global.
Listrik Sering Padam? Pakar UMM Ungkap Bahaya dan Cara Melindungi Perangkat Elektronik

Sketsamalang.com – Pemadaman listrik yang terjadi berulang kali tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi merusak perangkat elektronik rumah tangga. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., mengungkapkan bahwa risiko terbesar justru muncul saat aliran listrik kembali menyala akibat lonjakan tegangan (power surge). Menurut Machmud, masih banyak masyarakat yang mengira kerusakan perangkat elektronik terjadi ketika listrik padam. Padahal, secara teknis, kerusakan paling serius biasanya terjadi ketika pasokan listrik kembali normal. “Secara umum, yang lebih berpotensi merusak alat elektronik adalah saat listrik kembali menyala. Pada saat jaringan listrik dipulihkan, sering terjadi lonjakan tegangan sesaat yang dapat jauh melebihi tegangan normal 220 volt. Kondisi ini berisiko merusak televisi, komputer, charger, router Wi-Fi, mesin cuci, hingga AC,” ujarnya. Ia menjelaskan, lonjakan tegangan terjadi dalam waktu sangat singkat, tetapi energi listrik yang masuk dapat melebihi batas kemampuan komponen elektronik yang dirancang bekerja pada rentang tegangan tertentu. Akibatnya, komponen internal berisiko mengalami kerusakan permanen. Pakar Teknik Elektro UMM, Prof. Dr. Ir. Machmud Effendy, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. Selain peralatan elektronik rumah tangga, pemadaman listrik secara mendadak juga dapat berdampak serius terhadap perangkat digital seperti komputer dan server. Risiko yang ditimbulkan tidak hanya berupa kehilangan data, tetapi juga kerusakan sistem operasi hingga media penyimpanan. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan seperti hard disk jika kejadian berlangsung berulang,” jelasnya. Machmud juga mengingatkan adanya risiko pada perangkat pendingin, seperti AC dan kulkas. Menurutnya, kompresor dapat mengalami tekanan kerja yang tinggi ketika listrik kembali menyala sebelum kondisi kelistrikan benar-benar stabil. Di samping itu, ia menyoroti potensi latent damage atau kerusakan tersembunyi. Kerusakan jenis ini tidak langsung terlihat, tetapi dapat mempercepat penurunan kualitas komponen sehingga perangkat baru mengalami gangguan beberapa waktu setelah pemadaman terjadi. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari. Karena itu, setiap gangguan listrik sebaiknya dianggap sebagai peristiwa yang serius,” paparnya. Sebagai langkah pencegahan, Machmud mengimbau masyarakat agar tidak menganggap pemadaman listrik sebagai kejadian sepele. Saat listrik padam, perangkat elektronik yang sensitif sebaiknya segera dicabut dari stopkontak untuk menghindari dampak lonjakan tegangan ketika aliran listrik kembali normal. Ia juga menyarankan agar pengguna memberi jeda sekitar dua hingga lima menit setelah listrik menyala sebelum menghidupkan kembali perangkat elektronik secara bertahap. Langkah ini bertujuan memastikan pasokan listrik telah stabil. Selain itu, penggunaan surge protector atau alat pelindung lonjakan tegangan yang berkualitas dinilai menjadi investasi penting bagi setiap rumah tangga. Perangkat tersebut mampu membantu meredam lonjakan tegangan sehingga dapat melindungi aset digital sekaligus memperpanjang usia pakai perangkat elektronik. (*)