UMM Siapkan Beasiswa Khusus Bagi Aktivis Mahasiswa Penggerak Organisasi

Universitas Muhammadiyah Malang termasuk salah satu kampus dengan jurusan S1 Hubungan Internasional terbaik di Indonesia. (Dok. UMM) BABELINSIGHT – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyiapkan skema beasiswa khusus dan pengakuan sebagai mahasiswa berprestasi bagi para aktivis organisasi kampus guna mengikis stigma negatif mengenai hambatan kelulusan. Kebijakan ini diumumkan dalam forum Dialektika Kampus Putih yang diselenggarakan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UMM pada Sabtu (4/4/2026). Langkah progresif ini dilatarbelakangi keinginan universitas untuk mengapresiasi kontribusi penggerak organisasi, sebagaimana dilansir dari Edukasi. Pihak kampus menilai bahwa keaktifan mahasiswa di berbagai level organisasi merupakan aset penting bagi reputasi institusi. Wakil Rektor III UMM, Nur Subeki, menegaskan bahwa universitas sedang mematangkan mekanisme dukungan finansial tersebut. Penegasan ini bertujuan agar mahasiswa aktif tetap mendapatkan dukungan akademis yang seimbang dengan kegiatan organisasi mereka. ”Kami sedang mematangkan mekanisme beasiswa khusus bagi mahasiswa aktivis. Kami ingin mereka tidak hanya cakap dalam berorganisasi, tetapi juga merasa didukung secara finansial dan akademis oleh kampus,” ujarnya melansir laman UMM, Selasa (7/4/2026). Nur Subeki meyakini bahwa keterlibatan mahasiswa dalam organisasi merupakan bentuk pencapaian luar biasa yang patut dikategorikan sebagai prestasi. Selain bantuan materi, UMM berkomitmen menyediakan fasilitas pendampingan untuk setiap inisiatif kemahasiswaan. Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) menjadi salah satu fokus pendampingan mulai dari perencanaan hingga eksekusi lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap program kerja mahasiswa berjalan maksimal. Presiden Mahasiswa UMM, Wahyuddin Fahrurrijal, menyambut baik kebijakan strategis ini karena dianggap menjawab keresahan mahasiswa terkait pembagian fokus biaya dan waktu. Ia menilai dukungan ini akan memicu peningkatan minat mahasiswa dalam berorganisasi. ”Ini adalah langkah strategis. Selama satu periode ini, kami di BEM berusaha menjalankan program yang benar-benar menyentuh kebutuhan mahasiswa,” tutur Wahyuddin. Wahyuddin menambahkan bahwa organisasi merupakan sarana penting untuk mengasah kemampuan non-teknis yang tidak diajarkan secara formal di ruang kelas. Apresiasi dari pihak kampus diharapkan memperkuat posisi aktivis sebagai pengembang soft skill. Siti Aminah, perwakilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), menyatakan kelegaannya atas kebijakan tersebut. Menurutnya, pengakuan resmi sebagai mahasiswa berprestasi membuat peran aktivis menjadi lebih terlihat di lingkungan universitas. “Selama ini kami sering merasa ‘pejuang di balik layar’ yang kurang terlihat. Dengan adanya kategori mahasiswa berprestasi bagi aktivis, kami merasa dihargai. Ini membuktikan UMM melihat prestasi secara luas, tidak hanya soal angka di KHS (Kartu Hasil Studi),” ungkap Siti. Kebijakan apresiasi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan tinggi. Dukungan beasiswa menjadi modal bagi para pengurus organisasi untuk tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang mandiri.
Semangat Kartini Warnai Wisuda Ke-121 UMM, Perempuan Didorong Jadi Pemimpin Berdampak

Para wisudawan mengikuti prosesi Wisuda ke-121 UMM yang bertepatan dengan momentum Hari Kartini. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Peringatan Hari Kartini pada 21 April 2026 menjadi konteks penting dalam pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Momentum ini tidak hanya menandai kelulusan akademik, tetapi juga mengingatkan kembali pada gagasan emansipasi serta peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, pertanyaan mengenai kontribusi nyata mereka menjadi semakin relevan. Kegiatan yang digelar di Hall Dome UMM ini pun menghadirkan refleksi bahwa gelar akademik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial yang konkret. Topik tentang menumbuhkan perempuan pemimpin untuk Indonesia yang makin sejahtera menjadi sorotan dalam orasi Ira Puspadewi PhD. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas institusi dan sumber daya manusia, bukan semata faktor geografis. Ira juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, padahal berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius yang perlu segera direspons, terutama oleh kalangan terdidik yang memiliki akses dan kapasitas untuk mendorong perubahan. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Lebih lanjut, perempuan yang merupakan Direktur ASDP periode 2017–2024 itu menegaskan bahwa tantangan terbesar tidak hanya terletak pada struktur sosial, tetapi juga pada persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, termasuk keluarga dan institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting bagi setiap individu untuk bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Sementara itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Dr Mukarromah SKM MKes, dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan pintu awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, ia juga menyoroti peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Pandangan serupa disampaikan Rektor UMM, Prof Dr Nazaruddin Malik MSi. Ia menegaskan bahwa kampus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap perubahan global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya inovator dan problem solver di masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakter mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik prosesi wisuda yang berlangsung khidmat, pesan yang mengemuka tidak berhenti pada capaian akademik semata. Para lulusan dihadapkan pada realitas bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah menyandang gelar, ketika kemampuan, integritas, dan keberanian diuji di tengah masyarakat. Dengan demikian, wisuda tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan, tetapi juga titik awal untuk membuktikan peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa.
Kesempatan emas, UMM Buka Peluang Beasiswa Jalur Prestasi, Masuk Tanpa Tes

Kesempatan emas, UMM Buka Peluang Beasiswa Jalur Prestasi, Masuk Tanpa Tes Reporter: Endang | Editor: Endang | Selasa , 21 Apr 2026 – 16:13 Gedung Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) -Tangkaplayar/Bengkuluekspress- Harianbengkuluekspress.id- Ini kesempatan emas bagi para siswa/siswi yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi secara gratis. Pasalnya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuka peluang beasiswa bagi pelajar berprestasi melalui program Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik (Minat dan Bakat). Program ini menjadi salah satu langkah kampus dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas, khususnya bagi siswa yang aktif dan memiliki rekam jejak kepemimpinan di lingkungan sekolah. Beasiswa ini secara khusus menyasar pelajar yang memiliki pengalaman organisasi seperti OSIS, MPK, maupun IPM. UMM menilai keterlibatan siswa dalam organisasi merupakan bentuk pembentukan karakter, terutama dalam hal kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan berkolaborasi yang menjadi modal penting di dunia perkuliahan maupun dunia kerja. Melalui jalur ini, calon mahasiswa berkesempatan untuk diterima di UMM tanpa melalui tahapan tes seleksi. Kebijakan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap siswa yang telah menunjukkan dedikasi dan kontribusi nyata selama aktif berorganisasi di sekolah. Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda, menjelaskan bahwa program beasiswa ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat. Menurutnya, pengalaman organisasi di tingkat sekolah menjadi indikator penting dalam melihat kesiapan siswa untuk berkembang di lingkungan pendidikan tinggi. “UMM sangat menghargai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, dan kemampuan kolaborasi yang diasah melalui keaktifan di organisasi sekolah,” ujarnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui program ini UMM berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sebagai calon pemimpin masa depan. Dari sisi manfaat, program beasiswa ini memberikan keringanan biaya pendidikan yang cukup signifikan. Penerima beasiswa akan mendapatkan potongan Biaya Studi Semester (BSS) pada semester pertama dengan besaran antara 50 hingga 75 persen. Besaran potongan tersebut akan disesuaikan dengan program studi yang dipilih oleh masing-masing calon mahasiswa. Program ini terbuka bagi lulusan SMA atau sederajat dari tahun kelulusan 2024 hingga 2026. Dengan cakupan tersebut, UMM memberikan kesempatan tidak hanya bagi lulusan terbaru, tetapi juga lulusan tahun sebelumnya yang belum melanjutkan studi. Untuk mengikuti program ini, terdapat sejumlah persyaratan administratif yang harus dipenuhi. Calon mahasiswa diwajibkan melampirkan surat tugas atau bukti kepengurusan organisasi dari sekolah sebagai bukti keaktifan dalam kegiatan organisasi. Selain itu, untuk beberapa program studi tertentu seperti Biologi, Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), peserta juga diwajibkan menyertakan surat keterangan dokter yang menyatakan tidak buta warna. Pendaftaran Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik ini dibuka mulai 1 April hingga 25 Juni 2026. Selama periode tersebut, calon mahasiswa dapat melakukan pendaftaran dan mengunggah berkas persyaratan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan. Hasil seleksi akan diumumkan secara berkala melalui laman resmi online.umm.ac.id setelah proses verifikasi dan validasi berkas selesai dilakukan oleh tim seleksi. UMM menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing global. Kampus juga mendorong para pelajar untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah awal dalam mengembangkan potensi diri di tingkat pendidikan tinggi. “Mari bersama-sama mencetak sejarah baru dan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing global melalui Universitas Muhammadiyah Malang,” tutup Juanda.(**)
Pemimpin Muda Terbuka, UMM Buka Beasiswa OSIS Tanpa Tes

Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik di Universitas Muhammadiyah Malang Info Malang Raya – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menawarkan kesempatan istimewa bagi para pelajar yang memiliki potensi kepemimpinan dan dedikasi dalam kegiatan organisasi. Melalui Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik (Minat dan Bakat), UMM memberikan akses pendidikan yang lebih mudah bagi siswa-siswi SMA/sederajat yang aktif sebagai pengurus organisasi seperti OSIS, MPK, atau IPM. Beasiswa ini dirancang khusus untuk siswa yang telah membuktikan komitmennya melalui keaktifan di lingkungan sekolah. Tidak perlu mengikuti tes ujian masuk biasa, calon penerima beasiswa hanya perlu menunjukkan rekam jejak aktivitasnya sebagai pemimpin muda. Manfaat Beasiswa yang Diberikan Wakil Rektor II UMM, Ahmad Juanda menjelaskan bahwa salah satu keuntungan utama dari beasiswa ini adalah pengurangan biaya studi semester pertama. Para penerima beasiswa akan mendapatkan potongan Biaya Studi Semester (BSS) dengan besaran mulai dari 50% hingga 75%. “Besaran persentase potongan ini akan disesuaikan dengan program studi yang dipilih oleh calon mahasiswa,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa kesempatan ini diperuntukkan bagi lulusan SMA/sederajat dari tahun 2024 hingga 2026. Selain itu, UMM sangat menghargai jiwa kepemimpinan, tanggung jawab, serta kemampuan kolaborasi yang dibuktikan melalui keaktifan di organisasi sekolah. Dengan adanya beasiswa ini, UMM berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan. Persyaratan Pendaftaran Untuk bisa mengikuti seleksi beasiswa ini, calon mahasiswa harus memenuhi beberapa syarat administratif. Salah satunya adalah melampirkan Surat Tugas kepengurusan organisasi dari sekolah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa peserta benar-benar aktif dalam kegiatan organisasi. Selain itu, beberapa program studi spesifik seperti Biologi, Matematika, dan PGSD juga mensyaratkan adanya Surat Keterangan Dokter tidak buta warna. Syarat ini dimaksudkan untuk memastikan kelancaran proses belajar mengajar sesuai dengan kebutuhan program studi tersebut. Jadwal Pendaftaran dan Pengumuman Beasiswa Jalur Prestasi Non Akademik ini dibuka pada tanggal 1 April dan ditutup pada 25 Juni 2026. Calon mahasiswa dapat memantau hasil pengumuman kelulusan seleksi melalui laman resmi online.umm.ac.id setelah tim seleksi selesai melakukan validasi berkas. UMM berharap dengan adanya beasiswa ini, banyak pemuda Indonesia yang bisa merasakan manfaat pendidikan tinggi tanpa terbebani oleh biaya. “Mari bersama-sama mencetak sejarah baru dan menjadi pemimpin masa depan yang tangguh serta berdaya saing global melalui Universitas Muhammadiyah Malang,” ajak Wakil Rektor II UMM.
Mahasiswi Malang Inisiasi Platform Diskusi Digital Berjudul Bukan Surat Cinta

Sudut kota yang semakin menua. Photo: Dokumentasi Pribadi BERITAJEJAKFAKTA – Seorang mahasiswi bernama Kirana menginisiasi platform diskusi digital bertajuk “(Bukan) Surat-Surat Cinta” di kawasan Malang pada Selasa, 21 April 2026. Platform ini digunakan sebagai ruang pertukaran perspektif kritis mengenai fenomena sosial dan pertanyaan eksistensial. Dilansir dari Kumparan, Kirana yang kini menetap di lingkungan kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan transformasi pemikiran yang lebih progresif. Ia mengundang rekan diskusinya untuk merespons berbagai tulisan melalui situs web tersebut secara intensif. Perpindahan Kirana dari Bandung dan Subang ke Malang bertujuan untuk mengambil jarak serta mencari suasana baru dalam merawat idealisme. Ia kerap membagikan referensi karya sastra dari pujangga kenamaan seperti WS Rendra, Sapardi Djoko Damono, hingga Widji Tukul. Salah satu topik utama yang diangkat dalam korespondensi digital tersebut adalah kegundahan terhadap ketidakadilan sosial. Kirana mempertanyakan korelasi antara eksistensi ketuhanan dengan fenomena pejabat korup yang dianggap jarang mendapatkan musibah dibandingkan kelompok termarjinalkan. “Jika Tuhan Ada, Kenapa para pejabat korup tidak pernah kena musibah sementara kelompok termarjinalkan terhempas bertubi-tubi?” tulis Kirana sebagaimana dikutip dari laporan Kumparan. Rekan korespondensinya memberikan tanggapan bahwa jawaban atas pertanyaan filosofis tersebut bukan sekadar kata-kata retoris, melainkan hasil dari perjalanan hidup. Pencarian kebenaran dinilai memerlukan niat yang tulus serta proses yang otentik dari dalam diri masing-masing individu. Interaksi dalam laman tersebut sempat mengalami jeda panjang setelah pembahasan mengenai ontologi dan hakikat sesuatu. Kirana belum mengirimkan tulisan terbaru setelah mendapatkan refleksi mengenai pentingnya menghadapi masalah sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.
UMM Maknai Hari Kartini dengan Optimistis Wisuda ke-121 Lahirkan Perempuan Berdampak

Wisuda ke-121 UMM dalam momen Hari Kartini 2026 (21/4) dimaknai sebagai optimisme dapat melahirkan perempuan-perempuan yang berdampak kepada masyarakat dan bangsa./dok. UMM MALANG | JATIMSATUNEWS.COM – Kampus UMM turut memaknai Hari Kartini 2026 sebagai momen optimistis untuk melahirkan perempuan-perempuan yang berdampak kepada masyarakat dan bangsa. Peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa, 21 April ini menjadi konteks penting dalam pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang. Momen ini tidak hanya menandai kelulusan akademik, tetapi juga mengingatkan kembali pada gagasan emansipasi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, pertanyaan mengenai kontribusi nyata mereka menjadi semakin relevan. Kegiatan yang digelar di Hall Dome UMM ini pun menghadirkan refleksi bahwa gelar akademik harus beriringan dengan tanggung jawab sosial yang konkret. Menumbuhkan Perempuan Pemimpin untuk Indonesia yang Makin Sejahtera, menjadi topik penting yang disampaikan Ira Puspadewi, Ph.D dalam orasinya. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas institusi dan sumber daya manusia, bukan semata faktor geografis. Ira juga menyoroti rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, meskipun berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan serius yang harus segera direspons, terutama oleh kalangan terdidik yang memiliki akses dan kapasitas untuk mendorong perubahan. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ungkap Ira Puspadewi. Perempuan yang pernah menjabat Direktur ASDP Periode 2017-2024 ini menegaskan, tantangan terbesar tidak hanya pada struktur sosial, tetapi juga pada persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, termasuk keluarga dan institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting bagi setiap individu untuk bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Pada momen yang sama, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Mukarromah, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan pintu awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. Mukarromah menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Ia juga menyoroti peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” tuturnya. Sejalan dengan pernyataan tersebut, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kampus berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Nazaruddin menjelaskan berbagai program pengembangan di UMM, termasuk Center of Excellence (CoE) yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap perubahan global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus mendorong lahirnya inovator dan penyelesai masalah di masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan yang berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” beber Nazaruddin. Di balik berlangsungnya prosesi wisuda yang khidmat, pesan yang mengemuka tidak berhenti pada capaian akademik semata. Para lulusan dihadapkan pada realitas bahwa tantangan sesungguhnya dimulai setelah menyandang gelar, ketika kemampuan, integritas, dan keberanian diuji di tengah masyarakat. Dengan demikian, wisuda tidak hanya menjadi penutup perjalanan pendidikan, tetapi juga titik awal untuk membuktikan peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa. *** Editor: YAN
UMM Hadirkan Peneliti Austria Bedah Teknologi Bioreaktor

pwmu.co –Universitas Muhammadiyah Malang terus memperkuat kapasitas riset bertaraf global dengan menghadirkan ilmuwan internasional dalam forum akademik. Melalui kegiatan bertajuk “Sharing Session: Microbial Growth and Data Analysis” pada Senin (20/4/2026), kampus yang dikenal sebagai “Kampus Putih” ini menggandeng dua peneliti muda asal Austria untuk mengulas teknologi bioreaktor mutakhir. Pada sesi pertama, Edo Damilyan, M.Sc., peneliti dari University of Vienna, mengupas konsep biologi sel melalui pendekatan analogi yang mudah dipahami. Ia mengibaratkan sel mikroba sebagai sistem ekonomi yang mengelola sumber daya secara efisien demi mempertahankan pertumbuhan. “Biologi sel mengandung banyak proses ekonomi, di mana sel mengubah input menjadi output di bawah batasan tertentu untuk memaksimalkan keuntungan pertumbuhannya,” papar Edo. Menurutnya, pemahaman mengenai fase steady-state pada bakteri menjadi aspek penting, khususnya bagi peneliti di bidang farmasi dan biologi. Kondisi stabil ini memungkinkan analisis produksi metabolit aktif dilakukan secara lebih akurat. Ia menegaskan bahwa penggunaan teknologi bioreaktor sangat diperlukan guna meningkatkan presisi dan efisiensi eksperimen. Sesi berikutnya diisi oleh Catalin Rusnac, M.Sc., dari IMC Krems University yang menampilkan demonstrasi langsung perangkat bioreaktor. Ia memperkenalkan RepliFactory, sebuah purwarupa bioreaktor otomatis berbasis open-source. Dalam demonstrasinya, Catalin menunjukkan mekanisme aliran medium cair serta penggunaan sensor optical density (OD) untuk mengukur pertumbuhan sel melalui pancaran cahaya. Teknologi ini memungkinkan peneliti mengatur tingkat stres pada bakteri guna mengamati mutasi genetik adaptif secara real-time. “Dengan alat ini, kita dapat menjalankan program eksperimen simulasi selama berminggu-minggu secara otomatis, dan memantaunya langsung dari mana saja melalui koneksi internet,” ungkap Catalin. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis UMM dalam memperkuat daya saing internasional. Wakil Rektor V UMM, Tri Sulistyaningsih, menilai forum ini sebagai jembatan penting untuk meningkatkan kualitas metodologi riset sekaligus kapasitas sumber daya manusia (SDM). “Pertemuan ini menjadi langkah awal. Harapannya, keluar dari ruangan ini para dosen memiliki motivasi yang tinggi untuk segera menempuh studi lanjut doktoral di luar negeri,” tegas Tri. Ia juga menyoroti peluang kolaborasi riset yang lebih luas antara UMM dan perguruan tinggi di Eropa. Sementara itu, Wakil Rektor IV UMM, Muhammad Salis Yuniardi, menegaskan bahwa penguatan riset eksakta akan menjadi ujung tombak publikasi ilmiah UMM ke depan. Para dosen didorong untuk memperluas wawasan global dan tidak hanya bergantung pada referensi lokal. “Internasionalisasi tidak mungkin bisa dilakukan kalau kita selaku pengajar juga tidak memiliki kapasitas, kemampuan teknis, dan wawasan yang sifatnya benar-benar internasional,” pungkas Salis. UMM makin serius menuju kampus kelas dunia! Peneliti Austria hadir membedah teknologi bioreaktor canggih untuk dorong riset internasional. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria
Wisuda UMM di Hari Kartini 2026, Lulusan Didorong Jadi Pemimpin Perempuan Indonesia

Wisudawan mahasiswa UMM mendapat tantangan berat sebagai leader sekaligus motivator. Foto: dok.UMM. MAKLUMAT– Peringatan Hari Kartini 21 April 2026 memberi makna lebih dalam bagi pelaksanaan Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Di tengah seremoni akademik, momentum ini menjadi pengingat bahwa gelar sarjana bukan sekadar capaian intelektual. Ini merupakan titik awal tanggung jawab sosial, terutama dalam mendorong lahirnya perempuan-perempuan pemimpin yang berdaya dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 UMM yang digelar di Hall Dome menghadirkan suasana berbeda. Bertepatan dengan peringatan Raden Ajeng Kartini, wisuda kali ini tidak hanya menandai kelulusan ribuan mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas gagasan emansipasi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan. Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun, pertanyaan mengenai kontribusi nyata mereka kian mengemuka. Kampus menegaskan, gelar akademik harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial yang konkret. Pentingnya Peran Perempuan Hal tersebut mengemuka dalam orasi yang disampaikan Ira Puspadewi. Ia menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh faktor geografis, tetapi sangat bergantung pada kualitas institusi dan sumber daya manusia di dalamnya. Menurut Ira, salah satu tantangan besar yang masih dihadapi Indonesia adalah rendahnya keterlibatan perempuan dalam posisi kepemimpinan strategis. Padahal, berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan,” ujarnya. Ia juga menyoroti persoalan klasik yang kerap dihadapi perempuan, yakni keraguan terhadap kemampuan diri sendiri. Karena itu, perempuan didorong untuk lebih percaya diri, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin. Pintu Masuk Pengabdian Lebih jauh, Ira menegaskan pentingnya dukungan lingkungan—mulai dari keluarga hingga institusi pendidikan—dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil di ruang publik. Ia menyebut keseimbangan antara iman dan kebebasan sebagai fondasi penting untuk bertahan di tengah tekanan sosial dan profesional. Senada dengan itu, Sekretaris Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur, Mukarromah, mengingatkan bahwa wisuda bukanlah garis akhir, melainkan pintu masuk menuju pengabdian di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, serta nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Adaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, juga disebut sebagai kunci agar lulusan tidak tertinggal. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata,” tegasnya. Sementara itu, Rektor UMM, Nazaruddin Malik, memastikan komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Peran Wisudawan sebagai Inovator Menurutnya, berbagai program pengembangan seperti Center of Excellence (CoE) dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap perubahan global. Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus menjadi inovator dan problem solver di masyarakat. “Proses pendidikan kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat secara mental dan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik prosesi wisuda, pesan tegasnya justru dimulai setelah toga dilepas. Para lulusan dihadapkan pada realitas sosial yang menuntut kemampuan, integritas, dan keberanian untuk mengambil peran. Momentum Wisuda UMM yang bertepatan dengan Hari Kartini ini pun menegaskan satu hal—bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada gelar, tetapi harus menjadi jalan lahirnya generasi, khususnya perempuan, yang siap memimpin dan membawa perubahan bagi Indonesia.
Wisuda Ke-121 UMM di Hari Kartini Tekankan Peran Strategis Perempuan

Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar di Hall Dome, 21 April 2026, berlangsung khidmat bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Wisuda Ke-121 UMM bertepatan Hari Kartini menegaskan pentingnya peran strategis perempuan, mendorong lulusan tampil sebagai pemimpin berdaya, adaptif, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa di masa depan. Tagar.co – Momentum Hari Kartini dimaknai secara reflektif dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), 21 April 2026. Di tengah prosesi kelulusan yang berlangsung di Hall Dome UMM, muncul penegasan bahwa gelar akademik tidak cukup berhenti sebagai capaian pribadi, tetapi harus berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat—terutama dalam mendorong peran strategis perempuan bagi kemajuan bangsa. Isu Menumbuhkan Perempuan Pemimpin untuk Indonesia yang makin Sejahtera menjadi sorotan utama dalam orasi Ira Puspadewi, Ph.D. Ia menegaskan bahwa kemajuan bangsa tidak semata ditentukan oleh faktor geografis, melainkan kualitas institusi dan sumber daya manusia. Dalam paparannya, Ira menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis, meskipun berbagai riset menunjukkan bahwa kehadiran perempuan mampu meningkatkan kualitas keputusan dan kinerja organisasi. Kondisi ini, menurutnya, merupakan tantangan serius yang perlu segera direspons oleh kelompok terdidik. Baca Juga: Paradoks Keberagamaan: Ibadah Ramai, Moral Sosial Melemah “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Ira Puspadewi, Ph.D menyampaikan orasi pada Wisuda Ke-121 UMM, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan strategis dan pembangunan bangsa. Lebih lanjut, perempuan yang merupakan Direktur ASDP periode 2017–2024 tersebut menekankan bahwa tantangan tidak hanya berasal dari struktur sosial, tetapi juga dari persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan lingkungan, baik keluarga maupun institusi pendidikan, dalam membentuk keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Menurutnya, keseimbangan antara iman dan kebebasan menjadi fondasi penting agar individu mampu bertahan dan berkembang di tengah tekanan sosial maupun profesional. Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, Dr. Mukarromah, S.KM., M.Kes., dalam sambutannya mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan gerbang awal pengabdian di tengah masyarakat. Ia menekankan pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi masa depan. Selain itu, ia juga menegaskan peran perempuan sebagai pilar penting dalam menjaga nilai keagamaan sekaligus mendorong kemajuan bangsa. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Rektor UMM Nazaruddin Malik menyampaikan sambutan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-121, menegaskan komitmen kampus mencetak lulusan unggul, adaptif, dan berkarakter di tengah tantangan global. Pandangan tersebut diperkuat oleh Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., yang menegaskan komitmen kampus dalam melahirkan lulusan unggul secara akademik sekaligus berkarakter kuat. Ia menjelaskan bahwa berbagai program pengembangan, termasuk Center of Excellence (CoE), dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap dinamika global. Pendekatan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus melahirkan inovator dan problem solver di tengah masyarakat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan yang berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Di balik khidmatnya prosesi wisuda, tersirat pesan kuat bahwa capaian akademik bukanlah tujuan akhir. Para lulusan kini dihadapkan pada realitas baru, di mana kemampuan, integritas, dan keberanian akan diuji dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, wisuda menjadi lebih dari sekadar penutup perjalanan pendidikan—ia adalah titik awal pembuktian peran nyata dalam mendorong kemajuan bangsa. (*) Penyunting Mohammad Nurfatoni
Memaknai Hari Kartini, Wisuda UMM Optimis Lahirkan Perempuan yang Berdampak

Wisuda ke-121 UMM Optimis Lahirkan Perempuan yang Berdampak pwmu.co –Peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting dalam pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang. Kegiatan yang digelar di Hall Dome UMM ini tidak hanya menandai kelulusan akademik, tetapi juga menjadi refleksi atas gagasan emansipasi dan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa. Di tengah meningkatnya jumlah lulusan perguruan tinggi, pertanyaan mengenai kontribusi nyata mereka menjadi semakin relevan. Wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih luas. Dalam orasinya, Ira Puspadewi, Ph.D menegaskan bahwa kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas institusi dan sumber daya manusia, bukan sekadar faktor geografis. Ia juga menyoroti masih rendahnya keterlibatan perempuan pada level kepemimpinan strategis. “Jika kita ingin Indonesia maju, maka kualitas institusi harus diperbaiki, dan di dalamnya peran perempuan menjadi sangat penting. Wisudawan dan wisudawati hari ini adalah bagian dari kelompok kecil masyarakat terdidik yang memiliki tanggung jawab besar untuk membawa perubahan. Perempuan harus berani meningkatkan kepercayaan diri terhadap kemampuannya, tidak terjebak dalam batasan sosial, serta memiliki role model yang kuat agar mampu tampil sebagai pemimpin,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar tidak hanya terletak pada struktur sosial, tetapi juga pada persepsi diri perempuan yang kerap meragukan kemampuannya sendiri. Oleh karena itu, dukungan dari lingkungan, keluarga, dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam membangun keberanian perempuan untuk tampil sebagai pemimpin. Sementara itu, Mukarromah, Sekretaris Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir, melainkan pintu awal untuk berkontribusi di tengah masyarakat. “Ilmu yang kalian peroleh harus dihidupkan dalam tindakan nyata di tengah masyarakat, bukan hanya menjadi capaian akademik semata. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, terutama di era digital, menjadi kunci agar tidak tertinggal. Di sisi lain, adab dan etika harus tetap menjadi landasan utama dalam setiap langkah, karena keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian, tetapi juga dari cara mencapainya,” ujarnya. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara ilmu, keterampilan, dan nilai kejujuran sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan, sekaligus menegaskan peran perempuan dalam menjaga nilai keagamaan dan mendorong kemajuan bangsa. Pandangan serupa disampaikan oleh Rektor UMM, Nazaruddin Malik, yang menegaskan komitmen kampus dalam menghasilkan lulusan unggul secara akademik sekaligus berkarakter kuat. “Universitas Muhammadiyah Malang akan terus kami proyeksikan untuk melahirkan lulusan yang berkualitas karena prosesnya kami jamin, sekaligus membentuk insan dengan karakteristik yang mulia. Kami ingin melahirkan alumni yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara mental, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi problem solver di tengah masyarakat,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa berbagai program pengembangan seperti Center of Excellence (CoE) dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan praktis dan adaptif terhadap dinamika global. Di balik prosesi wisuda yang berlangsung khidmat, pesan yang mengemuka tidak berhenti pada capaian akademik semata. Para lulusan dihadapkan pada realitas bahwa tantangan sesungguhnya justru dimulai setelah menyandang gelar. Wisuda menjadi titik awal untuk membuktikan kapasitas, integritas, dan keberanian dalam berkontribusi nyata bagi masyarakat. Sejalan dengan semangat Hari Kartini, lulusan perempuan diharapkan tidak hanya hadir sebagai bagian dari sistem, tetapi juga sebagai penggerak perubahan yang berdampak bagi bangsa. *) Penulis : Humas UMM | Editor : Satria