KKN Tematik UMM 2026, Kampung Budaya Polowijen Jadi Pusat Revitalisasi Budaya Digital

JATIMTIMES – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menguatkan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Sebanyak 500 mahasiswa diterjunkan ke 15 titik lokasi KKN yang tersebar di sejumlah wilayah, terdiri dari 10 KKN reguler dan 5 KKN tematik. Salah satu lokasi strategis yang menjadi fokus KKN tematik adalah Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang. Kawasan ini dipilih sebagai lokus revitalisasi budaya berbasis digital yang mengintegrasikan pelestarian tradisi dengan pemanfaatan teknologi. Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UMM di Kampung Budaya Polowijen disambut langsung oleh penggagas kampung budaya, Isa Wahyudi atau Ki Demang, bersama para pelaku seni dan budaya Kota Malang. Sejumlah tokoh budaya turut hadir, di antaranya dalang Wayang Suket Syamsul Subakri atau Mbah Karjo, Ketua Umum Perempuan Bersanggul Nusantara Sany Repriandini, pegiat Upcycle Art Suli Sulaihah, serta sejarawan Malang Arik Susilowaty. Dosen pendamping KKN Kelompok 14 Kampung Budaya Polowijen, Dr. Daroe Iswatiningsih, menjelaskan bahwa fokus utama pengabdian masyarakat kali ini adalah transformasi nilai-nilai budaya lokal melalui media seni dan teknologi digital. Menurutnya, Kampung Budaya Polowijen memiliki kekayaan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan secara berkelanjutan. “Kampung Budaya Polowijen menyimpan beragam ekspresi seni, mulai dari topeng, tari tradisional, batik, gerabah, wayang, anyaman, pawon, hingga tradisi lisan. Kekayaan ini sangat memungkinkan untuk didigitalisasikan agar transformasi budaya tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi mampu menjangkau ruang global,” ujar Daroe, yang juga menjabat Kepala Pusat Studi Kebudayaan UMM. Melalui KKN Tematik ini, program pengabdian yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga penguatan kemandirian sosial, ekonomi, lingkungan, serta kesehatan masyarakat. Tradisi lokal seperti Megengan, Nyadran, budaya Patrol, hingga festival seni kembali dihidupkan sebagai ruang spiritual, ekspresi budaya, sekaligus sarana regenerasi pelaku seni lintas generasi. Di sisi lain, transformasi digital menjadi elemen penting dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa terlibat dalam digitalisasi aset budaya melalui katalog berbasis barcode, penguatan publikasi media sosial, pengembangan storytelling budaya, produksi podcast, hingga penyusunan e-book sebagai arsip pengetahuan dan media edukasi digital. Upaya ini diharapkan mampu memperluas promosi Kampung Budaya Polowijen hingga tingkat nasional bahkan global. Aspek penguatan ekonomi kreatif dan kepedulian lingkungan juga mendapat perhatian khusus. Warga didorong mengolah limbah melalui konsep upcycle yang dikemas dengan identitas Kampung Budaya Polowijen. Selain itu, urban farming berbasis tanaman obat dan jamu dikembangkan untuk menghasilkan produk ramah lingkungan bernilai ekonomi. Program literasi, perbaikan infrastruktur kampung, aksi sosial, serta pendampingan Posyandu balita dan lansia turut melengkapi rangkaian kegiatan. Ki Demang berharap kolaborasi antara UMM dan masyarakat Kampung Budaya Polowijen dapat menjadi jembatan kuat dalam upaya revitalisasi budaya lokal yang berakar pada tradisi, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. “Mahasiswa tidak hanya datang menjalankan program, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam merawat, mengembangkan, dan mempromosikan budaya lokal. Inilah bentuk pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan,” tegasnya. Melalui pendekatan multidimensi tersebut, Kampung Budaya Polowijen kian menegaskan diri sebagai ruang hidup kebudayaan yang berdaya, berkelanjutan, dan mampu beradaptasi di era digital tanpa kehilangan akar tradisi yang menjadi identitas utamanya.
FKIP UMM Dorong Pembelajaran Mendalam bagi Guru Muhammadiyah di Kabupaten Malang

Mediapribumi.id, Sumenep — Guru memiliki posisi strategis dalam mencerdaskan kehidupan umat sekaligus membangun peradaban yang berkemajuan. Kesadaran tersebut menjadi ruh dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar Tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama Forum Guru Muhammadiyah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang di SMK Muhammadiyah 8 Pakis. Minggu (25/01/2026). Kegiatan ini mengusung tema Pembelajaran Mendalam sebagai upaya menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menumbuhkan daya pikir kritis, refleksi, serta pemaknaan nilai dalam pembelajaran. Dalam pemaparannya, Gigit Mujianto, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam menuntut perubahan paradigma guru dalam mengajar. Guru tidak lagi sekadar menjadi penyampai materi, melainkan fasilitator yang mendorong siswa aktif memahami, mengaitkan pengetahuan dengan konteks kehidupan, serta merefleksikannya secara kritis. “Pembelajaran yang bermakna akan melahirkan peserta didik yang unggul secara intelektual sekaligus memiliki kepekaan sosial dan karakter yang kuat,” katanya. Senada dengan itu, Arif Setiawan, menekankan pentingnya perencanaan pembelajaran yang jelas, terarah, dan melibatkan siswa secara aktif. Ia menyampaikan bahwa guru Muhammadiyah memikul tanggung jawab moral untuk menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan, membebaskan, serta relevan dengan tantangan zaman. “Pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui desain aktivitas belajar yang kontekstual dan asesmen yang tidak hanya mengukur hasil akhir, tetapi juga proses belajar siswa,” ujarnya. Sementara itu, Zukrufurrohma, mengajak para guru untuk terus melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran di kelas. Ia menekankan bahwa nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan dapat diintegrasikan secara alami dalam setiap mata pelajaran. “Sehingga pembelajaran tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan kesadaran nilai peserta didik,” tuturnya. Antusiasme peserta terlihat dari jalannya diskusi yang berlangsung aktif dan reflektif. Para guru berbagi pengalaman pembelajaran di sekolah masing-masing, sekaligus mengemukakan tantangan yang dihadapi dalam menerapkan pembelajaran yang bermakna.
Mahasiswi Lompat dari Jembatan Suhat, Krisis Kesehatan Mental Kembali Menghantui Kota Malang

LENSAWARTA Malang, – Upaya bunuh diri kembali melibatkan kalangan mahasiswa di Kota Malang. Seorang mahasiswi berinisial TA (25) dilaporkan melompat dari Jembatan Soekarno-Hatta (Suhat) pada Senin (19/1/2026) dini hari. Peristiwa ini menambah deretan kasus serupa dan menegaskan alarm krisis kesehatan mental di kota yang dikenal sebagai kota pendidikan tersebut. Korban ditemukan di dasar Sungai Brantas dengan kedalaman sekitar 12 meter, tepatnya di wilayah Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru. Meski mengalami patah tulang pada tangan kanan, korban masih dalam kondisi bernapas dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan medis. Kepala Polsek Lowokwaru, Kompol Anang Tri Hananta, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, korban sempat terlihat mondar-mandir dengan gelagat gelisah di sekitar jembatan sebelum akhirnya terjatuh sekitar pukul 00.30 WIB. “Saksi pengemudi ojek daring melihat korban terjatuh dari atas jembatan dan segera melaporkan ke polisi serta relawan. Petugas langsung mengevakuasi korban ke rumah sakit,” katanya, Minggu (25/1/2026). Dari hasil penelusuran, motif percobaan bunuh diri ini diduga kuat berkaitan dengan tekanan akademik. Beberapa jam sebelum kejadian, korban mengirimkan pesan kepada adiknya yang berisi permintaan maaf karena merasa telah merepotkan keluarga, terutama terkait skripsi yang belum terselesaikan. Kasus TA bukan peristiwa tunggal. Jembatan Soekarno-Hatta dan Jembatan Tunggulmas tercatat berulang kali menjadi lokasi percobaan maupun aksi bunuh diri mahasiswa. Pada November 2025, seorang mahasiswa berinisial NFR (25) ditemukan meninggal di Jembatan Suhat. Sementara pada Juli 2024, mahasiswa lain berinisial AHM (19) selamat setelah mencoba mengakhiri hidup di lokasi yang sama. Rentetan serupa juga terjadi di Jembatan Tunggulmas. April 2025, mahasiswa BGS (20) asal Jakarta Timur ditemukan meninggal, disusul sebulan kemudian oleh perempuan muda berinisial A (20). Kompol Anang memetakan sejumlah faktor dominan yang melatarbelakangi kasus-kasus tersebut. “Motif yang sering muncul antara lain kuliah yang tidak kunjung selesai, ancaman drop out, gagal ujian, masalah asmara, konflik keluarga, hingga jeratan pinjaman daring,” jelasnya. Sosiolog Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Luluk Dwi Kumalasari, menilai fenomena ini sebagai dampak tekanan struktural yang dihadapi Generasi Z, terutama di lingkungan pendidikan tinggi. Menurutnya, tuntutan akademik yang tinggi kerap tidak diimbangi dengan dukungan emosional yang memadai. “Ekspektasi keluarga sering kali sangat besar karena biaya kuliah yang mahal. Nilai menjadi tolok ukur utama, sementara proses dan kondisi psikologis mahasiswa kerap terabaikan,” kata Luluk. Sementara itu, Ketua Program Studi Magister Psikologi UIN Malang, Dr. Novia Solichah, menegaskan bahwa keinginan mengakhiri hidup bukanlah keputusan spontan, melainkan puncak dari akumulasi tekanan psikologis dan depresi. “Secara fisik seseorang bisa tampak baik-baik saja, tetapi secara psikis mengalami luka yang serius. Keinginan bunuh diri adalah salah satu simptom depresi,” ujarnya. Merespons kejadian yang terus berulang, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyatakan bahwa Pemkot Malang akan menggeser fokus penanganan dari sekadar solusi fisik menuju pendekatan kesehatan mental. “Pagar jembatan sudah ada. Tapi yang perlu diselesaikan adalah akarnya. Tanpa menyentuh persoalan mental, kasus seperti ini akan terus berulang,” katanya.
15 Universitas dengan Fakultas Pendidikan Terbaik, Ada 3 PTS

KOMPAS.com – Bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di Fakultas Pendidikan, bisa memilih kampus berdasarkan pemeringkatan internasional Times Higher Education (THE) World University Rankings (WUR) by Subject 2026 atau THE WUR by Subject 2026. Ada sejumlah perguruan tinggi negeri yang berhasil masuk dalam pemeringkatan education studies atau Fakultas Pendidikan THE WUR by Subject 2026. Indikator penilaian THE WUR sangat komprehensif, mencakup aspek pengajaran, lingkungan riset, dampak sitasi, international outlook, hingga pendapatan industri. Dilansir dari laman resminya, Minggu (26/1/2026) peringkat universitas dunia dari Times Higher Education berdasarkan Bidang Studi 2026 mengungkapkan universitas-universitas terbaik di dunia untuk studi pendidikan. Education studies THE WUR by Subject 2026 ini menilai kinerja di tiga disiplin inti: studi pendidikan, pelatihan guru, dan studi akademis di bidang pendidikan. 15 universitas dengan bidang pendidikan terbaik Tahun ini, Times Higher Education telah mengevaluasi 830 universitas dari 88 negara dan wilayah, menggunakan 18 indikator kinerja tepercaya dan ketat yang sama seperti peringkat universitas dunia Times Higher Education 2026, yang dikalibrasi ulang agar sesuai dengan bidang studi pendidikan. Berikut kampus dengan Fakultas Pendidikan terbaik versi THE WUR by Subject 2026. 1. Universits Negeri Yogyakarta (UNY) Peringkat global: 201-500 2. Universitas Negeri Malang (UM) Peringkat global: 301-400 3. Universitas Negeri Padang (UNP) Peringkat global: 301-400 4. Universitas Sebelas Maret (UNS) Peringkat global: 301-400 5. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Peringkat global: 401-500 6. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Peringkat global: 401-500 7. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peringkat global: 601-800 8. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Peringkat global: 601-800 9. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Peringkat global: 601-800 10. Universitas Negeri Semarang (Unnes) Peringkat global: 601-800 11. Universitas Sriwijaya (Unsri) Peringkat global: 601-800 12. Universitas Syiah Kuala Peringkat global: 601-800 13. Universitas Brawijaya (UB) Peringkat global: 601-800 14. Universitas Jember (Unej) Peringkat global: +801 15. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Peringkat global: +801. Peringkat global: +801 Demikian informasi mengenai universitas dengan Fakultas Pendidikan terbaik di Indonesia versi THE WUR by Subject 2026 yang bisa dijadikan referensi bagi para calon mahasiswa yang mau kuliah tahun ini.
Langkah Ikhlas Relawan Muhammadiyah Jatim, Merajut Kembali Mimpi Anak-Anak di Puing Banjir Aceh
Aceh Tamiang, kartanusa – Di tengah hamparan lumpur yang masih menyelimuti Desa Sunting, sekelompok relawan dari Jawa Timur tampak sibuk menghidupkan suasana di bawah tenda sederhana. Mereka tergabung dalam Relawan Kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Timur yang terdiri dari; MDMC Jawa Timur, Lazismu Jatim, hingga para akademisi dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Jum’at (23/1/2026). Kehadiran mereka di garis depan bencana banjir bandang Kabupaten Aceh Tamiang ini mendapat apresiasi menyentuh dari Ketua Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian. “Terima kasih MDMC Jawa Timur sudah mendidik anak-anak di tempat korban bencana alam di Desa Sunting.” Ujar Tri Suswati dengan haru saat meninjau langsung sekolah darurat tersebut. Urgensi kehadiran para relawan ini diperkuat oleh data riset lapangan yang menunjukkan skala dampak bencana yang sangat luas, di mana tercatat 438 KK terdampak di dua desa dampingan dengan rincian 203 KK di Desa Serba dan 235 KK di Desa Sunting. Selain itu, di antara ribuan penyintas tersebut, terdapat kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan ekstra, yakni 96 jiwa balita dan 108 jiwa lansia. Dukungan moril juga datang dari Sekretaris II TP PKK Pusat, Susana Harijani, SH., M.Si., yang turut mendampingi kunjungan tersebut. “Dari kami tentu saja menyemangati kerja baik, kerja amalnya, semoga mendapat balasan pahala dari Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih semangatnya.” Ujar Susana saat berbincang dengan para relawan di lokasi posko. “Sektor pendidikan menjadi titik paling kritis yang disentuh oleh para relawan asal Jawa Timur ini. Riset lapangan mencatat kerusakan masif pada 5 unit fasilitas pendidikan, di mana 1 unit MI Swasta di Dusun Tanjung mengalami rusak berat dengan kondisi atap roboh total, sementara fasilitas pendidikan lainnya mengalami rusak sedang hingga sarana belajarnya hanyut.” Ujar Yusuf Dwipa Wijaya salah satu relawan. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa mengingat gedung Sekolah yang ada saat ini tertutup material lumpur tebal, kehadiran 7 tenaga pendidik sukarela dari Muhammadiyah menjadi jaminan bahwa anak-anak tidak kehilangan waktu belajar. “Walaupun kondisi cuaca ekstrem dan debu pekat membatasi waktu belajar hanya dua jam sehari, keberadaan sekolah darurat ini memastikan rutinitas anak-anak tetap terjaga di tengah masa pemulihan.” Ungkapnya. Ia juga mengatakan bahwa komitmen kolektif ini terus diperkuat melalui pemenuhan infrastruktur darurat yang berbasis pada kebutuhan nyata siswa, seperti pengadaan 200 paket school kit, meja lipat, dan tikar guna menunjang kelayakan aktivitas belajar. “Selain pendidikan, sinergi ini juga mencakup layanan kesehatan rutin untuk mengantisipasi meluasnya penyakit ISPA dan penyakit kulit yang mulai melanda pengungsi.” Pungkasnya. Melalui kolaborasi antara Lazismu Jatim, MDMC, dan unsur PTMA, para relawan membuktikan bahwa pendekatan kemanusiaan yang tulus dan berbasis data mampu menjadi energi baru bagi masyarakat Aceh Tamiang untuk bangkit dan merajut kembali mimpi mereka yang sempat terendam banjir. (Yusuf).
Siswa MPLB-AKL SMK Mugas Dapat Pembekalan Prodi Manajemen FEB UMM

TABLOIDMATAHATI.COM, MALANG– Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang (FEB UMM) mengelar sosialisasi di SMK Muhammadiyah 3 Singosari (SMK Mugas). Hal ini dijelaskan Waka Humas dan Kerjasama Industri SMK Mugas, Sunarti Mariana Khunti, S.Pd, sosialisasi tersebut untuk memperkuat wawasan BMW (Bekarja Melanjutkan (pendidikan) Wirausaha). Menurut Sunarti kegiatan sosialisasi tersebut di-ikuti siswa kelas XII jurusan Manajemen Perkantoran Layanan Bisnis (MPLB 1) dan MPLB 2, serta siswa kelas XII jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), tanggal 20 Januari 2026, di aula lantai 2 SMK Muhammdiyah 3 Singosari. Foto bersama dengan tim Prodi Manajemen FEB UMM. Sunarti mengungkapkan kegiatan yang berkerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prodi Manajemen UMM, untuk memberikan wawasan sekolah lanjutan kepada siswa kelas XII. Kaitannyan dengan target lulusan yaitu BMW. Kunjungan sekaligus kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menambah pengetahuan siswa bagaimana jika lulus bekerja dan apa saja yang perlu disiapkan, strategi wirausaha, serta melanjutkan pendidikan yang perlu dipilih program studi mana yang prospektif. (humas/don)
KKN Berdampak UMM Tekankan Wujud Nyata Bangun Desa Melalui SDG’s

MALANG POST – Bukan sekadar rutinitas akademik, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengubah paradigma pengabdian masyarakat menjadi solusi konkret masalah desa. Melalui pelepasan 500 mahasiswa peserta KKN Berdampak 2026, Sabtu (24/1/2026), Kampus Putih menargetkan intervensi jangka panjang di 17 kecamatan Malang Raya. Program ini dirancang khusus sebagai katalisator tiga pilar utama SDGs, Pendidikan Berkualitas, Kehidupan Sehat, dan Kemitraan Strategis demi mewujudkan kemandirian desa hingga sepuluh tahun ke depan. Sekretaris Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMM, Ir. Iis Siti Aisyah, MT. PhD. IPM, menegaskan bahwa KKN Berdampak kali ini dirancang dengan pendekatan strategis berbasis data. Dalam penentuan lokasi dan program pengabdian, pihaknya menerapkan prinsip Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17) sebagai landasan utama. Prinsip kemitraan ini menjadi pondasi untuk menggerakkan pilar-pilar lainnya secara efektif. “Kami tidak sekadar menempatkan mahasiswa, tetapi membangun sinergi. Karena itu, kami berkoordinasi intensif dengan tiga komponen kunci yaitu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), serta pemerintah desa setempat.” “Tujuannya adalah memetakan potensi dan masalah riil, sehingga program yang digarap benar-benar menjawab kebutuhan desa secara presisi,” ujar Iis. Dari hasil pemetaan partisipatif tersebut, para mahasiswa kemudian diterjunkan untuk mengakselerasi pencapaian target di dua sektor krusial lainnya. Pertama, mahasiswa menjadi garda terdepan mendukung Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) melalui pendampingan intensif di sekolah dan madrasah, penguatan kurikulum pesantren, hingga pelatihan literasi digital bagi guru dan siswa. Kedua, aspek kesejahteraan fisik dan mental masyarakat disentuh secara mendalam melalui program Kehidupan Sehat dan Sejahtera (SDGs 3). Mahasiswa diproyeksikan aktif dalam penyuluhan kesehatan serta perbaikan sanitasi lingkungan. Upaya mewujudkan kehidupan yang sejahtera ini juga diperkuat dengan pendampingan ekonomi bagi pelaku UMKM dan penerapan teknologi tepat guna, yang bermuara pada peningkatan kualitas hidup warga desa secara menyeluruh. Disisi lain, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menekankan agar mahasiswa KKN mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia mendorong mahasiswa untuk mentransformasikan ilmu konseptual dari kampus menjadi solusi praktis di lapangan. Kehadiran mahasiswa diharapkan tidak hanya sebatas menggugurkan kewajiban akademik, tetapi mampu menciptakan lingkungan visioner yang menyatukan pemikiran akademis dengan kebutuhan riil warga, sehingga keberadaan mereka benar-benar dirasakan manfaatnya. “Saya harap mahasiswa dapat menciptakan situasi atau lingkungan belajar yang visioner, yaitu menggabungkan antara pengalaman belajar secara konseptual dan praktik agar pikiran kita dapat menyatu dengan suasana yang dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.(*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)
Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2026 Baca artikel detikedu, “Kampus Pendidikan Terbaik di Indonesia Versi THE WUR by Subject 2026” selengkapnya https://www.detik.com/edu/perguruan-tinggi/d-8323557/kampus-pendidikan-terbaik-di-indonesia-versi-the-wur-by-subject-2026. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

DETIK EDU – Jakarta – Peringkat universitas dunia untuk kuliah bidang pendidikan dirilis Times Higher Education (THE), Rabu (21/1/2026). Sebanyak 830 universitas dari 83 negara masuk pemeringkatan THE World University Rankings (WUR) by Subject bidang pendidikan. Lima belas di antaranya merupakan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Kampus-kampus ini dinilai dari tiga disiplin inti pendidikan, yakni studi pendidikan, pelatihan guru, dan studi akademis pada bidang pendidikan. Secara umum, pemeringkatan ini disusun berdasarkan aspek pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, pendapatan dari kemitraan dengan industri dan paten, serta internasionalisasinya. Dirangkum dari laman THE, berikut peringkat kampus-kampus pendidikan di Indonesia versi THE WUR by Subject 2026 dan indikator pemeringkatannya. Dirangkum dari laman THE, berikut peringkat kampus-kampus pendidikan di Indonesia versi THE WUR by Subject 2026 dan indikator pemeringkatannya. Universitas Terbaik Bidang Pendidikan di RI Versi THE 2026 1. Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Peringkat dunia: 201-250 2. Universitas Negeri Malang (UM) Peringkat dunia: 301-400 3. Universitas Negeri Padang (UNP) Peringkat dunia: 301-400 4. Universitas Sebelas Maret (UNS) Peringkat dunia: 301-400 5. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Peringkat dunia: 401-500 6. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Peringkat dunia: 401-500 7. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Peringkat dunia: 601-800 8. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Peringkat dunia: 601-800 9. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Peringkat dunia: 601-800 10. Universitas Negeri Semarang (Unnes) Peringkat dunia: 601-800 11. Universitas Sriwijaya (Unsri) Peringkat dunia: 601-800 12. Universitas Syiah Kuala (USK) Peringkat dunia: 601-800 13. Universitas Brawijaya (UB) Peringkat dunia: 601-800 14. Universitas Jember (Unej) Peringkat dunia: 801+ 15. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Peringkat dunia: 801+ Indikator THE WUR by Subject 2026: Education Setiap bidang studi kampus pada pemeringkatan THE WUR by Subject 2026 memiliki indikator pemeringkatan yang sama. Namun, bobot per indikatornya berbeda-beda. Berikut rinciannya untuk indikator bidang pendidikan: Pengajaran: mengevaluasi reputasi pengajaran (20%), rasio mahasiswa-staf pengajar (4,5%), rasio doktor-sarjana (0%), rasio doktor-staf pengajar (5,3%), dan pendapatan institusional (2,4%). Lingkungan Penelitian: mengevaluasi reputasi penelitian (20%), pendapatan (4,4%), dan produktivitas (4,4%). Kualitas Penelitian: mengevaluasi dampak sitasi (13,7%), kekuatan penelitian (4,6%), keunggulan penelitian (4,6%), dan pengaruhnya (4,6%). Industri: mengukur pendapatan dari kemitraan industri (2%) dan paten (2%). Perspektif Internasional: mengevaluasi keberadaan mahasiswa (2,5%), pengajar (2,5%), dan penulis studi bersama yang berasal dari luar negeri (2,5%), dan program belajar di luar negeri (0%) Itulah daftar kampus terbaik di Indonesia untuk bidang pendidikan versi THE WUR by Subject 2026. Semoga bermanfaat, detikers!
Bahas Isu Menstruasi, Penelitian Mahasiswa UMM Ini Tembus Scopus!

pwmu.co –Capaian membanggakan diraih Rintan Rikawati, mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).Riset yang ia lakukan berhasil menembus jurnal internasional bereputasi Scopus Q2, sebuah prestasi bergengsi di tingkat global yang tidak mudah dicapai oleh mahasiswa. Penelitian tersebut mengangkat isu strategi coping perempuan dalam menghadapi perubahan pra menstruasi, topik yang kerap dianggap sepele namun berdampak besar pada kesehatan fisik dan psikologis perempuan. Rintan menjelaskan bahwa penelitiannya berfokus pada cara perempuan mengelola perubahan emosi, fisik, dan psikologis menjelang menstruasi melalui berbagai mekanisme coping. Menurutnya, respons perempuan terhadap fase pramenstruasi sangat beragam dan dipengaruhi oleh banyak faktor. “Setiap perempuan memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi perubahan pramenstruasi. Ada yang lebih mudah mengelola emosinya, ada juga yang membutuhkan dukungan lebih besar dari lingkungan sekitar,” ujar Rintan 22 Januari lalu pada tim humas UMM. Ketertarikan Rintan terhadap topik ini berawal dari pengalaman pribadinya yang sering mengalami perubahan suasana hati menjelang menstruasi. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk lebih memahami bagaimana perempuan dapat mengelola emosi dan kondisi fisik secara sehat. “Saya juga mengalami perubahan emosi menjelang menstruasi. Dari situ muncul keinginan untuk memahami apakah ada cara yang lebih sehat dan efektif untuk mengelola kondisi tersebut,” ungkapnya. Penelitian berjudul “Translation and Validation of the Premenstrual Change Coping Inventory in Indonesian Version” ini melibatkan 321 responden perempuan Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak perempuan menerapkan strategi coping dengan menyibukkan diri melalui aktivitas positif, seperti berkumpul bersama teman atau berbagi cerita. “Dari hasil penelitian, komunikasi dan dukungan sosial terbukti menjadi salah satu kunci utama dalam menjaga kestabilan emosi perempuan menjelang menstruasi,” jelasnya. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran diri terhadap kondisi tubuh. Perempuan yang memahami siklus menstruasinya cenderung lebih siap secara mental dalam menghadapi perubahan pramenstruasi. “Perempuan yang mengenal tubuhnya sendiri biasanya lebih cepat menyadari tanda-tanda perubahan emosi. Mereka kemudian bisa langsung menerapkan strategi coping, seperti mengatur aktivitas atau memperbanyak istirahat,” tambahnya. Rintan juga menemukan bahwa lingkungan memiliki peran besar dalam keberhasilan strategi coping. Dukungan keluarga, teman, dan lingkungan kampus membuat perempuan merasa lebih aman dan nyaman saat menghadapi fase pramenstruasi. Sebaliknya, kurangnya pemahaman dari lingkungan sekitar justru dapat memperburuk kondisi emosional. “Lingkungan yang suportif sangat membantu perempuan untuk tidak merasa sendirian. Sebaliknya, stigma atau anggapan berlebihan justru bisa memperparah tekanan emosional,” katanya. Melalui riset ini, Rintan menyoroti masih adanya kesenjangan pemahaman terkait kesehatan reproduksi, terutama di kalangan masyarakat awam. Ia menilai banyak perempuan belum menyadari bahwa perubahan emosi saat pramenstruasi merupakan kondisi alami yang perlu dikelola dengan tepat. “Perubahan emosi menjelang menstruasi itu wajar. Yang penting adalah bagaimana perempuan memahami dan mengelolanya, bukan memendam atau mengabaikannya,” tegas Rintan. Ia berharap hasil penelitiannya dapat menjadi dasar pengembangan edukasi kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif. Menurutnya, edukasi tidak hanya perlu menekankan aspek biologis menstruasi, tetapi juga aspek psikologis dan sosial. “Perempuan perlu tahu bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi perubahan ini. Ada cara-cara sehat yang bisa dilakukan untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental,” ujarnya. Sementara itu, dosen pembimbing Rintan, Henny Dwi Susanti, MKep., Sp.Kep.Mat., PhD, menjelaskan bahwa sejak awal penelitian ini memang dirancang tidak berhenti sebagai skripsi semata. “Kami mendorong mahasiswa untuk memahami metodologi penelitian secara mendalam, konsisten dengan kaidah ilmiah, dan siap menerima masukan, termasuk dari reviewer internasional,” jelas Henny. Ia menegaskan bahwa penelitian ini memiliki implikasi langsung bagi praktik keperawatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan reproduksi perempuan. “Dengan adanya instrumen yang telah tervalidasi, perawat dapat lebih mudah mengidentifikasi pola coping perempuan terhadap perubahan pramenstruasi dan menyusun intervensi keperawatan yang lebih tepat sasaran,” tambahnya. Henny berharap hasil penelitian ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan riset lanjutan, baik dalam konteks pendidikan keperawatan maupun pelayanan kesehatan reproduksi di Indonesia.(*) *) Penulis : Hassan Al Wildan *) Editor : Zahrah Khairani Karim
KKN Tematik UMM Revitalisasi Digital Kampung Budaya Polowijen

RR.CO.ID, Malang : Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2026. Sebanyak 500 mahasiswa diterjunkan ke 15 titik lokasi KKN yang tersebar di berbagai wilayah, terdiri atas 10 KKN reguler dan 5 KKN tematik, Sabtu (24/12026). Salah satu lokasi strategis yang menjadi lokus KKN tematik adalah Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang. Kehadiran mahasiswa KKN Tematik UMM di Kampung Budaya Polowijen disambut langsung oleh penggagas kampung budaya tersebut, Isa Wahyudi atau yang akrab disapa Ki Demang, bersama para pelaku seni dan budaya Kota Malang. Turut hadir dalam penerimaan tersebut sejumlah tokoh budaya, di antaranya Syamsul Subakri (Mbah Karjo) dalang Wayang Suket, Sany Repriandini Ketua Umum Perempuan Bersanggul Nusantara, Mamik Dwi Purwaningsih penyiar budaya RRI, Suli Sulaihah pelaku Upcycle Art, serta Arik Susilowaty sejarawan Malang. Dosen pendamping KKN Kelompok 14 Kampung Budaya Polowijen, Dr. Daroe Iswatiningsih, menegaskan bahwa fokus utama pengabdian masyarakat kali ini adalah revitalisasi budaya melalui proses transformasi nilai-nilai budaya lokal dengan memanfaatkan media seni dan teknologi digital. Menurutnya, Kampung Budaya Polowijen memiliki kekayaan budaya yang sangat potensial untuk dikembangkan secara lebih luas. “Kampung Budaya Polowijen ini kaya akan karya seni seperti topeng, tari tradisional, batik, gerabah, wayang, anyaman, pawon, dan berbagai ekspresi budaya lainnya. Kekayaan ini sangat memungkinkan untuk didigitalisasikan, sehingga proses transformasi budaya tidak berhenti di tingkat lokal, tetapi mampu menembus ruang global,” ungkap Daroe, yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Kebudayaan UMM. Melalui KKN Tematik ini, Kampung Budaya Polowijen menjalankan program terpadu yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga pada penguatan kemandirian sosial, ekonomi, lingkungan, dan kesehatan masyarakat. Tradisi-tradisi lokal seperti Megengan, Nyadran, budaya Patrol, serta festival seni kembali diuri-uri dan dihidupkan sebagai ruang spiritual, ekspresi budaya, sekaligus sarana regenerasi pelaku seni lintas generasi. Di sisi lain, transformasi digital menjadi bagian penting dari program pengabdian. Mahasiswa KKN terlibat dalam digitalisasi aset budaya melalui katalog berbasis barcode, penguatan publikasi media sosial, pengembangan storytelling budaya, produksi podcast, hingga penyusunan e-book sebagai arsip pengetahuan dan media edukasi digital. Upaya ini diharapkan mampu memperluas jangkauan promosi Kampung Budaya Polowijen hingga ke tingkat nasional dan global. Penguatan ekonomi kreatif dan kepedulian lingkungan juga menjadi perhatian utama. Warga didorong untuk mengolah limbah melalui konsep upcycle yang dikemas dengan identitas Kampung Budaya Polowijen, urbam farming yang berbasis tanaman obat obatan dan jamu sehingga menghasilkan produk ramah lingkungan bernilai ekonomi. Program literasi, perbaikan infrastruktur kampung, aksi sosial kemasyarakatan, serta pendampingan Posyandu balita dan lansia turut melengkapi rangkaian kegiatan pengabdian. Advertisement Ki Demang, yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Malang, berharap program KKN Tematik UMM ini mampu menjadi jembatan yang kuat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk merealisasikan revitalisasi budaya lokal yang berakar pada tradisi, namun tetap adaptif terhadap perkembangan zaman. “Mahasiswa hadir bukan hanya untuk menjalankan program, tetapi menjadi mitra masyarakat dalam merawat, mengembangkan, dan mempromosikan budaya lokal. Inilah bentuk nyata pengabdian yang berdampak dan berkelanjutan,” ujar Ki Demang. Melalui pendekatan multidimensi ini, Kampung Budaya Polowijen menegaskan posisinya sebagai ruang hidup kebudayaan yang berdaya, berkelanjutan, dan mampu beradaptasi di era digital tanpa kehilangan akar tradisi yang menjadi identitas utamanya. (Mey).