Moto East Java Berkolaborasi Dengan Mahasiswa UMM Kenalkan Sensasi Adventure Trail Melalui TRAX 2026

SUARAMALANG.COM, Kabupaten Malang– Pengalaman mejelajahi jalur alam terbuka menjadi daya tarik utama dalam TRAX 2026 (Trail Adventure X-perience) yang diselenggarakan kelompok Artheera dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Moto East Java pada Minggu kemarin (28/6/2026). Kegiatan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk merasakan langsung adventure trail dengan dukungan armada dan pendampingan dari Moto East Java. Sebelum keberangkatan, peserta mendapatkan briefing keselamatan dan pengenalan jalur dari guide profesional. Perjalanan dimulai dari Basecamp Moto East Java menuju Coban Jahe melalui beberapa titik jalur alam yang menantang. Peserta diajak menikmati panorama alam mulai dari kawasan Alas mbahgor (Bandara Udara Abdul Rachman Soleh), Paralayang dengan menikmati hidangan polo pendem hingga Alas Pinus yang menjadi bagian dari rute perjalanan. Aktivitas Seru Sepanjang Perjalanan Selain riding, peserta mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti The Spotter Challenge yang mengajak mereka berpose kreatif di depan kamera. Momen coffe break di Paralayang juga menjadi kesempatan untuk beristirahat sekaligus membangun interaksi dengan peserta lainnya. Dalam sesi Chit Chat Q&A, peserta mendapatkan kesempatan berdiskusi langsung dengan tim Moto East Java mengenai teknik dasar off-road, keselamatan berkendara, serta pengalaman menjelajahi berbagai jalur adventure trail di Malang.

Lawatan ke Jepang, UMM Buka Peluang Beasiswa S2 dan Karier Internasional

Sketsamalang.com – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat langkah internasionalisasi melalui lawatan strategis ke Jepang pada 17–23 Juni 2026. Kunjungan ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, dan perusahaan kehutanan Nosuta Kabushi itu bertujuan memperluas kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, riset, serta membuka peluang karier internasional bagi mahasiswa dan alumni. Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., mengatakan kunjungan ke Shimonoseki City University menjadi momentum penting untuk memperkuat kemitraan yang telah terjalin selama satu dekade. Delegasi UMM juga hadir sebagai tamu kehormatan dalam peringatan hari jadi ke-70 perguruan tinggi tersebut. Menurut Salis, kerja sama tersebut telah memberikan manfaat nyata, terutama bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), melalui program transfer kredit dan beasiswa pendidikan. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan. Nanti setelah lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki dengan beasiswa dari pihak mereka,” ujarnya. Selain program beasiswa, kedua institusi juga akan memperluas kolaborasi di bidang riset dan pengembangan bisnis. Pada September mendatang, Shimonoseki City University dijadwalkan mengirimkan empat mahasiswa, dua profesor, dan belasan delegasi lainnya ke UMM. Kerja sama tersebut mencakup pengembangan riset serta peluang usaha di sektor perikanan salmon, stroberi, dan kopi. “Nanti September empat orang mahasiswa bersama dua orang profesor, serta ada belasan orang yang ke mari untuk kerja sama pengembangan riset, kajian, dan juga peluang usaha kopi di Jepang,” tambah Salis. Sebagai bentuk dukungan terhadap program internasional, UMM bersama Shimonoseki City University juga telah mendirikan Japan Corner. Fasilitas ini dilengkapi pengajar penutur asli (native speaker) bahasa Jepang untuk membekali mahasiswa yang akan melanjutkan studi ke Negeri Sakura. Meski diprioritaskan bagi peserta program internasional, Japan Corner juga terbuka bagi seluruh mahasiswa UMM yang ingin mempelajari bahasa dan budaya Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ. Namun, Japan Corner juga terbuka bagi mahasiswa lain yang ingin belajar bahasa Jepang,” jelasnya. Tak hanya memperkuat kemitraan yang telah berjalan, UMM juga memperluas jejaring dengan Miyazaki University. Kunjungan ini difokuskan pada penjajakan riset bersama dan program pertukaran mahasiswa. Hubungan kedua institusi dinilai semakin erat karena empat dosen UMM merupakan alumni Miyazaki University. Di sektor industri, UMM turut memperkuat kolaborasi dengan perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi. Setelah sukses menjalankan program magang batch pertama, kedua pihak kini menyiapkan pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill, Kabupaten Malang. Pusat pelatihan tersebut akan didukung investasi dari mitra Jepang, mulai dari penyediaan tenaga ahli, kurikulum, hingga perlengkapan pelatihan. Program ini diharapkan dapat memperluas kuota magang sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi mahasiswa kehutanan. “Mereka akan berinvestasi dalam tenaga, kurikulum, dan perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang bagi mahasiswa kehutanan untuk berkarier di tingkat internasional,” terang Salis. Melalui rangkaian kerja sama tersebut, UMM menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi internasionalisasi kampus. Selain meningkatkan kualitas riset dan pendidikan, kolaborasi dengan perguruan tinggi serta industri di Jepang diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing global, sekaligus memperluas akses beasiswa, magang, dan kesempatan kerja di tingkat internasional.

Festival Dolanan Hidupkan Kembali Permainan Tradisional dan Kebersamaan Keluarga di Taman Dolan Batu

INDOZONE.ID – Taman Dolan Batu bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang melalui tim Wavvy Creative sukses menyelenggarakan Festival Dolanan sebagai puncak kegiatan Praktikum 3 Brand Activation. Mengusung tema “Balik Dolanan”, festival ini menghadirkan pengalaman bermain permainan tradisional yang dipadukan dengan pertunjukan seni budaya, aktivitas keluarga, dan suasana alam pedesaan khas Taman Dolan Batu. Festival ini menjadi bagian dari strategi brand activation untuk memperluas segmentasi pengunjung Taman Dolan Batu yang selama ini didominasi rombongan sekolah menuju keluarga muda, mahasiswa, dan masyarakat umum. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan tim, tingginya minat masyarakat terhadap wisata alam dan pengalaman kebersamaan menjadi dasar lahirnya konsep festival yang mengangkat kembali nilai-nilai budaya lokal melalui permainan tradisional. Berbagai aktivitas disuguhkan sepanjang acara, mulai dari permainan tradisional seperti engklek, congklak, egrang, bakiak, bentengan, gobak sodor, hingga bekel yang dapat dimainkan oleh peserta dari berbagai kalangan usia. Sebelum permainan dimulai, peserta mendapatkan sesi edukatif yang dipandu oleh Mbah Jo, yang memperkenalkan sejarah, filosofi, serta tata cara memainkan setiap permainan tradisional secara interaktif. Suasana festival semakin meriah dengan penampilan Laskar Angin Percussion yang membawakan musik tradisional, dilanjutkan pertunjukan Teater Sinden FISIP UMM bertajuk “Kalah Menang, Sing Penting Dolan Bareng” yang mengangkat nilai kebersamaan, sportivitas, dan pelestarian budaya melalui permainan tradisional. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan Miben Voice yang membawakan lagu-lagu tradisional Jawa, seperti Padang Bulan, Cublak-Cublak Suweng, dan Prau Layar, yang dipadukan dengan interaksi permainan tradisional sehingga menciptakan suasana nostalgia sekaligus mengajak pengunjung untuk kembali mengenal dan mencintai warisan budaya lokal. Puncak acara ditandai dengan prosesi Lentera Malam, ketika seluruh peserta menuliskan harapan pada secarik kertas, lalu menerbangkan lentera secara bersama-sama. Momen tersebut menjadi simbol harapan agar nilai kebersamaan, budaya, dan permainan tradisional tetap hidup di tengah perkembangan era digital. Ketua Pelaksana Festival Dolanan, Muhammad Farelino, mengatakan bahwa festival ini lahir dari keprihatinan terhadap permainan tradisional yang mulai terlupakan oleh generasi muda. “Permainan tradisional perlahan mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Padahal, di setiap dolanan terdapat nilai kebersamaan, kejujuran, kreativitas, serta kearifan lokal yang perlu terus diwariskan. Melalui Festival Dolanan, kami ingin menghadirkan kembali pengalaman bermain secara langsung dalam suasana yang edukatif dan menyenangkan bagi keluarga yang berkunjung ke Taman Dolan Batu,” ujarnya. Salah satu kegiatan di Festival Dolanan. (Yorinda Isva/Z Creators) Hal senada disampaikan oleh dosen pembimbing Praktikum Brand Activation Ilmu Komunikasi UMM, Jamroji, S.Sos., M.Comms. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi implementasi pembelajaran mahasiswa, tetapi juga bentuk nyata pelestarian budaya. “Festival ini menjadi upaya untuk mengingatkan kembali permainan-permainan tradisional yang dahulu pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, namun kini mulai terlupakan oleh generasi muda. Harapannya, budaya bermain bersama dapat kembali dikenal dan diwariskan kepada anak-anak saat ini,” jelasnya. Sementara itu, Owner Taman Dolan Batu, Miftah Hadi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan kegiatan yang selaras dengan nilai-nilai Taman Dolan. “Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi momen yang mampu mempererat hubungan keluarga melalui pengalaman bermain, belajar, dan menikmati budaya bersama di Taman Dolan Batu,” ungkapnya.

Pakar UMM Ungkap Risiko Tersembunyi Pemadaman Listrik Bergilir pada Alat Elektronik

Akses.co Pemadaman listrik bergilir saat ini sedang menjadi perhatian masyarakat secara luas. Selain mengganggu berbagai aktivitas sehari-hari, situasi tersebut ternyata menyimpan bahaya tersembunyi yang jarang disadari oleh para pemilik perangkat elektronik. Dikutip dari Detikcom, Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, mengatakan pemadaman ini berisiko pada alat elektronik. Menurutnya, tingkat kerusakan perangkat yang paling parah justru terjadi bukan pada saat aliran listrik padam. Titik paling rawan justru berlangsung ketika aliran listrik kembali menyala karena adanya lonjakan tegangan yang drastis. Energi listrik akan langsung masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat. Fenomena ini kerap merusak komponen sensitif yang sebenarnya dirancang hanya untuk bekerja pada rentang tegangan tertentu. Adapun barang-barang yang berisiko rusak karena nyalanya listrik usai pemadaman adalah komputer, charger, router WiFi, mesin cuci hingga AC. Dampak buruk dari mati lampu mendadak ini tidak hanya mengintai peralatan rumah tangga konvensional. Perangkat digital yang mengolah informasi sensitif juga menghadapi risiko yang tidak kalah besar. Pemadaman mendadak juga berdampak pada perangkat digital seperti komputer dan server. Gangguan suplai daya secara tiba-tiba ini dapat memicu kehilangan data hingga kegagalan sistem operasional. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tuturnya. Mempercepat Penuaan Komponen AC dan Kulkas Kerusakan mikroskopis menjadi ancaman jangka panjang bagi peralatan yang menggunakan kompresor. Komponen motor di dalam perangkat penyejuk udara dan pendingin makanan dipaksa langsung beroperasi kembali secara mendadak. Pemadaman listrik juga mempercepat penuaan komponen AC dan kulkas. Hal ini lantaran perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil. Pemilik rumah sering kali tertipu oleh kondisi fisik luar peralatan yang terlihat baik-baik saja setelah pemadaman berakhir. Masalah baru akan muncul ke permukaan setelah akumulasi kerusakan di dalam komponen mencapai batas maksimal. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya.

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI VII 2026 dengan Capaian Hibah Riset Terbanyak

MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan bergengsi ini diraih pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 (Bentuk Universitas/Institut), yang diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) pada 22 Juni 2026 lalu. Capaian ini secara langsung mengukuhkan posisi Kampus Putih sebagai institusi pendidikan dengan ekosistem riset terkuat yang adaptif terhadap tantangan global. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa capaian tersebut tidak diperoleh secara instan. Menurutnya, keberhasilan UMM merupakan hasil dari sistem dukungan yang dibangun secara komprehensif oleh universitas, mulai dari aspek pendanaan hingga pendampingan bagi dosen dalam menyusun proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Yang pertama berkaitan dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ungkap Salahudin pada rilis UMM, Senin (29/6). UMM juga dinilai memiliki ekosistem riset yang kuat dan terstruktur. Berbagai unit pendukung seperti Lembaga Pengembangan Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga pusat-pusat studi menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya akademik yang produktif. Keberadaan struktur organisasi tersebut memungkinkan dosen memperoleh dukungan yang berkelanjutan dalam melaksanakan penelitian maupun pengabdian. Salahudin menegaskan bahwa strategi utama untuk meningkatkan produktivitas dosen adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Oleh karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar para dosen dapat menjalankan kewajiban akademiknya secara optimal. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” bebernya. Menurutnya, kuantitas penelitian harus berjalan beriringan dengan kualitas dan kebermanfaatan bagi masyarakat. Untuk memastikan riset yang dilakukan benar-benar berdampak, UMM telah membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan sosial yang ada di lapangan. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” imbuh Salahudin. UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian risetnya usai meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari LLDIKTI./dok.UMM Keterlibatan mahasiswa juga menjadi perhatian penting dalam setiap program hibah di UMM, Salahudin menyebut bahwa universitas memiliki kebijakan yang mewajibkan setiap kegiatan penelitian dan pengabdian melibatkan mahasiswa. Keterlibatan tersebut mencakup proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan luaran penelitian berupa publikasi, poster ilmiah, maupun bentuk luaran akademik lainnya. Ke depan, UMM berkomitmen untuk terus meningkatkan capaian riset dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Mulai dari dosen muda hingga dosen senior akan terus didorong untuk aktif meneliti dan mengabdi kepada masyarakat. Karena prestasi riset tidak hanya diukur dari kuantitas, tetapi juga kualitas serta sejauh mana penelitian tersebut mampu memberikan perubahan sosial bagi masyarakat.

UMM Raih Anugerah Kampus Unggulan 2026, Catat Hibah Penelitian Terbanyak dari LLDIKTI VII 29/06/2026 19:18 – 184 views

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Anugerah Kampus Unggulan 2026 dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur. Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Penerima Program Hibah Penelitian dengan Pendanaan dan Judul Terbanyak 2026 untuk kelompok universitas dan institut. Penghargaan diserahkan dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi (Rakerpim) LLDIKTI Wilayah VII pada 22 Juni 2026. Capaian ini semakin mengukuhkan posisi UMM sebagai salah satu perguruan tinggi dengan ekosistem riset yang kuat dan adaptif terhadap berbagai tantangan global. Kepala Biro Riset, Pengabdian, dan Kerja Sama (BRBK) UMM, Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil dari sistem pendukung penelitian yang dibangun secara menyeluruh oleh universitas. Menurutnya, dukungan diberikan mulai dari pendanaan internal hingga pendampingan penyusunan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Yang pertama berkait dengan dukungan universitas terhadap program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang sangat komprehensif. Ada pendanaan internal, kemudian pendampingan proposal mulai dari tingkat fakultas sampai universitas, termasuk klinik proposal yang dilakukan secara terpusat di LPPM,” ujarnya. Selain dukungan pendanaan, UMM juga memiliki berbagai unit yang memperkuat budaya riset, seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Bursa Intelektual, KPI, hingga berbagai pusat studi yang mendukung produktivitas dosen. Salahudin menegaskan bahwa strategi utama UMM dalam meningkatkan produktivitas penelitian adalah membangun kesadaran bahwa penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, universitas terus menghadirkan berbagai skema pendukung agar dosen dapat menjalankan tugas akademiknya secara optimal. “Penelitian dan pengabdian itu merupakan urusan wajib yang harus dilaksanakan oleh dosen karena menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi. Karena itu, UMM mendukung Bapak-Ibu dosen dengan berbagai cara, mulai dari pendampingan, pendanaan, hingga struktur organisasi yang mendukung pelaksanaan penelitian,” katanya.   Menurut Salahudin, peningkatan jumlah penelitian harus diiringi dengan kualitas serta manfaat nyata bagi masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, UMM membentuk klaster penelitian dan pengabdian unggulan serta melakukan pemetaan wilayah sasaran berdasarkan kebutuhan masyarakat. Pendekatan tersebut memungkinkan hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan sosial. “Lokasi penelitian dan pengabdian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat. Misalnya, ketika UMM mengirim tim penelitian dan pengabdian ke Nusa Tenggara Timur, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Jadi, penelitian dan pengabdian tidak hanya ditentukan oleh dosen, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan masyarakat agar benar-benar berdampak,” jelas Salahudin. UMM juga mendorong keterlibatan mahasiswa dalam setiap program penelitian dan pengabdian. Mahasiswa dilibatkan sejak proses penyusunan proposal, pelaksanaan kegiatan, hingga penyusunan berbagai luaran akademik, seperti publikasi ilmiah, poster penelitian, dan bentuk luaran lainnya. Ke depan, UMM berkomitmen terus meningkatkan kualitas riset dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, baik dosen muda maupun dosen senior. Universitas menegaskan bahwa keberhasilan riset tidak hanya diukur dari jumlah penelitian yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas serta dampaknya dalam memberikan perubahan positif bagi masyarakat.

Pemadaman Listrik Bergilir, Dosen Teknik UMM Ungkap Bahaya yang Jarang Disadari

Detik.com Jakarta – Pemadaman listrik bergilir sedang menjadi sorotan. Selain mengganggu aktivitas, ada bahaya yang jarang disadari. Pakar Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Prof. Machmud Effendy, mengatakan pemadaman ini berisiko pada alat elektronik. Menurutnya, kerusakan perangkat elektronik paling parah justru terjadi bukan pada saat listrik padam, tapi saat aliran listrik kembali menyala akibat adanya lonjakan tegangan yang drastis. Saat listrik kembali menyala, energi listrik masuk ke dalam komponen dalam jumlah sangat besar di waktu yang amat singkat. Kondisi ini kerap merusak komponen yang dirancang pada rentang tegangan tertentu. Adapun barang-barang yang berisiko rusak karena nyalanya listrik usai pemadaman adalah komputer, charger, router WiFi, mesin cuci hingga AC. Data Bisa Hilang Akibat Pemadaman Mendadak Selain kerusakan pada elektronik rumah tangga, pemadaman mendadak juga berdampak pada perangkat digital seperti komputer dan server. Hal ini dapat memicu kehilangan data hingga kegagalan sistem. “Pada perangkat yang sedang menulis data, dampaknya bisa sangat serius. Tidak hanya kehilangan data, tetapi file dapat menjadi rusak, sistem operasi gagal berjalan, hingga terjadi kerusakan fisik pada media penyimpanan,” tuturnya. Pemadaman Listrik Percepat Penuaan Komponen AC dan Kulkas Pemadaman listrik juga mempercepat penuaan komponen AC dan kulkas. Hal ini lantaran perangkat langsung dipaksa bekerja ekstra saat tekanan belum stabil. “Banyak perangkat tampak normal setelah listrik kembali menyala. Namun, bisa saja komponen di dalamnya telah mengalami kerusakan mikroskopis yang baru menimbulkan masalah di kemudian hari,” jelasnya. Rekomendasi saat Listrik Padam Machmud menegaskan pemadaman listrik tidak dianggap sebagai hal yang sepele. Sebagai langkah antisipasi, masyarakat diimbau untuk segera mencabut steker perangkat elektronik sensitif saat pemadaman terjadi. Berilah jeda dua hingga lima menit sebelum menyalakan alat-alat rumah tangga secara bertahap pasca listrik pulih. Selain itu, beli perangkat surge protector berkualitas untuk menyerap lonjakan tegangan, menjaga keamanan aset digital, dan memastikan perangkat elektronik berumur panjang.

Praktikum Jurnalistik Komunikasi UMM, Jadi Motor Penggerak Kampus Berdampak

MALANG, Suara Muhammadiyah – Perguruan tinggi tidak cukup hanya dikenal masyarakat, tetapi juga harus mampu memberikan dampak nyata melalui karya-karya yang lahir dari proses pembelajaran. Semangat itulah yang diwujudkan mahasiswa Praktikum Jurnalistik 3 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui pameran produk dan launching media praktikum yang dirangkaikan dengan talk show bertajuk “Transformasi Media & Jurnalisme: Dari Media Konvensional ke Media Modern” di Malang Creative Center (MCC), Jumat (26/6). Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa praktikum mahasiswa bukan sekadar memenuhi tuntutan akademik, melainkan menghasilkan luaran yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui empat media digital yang diluncurkan, mahasiswa menghadirkan ruang informasi yang mengangkat berbagai persoalan aktual mulai dari lingkungan, kesehatan, gaya hidup, hingga kuliner. Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa seluruh proses pembelajaran di UMM diarahkan pada penerapan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kampus Berdampak yang didorong Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktissintek), yakni memastikan setiap mata kuliah menghasilkan luaran yang memiliki manfaat nyata. “Praktikum beserta hasilnya berupa pameran ini merupakan implementasi _Outcome-Based Education_ (OBE). Pendidikan tidak lagi hanya berfokus pada penyampaian materi, tetapi memastikan mahasiswa memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang siap diterapkan di dunia profesional,” ujar guru besar Ilmu Pendidikan Matematika itu. Menurutnya, karya mahasiswa yang dipublikasikan kepada masyarakat merupakan salah satu indikator bahwa proses belajar telah menghasilkan dampak. Kampus tidak lagi menjadi “menara gading” yang hanya berkutat pada pengembangan ilmu, tetapi hadir memberikan solusi melalui inovasi dan karya mahasiswa. Pameran tersebut merupakan luaran wajib dari mata kuliah Optimalisasi Digital Media. Selama satu semester, mahasiswa dibekali berbagai kompetensi digital, mulai dari pengukuran popularitas konten, Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), Key Performance Indicator (KPI), algoritma media digital, hingga strategi desain optimasi media jurnalistik digital. Kompetensi tersebut kemudian diterapkan secara langsung melalui pembangunan media digital yang siap dipublikasikan kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar membuat berita, tetapi juga memahami bagaimana sebuah media mampu menjangkau audiens dan memberikan pengaruh positif. Empat media praktikum yang diluncurkan meliputi Natera, Soravista, Zhelty, dan ClickBites. Setelah prosesi launching, masing-masing pimpinan redaksi memaparkan latar belakang lahirnya media sekaligus strategi pengembangan yang disesuaikan dengan isu yang diangkat. Natera hadir sebagai media yang berfokus pada isu-isu lingkungan dan keberlanjutan. Soravista mengangkat kebutuhan mahasiswa akan ruang untuk beristirahat dari aktivitas digital melalui konten yang mendorong gaya hidup lebih seimbang. Sementara itu, Zhelty berupaya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di tengah maraknya fenomena fear of missing out (FOMO) terhadap berbagai informasi medis. Adapun ClickBites mengusung tema kuliner dengan sasaran utama Generasi Z yang memiliki minat tinggi terhadap tren makanan dan pengalaman kuliner. Ketua Pelaksana kegiatan, Difi Arya, mengatakan bahwa media hasil praktikum diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya jurnalistik yang informatif, kreatif, sekaligus berdampak bagi masyarakat. “Karena buat apa mata kuliah jika tidak ada dampaknya? Pameran ini menjadi salah satu ikhtiar agar kampus semakin dikenal masyarakat, tetapi yang lebih penting adalah karya mahasiswa mampu memberikan manfaat bagi publik,” ujarnya. Selain pameran dan talk show, acara semakin semarak dengan penampilan tari dari siswa SMP PGRI 43 Malang serta pemberian penghargaan kepada para pimpinan redaksi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka membangun media praktikum. Melalui kegiatan ini, UMM menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu melahirkan inovasi yang tidak berhenti di ruang kelas. Praktikum menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan pengalaman nyata, menghasilkan karya yang dapat diakses masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai institusi yang memberi solusi dan manfaat. Inilah esensi kampus berdampak. Yakni pembelajaran yang menghasilkan karya, karya yang menjawab kebutuhan masyarakat, dan lulusan yang siap berkontribusi di dunia profesional maupun kehidupan sosial.

Kolaborasi UMM-Jepang Perluas Kesempatan Magang dan Karier Internasional Mahasiswa

pwmu.co – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperluas peluang karier internasional bagi mahasiswa melalui penguatan jejaring dengan berbagai perguruan tinggi dan industri di Jepang. Upaya tersebut diwujudkan melalui lawatan strategis ke Shimonoseki City University, Miyazaki University, serta perusahaan kehutanan Nosuta Kabushi pada 17-23 Juni lalu.Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama akademik, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi dan berkarier di tingkat global. Salah satu hasil konkret dari kerja sama dengan Shimonoseki City University adalah tersedianya kuota bagi mahasiswa UMM untuk melanjutkan studi magister melalui program beasiswa. Sebanyak 12 mahasiswa telah dipersiapkan untuk mengikuti program tersebut. “Kita sudah ada slot dua belas mahasiswa yang dipersiapkan, nanti lulus mereka akan kuliah S2 di Shimonoseki di bawah beasiswa mereka,” ujar Salis. Selain kesempatan studi lanjut, kolaborasi kedua institusi juga akan diperluas melalui pengembangan riset bersama dan sektor bisnis komersial. Pada September mendatang, delegasi dari Shimonoseki City University dijadwalkan berkunjung ke UMM guna menjajaki kerja sama lebih lanjut di bidang penelitian, pengembangan kopi, hingga peluang usaha di Jepang. Untuk mendukung kesiapan mahasiswa, UMM bersama mitranya juga telah menghadirkan Japan Corner. Fasilitas tersebut menyediakan pembelajaran bahasa Jepang dengan pengajar penutur asli guna mempersiapkan mahasiswa yang akan melanjutkan studi maupun bekerja di Jepang. “Nanti belajar bahasa Jepangnya di situ, tapi Japan Corner juga membuka untuk mahasiswa yang lain yang mau belajar Jepang boleh datang ke situ,” jelasnya. Penguatan Riset Sementara itu, kerja sama dengan Miyazaki University diarahkan pada penguatan riset dan program pertukaran mahasiswa. Kedekatan hubungan kedua institusi semakin erat karena sejumlah dosen UMM merupakan alumni dari universitas tersebut. Di sisi lain, kemitraan dengan perusahaan kehutanan Jepang, Nosuta Kabushi, diproyeksikan mampu memperluas peluang magang dan kerja internasional bagi mahasiswa Fakultas Pertanian dan Peternakan, khususnya bidang kehutanan. Kerja sama tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan Forestry Japan Training Center di kawasan Pujon Hill. Menurut Salis, pihak industri Jepang akan berkontribusi dalam penyediaan kurikulum, perlengkapan, hingga tenaga ahli untuk mendukung pusat pelatihan tersebut. “Mereka akan invest tenaga, kurikulum, perlengkapan untuk Forestry Japan Training Center di Pujon Hill, sehingga membuka peluang dari teman-teman kehutanan untuk berkarir internasional,” terangnya. Melalui berbagai kolaborasi strategis tersebut, UMM berharap dapat mencetak lulusan yang memiliki kompetensi global sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap studi lanjut, magang, dan karier di kancah internasional. (*) *) Penulis : Hassan Al Wildan Editor : Amanat Solikah

Berrventure Dorong Wisata Edukatif dan Pererat Kebersamaan Keluarga di Kota Batu

MALANGVOICE – Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap aktivitas rekreasi yang tidak hanya menghibur tetapi juga memberikan nilai edukatif, Lumbung Stroberi bersama Kelompok Praktikum Eleanor mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Berrventure, program wisata edukatif yang memadukan pembelajaran, kreativitas, dan kebersamaan keluarga. Kegiatan ini akan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Lumbung Stroberi, Bumiaji, Kota Batu sebagai alternatif wisata berbasis pengalaman yang mengajak peserta terlibat langsung dalam berbagai aktivitas interaktif di alam terbuka. Melalui konsep tersebut, peserta tidak hanya menikmati suasana camping yang nyaman, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang dikemas secara menyenangkan dan aplikatif. Berbagai kegiatan telah disiapkan dalam rangkaian Berrventure, mulai dari petik stroberi langsung di kebun, mengikuti BerryLab sebagai sarana eksplorasi dan eksperimen olahan stroberi, hingga sesi menghias dessert yang dirancang untuk mendorong kreativitas peserta. Tak hanya itu, acara juga akan menghadirkan bazar produk lokal dan pentas seni sebagai ruang interaksi sekaligus bentuk apresiasi terhadap kreativitas masyarakat. Panitia bagian Humas Berrventure menjelaskan bahwa program ini diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat akan kegiatan yang dapat mempererat hubungan keluarga sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan. «“Berrventure kami rancang sebagai ruang bagi keluarga untuk menciptakan momen kebersamaan yang bermakna. Melalui berbagai aktivitas yang melibatkan interaksi langsung dengan alam dan produk lokal, peserta tidak hanya berwisata tetapi juga memperoleh pengalaman baru yang edukatif,” ujarnya.» Sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur, Kota Batu dinilai memiliki potensi besar dalam mengembangkan konsep wisata berbasis pengalaman. Seiring perubahan tren, masyarakat kini semakin mencari aktivitas yang melibatkan partisipasi aktif dan memberikan nilai tambah selama berwisata. Hadirnya Berrventure menjadi salah satu upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut melalui perpaduan unsur rekreasi, edukasi, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan. Ke depan, program ini tidak hanya dirancang sebagai kegiatan insidental, tetapi juga diarahkan menjadi paket wisata berkelanjutan yang dapat dinikmati oleh keluarga, pelajar, komunitas, hingga generasi muda. Melalui kolaborasi antara dunia akademik dan industri wisata, Berrventure diharapkan mampu memperkuat daya tarik wisata edukasi di Kota Batu sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal berbasis pertanian dan ekonomi kreatif. Program ini juga diharapkan menjadi contoh inovasi wisata yang tidak hanya memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung, tetapi turut menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor pariwisata daerah.(der)