Rektor UMM, Fauzan menerima piala AKU dari Koordinator Kopertis VII, Jawa Timur Prof. Suprapto disela-sela acara Rakerpim Perguruan Tinggi di hotel JW Mariot Surabaya, Kamis (26/5). |
UNTUK kesembilan kalinya, UMM mempertahankan predikatnya sebagai kampus terunggul di Kopertis VII Jawa Timur. Rektor UMM, Fauzan, menerima piala Anugerah Kampus Unggul (AKU) dari koordinator Kopertis VII, Prof Suprapto, disela-sela acara Rakerpim Perguruan Tinggi di hotel JW Marriot Surabaya, Kamis (26/5).
UMM dinilai sebagai kampus kategori universitas yang berhasil mempertahankan keunggulan-keunggulan dalam empat bidang. Yakni, pendidikan dan kerjasama, pendidik dan tenaga kependidikan, penelitian dan pengabdian, serta pengajaran dan pembinaan kemahasiswaan.
Menurut Suprapto, UMM lebih unggul daripada Universitas Petra Surabaya dan Universitas Surabaya, yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. "Kampus lain skornya semakin membaik, semakin mengejar, pertanda persaingan sangat ketat. UMM harus lebih maju lagi," katanya.
Tantangan ke depan, menurut Suprapto, kampus swasta harus mampu menunjukkan kualitasnya setelah meraih peringkat secara kuantitatif melebihi kampus negeri. "Saat ini sudah banyak kampus swasta yang lebih unggul dari kampus negeri, termasuk UMM ini," tutur Soeprapto.
Rektor UMM mengaku pencapaian ini sebagai landasan untuk bekerja lebih keras. Pihaknya tak mau terjebak pada indikator administratif sehingga menurunkan produktivitas. "Tidak ada pilihan selain memacu kualitas dan luaran-luaran yang dapat dirasakan masyarakat luas. Intinya hilirisasi menjadi pilihan mutlak bagi kita saat ini," tegas Fauzan.
UMM berhasil menggungguli Universitas Petra Surabaya dan Universitas Surabaya yang masing-masing berada di posisi kedua dan ketiga. |
Saat ini beberapa hasil riset UMM yang sudah dirasakan oleh masyarakat sudah cukup banyak. Seperti, riset energi alternatif, ketahanan pangan, dan sebagainya. Untuk itu pihaknya memacu agar terus menjadi inovator yang kemanfaatannya bersentuhan langsung dengan masyarakat luas.
"Pengakuan AKU ini harus mengejewantah dalam bentuk keunggulan-keunggulan yang lebih nyata. Untuk itu saya mengajak seluruh komponen universitas untuk tidak jumawa, sebaliknya harus terus menjaga marwah prestasi ini dengan bekerja keras, cerdas dan ikhlas," pungkas rektor.