Safari Ramadan UMM IslamBerkemajuan
Santri YouTube
Sulap Ngabuburit Jadi Panggung Literasi dan Fashion
Akademisi UMM Ungkap Bahwa Dunia Kerja Butuh Nilai, Bukan Sekadar Ambisi

Di tengah dinamika dunia usaha yang semakin kompetitif, nilai spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun etika kerja yang sehat. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. H. Tobroni, M.Si., Ketua Dewan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar di Rayz UMM Hotel pada Senin, 9 Maret 2026. Dalam forum yang dihadiri berbagai unit bisnis UMM tersebut, Tobroni menekankan bahwa dunia kerja bukan sekadar arena persaingan ekonomi, melainkan juga ruang pembentukan karakter dan tanggung jawab moral. Menurutnya, kehidupan manusia pada dasarnya merupakan sebuah kompetisi yang tidak hanya berlangsung dalam ranah ekonomi, tetapi juga dalam dimensi moral dan spiritual. Setiap individu, kata Tobroni, berada dalam “perlombaan” untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kehidupan. Karena itu, ukuran keberhasilan tidak seharusnya hanya dilihat dari keuntungan materi atau capaian ekonomi semata. “Dalam kehidupan ini kita seperti sedang bertanding, bukan hanya bertanding dengan orang lain tetapi juga dengan diri sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu keberhasilan tidak boleh hanya diukur dari materi atau keuntungan ekonomi semata, tetapi dari seberapa besar kontribusi yang kita berikan bagi orang lain dan bagi institusi tempat kita bekerja,” ujarnya. Tobroni menilai bahwa orientasi kerja yang hanya berfokus pada kepentingan pribadi berpotensi menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Jika hal tersebut terus terjadi, organisasi akan kehilangan kekuatan kolektif yang seharusnya menjadi fondasi kemajuan lembaga. Sebaliknya, ketika pekerjaan dipahami sebagai amanah sekaligus bentuk ibadah, setiap individu akan terdorong untuk memberikan kinerja terbaik bagi lembaga dan masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa kekuatan sebuah institusi tidak hanya ditentukan oleh sistem manajemen atau teknologi yang dimiliki. Faktor yang lebih menentukan adalah kualitas karakter, integritas, serta budaya kerja yang berkembang di dalam organisasi tersebut. Lembaga yang mampu bertahan lama, menurutnya, biasanya dibangun oleh budaya kerja yang sehat, saling menghargai, dan dilandasi komitmen bersama untuk memajukan organisasi. Dalam konteks dunia kerja modern, Tobroni menilai bahwa kenyamanan psikologis di tempat kerja menjadi faktor penting yang sering kali diabaikan. Lingkungan kerja yang penuh tekanan, konflik, dan persaingan yang tidak sehat justru dapat melemahkan semangat kerja serta menghambat perkembangan organisasi dalam jangka panjang. “Tempat kerja harus menjadi ruang yang membuat orang merasa dihargai dan nyaman secara psikologis. Ketika seseorang merasa dihargai, ia akan bekerja dengan komitmen yang lebih kuat dan memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” jelasnya. Kegiatan Safari Ramadhan ini dihadiri berbagai unit bisnis UMM, di antaranya Rayz Hotel, Hotel Kapal Garden, Perbengkelan UMM, unit perbankan, PT Hitec, SPBU UMM, PT Taman Rekreasi Sengkaling, NBS, RBC, serta sejumlah unit usaha lainnya di bawah naungan kampus. Melalui forum tersebut, Tobroni berharap nilai-nilai spiritual yang disampaikan dapat menjadi pengingat bagi seluruh pengelola unit usaha untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian dalam bekerja. Momentum Ramadan, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat kesadaran bahwa pekerjaan bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab moral yang membawa manfaat bagi banyak orang. Dengan semangat tersebut, ia optimistis ekosistem bisnis di lingkungan UMM dapat terus berkembang secara berkelanjutan sekaligus tetap berakar pada nilai-nilai etika dan kemanusiaan.(*vin/faq) Penulis: Vivin Dwi Oktavia | Editor: Faqih Ahmad Wafir Rahman
Cerita Mahasiswa Asal Malang Jalani Ramadan di Portugal, Puasa Hanya 12 Jam Cicin Yulianti – detikEdu Kamis, 12 Mar 2026 03:00 WIB Zair saat menjalani program pertukaran pelajar di Portugal. Foto: UMM Jakarta – Suasana Ramadan di Indonesia biasanya terasa hangat karena berbagai tradisinya. Mulai dari buka puasa bersama, ngabuburit, hingga berkumpul bersama keluarga di rumah. Meski demikian, suasana tersebut saat ini tidak bisa dirasakan oleh Muhammad Zair Baitil Atiq. Ia adalah mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang menjalani program pertukaran pelajar di Universidade do Minho, Erasmus, Braga, Portugal. Tantangan berpuasa di negara dengan minoritas Muslim ini cukup banyak. Mulai dari jauh dari keluarga hingga perbedaan suasa yang ada di sana. SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT Baca juga: Cerita Mahasiswa Afrika Ramadan di RI: Kaget Ada Takjil-Perbedaan Awal Puasa Suasana Puasa Tak Seramai di Indonesia Mahasiswa prodi Hubungan Internasional angkatan 2022 tersebut mengakui suasana Ramadan di sana tidak seramai di Indonesia. Walau demikian, atmosfer Ramadan di Portugal terasa lebih damai dibandingkan Indonesia. ADVERTISEMENT “Di Indonesia orang-orang sangat excited menyambut Ramadan. Kalau di sini rasanya seperti kita saja yang merayakan,” katanya dikutip dari laman UMM, Rabu (11/3/2026). Baginya, tahun ini menjadi tahun pertama Ramadan sekaligus merayakan Idul Fitri sendirian di luar negeri. Walau berat, tetapi Zair harus menjalaninya agar program pertukaran pelajarnya berjalan lancar. Hanya Puasa 12 Jam Dibandingkan dengan Indonesia, durasi berpuasa di Portugal ternyata lebih singkat. Hanya sekitar 12 jam dalam sehari, sedangkan Indonesia mencapai 13-14 jam. Tantangan lain yang Zair rasakan saat berpuasa di sana adalah kurangnya informasi mengenai jadwal buka maupun imsak. Tidak seperti di Indonesia, banyak media yang mempublikasikan informasi jadwal sahur, imsak, buka hingga sholat. Namun, Zair masih beruntung. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Portugal ternyata menyediakan jadwal ibadan Ramadan secara daring. Ia menggunakan informasi dari sana sebagai patokan. Baca juga: Bukan War Takjil, Mahasiswa RI di Mesir Antre Maidaturrahman Setiap Ramadan Retoran Turki Jadi Tempat Buka Favorit Perbedaan lainnya yang Zair temui adalah kurangnya tempat makan atau restoran yang menyediakan menu halal. Sehingga Zair harus belajar memasak sendiri. Untungnya ia membawa beberapa bumbu masak dari Indonesia. Zair masih bisa merasakan beberapa makanan Indonesia meskipun terbatas pada menu itu-itu saja. Saat ia jenuh memasak, Zair terkadang keluar makan di restoran halal. Sebuah restoran Turki jadi tempat favoritnya dalam membeli makanan. Di sana, ia sering membeli kebab dan makanan khas Turki lain. Selama Ramadan, restoran tersebut juga menyediakan takjil gratis bagi Muslim. Menimba Toleransi di Negara Orang Pengalaman selama Ramadan ini bukan sekadar cerita soal bagaimana ia menjalani puasa di negeri orang. Zair merasa mendapatkan pelajaran penting soal toleransi. Selain melihat banyak perbedaa, Zair merasakan makna toleransi yang tinggi. Walau banyak non-Muslim tetapi teman-teman Zair sangat menghargai. “Teman-teman di kelas sangat respect. Mereka tahu saya sedang puasa, bahkan mereka juga tahu saya tidak bisa makan babi atau minum alkohol. Jadi kalau mengajak hangout, mereka memilih tempat yang sesuai,” jelasnya. Ia berpesan kepada mahasiswa lain yang tengah mejalani ibadan puasa di negara lain untuk tetap bersemangat. Ia yakin, perbedaan agama dan budaya tidak akan menjadi halangan dalam menjalankan ibadah. “Ini pengalaman yang sangat berharga. Kita belajar hidup mandiri, menghargai perbedaan, sekaligus tetap menjaga identitas dan ibadah sebagai seorang Muslim,” tutupnya. Video: Hidangan Jepang Halal Disajikan dalam ‘Authentic Cultural Dining’ (cyu/faz) ramadan di portugal mahasiswa internasional puasa 12 jam pengalaman puasa toleransi antaragama kuliner halal universitas muhammadiyah malang program pertukaran pelajar suasana ramadan kehidupan mahasiswa di luar negeri Berita Terkait Sisa Berapa Hari Lagi Puasa 2026? Ini Amalan-amalan Jelang Ramadan Jadwal Puasa Ramadan Muhammadiyah 2026 Lengkap Libur Lebaran Resmi Obat Rindu Ramadan Pelajar Indonesia di Tanah Rantau Jadwal Puasa 2026 Resmi Penentu Awal Ramadan 1447 H serta Libur Lebaran Ramadan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Jadwal Lengkapnya Puasa Ramadan 2026 Jatuh pada Bulan Apa? Simak Jadwalnya! Rekomendasi untuk Anda Rekomendasi Lainnya detikEdu Beasiswa LPDP-BRIN Doctor by Research 2026 Dibuka, Seperti Apa Skemanya? detikEdu Universitas Brawijaya Buka Rekrutmen Asisten Peneliti 2026, Tersedia 47 Formasi detikTravel Intip Fasilitas Hiburan di Kapal Pesiar Disney Adventure detikTravel Keseruan Lebaran di Rumah Durian Pak Tukimin detikTravel Arus Mudik Mulai Terasa, Pemudik Padati Terminal Kampung Rambutan detikEdu Pemerintah Ingin Batasi Penerimaan Maba di PTN, Warek Paramadina: Harapan Baru Berita detikcom Lainnya detikHot Kisah Emir Mahira Temukan Hidayah di Kanada Sampai Menangis Haru detikOto Pantesan Masih Dijual Terus, Penjualan Kijang Innova Reborn Tembus Segini Sepakbola Tudor Perlakukan Kinsky Tak Manusiawi detikHealth BGN Setop Sementara SPPG yang Viral Sajikan Menu Lele Mentah Marinasi detikFinance Jangan Bingung! Ini Cara Hitung Pajak Atas THR detikFood 3 Resep Kacang Tanah untuk Lebaran yang Bikin Nggak Berhenti Ngunyah detikTravel Pengumuman! Bandara Brussels Setop Semua Penerbangan Hari Ini Baca artikel detikedu, “Cerita Mahasiswa Asal Malang Jalani Ramadan di Portugal, Puasa Hanya 12 Jam” selengkapnya https://www.detik.com/edu/edutainment/d-8395617/cerita-mahasiswa-asal-malang-jalani-ramadan-di-portugal-puasa-hanya-12-jam. Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Cerita Mahasiswa Asal Malang Jalani Ramadan di Portugal, Puasa detik.com- Zair saat menjalani program pertukaran pelajar di Portugal. Foto: UMM Jakarta – Suasana Ramadan di Indonesia biasanya terasa hangat karena berbagai tradisinya. Mulai dari buka puasa bersama, ngabuburit, hingga berkumpul bersama keluarga di rumah. Meski demikian, suasana tersebut saat ini tidak bisa dirasakan oleh Muhammad Zair Baitil Atiq. Ia adalah mahasiswa asal Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang sedang menjalani program pertukaran pelajar di Universidade do Minho, Erasmus, Braga, Portugal. Tantangan berpuasa di negara dengan minoritas Muslim ini cukup banyak. Mulai dari jauh dari keluarga hingga perbedaan suasa yang ada di sana. Suasana Puasa Tak Seramai di Indonesia Mahasiswa prodi Hubungan Internasional angkatan 2022 tersebut mengakui suasana Ramadan di sana tidak seramai di Indonesia. Walau demikian, atmosfer Ramadan di Portugal terasa lebih damai dibandingkan Indonesia. “Di Indonesia orang-orang sangat excited menyambut Ramadan. Kalau di sini rasanya seperti kita saja yang merayakan,” katanya dikutip dari laman UMM, Rabu (11/3/2026). Baginya, tahun ini menjadi tahun pertama Ramadan sekaligus merayakan Idul Fitri sendirian di luar negeri. Walau berat, tetapi Zair harus menjalaninya agar program pertukaran pelajarnya berjalan lancar. Hanya Puasa 12 Jam Dibandingkan dengan Indonesia, durasi berpuasa di Portugal ternyata lebih singkat. Hanya sekitar 12 jam dalam sehari, sedangkan Indonesia mencapai 13-14 jam. Tantangan lain yang Zair rasakan saat berpuasa di sana adalah kurangnya informasi mengenai jadwal buka maupun imsak. Tidak seperti di Indonesia, banyak media yang mempublikasikan informasi jadwal sahur, imsak, buka hingga sholat. Namun, Zair masih beruntung. Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Portugal ternyata menyediakan jadwal ibadan Ramadan secara daring. Ia menggunakan informasi dari sana sebagai patokan. Retoran Turki Jadi Tempat Buka Favorit Perbedaan lainnya yang Zair temui adalah kurangnya tempat makan atau restoran yang menyediakan menu halal. Sehingga Zair harus belajar memasak sendiri. Untungnya ia membawa beberapa bumbu masak dari Indonesia. Zair masih bisa merasakan beberapa makanan Indonesia meskipun terbatas pada menu itu-itu saja. Saat ia jenuh memasak, Zair terkadang keluar makan di restoran halal. Sebuah restoran Turki jadi tempat favoritnya dalam membeli makanan. Di sana, ia sering membeli kebab dan makanan khas Turki lain. Selama Ramadan, restoran tersebut juga menyediakan takjil gratis bagi Muslim. Menimba Toleransi di Negara Orang Pengalaman selama Ramadan ini bukan sekadar cerita soal bagaimana ia menjalani puasa di negeri orang. Zair merasa mendapatkan pelajaran penting soal toleransi. Selain melihat banyak perbedaa, Zair merasakan makna toleransi yang tinggi. Walau banyak non-Muslim tetapi teman-teman Zair sangat menghargai. “Teman-teman di kelas sangat respect. Mereka tahu saya sedang puasa, bahkan mereka juga tahu saya tidak bisa makan babi atau minum alkohol. Jadi kalau mengajak hangout, mereka memilih tempat yang sesuai,” jelasnya. Ia berpesan kepada mahasiswa lain yang tengah mejalani ibadan puasa di negara lain untuk tetap bersemangat. Ia yakin, perbedaan agama dan budaya tidak akan menjadi halangan dalam menjalankan ibadah. “Ini pengalaman yang sangat berharga. Kita belajar hidup mandiri, menghargai perbedaan, sekaligus tetap menjaga identitas dan ibadah sebagai seorang Muslim,” tutupnya.
Universitas Muhammadiyah Malang Sulap Ngabuburit Jadi Panggung Literasi dan Fashion

KEREN: Penampilan mahasiswa UMM dengan peragaan busana batik ecoprint dalam kegiatan ngabuburit MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Kawasan Kayutangan Heritage Kota Malang, yang biasanya dipadati pemburu takjil, mendadak berubah menjadi panggung edukasi terbuka pada, Selasa (10/3) sore. Melalui inisiasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam tajuk “Ngebuburead”, suasana menunggu berbuka puasa di jantung kota ini diwarnai dengan perpaduan unik antara literasi, kampanye lingkungan, dan hiburan interaktif. Salah satu sorotan utama yang memikat mata pengunjung adalah peragaan busana batik ecoprint. Berbeda dengan batik pada umumnya, busana yang dikenakan oleh putra-putri kampus UMM ini merupakan karya inovatif dosen setempat. Teknik ecoprint menggunakan bahan alami seperti daun, bunga, dan ranting untuk menciptakan motif langsung di atas kain tanpa melibatkan zat kimia berbahaya. Langkah ini bukan sekadar pameran estetika, melainkan pesan kuat tentang pentingnya industri fesyen yang berkelanjutan. Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro, M.I.Kom., menegaskan bahwa kehadiran batik ecoprint adalah bagian dari upaya edukasi publik. ”Kami ingin menunjukkan bahwa karya kreatif dari lingkungan kampus memiliki keberpihakan pada kelestarian alam. Batik ecoprint membuktikan bahwa produk bernilai seni tinggi bisa dihasilkan tanpa merusak ekosistem,” ujar Maharina. Tak hanya visual, aspek intelektual juga disentuh melalui kehadiran Mobil Kamis Membaca (Mobil KaCa). Kendaraan perpustakaan keliling milik UMM ini membawa ratusan koleksi buku yang langsung diserbu oleh anak-anak dan remaja. Di trotoar bersejarah Kayutangan, terlihat pemandangan kontras yang menyejukkan: anak-anak asyik membalik halaman buku di tengah hiruk-pikuk kota. Maharina menambahkan bahwa konsep ini bertujuan untuk mematahkan stigma bahwa literasi adalah kegiatan yang kaku. “Literasi tidak harus selalu berada di ruang kelas atau perpustakaan yang sunyi. Kami membawanya ke ruang publik agar buku terasa lebih dekat dan hangat di tengah kebersamaan ngabuburit,” imbuhnya. Kemeriahan acara semakin lengkap dengan hadirnya sesi live cooking dari Hotel Rayz UMM. Sebagai unit bisnis sekaligus laboratorium terapan bagi mahasiswa perhotelan, tim kuliner menunjukkan keahlian mereka mengolah hidangan berbuka secara profesional di hadapan warga. Interaksi ini memberikan pengalaman sensorik yang lengkap bagi pengunjung, mulai dari penglihatan, pendengaran, hingga rasa. Roudhodul Mufarikha, salah satu warga yang hadir, memberikan apresiasi tinggi. Menurutnya, konsep ngabuburit edukatif seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengisi waktu luang anak-anak dengan hal positif. “Biasanya ngabuburit hanya jalan-jalan atau beli jajan. Tapi di sini, anak-anak bisa membaca dan mengenal cara membuat batik alami. Pengalamannya sangat berkesan,” katanya. Melalui kegiatan “Ngebuburead”, UMM berhasil menciptakan standar baru dalam mengisi waktu Ramadan di Malang. Bahwa menunggu waktu berbuka bisa menjadi momentum untuk merawat bumi, memperkaya wawasan, dan mempererat interaksi sosial dalam satu bingkai kegiatan yang menarik.(imm/lim)
Ilmu Tanpa Nilai Hanya Melahirkan Manusia Pintar, tapi Tidak Bisa Membentuk Manusia Bijaksana

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Saad Ibrahim MA menyampaikan tausiah dalam kegiatan Safari Ramadan pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang di Hall Dome UMM. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Spirit Islam berkemajuan menjadi refleksi utama dalam kegiatan Safari Ramadan pimpinan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang digelar di Hall Dome UMM, Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Saad Ibrahim MA sebagai pembicara utama yang mengajak civitas akademika memahami Islam berkemajuan sebagai panduan menghadapi tantangan peradaban modern. Dalam pemaparannya, Saad menegaskan bahwa kemajuan dalam Islam tidak boleh dipahami hanya sebagai perkembangan teknologi dan sains. Menurutnya, dunia modern menunjukkan fenomena ketika kemajuan ilmu pengetahuan tidak selalu diikuti oleh kemajuan moral dan kemanusiaan, sehingga berpotensi melahirkan berbagai persoalan sosial. “Banyak negara maju secara teknologi, tetapi tidak selalu maju secara kemanusiaan. Karena itu Islam menekankan bahwa kemajuan harus berjalan bersama nilai spiritual, etika, dan tanggung jawab sosial. Tanpa keseimbangan itu, kemajuan justru bisa melahirkan masalah baru bagi kehidupan manusia,” ujarnya. Saad menjelaskan bahwa Al-Qur’an sejak awal telah menempatkan ilmu pengetahuan sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Wahyu pertama yang memerintahkan membaca menjadi dasar bagi umat Islam untuk membangun tradisi literasi, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Namun menurutnya, literasi dalam Islam tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan semata, melainkan juga membentuk kesadaran moral dalam menggunakan ilmu tersebut. Ia menilai tantangan umat Islam saat ini bukan hanya persoalan ketertinggalan ilmu pengetahuan, tetapi juga memastikan bahwa ilmu tersebut digunakan untuk kemaslahatan manusia. Di era digital, kemajuan teknologi sering kali menghadirkan paradoks sosial seperti meningkatnya individualisme, penyebaran informasi yang tidak sehat, hingga melemahnya empati sosial. “Ilmu yang tidak dibimbing oleh nilai hanya akan melahirkan manusia yang pintar, tetapi tidak bijaksana. Inilah yang harus dihindari oleh dunia pendidikan. Kampus harus menjadi ruang yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan tanggung jawab moral,” tegasnya. Karena itu, Saad menilai perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan intelektual dan pembentukan karakter. Kampus tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan nilai agar ilmu digunakan untuk kepentingan kemanusiaan. Ia juga menekankan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kesadaran sosial. Menurutnya, puasa bukan sekadar ibadah ritual, tetapi latihan spiritual yang menumbuhkan empati terhadap masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. “Puasa itu bukan sekadar ibadah ritual, tetapi latihan spiritual yang membentuk empati terhadap kondisi masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Dari empati itulah lahir kepedulian sosial yang menjadi dasar gerakan kemanusiaan dalam Islam,” terangnya. Sementara itu, Rektor UMM Nazaruddin Malik MSi menyampaikan bahwa Safari Ramadan menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperkuat nilai spiritualitas di tengah dinamika aktivitas akademik. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah memiliki tanggung jawab melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial. “UMM berkomitmen menjadikan nilai spiritualitas, intelektualitas, dan kepedulian sosial sebagai fondasi dalam pengembangan pendidikan di kampus ini,” pungkasnya. (Faqih/AS)
Dulu Keliling Fakultas Jualan Lumpia, Kini Alumnus UMM Ini Ekspor 12.000 Keripik ke Singapura

SHARETautan telah disalin Abdullah Dzikri. (umm.ac.id) INDOZONE.ID – Abdullah Dzikri, alumni Program Studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2017 melebarkan sayapnya sebagai seorang pengusaha kripik buah dan sayur dengan mengandalkan teknik vacuum frying dan sukses diekspor ke Singapura dengan jumlah yang masif. Teknik penggorengan bersuhu rendah dan kedap udara ini menghasilkan keripik dengan cita rasa serta warna autentik yang menjadi ciri khas produk yang ia jual. Inovasi yang ia terapkan ini lahir sebagai sebuah solusi untuk memutus ketergantungan pada harga pasar yang kerap tidak menentu. “Saya menjalankan usaha produksi keripik sayur dan buah dengan memanfaatkan teknologi vacuum frying, yaitu metode penggorengan dalam kondisi kedap udara dengan suhu rendah. Melalui proses ini, produk yang dihasilkan tetap mempertahankan warna serta cita rasa asli dari bahan bakunya,” jelasnya. Karier Dzikri di dunia usaha ini berangkat dari pengalamannya selama kuliah dulu. Baginya, bangku perkuliahan tak hanya mengajarkan teori, namun juga membentuk dirinya dengan berbagai skill lewat berbagai praktik langsung. Saat masih menjadi mahasiswa, ia bersama teman-temannya yang lain dituntut untuk menciptakan berbagai produk, memasarkan, hingga menilai hasil yang didapat. Pengalaman ini membentuk karakter mahasiswa agar berani untuk membuka usaha mandiri sedini mungkin. “Hal yang paling berkesan adalah bagaimana kami dilatih membangun mental kewirausahaan. Kami tidak hanya mempelajari teori seperti marketing mix, tetapi juga diminta menciptakan produk dan memasarkannya secara langsung. Proses tersebut benar-benar mengajarkan kami berwirausaha dari tahap paling awal,” lanjutnya. Sebelum menekuni usaha kripik buah dan sayur seperti sekarang, ia pernah berjualan lumpia di kelas, bahkan ia harus mendatangi berbagai fakultas di kampus saking tingginya peminat yang menyukai lumpia yang ia dagangkan. Di suatu kesempatan, ia juga pernah menjadi salah satu pemenang dalam ajang Pesta Wirausaha lewat kategori inovasi olahan. Usaha yang tengah digelutinya ini turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Ia melibatkan petani desa, bahkan ibu-ibu di sana diikutsertakan untuk membantu tahap produksi kripik. Puncak karier Dzikri ditandai dengan ekspor pertamanya ke Singapura, ia mengirimkan sebanyak 12.000 produk kripik pada Oktober 2025 silam. Guna menembus pasar Australia dan Timur Tengah, ia kini tengah melengkapi dokumen pendukung untuk memperluas jangkauan ekspornya. “Pesan saya, mulailah sejak sekarang dan jangan menunggu usaha menjadi sempurna. Justru melalui proses memulai itulah kita belajar memahami dinamika usaha serta melakukan evaluasi secara bertahap,” tuturnya. Kisah inspiratif Dzikri ini membuktikan peran UMM dalam mencetak lulusan mandiri dan inovatif. Berbekal kemampuan riset pasar sejak bangku kuliah, ia kini sukses menjadi pengusaha yang mampu bersaing di kancah global. Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi Sumber: Umm.ac.id
Daftar 5 Universitas Islam Swasta Unggulan di Indonesia

Medan Aktual – Daftar 5 Universitas Islam Swasta Unggulan di Indonesia Perguruan tinggi Islam swasta memiliki peran penting dalam perkembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Tidak hanya fokus pada pengajaran ilmu agama, kampus-kampus ini juga mengembangkan berbagai bidang ilmu modern seperti teknologi, ekonomi, kedokteran, hingga ilmu sosial. Dengan memadukan nilai-nilai Islam dan pendidikan akademik yang berkualitas, universitas Islam swasta mampu mencetak lulusan yang berkompeten sekaligus memiliki karakter yang kuat. Dalam beberapa dekade terakhir, sejumlah universitas Islam swasta di Indonesia berhasil menunjukkan prestasi yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kampus-kampus tersebut dikenal memiliki sistem pendidikan yang baik, fasilitas yang memadai, serta lingkungan akademik yang mendukung perkembangan mahasiswa. Banyak calon mahasiswa yang kini mulai melirik perguruan tinggi Islam swasta karena kualitasnya yang terus meningkat. Universitas Islam Swasta Unggulan di Indonesia Dilansir dari laman UMM Berikut ini beberapa universitas Islam swasta unggulan di Indonesia yang sering menjadi pilihan bagi calon mahasiswa: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang cukup dikenal di Indonesia. Kampus ini berada di Yogyakarta, kota yang terkenal sebagai pusat pendidikan nasional. UMY memiliki berbagai program studi yang mencakup bidang ilmu sosial, teknik, kesehatan, hingga ilmu keislaman. Salah satu keunggulan UMY adalah kualitas akademiknya yang terus berkembang. Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai universitas di luar negeri sehingga membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengikuti program pertukaran pelajar atau kegiatan akademik internasional. Selain itu, UMY dikenal memiliki lingkungan kampus yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Mahasiswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di kelas, tetapi juga berbagai kegiatan organisasi dan pengembangan diri yang mendukung potensi mereka. Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Universitas Muhammadiyah Malang merupakan salah satu kampus swasta yang cukup besar di Indonesia. Kampus ini memiliki julukan “Kampus Putih” karena desain bangunannya yang didominasi warna putih dan tampak megah. UMM menawarkan berbagai program studi yang beragam, mulai dari bidang ekonomi, kedokteran, teknik, pendidikan, hingga ilmu komunikasi. Dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar, UMM menjadi salah satu universitas swasta yang memiliki komunitas akademik yang dinamis. Selain kegiatan akademik, UMM juga dikenal aktif dalam kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan komitmen kampus dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Universitas Islam Indonesia (UII) Universitas Islam Indonesia merupakan salah satu perguruan tinggi Islam swasta tertua di Indonesia. Kampus ini berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia dan memiliki sejarah panjang dalam dunia pendidikan. UII dikenal memiliki standar akademik yang tinggi serta berbagai program studi unggulan seperti hukum, ekonomi, teknik, dan ilmu sosial. Kurikulum yang diterapkan di kampus ini menggabungkan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman. Selain kualitas pendidikan yang baik, UII juga memiliki fasilitas kampus yang modern dan mendukung kegiatan belajar mahasiswa. Lingkungan akademik yang kondusif membuat mahasiswa dapat berkembang secara intelektual maupun spiritual. Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Universitas Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu universitas Muhammadiyah yang memiliki reputasi baik di Indonesia. Kampus ini menawarkan berbagai program studi dari berbagai bidang ilmu, termasuk pendidikan, teknik, kesehatan, dan ekonomi. UMS dikenal aktif dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Banyak dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam penelitian yang memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Selain itu, UMS juga memiliki berbagai kegiatan kemahasiswaan yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan kepemimpinan, kreativitas, dan keterampilan sosial. Hal ini menjadikan pengalaman kuliah di kampus ini tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pengembangan karakter. Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Universitas Ahmad Dahlan juga merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berada di bawah naungan organisasi Muhammadiyah. Kampus ini berkembang cukup pesat dan memiliki berbagai program studi di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, serta ilmu sosial. UAD dikenal memiliki pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam. Mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pembinaan karakter dan etika yang kuat. Selain itu, UAD aktif mengembangkan kegiatan penelitian, inovasi, dan kerja sama internasional. Hal ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang lebih luas. Kesimpulan Universitas Islam swasta di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam dunia pendidikan tinggi. Kampus-kampus seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Islam Indonesia, Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan Universitas Ahmad Dahlan menjadi contoh perguruan tinggi yang berhasil menggabungkan kualitas akademik dengan nilai-nilai keislaman. Dengan fasilitas yang semakin baik, kurikulum yang relevan dengan perkembangan zaman, serta lingkungan akademik yang mendukung, universitas-universitas tersebut menjadi pilihan menarik bagi calon mahasiswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi berbasis nilai Islam.
Ngabuburit Seru di Kayutangan: UMM Padukan Nuansa Literasi, Batik Ecoprint, dan Live Cooking

Putra-putri kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menampilkan batik ecoprint karya dosen UMM dalam kegiatan Ngebuburead di kawasan Kayutangan Heritage, Malang. (Humas UMM/Klikmu.co) KLIKMU.CO – Tawa anak-anak, motif batik dari daun dan bunga, hingga berbagai aktivitas edukatif mewarnai suasana ngabuburit di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Selasa (10/3/2026). Melalui kegiatan Ngebuburead, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan konsep menunggu waktu berbuka puasa yang berbeda dengan memadukan literasi, kampanye ramah lingkungan, serta hiburan interaktif bagi masyarakat. Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah penampilan batik ecoprint karya dosen UMM yang dikenakan oleh putra-putri kampus. Batik ecoprint merupakan teknik membatik yang memanfaatkan daun, bunga, dan bahan alami lainnya untuk menghasilkan motif unik pada kain. Selain memiliki nilai estetika tinggi, teknik ini juga dikenal lebih ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Penampilan tersebut sekaligus menjadi cara kreatif untuk memperkenalkan produk fesyen berbasis keberlanjutan kepada masyarakat yang hadir di kawasan Kayutangan. Kepala Humas UMM Maharina Novia Zahro MIKom menjelaskan bahwa kehadiran batik ecoprint dalam kegiatan ini bukan sekadar pelengkap acara. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari upaya edukasi publik mengenai gaya hidup yang lebih peduli terhadap lingkungan. “Batik ecoprint ini kami hadirkan sebagai bentuk kampanye gaya hidup ramah lingkungan. Kami ingin menunjukkan bahwa karya kreatif dari kampus juga bisa berpihak pada keberlanjutan, memanfaatkan bahan alami, dan tetap memiliki nilai seni yang tinggi,” ujarnya. Selain mengangkat isu keberlanjutan, kegiatan Ngebuburead juga dirancang untuk menumbuhkan minat baca di kalangan generasi muda. Untuk mendukung tujuan tersebut, UMM menghadirkan mobil perpustakaan Kamis Membaca (Mobil KaCa) yang membawa berbagai koleksi buku bacaan anak dan remaja. Kehadiran mobil perpustakaan ini memungkinkan pengunjung, khususnya anak-anak, membaca buku secara langsung di ruang terbuka sambil menikmati suasana ngabuburit. “Melalui Mobil KaCa, kami ingin membawa buku lebih dekat ke ruang publik. Literasi tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas atau perpustakaan, tetapi juga bisa tumbuh di tengah suasana ngabuburit yang hangat dan penuh kebersamaan,” tambah Maharina. Kemeriahan acara semakin terasa dengan adanya sesi live cooking yang menghadirkan tim dari Hotel Rayz UMM. Hotel yang merupakan salah satu unit bisnis UMM ini juga berfungsi sebagai laboratorium pembelajaran terapan bagi mahasiswa, khususnya di bidang perhotelan dan kuliner. Dalam sesi tersebut, pengunjung dapat menyaksikan langsung proses memasak berbagai hidangan yang disiapkan menjelang waktu berbuka puasa. Antusiasme anak-anak terlihat ketika mereka membaca buku dari Mobil KaCa serta mengikuti berbagai fun game yang telah disiapkan panitia. Suasana kawasan Kayutangan pun terasa semakin hidup dengan kehadiran keluarga yang menikmati kegiatan edukatif sambil menunggu waktu berbuka. Salah satu pengunjung, Roudhodul Mufarikha, mengaku terkesan dengan konsep kegiatan yang dihadirkan. Menurutnya, Ngebuburead menjadi alternatif ngabuburit yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengalaman positif. “Menurut saya, konsep ngabuburit seperti ini sangat menarik karena bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak anak-anak membaca dan mengenal hal-hal positif. Jadi, sambil menunggu berbuka, ada pengalaman yang bermanfaat dan berkesan,” tuturnya. (Faqih/AS)