3 PTMA Masuk 10 Besar Kampus Swasta dengan Kualitas Riset Terbaik, UMM Teratas

UMM, UAD, dan UMY, masuk dalam jajaran 10 besar kampus swasta dengan kualitas riset terbaik di Indonesia versi SCImago Institutions Rankings. MAKLUMAT — Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) berhasil mencatatkan prestasi membanggakan di dunia riset, dengan menduduki peringkat 10 besar kampus swasta yang dianggap memiliki kualitas riset terbaik di Indonesia versi SCImago Institutions Rankings (SIR) Tahun 2025. Tiga PTMA berhasil bercokol di 10 besar peringkat tersebut, yakni Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di posisi teratas, peringkat 1. Kemudian ada Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta di peringkat ke-4, serta Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di peringkat ke-9. “Capaian PTMA dalam pemeringkatan ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam mengembangkan pendidikan tinggi berbasis riset, inovasi, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tulis Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah di media sosial (medsos) instagram resmi @diktilitbang, dikutip Selasa (24/2/2026). Sebagai informasi, SCImago Institutions Rankings sendiri merupakan lembaga pemeringkatan global yang menilai kinerja institusi akademik dan riset berdasarkan tiga indikator utama, yakni research (penelitian), innovation (inovasi), dan societal impact (dampak sosial). Dalam penilaiannya, pembobotan aspek penelitian memiliki persentase penilai tertinggi, sebesar 50%. Meliputi dampak sitasi, kepemimpinan ilmiah, jumlah dan kualitas publikasi, kolaborasi internasional, keterbukaan akses publikasi, hingga kekuatan sumber daya peneliti. Kemudian, aspek inovasi memiliki bobot sebesar 30%, yang menilai keluaran inovasi berbasis pengetahuan, paten, serta dampak teknologi yang dihasilkan institusi. Baca Juga  UNISBA Blitar Gandeng Perusahaan Malaysia, Bangun Ekosistem Digital Halal Global Sedangkan aspek dampak sosial memiliki bobot sebesar 20%, yang mencakup visibilitas digital, kontribusi terhadap sustainable development goals (SDGs), pastisipasi peneliti perempuan, serta pengaruh riset dalam perumusan kebijakan publik. Berikut daftar 10 besar Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan kualitas riset terbaik di Indonesia versi SCImago Institutions Rankings: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Universitas Pelita Harapan (UPH) Universitas Surabaya (Ubaya) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Universitas Sanata Dharma (USD) Universitas Bina Nusantara (Binus) Universitas Medan Area Universitas Katolik Atma Jaya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Universitas Kristen Petra *) Penulis: Ubay NA

Menu Buka Puasa Sehat 2026: Hindari Gorengan, Pilih Gizi Seimbang

Berbuka puasa adalah momen yang dinanti setelah seharian menahan lapar dan haus. Namun, memilih menu buka puasa yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan selama bulan Ramadan. Ahli gizi mengingatkan, hindari gorengan dan makanan tinggi gula, dan utamakan gizi seimbang. Mengapa Gorengan Kurang Sehat Saat Berbuka? Gorengan memang menggugah selera, tetapi makanan ini tinggi kalori dan lemak jenuh. Dr. Fatimah Masyhur, Dosen Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Malang, menjelaskan bahwa konsumsi gorengan berlebihan dapat mengganggu sistem kardiovaskular dan membebani kerja jantung. Bahaya Tersembunyi Makanan Tinggi Gula dan Lemak Selain gorengan, makanan dengan kadar gula tinggi dan lemak jenuh juga perlu diwaspadai saat berbuka. Menu manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Sementara itu, lemak jenuh meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi secara rutin. Minuman berkafein seperti teh dan kopi juga dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung, terutama bagi penderita asam lambung. Pentingnya Menu Seimbang untuk Energi Optimal Untuk menjaga tubuh tetap bugar selama Ramadan 2026, pilihlah menu buka puasa dengan gizi seimbang. Kombinasikan karbohidrat kompleks, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, dan air putih. Protein berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung sistem kekebalan tubuh. Tips Memilih Menu Buka Puasa Sehat: Karbohidrat Kompleks: Nasi merah, roti gandum, ubi jalar. Protein: Daging tanpa lemak, ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe. Sayuran: Beragam sayuran hijau dan berwarna. Buah-buahan: Kurma, melon, semangka, pisang. Air Putih: Minum minimal 8 gelas sehari untuk mencegah dehidrasi. Baca juga:  Panen Cuan Digital: Panduan Lengkap Game Penghasil Saldo DANA Tercepat dan Terpercaya di Tahun 2026 Perhatikan Kondisi Kesehatan Tertentu Bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka harus lebih selektif. Hindari makanan cepat saji atau junk food yang tinggi karbohidrat sederhana karena dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis. Konsultasikan dengan dokter terkait pengaturan jadwal minum obat selama puasa. Alternatif Menu Buka Puasa yang Lebih Sehat: Sup buah tanpa santan: Menyegarkan dan kaya vitamin. Bubur kacang hijau: Sumber karbohidrat kompleks dan protein nabati. Kolak pisang tanpa gula: Gunakan pemanis alami seperti madu atau stevia. Smoothie buah dan sayur: Kombinasi nutrisi lengkap dan mudah dicerna. Kesimpulan Memilih menu buka puasa yang sehat adalah investasi untuk kesehatan jangka panjang. Hindari gorengan, makanan tinggi gula dan lemak, serta minuman berkafein berlebihan. Utamakan pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, sayur, buah, dan cukup cairan agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan 2026.

Pentingnya Menu Berbuka Puasa Seimbang untuk Kesehatan

  Berita Jejak Fakta – Momen berbuka puasa menjadi saat yang dinanti setelah seharian berpuasa. Pemilihan menu iftar sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. Beberapa makanan mungkin terlihat menggugah selera, namun kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi rutin, terutama gorengan. Dosen Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Malang, dr. Fatimah Masyhur, mengingatkan bahaya gorengan. Gorengan mengandung kalori tinggi dan minyak berlebih, yang dapat berdampak negatif pada tubuh. Konsumsi makanan berlemak terus menerus dapat memengaruhi sistem kardiovaskular. Hal ini termasuk mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Selain gorengan, konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh sebaiknya dibatasi saat berbuka. Menu manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Lemak jenuh dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, jika dikonsumsi secara terus-menerus. Selain makanan, minuman berkafein seperti teh dan kopi juga perlu diperhatikan. Kafein dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, terutama bagi individu dengan riwayat asam lambung. Pentingnya Gizi Seimbang Agar tubuh tetap bugar selama Ramadan, menu berbuka sebaiknya mencakup gizi seimbang. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih sangat dianjurkan untuk memulihkan energi. Protein berperan penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, serta mendukung sistem kekebalan. Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, sumber protein sebaiknya dikonsumsi secara bervariasi dengan porsi yang sesuai. Perhatikan Kondisi Kesehatan Bagi individu dengan penyakit tertentu, seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka harus lebih selektif. Makanan cepat saji atau junk food yang tinggi karbohidrat sederhana sebaiknya dihindari. Hal ini dikarenakan makanan tersebut dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis. Selain itu, bagi yang rutin mengonsumsi obat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terkait pengaturan jadwal minum obat selama puasa. Menjalankan ibadah Ramadan tetap harus diimbangi dengan menjaga kesehatan secara optimal. Memilih menu berbuka puasa yang sehat sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Hindari gorengan, makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein berlebihan. Utamakan pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan cukup cairan agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan.

Pentingnya Memilih Menu Berbuka Puasa yang Sehat

Harian Basis – Berbuka puasa adalah momen yang dinantikan setelah seharian berpuasa. Pemilihan menu iftar sebaiknya tidak dilakukan sembarangan karena ada beberapa jenis makanan yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara rutin, terutama gorengan. Dokter Fatimah Masyhur dari Universitas Muhammadiyah Malang mengingatkan bahwa gorengan mengandung kalori tinggi dan minyak berlebih yang dapat berdampak negatif bagi tubuh. Konsumsi makanan berlemak secara terus menerus berisiko memengaruhi sistem kardiovaskular, termasuk mengganggu kerja jantung dalam memompa darah. Selain gorengan, makanan dengan kadar gula tinggi dan lemak jenuh juga sebaiknya dibatasi ketika berbuka. Menu manis berlebihan dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, terutama bagi penderita diabetes. Lemak jenuh dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus. Tak hanya makanan, minuman berkafein seperti teh dan kopi juga perlu diperhatikan karena dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, terutama bagi individu yang memiliki riwayat asam lambung. Pentingnya Menu Seimbang Saat Berbuka Agar tubuh tetap bugar selama Ramadan, pilihan menu berbuka sebaiknya mencakup gizi seimbang. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih sangat dianjurkan untuk membantu memulihkan energi. Protein memiliki peran penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, serta mendukung sistem kekebalan. Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Oleh sebab itu, sumber protein sebaiknya dikonsumsi secara bervariasi dengan porsi yang sesuai. Perhatikan Kondisi Kesehatan Tertentu Bagi individu dengan penyakit tertentu, seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka harus lebih selektif. Makanan cepat saji atau junk food yang tinggi karbohidrat sederhana sebaiknya dihindari karena dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis. Selain itu, bagi yang rutin mengonsumsi obat, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terkait pengaturan jadwal minum obat selama puasa. Menjalankan ibadah Ramadan tetap harus diimbangi dengan menjaga kesehatan secara optimal. Hindari gorengan, makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein berlebihan saat berbuka puasa. Utamakan pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan cukup cairan agar ibadah puasa berjalan lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan.

Ketika Lagu ‘Stop Bullying’ Menggema dan Anak Desa Wiyurejo Belajar Saling Menjaga

Siswa MI Al-Ishlah Desa Wiyurejo memperhatikan dan mendengarkan pemaparan materi edukasi anti perundungan. (Tagar.co/Renita Dinda Larasati) Mahasiswa KKN UMM menggelar edukasi anti-bullying bagi siswa MI dan SD di Desa Wiyurejo guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh sikap saling menghargai. Tagar.co — Pagi itu, sekelompok pemuda berjaket hitam tampak sibuk menyiapkan perlengkapan di aula sekolah. Mereka adalah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 10 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan 2026-2027. Di bawah bimbingan dosen Amalia Nur Adibah, S.T., M.P.W.K., para mahasiswa ini membawa misi penting: memutus rantai perundungan sejak dini. Edukasi ini menyasar siswa kelas IV sampai VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ishlah serta Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Wiyurejo di desa tersebut, Jumat (6/2/2026). Bukan tanpa alasan. Menurut Amalia Nur Adibah, usia sekolah dasar merupakan fase krusial bagi anak-anak untuk memahami batasan interaksi sosial. “Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap bahaya perilaku perundungan serta dampak negatifnya, baik bagi korban maupun pelaku,” terangnya. Para mahasiswa yang bertugas menjadi pemateri bergantian menyampaikan pelajaran penting secara dinamis. Ialah Anik Trilestari, Shella Septia Putri, Muhammad Alfin Salam, Devy Fara Anggraini, Annisa Khasanah. Baca Juga:  Strategi Muhammadiyah Bojonegoro Menembus Batas Tradisional lewat Layar Mereka mengupas tuntas pengertian bullying, jenis-jenisnya, hingga tanda-tanda yang perlu siswa waspadai. Pendekatan edukatif yang komunikatif ini membuat suasana kelas jauh dari kata membosankan. Anik Trilestari, salah satu mahasiswa KKN UMM, menyatakan tujuan timnya menyampaikan anti perundungan. “Kami ingin memastikan, setiap anak paham tindakan menyakiti teman—baik lewat kata-kata maupun fisik—adalah hal yang tidak dapat mereka benarkan,” ujarnya. Belajar di Luar Ruang yang Bermakna Pihak sekolah menyambut hangat inisiatif ini. Pak Diki, selaku Kepala Sekolah MI di Desa Wiyurejo, memberikan apresiasi tinggi terhadap metode yang mahasiswa gunakan. Menurutnya, menghadirkan suasana baru dalam belajar sangat efektif untuk menyerap nilai-nilai moral. “Edukasi bullying yang diberikan kepada anak-anak MI juga termasuk pembelajaran yang pelaksanaannya di luar ruangan,” ujar Didik Santok, S.Pd dengan nada mendukung. ia menegaskan, pihak sekolah berkomitmen penuh dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi para siswa. Dukungan ini menjadi angin segar bagi para mahasiswa untuk lebih gencar menanamkan nilai karakter. Baca Juga:  Mahasiswa KKN Kenalkan Ternak Ayam Mandiri untuk Senjata Lawan Stunting Sebagai bentuk aksi nyata, di akhir sesi, mahasiswa KKN mengajak empat siswa kelas VI MI untuk berkolaborasi. Mereka memproduksi konten edukatif kreatif yang berfokus pada jenis-jenis perundungan yang tidak boleh dilakukan, seperti perundungan verbal, fisik, maupun sosial. Melalui konten ini, para siswa belajar menjadi duta anti-perundungan bagi teman-temannya yang lain. Siswa SDN 1 Desa Wiyurejo memperhatikan dan mendengarkan pemaparan materi edukasi anti perundungan. (Tagar.co/Ahmad Rizal Sofiyullah) Nyanyian Lantang Penolak Perundungan Keseruan berlanjut saat tim bergerak menuju SD Negeri 1 Wiyurejo. Di sini, semangat para siswa meledak sejak awal kegiatan. Mahasiswa KKN, Niken Katarina Liberti, membuka sesi dengan membawakan lagu “Stop Bullying“. Suara tepuk tangan dan nyanyian kompak dari seluruh siswa kelas IV hingga VI menggema di seluruh penjuru sekolah, menciptakan atmosfer positif yang luar biasa. Begini liriknya: Disini teman Disana teman Dimana-mana semua teman Tak ada musuh Tak ada lawan Semua saling sayang dengan teman Tidak ejek-ejekan Tidak pukul-pukulan Saling tolong dan sayang Dengan teman Tidak ejek-ejekan Tidak pukul-pukulan Saling tolong dan sayang Dengan teman Meysa Susi Nurhaliza mengungkap, video lagu ini sengaja mereka siapkan untuk menghidupkan suasana. “Kami mengambil dari TikTok, jadi ketika pelaksanaan, kami tampilkan di layar proyektor,” ujarnya. Baca Juga:  Arak-arakan Klub Motor Warnai Prosesi Pengukuhan Guru Besar Baru FKIP UMM Kemudian, suasana semakin dinamis ketika memasuki sesi diskusi interaktif. Banyak siswa berani mengangkat tangan, melontarkan pertanyaan, hingga menceritakan pengalaman sehari-hari mengenai perilaku perundungan yang mereka temui. Mahasiswa dengan sigap memberikan pemahaman dan solusi praktis untuk mencegah tindakan tersebut agar tidak berlarut-larut. Akhirnya, sebagai aksi penutup, seluruh siswa SDN 1 Wiyurejo bersama mahasiswa KKN berkumpul untuk membuat konten video bersama. Felsa Septian Abimanyu mengajak siswa untuk serentak menyerukan aksi mengakhiri perundungan. Ini menjadi simbol janji mereka dalam menjaga keharmonisan di sekolah. Melalui kolaborasi ini, Felsa Septian Abimanyu berharap, bibit-bibit empati tumbuh subur di hati anak-anak Desa Wiyurejo, demi masa depan yang lebih inklusif dan saling menghargai. (#) Jurnalis Meysa Susi Nurhaliza Penyunting Sayyidah Nuriyah 

Update Webometrics 2026: Inilah 50 Kampus Terbaik di Indonesia, UI Masih Kokoh di Puncak!

Update Webometrics 2026: Inilah 50 Kampus Terbaik di Indonesia, UI Masih Kokoh di Puncak! / GALAMEDIANEWS – Lembaga pemeringkatan internasional bergengsi, Webometrics, kembali merilis daftar universitas terbaik dunia untuk periode awal 2026. Pemeringkatan yang diperbarui setiap enam bulan ini menjadi salah satu rujukan paling akurat bagi calon mahasiswa yang tengah bersiap mengikuti seleksi SNBP maupun UTBK SNBT 2026 dalam menentukan pilihan program studi dan kampus impian. Sistem evaluasi yang dikelola oleh Cybermetrics Lab asal Spanyol ini memiliki indikator unik. Berbeda dengan lembaga lain yang berbasis survei opini, Webometrics menitikberatkan pada visibilitas digital, keterbukaan akses riset (openness), serta dampak publikasi ilmiah institusi di tingkat global (excellence). Hal ini menunjukkan sejauh mana sebuah kampus mampu berkontribusi pada penyebaran ilmu pengetahuan di era digital. Dalam daftar terbaru ini, dominasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Pulau Jawa masih terasa kuat. Namun, geliat kampus-kampus dari luar Jawa, seperti Universitas Mulawarman yang berbasis di Samarinda, Kalimantan Timur, menunjukkan tren positif dengan masuk dalam jajaran 50 besar nasional. Peta Persaingan Kampus Top Indonesia di Webometrics 2026 Universitas Indonesia (UI) masih mempertahankan statusnya sebagai pemimpin klasemen di tanah air, menembus peringkat 500 besar dunia. Posisi ini dibayangi ketat oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Airlangga (Unair) yang konsisten meningkatkan performa publikasi riset mereka. Menarik untuk dicatat, Universitas Mulawarman (Unmul) kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu mercusuar pendidikan di wilayah Indonesia Timur. Peningkatan kinerja akademik dan digitalisasi riset di Unmul menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan tinggi di luar Pulau Jawa terus berkembang pesat guna menyongsong pembangunan nasional, termasuk IKN. Daftar 50 Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2026 Berikut adalah rincian lengkap peringkat universitas di Indonesia yang berhasil menembus jajaran elit global: Peringkat Nama Perguruan Tinggi Peringkat Dunia 1 Universitas Indonesia (UI) #493 2 Universitas Gadjah Mada (UGM) #674 3 Universitas Airlangga (UNAIR) #745 4 Institut Teknologi Bandung (ITB) #847 5 Universitas Padjadjaran (UNPAD) #956 6 Universitas Brawijaya (UB) #1003 7 Universitas Diponegoro (UNDIP) #1062 8 IPB University #1075 9 Universitas Sebelas Maret (UNS) #1098 10 Telkom University (Tel-U) #1175 11 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) #1217 12 BRIN Learning Management System #1232 13 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) #1244 14 Universitas Hasanuddin (UNHAS) #1259 15 Universitas Negeri Malang (UM) #1345 16 Universitas Andalas (UNAND) #1397 17 Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) #1469 18 Universitas Bina Nusantara (BINUS) #1477 19 Universitas Negeri Padang (UNP) #1489 20 Universitas Syiah Kuala (USK) #1501 21 Universitas Sumatera Utara (USU) #1561 22 Universitas Negeri Semarang (UNNES) #1747 23 Universitas Lampung (UNILA) #1756 24 Universitas Sriwijaya (UNSRI) #1924 25 Universitas Riau (UNRI) #1976 26 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) #2027 27 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) #2046 28 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta #2073 29 Universitas Udayana (UNUD) #2085 30 Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) #2121 31 Universitas Lambung Mangkurat (ULM) #2137 32 Universitas Negeri Surabaya (UNESA) #2138 33 Universitas Islam Indonesia (UII) #2234 34 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta #2248 35 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) #2296 36 Universitas Jember (UNEJ) #2312 37 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) #2512 38 Universitas Bengkulu (UNIB) #2527 39 UIN Sunan Gunung Djati Bandung #2611 40 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA) #2643 41 Universitas Medan Area (UMA) #2648 42 Universitas Jambi (UNJA) #2681 43 Universitas Mulawarman (UNMUL) #2699 44 Universitas Negeri Medan (UNIMED) #2719 45 Universitas Mercu Buana (UMB) #2735 46 Universitas Negeri Jakarta (UNJ) #2741 47 Universitas Negeri Makassar (UNM) #2800 48 UIN Ar Raniry #2815 49 Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) #2831 50 Universitas Mataram (UNRAM) #2873 Menggunakan data Webometrics sebagai referensi sangat disarankan untuk melihat bagaimana sebuah institusi beradaptasi dengan keterbukaan informasi riset. Kampus dengan peringkat visibilitas yang baik biasanya memiliki ekosistem digital yang kuat, memudahkan mahasiswa dalam mengakses sumber daya pustaka serta hasil penelitian terbaru. Bagi Anda yang berdomisili di Kalimantan, naiknya posisi Universitas Mulawarman bisa menjadi pertimbangan strategis untuk mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa harus merantau jauh ke Pulau Jawa. Pastikan Anda memeriksa kembali program studi unggulan di setiap kampus agar sesuai dengan minat dan rencana karier di masa depan.***

Tips Memilih Menu Berbuka Puasa Sehat dan Bergizi

Hindari Gorengan Saat Berbuka Puasa, Ini Menu Sehat yang Dianjurkan Dokter Berbuka puasa adalah momen yang dinantikan setelah seharian berpuasa. Pemilihan menu untuk berbuka puasa perlu diperhatikan agar tetap sehat. Gorengan sebaiknya dihindari saat berbuka karena mengandung kalori dan minyak berlebih. Hal tersebut diungkapkan oleh dr. Fatimah Masyhur, dosen Program Studi Pendidikan Dokter di Universitas Muhammadiyah Malang. Konsumsi makanan berlemak terus-menerus dapat mengganggu sistem kardiovaskular, termasuk fungsi jantung. Makanan dengan kadar gula tinggi dan lemak jenuh sebaiknya dibatasi saat berbuka. Menu manis berlebihan bisa menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes. Konsumsi lemak jenuh dalam jumlah besar berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Selain makanan, minuman berkafein seperti teh dan kopi juga perlu diperhatikan karena dapat memicu rasa tidak nyaman di lambung, terutama bagi yang memiliki riwayat asam lambung. Pentingnya Gizi Seimbang Menu berbuka sebaiknya mencakup gizi seimbang agar tubuh tetap bugar selama Ramadan. Kombinasi karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, buah-buahan, serta air putih sangat dianjurkan untuk memulihkan energi. Protein penting dalam memperbaiki jaringan tubuh, menjaga keseimbangan cairan, dan mendukung sistem kekebalan. Kebutuhan protein setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Oleh karena itu, sumber protein sebaiknya dikonsumsi secara bervariasi dengan porsi yang sesuai. Perhatikan Kondisi Kesehatan Bagi individu dengan penyakit tertentu, seperti asam urat atau diabetes melitus, pemilihan makanan saat berbuka harus lebih selektif. Makanan cepat saji atau junk food sebaiknya dihindari karena dapat memicu kenaikan gula darah secara drastis. Bagi yang rutin mengonsumsi obat, konsultasikan dengan dokter terkait pengaturan jadwal minum obat selama puasa. Menjalankan ibadah Ramadan harus diimbangi dengan menjaga kesehatan. Memilih menu berbuka puasa yang sehat sangat penting untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima. Hindari gorengan, makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta minuman berkafein berlebihan. Utamakan pola makan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, sayur, buah, dan cukup cairan agar ibadah puasa lancar dan tubuh tetap sehat sepanjang Ramadan.

Desa Digital, UMKM Wiyurejo Makin Dikenal

Mahasiswa UMM mewawancara Rikhawati, warga Desa Wiyurejo, Pujon, untuk membantu mendaftarkan tokonya di Google Maps. (Tagar.co/Anik Trilestari) Tagar.co – Desa digital sedang berlangsung di Desa Wiyurejo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode 2026, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membantu pedagang desa menandai usahanya di platform Google Maps. Mahasiswa KKN ini di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Amalia Nur Adibah, S.T., M.P.W.K.. Mereka mendorong transformasi digital dengan membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dikenali saat membuka Google. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 2 Februari 2026. Ini bagian dari program kerja penguatan ekonomi desa berbasis teknologi. Mahasiswa KKN Kelompok 10 melakukan pendataan, pendampingan, hingga pembuatan titik lokasi usaha di Google Maps agar UMKM lebih mudah ditemukan oleh masyarakat luas. Langkah ini menjadi strategi awal untuk meningkatkan visibilitas dan akses pasar pelaku usaha lokal. Sebanyak sepuluh UMKM berhasil didaftarkan dalam kegiatan tersebut. Jenis usaha yang didampingi cukup beragam, mulai dari penjual bakso, toko sembako, penjual ayam potong, hingga beberapa usaha rumahan lainnya yang tersebar di wilayah desa. Baca Juga:  Peran Guru di Tengah Disrupsi AI Mahasiswa KKN ini mendatangi pedagang dan menawarkan pendaftaran ke Google Maps serta menjelaskan keuntungannya seperti mudah dikenali ketika seseorang searching. Desa Wiyurejo dikenal memiliki potensi yang kuat di sektor perkebunan dan peternakan. Namun sebagian pelaku usaha masih menghadapi keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran. Melalui program ini, para pelaku UMKM kini mulai memiliki identitas digital yang dapat diakses oleh calon pelanggan, baik dari dalam maupun luar daerah. Koordinator KKN UMM 2026, Kevin Dwiki Kurniawan, menjelaskan, langkah sederhana seperti mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps merupakan implementasi awal konsep desa digital. ”Pemanfaatan teknologi informasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat desa di era digital,” katanya. Dampak program ini mulai dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Rikhawati (50), pemilik toko sembako, mengungkapkan, sebelumnya mayoritas pembeli berasal dari tetangga dan warga dusun. ”Setelah toko terdaftar di Google Maps, mulai muncul pelanggan baru dari luar dusun yang menemukan tokonya melalui pencarian kebutuhan pokok terdekat,” ujarnya. Baca Juga:  UMKM Perempuan Sidoarjo Menyambut Era AI Ia menilai keberadaan titik lokasi digital sangat membantu meningkatkan pengenalan informasi usaha. Senada disampaikan Ana Setiya Ningsih (28), penjual bakso. Dia merasakan pelanggan mulai bertambah. Terutama pada akhir pekan. Pelanggan baru menemukan lokasi jualan baksonya di Google Maps dengan tag “bakso terdekat”. Beberapa pelanggan baru menjelaskan mengetahui lokasi usahanya melalui platform tersebut. Jurnalis Anik Trilestari  Penyunting Sugeng Purwanto

Tembus Panggung Dunia, Tim UMM Sabet Medali Perak Lewat Teknologi Deteksi Risiko Maternal

Tembus Panggung Dunia, Tim UMM Sabet Medali Perak Lewat Teknologi Deteksi Risiko Maternal MALAYSIA | JATIMSATUNEWS.COM: Langit Kuala Lumpur menjadi saksi langkah berani sekaligus bukti bahwa inovasi anak bangsa mampu bersaing di panggung dunia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi internasional melalui gagasan riset berbasis teknologi kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Sebagai Kampus Inovasi, Mandiri, dan Berdampak, UMM terus menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi persoalan global. Komitmen tersebut kembali terbukti melalui raihan Silver Medal kategori Health pada ajang 2nd International Student Competition (ISC) 2026 yang diselenggarakan di Universiti Putra Malaysia (UPM), Kuala Lumpur, Malaysia. Kompetisi ilmiah internasional yang digelar oleh Centre for Entrepreneurial Development and Graduate Marketability (CEM) UPM pada 14–15 Februari 2026 ini menjadi wadah kolaborasi riset dan inovasi kewirausahaan mahasiswa dari berbagai negara. Sebanyak 100 tim finalis dari delapan negara berhasil melaju ke babak akhir, yakni Indonesia, Malaysia, Kazakhstan, Nigeria, Suriah, Brunei Darussalam, Somalia, dan Thailand. Ketua tim UMM, Vera Miftakul Rahma Kamal, mahasiswa Program Studi Kedokteran, menjelaskan bahwa kompetisi tersebut melalui proses seleksi yang ketat. “International Student Competition atau ISC merupakan kompetisi ilmiah internasional yang dimulai dari seleksi abstrak, dilanjutkan pengiriman paper lengkap, hingga presentasi final secara langsung di hadapan dewan juri,” ujarnya. Tim UMM terdiri atas empat mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Vera Miftakul Rahma Kamali (Kedokteran), Wildan Hidayatullah (Farmasi), Hawa Restu Dwinanta (Pendidikan Bahasa Inggris), serta Khoirul Umar (Ilmu Komunikasi). Mereka dibimbing oleh dr. Desy Andari, M.Biomed. Kolaborasi multidisipliner tersebut menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kuat secara konsep ilmiah, tetapi juga matang dari sisi komunikasi, implementasi, hingga keberlanjutan. Pada kategori Health, tim menghadirkan inovasi “NEOSENTIA: Real Time Maternal Risk Detection and Prevention through Multilingual AI Guardian Driven System.” “Aplikasi ini kami rancang sebagai pendamping ibu hamil berbasis artificial intelligence yang terhubung langsung dengan tenaga kesehatan serta menggunakan pendekatan data ilmiah,” jelas Rahma sapaan akrabnya. NEOSENTIA merupakan sistem deteksi risiko maternal berbasis AI yang bersifat non-invasif dan dirancang untuk mendukung pemantauan mandiri selama masa kehamilan secara proaktif. Platform ini mengintegrasikan data perangkat wearable, laporan gejala dari pengguna, serta rekam medis elektronik sehingga mampu melakukan analisis risiko secara berkelanjutan. Melalui sistem tersebut, potensi komplikasi kehamilan dapat terdeteksi lebih dini sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan intervensi secara tepat waktu. Desain multibahasa yang diusung juga memperluas akses penggunaan di berbagai wilayah dan latar belakang pengguna. Selain itu, sistem berbasis website memungkinkan tenaga medis memantau kondisi pasien secara terintegrasi dan real time. Inovasi ini dinilai relevan dengan upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, terutama dalam menekan risiko komplikasi kehamilan melalui pendekatan teknologi preventif. Bagi Rahma, pengalaman tampil di forum internasional memberikan pembelajaran penting tentang makna kompetisi yang sesungguhnya. “Kami belajar bahwa kompetisi bukan sekadar soal gengsi atau kemenangan, tetapi tentang keberanian keluar dari zona nyaman, bertukar perspektif dengan mahasiswa dunia, dan terus berkembang,” katanya. Di sisi lain, dosen pembimbing dr. Desy Andari, M.Biomed., menilai capaian tersebut menjadi bukti kesiapan mahasiswa UMM bersaing secara global sekaligus menunjukkan kualitas ekosistem akademik yang mendukung lahirnya inovasi berdampak. Ia berharap inovasi NEOSENTIA dapat terus dikembangkan menuju tahap implementasi nyata di layanan kesehatan serta dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional. Prestasi ini semakin memperkuat posisi kampus putih sebagai kampus inovasi, mandiri, dan berdampak yang konsisten mendorong kolaborasi lintas disiplin, riset aplikatif, serta keberanian mahasiswa untuk tampil dan memberi kontribusi nyata di level internasional. Melalui dukungan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan berbasis solusi, UMM terus melahirkan inovator muda yang membawa gagasan lokal menuju manfaat global.(*)

Kreativitas, Edukasi, dan Digitalisasi: Kiprah Mahasiswa KKN UMM Tahun 2026 di Kampung Warna-Warni Jodipan

Foto bersama dengan dosen pembimbing lapangan, pendamping lapangan dan warga kampung warna warni jodipan. (Istimewa/PWMU.CO) pwmu.co –Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kelompok 13 yang menjalankan pengabdian selama satu bulan di Kampung Warna-Warni Jodipan, Kota Malang, berhasil merealisasikan sejumlah program kerja yang berfokus pada pengembangan lingkungan, ekonomi kreatif, pendidikan, digitalisasi, dan keagamaan. Seluruh program dirancang sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mendukung potensi Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) sebagai desa wisata.Salah satu program lingkungan yang dihadirkan adalah Trash to Art, yaitu kegiatan pengecatan tong sampah dengan desain warna-warni. Program ini tidak hanya memperindah tampilan lingkungan, tetapi juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan. Tong sampah yang sebelumnya tampak biasa kini menjadi lebih menarik dan selaras dengan identitas visual KWJ sebagai destinasi wisata. Potensi Wisata Di bidang ekonomi kreatif, mahasiswa KKN mengembangkan program Desa Wirausaha melalui dua produk inovatif: Sparkling Jodipan dan Jodipan Clay. Sparkling Jodipan merupakan minuman segar berbahan campuran jelly, soda, Yakult, dan sirup yang berpotensi menjadi produk minuman khas bagi wisatawan. Sementara itu, Jodipan Clay merupakan kerajinan berbahan dasar clay yang dirancang sebagai souvenir khas KWJ. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan contoh desain, konsep, dan kemasan menarik agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Inovasi tersebut diharapkan membuka peluang usaha baru yang dapat dikembangkan masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan. Pada bidang keagamaan, mahasiswa menyelenggarakan Gebyar Lomba Islami bagi anak-anak usia 5 hingga 15 tahun. Kegiatan ini meliputi lomba adzan, tahfidz, dan da’i cilik. Selain memeriahkan bulan Ramadhan, program ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi keislaman dan memperkuat nilai-nilai spiritual sejak dini. Mendukung transformasi desa wisata berbasis teknologi, mahasiswa juga merancang program Warna Digital Jodipan (WDJ) melalui pengembangan website sebagai sarana informasi dan promosi. Website ini memuat profil kampung, potensi wisata, serta cerita di balik setiap spot foto yang menjadi daya tarik utama. Adaptif Teknologi dan Komunikasi Fitur unggulannya adalah denah lokasi digital interaktif yang memudahkan wisatawan menavigasi area kampung dengan lorong dan titik foto yang tersebar. Dengan adanya peta digital ini, pengunjung dapat merencanakan rute kunjungan secara lebih efektif tanpa khawatir melewatkan spot terbaik. Program digitalisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengalaman wisata sekaligus memperkuat posisi KWJ sebagai desa wisata yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan program Speak In Color, yaitu pembelajaran bahasa Inggris dasar bagi anak-anak dan orang dewasa. Fokus program ini adalah kemampuan percakapan sehari-hari yang dapat digunakan saat berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Diharapkan, masyarakat memiliki rasa percaya diri dan kemampuan komunikasi yang lebih baik dalam mendukung aktivitas pariwisata di KWJ. Melalui seluruh rangkaian program tersebut, mahasiswa KKN UMM Kelompok 13 berharap dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Program yang dihadirkan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi kreatif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta percepatan transformasi digital desa wisata. Kegiatan ini menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan potensi lokal Kampung Warna-Warni Jodipan sebagai desa wisata yang kreatif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (*) *) Penulis : Adhwa Nabila *) Editor : Amanat Solikah