Tak Sekadar Percantik Kampung, KKN UMM Angkat Kualitas Warga Jodipan di Sektor Wisata

Sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menegaskan komitmennya menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat melalui program pengabdian. Spirit tersebut tercermin dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang tidak hanya bersifat seremonial, melainkan dirancang sebagai ruang implementasi gagasan kreatif, teknologi adaptif, dan pemberdayaan berkelanjutan. Melalui pendekatan ini, UMM mendorong mahasiswanya menjadi agen perubahan yang mampu membaca potensi lokal sekaligus menguatkannya secara strategis. Kampus putih yang konsisten mengusung semangat inovasi dan kemandirian, mahasiswa KKN UMM kembali menghadirkan gagasan strategis untuk menghidupkan potensi wisata lokal. Melalui program di Kampung Warna-Warni Jodipan, tim KKN tidak hanya memperkuat aspek estetika kawasan, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas warga sebagai pelaku utama pariwisata. Ketua Kelompok 13, Muhammad Syahva Putra Disa Rizki yang akrab disapa Syahva memimpin perumusan program berbasis pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kampung wisata membutuhkan sentuhan ide kreatif agar tetap hidup, relevan, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman. Program kerja yang dijalankan meliputi Speaking Color, Sparkling Jodipan, dan Jodipan Clay. Speaking Color difokuskan pada pembelajaran bahasa sederhana bagi anak-anak agar lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan. Program ini dinilai penting karena kemampuan komunikasi menjadi kunci utama dalam sektor pariwisata. “Program ini kami rancang untuk membantu memberdayakan warga, terutama agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam menyambut serta berinteraksi dengan wisatawan,” ujar Syahva. Sementara itu, Sparkling Jodipan dan Jodipan Clay diarahkan pada pengembangan potensi ekonomi kreatif. Mahasiswa mendorong warga mengemas produk sederhana seperti minuman dan suvenir agar memiliki nilai tambah serta daya tarik baru bagi pengunjung. Upaya tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat sirkulasi ekonomi lokal berbasis kreativitas warga. Program unggulan yang paling mencuri perhatian adalah Warna Digital Jodipan. Inovasi ini menghadirkan kode QR pada mural-mural kampung. Setiap kode terhubung dengan cerita di balik lukisan, mulai dari tradisi lama masyarakat hingga simbol identitas lokal Malang. “Karena setiap lukisan memiliki QR tersendiri, pengunjung dapat langsung mengakses penjelasan, sehingga mereka tidak hanya menikmati visualnya, tetapi juga memahami arti di balik karya tersebut,” jelasnya. Digitalisasi narasi mural tersebut menghadirkan pengalaman wisata yang lebih edukatif. Pengunjung tidak sekadar berfoto, tetapi juga memperoleh pemahaman tentang nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Inovasi ini menunjukkan kemampuan mahasiswa UMM dalam memadukan kreativitas, teknologi, dan kearifan lokal secara adaptif. Sebuah cerminan karakter kampus yang mendorong integrasi ilmu pengetahuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Pendekatan sosial menjadi fondasi utama pelaksanaan program. Mahasiswa membangun kedekatan dengan warga melalui dialog santai, membeli produk lokal, hingga mendampingi anak-anak belajar pada malam hari. Cara ini memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan program berjalan partisipatif. Menurut Syahva, perubahan paling nyata terlihat dari meningkatnya kesiapan warga dalam menyambut wisatawan secara lebih profesional. Ia mengamati adanya perkembangan dalam cara warga berkomunikasi, memberikan informasi, serta membangun kesan pertama yang positif bagi pengunjung. Hal tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya tarik Jodipan sebagai destinasi yang ramah dan edukatif. “Kini warga lebih percaya diri saat berinteraksi dengan wisatawan, karena bahasa dan cara menyambut tamu adalah kunci utama bagi kampung wisata seperti Jodipan,” terangnya. Dosen pembimbing, Jamroji, S.Sos., M.Comms., menilai program tersebut relevan dengan kebutuhan aktivasi kawasan wisata. Ia menyebut mahasiswa didorong untuk berpikir kreatif, adaptif, dan berorientasi pada solusi nyata yang berkelanjutan, selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang terukur. Program-program yang telah dirintis selanjutnya diserahkan kepada warga untuk dikelola secara mandiri. Tim KKN juga membuka ruang komunikasi lanjutan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan akademik. Melalui KKN tematik ini, UMM kembali menegaskan perannya sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak. Mahasiswa hadir bukan sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan membawa gagasan, membangun kolaborasi, serta meninggalkan fondasi pemberdayaan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara berkelanjutan.(ali/faq)   Penulis: Alban Hogantara | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Ramadan dan Polemik Rakaat Tarawih, Pakar UMM Ungkap Sejarah Ijtihad di Balik Perbedaan

Perbedaan jumlah rakaat salat tarawih kerap menjadi perbincangan hangat setiap Ramadan. Tak jarang, perbedaan angka seolah menjadi tolok ukur sah atau tidaknya ibadah. Padahal, di balik variasi tersebut tersimpan khazanah ijtihad yang panjang, argumentatif, dan kaya dalam tradisi fikih Islam. Dosen Hukum Keluarga Islam Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), R. Tanzil Fawaiq Sayyaf, M.H., menegaskan bahwa perbedaan itu bukan bentuk pertentangan, melainkan konsekuensi logis dari perbedaan metodologi dalam memahami sumber hukum Islam. “Perbedaan jumlah rakaat tarawih terjadi karena adanya perbedaan interpretasi dan kontekstualisasi terhadap dalil-dalil yang bersumber dari Al-Qur’an, Sunnah, ijma’, dan qiyas. Al-Qur’an memang memerintahkan salat melalui ayat-ayat seperti aqimus shalah, tetapi tidak menyebutkan secara eksplisit jumlah rakaat tarawih. Karena itu, hadis berfungsi sebagai bayan tafsir atau penjelas terhadap ayat-ayat yang bersifat global. Selama argumentasinya kuat dan sanad hadisnya valid, maka perbedaan tersebut tidak menjadi persoalan,” ujarnya 24 Februari lalu pada Tim Humas UMM. Lebih jauh, Tanzil sapaan akrabnya menjelaskan secara historis umat Islam merujuk pada imam-imam mazhab yang memiliki metode istinbat hukum berbeda, sehingga melahirkan variasi praktik yang sama-sama memiliki landasan. Mazhab Hanafi menetapkan 20 rakaat berdasarkan ijma’ sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab. Mazhab Maliki menetapkan 36 rakaat dengan merujuk pada praktik penduduk Madinah. Sementara itu, Mazhab Syafi’i dan Hanbali cenderung menetapkan 20 rakaat dengan dasar hadis mauquf dan amalan sahabat pascawafat Nabi. Sedangkan Majelis Tarjih Muhammadiyah menetapkan 11 rakaat dengan merujuk pada hadis Aisyah tentang praktik salat malam Rasulullah. “Dalam hadis riwayat Aisyah disebutkan bahwa Rasulullah tidak pernah menambah lebih dari sebelas rakaat, baik di Ramadan maupun di luar Ramadan. Riwayat muttafaq ‘alaih itu menjelaskan bahwa Nabi salat empat rakaat dengan panjang dan kekhusyukan yang luar biasa, lalu empat rakaat berikutnya dengan kualitas serupa, kemudian ditutup tiga rakaat witir. Dari sinilah dipahami formasi 4-4-3 yang menjadi dasar praktik 11 rakaat di kalangan Muhammadiyah,” jelasnya. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa konsep Qiyamul Ramadan pada dasarnya identik dengan Qiyamul Lail. Karena itu, tarawih tidak terlepas dari witir sebagai penutup salat malam. Variasi seperti 2-2-2-2-1 atau 4-4-3 merupakan bentuk teknis pelaksanaan yang tetap berada dalam koridor dalil sahih. Dalam beberapa riwayat, Nabi juga pernah melaksanakan witir sembilan rakaat atau dengan formasi lainnya. Dalam perspektif qiyas, karena salat malam tidak dibatasi jumlahnya, maka komposisi rakaat tarawih dipahami secara fleksibel selama tidak menyelisihi prinsip-prinsip dasar syariat. “Yang menjadi persoalan justru ketika suatu amalan tidak memiliki dalil, atau dalilnya lemah bahkan maudhu’. Itu yang harus dihindari. Karena itu, umat Islam seharusnya tidak menjadikan perbedaan jumlah rakaat sebagai sumber perpecahan. Keragaman tersebut menunjukkan keluasan ijtihad dan dinamika intelektual dalam Islam. Perbedaan antara empat mazhab dan Muhammadiyah bukan perpecahan, melainkan kekayaan dalam memahami dalil,” tegasnya. Pada akhirnya, Tanzil menekankan bahwa esensi tarawih bukan terletak pada angka, melainkan pada kekhusyukan, keikhlasan, dan konsistensi dalam menghidupkan malam Ramadan. Ia juga mengingatkan bahwa semangat qiyamul lail tidak seharusnya berhenti setelah Ramadan usai, sebab salat malam merupakan sunnah yang dicontohkan Nabi sepanjang tahun. Dengan demikian, perbedaan jumlah rakaat hendaknya dipahami sebagai ruang toleransi ilmiah, bukan alasan untuk saling menyalahkan dalam menjalankan ibadah.(vin/faq)   Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman

Mahasiswa di Malang Buat Mesin Pengering Gabah

Penulis : KompasTV Malang MALANG, KOMPAS.TV – Bed dryer adalah mesin pengering gabah karya empat mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang. Mesin pengering gabah ini bekerja dengan cara menyalurkan udara panas ke dalam sebuah wadah yang berisi gabah basah. Suhu panas dalam mesin juga dijaga di kisaran 40°C hingga 50°C. Udara panas ini dihasilkan dari tungku pembakaran dan ditiup dengan kipas angin. Uniknya dalam proses pembakaran, alat ini menggunakan minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Malikul Arifin, salah satu perancang mesin pengering ini menjelaskan, saat ini mayoritas petani mengandalkan sinar matahari untuk menjemur gabah dan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca. Menurutnya, dengan mesin ini petani bisa mengeringkan gabah meski tanpa sinar matahari. Selain itu waktu pengeringan gabah juga menjadi lebih singkat yakni 8 jam untuk 500 kilogram gabah basah. “Kita melihat permasalahannya dari petani, karena buat pengeringannya membutuhkan waktu yang lama. Selain kita mempersingkat waktu, kita juga bisa melewati kendala cuaca buruk.” Kata Malik Selain untuk gabah, tidak menutup kemungkinan alat ini bisa digunakan untuk mengeringkan hasil panen lainnya seperti kopi. Mahasiswa berharap mesin yang mereka buat bisa membantu meningkatkan hasil panen petani.

Mahasiswa UMM Raih Penghargaan Internasional Berkat AI Kesehatan

 Rakyat Press.com – Inovasi di bidang kesehatan berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) atau AI, yang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berhasil meraih perhatian. Tim UMM meraih Silver Medal dalam kategori Health pada ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026. Ajang tersebut diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, pada 14 – 15 Februari 2026. Inovasi yang diusung tim ini bernama NEOSENTIA, sebuah sistem deteksi risiko maternal secara real-time yang mengintegrasikan teknologi AI Guardian Driven System. Scroll To Continue with Content Vera Miftakul Rahma Kamal, pemimpin tim dari Program Studi Kedokteran, menjelaskan bahwa NEOSENTIA dirancang sebagai asisten pintar untuk ibu hamil. Sistem ini terhubung langsung dengan tenaga medis dan bekerja secara non-invasif. NEOSENTIA mengumpulkan data dari perangkat wearable, laporan gejala mandiri, serta rekam medis elektronik. Rahma menjelaskan, “Aplikasi ini mampu melakukan analisis risiko secara berkelanjutan. Melalui sistem ini, potensi komplikasi kehamilan dapat terdeteksi lebih dini sehingga intervensi medis bisa dilakukan tepat waktu.” Fitur multibahasa menjadi salah satu keunggulan NEOSENTIA, sehingga memungkinkan aksesibilitas yang lebih luas bagi pengguna dari berbagai latar belakang. Dokter atau bidan juga dapat memantau kondisi pasien secara real-time melalui platform berbasis website. Keberhasilan tim UMM didukung oleh kolaborasi lintas disiplin ilmu. Tim ini dibimbing oleh dr. Desy Andari, M.Biomed., dan beranggotakan mahasiswa dengan keahlian yang saling melengkapi: Vera Miftakul Rahma Kamal (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), dan Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi). Sinergi ini menghasilkan inovasi yang tidak hanya kuat secara medis dan farmakologis, tetapi juga matang dari sisi komunikasi publik serta kemudahan bahasa bagi pengguna internasional. Kompetisi ISC 2026 yang diselenggarakan oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM diikuti oleh 100 tim finalis dari delapan negara. Negara-negara tersebut adalah Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand, selain Indonesia. Rahma menambahkan, “Kompetisi ini sangat selektif, mulai dari seleksi abstrak, pengiriman full paper, hingga presentasi final di depan dewan juri internasional.” Apresiasi tinggi diberikan oleh dosen pembimbing, dr. Desy Andari, M.Biomed., atas capaian mahasiswanya. Ia menilai prestasi ini mencerminkan ekosistem akademik UMM yang mendukung riset aplikatif dan berdampak. dr. Desy berharap, “Kami berharap NEOSENTIA tidak berhenti di panggung kompetisi, tapi terus dikembangkan menuju tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional.”

Update Webometrics 2026: Inilah 50 Kampus Terbaik di Indonesia, UI Masih Kokoh di Puncak!

GALAMEDIANEWS – Lembaga pemeringkatan internasional bergengsi, Webometrics, kembali merilis daftar universitas terbaik dunia untuk periode awal 2026. Pemeringkatan yang diperbarui setiap enam bulan ini menjadi salah satu rujukan paling akurat bagi calon mahasiswa yang tengah bersiap mengikuti seleksi SNBP maupun UTBK SNBT 2026 dalam menentukan pilihan program studi dan kampus impian. Sistem evaluasi yang dikelola oleh Cybermetrics Lab asal Spanyol ini memiliki indikator unik. Berbeda dengan lembaga lain yang berbasis survei opini, Webometrics menitikberatkan pada visibilitas digital, keterbukaan akses riset (openness), serta dampak publikasi ilmiah institusi di tingkat global (excellence). Hal ini menunjukkan sejauh mana sebuah kampus mampu berkontribusi pada penyebaran ilmu pengetahuan di era digital. Dalam daftar terbaru ini, dominasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa masih terasa kuat. Namun, geliat kampus-kampus dari luar Jawa, seperti Universitas Mulawarman yang berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif dengan masuk dalam jajaran 50 besar nasional. Baca Juga: Magang Kemensetneg 2026 Kuartal II Dibuka! Simak Syarat, Jadwal, dan Cara Daftar Peta Persaingan Kampus Top Indonesia di Webometrics 2026 Universitas Indonesia (UI) masih mempertahankan statusnya sebagai pemimpin klasemen di tanah air, menembus peringkat 500 besar dunia. Posisi ini dibayangi ketat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) yang konsisten meningkatkan performa publikasi riset mereka. Menarik untuk dicatat, Universitas Mulawarman (Unmul) kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu mercusuar pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Peningkatan kinerja akademik dan digitalisasi riset di Unmul menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tinggi di luar Pulau Jawa terus berkembang pesat guna menyongsong pembangunan nasional, termasuk IKN. Daftar 50 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026 Berikut adalah rincian lengkap peringkat universitas di Indonesia yang berhasil menembus jajaran elit global: Peringkat Nama Perguruan Tinggi Peringkat Dunia 1 Universitas Indonesia (UI) #493 2 Universitas Gadjah Mada (UGM) #674 3 Universitas Airlangga (UNAIR) #745 4 Institut Teknologi Bandung (ITB) #847 5 Universitas Padjadjaran (UNPAD) #956 6 Universitas Brawijaya (UB) #1003 7 Universitas Diponegoro (UNDIP) #1062 8 IPB University #1075 9 Universitas Sebelas Maret (UNS) #1098 10 Telkom University (Tel-U) #1175 11 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) #1217 12 BRIN Learning Management System #1232 13 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) #1244 14 Universitas Hasanuddin (UNHAS) #1259 15 Universitas Negeri Malang (UM) #1345 16 Universitas Andalas (UNAND) #1397 17 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) #1469 18 Universitas Bina Nusantara (BINUS) #1477 19 Universitas Negeri Padang (UNP) #1489 20 Universitas Syiah Kuala (USK) #1501 21 Universitas Sumatera Utara (USU) #1561 22 Universitas Negeri Semarang (UNNES) #1747 23 Universitas Lampung (UNILA) #1756 24 Universitas Sriwijaya (UNSRI) #1924 25 Universitas Riau (UNRI) #1976 26 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) #2027 27 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) #2046 28 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta #2073 29 Universitas Udayana (UNUD) #2085 30 Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) #2121 31 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) #2137 32 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) #2138 33 Universitas Islam Indonesia (UII) #2234 34 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta #2248 35 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) #2296 36 Universitas Jember (UNEJ) #2312 37 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) #2512 38 Universitas Bengkulu (UNIB) #2527 39 UIN Sunan Gunung Djati Bandung #2611 40 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) #2643 41 Universitas Medan Area (UMA) #2648 42 Universitas Jambi (UNJA) #2681 43 Universitas Mulawarman (UNMUL) #2699 44 Universitas Negeri Medan (UNIMED) #2719 45 Universitas Mercu Buana (UMB) #2735 46 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) #2741 47 Universitas Negeri Makassar (UNM) #2800 48 UIN Ar Raniry #2815 49 Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) #2831 50 Universitas Mataram (UNRAM) #2873 Menggunakan data Webometrics sebagai referensi sangat disarankan untuk melihat bagaimana sebuah institusi beradaptasi dengan keterbukaan informasi riset. Kampus dengan peringkat visibilitas yang baik biasanya memiliki ekosistem digital yang kuat, memudahkan mahasiswa dalam mengakses sumber daya pustaka serta hasil penelitian terbaru. Bagi Anda yang berdomisili di Kalimantan, naiknya posisi Universitas Mulawarman bisa menjadi pertimbangan strategis untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa harus merantau jauh ke Pulau Jawa. Pastikan Anda memeriksa kembali program studi unggulan di setiap kampus agar sesuai dengan minat dan rencana karier di masa depan.

Hindari Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Menu Sehat yang Dianjurkan Dokter

Bansos.Medanaktual – Berbuka puasa menjadi momen yang paling dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, memilih menu iftar tidak boleh sembarangan. Banyak makanan yang tampak menggugah selera justru kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin, terutama gorengan. Dosen Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Malang, dr. Fatimah Masyhur, mengingatkan bahwa gorengan mengandung kalori tinggi serta minyak berlebih yang dapat berdampak negatif pada tubuh. Konsumsi makanan berlemak secara terus-menerus berisiko memengaruhi sistem kardiovaskular, termasuk mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Bahaya Makanan Tinggi Gula dan Lemak Saat Iftar Selain gorengan, makanan dengan kadar gula tinggi dan lemak jenuh juga sebaiknya dibatasi ketika berbuka. Menu manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, terutama bagi penderita diabetes. Sementara itu, lemak jenuh dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus. Tak hanya makanan, minuman berkafein seperti teh dan kopi juga perlu diperhatikan. Kafein dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, terutama bagi individu yang memiliki riwayat asam lambung. Pentingnya Menu Seimbang Saat Berbuka Agar tubuh tetap bugar selama Ramadan, pilihan menu berbuka sebaiknya mencakup gizi seimbang. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih sangat dianjurkan untuk membantu memulihkan energi. Protein memiliki peran penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, serta mendukung sistem kekebalan. Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, sumber protein sebaiknya dikonsumsi secara bervariasi dengan porsi yang sesuai. Perhatikan Kondisi Kesehatan Tertentu Bagi individu dengan penyakit tertentu, seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka harus lebih selektif. Makanan cepat saji atau junk food yang tinggi karbohidrat sederhana sebaiknya dihindari karena dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis. Selain itu, bagi yang rutin mengonsumsi obat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terkait pengaturan jadwal minum obat selama puasa. Menjalankan ibadah Ramadan tetap harus diimbangi dengan menjaga kesehatan secara optimal. Kesimpulan Memilih menu berbuka puasa yang sehat sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Hindari gorengan, makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein berlebihan. Sebaliknya, utamakan pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan cukup cairan agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan.

Mahasiswa KKN UMM 2026 Mengajar di SDN 03 Argotirto, Dorong Motivasi Belajar Siswa

Kelompok 4 KKN Universitas Muhammadiyah Malang Bersama siswa-siswi SD Negeri 03 Argotirto, Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (Dok. Istimewa) KABAR MUDA – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wadah pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan yang berdampak langsung. Pada 2026, Kelompok 4 KKN Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan program unggulan bidang pendidikan berupa kegiatan mengajar di SD Negeri 03 Argotirto, Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada 10–11 Februari 2026. Program ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus menumbuhkan motivasi belajar siswa sejak dini. Kegiatan pengajaran dilaksanakan oleh sebagian anggota yang ditugaskan di kelas, sementara anggota lain menjalankan program kerja berbeda sesuai pembagian tugas. Secara keseluruhan, Kelompok 4 KKN UMM 2026 beranggotakan 27 mahasiswa yang berkolaborasi agar seluruh kegiatan pengabdian berjalan optimal dan saling mendukung. Pelaksanaan pengajaran dilakukan secara terjadwal dengan pembagian tim ke beberapa kelas. Pada hari Selasa, mahasiswa mengajar di kelas 4 dan 5. Pada hari Rabu, kegiatan diperluas ke kelas 1, 2, 4, dan 5 untuk menyesuaikan kebutuhan sekolah. Materi yang diberikan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Penyampaian materi dikemas melalui pendekatan kontekstual yang mengaitkan pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa. Pendekatan tersebut membantu siswa memahami konsep secara lebih mudah sekaligus melihat relevansi pelajaran dalam kehidupan mereka. Proses belajar berlangsung aktif melalui diskusi sederhana, tanya jawab, latihan bersama, dan contoh konkret dari lingkungan sekitar. Untuk menjaga konsentrasi dan semangat belajar, setiap sesi diselingi kegiatan ice breaking dan permainan edukatif. Metode ini efektif mencairkan suasana, mengurangi kejenuhan, serta membangun interaksi hangat antara mahasiswa dan siswa. Mahasiswa juga memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan Smart TV dan platform Educaplay. Siswa mengikuti kuis interaktif, permainan mencocokkan, dan aktivitas visual yang membuat pembelajaran lebih menarik. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam permainan, dan berani tampil di depan kelas. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan partisipatif. Para guru memberikan respons positif karena metode pembelajaran yang diterapkan membantu siswa memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi sekolah dan siswa, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu, melatih komunikasi, serta memahami dinamika pendidikan di masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa, guru, dan siswa, program KKN menunjukkan bahwa pengabdian sederhana dapat menghadirkan perubahan yang bermakna dalam dunia pendidikan.***

UMM Olah Sampah Secara Mandiri

DeMalang.ID—Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membangun sistem Tempat Pengolahan Sementara (TPS). TPS dilengkapi tiga unit mesin pengolahan sampah yang dirancang, diproduksi, dan diinstalasi secara terintegrasi oleh tim internal kampus. Ketua pelaksana proyek, Iis Siti Aisyah mengatakan pembangunan sistem berawal dari kebutuhan menunjukkan pengelolaan lingkungan yang terukur dalam proses evaluasi GreenMetric. “Awalnya tim GreenMetric membutuhkan bukti bahwa kampus memiliki sistem pengolahan sampah yang nyata untuk mendukung akreditasi dan pemeringkatan lingkungan,” katanya dalam siaran pers yang diterima DeMalang. Sebelumnya, TPS UMM hanya berfungsi sebagai tempat pengumpulan, tanpa teknologi pengolahan.  Sehingga sebagian besar sampah tak diproses dan diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Proyek dikerjakan Professional Center Teknik Mesin (PROCENTM) UMM. Sebuah unit profesional di bawah Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik. Mereka biasa menangani proyek rekayasa industri, sertifikasi internasional, hingga kerja sama strategis dengan berbagai lembaga. Seluruh proses mulai dari desain teknik, manufaktur, hingga instalasi dilakukan tim internal.  Melibatkan dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa melalui skema pembelajaran berbasis proyek. “Semua desain dikerjakan sendiri bersama tim Teknik Mesin,” kata Iis. Unit tersebut dibentuk untuk mengerjakan proyek profesional. Sekaligus menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa agar terlibat langsung dalam pekerjaan skala industri. Tiga alat utama yang meliputi mesin pencacah plastik berkapasitas 100–250 kilogram per jam. Alat ini mampu menghasilkan serpihan berukuran lima sampai 10 milimeter. Sehingga  meningkatkan nilai jual limbah botol plastik. Berikutnya mesin pencacah ranting berkapasitas hingga 300–500 kilogram per jam. Menghasilkan serbuk biomassa sebagai bahan media tanam atau kompos. Serta alat pemisah sampah organik berbasis sensor inframerah dengan efisiensi pemilahan mencapai 90–92 persen. Sistem dirancang sebagai alur pengolahan terpadu. Seluruh sampah campuran dari kantin dan aktivitas kampus dimasukkan dalam kantong plastik langsung ke mesin pemilah. Plastik ringan terlempar ke bagian belakang, sementara sisa makanan dan limbah organik mengalir ke bagian depan untuk proses lanjutan. Iis melanjutkan, tim perancang menyiapkan konsep pengembangan menuju zero waste. Limbah organik cair yang dihasilkan direncanakan dialirkan secara gravitasi menuju toren fermentasi. Posisi TPS berada di lereng, sehingga tidak membutuhkan pompa tambahan. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membangun sistem Tempat Pengolahan Sementara (TPS). TPS dilengkapi tiga unit mesin pengolahan sampah yang dirancang, diproduksi, dan diinstalasi secara terintegrasi oleh tim internal kampus. Foto: UMM. “Limbah organik nantinya bisa difermentasi menjadi biogas,” katanya. Tekanan gasnya bisa diteliti mahasiswa, bahkan dimanfaatkan sebagai bahan bakar insinerator kecil. Kampus dengan populasi sekitar 35.000 warga akademik ini menghasilkan sekitar 1,2 ton sampah setiap hari. Sampah terdiri atas plastik sebesar 45 persen, limbah organik terkontaminasi plastik sebanyak 30 persen, serta limbah ranting mencapai 25 persen. Ke depan, sistem pengolahan sampah terpadu ini diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas teknis. Namun, tetapi juga pusat edukasi lingkungan dan inovasi riset berkelanjutan. Juga untuk optimalisasi operasional, peningkatan pasokan sampah organik, dan keterlibatan mahasiswa dalam penelitian biogas dan daur ulang.  Sehingga diharapkan mampu mendorong lahirnya solusi baru berbasis teknologi tepat guna. Dengan pengembangan berkelanjutan dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan berpotensi menjadi model pengelolaan sampah kampus yang mandiri, efisien. Sekaligus menginspirasi institusi pendidikan lain bergerak lebih hijau dan minim limbah. Inisiatif ini juga memperkuat komitmen kampus terhadap pembangunan berkelanjutan, target Sustainable Development Goals (SDGs), dan mendukung indikator penilaian UI GreenMetric World University Rankings. EKO WIDIANTO

Nyalagames: Inovasi Berbasis Kearifan Lokal Kalimantan Tengah

Oleh: Ruliyani*)   Radar Jombang – Nyalagames adalah gamifikasi asesmen formatif kontekstual berbasis kearifan lokal Kalimantan Tengah. Berangkat dari kegelisahan terhadap praktik asesmen yang kerap menimbulkan tekanan psikologis, program ini dirancang dengan sistem pembelajaran berbasis gim yang terstruktur dalam misi, tantangan, level, serta umpan balik digital secara waktu nyata. Melalui pendekatan tersebut, asesmen tidak lagi diposisikan sebagai ruang yang menakutkan, melainkan bertransformasi menjadi pengalaman reflektif yang membangun keberanian berpikir, memperkuat literasi kritis, dan menumbuhkan kesadaran belajar. Integrasi teknologi digital dengan kearifan lokal Kalimantan Tengah dan nilai-nilai keislaman menjadikan pembelajaran tetap berakar pada identitas lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan generasi digital. Implementasi Nyalagames menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan siswa, kualitas argumentasi, serta perubahan sikap terhadap asesmen. Siswa menjadi lebih berani mencoba, tidak takut salah, dan lebih aktif dalam proses berpikir. Sistem umpan balik digital mengoptimalkan guru dalam menganalisis capaian belajar secara presisi dan berkelanjutan sehingga strategi pembelajaran dapat disesuaikan secara tepat. Refleksi merupakan jendela untuk menilai kembali perjalanan yang telah ditempuh. Dalam refleksi pemanfaatan Nyalagames, Wildan Ibnu, C., selaku Vice President Product, menilai bahwa inovasi ini memiliki fondasi konseptual yang kokoh, relevansi pedagogis yang kuat, serta potensi pengembangan luas dalam ekosistem pendidikan digital. Keberlanjutan inovasi menjadi kompas yang menuntun langkah menuju masa depan. Komitmen tersebut tercermin dari kepercayaan yang diberikan kepada pencetusnya yang dinobatkan sebagai guru model pada kegiatan Open Class Implementasi Pembelajaran Mendalam di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya. Serta sebagai guru model implementasi pembelajaran mendalam bersama guru-guru se-Kota Palangka Raya di BGTK Kalimantan Tengah. Juga pengimbasan di lingkungan akademik pada mata kuliah Problematika dan Inovasi Pembelajaran di Universitas Muhammadiyah Malang. Selain itu menjadi narasumber di Forum MGMP Bahasa Indonesia SMP sederajat se-Kota Palangka Raya, serta di Komunitas PENA. Dedikasi akademiknya diperkuat melalui diseminasi pada Seminar Internasional IKAPROBSI sebagai pemakalah serta penulisan book chapter bersama Ass. Prof. Hari Sunaryo, M.Si., dosen mata kuliah Problematika dan Inovasi Pembelajaran Universitas Muhammadiyah Malang. Inovasi gim ini juga telah memperoleh perlindungan hak cipta dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagai bentuk legalitas, identitas pedagogis yang jelas, serta pengakuan atas karya orisinal yang autentik dan terstruktur. Berpijak pada kearifan lokal Kalimantan Tengah dan nilai-nilai keislaman berkemajuan, ternyata inovasi gim yang berakar pada budaya lokal, diperkuat oleh landasan ilmiah, dan dikelola secara reflektif mampu menjadi standar keunggulan nasional. Pendidikan yang bermakna bukan sekadar tentang capaian nilai, melainkan tentang membangun peradaban. *) Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang Editor: Anggi Fridianto

Mahasiswa KKN UMM 2026 Mengajar di SDN 03 Argotirto, Dorong Motivasi Belajar Siswa

Abqary FM Selasa, 24 Februari 2026 | 21:32 WIB Kelompok 4 KKN Universitas Muhammadiyah Malang Bersama siswa-siswi SD Negeri 03 Argotirto, Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. (Dok. Istimewa) KABAR MUDA – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi wadah pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui kegiatan yang berdampak langsung. Pada 2026, Kelompok 4 KKN Universitas Muhammadiyah Malang melaksanakan program unggulan bidang pendidikan berupa kegiatan mengajar di SD Negeri 03 Argotirto, Desa Argotirto, Kecamatan Sumbermanjing Wetan pada 10–11 Februari 2026. Program ini menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus menumbuhkan motivasi belajar siswa sejak dini. Kegiatan pengajaran dilaksanakan oleh sebagian anggota yang ditugaskan di kelas, sementara anggota lain menjalankan program kerja berbeda sesuai pembagian tugas. Secara keseluruhan, Kelompok 4 KKN UMM 2026 beranggotakan 27 mahasiswa yang berkolaborasi agar seluruh kegiatan pengabdian berjalan optimal dan saling mendukung. Pelaksanaan pengajaran dilakukan secara terjadwal dengan pembagian tim ke beberapa kelas. Pada hari Selasa, mahasiswa mengajar di kelas 4 dan 5. Pada hari Rabu, kegiatan diperluas ke kelas 1, 2, 4, dan 5 untuk menyesuaikan kebutuhan sekolah. Materi yang diberikan meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Penyampaian materi dikemas melalui pendekatan kontekstual yang mengaitkan pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa. Pendekatan tersebut membantu siswa memahami konsep secara lebih mudah sekaligus melihat relevansi pelajaran dalam kehidupan mereka. Proses belajar berlangsung aktif melalui diskusi sederhana, tanya jawab, latihan bersama, dan contoh konkret dari lingkungan sekitar. Untuk menjaga konsentrasi dan semangat belajar, setiap sesi diselingi kegiatan ice breaking dan permainan edukatif. Metode ini efektif mencairkan suasana, mengurangi kejenuhan, serta membangun interaksi hangat antara mahasiswa dan siswa. Mahasiswa juga memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi melalui penggunaan Smart TV dan platform Educaplay. Siswa mengikuti kuis interaktif, permainan mencocokkan, dan aktivitas visual yang membuat pembelajaran lebih menarik. Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif menjawab pertanyaan, berpartisipasi dalam permainan, dan berani tampil di depan kelas. Suasana belajar menjadi lebih hidup dan partisipatif. Para guru memberikan respons positif karena metode pembelajaran yang diterapkan membantu siswa memahami materi secara lebih mudah dan menyenangkan. Kegiatan ini diharapkan memberi manfaat nyata bagi sekolah dan siswa, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengaplikasikan ilmu, melatih komunikasi, serta memahami dinamika pendidikan di masyarakat. Melalui kolaborasi mahasiswa, guru, dan siswa, program KKN menunjukkan bahwa pengabdian sederhana dapat menghadirkan perubahan yang bermakna dalam dunia pendidikan.***