Mahasiswa dengan Keluarga Terdampak Bencana Sumatera di Malang Dapat Pendampingan Psikologis

HALLO MALANG – Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga memunculkan tekanan psikologis bagi keluarga korban, termasuk mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan jauh dari kampung halaman. Menyikapi kondisi tersebut, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengambil langkah konkret dengan membuka layanan pendampingan psikologis bagi mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana di Sumatera, termasuk Aceh. Pendampingan ini diselenggarakan melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK) UMM sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan mental mahasiswa di tengah situasi krisis yang berpotensi mengganggu stabilitas emosional dan aktivitas akademik. Kepala Bimbingan dan Konseling (BK) UMM, Cahyaning Suryaningrum, menjelaskan bahwa secara umum layanan BK diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa, dosen, hingga karyawan. Namun, dalam situasi bencana, fokus pendampingan sementara ini diarahkan pada mahasiswa UMM yang berada di Malang tetapi memiliki keluarga di wilayah terdampak. Pendekatan tersebut dipilih karena mahasiswa menjadi kelompok yang paling cepat dijangkau sekaligus rentan mengalami tekanan psikologis yang berdampak langsung pada proses belajar. “Yang paling memungkinkan untuk kami dampingi secara cepat adalah mahasiswa yang keluarganya berada di wilayah terdampak bencana. Kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, shock, hingga gangguan konsentrasi belajar sehingga membutuhkan dukungan psikologis sejak dini agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih berat,” ujarnya, Rabu 24 Desember 2025. Lebih lanjut, Cahyaning menegaskan bahwa peran BK UMM tidak hanya bersifat responsif terhadap situasi darurat, tetapi juga menjadi bagian dari sistem pendukung kesehatan mental sivitas akademika secara berkelanjutan. Tekanan emosional yang tidak tertangani, menurutnya, berpotensi memengaruhi keberlangsungan studi dan kualitas kehidupan mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, BK UMM menerapkan pendekatan yang tidak semata-mata kuratif, tetapi juga promotif dan preventif. Edukasi kesehatan mental terus dilakukan melalui berbagai konten dan media agar mahasiswa memiliki pemahaman serta keterampilan dalam mengelola emosi secara mandiri, terutama saat menghadapi situasi krisis yang berkaitan dengan kondisi keluarga. “Tujuan utama kami adalah memberdayakan mahasiswa agar mampu menghadapi situasi sulit, bukan membuat mereka bergantung pada layanan konseling. Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tetap dapat menjalani perkuliahan secara optimal meskipun berada dalam kondisi emosional yang menantang akibat bencana yang menimpa keluarga mereka,” ujar Cahyaning. Sebagai bentuk dukungan nyata, BK UMM membuka layanan konseling yang dapat diakses melalui berbagai mekanisme. Mahasiswa dapat mendaftar secara daring, datang langsung ke kantor BK, maupun memanfaatkan layanan komunikasi awal berbasis chat. Selain itu, pendampingan juga dapat dilakukan secara daring melalui platform digital, menyesuaikan kondisi dan kebutuhan mahasiswa. Melalui inisiatif ini, UMM menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada kesejahteraan mental mahasiswa. Layanan BK diharapkan menjadi ruang aman dan inklusif bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan psikologis, sekaligus menegaskan bahwa kesehatan mental merupakan kebutuhan mendasar yang mendapat perhatian serius dalam ekosistem pendidikan di Universitas Muhammadiyah Malang.

Pelatihan Pengembangan Kepribadian Digelar di SMK Modern Ar Rifa’ie 2 Malang

pwmu.co –Pada Rabu (10/12/2025), mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan Personality Development Training sebagai tugas mata kuliah Desain Pelatihan di Pondok Modern Ar Rifa’ie 2 Malang.Rombongan berangkat sekitar pukul 07.30 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 08.45 WIB. Sesampainya di pondok, tim segera menghadap kantor untuk berkoordinasi dan memastikan kesiapan seluruh fasilitas, mulai dari aula, mikrofon, hingga proyektor. Setelah mengecek kelengkapan tersebut, tim sempat menunggu sekitar 5–10 menit karena para santri masih melaksanakan ujian. Sambil menunggu peserta selesai ujian, tim panitia menuju aula untuk mempersiapkan materi, konsumsi, serta perlengkapan lainnya. Setelah ujian berakhir, para santri dipersilakan memasuki aula dengan membawa laptop, kertas, dan alat tulis yang diperlukan. Acara dimulai pukul 09.15 WIB dan dibuka oleh MC. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh para pemateri. Pada rencana awal terdapat lima materi, namun satu pemateri berhalangan hadir karena sedang menjadi perwakilan ke Sumatra untuk membantu korban bencana banjir. Dengan demikian, hanya empat pemateri yang menyampaikan materi pelatihan. Foto bersama pemateri usai penutupan. Foto: Istimewa/PWMU.CO Masing-masing pemateri mendapatkan waktu penyampaian antara 20 hingga 35 menit, lengkap dengan sesi diskusi serta studi kasus. Setiap materi juga diawali dengan ice breaking untuk membantu peserta lebih rileks dan siap mengikuti pelatihan. Rangkaian penyampaian materi berakhir sekitar pukul 12.15 WIB. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan post-test dan evaluasi melalui Google Form yang dibagikan melalui email maupun grup kelas para santri. Selama proses pengisian post-test, panitia turut mendampingi peserta yang mengalami kendala teknis. Setelah seluruh peserta menyelesaikan evaluasi, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama. Pada pukul 12.50 WIB, rombongan panitia berpamitan kepada para santri dan juga para guru serta ustaz di kantor Pondok Modern Ar Rifa’ie 2 Malang, menandai berakhirnya seluruh rangkaian pelatihan. *) Penulis : Cahya Putri Wahyuningarti *) Editor : Aalimah Qurrata Ayun

MPM PWM Jatim Perkuat Kelembagaan JATAM, Siapkan Agenda Strategis 2026 28/12/2025 18:20 – 947 views

pwmu.co – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim menggelar kegiatan Penguatan Kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan Evaluasi Akhir Tahun di Gedung PWM Jawa Timur, Jalan Kertomenanggal IV/1. Surabaya Sabtu (27/12/2025), . Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran JATAM sebagai wadah pemberdayaan petani Muhammadiyah sekaligus sarana dakwah bil hal di sektor pertanian dan perdesaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran pimpinan MPM PWM Jatim, perwakilan MPM daerah, pengurus dan anggota JATAM dari berbagai kabupaten, serta mitra strategis. Selain penguatan kelembagaan, forum ini juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun 2025. Bendahara PWM Jawa Timur drh. Zainul Muslimin menegaskan, penguatan kelembagaan JATAM menjadi kunci keberlanjutan gerakan pemberdayaan petani Muhammadiyah. “JATAM harus dibangun dengan kelembagaan yang kuat agar program-program pemberdayaan petani Muhammadiyah dapat berjalan berkelanjutan dan tetap berlandaskan nilai Islam berkemajuan, kemandirian, serta keadilan sosial,” ujarnya. Ketua MPM PWM Jatim  Lutfi J. Kurniawan mengatakan, JATAM memiliki posisi strategis dalam gerakan dakwah Muhammadiyah di bidang ekonomi umat. “JATAM tidak hanya sebagai wadah komunitas petani, tetapi juga instrumen dakwah bil hal Muhammadiyah untuk membangun kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya. Ketua Divisi Pemberdayaan Petani, Nelayan, dan Buruh Migran MPM PWM Jawa Timur, Hutri Agustino, menjelaskan bahwa kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Tujuan pertama adalah penguatan kelembagaan JATAM melalui pembentukan struktur pimpinan di tingkat PWM Jawa Timur. Dalam proses pemilihan yang berlangsung secara khidmat, terpilih Anas Sholikhin dari JATAM Kabupaten Pasuruan sebagai Ketua, Khodir dari JATAM Kabupaten Bojonegoro sebagai Wakil Ketua, Ishak dari JATAM Kabupaten Lumajang sebagai Sekretaris, dan MD Moh Nor Haq dari JATAM Kabupaten Jember sebagai Wakil Sekretaris. Kepengurusan inti tersebut akan diperkuat oleh koordinator wilayah zonasi. “Struktur ini diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan memperjelas arah gerak JATAM di seluruh Jawa Timur,” kata Hutri. Tujuan kedua adalah penguatan sinergi MPM PWM Jawa Timur dengan mitra strategis, khususnya perguruan tinggi Muhammadiyah. Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Muhamad Salis Yuniardi, menyampaikan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat dapat dikolaborasikan dengan aktivitas akademik. “Program pemberdayaan petani bisa disinergikan dengan KKN mahasiswa serta penelitian dan pengabdian dosen yang dilakukan secara tematik. Dengan begitu, dampaknya akan lebih luas dan berkelanjutan,” paparnya. Tujuan ketiga adalah evaluasi akhir tahun 2025 yang membahas capaian program, tantangan di lapangan, serta rekomendasi perbaikan untuk tahun mendatang. Evaluasi ini menjadi dasar penyusunan program kerja MPM PWM Jawa Timur agar lebih terarah dan berdampak nyata. Menurut Hutri Agustino, salah satu agenda strategis pada tahun 2026 adalah penyelenggaraan Jambore JATAM yang direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun di Kabupaten Lumajang. “Jambore JATAM akan menjadi ajang konsolidasi, berbagi praktik baik, dan penguatan jejaring petani Muhammadiyah se-Jawa Timur,” ungkapnya. Sementara itu, Sekretaris MPM PWM Jawa Timur, Abdus Salam, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi peneguh komitmen MPM PWM Jawa Timur dalam mendorong sinergi antara struktur organisasi, jamaah, dan masyarakat luas. “MPM PWM Jawa Timur akan terus mengembangkan program pemberdayaan berbasis potensi lokal, keadilan sosial, dan kemandirian ekonomi sebagai bagian dari dakwah Muhammadiyah,” pungkasnya. (*)

Akademisi UMM Ungkap Fakta Akar Bullying Ada di Rumah, Pendidikan Agama Jadi Kunci

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Mahasiswa Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rokayah S.E., M.Pd., menyoroti maraknya kasus perundungan atau bullying yang selama ini lebih banyak disorot terjadi di lingkungan sekolah..Padahal, menurutnya, akar persoalan justru kerap bermula dari lingkungan keluarga. Hal tersebut disampaikan Rokayah seusai melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Masjid Nurul Iman, Kelurahan Bacang, Pangkalpinang, Sabtu (27/12/2025), sebagaimana rilis yang diterima Bangkapos.com. Rokayah menjelaskan, kegiatan PKM tersebut dilatarbelakangi oleh temuan bahwa praktik bullying tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga sering berlangsung di dalam rumah. Tanpa disadari, pola komunikasi dan perilaku yang kurang sehat di lingkungan keluarga membentuk sikap anak yang kemudian terbawa ke kehidupan sosialnya, termasuk di sekolah. “Selama ini bullying seolah hanya dipahami sebagai persoalan sekolah. Padahal, dari hasil pengamatan dan penelitian saya, praktik perundungan juga terjadi di rumah dan memberikan kontribusi besar terhadap perilaku anak di luar rumah,” kata Rokayah. Rokayah menuturkan, kebiasaan berkomunikasi dengan nada kasar, merendahkan, atau penuh emosi di lingkungan keluarga kerap ditiru anak. Perilaku tersebut kemudian dipraktikkan saat anak berinteraksi dengan teman sebaya di sekolah, meskipun orang tua sering kali tidak menyadarinya. Menurut Rokayah, pola tersebut memang tidak selalu muncul pada setiap anak, namun tetap memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembentukan karakter dan perilaku sosial mereka. “Anak belajar dari apa yang ia lihat dan dengar di rumah. Ketika tidak ada edukasi yang tegas bahwa perilaku merendahkan atau menyakiti orang lain itu salah, maka di sekolah perilaku tersebut bisa dianggap wajar,” katanya. Berdasarkan hasil penelitiannya, Rokayah mengungkapkan bahwa praktik bullying sudah muncul sejak usia dini. Bahkan, pada jenjang taman kanak-kanak (TK), ia menemukan sekitar 35 hingga 50 persen aktivitas anak yang mengarah pada perilaku perundungan. Namun, kondisi tersebut kerap dianggap lumrah karena anak-anak masih berada pada usia yang dianggap belum memahami dampak perbuatannya. “Memasuki jenjang SD, pola itu muncul kembali dan dari tahun ke tahun datanya terus meningkat. Di Pangkalpinang sendiri tercatat puluhan kasus kekerasan terhadap anak, dan sebagian besar memiliki keterkaitan dengan praktik bullying,” ungkapnya. Rokayah menegaskan, bullying merupakan persoalan yang kompleks dan bersifat sistematis. Faktor keluarga, lingkungan sekitar, sekolah, hingga kebijakan pemerintah saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Karena itu, upaya pencegahan tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. “Ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya orang tua, bukan hanya sekolah, tetapi seluruh elemen harus memahami persoalan ini secara utuh agar praktik bullying dapat diminimalkan,” tegasnya. Sebagai Kepala Sekolah MI Tahfiz Plus Khoiru Ummah, Rokayah juga menekankan pentingnya pendidikan agama Islam dalam membentuk regulasi sosial-emosional anak. Ia menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki potensi amarah, hawa nafsu, dan dorongan naluriah yang jika tidak dikendalikan dengan nilai-nilai keagamaan, dapat berkembang menjadi perilaku destruktif. Sumber: bangkapos

Tahun 2026 Kian Kompetitif, Muhadjir Effendy Minta Kampus Tinggalkan Zona Nyaman

KLIKMU.CO – Menatap tantangan tahun 2026 yang semakin kompleks, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pengarahan dan pengajian khusus bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya institusi dalam menyiapkan langkah strategis menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang kian kompetitif dan cepat berubah. Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, yang menekankan pentingnya membangun mentalitas pantang menyerah serta kesiapan beradaptasi di tengah perubahan. Dalam arahannya pada Jumat (26/12/2025), ia mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh terjebak pada zona nyaman, meskipun telah meraih berbagai capaian. Muhadjir mengibaratkan pengembangan institusi seperti industri pertambangan. Semakin dalam proses penggalian untuk memperoleh kualitas terbaik, semakin besar pula tantangan dan biaya yang harus dihadapi. Karena itu, pembaruan sistem secara berkala dinilai menjadi kunci agar universitas tidak terus berhadapan dengan persoalan yang sama. “Setiap kesulitan harus kita hadapi dan selesaikan dengan langkah yang jelas. Setelah satu masalah selesai, kita perlu segera bersiap menghadapi tantangan berikutnya agar institusi terus berkembang ke tingkat yang lebih baik,” tegasnya. Ia juga menegaskan perlunya meninggalkan budaya one man show dan membangun kerja tim yang kuat. Menurutnya, keberhasilan kampus tidak bergantung pada satu figur, melainkan pada sistem kerja yang saling mendukung, di mana setiap individu berperan sebagai bagian penting dari keseluruhan ekosistem kampus. Salah satu fokus utama yang disorot adalah konsolidasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Muhadjir meminta seluruh civitas akademika berperan aktif dalam proses rekrutmen bertahap guna menjaring calon mahasiswa sejak dini. Langkah ini dinilai penting di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat serta adanya pergeseran minat masyarakat terhadap program studi tertentu. “Oleh karena itu, UMM dituntut berani berinvestasi lebih besar, baik dalam penguatan teknologi informasi maupun peningkatan kualitas layanan akademik,” tuturnya. Selain aspek manajerial, Muhadjir juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh akademik, yakni profesionalitas yang berlandaskan nilai keilmuan, etika, dan tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa pencapaian institusi tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk meraih target yang lebih tinggi. Muhadjir berharap tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi UMM untuk melakukan penguatan dan pembaruan talenta di berbagai bidang. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk terus belajar, berbenah, dan menjaga nilai-nilai etik dalam menjalankan peran masing-masing. “Pencapaian hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan modal untuk mempermudah kita melangkah menuju capaian yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya. (Faqih/AS)

Penguatan Mental Dosen-Tendik UMM Hadapi 2026, Muhadjir: Tinggalkan Budaya One Man Show

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP memberikan pengarahan dan pengajian bagi seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. Dia menekankan pentingnya membangun mentalitas pantang menyerah serta kesiapan beradaptasi di tengah perubahan. Dalam arahannya pada Jumat, 26 Desember 2025, Muhadjir mengingatkan bahwa perguruan tinggi tidak boleh terjebak pada zona nyaman, meskipun telah meraih berbagai capaian. Dia mengibaratkan pengembangan institusi seperti industri pertambangan. Semakin dalam proses penggalian untuk memperoleh kualitas terbaik, semakin besar pula tantangan dan biaya yang harus dihadapi. Karena itu, pembaruan sistem secara berkala dinilai menjadi kunci agar universitas tidak terus berhadapan dengan persoalan yang sama. “Setiap kesulitan harus kita hadapi dan selesaikan dengan langkah yang jelas. Setelah satu masalah selesai, kita perlu segera bersiap menghadapi tantangan berikutnya agar institusi terus berkembang ke tingkat yang lebih baik,” tegasnya. Ia juga menegaskan perlunya meninggalkan budaya one man show dan membangun kerja tim yang kuat. Menurutnya, keberhasilan kampus tidak bergantung pada satu figur. Melainkan pada sistem kerja yang saling mendukung, di mana setiap individu berperan sebagai bagian penting dari keseluruhan ekosistem kampus. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah konsolidasi sistem penerimaan mahasiswa baru. Muhadjir meminta seluruh civitas akademika berperan aktif dalam proses rekrutmen bertahap guna menjaring calon mahasiswa sejak dini. Langkah ini dinilai penting di tengah persaingan antarperguruan tinggi yang semakin ketat serta adanya pergeseran minat masyarakat terhadap program studi tertentu. Oleh karena itu, UMM dituntut berani berinvestasi lebih besar, baik dalam penguatan teknologi informasi maupun peningkatan kualitas layanan akademik. Selain aspek manajerial, Muhadjir juga mengingatkan pentingnya menjaga ruh akademik, yakni profesionalitas yang berlandaskan nilai keilmuan, etika, dan tanggung jawab sosial. Ia menegaskan bahwa pencapaian institusi tidak boleh menjadi titik akhir, melainkan pijakan untuk meraih target yang lebih tinggi. Muhadjir berharap tahun 2026 dapat menjadi momentum bagi UMM untuk melakukan penguatan dan pembaruan talenta di berbagai bidang. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk terus belajar, berbenah, dan menjaga nilai-nilai etik dalam menjalankan peran masing-masing. “Pencapaian hari ini bukanlah tujuan akhir, melainkan modal untuk mempermudah kita melangkah menuju capaian yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya.(imm/lim)

Penguatan Kelembagaan JATAM dan Evalusi Akhir Tahun MPM PWM Jawa Timur

pwmu.co –Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyelenggarakan pertemuan bertajuk “Penguatan Kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) dan Evaluasi Akhir Tahun” pada Sabtu, 27 Desember 2025.Bertempat di Gedung PWM Jawa Timur Lantai III, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkokoh peran JATAM dalam gerakan pemberdayaan ekonomi umat, khususnya di sektor pertanian dan perdesaan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan MPM PWM Jawa Timur, perwakilan MPM daerah, pengurus JATAM, serta mitra terkait. Selain penguatan organisasi, forum ini menjadi ruang refleksi untuk mengevaluasi kinerja dan capaian program MPM sepanjang tahun 2025. Peserta evaluasi kinerja dan capaian program MPM PWM Jatim sepanjang tahun 2025 oleh (FOTO: Salam/PWMU.CO) Dalam sambutannya, Bendahara PWM Jawa Timur, drh. Zainul Muslimin, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan JATAM adalah langkah krusial guna menjamin keberlanjutan pemberdayaan petani. Program ini harus berlandaskan nilai Islam Berkemajuan, kemandirian, dan keadilan sosial. Senada dengan hal tersebut, Ketua MPM PWM Jawa Timur, Lutfi J. Kurniawan, menyatakan bahwa JATAM bukan sekadar wadah komunitas, melainkan instrumen strategis dakwah bil hal Muhammadiyah dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Ketua Divisi Pemberdayaan Petani, Nelayan, dan Buruh Migran, Hutri Agustino, memaparkan 3 (tiga) tujuan utama kegiatan ini: Penguatan Struktur JATAM: Pembentukan struktur pimpinan JATAM di tingkat wilayah. Dalam proses pemilihan yang khidmat, terpilih Anas Sholikhin (Kab. Pasuruan) sebagai Ketua, Khodir (Kab. Bojonegoro) sebagai Wakil Ketua, Ishak (Kab. Lumajang) sebagai Sekretaris, dan MD Moh Nor Haq (Kab. Jember) sebagai Wakil Sekretaris. Kepengurusan inti ini akan didukung oleh koordinator di setiap wilayah zonasi yang telah disepakati. Sinergitas Mitra Strategis: Reaktualisasi kerja sama dengan mitra, salah satunya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat disinergikan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) reguler maupun penelitian dan pengabdian dosen secara tematik. Evaluasi Akhir Tahun 2025: Meninjau capaian program serta tantangan lapangan sebagai dasar penyusunan strategi tahun 2026 agar lebih terarah dan kolaboratif. Salah satu agenda besar yang dicanangkan untuk tahun 2026 adalah penyelenggaraan Jambore JATAM yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Lumajang pada pertengahan tahun. Sekretaris MPM PWM Jawa Timur, Abdus Salam, menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, MPM menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara struktur organisasi dan masyarakat luas. Upaya ini bertujuan menciptakan dampak nyata pada pemberdayaan sosial-ekonomi berbasis potensi lokal. Sebagai unsur pembantu pimpinan, MPM PWM Jawa Timur terus konsisten mengembangkan program pemberdayaan yang berkeadilan dan mandiri sebagai bagian tak terpisahkan dari gerakan dakwah Muhammadiyah. *) Penulis : Notonegoro | Editor : Azrohal Hasan