Santri PPI-AMF Ubah Limbah Jagung Jadi Produk Ramah Lingkungan, Raih Medali Nasional

Agroredaksi.com-Tiga siswa kreatif dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) berhasil menciptakan solusi inovatif untuk mengatasi limbah pertanian sekaligus meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Melalui produk bernama Bonggol Arum, Farrell Syatir Wafi Al-Ghani, Athaya Khalfani Arham Prihantoro, dan Maulana Malik Ibrahim berhasil mengolah bonggol jagung menjadi biochar aromatik yang fungsional. Perwakilan tim, Farrell Syatir Wafi Al-Ghani, menjelaskan bahwa ide pembuatan Bonggol Arum berawal dari pengamatan terhadap melimpahnya limbah pertanian di Kabupaten Malang. Sebagai salah satu sentra jagung terbesar di Jawa Timur, wilayah ini menghasilkan sekitar 51 ribu ton bonggol jagung yang sering kali dibuang atau dibakar oleh petani. Para santri melihat kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang pemanfaatan limbah biomassa yang belum optimal. “Di sisi lain, kualitas udara dalam ruangan seperti bau apek dan kelembapan sering menjadi masalah kesehatan pernapasan,” ujar Farrell dalam wawancara pada 2 Maret lalu. Berangkat dari permasalahan itu, tim AMF menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah bonggol jagung melalui proses pirolisis terkendali. Proses ini menghasilkan biochar berpori luas yang efektif menyerap polutan. Berbeda dengan produk desikan sintetis di pasaran yang berpotensi beracun dan menambah sampah plastik, Bonggol Arum dirancang lebih aman dan berkelanjutan. Produk ini memiliki inovasi 3-in-1 multi action, yakni menyerap bau tidak sedap, mengontrol kelembapan ruangan, serta menyerap polutan udara ringan seperti amonia dan etanol. Farrell menjelaskan, proses pembuatan dimulai dengan pirolisis bonggol jagung kering pada suhu 300–600 derajat Celcius selama 1 hingga 4 jam untuk menghasilkan biochar padat. Setelah itu, biochar didinginkan dengan cepat dan dibersihkan. Sementara itu, pewangi alami dibuat dengan merebus bahan organik seperti kayu manis, serai, atau daun jeruk selama 20–30 menit. Larutan tersebut kemudian ditambahkan etanol food grade untuk mengikat aroma, lalu disaring hingga jernih. Pada tahap akhir, sebanyak 100 gram biochar dicampur dengan 20–30 mililiter ekstrak pewangi. Campuran tersebut didiamkan dalam wadah tertutup selama 24–48 jam agar aroma terserap optimal. Selanjutnya, bahan dikeringkan kembali pada suhu 40–50 derajat Celcius sebelum dikemas dalam kantung teh dan pouch kain goni. Inovasi ini juga berhasil mengantarkan tim SMA AMF meraih prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Olympicad VIII yang diselenggarakan di Makassar pada Februari 2026, tim Bonggol Arum berhasil meraih medali perak dengan nilai 84,7 dan menempati peringkat kedelapan. Guru pendamping tim, Rachmadanti Chairatul Nisa, mengaku bangga atas capaian tersebut. Selama proses pengembangan, Rachmadanti memberikan berbagai pendampingan, mulai dari validasi ide dan perumusan solusi, penyusunan proposal, hingga proyeksi keuangan. Ia juga membimbing tim dalam pembuatan prototipe produk, penyusunan pitching deck, pelatihan public speaking, serta memberikan motivasi selama proses kompetisi. “Saya sangat bangga dengan capaian tim ini. Mereka tidak hanya mampu melihat persoalan limbah bonggol jagung yang selama ini kurang dimanfaatkan, tetapi juga berhasil mengolahnya menjadi produk inovatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Rachmadanti Chairatul Nisa. Ia menjelaskan bahwa selama proses pengembangan, tim mendapatkan pendampingan secara bertahap. Mulai dari validasi ide dan perumusan problem solution, penyusunan proposal penelitian, hingga perhitungan proyeksi keuangan produk. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan riset yang dilakukan para santri mampu melahirkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di sekitar mereka.(Sfl)
Bonggol Arum Antar Santri SMA AMF Raih Medali Perak Olympicad

pwmu.co – Tiga siswa kreatif dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI-AMF) berhasil menciptakan solusi inovatif untuk mengatasi limbah pertanian sekaligus meningkatkan kualitas udara dalam ruangan. Melalui produk bernama Bonggol Arum, Farrell Syatir Wafi Al-Ghani, Athaya Khalfani Arham Prihantoro, dan Maulana Malik Ibrahim berhasil mengolah bonggol jagung menjadi biochar aromatik yang fungsional. Perwakilan tim, Farrell Syatir Wafi Al-Ghani, menjelaskan bahwa ide pembuatan Bonggol Arum berawal dari pengamatan terhadap melimpahnya limbah pertanian di Kabupaten Malang. Sebagai salah satu sentra jagung terbesar di Jawa Timur, wilayah ini menghasilkan sekitar 51 ribu ton bonggol jagung yang sering kali dibuang atau dibakar oleh petani. Para santri melihat kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang pemanfaatan limbah biomassa yang belum optimal. “Di sisi lain, kualitas udara dalam ruangan seperti bau apek dan kelembapan sering menjadi masalah kesehatan pernapasan,” ujar Farrell, (Senin 2/3/2026). Berangkat dari permasalahan itu, tim AMF menghadirkan solusi berbasis ekonomi sirkular dengan mengolah bonggol jagung melalui proses pirolisis terkendali. Proses ini menghasilkan biochar berpori luas yang efektif menyerap polutan. Berbeda dengan produk desikan sintetis di pasaran yang berpotensi beracun dan menambah sampah plastik, Bonggol Arum dirancang lebih aman dan berkelanjutan. Produk ini memiliki inovasi 3-in-1 multi action, yakni menyerap bau tidak sedap, mengontrol kelembapan ruangan, serta menyerap polutan udara ringan seperti amonia dan etanol. Farrell menjelaskan, proses pembuatan dimulai dengan pirolisis bonggol jagung kering pada suhu 300–600 derajat Celcius selama 1 hingga 4 jam untuk menghasilkan biochar padat. Setelah itu, biochar didinginkan dengan cepat dan dibersihkan. Sementara itu, pewangi alami dibuat dengan merebus bahan organik seperti kayu manis, serai, atau daun jeruk selama 20–30 menit. Larutan tersebut kemudian ditambahkan etanol food grade untuk mengikat aroma, lalu disaring hingga jernih. Pada tahap akhir, sebanyak 100 gram biochar dicampur dengan 20–30 mililiter ekstrak pewangi. Campuran tersebut didiamkan dalam wadah tertutup selama 24–48 jam agar aroma terserap optimal. Selanjutnya, bahan dikeringkan kembali pada suhu 40–50 derajat Celcius sebelum dikemas dalam kantung teh dan pouch kain goni. Inovasi ini juga berhasil mengantarkan tim SMA AMF meraih prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Olympicad VIII yang diselenggarakan di Makassar pada Februari 2026, tim Bonggol Arum berhasil meraih medali perak dengan nilai 84,7 dan menempati peringkat kedelapan. Guru pendamping tim, Rachmadanti Chairatul Nisa, mengaku bangga atas capaian tersebut. Selama proses pengembangan, Rachmadanti memberikan berbagai pendampingan, mulai dari validasi ide dan perumusan solusi, penyusunan proposal, hingga proyeksi keuangan. Dia juga membimbing tim dalam pembuatan prototipe produk, penyusunan pitching deck, pelatihan public speaking, serta memberikan motivasi selama proses kompetisi. “Saya sangat bangga dengan capaian tim ini. Mereka tidak hanya mampu melihat persoalan limbah bonggol jagung yang selama ini kurang dimanfaatkan, tetapi juga berhasil mengolahnya menjadi produk inovatif yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi,” ujar Rachmadanti Chairatul Nisa. Dia menjelaskan bahwa selama proses pengembangan, tim mendapatkan pendampingan secara bertahap. Mulai dari validasi ide dan perumusan problem solution, penyusunan proposal penelitian, hingga perhitungan proyeksi keuangan produk. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan riset yang dilakukan para santri mampu melahirkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan di sekitar mereka.(*) *) Penulis : Faqih *) Editor : Satria
Perang Irak-Israel Ancam Inflasi Nasional, Bisa Terasa Hingga Malang Raya

MALANG POST – Pakar Ekonomi dan Guru Besar Universitas Ciputra Surabaya, Prof. Dr. Murpin Josua Sembiring, SE., M.Si., mengatakan, jika perang di Timur Tengah meluas dalam satu bulan ke depan, nilai tukar rupiah bisa tembus hingga Rp17 ribu per dolar AS. Kondisi itu dinilai berbahaya, karena bisa mendorong inflasi nasional naik sampai 6 persen dan membuat target pertumbuhan ekonomi 4 persen sulit tercapai. Pernyataan itu disampaikannya, saat menjadi narasumber talk show di program Idjen Talk, yang disiarkan langsung Radio City Guide 911 FM, Kamis (5/3/2026). Menurut Prof. Murpin, kenaikan harga minyak dunia akan berdampak ke banyak sektor. “Ketika BBM naik, pelaku usaha biasanya ikut menaikkan harga jual.” “Karena itu, masyarakat juga akan merasakan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari. Apalagi di Jawa Timur termasuk Malang Raya, yang banyak ditopang industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga,” katanya. Prof. Murpin juga mengingatkan, beban subsidi energi bisa semakin berat jika harga minyak terus naik. Anggaran subsidi dan kompensasi berpotensi membengkak. Jika kondisi itu berlangsung lama, dampaknya bukan hanya ekonomi biasa. Tapi bisa mempengaruhi stabilitas daerah karena faktor geopolitik dan geoekonomi. Kepala Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang, Haryo Prasodjo, MA., menambahkan, konflik Iran dan Israel yang juga melibatkan Amerika Serikat, berpotensi membuat harga minyak dunia melonjak. Dampaknya bisa ikut terasa sampai ke Malang Raya/. “Karena Iran punya posisi strategis karena berada di sekitar Selat Hormuz, yakni jalur penting yang dilalui sekitar 10-30 persen pasokan energi dunia.” “Jika jalur itu terganggu, harga minyak bisa naik tajam. Bahkan ada kemungkinan terjadi krisis minyak ketiga seperti yang pernah terjadi tahun 1973 dan 1979,” jelasnya. Dia memperkirakan, harga BBM bisa naik hingga Rp4 ribu/liter, yang tentu akan menambah beban subsidi dan memberi tekanan pada keuangan negara. Terkait peluang damai, Haryo menyebut situasinya masih belum pasti. Dari analisis geopolitik, katanya, Iran belum membuka ruang diplomasi secara luas dan siap menghadapi konflik jangka panjang. “Meski begitu, semua ini masih sebatas analisis perkembangan terbaru. Untuk masyarakat Malang Raya, yang perlu diwaspadai adalah potensi kenaikan harga energi dan dampaknya pada kebutuhan sehari-hari,” pesannya. Sementara itu, Area Manager Communication Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi memastikan, stok BBM di Malang Raya saat ini masih aman, meski sempat muncul kekhawatiran soal ketahanan stok 20 hari. Menurutnya, angka 20 hari yang sebelumnya disampaikan Menteri ESDM – Bahlil Lahadalia itu sifatnya dinamis dan bukan berarti setelah 20 hari pasokan langsung berhenti. “Setiap hari pengiriman dan penerimaan BBM tetap berjalan. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Di Jawa Timur sendiri ada sekitar 60 terminal BBM. Walaupun tanpa kiriman tambahan, rata-rata stok bertahan belasan hari.” “Khusus Malang Raya, stok rata-rata berada di kisaran 11-13 hari, disuplai dari Terminal BBM Malang serta terminal terdekat lainnya,” jelasnya. Selain itu, Ahad juga menegaskan, distribusi sudah dipetakan dengan baik. Termasuk untuk kebutuhan menjelang mudik Lebaran. Untuk BBM subsidi harga dipastikan tetap. Sementara BBM non-subsidi fluktuatif karena menyesuaikan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah. “Kalau sempat ada BBM kosong di SPBU, biasanya karena distribusi terlambat akibat faktor cuaca. Bukan karena stok nasional maupun regional habis,” tandasnya. (Faricha Umami/Ra Indrata)
Simbiosis 25 Tahun, Rektor UMM Tegaskan Kampus Tak Bisa Berdampak Tanpa Peran Pers

Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan silaturahmi dan buka puasa bersama insan pers yang digelar di Aula BAU Kampus 3 UMM pada Kamis (5/3/2025). Pada kesempatan ini, Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menegaskan bahwa kampus yang berdampak tidak bisa dilepaskan dari peran pers. Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tim Humas, dan puluhan jurnalis dari berbagai platform media ini menjadi momentum refleksi atas kolaborasi panjang yang telah terbina selama sekitar 25 tahun. Prof. Nazaruddin mengungkapkan bahwa tradisi berkumpul bersama media bukanlah hal baru bagi Kampus Putih. Kebiasaan ini telah diletakkan fondasinya sejak era kepemimpinan Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP., lebih dari 25 tahun silam. “Tradisi ini sudah berlangsung lebih dari seperempat abad. Dalam setiap etape perjalanan itu, selalu lahir inovasi dan hal-hal baru yang memperkaya hubungan antara kampus dan media. Ini membuktikan bahwa UMM tumbuh dan berkembang beriringan dengan insan pers,” ujar Prof. Nazaruddin. Dalam diskusi yang hangat tersebut, Rektor UMM juga menyoroti transformasi drastis dunia informasi. Ia mengenang masa di mana media cetak arus utama (mainstream) memegang kendali penuh atas narasi publik dan akses informasi. Namun, di era digital saat ini, lanskap media telah bergeser menjadi lebih tidak terinstitusionalisasi dengan pola reproduksi informasi yang sangat beragam. “Dulu, kartu pers adalah kunci pembuka akses ke banyak ruang publik. Sekarang, media berkembang menjadi non-mainstream. Meski polanya berubah, substansi peran pers dalam membentuk pemikiran publik tetap tidak tergantikan,” jelasnya. Bagi UMM, universitas memiliki tanggung jawab moral untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat. Kampus bertugas menyerap aspirasi sosial, lalu mengolahnya menjadi gagasan serta solusi nyata melalui riset dan pengabdian. Di sinilah peran media menjadi sangat strategis. Media bertindak sebagai kanal yang mendistribusikan gagasan tersebut agar dapat mendorong perubahan sosial dan merawat cita-cita bangsa menuju kesejahteraan. “UMM saat ini tidak ada tanpa media. Perubahan cara berkomunikasi masyarakat menuntut kampus untuk terus adaptif. Semua kolaborasi ini membawa UMM bergerak menjadi impactful university atau universitas yang berdampak,” tegas Prof. Nazaruddin. Menutup narasinya, Prof. Nazaruddin menekankan bahwa menjadi universitas yang berdampak bukan sekadar mengejar capaian akademik atau peringkat semata. Dampak nyata hanya bisa dihasilkan jika dilandasi dengan niat tulus untuk menebar manfaat seluas-luasnya, tanpa sekat kepentingan pribadi maupun golongan. “Berbuat baik adalah ketika kita mampu menjauh dari kepentingan ego. Kita harus bekerja keras dengan sepenuh hati demi kemaslahatan banyak pihak. Nilai kerja keras inilah yang sering kali terlupakan, namun tetap menjadi napas perjuangan UMM bersama rekan-rekan media,” pungkasnya. [dan/aje]
Tak Perlu Iri Saat Bukber, Psikolog UMM Sebut Setiap Orang Punya Waktu Sukses Berbeda
KOLOM | JATIMSATUNEWS.COM: Buka bersama yang semestinya menjadi ruang silaturahmi kerap berubah menjadi arena perbandingan sosial ketika obrolan tentang karier, bisnis, studi, hingga pernikahan membuat sebagian orang mempertanyakan posisinya sendiri. Dosen Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Atika Permata Sari, S.Psi., M.Psi., menjelaskan bahwa rasa minder bukan muncul karena bukbernya, melainkan karena pertemuan dengan teman yang memiliki progres kehidupan berbeda, sehingga tanpa sadar seseorang melakukan upward social comparison saat melihat pencapaian orang lain yang dinilai lebih tinggi. “Sebetulnya penekanan yang membuat minder bukan pada kegiatan bukbernya, tapi pada bagaimana saat kita bertemu dengan orang-orang yang progres kehidupannya berbeda dengan kita. Saat kita melihat ada teman yang lebih sukses, kita jadi membandingkan diri kita dengan orang tersebut. Ketika itu terjadi, perasaan iri, cemas, dan minder sangat mungkin muncul sebagai respons,” ujarnya 04 Maret lalu pada Tim Humas UMM. Ia menambahkan bahwa dorongan untuk membandingkan diri semakin kuat ketika pertemuan terjadi dengan teman lama karena adanya faktor kemiripan yang membuat perbandingan terasa lebih relevan dan personal. Teman SMA atau teman kuliah dianggap memiliki titik awal yang sama, sehingga secara tidak sadar dijadikan tolok ukur keberhasilan hidup saat ini. Semakin besar rasa kemiripan yang dirasakan, semakin besar pula kecenderungan menjadikan mereka sebagai benchmark dalam menilai kondisi diri sendiri, baik dari segi karier, relasi, maupun capaian finansial. “Karena merasa punya sejarah yang sama, kita cenderung berpikir seharusnya posisi kita sekarang tidak jauh berbeda. Padahal setiap orang memiliki ritme perkembangan yang tidak sama. Meski begitu, perasaan minder dalam situasi sosial adalah hal yang normal. Secara alami, manusia membandingkan diri untuk mengetahui posisi dan kondisi dirinya saat ini, baik terkait kemampuan, kepribadian, maupun sikap,” jelasnya. Lebih lanjut, Atika menegaskan bahwa proses tersebut tidak selalu berdampak negatif. Membandingkan diri dengan mereka yang lebih sukses bisa menjadi sumber motivasi untuk berkembang, sementara melihat orang dengan capaian berbeda juga dapat menumbuhkan rasa syukur dan memperkuat kepercayaan diri, selama individu mampu memaknainya secara proporsional. “Adapun peran media sosial yang memperkuat kecenderungan perbandingan sosial tersebut. Riset menunjukkan bahwa semakin sering seseorang mengamati kehidupan orang lain di media sosial, semakin rendah tingkat self-esteemyang dimiliki, padahal konten yang ditampilkan sering kali hanya potongan kecil dari kehidupan seseorang dan tidak merepresentasikan realitas secara menyeluruh,” katanya. Untuk tetap percaya diri saat bertemu banyak orang, dosen psikologi tersebut menyarankan agar individu tidak hanya fokus pada mereka yang pencapaiannya lebih tinggi, tetapi juga belajar melihat perjalanan orang lain secara lebih proporsional. Selain itu, penting untuk mengalihkan energi pada pengembangan diri dengan bertanya langkah konkret apa yang bisa dilakukan untuk berkembang, serta membiasakan diri menuliskan setidaknya tiga perkembangan yang telah dicapai sebagai pengingat bahwa setiap orang bertumbuh dengan waktu dan ritme berbeda. Jika overthinking berlangsung lama dan mengganggu aktivitas sehari-hari, ia menekankan bahwa bantuan profesional selalu tersedia.(*)
Prof Nazaruddin Malik Pimpin 4 Universitas Muhammadiyah, Strategi Berbagi Sumber Daya Jadi Kunci

JATIMTIMES – Kepercayaan besar datang kepada Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si. Akademisi yang dikenal sebagai ekonom dan pengelola pendidikan tinggi ini kini memegang amanah memimpin empat perguruan tinggi Muhammadiyah di berbagai wilayah Indonesia. Situasi yang tidak lazim ini membuat namanya menjadi perbincangan di kalangan akademisi, karena jarang ada satu figur yang dipercaya memimpin beberapa universitas sekaligus. Saat ini, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang untuk periode 2024 hingga 2028. Namun kepercayaan terhadapnya tidak berhenti di kampus yang bermarkas di Malang tersebut. Ia juga resmi ditetapkan memimpin tiga perguruan tinggi Muhammadiyah lainnya yang tersebar di berbagai daerah. Di kawasan timur Indonesia, ia dipercaya menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Manado untuk periode 2025 sampai 2029. Amanah lain juga datang dari Universitas Muhammadiyah Kupang yang melantiknya sebagai rektor untuk periode 2025 hingga 2027. Sementara di wilayah Jawa Barat, ia juga dipercaya memimpin Universitas Muhammadiyah Indonesia di Bekasi untuk periode 2025 sampai 2029. Empat kampus dengan karakter wilayah yang berbeda kini berada dalam lingkup kepemimpinannya. Bagi Nazaruddin Malik, kepercayaan tersebut bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar yang tidak ringan. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan dirinya dipilih untuk memimpin beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah tersebut. Namun ia menduga keputusan itu berkaitan dengan pengalaman manajerial yang ia jalankan selama memimpin Universitas Muhammadiyah Malang. Menurutnya, kemungkinan besar pimpinan Muhammadiyah melihat praktik pengelolaan pendidikan yang telah berkembang di UMM dapat menjadi model untuk mempercepat perkembangan universitas Muhammadiyah di daerah lain. “Saya sendiri tidak tahu persis apa dasar menunjuk saya secara pribadi. Yang paling mungkin karena saya sedang menjadi rektor di UMM, sehingga praktik manajemen pendidikan yang diterapkan di sini bisa ditransfer ke kampus lain,” ujarnya, Kamis, (5/3/2026). Ia menilai pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah di beberapa daerah memang membutuhkan percepatan. Karena itu, dibutuhkan proses transfer pengalaman dan praktik baik yang sudah berjalan di kampus yang lebih mapan. Bagi Nazaruddin Malik, tugas tersebut bukan perkara sederhana. Mengelola satu universitas saja sudah menuntut energi besar, apalagi jika harus mendampingi beberapa kampus yang berada di wilayah berbeda dengan tantangan yang tidak sama. Karena itu ia memilih pendekatan berbagi sumber daya sebagai strategi utama. Dalam skema ini, ia tetap menjalankan tugas utama di Malang, sementara penguatan manajemen di kampus lain dilakukan dengan menempatkan sejumlah dosen dari UMM. Setiap universitas yang sedang didampingi biasanya ditempatkan satu atau dua dosen dari UMM. Para dosen tersebut tidak hanya mengajar, tetapi juga memegang peran strategis dalam pengelolaan kampus. Mereka ditugaskan sebagai sekretaris pelaksana rektor atau koordinator pelaksana rektor. Peran ini membuat mereka menjadi penghubung antara sistem manajemen yang dikembangkan di UMM dengan kebutuhan pengembangan di kampus tujuan. “Simbolisnya memang menempatkan orang. Tapi sebenarnya yang kita lakukan adalah mentransfer knowledge management. Jadi bagaimana sistem pengelolaan kampus yang berjalan di UMM bisa diterapkan di tempat lain,” kata Nazaruddin. Proses transfer pengetahuan manajemen ini menjadi inti dari strategi percepatan pengembangan perguruan tinggi Muhammadiyah. Melalui pendekatan tersebut, pengalaman pengelolaan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga sistem pengembangan sumber daya manusia dapat dibagikan secara langsung. Namun tantangan terbesar yang ia hadapi bukan sekadar persoalan administratif. Setiap kampus memiliki karakter daerah yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa disamakan. Menurutnya, karakter sosial masyarakat di Malang berbeda dengan Bekasi yang berada di kawasan perkotaan besar dan dekat dengan pusat pemerintahan serta industri. Sementara itu, dinamika sosial di Manado memiliki latar budaya yang berbeda dengan masyarakat di Nusa Tenggara Timur, termasuk Kupang. Perbedaan karakter tersebut juga memengaruhi cara pengelolaan kampus, pola komunikasi dengan masyarakat, hingga strategi pengembangan institusi. “Karakter di daerah sangat berbeda. Karakter Malang berbeda dengan Bekasi, dan tentu berbeda lagi dengan Manado maupun Kupang. Itu tantangan yang cukup berat,” jelasnya. Selain faktor sosial dan budaya, kondisi organisasi Muhammadiyah di setiap daerah juga memengaruhi perkembangan perguruan tinggi yang dikelolanya. Ia menilai organisasi Muhammadiyah di beberapa wilayah masih dalam tahap penguatan, sehingga membutuhkan waktu untuk berkembang sekuat di Jawa Timur. Perbedaan tingkat kematangan organisasi tersebut turut memengaruhi kecepatan pengembangan kampus. Karena itu, strategi yang diterapkan juga harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah. Meski menghadapi berbagai tantangan, Nazaruddin Malik melihat Muhammadiyah memiliki kekuatan organisasi yang cukup solid. Tradisi kepatuhan terhadap keputusan pimpinan membuat seluruh elemen organisasi biasanya bergerak bersama ketika ada program pengembangan yang ditetapkan. Dalam tradisi Muhammadiyah, prinsip taat asas menjadi pegangan. Ketika pimpinan pusat memberikan arahan mengenai arah pengembangan perguruan tinggi, maka seluruh unsur organisasi biasanya menjalankannya secara kolektif. Selain penguatan manajemen internal, Nazaruddin Malik juga mendorong kolaborasi akademik antar perguruan tinggi Muhammadiyah. Gagasan ini tengah didorong oleh Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai bagian dari integrasi jaringan kampus Muhammadiyah di Indonesia. Salah satu program yang sedang disiapkan adalah skema pertukaran mata kuliah atau transfer kredit antar kampus. Melalui skema ini, mahasiswa dari satu universitas Muhammadiyah dapat mengambil beberapa mata kuliah di kampus lain. Nilai dari mata kuliah tersebut nantinya tetap diakui oleh universitas asal mahasiswa. Dengan cara ini, mahasiswa dapat merasakan pengalaman akademik yang lebih luas tanpa harus berpindah universitas secara permanen. Tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, UMM juga mulai membuka peluang kerja sama akademik dengan perguruan tinggi nasional. Salah satu rencana yang sedang dipersiapkan adalah kolaborasi dengan Universitas Indonesia. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa UMM berkesempatan mengambil mata kuliah di Universitas Indonesia selama satu semester. Mata kuliah yang diambil nantinya akan diakui sebagai bagian dari kurikulum di UMM. Bagi Nazaruddin Malik, berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat peningkatan kualitas pendidikan tinggi Muhammadiyah di berbagai daerah. Ia menyadari bahwa amanah memimpin beberapa universitas sekaligus bukan hal biasa. Namun baginya, yang terpenting adalah bagaimana perguruan tinggi yang didampingi dapat berkembang lebih cepat dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Lewat Sahur On The Road, UMM Ajak Tunawisma Nikmati Sahur dan Barbeque di Pinggir Jalan

MALANG, PENAJATIM – Sahur di pinggir jalan dengan konsep barbeque menjadi pemandangan yang tidak biasa di kawasan Pasar Besar Malang pada Kamis dini hari, 5 Maret 2026. Kegiatan tersebut digelar oleh Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Sahur On The Road (SOTR) yang berkolaborasi dengan komunitas Muhammadiyah University Riders (MURID). Tidak sekadar membagikan makanan sahur, para relawan juga mengajak tunawisma, tukang becak, hingga pengguna jalan untuk menikmati sahur bersama dengan konsep barbeque sederhana di pinggir jalan. Suasana ini menghadirkan kebersamaan yang hangat antara civitas akademika dan masyarakat yang menjalani aktivitas di ruang-ruang kota pada waktu dini hari. Kolaborasi bersama komunitas MURID menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan tersebut. Komunitas yang beranggotakan dosen dan karyawan UMM ini turut bergerak bersama dalam rombongan Sahur On The Road untuk menjangkau sejumlah titik di pusat Kota Malang. Ketua komunitas MURID, Zakarija Achmat, S.Psi., M.Si., yang akrab disapa Jack, menjelaskan bahwa MURID merupakan komunitas motor yang dibentuk sebagai wadah kebersamaan civitas akademika UMM yang memiliki minat pada dunia otomotif sekaligus kegiatan sosial. Ia menyebutkan bahwa komunitas ini resmi terbentuk pada tahun 2018, meskipun embrionya telah muncul dari pertemuan informal antaranggota sebelumnya. “MURID itu komunitas motor yang anggotanya dosen dan karyawan UMM. Kepanjangannya Muhammadiyah University Riders. Filosofinya sederhana, bahwa manusia pada dasarnya adalah murid yang harus terus belajar sepanjang hidup, sejak dari ayunan sampai liang lahat. Penamaan itu juga terinspirasi dari pesan dalam tradisi keilmuan Muhammadiyah yang mendorong setiap individu untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat sekaligus mampu berbagi pengetahuan kepada orang lain,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, rombongan SOTR bergerak mengelilingi sejumlah titik di pusat Kota Malang, terutama di kawasan sekitar alun-alun dan pasar yang pada malam hingga dini hari menjadi tempat beristirahat bagi kelompok masyarakat marjinal. Para relawan berhenti di beberapa lokasi untuk membagikan makanan sahur sekaligus mengajak para tunawisma, tukang becak, serta pengguna jalan yang melintas untuk makan bersama. Konsep barbeque sederhana yang dihadirkan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman sahur yang berbeda. Makanan dimasak langsung di lokasi sehingga menghadirkan suasana yang lebih akrab dan hangat di tengah kebersamaan. “Saya sendiri bahkan baru pertama kali makan sahur dengan konsep seperti ini. Begitu ada undangan dari Humas UMM untuk mengikuti SOTR, saya langsung siap. Rasanya menyenangkan karena kita bisa berbagi sekaligus makan bersama dengan masyarakat,” ungkap Jack. Sementara itu, Kepala Humas UMM, Maharina Novia Zahro, M.Ikom., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian sosial kampus kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan seperti para tunawisma. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk menghadirkan kegiatan sosial yang dapat mempertemukan civitas akademika dengan masyarakat secara lebih dekat. “Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Sahur tidak hanya tentang makan, tetapi juga tentang berbagi serta mempererat silaturahmi antara kampus dan masyarakat. Konsep barbeque ini sengaja dihadirkan agar kegiatan sahur terasa lebih hangat dan tidak sekadar menjadi pembagian makanan. Dengan memasak bersama di pinggir jalan, masyarakat yang hadir dapat menikmati sahur dalam suasana yang lebih santai dan akrab,” ujarnya. Melalui kegiatan Sahur On The Road ini, UMM memanfaatkan momentum Ramadan untuk menghadirkan dakwah sosial yang lebih membumi dan inklusif. Kolaborasi bersama komunitas MURID juga menunjukkan bahwa aktivitas kampus tidak hanya berpusat pada ruang akademik, tetapi dapat hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan sederhana yang sarat dengan nilai kepedulian dan kebersamaan.
Ancaman Krisis Energi Global, Pakar HI UMM Ingatkan Dampak Eskalasi Konflik AS-Israel dan Iran bagi Indonesia

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Eskalasi ketegangan antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini menjadi sorotan dunia karena potensi dampaknya yang meluas hingga ke sektor ekonomi global. Persaingan yang berakar pada masalah keamanan eksistensial ini diprediksi akan terus berlanjut dan memicu ketidakpastian stabilitas energi. Pakar Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dion Maulana P., M.Hub.Int, Ph.D (cand)., menjelaskan bahwa konflik ini sulit dipadamkan karena kedua belah pihak merasa keberadaan lawan adalah ancaman bagi kelangsungan hidup negara masing-masing. “Persoalan keamanannya sudah pada level eksistensial. Iran adalah ancaman bagi Israel, begitu pula sebaliknya. Selama salah satu pihak merasa eksistensinya terancam oleh kehadiran pihak lain, konflik ini akan terus ada,” ujar Dion Maulana, Kamis 5 Maret 2026. Menurut Dion, kebuntuan diplomasi nuklir antara Washington dan Teheran menjadi bensin yang memperparah situasi. Iran dianggap mengancam sekutu AS di Timur Tengah serta basis-basis militer Amerika di kawasan tersebut. Hal ini memicu tindakan-tindakan militer yang berisiko tinggi. Dampak yang paling nyata dan berbahaya saat ini adalah ancaman terhadap jalur energi dunia di Selat Hormuz. Jika jalur distribusi minyak paling vital ini benar-benar ditutup secara permanen akibat perang, guncangan ekonomi global tidak akan terhindarkan. “Terganggunya distribusi energi internasional melalui Selat Hormuz akan memicu lonjakan harga minyak dunia. Bagi Indonesia, ini berarti ancaman inflasi dan krisis energi yang harus segera diantisipasi,” tambahnya. Meski situasi memanas, Dion meminta masyarakat untuk tetap tenang dan kritis terhadap informasi yang beredar. Ia menekankan bahwa klaim mengenai pecahnya Perang Dunia Ketiga masih terlalu dini dan membutuhkan verifikasi kompleks terkait keterlibatan negara besar seperti Rusia atau China. “Proses menuju perang global sangat kompleks. Publik harus melakukan cek dan ricek terhadap informasi yang beredar agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan yang memicu kepanikan massal,” pungkasnya.(edr)
Asian Harmony Iftar, Sensasi Berbuka dengan Nuansa Maroko di Rayz UMM Hotel

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, MALANG – Agenda ‘buka bersama’ atau ‘bukber’ kerap menjadi kegiatan rutin yang melekat saat bulan Ramadhan. Tribun Jatim Timur menyorot salah satu rekomendasi tempat buka puasa terbaru di Malang yang menyuguhkan sajian hidangan unik dengan nuansa estetik. Momentum Ramadan 2026 kali ini Rayz UMM Hotel Malang menghadirkan pengalaman berbuka puasa bertajuk Asian Harmony Iftar, sebuah konsep all you can eat dengan sentuhan cita rasa khas Maroko dan pilihan venue eksklusif. Tamu dapat memilih lokasi berbuka di SKY Rooftop dengan panorama pegunungan dan gemerlap kota dari ketinggian, atau di Sunshine Restaurant yang nyaman dengan fasilitas gratis akses playground untuk anak-anak. Konsep ini memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk menikmati momen berbuka dengan lebih santai dan menyenangkan. Asian Harmony Iftar menghadirkan beragam menu signature khas Maroko seperti Spanish Paella Rice, Roasted Moroccan Chicken, Saffron Rice, Fettuccine Alfredo, Baklava Kurma, hingga Umm Ali. Untuk menjaga variasi dan memberikan pengalaman berbeda setiap harinya, menu akan diganti secara berkala agar tamu tidak merasa bosan. Dengan harga yang terjangkau, Rp125.000 net per orang, tamu sudah dapat menikmati sajian all you can eat lengkap. Tak hanya itu, tersedia pula fasilitas pendukung seperti mushola yang luas serta akses WiFi gratis untuk menambah kenyamanan selama berbuka. Menariknya, setiap hari Minggu akan diadakan pengundian grand prize berupa menginap di Villa 2 Bedrooms dengan kolam renang air hangat. Kesempatan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang ingin merasakan pengalaman menginap eksklusif. Gustam Duga Prasetya, Marketing Communication Manager Rayz UMM Hotel, menambahkan, “Selain banyak venue yang bisa dipilih untuk Iftar, kami juga memberikan menu-menu terbaik yang terinspirasi dari Maroko. Tamu bisa menikmati akses gratis ke playground untuk anak-anak agar momen berbuka lebih leluasa bagi orang tua. Harga yang kami tawarkan juga terjangkau dibandingkan Iftar lainnya, dan yang paling menarik, tamu dapat menikmati pengalaman private Iftar di SKY Rooftop dengan pemandangan yang menakjubkan.” Momentum Asian Harmony Iftar berlangsung setiap hari mulai pukul 17.00 hingga 20.30 WIB, menjadikan pengalaman berbuka semakin berkesan dengan suasana hangat, menu istimewa, serta pilihan tempat yang beragam. Untuk reservasi dan informasi lebih lanjut, tamu dapat menghubungi kontak resmi Rayz UMM Hotel Malang melalui whatsapp dengan nomor 081944244554 Nice People, Nice Place, Rayz the Moments Mengenai Rayz UMM Hotel Hotel bintang 4 di Malang, memiliki 152 kamar dan 5 villa dengan kolam renang pribadi. Berkonsep city resort, Rayz UMM Hotel memiliki fasilitas yang lengkap seperti ballroom, meeting room, restoran, tempat fitness, sky lounge, dan kolam renang. Hotel yang dimiliki oleh Universitas Muhammadiyah Malang ini mempunyai khas dengan dominan warna hitam dan emas dengan 5 tipe kamar yaitu deluxe, super deluxe, executive, family, dan suite. Villa yang berada satu lokasi dengan hotel memiliki 2 tipe yaitu Villa Eureka atau Credo dengan 2 kamar dan Villa Ambasador dengan 3 kamar. (*)
Puluhan Tahun Bersama Pers, Rektor UMM Tegaskan Kampus Tak Bisa Berdampak Tanpa Media

MALANG, PENAJATIM – Hubungan panjang antara Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan insan pers kembali terjalin hangat melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Aula BAU Kampus 3 UMM, Kamis (5/3/2025). Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pimpinan universitas, tim Humas UMM, serta wartawan dari berbagai media. Selain mempererat hubungan, forum ini juga menjadi ruang refleksi mengenai peran media dan perguruan tinggi dalam membaca dinamika masyarakat. Suasana berlangsung akrab sekaligus penuh diskusi tentang perjalanan panjang kolaborasi antara kampus dan media. Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si. mengatakan tradisi buka puasa bersama dengan media telah berlangsung sejak masa kepemimpinan Rektor sebelumnya, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP. Tradisi tersebut bahkan telah berjalan lebih dari 25 tahun dan menjadi bagian dari hubungan historis antara UMM dan insan pers. “Buka puasa bersama dengan media ini sudah dimulai sejak zaman Pak Muhadjir. Artinya tradisi ini sudah berlangsung lebih dari 25 tahun yang lalu dan terus dijaga hingga sekarang. Dalam setiap etape perjalanan itu selalu lahir hal-hal baru yang memperkaya hubungan antara kampus dan media. Ini menunjukkan bahwa UMM berkembang bersama insan pers,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa perjalanan media di Indonesia mengalami perubahan yang sangat besar dari waktu ke waktu. Pada masa lalu, media cetak menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat. Wartawan memiliki posisi penting dalam menyampaikan berita dan sering kali memiliki akses luas di berbagai ruang publik. Namun perkembangan teknologi kemudian mengubah lanskap media secara drastis. “Dulu media yang kita amati adalah media mainstream, terutama media cetak. Bahkan kalau ke mana-mana membawa kartu pers itu sering kali bisa membuka akses ke banyak tempat. Sekarang situasinya berbeda karena media berkembang menjadi non-mainstream dan semakin tidak terinstitusionalisasi. Pola reproduksi informasi juga menjadi semakin beragam,” jelasnya. Meski terjadi perubahan besar dalam dunia media, Nazaruddin menilai peran pers tetap sangat penting dalam kehidupan sosial. Media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membentuk pemikiran publik. Dalam berbagai momentum sejarah bangsa, perkembangan gagasan masyarakat juga banyak dipengaruhi oleh media. Karena itu, hubungan antara kampus dan media menjadi sangat strategis. Menurut Nazaruddin, universitas memiliki tanggung jawab untuk peka terhadap kebutuhan masyarakat. Kampus harus mampu menyerap aspirasi sosial dan menerjemahkannya menjadi gagasan serta solusi. Dari proses tersebut lahir berbagai pemikiran yang dapat mendorong perubahan sosial. Universitas juga menjadi ruang penting untuk merawat cita-cita bangsa menuju masyarakat yang lebih sejahtera. Ia menambahkan bahwa hubungan UMM dan media dapat diibaratkan sebagai simbiosis kultural yang saling menguatkan. Perkembangan media yang terus berubah juga memengaruhi cara kampus berkomunikasi dengan masyarakat. Meski begitu, komitmen UMM untuk menjalin kolaborasi dengan insan pers tetap sama. Menurutnya, keberadaan media turut membawa UMM berkembang menjadi universitas yang berdampak. “UMM sekarang tidak ada tanpa media. Perubahan media yang semakin beragam juga memengaruhi bagaimana kampus berkomunikasi dengan masyarakat. Pola reproduksi informasi kini sangat beragam. Semua itu membawa UMM terus bergerak menjadi universitas yang berdampak,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa menjadi universitas berdampak tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga manfaat nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut harus dilandasi niat tulus untuk berbuat baik tanpa kepentingan pribadi maupun kelompok. Selain itu, kerja keras juga menjadi nilai penting yang sering kali diabaikan dalam proses pembangunan. “Berbuat baik itu ketika kita jauh dari kepentingan pribadi atau golongan. Kebaikan harus dirasakan oleh semua orang. Karena itu kita harus bekerja keras dengan sepenuh hati untuk menghasilkan manfaat bagi banyak pihak. Nilai kerja keras ini yang sering kali diabaikan,” pungkasnya