Kebijakan Hemat Anggaran, Dosen UMM: Jangan Korbankan Sektor Strategis!

Author : Humas | Selasa, 25 Februari 2025 09:14 WIB | tagar.co - tagar.co

Pemerintah Prabowo-Gibran menerapkan efisiensi anggaran demi efektivitas belanja negara. Namun, akademisi UMM memperingatkan potensi dampak negatifnya terhadap pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan riset.

Pemerintah Prabowo-Gibran menerapkan efisiensi anggaran demi efektivitas belanja negara. Namun, akademisi UMM memperingatkan potensi dampak negatifnya terhadap pembangunan, terutama di sektor pendidikan, kesehatan, dan riset.

Tagar.co – Kebijakan hemat anggaran yang diterapkan pemerintahan Prabowo-Gibran menuai beragam tanggapan. Langkah ini bertujuan untuk menekan pengeluaran negara di sektor operasional yang dianggap kurang berdampak langsung terhadap pembangunan. Namun, di sisi lain, kebijakan ini juga menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan riset.

Salah satu akademisi yang turut menyoroti kebijakan ini adalah Dr. Salahudin, S.IP., M.Si., M.P.A., dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Menurutnya, efisiensi anggaran memang langkah yang baik untuk mencegah pemborosan, tetapi harus dilakukan secara selektif agar tidak menghambat laju pembangunan nasional.

“Efisiensi harus difokuskan pada pengeluaran administratif yang tidak berdampak langsung terhadap pembangunan. Namun, sektor strategis seperti pendidikan dan kesehatan justru harus mendapat dukungan penuh,” ungkapnya, dikutip dari saran pers Humas UMM yang diterima Tagar.co, Sabtu (22/2/25) siang.

Efisiensi Anggaran dan Program Prioritas

Dr. Salahudin juga menyoroti kemungkinan besar bahwa kebijakan ini diambil untuk mendukung program makan siang bergizi gratis, salah satu janji utama kampanye Prabowo-Gibran. Menurutnya, meskipun program ini bertujuan baik, pergeseran prioritas anggaran tidak boleh mengorbankan sektor lain yang juga vital bagi pembangunan bangsa.

“Jika pemangkasan anggaran dilakukan berlebihan, kementerian dan lembaga negara akan kesulitan menjalankan program prioritas mereka. Akibatnya, percepatan pembangunan bisa terhambat,” jelasnya.

Dampak Terhadap Pembangunan dan Solusi

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa kebijakan efisiensi anggaran ini juga berkaitan dengan proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan meningkatnya beban pembayaran utang negara. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemetaan ulang terhadap program mana yang benar-benar membutuhkan efisiensi dan mana yang seharusnya tetap mendapatkan alokasi penuh.

“Pemerintah sebaiknya meninjau ulang kebijakan ini agar tidak berdampak negatif terhadap kesejahteraan masyarakat dan pembangunan jangka panjang. Jangan sampai efisiensi anggaran justru memperlambat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan negara,” pungkasnya.

Kebijakan efisiensi anggaran selalu menjadi isu sensitif. Dengan berbagai pertimbangan yang ada, langkah pemerintah harus benar-benar matang agar kebijakan ini tidak hanya sekadar pemangkasan, tetapi benar-benar membawa manfaat bagi pembangunan nasional. (#)

Sumber: https://tagar.co/kebijakan-hemat-anggaran-dosen-umm-jangan-korbankan-sektor-strategis/
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


Shared:

Kategori

Arsip Berita

Berita Terpopuler